Oleh: edratna | September 18, 2010

Membangun “Percaya Diri”

I. Latar Belakang

Bagi orang yang baru lulus kuliah dan akan masuk dunia kerja, sering muncul rasa tidak Percaya Diri. Apakah saya siap masuk ke dunia kerja? Bahkan bagi para karyawan baru, meskipun telah diberikan pelatihan, rasa gamang saat pertama kali menghadapi klien adalah hal yang biasa terjadi sehari-hari. Hal yang meringankan adalah jika karyawan baru ini dapat didampingi oleh staf senior. Namun kondisi persaingan saat ini yang makin ketat, membuat perusahaan tidak cukup waktu untuk mempersiapkan para karyawan barunya, hal ini berbeda dengan sekitar 20 tahun yang lalu, dimana persaingan usaha belum seketat sekarang.

Bisa dimaklumi apabila perusahaan mempercepat proses pelatihan untuk mempersiapkan para fresh graduate agar lebih cepat bisa menyesuaikan diri dilapangan. Inipun masih ditambah dengan aturan main yang tertulis, target yang menantang, sehingga perusahaan dapat segera memutuskan bahwa seseorang mampu apa tidak terus bergabung di perusahaan itu dalam waktu cepat. Bahkan saat proses job training, para karyawan baru ini telah diberi target yang jika tak mampu mencapainya, maka perusahaan dapat segera memberhentikan tanpa mengeluarkan biaya yang besar, dibanding jika karyawan tersebut terlanjur diterima sebagai pegawai tetap. Hal ini memaksa siapapun, untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan dunia kerja.

1. Apa yang dimaksud dengan Percaya Diri?

Definisi Percaya Diri:Keyakinan pada kemampuan dan penilaian diri (citra) sendiri, termasuk percaya atas kemampuan dirinya yang diwujudkan dalam lingkungan yang semakin menantang serta percaya pada keputusan dan pendapatnya untuk mengatasi kegagalan secara konstruktif. (Spencer,1993). Sedangkan Definisi Kompetensi Percaya Diri adalah: Perilaku yang menunjukkan keyakinan pada kemampuan dan penilaian diri sendiri yang sering muncul dalam berbagai situasi dan menghasilkan kinerja yang lebih unggul.

Contoh perilaku: a) Menampilkan diri sebagai seorang yang berkuasa atau sebagai orang yang mengesankan.b) Membuat atau melaksanakan keputusan meskipun menghadapi ketidaksetujuan dari pihak lain. c) Menunjukkan keyakinan dalam mengambil keputusan atau kemampuan

Percaya Diri: (Barbara De Angelis, Ph D, “Confidence, PD”)

  • PD secara perilaku : didasari kemampuan, pengetahuan, ketrampilan, membuat orang tampil PD/ mampu melakukan sesuatu
  • PD secara emosional : menguasai emosi, menyatakan perasaan, berpikir positif, menghargai orang lain, terbuka dr kritik
  • PD secara spiritual, keyakinan : keberadaan kita mempunyai makna, adanya takdir, pd tujuan hidup yg positif.

Keseimbangan Percaya Diri merupakah gabungan atau resultante dari keseimbangan dari percaya diri secara emosional, Percaya Diri secara tingkah laku, dan percaya diri secara spiritual. Keseimbangan ini akan  menghasilkan suatu bentuk Percaya Diri yang mampu mendorong seseorang bertingkah laku baik, dan berkinerja baik.

II. Bagaimana meningkatkan Percaya Diri?

a. Membuat Peta Kehidupan

Dalam hidup kita menjumpai kegagalan dan keberhasilan

  • Masihkah Anda ingat kegagalan di masa lalu ?
  • Peristiwa memalukan : diminta menyanyi, lupa saat presentasi,  .  .  .  .
  • Menjengkelkan : mendapat teguran tertulis,
  • Kesalahan fatal : memutus kredit lalu macet, salah memfiat, . . . . .
  • Ingatan kita cermat sekali menyimpan kegagalan, peristiwa memalukan, kesalahan fatal.
  • Pengalaman buruk dapat membuat orang ragu untuk tampil percaya diri, contohnya
  • Perfeksionis sulit selalu tampil PD; contohnya…ada orang yang tak berani keluar rumah, tanpa merasa telah yakin bahwa make up nya sempurna, baju yang dipakai sesuai dengan situasi dsb nya
  • Percaya diri tidak semata karena tumbuh dari penampilan yang sempurna atau menghindar dari kesalahan, tapi … percaya diri juga harus muncul dari tekad untuk maju terus berupaya

Bagaimana membuat Peta Kehidupan?

  • Adakah di antara Anda yang merasa belum pernah menjumpai KEGAGALAN atau peristiwa negatif dalam hidup ini?
  • Adakah di antara Anda yang merasa belum pernah menjumpai KEBERHASILAN atau peristiwa positip dalam hidup ini?
  • Pikirkan peristiwa-peristiwa penting yang telah Anda jalani, mulai dari masa kanak sampai saat ini.
  • Nilai peristiwa tersebut menjadi gagal atau berhasil dengan berbagai tingkatannya

Bagaimana Peta Kehidupan Kita? a) Berapa banyak kegagalan/ peristiwa yang dinilai negatif yang kemudian diikuti dengan keberhasilan? b) Apa penyebab nilai negatif/ kegagalan?.c) Bagaimana kita bangkit dan berhasil

Siklus Peta Kehidupan

Percaya Diri, merupakan hasil dari campuran/gabungan atau resultante dari hasil segitiga sama sisi. Percaya Diri masing-masing orang tergantung dari campuran dari masing-masing sisi dari segitiga sama sisi ini, yaitu:

  1. Berhasil…..sering menimbulkan euforia, arogansi, kesombongan, kelengahan
  2. Upaya….bagaimana upaya seseorang baik dalam meningkatkan kemampuan/ketrampilan, pengetahuan agar mampu bersikap Percaya Diri dalam menghadapi sesuatu.
  3. Gagal…kegagalan sering mengakibatkan depresi, takut, menjadi tak Percaya Diri. Namun ada banyak orang, yang menganggap kegagalan merupakan sebuah latihan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

b. Portofolio Kemampuan

  • Peta kehidupan menggambarkan masa lalu Anda,
  • Portofolio Anda akan memfokuskan masa depan Anda
  • Tabel Portofolio : sekumpulan item sebagai pegangan/ pengingat tentang siapa kita, apa yg kita ketahui dan apa yang ingin kita capai

Berbagai penelitian menunjukkan : Bagi mereka yang mempunyai suatu keinginan atau rencana untuk mengembangkan kemampuan, akan tampak lebih bersemangat, lebih berhasil dan percaya diri, dibanding dengan mereka yang tidak mempunyai cita-cita.

Bagaimana membuat portofolio Kemampuan?Pikirkan hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan karier, pengetahuan-ketrampilan, sikap-perilaku, nilai-spiritual, dsb di masa yang akan datang !Misalkan, buat matriks: karir, pengetahuan/ketrampilan, perilaku, spiritual

Karir:

Tujuan pribadi….ingin mempunyai rumah, sawah, mobil, deposito Rp.200 juta.Bagaimana caranya?… Bisa dengan menabung, kerja keras….juga tujuan ini dinyatakan dalam berapa tahun kita dapat mencapainya, misalkan lima tahun pertama bekerja bisa membeli mobil baru, mulai mencicil rumah, deposito secukupnya. Sedang tujuan Profesi……………..tergantung apa profesi kita.Misal: bekerja di bidang bisnis perbankan.Membuat produk baru, minimal setahun berhasil menciptakan 2 produk baru.Dapat mencapai target klien yang dibidik, sesuai pasar sasaran dan kriteria nasabah yang dapat diterima

Pengetahuan/ketrampilan:

Tujuan pribadi……Fasih berbahasa Inggris. Sedang dari sisi tujuan profesi, adalah Ahli di bidang analis kredit

Perilaku:

Tujuan pribadi……….ramah, mudah bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain. Sedang tujuan profesi adalah menjadi pimpinan yang diteladani anak buah

Spiritual:

Tujuan pribadi……..naik haji. Sedang tujuan profesi adalah bertindak sesuai Good Corporate Governance

Penggunaan portofolio kemampuan. a) Gunakan portofolio kemampuan untuk mengingatkan diri Anda semua hal positip tentang Anda dan kehidupan Anda di saat sukar untuk diingat. b) Perhatikanlah Portofolio Anda senangkah jika Anda dapat meraihnya? c) Gunakan portofolio kemampuan…untuk mengubah cara pandang kita yang akan dapat mengubah kinerja

  1. Dari …”Saya tak pernah sanggup melakukan tugas ini”…menjadi…..”Saya sedang mengerjakan tugas ini dan ada kemajuan”. Dari tidak melakukan apa-apa…menjadi..mulai bertindak
  2. “Wahh saya bukan orang yang mahir”….menjadi…..”Saya cukup mampu”. Tidak harus mahir untuk mulai, melainkan continues improvement, mengapa? Kapan mulai kalau menunggu mahir? Peluang hanya sekali …
  3. Kepercayaan diri harus muncul dari  diri Anda sendiri, bukan dari orang lain, karena itu berilah diri Anda, ketrampilan Anda dan prestasi Anda PUJIAN……itu akan membangkitkan percaya diri Anda.

c. Citra Diri

Citra Diri : citra/ persepsi/ gambaran yang terbentuk berdasarkan sikap perilaku.Tahukah mereka siapa Anda ? Misalkan, anda adalah orang yang ulung bernegosiasi, pandai presentasi, pintar menulis, ahli menganalisis, merdu menyanyi, pintar memasak.

Mengapa citra diri penting? Menjadi diri Anda adalah satu hal, ingin terlihat seperti apa adalah hal lain.Anda punya ketrampilan hebat, tapi Anda tidak mengakui itu, dan tidak dapat membuat orang lain melihatnya, maka ketrampilan itu tidak pernah akan diketahui orang lain

Bagaimana membentuk citra diri? Anda melihat diri sendiri Vs orang lain melihat anda.Anda akan melihat diri sendiri Vs Anda ingin orang lain melihat Anda. Untuk itu Anda bisa membuat latihan:1) Bagaimana persepsi Anda terhadap rekan kerja Anda ketika Ybs sebagai Asisten Pemasaran, peserta pelatihan, suami/istri, orang tua.2) Tuliskan pula persepsi Anda terhadap diri sendiri sebagai peran yang sama

d. Si Pemeras

Si Pemeras adalah : kecurigaan atas pemikiran negatif orang lain terhadap Anda, tetapi kecurigaan anda itu belum Anda konfirmasi

Bagaimana mengalahkan si pemeras?

  • Bukalah Diri Tersembunyi Anda: Informasi dan keyakinan tentang diri sendiri yang biasanya tidak Anda bagi dengan orang lain, termasuk orang terdekat Anda
  • Rahasia yang Anda simpan dalam diri tersembunyi Anda sering tidak memiliki konsekuensi negatif
  • Ambil kekuatan sang pemeras dengan membiarkan orang lain mengetahui bahwa Anda kurang atau tidak sempurna
  • Hadapi rasa takut Anda, jangan bersembunyi

d. Obat Kuat Percaya Diri

  • Menjalani hidup ini adalah menjalani pilihan.
  • Setiap pilihan mengandung tanggung jawab dan konsekuensinya

Obat Kuat: Benar lawan salah

  • Anda pasif : Anda benar, Saya salah, mari lakukan dengan cara Anda
  • Anda agresif : Saya benar, Anda salah, ikuti saja cara Saya
  • Anda asertif : Anda benar, Saya benar, mari kita melakukan bersama

Obat Kuat: Mengambil perspektif. Yang paling mudah diubah ketika Anda mengalami suatu peristiwa adalah mengubah prespektif Anda. Untuk itu Gunakanlah pendekatan asertif

Obat Kuat: Menyelesaikan masa lalu, untuk meringankan koper masalah

  • berhenti mencemaskan hal yang benar dan yang salah
  • buatlah interpretasi yang positip dan obyektif
  • pastikan anda tidak menyalahkan atau merasa benar

Bagaimanapun agar bisa Percaya Diri memerlukan latihan serta pengalaman, dan kita harus yakin bahwa kita bisa mengatasinya. Namun untuk bisa Percaya Diri perlu memunyai landasan kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan yang cukup, sehingga Percaya Diri yang dilakukan bukan menjadi suatu kesombongan, yang sebetulnya tak ada nilainya.

Catatan:

Bahan diambil dari berbagai sumber, bahan pelatihan serta pengalaman penulis sebagai pengajar

About these ads

Responses

  1. Wah, jadi ingat waktu kuliah dulu, saya betul-betul orang yang tidak percaya diri. Apalagi ketika lihat teman-teman baru sepertinya pintar-pintar,…
    memanng percaya diri butuh latihan yang tidak sebentar. Salut, atas artikelnya.

    Percaya Diri bisa dilatih…walau ada juga orang yang dari sananya percaya diri.
    Tapi yang bagus, percaya diri juga dilengkapi oleh kemampuan dan pengetahuan yang memadai…

  2. lengkap sekali Bunda..
    sebenernya setiap orang tau akan kelemahan dan kelebihannya.. namun karena belum pernah mencoba memetakan diri.. akhirnya menjadi tidak tau kalo dia tau..

    byk aspek positif ketika kita sadar dan paham ttg peta kekuatan dan kelemahan diri sendiri.

    nice post :)

    Atau malah sebetulnya kita tak mengetahui apa kekuatan dan kelemahan kita?
    Karena kita tak dilatih, dan malah harus bersikap toleran?
    Dalam wawancara saat rekrutmen, sering orang tak bisa menceritakan apa kemampuan dia, apa yang pantas dikemukakan, mengapa perusahaan harus menerima dia untuk bergabung?
    Tapi kalau ditanya kelemahannya malah lebih lancar

  3. Wah… artikelnya bagus sekali Bu Enny. Sepertinya ini sangat pas jika saya berikan buat adik bungsu saya yang akan diwisuda november mendatang. Insya Allah ini akan sangat bermanfaat baginya yang akan memasuki dunia kerja.. Terima kasih Bu..

    Silahkan Uda…ini memang untuk bahan pelatihan….tentunya hanya ringkasannya. Saya juga pernah menulis tentang communication skills disini

  4. Tips-tipsnya ini patut dicoba dan tak sebar luaskan biar bisa menjadi wabah percaya diri…

    Silahkan

  5. setelah membaca artikel ibu, saya mao mencoba konsep yang d’usung oleh ibu . . .saya menjadi termotivasi sekali untuk menjadi lebih percaya diri. bahwa saya biza dan mampu. topmarkotop, is the best bgt! . . . . . . . . . . . . . . .

    Semoga sukses….

  6. satu lagi point untuk memupuk percaya diri adalah kemampuan berkomunikasi yang baik.

    biasanya kalo baru terjun di dunia kerja belum terlalu bisa berkomunikasi secara formal dan meyakinkan. jadinya kalo mau ngomong suka gak PD. tapi lama2 ini bisa dipelajari dari pengalaman.

    apalagi kalo pindah ke negara yang bahasanya beda, ya kayak yang saya alami. tingkat ke-PD-an langsung drop 50% gara2 beribet mau ngomongnya. hahaha.

    Betul Arman…
    Untuk bisa Percaya Diri, tentu harus yakin mempunyai ketrampilan dan pengetahuan yang cukup. Kemudian bagaimana mengkomunikasikan pada orang lain.
    Tentang komunikasi, saya pernah nulis disini.

  7. Hari pertama atau memulai pertama kali memang bikin deg-degan, tapi bila sudah terlalui, wah seneng nya ..

    Langkah pertama memang paling sulit..selanjutnya makin lancar

  8. ..
    Artikelnya bagus banget Bu Enny..
    Saya banyak dapat pelajaran dari tulisan diatas..
    ..
    Kadang Pd juga dibutuhkan dalam mengambil keputusan yg cepat..
    Kalo lelet, peluang bisa melayang..:-)
    ..

    Betul Septa…PD diperlukan untuk marketing produk, untuk mempengaruhi orang…
    Saya pernah menulis communication skills, influence skills di tag pendidikan…semoga bermanfaat.

  9. Wah, ini betul-betul makalah khas seorang motivator, trainer. Nyuwun sewu, saya kopi ya, Bu. Biar baca lebih serius dan bisa jadi inspirasi buat saya.

    Monggo..silahkan pak..ada beberapa lagi di bagian tag pendidikan…influence skills, communiction skills dll

  10. Wah ini perlu di copy-paste dan disimpen di note nih hehehe..

    Tapi saya merasa sangat percaya diri Bu.. Terbukti waktu pindah ke Australia, teman-teman banyak yang kaget dengan langkah nekat saya…

    Tapi ya Puji Tuhan semua bisa dilakukan asal kita mau kerja keras dan… mau percaya diri itu hehehe :)

    Silahkan Don..
    Ada juga artikel lain di tag pendidikan, saat itu mungkin DV belum kenal saya..hehehe

  11. wah, tulisan yang sangat lengkap sekali, sangat bermanfaat.
    Agar mampu menyiasati kepercayaan diri dlm mengembang kan diri sekaligus berani ”menjual diri’ , tulisan yg sangat khas dr seorang expert dlm bidangnya :)
    salam

    Terimakasih bunda, syukurlah jika bermanfaat

  12. Competency dan latency – mungkin ini adalah 2 elemen penting yang bisa diukur pada masing2 individu dalam mengarungi persaingan global kedepan.. ulasan diatas bener bener membantu untuk mengetahui posisi diri saat ini , ancang2 kedepan dan singergi yang perlu dilakkukan guna memastikan bahwa diri ini nggak ketinggalan kereta :D

    Nuhun pisan…

    Betul kang, kita harus memahami teori posisi..untuk mengerti kita ada di posisi mana dan pada saat itu posisi kita sebagai apa.
    Sebagai atasan tentu beda dengan posisi sebagai bawahan. Namun setiap posisi ada plus minus nya yang harus kita pelajari agar kita mampu bersaing dalam persaingan global ini

  13. bener banget mba..saya dulu sewaktu blm kerja masing menganggur…ya sangat ga pd..tp lama kelamaan ya akhirnya saya pede jg setelah bekerja..hee

    Iya…
    Untuk bisa PD…
    Memang harus ada content dulu…baru Tools…terus context….
    Baru bisa PD…jadi untuk PD memang perlu persiapan

  14. Duh bu, sampai sekarang msh ga PD neh, jadi artikel ini bermanfaat sekali, tapi memang intinya pada diri sendiri, mau berubah atau ga ya.

    Yup…berubah ke arah yang lebih baik

  15. lengkap sekali, tulisan yang sangat bermanfaat buat banyak orang

    Mudah2an memang bermanfaat…niatnya memang ke sana..karena judulnya di tag pendidikan

  16. Bisa dicoba ni, mudah-mudahan bisa lebih pede. asal ga kepedean aja :)

    Terlalu pede kalau nggak ada isinya, malah berbahaya karena akan dihindari orang lain..karena terkesan sombong tapi tak ada isi

  17. betul sekali, percaya diri itu penting dan bisa dilatih sejak dini…

    Yup

  18. Lengkap sekali. sangat berguna bagi saya, terutama untuk menumbuhkan kepercayaan diri siswa. membangun kepercayaan diri memang butuh banyak ilmu karena pelaksanaan di lapangan tidak semudah membalik telapak tangan.

    Terima kasih mbak Ratna ..terima kasih ilmunya.

    Sama-sama mbak..semoga juga bisa dimanfaatkan untuk mendidik murid-murid nya

  19. bagus bu, tips bisa kupakai sendiri dan bisa diajarkan ke anak2 juga, tims bu

    mau coba cari artikel lainnya deh

    Iya mbak….
    Kalau dari blog saya..bisa di cari di tag pendidikan

  20. teringat waktu dulu jaman SMA. Saya waktu SMA gak bisa ngomong dan gak punya PD. menghadapi orang badan bergetar semua dan suara tercekat di tenggorokan.
    Aneh tapi itu terjadi, akhirnya saya belajar PD dengan memasang muka masih malu-malu :D

    Tingkat ke PD an meningkat sejalan dengan tambahnya ilmu, pengalaman, serta kemampuan.
    Sejak kecil bisa dilatih…..

  21. salam kenal dari dalang kalteng.
    kalau saya sebagai seorang dalang percaya diri itu sangat penting biar pentas itu disaksikan oleh para dalang senior. karena sebetulnya kita itu memiliki kelebihan dan jati diri yang tidak dipunyai orang lain.
    salam rahayu

    Ya, betul…
    Seorang dalang harus bisa menyelipkan pesan kebajikan dalam setiap lakon yang dimainkan.
    Dan PD diperlukan agar bisa tampil baik dan penonton suka

  22. Waktu sekolah dasar dan sekolah menengah pertama PD saya sungguh memprihatinkan. Bahkan setelah kuliahpun rasa PD saya masih payah. Setelah kalang kabut mencari kerja akhirnya sedikit demi sedikit ada peningkatan. Tips yang mantap bu Enny.

    PD memang dilatih sejak kecil..
    Sejak anak-anak mulai bergaul dengan teman…
    Namun setiap anak punya karakter yang berbeda dan tak bisa dipaksakan.
    Syukurlah, sekarang sudah PD kan?

  23. ijin saya mau copy tulisan ini ya bu
    terima kasih untuk motivasi ini

    Monggo mas Totok..silahkan

  24. dulu saya pernah menolak suatu tawaran pekerjaan yang lumayan baik dari segi gaji, karena saya berfikir saya tidak akan mampu untuk menjalankannya (kurang pd). tulisan mbak ratna menambah informasi saya untuk membangun rasa pd pada diri saya.thq

    Percaya Diri bisa dilatih….namun memang kita perlu punya kemampuan yang bisa ditawarkan sehingga kita pede menghadapi orang lain

  25. nice info nieh…percaya diri modal pertama tampil dihadapan orang

    Yup..

  26. Nice post..
    Menambah rasa percaya diri saya makin menggebu-gebu

  27. Disalin yah untuk dibaca dan dimengerti serta dilakukan..Trims

  28. permasalahan timbul kalau saya berbicara di depan umum, perasaan bahwa semua mata tertuju pada saya seolah siap menghakimi kalau saya melakukan kesalahan, dan bayangan tertawa mengejek kalau saya salah masih sangat menakutkan bu..kadang nafas tersengal-sengal, tangan gemeteran dan pada akhirnya kadang saya tidak bisa mendengar apa yang saya bicarakan sendiri..

  29. terimakasih info, boleh saya copy untuk bahan mengajar.makasih ya…

    Silahkan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 211 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: