Oleh: edratna | Januari 29, 2011

Perjalanan Jakarta-Malang

Kapan anda ke Malang untuk pertama kalinya? Semasa kecil, saya ingin sekali bepergian ke kota Malang, sayang impian ini tak pernah tercapai, walau beberapa kali ayah ibu berencana ke sana. Pertama kali menginjak kota Malang saat job training di Jawa Timur, kebetulan temanku ada yang rumahnya di Malang. Malang saat itu mirip kota Bandung tiga puluh tahun lalu, sejuk, masih sepi, dan enaknya di Malang masih bisa berkeliling kota naik becak. Makanan khas Malang, seperti keripik, bakso Malang, rawon nguling…..benar-benar enak. Rumah-rumah kuno sejak zaman Belanda banyak menghiasi kota Malang, dan juga yang menyenangkan, di seputar Malang banyak sekali daerah wisata alam yang indah.

Kemudian, setelah menjadi karyawan tetap, saya sering bepergian dari Jakarta ke Surabaya-Malang,  setelah adanya tol Surabaya-Gempol, jika tugas ke Surabaya, teman-teman mengajak menginap di Malang agar bisa tidur nyenyak. Perjalanan Surabaya-Malang yang hanya satu jam, sama saja seperti setiap hari saya menempuh perjalanan dari kantor ke rumah.  Sejak lumpur Lapindo meluap sekitar bulan Mei 2006 (?), saya hanya sekali melewati jalan darat dari Surabaya ke Malang, saat itu dengan si bungsu, yang saya ajak menemani ikut seminar kewirausahaan yang diperuntukkan bagi para karyawan yang akan  purna tugas. Sayangnya, karena berombongan, kami tak banyak berjalan-jalan di dalam kota Malang, setelah berkeliling ke berbagai industri kecil di daerah Pasuruan, bis rombongan langsung menuju Batu, dimana seminar diadakan. Malam-malam saya pinjam mobil teman, hanya agar anakku bisa melihat kota Malang, dan karena macet,  mobil melewati jalan-jalan kecil yang agak gelap, akibatnya si bungsu komentar..”Bu, Malang itu sepi ya?…hahaha….

Setelah itu, jika ke Malang menggunakan jalur darat (naik mobil), saya melewati kota Pare-Kandangan-Pujon-Batu-Malang….daerah yang dilewati indah sekali, berkelak kelok seperti di Puncak. Pemandangannya juga masih alami karena belum terlalu banyak rumah antara Kandangan-Pujon-Batu, walau kota Pare saat ini telah benar-benar menjadi kota yang sibuk, sampai saya pangling setelah lebih dari 10 tahun tak ke kota Pare. Perjalanan darat Jakarta Malang sungguh melelahkan, walaupun saya dan suami menginap dulu di Semarang, kemudian menginap lagi di Madiun, baru pagi-pagi besoknya berangkat dari Madiun ke Malang. Pulangnya lebih tak menikmati lagi, walau kami mencoba melalui jalur alternatif lain. Rasanya badan ini sudah remuk redam sampai di Jakarta, dan langsung terkapar. Yang melelahkan, kota-kota yang dulunya mudah dilewati, sekarang mempunyai kemacetan yang parah, untuk melewati kota Tegal, perlu waktu satu jam sendiri, Semarang-Solo yang dulu dapat dicapai dengan 1,5  jam sekarang minimal menjadi 2,5 jam, dan pernah sampai 3-4 jam karena macet.

Kali ini saya dan suami memutuskan naik pesawat, apalagi kondisi badan saya kurang fit. Jika pesawat melalui Surabaya, perjalanan darat dari Surabaya-Malang memerlukan waktu lama, jadi kami ingin mencoba naik pesawat langsung Jakarta-Malang. Cuaca yang tak bersahabat membuat kami memutuskan pergi ke Malang naik pesawat paling pagi dan kembali ke Jakarta dengan pesawat yang paling pagi pula. Dari obrolan dengan  mbak di travel langganan, ada beberapa alternatif, yaitu naik Sriwijaya Air atau naik Garuda. Saya menanyakan selisih harganya, akhirnya saya memilih naik Garuda walau lebih mahal. Kondisi suami yang habis sakit, membuat saya mesti memikirkan andaikata pesawat delay karena cuaca tak mendukung. Kami berangkat naik pesawat yang berangkat jam 07.10 wib dari bandara Soetta, dan kembali naik pesawat jam 09.15 dari bandara Abdul Rachman Saleh.

Sampai bandara sudah ramai penumpang, setelah check in, saya segera ke lounge untuk sarapan, sedang suami yang sudah sarapan di rumah  jalan-jalan di toko buku.

Beard Papa's..yang yummy

Saat mau ke ruang tunggu, saya teringat belum bawa oleh-oleh, jadi mampir untuk beli ” Beard Papa’s ”  yaitu sejenis donat. Saya pernah mencoba dan suka rasanya, namun harganya cukup mahal, yaitu untuk 12 buah harganya Rp.183.000,- . Saya tak tahu apakah di Mal sudah ada yang jual, mungkin ada pembaca yang tahu……Pesawat berangkat tepat waktu, sepanjang perjalanan cuaca tidak mendukung, sehingga penumpang disarankan untuk tetap memasang sabuk pengaman. Syukurlah, mendekati daerah Surabaya cuaca bersih dan pesawat terasa nyaman, suami bahkan sempat merekam dari atas pesawat, apalagi setelah melewati daerah yang mendekati Malang, terlihat gunung Bromo yang sedang mengepulkan asap. Sayang, suami langsung ke Bandung sekembali dari Malang, sehingga saya tak bisa menampilkan foto Bromo yang sedang berasap di sini.

Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang

Begitu menjejakkan kaki di landasan bandara Abdul Rachman Saleh, sayup-sayup tercium aroma khas. Setelah saya perhatikan bandara Abdul Rachman Saleh, dikelilingi perbukitan, serta ada hamparan ladang jagung dan pohon cemara yang lebar. Pantas, rasanya seperti saya pergi ke daerah Telaga Sarangan, yang dikelilingi perbukitan cemara.

Tulisan Malang, dari huruf Jawa, dipintu masuk bandara dari landasan Abdul Rachman Saleh

Dan yang lebih menarik, ada tulisan huruf Jawa di pintu mau masuk bandara dari arah landasan. Saya tak ingat, apakah bandara di Solo atau Yogya ada tulisan seperti ini. Keluar dari bandara, pak sopir yang dijanjikan temanku sudah menunggu….kami keluar bandara melalui berbagai pemeriksaan yang cukup ketat, melewati perumahan Angkatan Udara, ladang-ladang jagung, pepohonan cemara, baru keluar ke jalan raya. Pak sopir mengatakan, bahwa pada umumnya tamu lebih suka lewat bandara Juanda, baru ke Malang pakai jalan darat. Pulang ke Jakarta baru naik pesawat  dari bandara di Malang. Pantas, pikir saya dalam hati, tiket pesawat ke Malang jauh lebih murah, dibanding tiket pesawat dari Malang ke Jakarta. Jika cuaca bagus, turun di bandara Abdul Rachman Saleh sungguh indah, nyaris seperti bandara di Bandung, namun memang risikonya besar jika cuaca buruk, karena dikelilingi oleh pegunungan.

Suami menelpon adiknya, agar siap karena kami hanya mampir sebentar sebelum pergi ke tempat saudara yang lain. Di kota Malang ini banyak tinggal saudara dari suami, ada adik, juga tante dan om nya. Dan yang menyenangkan, kami sempat mengunjungi teman dari Bandung (walau hanya ketemu 10 menit) yang baru saja menikah beberapa bulan lalu, dan sekarang ikut suaminya, yang bekerja sebagai dosen di Malang. Pulang Ke Jakarta, perjalanan lumayan lancar, walau setengah perjalanan cuaca tidak mendukung. Syukurlah mendekati bandara Soetta, cuaca bagus, sehingga pesawat bisa mendarat dengan mulus. Begitu mengaktifkan ponsel, sms masuk banyak sekali, rupanya saya ditunggu untuk menandatangani beberapa cek di Yayasan. Pegawai di sana menanyakan, dimana saya bisa dihubungi, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk mampir dulu ke kantor, baru pulang ke rumah. Akhirnya kami sampai rumah dengan selamat…dan langsung istirahat.

Sayang tak sempat mampir kemana-mana, karena waktu yang hanya satu setengah hari hanya cukup untuk keperluan yang penting, mudah-mudah an lain kali bisa menikmati kota Malang dengan lebih santai. “Jangan kapok kesini ya bu”, kata pak sopir dengan santun. “Saya siap menemani ibu kapanpun ibu ingin diantar, mungkin juga ingin ke Bromo,” katanya lagi. Sejak saya ketemu di bandara, pak sopir sudah mengatakan siapa tahu saya ingin mengunjungi Bromo dari Ngadisari (jalur lewat Malang), karena saat ini indah sekali,  saat Bromo sedang mengepulkan asap. Karena debunya lebih mengarah ke Probolinggo dan Lumajang, Bromo masih aman dilihat dari arah Malang. Terimakasih pada teman-teman yang menyediakan akomodasi selama saya di Malang, bantuannya sungguh membuat saya lebih mudah, semoga Tuhan membalas kebaikan teman-teman ini.

About these ads

Responses

  1. wah kapan ya terakhir ke malang, kangen malang…
    malang sekarang sudah padat, tapi tetap kalo ke sana, senang banget.
    Dinginnya ngangenin :)

    Betul Ara, walau sudah padat, tapi hawanya masih segar karena tak se macet Surabaya atau Jakarta.

  2. malang salah satu kota favorit saya. kotanya masih cukup segar udaranya. saya suka sekali melihat rumah2 model zaman belanda di sana. trus, saya suka juga kalau lewat pujon. adduuuh… indah sekali! bisa lihat pemandangan yang menyejukkan. pengen sekali2 saya main ke sana lagi.

    Hehehe…memang kalau lewat Pujon, jalannya indah sekali, tapi beraninya kalau pagi-pagi sekali, selain indah pemandangannya, juga belum rame.
    Sekarang ada travel dari Malang ke Madiun lewat Pare-Kandangan-Pujon-Batu-Malang, jadi enak…..tak perlu naik bis ke Surabaya, terus ganti bis lagi ke Malang, seperti dulu.

  3. Saya sedang kuliah di Malang >_<
    salam Bu

    Salam kembali…di Malang memang banyak universitas, jika punya uang bisa investasi untuk rumah kost-kost an

  4. ke Malang itu cuma pernah lewat malam hari aja Bu, satu kali

    pingin juga kalau ada rejeki dan kesempatan ke sana, apalagai pas baca cerita bu Enny dan Ata dulu itu, kotanya bagus sekali ya..

    Kotanya bagus mbak, dan indah, mirip Bandung. Kata anakku, saat diajak ke Batu, seperti dari Bandung ke Lembang.
    Wisata alamnya juga banyak, di daerah Batu ada Jatim Park, Secret Zoo, ada hotel di Batu dan kita bisa petik apel Malang, serta wisata tanaman anggrek dan tanaman hias lain. Juga ada pemandian Selecta, Songgoriti. Ada juga gunung Kawi (yang ini belum pernah, hanya pernah meninjau klien beberapa tahun lalu, yang usahanya sapi perah), dan kalau terus bisa ke arah Pasuruan/Probolinggo….ada arum jeram, pertapaan tempat Gajah mada bertapa dan air terjun (saya juga belum pernah yang ini).
    Sekarang ada kereta apai Gajayana, kalau tak salah harganya Rp.350.000,- melewati Kediri, Blitar, Malang…terbayang pasti pemandangannya indah..cuma butuh waktu 12 jam dari Jakarta Ke Malang (lebih cepat dibanding bawa mobil sendiri). Kalau naik pesawat, ada beberapa alternatif…adik saya suka naik Sriwijaya Air..yang tiketnya terjangkau.
    Kayaknya Ata yang harus menulis, wisata apa saja yang ada di Malang dan sekitarnya.

  5. Saya belum pernah ke malang bu. Entah kapan bisa kesana. Hawa sejuk dan segar sebagaimana yang dipaparkan pada tulisan diatas mengingatkan saya pada daerah puncak dan perkebunan teh yang pernah saya kunjungi di kota bogor beberapa tahun silam

    Malang memang berhawa segar, lebih mirip kota Bandung, namun belum terlalu macet. Dinginnya mirip-mirip kota Bogor tahun 70 an, segaar, tak sedingin Puncak di malam hari.

  6. sungguh perjalanan yg amat menyenangkan…
    sayang skali amat singkat ya bu…

    Iya, terpaksa singkat, karena masih banyak pekerjaan lain menunggu, tapi cukup puas kok.

  7. pesawatnya gede gak bu.. ?

    Maksudnya??? Yang jelas Garuda berani ke sana, berarti aman untuk penerbangan

  8. Terakhir saya ke Malang 4 th yl, waktu Lapindo lagi menenggelamkan desa2 di sidoarjo, saya sangat ingin ke kebon raya Purwodadi tapi ga Ada waktu, jadi hanya lewat kota Malang trus ke dekat Batu
    Tapi dulu saya sering lewat Blitar – Wlingi – Malang …. Cantik banget pemandangannya
    Sama hubby Dari Batu trus lewat pare dan kediri
    Cantik juga pemandangannya….
    Semoga nanti saya punya kesempatan ke Malang lagi

    Wieda,
    Waaah kapan nih mudik…banyak yang bisa dilihat. Sekarang, banyak wisatawan asing berfoto ria dengan latar belakang Bromo yang berasap.

  9. Aduuuuh menyenangkannyaaaaaa, saya jadi ingat teman saya di malang. Semoga dia baik-baik selalu. Saya jadi ingin pulang juga :D

    Memang menyenangkan, asal kegiatan juga padat

  10. Pertama kali ke Malang bertahun lalu waktu awal kerja, dan terakhir kali pertengahan tahun lalu. Sayangnya, semuanya dalam waktu yg sangat singkat sehingga belum puas menikmati indahnya Kota Apel ini. Moga-moga dalam waktu dekat bisa kesana dengan waktu yg lebih longgar… Oya, kalau nanti foto bromo berasapnya dapat, disusulkan ya bu.. hehe….soalnya penasaran juga melihat keindahannya dari jauh… ;)

    Hehehe..iya Mechta…nanti di posting tersendiri aja lagi….yang punya foto masih berkutat di Bandung. Saya nyesel juga nggak minta tempat duduk dekat jendela, karena selama ini saya memang mintanya yang dekat row, biar kalau mondar mandiri ke belakang tak mengganggu penumpang lain.
    Saya ke Malang untuk bersantai, dalam arti keliling wisata, juga tak pernah, selalu ada aja yang memang harus dikerjakan. Tapi nggak masalah, kan bisa kerja sambil ber wisata.

  11. Saya ingin ke Malang….
    kalau dilihat-lihat bandaranya kecil ya bu…

    Dulu..bandara Malang agak tertutup, bahkan sekarang pun masih melewati beberapa penjagaan yang ketat, karena melewati lingkungan Angkatan Udara. Ke depan sedang dibangun jalan sendiri, sehingga tak perlu lewat daerah perumahan. Jadi bandaranya memang masih bandara milik AU, masih asli, belum ada perubahan. Bahkan di landasan yang jaga sebagian dari TNI AU, dengan seragam khas nya.
    Adanya lumpur lapindo, banyak konsumen yang ingin penerbangan langsung ke Malang, karena Surabaya Malang menjadi sangat lama untuk di tempuh. Hal ini yang menginspirasi perusahaan untuk mulai masuk melayani penerbangan Jakarta-Malang, katanya nanti juga akan ada Denpasar-Malang. Diakui, banyak pengusaha besar yang berasal dari malang, dari pengamatan saya, saat pergi dan pulang naik Garuda, tak satupun kursi penumpang yang kosong, juga penumpang maskapai penerbangan ain rame sekali.

  12. dulu sih beard papa ada di EX bu. gak tau sekarang masih ada gak.
    beard papa emang enakkk… disini pun kita masih suka beli beard papa. hehe.

    dulu pas kecil saya sering ke malang. papa saya pernah bareng temen2nya buka toko buku di malang. jadi kita sering ke malang buat ngeliatin toko nya. sampe akhirnya toko nya tutup ya trus kita gak ke malang lagi. hahaha.

    btw mestinya kalo ke malang sekalian ke batu tuh bu. di batu sekarang banyak tempat2 rekreasi menarik. secret zoo nya itu saya denger jadi terkenal sekarang karena bagus dan bersih.

    Saya jarang ke EX, padahal kantornya ada di dekat situ..malahan lebih sering ke GI.
    Donatnya enak ya..bikin kenyang ….dan yummy.
    Sekarang memang Batu sudah rapat sekali, saya sempat mampir ke tante nya suami, yang rumahnya di Batu, pada persimpangan jalan ke arah Jatim Park. Beberapa kali saya menginap di Batu, tapi belum sempat ke Secret Zoo.
    Btw, rasanya saya piknik lebih sering saat anak-anak masih kecil..setelah itu pikniknya sambil lari (alias hanya sambil kerja atau ada urusan lain)..hehehe….

  13. pernah 4 tahun lebih tinggal di kota ini :)
    Indah, hangat dan bersahabat. Btw Beard Papa’s ternyata mahal juga ya Bu. Belum pernah coba tapi banyak yang bilang enak

    Malang kelihatannya memang nyaman untuk tempat kuliah, maupun tempat tinggal. Mirip Bandung, cuma Bandung sekarang kurang menarik, karena macet.
    Beard Papa’s mahal…tapi enak…mudah2an ada pesaingnya biar murah…..

  14. Wah, terakhir kali saya ke Malang ( menginap di sana) sudah lebih dari sepuluh tahun, Bu… waktu itupun sebenarnya bukan di Malang kotanya tapi lebih ke Ngadireso, dekat kaki Gunung Semeru untuk keperluan acara keagamaan.

    Tapi sebelumnya, waktu kecil, saya sering ke Malang karena dulu ada saudara yang tinggal dan menetap di sana. Seingat saya, kotanya dulu sejuk dan menyenangkan.. semoga sekarang juga masih demikian…

    Saya malah belum pernah ke sana Don..
    Memang daerah sekitar Malang indah, dan disini banyak candi, yang merupakan lokasi kerajaan zaman dulu.
    Pengin juga agak lama di Malang, melihat sekitarnya, sayang kerjaan lain juga menunggu.

  15. aduh kapan yah bisa bepergian seperti itu, semua kota di Indonesia pengen dikunjungi..
    aku daerah jawa baru ke jogja aja :D

    Mudah2an lain kali sempat keliling Indonesia, yang tak kalah pemandangannya dibanding negara lain.

  16. Maaf, Bu. Bukannya itu tulisannya sugeng rawuh, ya? :D

    Saya baru pertama kali ke Malang. Belum puas! T~T

    Dua tahun yang lalu, kalau tidak salah. Waktu itu ada tugas dari kantor ke Malang. Tidak sempat kemana-mana. Cuma pas malam diajak ke “Bukit Bintang”. Mau ke Batu, tapi sudah keburu harus pulang ke Jakarta. Lain waktu harus ke Malang lagi! :D

    Wahh hebat…Farisj masih hafal huruf Jawa..betul, artinya Sugeng Rawuh, atau Selamat Datang.

  17. Saya belum pernah ke Malang, Bu. Beberapa teman saya sering cerita betapa sejuknya kota Malang, dan malah kemarin teman saya yg baru pindah ke sana meminta kami teman2nya datang ke sana. Mungkin nanti ada waktu dimana saya bisa keliling kota2 di Indonesia ya..

    Coba Zee ke sana…tapi waktunya harus cukup panjang, agar bisa menikmati keindahan kota Malang, wisata alam, dan wisata kuliner. Kuliner di Malang murah dan enak.

  18. Selamat sore bu …
    saya belum pernah ke Malang …
    sepertinya kota yang indah …
    andai saja punya dana dan waktu saya pasti akan kesana juga bu .. soalnya ada keluarga ibu yang tinggal disana.

    Jika ada keluarga, sudah menguntungkan, karena tak harus tinggal di hotel.
    Semoga suatu ketika sampai di Malang.

  19. Malang – adalah salah satu kota yang teramat sangat ingin saya kunjungi, tapi sejak masih gadis sampai sekarang bersuami entah kenapa tak pernah berkesempatan mewujudkan keinginan itu. Padahal Menado yang jauh di ujung timur sana saja bisa disambangi. Membaca tulisan Ibu ini makin membuat saya penasaran untuk jalan-jalan ke sana, hiks ..,..

    Nique posisimu di mana? Kalau di pulau Jawa atau Bali, untuk ke Malang ada beberapa alternatif dan tidak mahal. Bahkan dari Bali ada travel yang langsung ke Malang, biayanya Rp.160.00,- diantar jemput sampai di tempat.

  20. ada 2 kota yg bikin aldi pengen kesana lagi.. kesana lagi.. dan kesana lagi
    yg pertama.. Malang
    yg pertama.. Bukittinggi

    setelah mikir2 2 kota itu karakteristiknya mirip kota kelahiran tercinta, Bandung .. udaranya sejuk, byk pohon rindang, ada kawasan dgn rumah2 Belanda yg asri, suasananya asri, ada di daerah dataran tinggi..
    nggg sayangnya justru di Bandung sendiri yg kayak gitu2 udah jadi masa lalu *sedih*

    sedangkan waktu di Malang, rasanya waktu SMP dan terakhir kesana 2009 lalu ada sedikit berubah.. sedangkan Bukittinggi sendiri, baru kesini sejak kerja di “sini” jadi ga bisa bandingin dgn masa lalu

    anyway.. kalo Selecta itu masih ada ga ya Bu? buat aldi itu tempat renang paling gede…. waktu jaman SMP dulu hehehehe

    Malang dan Bukittinggi..dua-duanya kota di daerah pegunungan yang berhawa sejuk, punya daya tarik masing-masing, dari wisata kuliner, wisata alam, wisata budaya…sampai kerajinan yang khas dua kota tersebut. Sayang Bandung sekarang sudah membosankan karena terlalu penuh…..menyaingi Jakarta.

  21. Selamat pagi mbak Ratna …. Semoga pagi ini mbak sekeluarga selalu mendapat hidayah dan inayah dari Allah SWT. Amin.

    Terima kasih ceritanya, mampu membuat saya bersemangat menengok anak di Malang. Padahal saya sempat malas berangkat. Sekali lagi terima kasih.

    Selamat pagi mbak Puspita, putranya sekarang menruskan kuliah di Malang ya? Kertosono dan Malang kan dekat mbak, bisa sering-sering di tengok…

  22. Pertama kali ke Malang kalau nggak salah waktu usia 5 tahun, dan terakhir kali kalau nggak salah tahun 2002 lalu, lama banget hehe.. Malang termasuk kota favorit saya, terutama karena adem dan..makanannya enak ya Bu :D

    Dan Malang lebih luas dari Bogor ya….hehehe..
    Saya kangen Bogor, sayang sekarang jalan nya macet ya.

  23. Saya pertama kali ke Malang waktu masih SD, mampir ke taman rekreasi keluarga. lupa namanya…
    yang kedua, main ke Selecta dan pantai pasir putih.
    yang ketiga, bareng suami, Dari Juanda ke Malang melewati Porong, dan sempet mencium bau nggak enak yang bikin pusing hehehe..
    Di malang saya sempet ke kathedralnya (di luar aja) dan makan di toko Oen.. sayangnya saya hanya 2 hari di Malang jadu nggak sempat jalan-jalan…tapi keripik tempenya saya suka… :)

    Malang memang indah Nana, banyak bangunan kuno.
    Wahh malah udah ke toko Oen ya, menikmati es cream?

  24. ..
    rumah orangtua saya 8km dari kandangan Buk, ke arah selatan menuju gunung kelud..
    dan dulu saya SMA di pare lho..^^
    perkembangan pare memang cepat, karena letaknya yang strategis..
    ..
    jalur kandangan-Batu pemandangan yang paling indah di daerah ngantang, tepat di sekitar bendungan selorejo..
    ..
    karena lama tinggal di Malang jadi merasa biasa aja..^^
    tapi paling suka masyarakatnya yang sangat mencintai kotanya, terutama cinta sama AREMA..
    soal makanan, Bakso sama bakwannya juara deh.. ;)
    ..

    Iya, saya kaget lihat perkembangan kota Pare, bahkan suami yang orang Kediri terbengong-bengong. Ngantang memang indah, adik saya sempat ke Ngantang beberapa puluh tahun lampau, saat itu bersama alm ibu, berkunjung ke lurah Ngantang yang masih saudara jauh. Rumahnya dikelilingi pepohonan, dengan monyet yang besar-besar. Saat lewat Ngantang kemarin, tak seekor monyetpun terlihat, dan Ngantang terang benderang…namun tetap masih indah, dengan sungai Brantas yang meliuk-liuk. Saya juga kaget juga saat melewati kota Caruban, setelah keluar dari kota Kediri, yang telah menjadi kota Kabupaten, padahal saat awal menikah…kayaknya sepanjang jalan menuju dan keluar kota Caruban masih hutan jati.
    Hmm ini indahnya jika perjalanan melalui jalan darat, masalahnya pinggang tua ini sudah nggak kuat lagi jika terlalu sering..lha dapat batuknya, sebulan baru sembuh..hehehe

  25. Bundaaaaaaaaaaa Beard Papa itu kesukaanku! ^_^
    Kalo di airport pasti beli, tapi di mall2 juga ada :D itu er… mohon maaf setauku bukan donat tapi semacam puff ato bisa dibilang sus besar yang isinya krim dingin gitu kan :D

    Malang itu asalnya Adrian bun.. aku suka kota itu. Tapi aku kesana pakai mobil jd malah belum mampir ke bandaranya :D hehehe

    Hahaha..iya betul…sejenis kue sus, isinya bermacam-macam, tapi saya suka yang isi vanila….kalau dimakan…brrr…sedaaap.
    Malang tempatnya Adrian? Wahh, berarti Eka bisa sering-sering ke sana. Kalau masih sehat dan kuat, enakan jalan darat, ke malang melalui tempat Ata, dari Kertosono ke kanan, terus belok kiri lewat Pare, terus Kandangan, Pujon, Batu dan Malang. Pulang bisa sekalian lihat lumpur Lapindo, jembatan Suramadu (belum pernah lihat)..dst nya.
    Atau lihat pertapaan Gajah Mada, bisa tanya Clara bagaimana mencapai ke sana…terus naik ke Bromo….sungguh indah Eka, sekarangpun indah asal lihatnya dari arah Malang.

  26. Di Malang banyak makanan enak, mesti kuliner kalau ke sana. *itu kalau kamu, Yoga hehehehe*

    Benar Yog…masalahnya waktunya terbatas, dan sebelahnya mesti diet, nggak tega juga kalau kita makan enak, dia udah nggak boleh..akhirnya makan yang bisa dimakan semua pihak…hehehe

  27. Membaca blog ini jadi makin ingin sekali keliling2 kota Malang.
    Terimakasih ya Bu Ratna

    Beberapa kali saya ke Malang hanya untuk transit menuju rumah Pakde di Probolinggo… dan menengok sepupu saya yang sakit di RS Lavalette… waktu itu sendirian naik Matarmaja… puas banget di kereta,.. hehehe

    Terakhir 2008 ke Malang sudah spare waktu sekitar 4 jam buat jalan2..
    eh malah bingung angkotnya jadi berakhir di alun2 saja dan Mesjid :-p

    Mudah2an lain kali ada kesempatan keliling puas Kota & Kab.Malang hingga ampe Batu…. mumpung ada teman kuliah yg skrg kerja di Malang

  28. Dua kali ke malang, pertama dengan bis, kedua kalinya dengan kereta ekonomi matraremaja… Dan selalu ingin kembali kesana…. Ke batu, ke coban, argo wisata, makan rawon, dan harum tehnya yang khas…
    -salam kenal :) -

  29. saya ketemu blog ibu ini saat tengah mencari info tentang pesawat malang jakarta. rencananya mau jemput keluarga yang mulai awal puasa udah di rumah orang tua saya di Betek, Malang, di dekat kampus Unibraw.
    terus terang trenyuh dan haru membaca komentar2 positif tentang kota kelahiran saya ini. penyebabnya, rekan2 yang baru kenal atau pernah singgah ke Malang aja udah sebegitu kangen dan mendeskripsikan kota ini dengan indah.
    apalagi saya yang sudah 10 tahunan meninggalkannya. walaupun dua tahun sekali mudik, tetapi tetap tidak bisa mengobati rasa rindu suasana Malang.
    Saat SMA dulu, setiap ada diklat organisasi yang diadakan di Perum perhutani Pujon, sungai Brantas yang berkelok2 jernih dan menyegarkan itu selalu jadi tempat kami mandi dan mengesahkan anggota2 baru di waktu fajar… (brrrr….)
    Belum lagi kenangan2 menikmati dinginnya coban Rondo, coban Tengah, Coban Manten, Coban Glothak, dan Coban Pelangi (Coban = Air Terjun). Area Malang yang terletak dipegunungan membuatnya memiliki banyak air terjun alami. Saat itu Coban Rondo dan Coban Pelangi yang saya tahu sudah mempunyai akses yang mudah bagi wisatawan. Sedang yang lain harus dicapai dengan menelusuri jalan tanah setapak yang memang dibuat meliuk2 melintasi aliran air dari Coban.
    Saya rasa salah satu tempat yang “harus” dikunjungi adalah wana wisata air panas Cangar. letaknya diperbatasan malang-mojokerto(?) dari kota batu ke arah Utara. Saya sarankan berangkat petang/malam hari untuk lebih afdolnya menikmati berendam di air panas. Kalau ada waktu bisa berjalan kaki kurang dari 1 km untuk menikmati Coban Kembar yang merupakan jalur air dari Cangar.
    Kemudian kalo mau ingin lansung kembali ke Sby bisa tembus ke Pacet sambil menikmati pemandangan pegunungan Penanggungan di pagi hari…

    DOH… (homesick mode = ON)

    NB:maaf kalau ada salah informasi, maklum diambil dari memori 10-15 tahun yang lalu… :)

  30. Sudah lama saya ga main ke kota malang, sekalipun main jg pas saya masih sd dulu jd sekarang pasti kota malang sudah banyak berubah..hehe

    Setelah baca pengalaman ibu di “kota apel” itu jd terbersit dipikiran saya untuk bisa main bahkan liburan di kota tsb.hee
    Apalagi di kota tsb ada seseorang yg dulu sangat “special” di hati saya…:).missing her so.

    really wanna visit to malang city..LOL..^^


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 223 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: