<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Keluarga &amp; sharing experience</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/category/keluarga-sharing-experience/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Jan 2010 14:55:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='edratna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a5b4bd50f43c4b7f96c99134e7b550f0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title> &#187; Keluarga &amp; sharing experience</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://edratna.wordpress.com/osd.xml" title="" />
		<item>
		<title>Ketemu teman</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2010/01/03/ketemu-teman/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2010/01/03/ketemu-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 14:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3288</guid>
		<description><![CDATA[Liburan akhir tahun kali ini penuh dengan urusan keluarga, kesibukan masing-masing anggota keluarga membuat acara kumpul keluarga bukan masalah mudah. Entah sudah beberapa kali  dibuat rencana, namun pada detik terakhir ada saja yang tak bisa hadir, entah karena ada pekerjaan mendadak atau kesibukan lainnya. Karena biasanya saya ke Bandung hanya pas akhir pekan, dan acara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3288&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Liburan akhir tahun kali ini penuh dengan urusan keluarga, kesibukan masing-masing anggota keluarga membuat acara kumpul keluarga bukan masalah mudah. Entah sudah beberapa kali  dibuat rencana, namun pada detik terakhir ada saja yang tak bisa hadir, entah karena ada pekerjaan mendadak atau kesibukan lainnya. Karena biasanya saya ke Bandung hanya pas akhir pekan, dan acara telah berderet sejak pagi sampai malam, jarang saya bisa menyempatkan waktu ketemu teman-teman. Merupakan hal yang menggembirakan, karena pada tahun baru,kali ini, saya mendapat kunjungan <a href="http://www.penganyamkata.net/">teman blogger </a>yang menjadi penulis, yang saya perkirakan sebentar lagi akan sulit ketemu beliau, karena kesibukannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3288"></span>Dan saat saya posting tentang &#8220;Kunjungan pertama di tahun baru&#8221;, saya mendapat komentar dari <a href="http://grandis.wordpress.com/">pak Hendra,</a> yang membuatku malu. Ya, saya dan beliau telah beberapa kali berniat ketemu, namun ada saja halangannya. Jadi saat membaca komentar beliau, saya langsung bertanya pada suami, apakah hari Senin ada waktu, agar bisa menemui pak Hendra? Kemudian saya mengirim <em>message</em> melalui <em>face book</em>&#8230;.dan ternyata di Minggu pagi ini, saya mendapat sms beliau kalau ada kemungkinan bisa ketemu hari Minggu jika kebetulan saya tak sibuk. Kebetulan saya hari Minggu belum punya acara, karena kemarin sudah lelah seharian keluar sampai malam hari. Saat itu saya  hanya di rumah,  menunggu suami yang sedang ke toko bahan bangunan, jadi saya mengirim sms kalau saya sedang menunggu suami, dan nanti saya akan sms pak Hendra, jika suami sudah datang, untuk menanyakan apakah kami bisa ketemu. Dan ternyata pak Hendra akan ke IBCC/<em>Ace Hardware</em> yang lokasinya dekat rumah saya. Jadi saya menjawab apakah beliau berkenan singgah di rumah saya?</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_3292" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2010/01/resized2.jpg"><img class="size-medium wp-image-3292" title="Resized" src="http://edratna.files.wordpress.com/2010/01/resized2.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">Pertemuan di Bandung</p></div>
<p style="text-align:justify;">Betapa menyenangkan, ternyata pak Hendra sms mau singgah di rumah saya, tak lama kemudian saya melihat ada mobil berhenti di depan rumah, saya segera membukakan pintu rumah. Kamipun asyik mengobrol, apalagi tak lama kemudian suami bisa bergabung. Saya mencoba menghubungi DM, sayangnya DM sedang ada acara ke luar, sehingga tidak bisa gabung. Saya mengenal pak Hendra melalui blog, yang  melalui blognya lebih dikenal dengan nama Oemar Bakri. Saya lebih mengenal beliau melalui cerita keponakan saya, yang kebetulan seangkatan dengan si bungsu, dan tinggal di rumah saya. Beliau termasuk dosen favorit  keponakan saya dan teman-temannya di Geofisika ITB. Dan setelah ketemu tatap muka, dan mengobrol lama&#8230;..saya percaya kalau beliau dosen yang sabar dan baik hati, jadi sangat wajar disenangi para mahasiswa/mahasiswinya. Terimakasih pak Hendra, semoga lain kali kita bisa mengobrol lebih lama lagi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3288/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3288&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2010/01/03/ketemu-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2010/01/resized2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Resized</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SURPRISE</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/12/22/surprise/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/12/22/surprise/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 02:22:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3254</guid>
		<description><![CDATA[Bagi seorang ibu yang mempunyai 2 (dua) orang anak laki-laki dan perempuan, membesarkan keduanya tentu memerlukan style yang berbeda. Kata teman, &#8220;lha kedua anakku cewek aja sifatnya beda banget.&#8221; Dalam perjalanan menjadi ibu selama hampir 27 tahun (si sulung akan berulang tahun minggu depan), kejutan yang terjadi sering hal-hal yang tak pernah kupikirkan sebelumnya.
Pagi ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3254&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bagi seorang ibu yang mempunyai 2 (dua) orang anak laki-laki dan perempuan, membesarkan keduanya tentu memerlukan <em>style</em> yang berbeda. Kata teman, &#8220;<em>lha kedua anakku cewek aja sifatnya beda banget</em>.&#8221; Dalam perjalanan menjadi ibu selama hampir 27 tahun (si sulung akan berulang tahun minggu depan), kejutan yang terjadi sering hal-hal yang tak pernah kupikirkan sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3254"></span>Pagi ini, saya kaget mendapatkan sms nya yang berbunyi</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Selamat Hari Ibu. Aku hari ini ada ujian</em>.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa ringkas dan sederhana, namun penuh makna. Dan ini  adalah sms pertama kali yang kuterima dari si sulung, karena sebelumnya dia selalu lupa mengucapkan selamat hari ibu tepat pada waktunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mendapat sms dari teman karibku: &#8221; <em>Ibu adalah wanita cantik melukis kekuatan lewat masalah&#8230;Tersenyum saat tertekan, tertawa saat hati sedang menangis, tabah di saat terhina, mempesona karena memaafkan, mengasihi tanpa pamrih, bertambah kuat dalam doa dan pengharapan</em>.&#8221; Pesan yang indah, dan menjadi ibu merupakan karunia, karena tak semua perempuan mendapat kesempatan menjadi ibu.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun tak boleh dilupakan, bahwa ibu berperan maksimal karena ada laki-laki yang setia mendampinginya, yang memberikan lengannya jika ibu lelah menghadapi tekanan tak henti-hentinya. Ibu akan tetap berperan sebagai ibu, bahkan saat anak-anaknya telah dewasa dan mandiri, sampai maut menjemputnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat Hari Ibu&#8230;sudahkah kita menjadi ibu yang baik?</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3254&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/12/22/surprise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enak mana: Kost, mengontrak rumah, atau tinggal di asrama?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/12/13/enak-mana-kost-mengontrak-rumah-atau-tinggal-di-asrama/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/12/13/enak-mana-kost-mengontrak-rumah-atau-tinggal-di-asrama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 00:41:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3210</guid>
		<description><![CDATA[Hujan makin sering turun di bulan Desember, membuat kami bertiga hanya mengobrol di kamar kost. Kamar kost itu tak bisa dikatakan lebar, apalagi ditempati oleh 3 (tiga) mahasiswi, namun cukup nyaman karena dekat dengan kampus, serta punya kamar mandi sendiri. Mereka asyik mengobrol tentang kehidupan seputar kuliahnya. Kami cukup akrab, walau tak satu perguruan tinggi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3210&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hujan makin sering turun di bulan Desember, membuat kami bertiga hanya mengobrol di kamar kost. Kamar kost itu tak bisa dikatakan lebar, apalagi ditempati oleh 3 (tiga) mahasiswi, namun cukup nyaman karena dekat dengan kampus, serta punya kamar mandi sendiri. Mereka asyik mengobrol tentang kehidupan seputar kuliahnya. Kami cukup akrab, walau tak satu perguruan tinggi, kedua temanku yang lain kuliah di Akademi Kimia Analisis.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3210"></span>Salah satu temen sekamarku berbisik..&#8221;<em>Udah dengar gosip</em>?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Gosip apa</em>?&#8221; kedua teman sekamar yang lain langsung menyahut.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Kayaknya tante kost mau menaikkan uang kost</em>,&#8221; kata A.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam itu aku langsung memikirkan oleh kata-kata teman sekamar tadi. Dengan orangtua yang penghasilan nya pas-pas an, kenaikan uang kost bukanlah berita yang menggembirakan. Ternyata besoknya, teman kost di rumah yang lain, dan satu jalan dengan tempat kost ku membenarkan gosip itu. &#8220;<em>Bagaimana jika mengontrak rumah di daerah B saja</em>?&#8221; kata salah satu teman mengusulkan. &#8220;<em>Daerah B cukup dekat dengan kampus, dan harganya murah karena masih di daerah kampung</em>, &#8221; teman yang lain menimpali. &#8220;B<em>aiklah, kita pikirkan lagi</em>,&#8221; kata teman yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku mulai menghitung kembali berapa gaji ayah ibu, biaya untukku danadik-adik ku, rasanya kasihan ayah ibu jika harus menambah kiriman uang kost. Walau telah berusaha hidup seirit mungkin, tetap biaya hidup makin lama makin mahal. Kapan ya aku bisa membantu menambah uang untuk kuliah? Aku makin merenung untuk mencoba mencari jalan keluar. Besoknya teman-teman berkumpul sambil menunggu jam kuliah dimulai. Tak lama kemudian terlihat mbak Sinta, senior dua tingkat di atasku mendekat. &#8220;<em>Kudengar kalian mau cari kontrakan ya</em>?&#8221; kata mbak Sinta. &#8220;<em>Iya mbak,</em> &#8221; kami menjawab hampir bersamaan. &#8220;<em>Kusarankan kalian jangan mengontrak rumah. Karena nanti kalian akan banyak mendapat tamu, baik dari teman-teman yang datang untuk keperluan belajar atau lainnya, tapi tak bisa menolak. Apalagi daerah Babakan masih termasuk kampung, yang aturannya masih ketat, bagaiamana nanti jika kalian harus praktikum dan baru selesai malam hari? Nanti akan menjadi omongan tetangga dan kalian akan terganggu belajarnya</em>,&#8221; Mbak Sinta menjelaskan. &#8220;J<em>ika ada ibu kost, paling tidak kalian bisa mengatakan bahwa aturan di tempat kost ketat, tak boleh menerima tamu melebihi jam 9 malam</em>,&#8221; kata mbak Sinta melanjutkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seminggu kemudian surat ibu datang, menganjurkan agar aku tetap kost saja, apalagi tingkat TPB adalah masa yang masih merupakan penyesuaian, serta banyak  yang di DO.  Bukan rahasia lagi, jika dua tahun pertama adalah masa yang paling rawan. Jika telah melewati tingkat dua, tergantung dari kerajinan mahasiswa itu sendiri, ini menurut Guru Besar di kampus kami. Ibu, yang tahu aku suka malas makan sangat kawatir, karena kalau kontrak bersama teman-teman, makannya bisa tak teratur. Kalau di tempat kost, paling tidak makannya terurus. Nggak usah dipikirkan tentang kebutuhan kiriman uang, ibu dan bapak akan berusaha mencukupi kebutuhanmu, tulis ibu pada surat yang dikirimkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Walau ibu telah menenteramkan hatiku, namun aku berjanji dalam hati untuk mencari jalan keluar. Tak terbayangkan bagaimana sulitnya kondisi keuangan keluargaku jika nanti adikku juga mulai kuliah di Perguruan Tinggi. Aku mulai bertanya-tanya tentang kemungkinan tinggal di asrama, apa persyaratannya. Persyaratan tinggal di asrama putri sebetulnya sederhana, asal orangtua tidak tinggal di kota tempatku kuliah,  dan hanya mengisi form. Perasaan takut dan kawatir menggelayuti hatiku, terbayang harus tinggal bersama teman-teman dari berbagai daerah yang berbeda adat kebiasaan, apalagi aku berasal dari keluarga kecil, yang walau bukan orang kaya namun kehidupan keluarga sangat tenang. Ayah ibu sebagai guru, sangat memperhatikan anak-anaknya, dan rumah kami cukup besar di kampung sehingga terasa tenang. Namun aku juga mesti memikirkan kelanjutan sekolah adik-adik ku, agar biaya tak terlalu membebani ayah ibu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat aku naik ke tingkat Sarjana Muda 1, pada awal semester 2 mendapat surat bahwa aku diterima masuk salah satu asrama putri. Hatiku berdebar, namun aku meyakinkan diri sendiri bahwa aku harus mampu. Di asrama putri ini tak ada ibu asrama, namun ada banyak bibi yang bertugas membantu membersihkan kamar, mencuci dan menyetrika baju, mengepel, serta memasak.  Di asrama ini, walau ada dua bibi tukang masak, namun kami bergiliran masak untuk seluruh penghuni asrama. Setiap kamar mendapat giliran masak dua hari berturut-turut untuk memasak buat seluruh penghuni asrama yang berjumlah 50 orang. Agar murah, maka yang belanja adalah penghuni yang mendapat giliran, bisa dibayangkan jika pas kena giliran, kami berbelanja untuk dua hari, dan bemo akan penuh dengan barang belanjaan kami. Pada akhirnya masing-masing penghuni punya langganan di pasar, jadi kalau beli daging, oleh penjual sudah dipotong-potong dalam bentuk irisan kecil sehingga tidak sulit membaginya.</p>
<p style="text-align:justify;">Masakan yang disajikan harus memenuhi kriteria ini:</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Makan pagi</span>: lauknya setara dengan setengah telor atau daging, dapat dimasak dalam bentuk masakan apapun. Ditambah dua jenis sambal, ada yang menggunakan terasi dan satunya sambal tanpa terasi</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Makan siang</span>: harus ada telor atau daging, sayur, kemudian tempe/tahu yang bisa diganti lainnya. Juga sambal dua macam tak boleh ketinggalan serta buah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Malam hari</span>: Jenis masakan seperti makan siang hanya dikurangi buah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan masak nasi telah ada tukang masaknya, dan nasi siap jam 5.30 pagi. Makan siang dan makan malam harus di ruang makan, tak boleh memakai daster saat makan, namun pagi hari dapat makan di kamar masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya urusan masak memasak ini tidak sulit, asalkan saat kena giliran bukan waktunya ujian atau banyak tugas. Setiap kamar mempunyai masakan yang menjadi ciri khas masing-masing. Ada yang masak apapun enak, namun juga yang rasanya tak karu-karuan. jadi, jika kamar yang kena giliran masak adalah kamar tertentu yang bisa dipastikan kurang enak, maka ruang makan akan sepi karena banyak yang diam-diam makan di luar. Teman sekamarku dari Minang, yang paling senior diantara penghuni kamar, jadi bisa dibayangkan kalau teman ini yang jadi komando. Awalnya, dia stres melihatku, mengiris bawang merah nggak bisa tipis, memarut kelapa bolak balik terkena tangan (kan saat itu belum ada kara), menggoreng gosong&#8230;hehehe. Dan selesai  masak&#8230;aduhh rasanya pengin mandi dan keramas,  karena badan bau sekali, tapi urusan belum selesai karena harus membagi masakan untuk seluruh penghuni.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak terasa aku tinggal 3 tahun lebih di asrama dengan segala suka dukanya. Dan hasilnya&#8230;paling tidak, aku bisa memasakl enam jenis masakan. Saat awal menikah, karena calon suami tahu aku nggak bisa masak (kan mending mengaku dulu&#8230;walau memang benar nggak bisa masak), di minggu pertama dia memberiku secarik kertas. Tahu nggak apa isinya?  Ternyata resep &#8220;ayam bumbu rujak&#8221; tulisan ibunya&#8230; hahaha&#8230;&#8230;Ibu mertuaku memang pandai memasak, dan suami sejak awal telah mengatakan pada ibunya, bahwa calon isterinya tak bisa memasak (api bisa bantu cari uang kan?&#8230;ngeles <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ), jadi ibu dengan sukarela memberikan catatan resep masakan kesayangan putranya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3210&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/12/13/enak-mana-kost-mengontrak-rumah-atau-tinggal-di-asrama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat si kecil ikut ber qurban</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/11/26/saat-si-kecil-ikut-ber-qurban/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/11/26/saat-si-kecil-ikut-ber-qurban/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 13:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3085</guid>
		<description><![CDATA[Pada waktu seperti ini, ingatanku melayang pada saat anak-anak masih kecil. Saat itu kedua anakku masih sekolah di SD Negeri yang letaknya dekat kompleks perumahan tempat tinggalku. Sepulang dari sekolah, keduanya ikut madrasah di Al Ikhlas, yang jarak dari rumah cukup dekat. Setiap pergi dan pulang keduanya diantar jemput oleh si mbak dengan naik sepeda. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3085&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pada waktu seperti ini, ingatanku melayang pada saat anak-anak masih kecil. Saat itu kedua anakku masih sekolah di SD Negeri yang letaknya dekat kompleks perumahan tempat tinggalku. Sepulang dari sekolah, keduanya ikut madrasah di Al Ikhlas, yang jarak dari rumah cukup dekat. Setiap pergi dan pulang keduanya diantar jemput oleh si mbak dengan naik sepeda. Kadang pulangnya mereka sengaja masuk ke jalan yang lebih sepi, dan saat pulang anakku dan temannya, putra teman satu kompleks, sering membawa oleh-oleh, entah berupa ranting kering, dedaunan dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3085"></span>Pada saat hari Raya Idul Adha, biasanya kami berqurban melalui Bapekis (Badan Kerohanian Islam) yang ada di kantor, dan nanti hewan qurban akan disembelih di masjid  yang berlokasi di dekat tempat tinggal karyawan yang berqurban. Setelah anak-anak bisa memahami tentang manfaat berqurban, kami berniat melakukan qurban di masjid tempat anak-anak sekolah madrasah.  Kami membeli kambing melalui panitia, yang harganya didasarkan atas berat badan kambing tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu sore sepulang saya dari kantor, si kecil menangis sesenggukan sambil memeluk saya. Saya bingung, kemudian saya tanya pada si mbak, ada apa? Dan si mbak hanya menggelengkan kepalanya. Usut punya usut, ternyata si kecil nggak mau namanya digantungkan pada leher kambing. Karena banyak orangtua yang berqurban di sekolah madrasah tersebut, maka nama anak yang berqurban digantungkan pada leher kambing yang dibeli, untuk memudahkan saat penyembelihan kambing pada saatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Anak saya sedih&#8230;&#8221;<em> Bu, aku nggak mau namaku digantungkan pada leher kambing, kambingnya bulunya banyak&#8230;.dan jelek</em>&#8221; katanya sambil sesenggukan. Dalam hati saya geli, tapi saya harus memasang wajah datar, sambil menjelaskan pada anakku. Tapi dia masih terus menangis, dan baru diam setelah saya janji akan menyampaikan keberatannya pada ibu guru mengaji. Mungkin keduanya akan geli, jika mengingat betapa dulu dia sempat sedih sekali saat namanya dipasangkan pada leher si kambing yang akan jadi qurban.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi teman-teman yang merayakan Idul Adha, tak lupa kami mengucapkan</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat Hari Raya Idul Adha. Mohon maaf lahir batin, dan semoga ibadah qurban kita diterima oleh Allah swt. Amien</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3085/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3085/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3085/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3085/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3085/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3085/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3085/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3085/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3085/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3085/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3085&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/11/26/saat-si-kecil-ikut-ber-qurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waktunya bersantai sejenak</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/11/19/waktunya-bersantai-sejenak/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/11/19/waktunya-bersantai-sejenak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 02:18:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3044</guid>
		<description><![CDATA[Karena satu dan lain hal, seminggu ini saya menikmati cuti bersama keluarga. Tidak kemana-mana, hanya melakukan tugas rumah tangga sehari-hari, mengobrol bersama suami dan anak. Apanya yang aneh? Memang hal yang sangat biasa, namun tidak buatku, walaupun kesibukan setelah MPP sudah sangat berkurang (karena saya mengambil pekerjaan yang tidak full time), namun pada saat tertentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3044&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Karena satu dan lain hal, seminggu ini saya menikmati cuti bersama keluarga. Tidak kemana-mana, hanya melakukan tugas rumah tangga sehari-hari, mengobrol bersama suami dan anak. Apanya yang aneh? Memang hal yang sangat biasa, namun tidak buatku, walaupun kesibukan setelah MPP sudah sangat berkurang (karena saya mengambil pekerjaan yang tidak <em>full time</em>), namun pada saat tertentu acara benar-benar padat. Kebetulan si mbak juga mesti pulang kampung karena 100 hari meninggalnya ibunya, sehingga saya benar-benar bisa menjadi ratu dapur.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3044"></span>Yahh, ratu dapur ini biasanya hanya bisa saya pegang saat Lebaran, di saat semua mbak pulang kampung. Saya benar-benar bisa melakukan kegiatan yang berkaitan dengan masak memasak, cuci mencuci dsb nya. Dan biasanya si sulung akan komentar&#8230;&#8221;Wahh, aku bisa tambah gendut nih kalau ibu yang masak, soalnya makan melulu&#8221;&#8230;Entah kalimat itu pujian, atau karena terpaksa menghabiskan makanan di meja makan karena tak tega melihat ibu sudah susah payah memasak.</p>
<p style="text-align:justify;">Si mbak berangkat ke Jawa Timur hari Sabtu sore, namun sebelumnya telah menyediakan masakan rawon, gudeg, serta ayam yang telah diberi bumbu sehingga tinggal di goreng atau dibakar. Jadi selama tiga hari tugas saya hanya menambahkan sambal dan memasak nasi menggunakan <em>rice cooker</em>. Lama kelamaan bosen juga, jadi kemarin mencoba masak soto, celakanya karena sudah lama lupa bumbunya, terpaksa sms si mbak, menanyakan apa bumbu soto.  Tapi hati ini senang melihat anak dan suami mau makan soto dengan lahap, walau sambal kemirinya kepedasan, maklum lama tak masak membuat perkiraan kurang tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sela-sela mengurus pekerjaan rumah, saya masih bisa mengerjakan pekerjaan kantor, mengoreksi bahan laporan, mengirimkan kembali melalui email. Yang paling celaka, entah kenapa, aktivitas <em>blogwalking</em> saya menjadi tersendat, karena beberapa kali mencoba membalas komentar ternyata tak bisa masuk. Hanya beberapa komentar pada blog tertentu, seperti pada blognya EM, yang bisa masuk. Akhirnya, saya hanya <em>blogwalking</em> tanpa meninggalkan komentar. Mudah-mudahan di Jakarta nanti punya waktu membalas komentar teman-teman yang sudah datang ke blog ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah lain, hujan yang terus menerus mengguyur kota Bandung membuat cuaca menjadi lebih dingin, terutama pada malam hari. Hujan ini juga membuat malas bepergian ke luar rumah, namun memang liburan kali ini untuk menikmati situasi rumah. Dan tak terasa saya telah berlibur 5 (lima) hari, dan tinggal 2 (dua) hari lagi. Mungkin saya akan mencoba menonton film 2012 (serem nggak ya), atau sekedar jalan-jalan menyusuri kota Bandung, atau melihat <em>Kickfest </em>di Sabuga, yang akan berlangsung sampai dengan hari Minggu tanggal 22 Nopember 2009.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3044/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3044&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/11/19/waktunya-bersantai-sejenak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Begitu cepatnya waktu berlalu</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/10/02/begitu-cepatnya-waktu-berlalu/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/10/02/begitu-cepatnya-waktu-berlalu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2916</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan itu merenung di depan pintu, baru saja dia mengantarkan  anak bungsunya, di pintu pagar halaman depan rumah. Masih terngiang dalam benaknya, saat si kecil yang suka berceloteh menceritakan kegiatan sehari-harinya, saat dia pulang dari bekerja.   Dan kakak nya, dengan gayanya yang khas, ikut meramaikan suasana, sehingga setiap sore atau malam menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2916&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Perempuan itu merenung di depan pintu, baru saja dia mengantarkan  anak bungsunya, di pintu pagar halaman depan rumah. Masih terngiang dalam benaknya, saat si kecil yang suka berceloteh menceritakan kegiatan sehari-harinya, saat dia pulang dari bekerja.   Dan kakak nya, dengan gayanya yang khas, ikut meramaikan suasana, sehingga setiap sore atau malam menjadi hari-hari yang penuh dengan kegiatan saling menceritakan kegiatan hari itu. Namun kegiatan itu semakin berkurang, sejalan dengan karir perempuan tadi yang makin naik, yang  membutuhkan pengorbanan bagi keluarganya, karena kadang baru pulang ke rumah saat anak-anak nya sudah tidur. Perempuan itu kembali tersenyum, mengingat adegan demi adegan yang berkelebat dalam bayangan kepalanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2916"></span>Bandara Adisumarmo Solo, tahun 1989</p>
<p style="text-align:justify;">Perempuan itu masih ingat dengan jelas, saat dia mengajak kedua anaknya yang masih umur 7 dan 4 tahun, pulang ke kampung, dalam rangka selamatan 100 hari meninggalnya ibu kandungnya. Saat harus mengambil kopor di bagasi, perempuan  itu berpesan, agar si sulung menjaga adiknya. Betapa dia tersenyum, melihat si kakak sedang duduk  memeluk adiknya, sambil bercerita agar si adik tak ingin lari kemana-mana. Pada saat kesibukan menyiapkan acara selamatan, si sulung menemani adiknya, mengajarkan bermain organ sambil bernyanyi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat adik telah semakin besar, dan mulai ikut latihan piano, pada suatu lomba yang diadakan oleh WIC Bandung, si kakak menggandeng tangan adik saat adik harus naik panggung, dan menampilkan kebolehannya. Dan betapa senangnya si kakak, saat adiknya termasuk yang mendapat hadiah piala, walau dia sendiri tak mendapatkan apa-apa. Kembali, perempuan tadi tersenyum,  mengingat betapa cepatnya waktu berlalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak terasa saat ini si bungsu semakin dewasa, dan segera menyelesaikan kuliah di Pasca Sarjana. Akankah si bungsu juga dapat meraih cita-citanya, sesuai yang diinginkannya? Jalan terjal masih menghadang, cobaan demi cobaan menerpa, dan kaki-kaki kecil si bungsu semakin kokoh dalam menghadapi berbagai rintangan tersebut. Selama belum ada garis <em>finish</em>, maka perjuangan layak dilanjutkan,  hanya orang yang penuh semangat juang dan bekerja sungguh-sungguh untuk  mendapatkan keinginannya yang akan berhasil. Bila ternyata hasil yang dicapai kurang memuaskan, atau bahkan terjadi kegagalan, namun dengan usaha sungguh-sungguh, kita akan tidak penasaran lagi, karena Tuhan tidak hanya memberikan satu pintu untuk dimasuki. Jika ada pintu yang tertutup, selalu ada pintu lain yang terbuka untuk kita masuki.</p>
<p style="text-align:justify;">Perempuan itu kembali merenung, dan berdoa, &#8220;<em>Ya, Allah, berikan jalan yang terbaik untuk anak-anakku. Lindungilah mereka, agar selalu berada di jalan yang Engkau ridhoi.</em>&#8221; Hari ini, tanggal 2 Oktober 2009,  <a href="http://narpen.wordpress.com/">si bungsu</a> tepat berumur 24 tahun, semoga engkau selalu bahagia anakku, dan tercapai apa yang kau cita-citakan.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2916/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2916&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/10/02/begitu-cepatnya-waktu-berlalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syukurlah Mbak nggak jadi pulang</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/09/20/syukurlah-mbak-nggak-jadi-pulang/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/09/20/syukurlah-mbak-nggak-jadi-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 13:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2909</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari menjelang Lebaran, merupakan hari yang membuat ibu rumah tangga makin sibuk. Sejak awal bulan Ramadhan, biasanya si mbak sudah berbagi tugas, siapa yang tak pulang kampung, agar masih ada yang bisa membantu membersihkan rumah.
Bulan Ramadhan kali ini rasanya berlalu sangat cepat, kesibukan yang makin padat, ditambah jalanan di Jakarta yang sering macet, membuatku sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2909&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hari-hari menjelang Lebaran, merupakan hari yang membuat ibu rumah tangga makin sibuk. Sejak awal bulan Ramadhan, biasanya si mbak sudah berbagi tugas, siapa yang tak pulang kampung, agar masih ada yang bisa membantu membersihkan rumah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2909"></span>Bulan Ramadhan kali ini rasanya berlalu sangat cepat, kesibukan yang makin padat, ditambah jalanan di Jakarta yang sering macet, membuatku sering terpaksa membatalkan puasa di tengah perjalanan. Jadi, saat bulan puasa isi tas bertambah, biasanya saya membawa permen, sehingga kalau pas jalanan macet dan saat waktu buka puasa masih dijalan, tinggal makan permen.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai seminggu sebelum Lebaran saya masih ada tugas ke luar kota, dan pekerjaan masih padat. Rencana semula salah satu si mbak akan berada di Jakarta, sedang satunya pulang kampung karena bertepatan dengan pengajian 40 hari ibunya si mbak yang baru saja meninggal. Ternyata keadaan membuatku harus berada di Bandung, menemani si bungsu, sedang rumah di Jakarta harus ada yang menunggu, maklum saat banyak yang pulang kampung kondisi lingkungan rumah memang &#8220;agak rawan&#8221; karena hampir semua tetangga juga pulang kampung. Dan karena setelah Lebaran ada beberapa kerjaan yang harus segera diselesaikan, maka saya membawa buku-buku dan bahan kerjaan dengan harapan bisa dikerjakan di sela-sela waktu bersilaturahmi. Walau dalam hati agak kawatir, karena jika si mbak pulang, maka waktu saya akan tersita untuk beberes rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat sampai Bandung, si mbak mendapat telepon dari saudara nya agar tak usah pulang, nanti saja pas 100 hari nya, karena selamatan terpaksa dimajukan. Rencana semula selamatan bertepatan dengan malam takbir an, namun kelompok pengajian keberatan, sehingga selamatannya siang hari. Dan karena Lebaran maju, maka selamatan juga dimajukan, padahal si mbak sudah beli tiket kereta api sebulan sebelumnya, yang tak mungkin lagi beli tiket baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, saya yang beruntung, paling tidak saya punya waktu untuk kegiatan sosial. Akhir-akhir ini memang banyak hal yang harus ditata ulang, dipikirkan kembali, serta banyak juga hal yang harus dikerjakan. Blogpun menjadi jarang di <em>up date</em>, apalagi berkunjung ke rumah teman-teman. Walau begitu, tak lupa, saya mengucapkan</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Selamat Idul Fitri&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">1 Syawal 1430 H</p>
<p style="text-align:justify;">Mohon maaf atas segala kekhilafan, baik yang disengaja maupun tak disengaja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan mungkin blog ini akan lebih banyak terlelap, tergantung kesibukan pemiliknya. Semoga kita masih dikaruniai kesehatan agar masih bisa menulis dan saling berkunjung dikala ada waktu dan kesempatan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2909/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2909&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/09/20/syukurlah-mbak-nggak-jadi-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat terjadi gempa di Jakarta</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/09/02/saat-terjadi-gempa-di-jakarta/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/09/02/saat-terjadi-gempa-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 13:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2859</guid>
		<description><![CDATA[
Hari Rabu, saya sedang asyik menyelesaikan pekerjaan, tak terasa jam telah mendekati jam 3 sore. Saya mempercepat pengetikan, agar jam 3 sore bisa pulang ke rumah, karena jalanan Jakarta semakin macet menjelang buka puasa, apalagi hampir setiap kantor memajukan jam kerjanya. Dan hari ini memang ingin pulang cepat, setelah kemarin rapat sampai malam, sekaligus berbuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2859&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2861" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2861" title="Jalanan Sudirman Thamrin macet" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/jalanan-sudirman-thamrin-macet.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Jalan Sudirman yang langsung macet" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Jalan Sudirman yang langsung macet</p></div>
<p style="text-align:justify;">Hari Rabu, saya sedang asyik menyelesaikan pekerjaan, tak terasa jam telah mendekati jam 3 sore. Saya mempercepat pengetikan, agar jam 3 sore bisa pulang ke rumah, karena jalanan Jakarta semakin macet menjelang buka puasa, apalagi hampir setiap kantor memajukan jam kerjanya. Dan hari ini memang ingin pulang cepat, setelah kemarin rapat sampai malam, sekaligus berbuka puasa bersama klien.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2859"></span>Tiba-tiba saya merasa &#8220;agak melayang&#8221; dan kemudian kursi semakin bergoyang. Karena saya pernah menyebabkan salah satu roda kursi terlepas, saya pikir kemungkinan ada roda kursi yang kurang kuat. Namun, lama-lama kok semakin goyang, dan&#8230;.saat berdiri dari kursi, saya mau terjatuh, dan langsung berpegangan pada meja. Begitu keluar dari ruangan sambil merambat pada dinding, bosku langsung  teriak&#8230;.&#8221;<em>Bu, cepat turun</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya  melepas <em>handphone </em>yang kebetulan sedang di <em>charge</em> baterei nya, sambil sempoyongan nyaris terjatuh, dan terasa begitu sulit untuk memasukkan <em>handphone </em>yang masih menyatu dengan <em>charge </em>nya kedalam tas. Akhirnya tas hanya tertutup sebagian, saya menuju meja untuk mematikan komputer yang sedang menyala&#8230;namun goyangan makin kuat, saya nyaris terjatuh. Akhirnya saya lari tanpa sempat mematikan komputer, sambil berpegangan dinding hanya membawa tas tangan, dan sampai koridor sudah banyak yang menuju tangga darurat.</p>
<p style="text-align:justify;">Di depan saya persis ada wanita yang jalannya pelan sambil dipeluk laki-laki, yang rupanya sedang hamil. Orang-orang yang kuat, lari melewati saya disebelah kanan. Sambil gemetaran, saya turun pelan-pelan sambil berdzikir dan pasrah apapun yang terjadi. Di tangga, semua orang berdoa menurut agamanya masing-masing bahkan ada yang sambil menangis. Rasanya lama sekali turun tangga dari lantai 18 ke bawah, dan saya tak berani melihat sudah sampai lantai berapa, kawatir malah tak bisa jalan. Akhirnya sampailah kami di lantai satu, dan goyangan masih terasa walau lebih pelan dibanding di lantai atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya bernapas lega, dan teman merangkap bos saya langsung mengajak pulang. Karena buru-buru, teman yang satu malah lupa membawa kunci motor, dan mau naik kembali mesti menunggu karena kawatir ada gempa susulan. Jadi saya sekaligus pesan untuk mematikan komputer di meja saya. Tas yang berisi file dan buku-buku saya masih berantakan di meja, tapi saya segera ikut naik mobil. Sambil keluar dari halaman parkir, baru sadar kalau mesti mengabadikan situasi ini.</p>
<div id="attachment_2862" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2862" title="Semua berada diluar gedung" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/semua-berada-diluar-gedung.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Semua karyawan berhamburan keluar gedung" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Semua karyawan berhamburan keluar gedung</p></div>
<p style="text-align:justify;">Keluar dari halaman kantor, jalan Kebon Sirih terlihat padat kendaraan dan memasuki jalan Thamrin, kemacetan makin menjadi-jadi, rupanya semua ingin cepat-cepat pulang. Sepanjang perjalanan, terlihat gerombolan karyawan, ada yang bergerombol di halaman, dan banyak pula yang berada di pembatas jalan. Saya pikir, jika gempanya besar, orang yang berkantor di jalan Thamrin Sudirman yang penuh gedung tinggi, akan sulit menghindarkan diri jika gedungnya runtuh.</p>
<div id="attachment_2863" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2863" title="Jembatan semanggi langsung macet" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/jembatan-semanggi-langsung-macet.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Jembatan Semanggi yang langsung macet" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Jembatan Semanggi yang langsung macet</p></div>
<p style="text-align:justify;">Teman saya mengeluh pusing, dan anehnya saya malah merasa perut  terasa &#8220;agak kram&#8221;, mungkin karena turun tangga dari lantai 18 dalam keadaan tegang. Saya menilpon anak saya, dan ternyata <em>handphone</em> nya sulit dihubungi. Teman saya juga mencoba untuk menilpon, nggak bisa juga. Akhirnya saya mengabarkan melalui sms, tak lama kemudian si sulung sms, kalau dia aman karena berada di lantai dua  dan sedang ketemu klien ketika terasa ada gempa.</p>
<div id="attachment_2864" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2864" title="Kantor lama saya sebelum pensiun" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/kantor-lama-saya-sebelum-pensiun.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Kantor saya sebelum pensiun" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Kantor saya sebelum pensiun</p></div>
<p style="text-align:justify;">Si mbak juga sms apakah saya baik-baik aja, karena di rumah Cilandak gempanya sangat terasa. Sampai rumah, rasanya lega, dan badan pegal semua. Tapi besok saya harus berangkat pagi-pagi, mampir kantor dulu untuk mengambil tas yang berisi file, baru kemudian menghadiri rapat di lokasi lain. Begitu sampai rumah si bungsu menilpon, dia yang saat itu sedang di lab, juga langsung lari ke bawah meninggalkan komputer nya di lab, dan kemudian setelah gempa reda, baru diambil lagi. Saat menilpon, dia sudah dalam perjalanan pulang ke rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga tidak banyak yang menjadi korban jiwa. Terasa sekali, betapa kita, hanyalah manusia biasa yang tak punya kuasa apa-apa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Catatan:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Foto diambil menggunakan <em>handphone</em> dari balik jendela mobil, sambil menyusuri jalan Sudirman Thamrin yang macet.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2859/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2859&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/09/02/saat-terjadi-gempa-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/jalanan-sudirman-thamrin-macet.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jalanan Sudirman Thamrin macet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/semua-berada-diluar-gedung.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Semua berada diluar gedung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/jembatan-semanggi-langsung-macet.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan semanggi langsung macet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/kantor-lama-saya-sebelum-pensiun.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Kantor lama saya sebelum pensiun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngabuburit di Bandoengsche Melk Centrale</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/09/02/ngabuburit-di-bandoengsche-melk-centrale/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/09/02/ngabuburit-di-bandoengsche-melk-centrale/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 00:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2836</guid>
		<description><![CDATA[Saya mendengar istilah itu pertama kalinya, saat  kuliah di IPB, Bogor. Ngabuburit yang  bisa diartikan menunggu saat berbuka puasa, bisa sekedar jalan-jalan, maupun mengobrol atau membaca. Saya malah tahu arti ngabuburit dari blog  ini, yang bila saya kutip, arti ngabuburit sebetulnya berasal dari kata burit, yang berari sore. Jadi ngabuburit adalah menunggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2836&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saya mendengar istilah itu pertama kalinya, saat  kuliah di IPB, Bogor. Ngabuburit yang  bisa diartikan menunggu saat berbuka puasa, bisa sekedar jalan-jalan, maupun mengobrol atau membaca. Saya malah tahu arti ngabuburit dari <a href="http://bukamulut.blogspot.com/2006/09/ngabuburit.html">blog  ini</a>, yang bila saya kutip, arti ngabuburit sebetulnya berasal dari kata burit, yang berari sore. Jadi ngabuburit adalah menunggu sore. Karena  buka puasa adalah di sore hari, saat Maghrib, maka menunggu buka puasa akhirnya menjadi dikenal &#8220;ngabuburit&#8221;</p>
<p><span id="more-2836"></span>Akhir minggu kemarin saya menengok si bungsu di Bandung, yang lagi sibuk berkutat menyelesaikan thesis nya. Saya berangkat dari Jakarta hari Jumat, namun tak berani mengganggu si bungsu, hanya sekedar menemani dia bekerja di depan komputer, dan saya tiduran sambil membaca di dekatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Minggu siang si bungsu tanya, mau ketemu mbak R nggak? Mbak R ini adalah teman baik si bungsu, dia lah yang mengenalkan si bungsu pada <a href="http://narpen.wordpress.com/2009/08/05/dokter-gigi-gaul/">dokter gigi</a> di Bandung, suka jalan-jalan bersama, dan banyak hal lain. Memang sudah lama saya ingin ketemu R, mengucapkan terimakasih telah menjadi teman si bungsu selama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami berjanji ketemu di toko buku Gramedia. Janji ketemu di toko buku sangat menyenangkan, karena jika salah satu belum datang, maka kita bisa berjalan-jalan sambil melihat-lihat buku, dan siapa tahu ada yang cocok. Dan betul&#8230;akhirnya saya membeli dua buku, karangan <em>Sidney Sheldon</em> yang sedang dicetak ulang lagi, untuk melengkapi koleksiku, dan novel terbitan <em>Harlequin</em>. Sedang si bunsgu membeli dua buku, keduanya karangan Bara Patirajawane (?)&#8230;..entahlah mungkin dia mau belajar memasak, untuk persiapan&#8230;.. Tak lama R datang, terlihat cantik dengan <em>blouse</em> kaos lengan panjang warna hitam dan gaun panjang, serta berjilbab.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami segera menuju ke <em>Bandoengsche Melk Centrale </em>(BMC), yang berada persis dibelakang masjid Al Ukhuwah, di jl. Aceh no.30 Bandung. Sampai di sana masih sepi karena belum jam 5 sore, dan memang disengaja, karena kawatir tak mendapat tempat. Mumpung masih sepi kami mengambil foto dulu untuk kenang-kenangan.</p>
<div id="attachment_2837" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"></dt>
</dl>
<p><span><img class="size-medium wp-image-2837" title="Rita-Ani-Enny" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/rita-ani-enny.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Rita-Narpen-Enny" width="225" height="300" /></span></p>
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><p class="wp-caption-text">Rita-Narpen-Enny</p></div>
<div id="attachment_2838" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><span><img class="size-medium wp-image-2838" title="Poppy dan Rira" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/poppy-dan-rira.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Poppy dan Rita" width="225" height="300" /></span><p class="wp-caption-text">Poppy dan Rita</p></div>
<p>Tak lama pelayan datang, menanyakan pesanan kami, yang akan disiapkan menjelang berbuka puasa.</p>
<div id="attachment_2839" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><span><img class="size-medium wp-image-2839" title="Makanan yang dipesan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/makanan-yang-dipesan.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Makanan yang dipesan" width="300" height="224" /></span><p class="wp-caption-text">Makanan yang dipesan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dan sambil menunggu waktu buka, kami mengobrol berbagai hal, juga membaca bukunya Bara, yang narsis habis&#8230;..tapi menyenangkan baca bukunya. Pantesan Narpen suka, karena komentar Bara, sangat mirip celetukan dia sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak lama kemudian, para pengunjung berdatangan, bahkan akhirnya banyak yang tak kebagian tempat duduk, dan terpaksa menunggu antrian. Waktu buka tiba, dan kami segera melahap makanan setelah berdoa, dan  rasanya&#8230;sungguh nikmat. Mengapa kami makan disini? Gara-gara resto ini pernah diperkenalkan oleh Bara di acara TV, jadi kemungkinan rasanya enak. Setelah selesai makan, kami segera berdiri, dan ada pengunjung yang buru-buru mendatangi, rupanya dia belum kebagian tempat. Terlihat di wajahnya &#8230;sangat senang, rupanya dia membawa rombongan cukup besar&#8230;padahal waktu itu mendekati jam 7 malam. Kami berpisah di jalan, R pulang ke rumahnya di jalan Rajawali, sedang kami bertiga memanggil taksi ke arah Bubat. Sopir taksinya benar-benar slebor, sepanjang jalan ngomong terus menyatakan tak puas, dari jalanan yang rusak dan macam-macam, yang ujung-ujungnya minta jalannya agak memutar karena kalau lewat jl. Buah Batu macet, sedang kalau lewat jl Karawitan, jalannya rusak parah. Kami ikuti aja kemauannya, agar cepat sampai rumah, dan begitu tahu kita minta dari jalan Kliningan belok kiri ke Kayu Agung, dia mengomel lagi, katanya rugi&#8230;lho, kok bisa rugi? Kan menggunakan argo?</p>
<p style="text-align:justify;">Duhh saya kangen naik BB di jakarta, yang sopirnya santun, dan berdedikasi mengantarkan penumpang. Jumlah taksi BB di Bandung sangat dibatasi, karena mendapat tentangan dari taksi lain, tapi saya melihat bahwa pemilik perusahaan taksi lain kurang meningkatkan pelayanan, yang membuat penumpang akan memilih taksi BB.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2836/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2836&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/09/02/ngabuburit-di-bandoengsche-melk-centrale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/rita-ani-enny.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Rita-Ani-Enny</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/poppy-dan-rira.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Poppy dan Rira</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/makanan-yang-dipesan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Makanan yang dipesan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sopir Taksi</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/08/28/sopir-taksi/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/08/28/sopir-taksi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 23:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2791</guid>
		<description><![CDATA[Minimal seminggu dua kali, saya naik taksi ke jurusan jalan Thamrin dari rumah. Dan karena nggak bisa menyetir, serta badan juga udah mulai dimakan usia, alat transportasi yang sering saya gunakan adalah  taksi, yang bisa di pesan dari rumah. Pekerjaan menyenangkan, tidak full time,  serta banyak sekali mendapat tambahan ilmu, yang sangat berguna bagi saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2791&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Minimal seminggu dua kali, saya naik taksi ke jurusan jalan Thamrin dari rumah. Dan karena nggak bisa menyetir, serta badan juga udah mulai dimakan usia, alat transportasi yang sering saya gunakan adalah  taksi, yang bisa di pesan dari rumah. Pekerjaan menyenangkan, tidak <em>full time</em>,  serta banyak sekali mendapat tambahan ilmu, yang sangat berguna bagi saya sebagai pengajar, dan saya bebas mengatur waktu kerja.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2791"></span>Agar tak bosan diperjalanan, saya terbiasa mengobrol dengan pak sopir, secara tak langsung mewawancara mereka dan mendengarkan tanggapannya. Di satu sisi acara mengobrol ini juga membuat pak sopir tak mengantuk, apalagi jika naik taksi pagi hari, yang malam sebelumnya pak sopir bergadang dijalanan mencari penumpang. Latar belakang pak sopir bermacam-macam, ada yang mantan pekerja di <em>Oil Company</em>, namun terpaksa menjadi sopir karena terkena PHK. Yang paling banyak adalah korban PHK tahun 1998. Akibatnya, saya tak jarang mendengar istilah yang awalnya membuat saya kaget&#8230;&#8221;<em>Bu, bagaimana kalau kita melewati jalan Fatmawati saja, karena lewat jl. Pangeran Antasari sering crowded sekarang, terutama jam pulang kantor</em>? Dari obrolan selanjutnya, saya  tahu ternyata sopir yang mengemudikan adalah seorang Sarjana, dan sambil berusaha mendapatkan pekerjaan lain, dia menjadi sopir taksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang paling menyenangkan jika sopir nya sopan, dan sangat menyayangi keluarga. Pak sopir yang mengantar minggu kemarin, adalah anak bungsu dari keluarga berpunya. Kakak-kakaknya sangat sedih, namun sopir B ini sangat menikmati pekerjaannya. Dia cerita, awalnya memang berat, karena sebelumnya dia bekerja di perusahaan kontraktor, memperoleh fasilitas memadai, dan mempunyai latar belakang pendidikan Sarjana Teknik. Isterinya saat ini bekerja sebagai sekretaris di perusahaan minyak. B cerita bahwa kakak-kakaknya menawarkan pekerjaan, namun dia ingin mandiri, dan ternyata Tuhan memberikan jalan melalui pekerjaan sebagai sopir taksi.</p>
<p style="text-align:justify;">B juga cerita, sekarang dia menyopir lebih suka malam hari karena jalanan lancar, tapi memang ada risikonya, karena itulah saudaranya sangat kawatir. Tapi B ini juga cerita, pekerjaan apapun sepanjang halal dan kita menikmati, maka hati juga bahagia. &#8220;<em>Hari ini, sehabis mengantar ibu, saya juga akan pulang kok, karena hasil yang  saya peroleh telah memadai</em>, &#8221; katanya. Anak B sudah dua yang lulus Sarjana dan telah bekerja, salah satunya bekerja di hotel JW Marriot Mega Kuningan. Hanya anak paling kecil yang masih kuliah.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa minggu yang lalu, B membawa penumpang, yang setelah masuk ke jok penumpang  langsung kaget melihatnya. <em>&#8220;B, ngapain kamu kok nyopir taksi</em>?&#8221; B menjawab dengan sopan bahwa memang ini pekerjaannya. Penumpang tadi menanyakan  lagi hal sama, dan B memberikan jawaban yang sama pula. Akhirnya penumpangnya bilang, &#8220;<em>B, aku Im teman mu kuliah dulu</em>.&#8221; Baru B kaget, karena Im tentu saja telah berubah setelah tak pernah bertemu sekian tahun. Ternyata Im ini kerja di perusahaan minyak, dan pekerjaan sering membawanya bertugas di daerah pedalaman, di laut, namun dia sangat menyenangi pekerjaannya. Pada akhirnya Im mengajak B untuk mencoba peruntungannya di perusahaan tempat Im bekerja. B langsung membuat surat lamaran, dan sertifikat lainnya seperti TOEFL dsb nya.  Betapa B sangat gembira, setelah test, hasilnya dia bisa diterima sebagai pekerja kontrak di perusahaan minyak tersebut. B  hanya akan menjadi sopir taksi sampai akhir bulan ini, karena mulai awal September dia bekerja di perusahaan minyak  dan akan ditempatkan di daerah Natuna. Dia sangat gembira karena berhasil mendapatkan pekerjaan bagus tanpa bantuan saudaranya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak terasa,  taksi telah sampai di gedung tempat saya bekerja, saya turun dari taksi sambil berucap. <em>&#8221; Makasih pak B, semoga krasan di tempat kerjanya yang baru</em>.&#8221; Pak B  menjawab sambil tersenyum, &#8220;<em>Terimakasih bu, doakan saya agar berhasil bekerja dengan baik.&#8221;</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2791/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2791&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/08/28/sopir-taksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>