Oleh: edratna | April 15, 2012

Wisata Kuliner, jalan-jalan ke Pasar Segiri dan Pasar Pagi, di Samarinda

Perjalanan saya ke Samarinda bersama tim adalah untuk ke empat kalinya,  saat mau ke Kaltim, yang terbayang adalah rasa es kopyor gula aren di  RM Amado, yang berlokasi di km 20 ke arah Samarinda. Sebetulnya, jika menuruti jam makan yang pas adalah di RM Tahu Sumedang, yang terletak di tengah-tengah antara kota Balikpapan dan Samarinda. Rombongan kami sampai di restoran Amado sekitar jam 2 siang wita, atau jam 1 siang wib. Rasanya semangat langsung turun, saat pelayan bilang kalau kelapa kopyor lagi nggak musim. Akhirnya kami memilih kelapa muda dengan gula aren… ternyata rasanya….sungguh sedap, tak kalah dengan kelapa kopyor. Teman saya memesan ayam goreng yang ternyata habis, akhirnya memilih soto Banjar dengan kupat. Temanku akhirnya mengakui, baru kali ini merasakan soto Banjar yang tak bikin eneg (spicy), seperti yang selama ini dinikmatinya kala makan soto Banjar di kota Banjarmasin.

Dari RM Amado, kami langsung ke Swiss Belhotel Borneo, yang terasa rumah sendiri, karena seringnya menginap disini. Ini bukan hotel mewah, kamarnya tak terlalu besar, namun fasilitasnya lumayan lengkap dan makan paginya menyenangkan. Malamnya teman yang di Samarinda janji akan menjemput untuk makan malam. Coba tebak, ternyata saat menunggu di lobby, saya didatangi seseorang, yang ternyata….om NH, blogger yang sudah sangat dikenal di dunia maya. Mungkin foto-foto saya di blog tak beda dengan aslinya, jadi om NH langsung mengenali. Ini beda saat saya ketemu mas Iman Brotoseno, di toko buku, terminal 2 Bandara Soetta….saya sudah lama memperhatikan, namun kok mas Iman diam saja…. Saya jadi ragu, apalagi mas Iman saat itu pakai topi….betapa menyesalnya ternyata memang benar mas Iman, saat saya klarifikasi melalui message yang saya kirimkan ke fb nya. Dan lucunya…kebetulan teman satu tim saya, ketiganya dari IPB, se almamater dengan om NH. Saya yang paling tua, yaitu A7, teman saya A11 dan A13, sedang om NH A19. Sayang, om NH harus segera meeting,  saya juga sudah dijemput teman dari BTMU Samarinda. Saya sempat sms Akin, blogger dari Samarinda, yang pernah kopdar di Swiss Belhotel Borneo. Saya hanya memberitakan kedatangan saya ke Samarinda, namun minta maaf tak bisa ketemu karena acaranya padat sekali.

Sayangnya, restoran yang direkomendasikan, koki yang dikejar sedang tak bertugas (lucu juga teman saya ini, sampai kenal koki yang masaknya enak)…akhirnya kami menuju ke restoran Akmal…. jadi, kembali ke Samarinda, adalah kembali ke RM Amado dan RM Akmal, yang terletak di jalan Awang Long.

Ikan patin, udang, ikan (?)...lupakan kolesterol (lokasi: RM Akmal, jalan Awang Long, Samarinda)

Rumah makan ini sudah sering saya datangi, karena nyaris setiap kali ke Samarinda, selalu mampir kesini. Hari kedua, badan saya terasa lemas sekali, sehingga saya mengatakan ingin makan di hotel saja. Namun besoknya, selesai pelatihan, ternyata teman saya sudah janjian makan malam dengan grup lain dari Samarinda. Apaboleh buat, selesai mengajar, kami ke Citra Niaga, untuk membeli oleh-oleh, terutama untuk para mbak-mbak dan mas, yang telah bekerja di rumah saya, dan telah saya anggap sebagai keluarga. Karena malamnya akan makan malam, kami hanya belanja di dua toko…tapi kok ya lumayan juga ya belanjaannya. Berbagai kalung dari manik-manik, kaos, juga bros…merupakan belanjaan, yang nantinya akan dibagi lagi buat teman dan saudara yang nitip oleh-oleh.

Makanan yang dipesan di RM Sari Bhoga, jl Kemakmuran 30, Samarinda

Malamnya, kami makan di RM Sari Bhoga, yang terletak di jalan Kemakmuran.Rumah makannya sederhana, …….. namun makanannya sedaaap.

Di dinding banyak dipajang foto para selebritis yang pernah menikmati makan di restoran ini. Mengobrol ngalor ngidul, ketawa-ketawa, dan tak lupa memotret makanan, sungguh kegiatan yang mengasyikkan, setelah hari yang melelahkan. Apalagi tugas saya mengajar telah selesai, besok bagian teman lainnya. Sayang, kepiting yang enak hanya berani dicuil sedikit sekedar untuk merasakan, karena saya juga mesti menjaga kadar kolesterol yang mudah meningkat seiring peningkatan usia ini.

Hari ketiga di Samarinda, saya berjalan-jalan ke pasar tradisionil, untuk lebih memahami budaya masyarakat di Samarinda.

Pasar Segiri, Samarinda. Masih terus membangun.

Pertama kali kami menuju pasar Segiri, yang awalnya merupakan pasar tradisionil, namun setelah dibangun, konsepnya diubah ke arah pasar modern.

Kenyataannya, perubahan ini tak mudah, karena budaya masyarakatnya masih tetap seperti saat masih menjadi pasar tradisionil.

Lorong becek di Pasar Segiri, dan sepeda motor yang diparkir di depan kios.

Yang membedakan pasar ini dengan pasar-pasar di Jakarta dan di kampung saya, lorong-lorongnya cukup lebar, namun becek… dan sepeda motor berlalu lalang. Yang membuatku tertarik, adalah pemandangan para penjual memarkir sepeda motornya secara sembarangan di depan kios masing-masing.

Seeda motor yang diparkir di depan kios penjual bawang merah dan bawang putih

Di suatu kios penjual bawang putih dan bawang merah, ada dua sepeda motor berjajar terparkir di depan kios, menutupi kiosnya…. jika mau beli bawang putih, saya akan berpikir dua kali untuk beli disitu, karena tertutup oleh sepeda motor.

Pasar Segiri bertingkat dua,  masih dalam pembangunan. Saat saya naik ke tingkat dua, masih banyak kios yang tutup, namun telah ada Teras BRI, juga Mandiri Mitra Usaha, dan unit Pegadaian. Saat keluar dari pasar Segiri dan belok kanan, ada unit BRI Segiri yang cukup besar. Saya dan teman merasa kehausan, clingak-clinguk cari penjual minuman tak ada, akhirnya mampir ke Unit BRI.

Satpam nya dengan ramah menyapa,  saat teman saya bilang mau ambil uang dari ATM, pak Satpam tanya, berapa uang yang mau diambil bu? Pertanyaan yang mengagetkan, namun temanku cuma menjawab dengan senyum. Setelah duduk lama di Unit BRI tersebut,  memperhatikan orang yang lalu lalang, saya perhatikan ada antrian orang di depan ATM… dan rupanya semua minta tolong pak Satpam, lengkap dengan mengatakan berapa jumlah uang yang akan diambil. Rupanya pak Satpam bertugas mengajari dan menjelaskan kepada orang-orang yang belum familier dengan mesin ATM.  Ooooo…itu toh maksudnya. Saya perhatikan, rata-rata yang masuk ke dalam sini, adalah orang-orang yang dari pasar Segiri, membawa plastik besar belanjaan, ada yang menggendong anaknya, untuk bertransaksi di unit Bank ini.

Setelah istirahat dirasa cukup, kami menuju pasar Pagi. Di sepanjang jalan, dari pasar Segiri, banyak sekali Bank, saya menghitung, lebih dari 10 Bank ada disini. Berarti, pasar Segiri merupakan daerah yang potensial, karena Bank akan melakukan survei terlebih dahulu, sebelum mendirikan cabangnya di daerah tersebut.

Pasar Pagi, Samarinda

Stan Ojek khusus Anggota Pasar Pagi

Pasar Pagi menurut pendapat saya lebih ramai, hanya parkirnya lebih susah. Kami masuk ke dalam pasar, melihat keadaan sekitar. Barang yang dijual di Pasar Pagi juga berbeda dengan yang dijual di pasar Segiri. Kebetulan daerah pasar Pagi yang saya masuki, banyak dijual perhiasan, barang kelontong…..kata pak sopir yang mengantar, daerah Pasar Pagi terkenal dengan perhiasan emasnya, serta pakaian konveksi.

Waktu beranjak semakin siang, mulai terasa lapar, jadi saya dan teman memutuskan untuk kembali ke kantor, karena masih ada pelatihan yang tersisa, sebelum nanti sore berangkat ke Balikpapan, agar besok paginya bisa mengejar pesawat paling pagi dari bandara Sepinggan. Walau perjalanan ke empat kalinya, namun tetap selalu ada sisi menarik yang bisa dilihat dari sebuah kota, terutama budaya masyarakat setempat. Minggu depan, saya dan tim berangkat ke Samarinda lagi, semoga ada hal lain lagi yang menarik untuk dilihat dan diceritakan.


Responses

  1. Finally We met ya Bu …

    Dan waktu saya kesana …
    saya justru mampirnya di RM Tahu sumedang itu lho bu …
    tuan rumah mau pamer ke saya … bahwa di Tengah hutan kalimantan .. Tahu Sumedang pun ada … Dan memang enak …

    Malam waktu kita ketemu itu … kami makan malam di suatu restoran … saya lupa namanya … Ada Jawa-jawanya gitu …
    malam selanjutnya kami makan di Harry Crab … rumah makan ikan bakan dan yang sejenisnya …

    Salam saya Bu

    Saya menyesal sekali … kita tidak sempat ngobrol lama ya Bu …
    Dan saya juga menyesal sekali … tidak bisa ketemu Kakaakin waktu itu … waktu saya lumayan padat … kalo mau ketemu malem kasihan kakaakin …

  2. selalu ngiler ngeliat foto2 seafood di indo…. makanan seafood paling enak dan mantap di indo! hehehe

  3. Wah Bu. Kelapa dengan aren itu enak ya? Saya harus coba…. sudah lamaaaa banget tak minum air kelapa….

  4. widih.. makanannya enak-enak banget ya…. pasar beceknya khas. sudah lama tidak masuk pasar seperti ini nih.. kangen karena kalau dipasar becek jualannya seger seger..

  5. Selalu menikmati saat bu En memadukan T&W, lho rombongan A7 hingga A19 manggung bersama di Kaltim nih. Salam

  6. Waah…itu seafoodnya bikin ngiler bu… :)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 221 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: