Oleh: edratna | Maret 10, 2012

Woo…. Kementerian Agama telah mem publish laporan keuangan “Biaya Penyelenggaraan Haji Tahun 1432H/2011M

Senin yang lalu saya mendapat surprised saat membaca harian Kompas tanggal 5 Maret 2012 halaman 8, pada  publikasi  yang berjudul : “Kementerian Agama Republik Indonesia: Biaya Penelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1832H/2011 M” . Publikasi ini memenuhi 1/2 halaman Kompas, dengan tulisan dan angka yang mudah terlihat. Memang kita tak bisa menganalisis secara akurat, karena laporan pada halaman Kompas hanya menampilkan Neraca dan Laba Rugi, dan sebagaimana pada catatan kolom dibawahnya, yang menyatakan bahwa, Laporan Keuangan tersebut secara lengkap terdiri dari:

  1. Laporan Keungan BPIH Tahun 1432H/2011 M, terdiri dari Laporan Operasional, Neraca dan Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
  2. Laporan Keuangan BPIH Tahun 1432H/2011M dilengkapi supplemen Laporan Keuangan berupa Informasi Setoran Biaya Penyelenggaraan  Ibadah Haji, Pengelolaan dan Pengembangan Dana Haji, Pelaksanaan Anggaran Operasional Haji (dalam IDR), Kantor Misi Haji Indonesia Jeddah (dalam SAR dan IDR).
  3. Laporan KeuanganBPIH Tahun 1431H/2011 M belum diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI
  4. Laporan Keuangan BPIH Tahun 1432H/2011M telah disampaikan kepada Presiden RI dan DPR RI pada tanggal 23 Februari 2012.

Artikel Kompas 5 Maret 2012 halaman 8

Setidaknya Departemen Agama telah melakukan transparansi dalam pengelolaan ibadah Haji. Sebagaimana umumnya, untuk  kondisi yang pertama kali dilakukan, akan terjadi perbedaan yang cukup signifikan, antara laporan keuangan home statement (HS) dengan hasil audit, hal ini terlihat pada:

  • Pada pos Aktiva Lancar, sesuai Home Statement, nilai Aktiva lancar sebesar Rp.781.566.142.371,- sedang sesuai audit maka nilai aset lancar adalah Rp. 646.282.669.762,-
  • Pada Aset yang dibatasi penggunaannya, yang terdiri dari: Kas dan Setara Kas Setoran Awal, Investasi Jangka Pendek, Investasi Jangka Panjang dan Hasil Optimalisasi yang masih harus diterima, maka dari Home Statement nilainya Rp. 38,448.685.697.638,- sedang secara audit menjadi Rp. 27.454.930.047.236,-
  • Demikian juga nilai pada Total Aktiva, secara total aset, hasil dari Home Statement menunjukkan nilai Rp.40.263.162.897.945,- sedang secara audit nilainya Rp. 29.097.262.622.745,-
  • Pada Laporan Operasional, dilaporkan berapa anggaran, realisasi, serta berapa hasil audit. Yang menarik, dari hasil audit, surplus berjalan memperoleh nilai yang jauh lebih besar, yaitu Rp. 134.354.992.180,- sedang menurut home statement Rp. 42.853.787.710,-
  • Dari laporan Arus Kas, kita bisa menilai berapa arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, serta arus kas dari aktivitas lainnya, dibandingkan antara hasil penilaian Home Statement dan hasil  audit akuntan.

Sayang dari laporan ini tidak dijelaskan bagaimana pendapat akuntan, apakah laporan tersebut wajar tanpa syarat, atau ada catatan. Bagaimanapun saya mengapresiasi keinginan Kementerian Agama untuk melakukan transparansi dalam penggunaan dana ibadah Haji, dan dipaparkan ke publik. Bagaimanapun, pengelolaan yang transparan ini akan memberikan image positif pada Kementerian Agama, serta kepada para Calon dan jamaah Haji. Kebetulan saya sendiri merupakan peserta jamaah Haji tahun 1832 H/2011 M.

Sudah sewajarnya, untuk pertama kali akan terjadi perbedaan yang signifikan antara laporan home statement dengan hasil audit, namun dengan penjelasan, serta pemahaman yang makin baik, pada periode selanjutnya diharapkan tak terjadi perbedaan yang signifikan antara laporan keuangan home statement dan hasil audit akuntan. Semoga publikasi laporan pengelolaan keuangan Kementerian Agama ini juga diikuti oleh Kementerian lainnya, sehingga publik bisa menilai penyelenggaraan negara yang makin transparan, hal ini akan menyejukkan hati para warga negara.

About these ads

Responses

  1. Apresiasi tuk langkah transparansi ini ya bu En, sebagai warga negara kita menantikannya. Salam

  2. Semoga langkah maju ini semakin memperbaiki layanan naik haji di taon berikutnya, Bu!

    Mau naik haji lagi, Bu? :) heheheh…

  3. keterbukaan informasi untuk publik itu penting ya Mbak..
    untuk menambah rasa percaya kepada pemerintah dan menghindari fitnah..

  4. nah..itu langkah bagus untk menjawab keraguan umat ya bu…

  5. langkah yang bagus… semoga reportnya sudah lulus audit ya… biar lebih terpecaya gitu ya..

  6. Biarpun ini langkah yang bagus, yang bisa baca laporan keuangan kan hanya mereka yang ngerti ya Mbak Ratna..Hehehe..Tolong di wakili saja, kalau neraca kelihatannya bagus, aku mah ikut senang saja :)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 221 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: