<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title> &#187; opinion</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/category/opinion/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Jan 2010 14:55:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='edratna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a5b4bd50f43c4b7f96c99134e7b550f0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title> &#187; opinion</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://edratna.wordpress.com/osd.xml" title="" />
		<item>
		<title>Bulan renungan?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/12/26/bulan-renungan/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/12/26/bulan-renungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 07:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3265</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Desember adalah bulan terakhir pada kalender, dan pada bulan ini  adalah kesempatan terakhir perusahaan untuk membahas Rencana Kerja Anggaran, yang telah dimulai sejak bulan Oktober-Nopember. Apa yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut, dan bagaimana rencana kedepannya. Apabila kita hanya pegawai (karyawan), perlukah membuat evaluasi? Menurut saya hal tersebut perlu dilakukan, bahkan saya pernah mendapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3265&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bulan Desember adalah bulan terakhir pada kalender, dan pada bulan ini  adalah kesempatan terakhir perusahaan untuk membahas Rencana Kerja Anggaran, yang telah dimulai sejak bulan Oktober-Nopember. Apa yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut, dan bagaimana rencana kedepannya. Apabila kita hanya pegawai (karyawan), perlukah membuat evaluasi? Menurut saya hal tersebut perlu dilakukan, bahkan saya pernah mendapat saran dari seorang psikolog, sebaiknya setiap malam sebelum tidur kita memikirkan kembali apa yang kita kerjakan hari ini, apakah kita telah puas? Kenyataannya, hal tersebut tak mudah, karena jika seharian telah sibuk, begitu semua urusan di rumah telah selesai, maka rasanya berdoa pun sudah sambil mengantuk.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3265"></span>Bulan Desember merupakan bulan yang sangat penting buat saya, 3 (tiga) orang terdekatku berulang tahun pada bulan ini. Diawali oleh adik bungsuku pada pertengahan Desember, disusul oleh suami pada saat menjelang Natal, dan si sulung persis sehari setelah Natal. Pada bulan Desember, beberapa kantor telah mulai libur sejak sehari sebelum Natal sampai dengan awal Januari, namun saya biasanya justru ngebut pada akhir tahun. Entah kenapa, walau pekerjaan banyak dilakukan di rumah, tetap saja pada akhir tahun banyak yang harus diselesaikan. Sejak hari Kamis, yang merupakan libur bersama, maksud hati sudah mau menyelesaikan pekerjaan, entah kenapa hawa libur membuat bermalas-malasan, sehingga dua hari kemarin hanya tidur-tidur an sambil membaca di rumah. Rasanya nyaman sekali, bisa menikmati suasana tenang sambil membaca, tak perlu berkutat dengan kemacetan di Jakarta, apalagi pada hari Rabu sebelum libur, Jakarta benar-benar macet, dari  arah Jakarta Pusat sampai Jakarta Selatan, (jalan ke arah rumahku).</p>
<p style="text-align:justify;">Tiga minggu ini kita mengalami banyak hari libur pada hari Jumat, sehingga 3 (tiga) minggu berturut-turut pada akhir pekan terjadi libur panjang. Ditambah dengan libur bersama, jadilah minggu ini libur 4 (empat) hari. Bersyukurlah jika ada yang sudah bisa menikmati liburan, namun banyak yang malah bergadang di kantor sampai akhir tahun agar target tercapai dan pembukuan bagus. Nahh kembali ke pertanyaan, apakah anda juga melakukan evaluasi, apakah yang diinginkan telah tercapai pada tahun 2009 ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur saja, ada beberapa target pribadi yang belum tercapai, namun yang penting sudah usaha maksimal, dan mungkin memang belum waktunya untuk mencapai target sesuai yang diinginkan. Dan bagaimana tahun depan? Sebagai bagian keuangan rumah tangga (maklum, biasanya yang pegang keuangan adalah ibu rumah tangga) tentu saya harus menanyakan pada suami dan anak-anak, kira-kira apa yang akan dilakukan pada tahun 2010. Meskipun kedua anak kami telah mandiri secara finansial, namun terkadang masih perlu dukungan jika sewaktu-waktu memerlukan tambahan dana. Pengeluaran yang terbesar adalah pada awal triwulan pertama, karena pada saat ini adalah waktu nya membayar perpanjangan asuransi mobil, rumah, perpanjangan STNK, pajak dan sebagainya. Triwulan kedua  berat pada awalnya, kemudian hanya pengeluaran rutin. Karena pendapatan yang diperoleh tetap, tentu harus membuat cadangan, agar pada bulan-bulan dimana pengeluaran besar, dapat ditutup dari penyisihan yang dilakukan pada bulan saat pengeluaran sedikit (atau hanya pengeluaran rutin).</p>
<p style="text-align:justify;">Selain renungan tentang masalah finansial, tentu tentang berbuat kebaikan pada sesama. Apakah kita telah menyumbang kebaikan pada tahun 2009?  Sebagai makhluk sosial, tentu urusan sosial juga akan menjadi urusan kita sehari-hari. Juga pertanyaan, apakah kita telah bersyukur atas apa yang kita peroleh selama tahun 2009? Mungkin tahun ini kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan, namun jika melihat di sekitar kita, maka patutlah bersyukur karena masih banyak orang yang belum menikmati kebahagiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang kebahagiaan ini, kita harus berjuang untuk mendapatkannya, dengan mencoba untuk memberi, kepada minimal lingkungan terdekat kita, suami/isteri dan anak-anak. Sudahkah kita membuat mereka tersenyum dan bangga akan peranan kita? Karena pada dasarnya kita bisa bahagia dalam kondisi apapun, tak perlu melihat ataupun menginginkan kebahagiaan seperti yang kita lihat pada orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga tahun 2009 yang akan  berakhir ini telah memberi kebahagiaan kepada kita semua&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3265&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/12/26/bulan-renungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musim hujan telah tiba?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/11/14/musim-hujan-telah-tiba/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/11/14/musim-hujan-telah-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 01:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3026</guid>
		<description><![CDATA[Sejak beberapa hari ini, nyaris setiap hari hujan turun di Jakarta, terutama di Jakarta Selatan, wilayah tempat tinggal saya. Bahkan tiga hari ini, setiap sore turun hujan lebat yang sering disertai petir. Hujan  membuat cuaca terasa lebih dingin, setelah berbulan-bulan panas menyengat. Tunas daun mulai tumbuh, udara terasa segar, terutama di pagi hari saat kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3026&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sejak beberapa hari ini, nyaris setiap hari hujan turun di Jakarta, terutama di Jakarta Selatan, wilayah tempat tinggal saya. Bahkan tiga hari ini, setiap sore turun hujan lebat yang sering disertai petir. Hujan  membuat cuaca terasa lebih dingin, setelah berbulan-bulan panas menyengat. Tunas daun mulai tumbuh, udara terasa segar, terutama di pagi hari saat kita mulai membuka pintu rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Berita buruknya, hujan membuat jalanan becek, apalagi jika selokan tersumbat. Dan sore hari, saat orang pulang kantor, terasa sekali jalan makin macet. Pemadaman listrik, selain menyebalkan ternyata ada juga hikmahnya, menjadi lebih rajin dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin saat lampu masih menyala. Jika sebelumnya bangun pagi, masih agak bermalas-malasan untuk mandi, sekarang pagi-pagi sudah mandi, kawatir listrik padam di pagi hari. Tentu, bagi yang punya genset portabel tak ada masalah dengan pemadaman ini. Namun bagi keluarga kecil kami, kebijakan untuk punya genset portabel tak layak untuk dipertimbangkan. Dan saya bersyukur atas hobi suami yang  membangun kamar mandi cukup banyak di rumah kami, sehingga pada saat seperti ini selain ada cadangan air di tower, semua bak mandi di rumah dipenuhi air untuk jaga-jaga. Maklum selama ini, bak mandi hanya yang dipakai sehari-hari yang diisi dan saya lebih suka pakai shower. Apalagi kedua anak kami sudah di luar rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sekarang waktunya memperbaiki, merawat  dan mengganti tanaman, yang kering selama musim kemarau kemarin, walaupun telah disiram setiap pagi dan sore. Dan &#8230;yang tak boleh lupa, selalu membawa payung, karena hujan bisa turun sewaktu-waktu. Apalagi usia yang makin bertambah ini, harus dijaga agar tak mudah jatuh sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3026/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3026&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/11/14/musim-hujan-telah-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang dapat dipelajari dari kasus Prita?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/06/06/apa-yang-dapat-dipelajari-dari-kasus-prita/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/06/06/apa-yang-dapat-dipelajari-dari-kasus-prita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 01:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2425</guid>
		<description><![CDATA[
Membaca beberapa tulisan tentang kasus Prita, juga mendengarkan dan melihat para pakar berdebat di Televisi, jujur saja membuat hati sedih, kepala pusing dan kawatir. Awal mula mengetahui kasus Prita, juga kasus Fifi Tanang dkk, berawal pada saat saya menghadiri undangan komunitas blogger untuk membahas UUITE.
Pada saat itu, sebenarnya saya nyaris batal datang ke acara, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2425&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-2426" title="banner-prita-468x601" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/banner-prita-468x601.gif?w=300&#038;h=38" alt="banner-prita-468x601" width="300" height="38" /></p>
<p style="text-align:justify;">Membaca beberapa tulisan tentang kasus Prita, juga mendengarkan dan melihat para pakar berdebat di Televisi, jujur saja membuat hati sedih, kepala pusing dan kawatir. Awal mula mengetahui kasus Prita, juga kasus Fifi Tanang dkk, berawal pada saat saya menghadiri undangan komunitas blogger untuk membahas UUITE.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2425"></span>Pada saat itu, sebenarnya saya nyaris batal datang ke acara, karena kondisi fisik lagi kurang sehat, namun kemudian saya berpikir, akan lebih baik datang karena diskusi itu akan dipandu oleh para pakar hukum, yang juga menjadi blogger, daripada harus baca UUITE sendiri, yang belum tentu saya bisa memahami sejelas jika diskusi bersama teman. Saya mengajak <a href="http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/">si sulung</a>, karena umurnya masih muda, terkadang saya kawatir juga kalau-kalau si sulung ini berbuat kesalahan, yang bisa bersinggungan dengan masalah hukum.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2429" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2429" title="uu-ite02" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/uu-ite021.jpg?w=300&#038;h=168" alt="Obrolan Langsat tentang UUITE (Gambar diambil dari FB Paman Tyo)" width="300" height="168" /><p class="wp-caption-text">Obrolan Langsat tentang UUITE (Gambar diambil dari FB Paman Tyo)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Malam itu, saya masih tidak terlalu menyadari betapa tinggi risiko UUITE jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan risiko ini mengejutkan saya, setelah akhirnya saya tahu bahwa gara-gara menulis di email, Prita langsung terkena pasal-pasal pencemaran nama baik, yang diambil dari KUHP maupun UUITE. Andaikata, pemberitaan dan kasus itu tak membuat Prita dipenjara, mungkin sebetulnya saya masih cuek atas email yang diributkan itu. Betapa banyaknya  email yang telah beredar di internet, tanpa mengganggu para pengguna internet, karena banyak yang menganggap bahwa sebuah email atau cerita di milis tak harus ditanggapi secara berlebihan, karena masih harus dilihat lebih dulu kebenarannya. Banyaknya surat pembaca yang memprotes tentang pelayanan suatu instansi, malah terkadang Kompas memfasilitasi dengan mengumpulkan hari tertentu memuat khusus keluhan melalui surat pembaca untuk PLN, Telkom, Bank dll. Namun, saya melihat, bahwa instansi tersebut merasakan keluhan tersebut merupakan <em>feed back</em>, untuk memperbaiki pelayanan, berusaha mengajak diskusi pengirim surat pembaca, atau paling tidak Humas atau <em>Corporate Secretary</em> akan memberikan tanggapannya secara tertulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri dalam mengajarkan kepada para yunior (saya pernah memimpin Divisi Pelatihan suatu Lembaga Keuangan, dan sekarang bergabung dengan Lembaga Pelatihan sebagai instruktur), ajaran yang harus selalu ditekankan kepada para petugas/Staf yang bergerak di bidang pelayanan, jika mendapatkan kritik dari pelanggan, hanya dua hal: &#8220;<em>Maaf&#8230;&#8230;dan terimakasih</em>&#8221; serta dilakukan dengan senyum. Betapapun hati ini panas, namun kepala tetap dingin, karena mereka adalah pelanggan. Saya dan suami akan selalu datang pada toko atau penjual jasa, yang mau menanggapi keluhan kami dengan baik, bahkan kami akhirnya menjadi pelanggan utamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak mengatakan bahwa pelayanan jasa di Tanah Air sudah bagus, namun juga tidak jelek. Saya sendiri tak pernah merasakan seperti apa yang dirasakan oleh Prita. Saya dan keluarga pernah sakit, dan pernah di rawat di rumah sakit, maka dokter maupun staf (perawat, petugas kebersihan) melayani dengan baik, padahal jelas-jelas suami saya menggunakan ASKES. Kami bisa berdiskusi dengan dokter, dan dokterpun menjelaskan sejak  pre diagnosanya (karena saat awal masuk rumah sakit dengan gejala panas tinggi, belum dapat ditentukan sakitnya apa), terus langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dokterpun menanyakan apa kami punya riwayat tidak kuat terhadap obat tertentu. Juga pada awal bulan Mei 2009 lalu, saat suami dirawat 3 (tiga) hari di suatu Rumah Sakit Swasta di Bandung, dan ini kedua kalinya, saya sangat berterima kasih pada Rumah Sakit tersebut beserta dokternya. Betapa tidak? Rumah Sakit tersebut tak meminta uang muka, coba bayangkan jika mesti harus menyetor uang muka lebih dahulu sebelum mendapat perawatan, karena saat itu yang mengantar ke Rumah Sakit adalah anak saya, yang masih kuliah, dan saya sendiri sedang berada di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Perdebatan antara para pakar Hukum di televisi semakin membingungkan saya, sebagai orang awam. Jika para pakar hukum saja, bisa menafsirkan bahwa seharusnya Prita tak dipenjara, bagaimana kami yang orang awam? Bagaimana mungkin, suatu pasal-pasal yang dapat merampas hak seseorang warga negara, bisa ditafsirkan sedemikian luas, bahkan oleh para ahlinya? Hal ini membuka pikiran saya, apakah tak sebaiknya para penegak hukum juga perlu diberikan sosialisasi, agar bisa menfsirkan pasal-pasal tersebut, dan membuat keputusan yang tak saling bertentangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tahu, membuat kebijakan tidak mudah, betapapun kebijakan tadi telah di godok berbulan-bulan, dan mungkin sebelum diimplementasikan telah diuji coba dulu, tapi dilapangan tetap bisa membuat penafsiran yang berbeda diantara para pelaku. Disinilah perlunya diadakan suatu <em>check </em>dan <em>re check</em> pada setiap periode tertentu oleh para pembuat kebijakan, dan bilamana dirasa perlu maka aturan tersebut dapat dievaluasi kembali. Evaluasi aturan mestinya juga bukan  merupakan hal yang tabu, jika demi kepentingan orang banyak, dan penegakan hukum yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mungkin bodoh, tapi saya betul-betul kawatir sekali, apalagi saya juga seorang ibu rumah tangga biasa, seorang pensiunan, serta bukan &#8220;<em>seorang jelita</em>&#8221; (menurut kata petinggi yang dikutip dalam detik.com), namun hanya seorang <em>&#8220;jelata</em>&#8220;&#8230;&#8230;bagaimana saya menyikapi hal tersebut? Bisa saja terjadi suatu ketika ada orang yang nggak senang, langsung menggugat dan menggunakan pasal pencemaran nama baik, yang membuat kebebasan terampas. Apakah kita sudah tak ada lagi suatu musyawarah? Apakah kita bukan bangsa yang menurut hasil polling suatu negara, juga merupakan bangsa yang paling banyak tersenyum? Mengapa kita jadi dibutakan oleh hati nurani? Jadi apakah sebaiknya email hanya digunakan untuk surat resmi saja, yang telah ditulis dengan sangat berhati-hati agar setiap kalimat tak ada satupun celah yang dapat terjerat oleh hukum? Padahal pekerjaan saya setelah pensiun saat ini lebih banyak menggunakan internet. Bahkan tagihan kartu kredit, First Media juga dikirim melalui email? Bagaimana dengan anak-anak yang baru belajar menggunakan internet? Perlukah kita mengatakan&#8230;&#8221;<em>Hati-hati nak, jangan main internet, pelajari dulu secara teliti pasal-pasal dalam KUH Perdata, KUH Pidana, UUITE dan lain-lain</em>?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Adakah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ku di atas? Dan juga memberikan saran agar saya tak perlu kawatir? Kasus Prita hanyalah merupakan awal, jika kita tak menyikapi aturan secara hati-hati dan para pakar hukum tak memperbaiki aturan-aturan itu. Akan ada Prita-Prita yang lain&#8230;.maukah kita seperti itu? Mudah2an para pembuat aturan dapat menyikapi hal ini dengan baik, agar tak terjadi kasus Prita-Prita yang lain, biarlah kasus Prita merupakan yang pertama dan terakhir. Dan semoga Prita dan keluarganya mendapat kekuatan dan ketabahan dari Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Catatan:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Posting ini saya tulis karena keprihatinan saya sebagai orang awam dan bukan ahli hukum. Dan buat yang akan memberi komentar, saya mohon agar komentarnya merupakan hal yang bersifat positif, sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain.<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2425/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2425&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/06/06/apa-yang-dapat-dipelajari-dari-kasus-prita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/banner-prita-468x601.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">banner-prita-468x601</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/uu-ite021.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">uu-ite02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengobrol santai dengan salah satu cawapres di Angkringan Wetiga</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/05/27/mengobrol-santai-dengan-salah-satu-cawapres-di-angkringan-wetiga/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/05/27/mengobrol-santai-dengan-salah-satu-cawapres-di-angkringan-wetiga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 03:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2380</guid>
		<description><![CDATA[Selama dua hari berturut-turut, saya menghadiri acara yang digelar oleh Politikana, yaitu pada tanggal 25 Mei 2009 jam 19.00 s/d 21.00 wib tentang  &#8220;Menyikapi UU ITE: Bagaimana sebaiknya blogger menyikapi UU ITE&#8221; dan pada hari Selasa malam tanggal 26 Mei 2009, diskusi dengan cawapres yang berkenan datang di angkringan Wetiga, dan judul acaranya &#8220;Boediono [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2380&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Selama dua hari berturut-turut, saya menghadiri acara yang digelar oleh Politikana, yaitu pada tanggal 25 Mei 2009 jam 19.00 s/d 21.00 wib tentang  &#8220;<em>Menyikapi UU ITE: Bagaimana sebaiknya blogger menyikapi UU ITE</em>&#8221; dan pada hari Selasa malam tanggal 26 Mei 2009, diskusi dengan cawapres yang berkenan datang di angkringan Wetiga, dan judul acaranya &#8220;<em>Boediono Menjawab: Dialog terbuka dengan Cawapres Boediono</em>&#8220;. Isi diskusi tentang UU ITE akan lebih tepat jika di posting oleh mas Anggara, dan mas Ari Julianto (yang saat itu menjadi nara sumber).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2380"></span>Hari Selasa sore sempat hujan deras, syukurlah menjelang Magrib cuaca menjadi cerah. Saat saya datang di angkringan Wetiga, sudah ada <a href="http://amaliaonearth.com/">Yoga</a>, ndorokakung, Gembul, Chic, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/">Zam</a> dan lain-lain.</p>
<div id="attachment_2383" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2383" title="Pak Boed dan Ndorokakung (moderator)" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/05/pak-boed-dan-ndorokakung-moderator1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pak Boed dan ndorokakung (moderator- di angkringan Wetiga" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Pak Boed dan ndorokakung (moderator- di angkringan Wetiga</p></div>
<p>Malam itu pak Boed menjelaskan dengan santai dan santun (jadi ingat tulisan Faisal Basri), apapun yang ditanyakan oleh para blogger maupun wartawan, bahkan beliau menjawab &#8220;<em>tidak tahu</em>&#8221; untuk pertanyaan yang beliau memang tidak tahu. Dan beliau mengharapkan komunitas Blogger menciptakan iklim kondusif  dan<em> fair</em> dalam pilpres ini, serta tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan. Pak Boed juga mengatakan bahwa &#8220;<em>Saya tak mengharapkan Saudara sekalian untuk mendukung saya, its up to you</em>.&#8221; Beliau mengatakan, proses yang baik penting untuk kita kawal, pilpres itu kompetisi yang ada<em> rule </em>nya, semua tunduk pada aturan, dan harus siap menang atau kalah dengan jiwa yang besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam menjawab pertanyaan <a href="http://ndorokakung.com/">ndorokakung</a>, berapa kali beliau membuka internet, beliau secara jujur mengatakan jarang membuka internet, kecuali kadang cari informasi di <em>google</em> atau untuk mengecek email. Dan saat beliau ditanya, apakah punya <em>Face Book</em>? Pak Boed mengatakan belum punya, dan masih berpikir untuk memulai membuka blog atau <em>Face Book.</em> Ndorokakung menimpali, sangat menarik, seorang Boediono jarang buka internet, padahal pada saat sebelum acara dimulai, jika buka internet, ada 107.000 <em>entry</em> tentang  &#8220;<em>Boediono dan neolib</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya saya membuat notulen tanya jawab pak Boed dengan blogger dan wartawan, namun rasanya terlalu panjang jika ditulis disini, apalagi saya hari ini bisa membaca tulisan blogger yang lain, dan dari media, antara lain <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/26/21453646/Boediono.Minta.Komunitas.Blogger.Ciptakan.Iklim.Kondusif">Kompas.com</a> telah menjelaskan hasil diskusi malam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya menggaris bawahi, rasanya diskusi malam itu seperti diskusi santai antara mahasiswa dan dosen yang sangat terbuka, betapapun ada pertanyaan yang ditanyakan dengan menggebu-gebu, beliau selalu menjawab dengan santun, dan mengatakan tidak tahu, jika memang beliau merasa belum ahli dalam menjawab masalah itu, beliau akan mempelajari masalahnya  jika nanti ada pada posisi untuk mengatasi masalah tersebut. Beliau menekankan agar segala sesuatu nya diletakkan pada koridor aturan hukum, dan biarkan hukum berjalan. Saat ada yang bertanya bagaimana jika ada yang usul agar koruptor dihukum mati? Beliau mengatakan, setuju jika koruptor dihukum berat, karena membuat ketidak adilan dalam masyarakat. Pertanyaan malam itu sebagian besar ke arah ekonomi, walau kemudian pertanyaan berkembang kemana-mana, bahkan <a href="http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2009/05/sekilas-ngalor-ngidul-bersama-boediono.html">anak saya</a> malah menanyakan masalah perfilm an Indonesia (setelah saya tanya,  jawabnya karena dapat giliran belakangan, jadi sudah terlalu banyak  yang menanyakan tentang masalah ekonomi). Dan memang sebagian besar pertanyaan tentang masalah ekonomi, cap neolib, dan apa neolib itu, padahal sebetulnya banyak sekali pertanyaan diluar itu yang masih bisa ditanyakan kepada beliau, karena sebagai cawapres memang harus bisa memahami masalah Indonesia secara keseluruhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan tentu saja, para blogger (termasuk saya), tak puas jika tidak ada foto-foto yang mengabadikan acara tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2384" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2384" title="Tag dari FB Bambang Atmoko" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/05/tag-dari-fb-bambang-atmoko.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Pak Boed dikelilingi para blogger (sumber: tag foto di face book Bambang Dwi Atmoko)" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Pak Boed dikelilingi para blogger (sumber: tag foto di face book Bambang Dwi Atmoko)</p></div>
<div id="attachment_2385" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2385" title="Tag dari FB Bambang Dwi Atmoko" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/05/tag-dari-fb-bambang-dwi-atmoko.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Gaya para blogger berfoto (sumber: tag dari FB Bambang Dwi Atmoko)" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Gaya para blogger berfoto (sumber: tag dari FB Bambang Dwi Atmoko)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Saya sempat mengobrol dengan  GM, yang juga hadir malam itu, beliau juga mengatakan, bahwa sebetulnya diskusi malam ini membuat pak Boed bisa belajar banyak, sebagai bekal jika ada diskusi lanjutan, karena pertanyaan memang bisa kemana-mana.</p>
<p style="text-align:justify;">Ide politikana untuk mengadakan acara ini patut diacungi jempol, dan tentu kita berharap, politikana juga akan mengadakan acara-acara lain di angkringan Wetiga atau ditempat lain dengan capres/cawapres lainnya. Acara ini akan membuat kita belajar diskusi secara terbuka, komunikasi dua arah, siapapun yang terpilih nantinya harus didukung, demi terciptanya iklim politik Indonesia yang lebih baik. Jujur saja, saya tidak pernah menghadiri acara seperti ini sebelumnya, namun saya belajar, sebetulnya diskusi politik bisa dilaksanakan dengan santun, saling menghormati dan terbuka atas perbedaan pandangan masing-masing.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2380&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/05/27/mengobrol-santai-dengan-salah-satu-cawapres-di-angkringan-wetiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/05/pak-boed-dan-ndorokakung-moderator1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Boed dan Ndorokakung (moderator)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/05/tag-dari-fb-bambang-atmoko.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tag dari FB Bambang Atmoko</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/05/tag-dari-fb-bambang-dwi-atmoko.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tag dari FB Bambang Dwi Atmoko</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah semua yang instant tidak baik?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/03/27/apakah-semua-yang-instant-tidak-baik/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/03/27/apakah-semua-yang-instant-tidak-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 01:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2059</guid>
		<description><![CDATA[Entah semalam rasanya lelah sekali, setelah  mengobrol bersama teman-teman yang sudah lama ingin ketemu, apalagi memang cuaca benar-benar tidak bersahabat. Ketiga teman yang lain ingin meneruskan perjalanan ke Pejaten Village (bener nggak sih nama plaza nya?), karena ada satu teman yang baru berulang tahun, dan mendapatkan diskon buku untuk satu kali pembelian jika membelinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2059&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Entah semalam rasanya lelah sekali, setelah  mengobrol bersama teman-teman yang sudah lama ingin ketemu, apalagi memang cuaca benar-benar tidak bersahabat. Ketiga teman yang lain ingin meneruskan perjalanan ke <em>Pejaten Village</em> (bener nggak sih nama plaza nya?), karena ada satu teman yang baru ber<a href="http://amaliaonearth.wordpress.com/">ulang tahun</a>, dan mendapatkan diskon buku untuk satu kali pembelian jika membelinya saat pas bulan merayakan ulang tahun. Karena saya sudah lelah, kami berpisah jalan di <em>Pejaten Village</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2059"></span>Tak lama kemudian hujan seperti dicurahkan dari langit, syukurlah sudah sampai di rumah. Saya tak mungkin meneruskan pekerjaan dengan membuka komputer yang tersambung ke internet, jadi menghabiskan waktu dengan membaca sambil mendengarkan radio. Sambil merenung, saya mulai berpikir, apa betul ada orang yang sedemikian beruntung tanpa melakukan apapun? Kembali saya merenungkan perjalanan hidup saya, yang rasanya setiap tahapan melalui perjuangan, dan tak ada hasil yang jatuh demikian saja. Dan saya percaya, semua hasil melalui sebuah proses, kerja keras, yang kadang jalannya terjal dan berliku-liku. Juga saya percaya, bahwa kebahagiaan itu harus dibuat, harus diperjuangkan, jadi tak mungkin kita memimpikan kebahagiaan tanpa melakukan suatu apapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Entah lagi beruntung, di sela-sela pemutaran lagu, ada pencerahan dari Bapak Gede Prama, yang membuat saya semakin yakin, bahwa tidak ada segala sesuatu yang instant. Sayang saya tak bisa mengikuti kata per kata penjelasan Bapak Gede Prama, tapi inilah ringkasannya:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Tak ada segala sesuatu yang instant. Instant mengandung risiko.  Tak ada hubungan yang instant, karena hubungan yang instant patut dicurigai. Seorang teman yang tiba-tiba datang dan berusaha mengakrabkan diri pada kita, layak mendapatkan suatu kecurigaan, ada maksud apa dibaliknya. Kebahagiaan merupakan rangkaian proses yang panjang untuk mendapatkannya. Sedangkan kejernihan merupakan sahabat kehidupan, untuk meraihnya, memerlukan kerja keras yang panjang&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya menjadi ingat petuah almarhum ibu, bahwa perjalanan kehidupan kita ibarat naik sebuah tangga. Kita harus mulai dari tahap paling bawah,  berjuang untuk bisa menaikinya satu per satu, dan setiap tangga kita harus kokoh menyesuaikan diri, agar tak jatuh ke tangga di bawah nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika direnungkan, apa yang dikatakan oleh bapak Gede Prama benar adanya, saya mengingat kembali perjalanan hidup saya, yang melangkah tangga demi tangga, dengan setiap kali terasa akan jatuh dan tak kuat menerpa angin. Hanya kemauan kuat yang membuat diri kita bisa bertahan.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2059/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2059/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2059/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2059/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2059/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2059&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/03/27/apakah-semua-yang-instant-tidak-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengarang dan bukunya</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/03/06/pengarang-dan-bukunya/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/03/06/pengarang-dan-bukunya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 11:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1876</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda suka membaca buku, terutama buku karangan penulis tertentu, pasti anda akan senang sekali jika sempat berkenalan dengan penulisnya. Saya suka membaca buku, namun jenis bukunya berubah-ubah tergantung &#8220;mood&#8220;. Selain buku wajib yang terkait dengan buku pekerjaan, buku lainnya adalah buku yang bisa membawaku ke alam khayalan. Saya suka buku detektif, dari zaman Agatha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1876&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jika anda suka membaca buku, terutama buku karangan penulis tertentu, pasti anda akan senang sekali jika sempat berkenalan dengan penulisnya. Saya suka membaca buku, namun jenis bukunya berubah-ubah tergantung &#8220;<em>mood</em>&#8220;. Selain buku wajib yang terkait dengan buku pekerjaan, buku lainnya adalah buku yang bisa membawaku ke alam khayalan. Saya suka buku detektif, dari zaman<em> Agatha Christie</em>, <em>Perry Mason</em>, <em>Sherlock Holmes</em>, dan juga buku karangan <em>John Grisham</em>. Tapi saya juga suka buku yang menceritakan keseharian, yang juga menyinggung perilaku atau budaya manusia pada kondisi lokasi cerita tersebut, seperti bukunya Nh Dini. Juga buku petualangan yang pada umumnya berakhir <em>happy end</em>, seperti buku karangan <em>Sidney Sheldon</em>, <em>Sandra Brown</em>, <em>Dan Brown</em>&#8230;bahkan juga buku roman seperti terbitan <em>Harlequin</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1876"></span>Nah, bagaimana dengan buku sastra? Wah, ini bacaan wajib, apalagi ayah saya seorang guru sastra, dan terdapat perpustakaan kecil dirumah kami. Dari buku Siti Nurbaya karangan Marah Rusli, pengarang seperti: Nur Sutan Iskandar, Abdul Muis, Sutomo Djauhar Arifin, Sutan Takdir Alisyahbana, Pramoedya Ananta Toer, Hamka dan lain-lain, bukunya lengkap di rumah ayah kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Belakangan saya juga tertarik membaca buku novel sejarah seperti karangan Langit Kresna Hariadi, atau karangan E.S Ito. Atau buku karya Andrea Hirata, maupun karangan Clara Ng. Terlihat sekali, penyebaran jenis bacaanku nggak jelas, jadi sepertinya saya tak punya kekhasan dalam membeli buku. Dan belakangan ini, kalau beli buku, sering terpukau oleh gambar sampulnya, yang berakibat membacanya tak sampai selesai, oleh karena itu sekarang saya lebih hati-hati lagi dalam membeli. Buku manis vampir vegetarian karangan <em>Stephenie Meyer</em> pun saya punya, dari<em> Twilight</em>, <em>New</em> <em>Moon</em>, <em>Eclypse</em> dan <em>Breaking Dawn</em>. Dan buku tersebut sekarang lagi beredar, untuk dibaca secara bergiliran  oleh si bungsu dan tantenya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya, kok saya merasa,  pembacaan buku sastra pada saat anak-anakku sekolah, kurang digalakkan. Ternyata perasaan ku ini ada benarnya, jika setiap kali membaca tulisan pak <a href="http://sawali.info/">Sawali</a>, guru sastra yang juga seorang blogger. Saya sendiri akhirnya juga tidak terlalu mengikuti buku sastra terbaru, malahan buku karangan Ayu Utami baru Saman dan Larung yang punya dan telah di baca, lainnya belum sempat beli. Kadang buku itu menumpuk begitu saja, menunggu pemiliknya punya waktu untuk membaca. Biasanya saya membaca menjelang tidur, setelah melakukan kegiatan penuh sehari-hari, akibatnya sering teridur sebelum selesai membaca, menyebabkan  membaca satu buku kadang memerlukan waktu lama.</p>
<p style="text-align:justify;">Ngeblog dan mengenal dunia maya, membuat saya juga ketemu para penulis (pengarang) melalui dunia maya. Seperti mbak <a href="http://tutinonka.wordpress.com/">Tuti Nonka</a> yang mulai menulis sekitar umur 17 an tahun (waduh saya ngapain ya umur segitu?), terus pak Sawali yang juga telah menerbikan kumpulan cerpennya, serta <a href="http://jeunglala.com/">Lala </a>yang juga telah menerbitkan buku, yang awalnya di tulis di blog. Tak sengaja saya juga berkenalan, dengan seseorang yang selama ini saya kenal sebagai seorang jurnalis, dan seorang editor, yang tinggal di kota Bandung. Perkenalan ini, awalnya membuat saya pengin ikutan mencoba menulis, yang akhirnya keinginan tersebut harus saya buang jauh-jauh, karena saya sadar kompetensiku bukan disitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa minggu lalu, dalam suatu pertemuan di rumah <a href="http://imelda.coutrier.com/">Imelda</a> (blogger yang selama ini tinggal di Tokyo), saya mendapatkan kenang-kenangan buku dari teman ini. Dan biasalah, namanya kopdar, kami begitu sibuk mengobrol dan makan (setiap kali ketemu selalu ada makan-makan), jadinya malah kumpulan buku tadi baru sempat saya lihat di rumah. Dua buku diantaranya merupakan buku karangan PAT, pengarang yang memang dikagumi bung DM ini. Dan satu bukunya&#8230;&#8230; adalah karangan<a href="http://www.danielmahendra.com/"> DM </a>sendiri, yang berjudul     &#8220;<em>Selamat Datang di Pengadilan</em>&#8220;. Saya kaget, tak menyangka, walau memang sudah mendengar kalau DM adalah pengarang, tapi nggak menyangka kalau malam itu, buku yang diberikan padaku adalah karangannya sendiri. Ahh, andaikata tahu, saya pasti minta tanda tangan penulisnya&#8230;.makasih ya Daniel.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1883" class="wp-caption alignnone" style="width: 215px"><img class="size-medium wp-image-1883" title="selamat-datang-di-pengadilan-11" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/03/selamat-datang-di-pengadilan-11.jpg?w=205&#038;h=300" alt="Selamat Datang di Pengadilan" width="205" height="300" /><p class="wp-caption-text">Selamat Datang di Pengadilan</p></div>
<p>DM telah menulis sejak SMP, cerpennya pertama kali dimuat di sebuah koran di kota Jember, saat DM masih duduk dibangku kelas 3 SMP. Dan &#8220;<em>Selamat</em> <em>Datang di Pengadilan</em>&#8221; adalah buku kumpulan cerpen pertamanya, yang diterbitkan pada bulan September 2001, pada saat DM berumur 26 tahun. Wahh benar-benar prestasi yang hebat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu siang yang sejuk, karena Jakarta hujan terus, saya mulai membolak balik cerpen karangan DM. Saya termasuk orang yang sulit menangis jika membaca novel, dan pernah sekalinya sedih dan keluar air mata saat membaca &#8220;<em>Message from Nam</em>&#8220;. Namun kali ini, cerpen DM,  yang berjudul <em>&#8220;Epitaph</em>&#8220;, sukses membuat saya tak terasa menitikkan  air mata. Saya  pernah mendengar cerita, konon cerpen ini dekat dengan pengalaman pribadi DM. Cerpen yang berjudul &#8220;<em>Bangsaku yang Fasis</em>&#8221; mengingatkanku pada ospek mahasiswa yang suka memakan korban. Cerpen &#8220;<em>Dia yang telah Pergi</em>&#8220;, menggambarkan miskomunikasi antara generasi tua dan generasi muda (antara ayah dan anak lelakinya), diceritakan dengan menarik. Kadang perbedaan persepsi menyulitkan komunikasi, walau sebetulnya antara ayah dan anak lelakinya saling menyayangi. Saya tak akan menceritakan semua cerpen di bukunya DM ini, dan sebetulnya apabila ada yang menginginkan kumpulan cerpen itu, kemana harus membelinya DM? Saya merasa bahagia merupakan orang yang dipercaya menerima kumpulan cerpennya,  yang menceritakan kondisi lingkungan kita sehari-hari, dan tetap terus terjadi sampai hari ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1876/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1876&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/03/06/pengarang-dan-bukunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/03/selamat-datang-di-pengadilan-11.jpg?w=205" medium="image">
			<media:title type="html">selamat-datang-di-pengadilan-11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati menginap di hotel &#8220;Takashimaya&#8221;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/02/04/menikmati-menginap-di-hotel-takashimaya/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/02/04/menikmati-menginap-di-hotel-takashimaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 12:38:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1631</guid>
		<description><![CDATA[Jika membaca judul di atas, kemungkinan yang terbayang adalah nama sebuah Mal di Orchad Road, Singapura. Awalnya, saya mempunyai pemikiran bahwa manajemen Mal yang di Singapura dan hotel Takashimaya ini mempunyai hubungan, ternyata tidak ada hubungan sama sekali. Manajemen Hotel Takashimaya mempunyai hubungan dengan &#8220;Jasmine Cafe&#8221; yang juga berada di wilayah Lembang.
Hotel Takashimaya merupakan hotel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1631&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jika membaca judul di atas, kemungkinan yang terbayang adalah nama sebuah Mal di <em>Orchad Road</em>, Singapura. Awalnya, saya mempunyai pemikiran bahwa manajemen Mal yang di Singapura dan hotel Takashimaya ini mempunyai hubungan, ternyata tidak ada hubungan sama sekali. Manajemen Hotel Takashimaya mempunyai hubungan dengan &#8220;Jasmine Cafe&#8221; yang juga berada di wilayah Lembang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1631"></span>Hotel Takashimaya merupakan hotel kategori bintang 3 (tiga), yang baru dibuka pada bulan September 2008, sampai saat inipun pembangunan tambahan fasilitas hotel masih tetap berlangsung, seperti ruang karaoke untuk keluarga, area bermain anak dll.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1632" title="takashimaya-2" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/takashimaya-2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="takashimaya-2" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;">Pengenalanku atas hotel ini, karena saya diundang sebagai salah satu pembicara workshop yang diadakan di hotel tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Letak hotel ini di jalan Grand Hotel Lembang no.35, Lembang, Bandung.</p>
<div id="attachment_1633" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1633" title="takashimaya-tampak-depan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/takashimaya-tampak-depan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pintu masuk hotel Takashimaya " width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Pintu masuk hotel Takashimaya </p></div>
<p style="text-align:justify;">Karena masih baru, fasilitas kamar bersih, demikian juga makanan yang dihidangkan cocok buat selera saya.</p>
<div id="attachment_1634" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1634" title="sedang-menyiapkan-omelet" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/sedang-menyiapkan-omelet.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Koki sedang menyiapkan omelet" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Koki sedang menyiapkan omelet</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana umumnya sebuah hotel, maka hotel ini juga membidik pangsa pasar tertentu. Manajemen hotel perlu meningkatkan <em>occupancy rate</em> melalui kerjasama dengan berbagai lembaga pelatihan, karena pada hari biasa hotel akan cenderung sepi dan hanya ramai pada saat <em>week end</em>. Sebagai tempat pelatihan, fasilitas hotel ini cukup mendukung, serta jaraknya cukup dekat dengan berbagai tempat wisata seperti Tangkuban Prau, pemandian air panas Ciater, pemandian Maribaya, observatorium Bosscha, dan lain-lain.</p>
<div id="attachment_1635" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1635" title="ruang-makan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/ruang-makan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Ruang makan" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Ruang makan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Yang menarik buat saya adalah letak ruang makan yang dibuat terbuka, berada diantara kamar-kamar di kiri kanannya, dan hanya ditutup dengan &#8220;fiber glass&#8221; sehingga jika siang hari terasa berada di alam terbuka. Untuk paket pelatihan, hotel ini berkerja sama dengan &#8220;Cipaganti Group&#8221; untuk menyediakan jasa transportasi penjemputan dari bandara, stasiun, mengkonfirmasi tiket para peserta. Cipaganti juga menyediakan kendaraan, jika peserta ingin berjalan-jalan selepas acara workshop atau pelatihan yang padat di malam hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Hotel juga menyediakan acara &#8220;<em>barbeque</em>&#8221; plus karaoke di arena terbuka di ruang makan, yang bisa digunakan sebagai ajang bersantai sehingga para pesera pelatihan dapat akrab. Pada saat ketemu dengan General Manager hotel Takashimaya, saya surprise, ternyata saya sebelumnya pernah ketemu saat beliau masih menjabat sebagai GM di salah satu hotel yang terletak di jalan Jendral Sudirman, Bandung.</p>
<div id="attachment_1638" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1638" title="resepsionis-2" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/resepsionis-22.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Resepsionis" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Resepsionis</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pada saat ini, hotel Takashimaya memberikan diskon 30 persen, dan apabila pemegang kartu kredit Mandiri bisa mendapatkan diskon 40 persen. Bagi anda yang ingin menginap di Lembang, atau berjalan-jalan di Bandung, bisa mencoba menggunakan hotel ini sebagai salah satu alternatif.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1631&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/02/04/menikmati-menginap-di-hotel-takashimaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/takashimaya-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">takashimaya-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/takashimaya-tampak-depan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">takashimaya-tampak-depan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/sedang-menyiapkan-omelet.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sedang-menyiapkan-omelet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/ruang-makan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ruang-makan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/resepsionis-22.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">resepsionis-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kehidupan masa kecil di Desa, dan Lumbung Desa yang berfungsi sebagai jaring pengaman masyarakat petani di pedesaan</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/01/26/kehidupan-masa-kecil-di-desa-dan-lumbung-desa-yang-berfungsi-sebagai-jaring-pengaman-masyarakat-petani-di-pedesaan/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/01/26/kehidupan-masa-kecil-di-desa-dan-lumbung-desa-yang-berfungsi-sebagai-jaring-pengaman-masyarakat-petani-di-pedesaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 06:31:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1600</guid>
		<description><![CDATA[Desa dimana saya dibesarkan sejak kecil, terdiri atas beberapa dukuh. Dukuh yang paling dalam banyak ditinggali oleh penduduk asli, masyarakatnya sebagian besar terdiri dari kaum petani, pedagang dan peternak. Sedang dukuh yang agak luar, berbatasan dengan kota kecil, adalah tempat tinggal pendatang, yang pada umumnya berpenghasilan tetap, seperti Guru, mantri rumah sakit, dokter, dan lain-lain. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1600&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Desa dimana saya dibesarkan sejak kecil, terdiri atas beberapa dukuh. Dukuh yang paling dalam banyak ditinggali oleh penduduk asli, masyarakatnya sebagian besar terdiri dari kaum petani, pedagang dan peternak. Sedang dukuh yang agak luar, berbatasan dengan kota kecil, adalah tempat tinggal pendatang, yang pada umumnya berpenghasilan tetap, seperti Guru, mantri rumah sakit, dokter, dan lain-lain. Hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumah kami, terbentang sawah dan ladang, yang pada saat-saat tertentu ditanami tebu, para petani bekerjasama dengan Pabrik Gula Kanigoro, yang berlokasi di kota kecamatan ke arah Ponorogo. Pada saat itu angkutan yang umum adalah dokar (delman), becak (untuk jalan yang sudah halus) serta sepeda. Kendaraan roda empat masih sedikit, demikian juga sepeda motor.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-1600"></span>Jalan desa yang menghubungkan desa satu dan lainnya masih berupa tanah dicampur kerikil, yang berdebu pada saat musim kemarau dan becek saat musim penghujan. Keberuntungannya, desa kami tak pernah terkena banjir karena letaknya jauh dari sungai besar yang melewati kota kecil kami. Panen padi adalah saat yang ditunggu-tunggu, karena pada saat itu desa kami melakukan upacara “Bersih Desa” yaitu upacara syukuran karena telah mendapat panen yang berlimpah. Pada saat panen, petani akan menyetor sebagian padi untuk disimpan ke Lumbung Desa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada awalnya Lumbung Desa menyediakan (dan menagih) pinjaman dalam bentuk padi. Tujuan utama didirikan Lumbung Desa adalah untuk meratakan fluktuasi musiman pasokan beras di desa. Pada awal 1900 an, Lumbung Desa di daerah maju di Jawa mulai menyimpan dan menagih pinjaman dalam bentuk uang. Hal ini disebabkan pengelolaan beras pasca panen sulit untuk dijaga agar kualitas beras tidak menurun, disamping ada risiko tikus di Lumbung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena perkembangan tersebut, mulai diperkenalkan Bank Desa, yang beroperasi berdasarkan uang. Akan tetapi posisi pinjaman terhadap <em>asset</em> Lumbung desa adalah 27 persen pada tahun 1913 dan hanya 2 persen pada tahun 1926. Jadi 98 persen dana Lumbung Desa menganggur dan tak digunakan untuk memberikan pinjaman pada masyarakat pedesaan. Tingkat investasi rendah tersebut karena Lumbung Desa dimiliki oleh desa dan didanai 99 persen oleh ekuitas. Sumber ekuitas Lumbung Desa adalah keuntungan yang disimpan atau laba ditahan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada saat Bank Desa memulai memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai, terdapat pemintaan yang cukup besar. Sumber utama dana awal Bank Desa berasal dari pemerintah, Bank Kabupaten, Lumbung Desa, dan bagian kepemilikan orang desa, yang dapat dibayarkan kembali (<em>repayable shares</em>). Tingkat kredit macet rendah rata-rata 1 (satu) persen, <em>overhead cost</em> rendah, karena Bank berlokasi dikantor yang umumnya menjadi satu dengan rumah Kepala Desa. Kemudian Lumbung Desa dan Bank Desa diatur berdasar sebuah keputusan untuk menjadi Badan Kredit Desa. Berusia lebih dari 100 tahun, Badan Kredit Desa (BKD) adalah salah satu lembaga kredit mikro pertama di Indonesia. BKD berada di Pulau Jawa dan Madura, dan setiap BKD dimiliki oleh Pemerintah Desa. BKD adalah perkembangan dari Lumbung Desa dan kemudian Bank Desa, yang beroperasi berdasarkan uang, dan bukannya beras.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah Undang-undang Perbankan tahun 1992, BKD diberi izin sebagai Bank Perkreditan Rakyat secara kolektif, karena BKD dinilai terlalu kecil untuk menerima lisensi BPR sendiri-sendiri, dan pembukaan BKD baru tak diijinkan.<span> </span>Pada akhir tahun 1996, hanya terdapat 4906 BKD yang masih aktif, dan setiap BKD menyediakan pinjaman komersial kecil bagi para individu yang tinggal di desa. Tidak semua desa memiliki BKD, dalam prakteknya lembaga ini juga melayani penduduk di desa tetangga. Walau data dari jenis kelamin tidak tersedia, sebagian besar nasabah BKD adalah wanita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Walau kedua orang tua saya berpenghasilan tetap, namun karena nenek seorang petani, ibu mengajarkan cara menabung secara sederhana, yaitu setiap kali akan menanak nasi, maka diambil segenggam beras yang dipisahkan pada wadah tertentu, yang pada akhir bulan bisa digunakan paling tidak untuk bahan menanak nasi selama dua hari. Masa kecilku, yang pernah merasakan bagaimana segala sesuatunya dijatah (mendapat kupon untuk mengambil beras, gula, minyak dan sebagainya), membuat para ibu rumahtangga harus kreatif untuk bisa mencukupi kebutuhan pangan bagi anggota keluarganya. Dan juga tak ada sejengkal tanahpun yang tersisa, tanpa ditanami bahan pangan, seperti cabe, bayam, kangkung, labu siam dan lain-lain. Pada saat itu, hanya bahan pokok tertentu yang masih harus dibeli diluar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Entah kenapa, saat itu menabung jarang dilakukan melalui Bank, mungkin karena letak Bank di kota, yang memerlukan waktu cukup lama, dan harus naik sepeda atau becak ditambah jalan kaki. Cara menabung yang lain adalah menggunakan sistem arisan, dan hasil penerimaan arisan harus dapat digunakan untuk investasi dan tidak boleh untuk konsumsi rumahtangga. Yang sering adalah, uang arisan yang diterima adalah untuk membeli peralatan sekolah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jika sekarang pulang kampung, desaku telah termasuk kotamadya, dan sawah ladang telah digantikan oleh perumahan penduduk. Anak-anak yang dibesarkan oleh para petani, sebagian besar telah keluar dari kampung dengan berbagai profesi. Temanku saat SD, yang saat itu kalau belajar sambil menunggang kerbau di sawah, anaknya memang pandai, sekarang telah menjadi seorang dokter dan bekerja di sebuah rumah sakit di ibu kota propinsi, berjarak 5 (lima) jam perjalanan dari kotaku. Beberapa teman lain, rata-rata telah sukses di bidang pekerjaan masing-masing, dan jarang yang kembali ke sawah, atau karena memang sudah tak punya sawah. Sawahnya adalah bidang pekerjaannya tadi. Musim memang telah berganti, namun menabung tetap merupakan kebiasaan yang perlu di biasakan, karena dengan menabung tadi kita bisa melakukan perencanaan, seperti halnya petani yang menabung melalui lumbung desa, agar jika terjadi paceklik, karena musim kemarau berkepanjangan, tetap masih punya uang untuk memberi makan anggota keluarganya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Sumber data:</strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">The Micro Finance Revolution. Vol 2: Lessons from Indonesia.      Marguerite S. Robinson. The World Bank, Washington, D. C. Open Society      Institute, New York</li>
<li class="MsoNormal">Beberapa catatan dan pengamatan penulis</li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1600/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1600&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/01/26/kehidupan-masa-kecil-di-desa-dan-lumbung-desa-yang-berfungsi-sebagai-jaring-pengaman-masyarakat-petani-di-pedesaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati nonton film sendirian</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/01/17/menikmati-nonton-film-sendirian/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/01/17/menikmati-nonton-film-sendirian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 11:40:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1554</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak termasuk pecandu film, banyak film yang awalnya ingin ditonton, tapi nggak jadi nonton hanya gara-gara malas keluar rumah. Hal ini berbeda dengan si sulung, entah dia meniru siapa, dia benar-benar maniak film. Dan dia benar-benar menikmati film, bukan sekedar menikmati jalan ceritanya, tapi juga sampai menganalisis pencahayaan, skenario nya, serta membayangkan bagaimana film [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1554&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saya tidak termasuk pecandu film, banyak film yang awalnya ingin ditonton, tapi nggak jadi nonton hanya gara-gara malas keluar rumah. Hal ini berbeda dengan si sulung, entah dia meniru siapa, dia benar-benar maniak film. Dan dia benar-benar menikmati film, bukan sekedar menikmati jalan ceritanya, tapi juga sampai menganalisis pencahayaan, skenario nya, serta membayangkan bagaimana film tersebut dibuat.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1554"></span>Saat si sulung masih SMA, suatu ketika dia ijin mau ketemu teman-temannya. Dia juga minta ijin untuk membawa kue, karena masing-masing yang hadir diwajibkan membawa buah tangan. Saya bertanya mau ketemu teman dimana? Dia menjawab di Pondok Indah, dan saat itu saya belum sadar dia mau ketemu siapa.</p>
<p style="text-align:justify;">Besoknya dalam mengobrol, akhirnya si sulung cerita bahwa dia ketemu dengan kelompok Garin Nugroho, Marisya Haque dan lain-lain. Saya agak kaget, terus saya tanya, apakah ini pertama kalinya dia ketemu, kok dia nggak seperti baru ketemu selebriti. Ternyata diam-diam si sulung sudah sering diskusi dengan para sutradara, dan penulis skenario.</p>
<p style="text-align:justify;">Gara-gara si sulung, saya menikmati menonton film dari sudut pandang lain. Kalau dulu hanya melihat jalan ceritanya, atau wajah keren pemainnya, sekarang mencoba untuk melihat hal-hal lain. Dan karena tahu si sulung menyukai film garapan Hanung Bramantya, saya hari ini mencoba nonton <a href="http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2009/01/perempuan-berkalung-sorban-ditunda.html">film garapan</a> Hanung Bramantyo yang berjudul &#8220;Perempuan berkalung sorban&#8221; di Pondok Indah Mall, sendirian. Awalnya agak kagok juga, tapi setelah dipikir-pikir, lha kenapa mesti sungkan, kan kita juga nggak kenal yang lainnya. Saya akan mencoba menuliskannya, dan harap dicatat, ini bukan resensi film, tapi kesan-kesan saya atas film tersebut, maklum saya belum pernah menulis resensi film.</p>
<p style="text-align:justify;">Adegan dalam film dibuka dengan Anissa yang sedang berlari mengendarai kuda putih di pinggir pantai, dengan ombak yang bergulung-gulung. Kemudian diceritakan bagaimana Anissa (bungsu dan perempuan satu-satunya), mempunyai dua orang kakak laki-laki, dibesarkan di sebuah pesantren tradisional (saya tak tahu apa masih ada ya pesantren seperti ini, dalam arti budaya kerjanya). Ayahnya adalah seorang Kyai, dan sebagai pemilik pesantren tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Disini dikisahkan bagaimana Anissa sejak kecil telah memberontak atas norma-norma yang dinilainya tidak adil, yang sangat membedakan antara perempuan dan laki-laki. Bahwa perempuan tak boleh naik kuda, juga tak perlu sekolah tinggi, dilarang menonton film, karena bisa kena pengaruh tidak baik. Secara diam-diam, Anissa diajari naik kuda oleh Liknya (pamannya), di pinggir pantai. Anissa sangat dekat dengan Liknya, karena Liknya (Khudori) berbeda dengan kakak lelakinya, yang mendorong Anissa untuk terus belajar agar nantinya bisa berbuat banyak bagi kaum nya. Namun kedekatan dengan Khudori tak bisa seterusnya, karena Khudori harus melanjutkan kuliah ke Cairo, sehingga Anissa tak punya teman untuk diskusi. Di Cairo, Khudori sering menulis surat dan mengirimkan buku, dikisahkan buku yang mempengaruhi Anissa adalah &#8220;Bumi Manusia&#8221; karangan Pramudya Ananta Toer, yang dikirim oleh Lik nya. Anissa sangat terkesan dengan karakter Nyai Ontosoroh.</p>
<p style="text-align:justify;">Khudori lama tidak berkirim surat, karena galau dengan hatinya, dia tahu bahwa dia anak seorang sederhana dan tak sepadan dengan Anissa, walau masih sepupu dari ibunya Anissa. Pada saat  Anissa begitu gembiranya karena diterima untuk melanjutkan kuliah di Yogya dengan beasiswa, ayahnya tidak menyetujui, karena tidak mungkin membiarkan Anissa tinggal di Yogya tanpa muhrimnya. Akhirnya Anissa dikawinkan dengan anak pemilik pesantren lain, yang dianggap oleh ayahnya, perkawinan ini akan meneguhkan pertautan antara dua pesantren.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata pernikahan Anissa tidak bahagia, Sam (suaminya) suka mabuk, suka memaksa, bahkan melakukan kekerasan secara fisik (KDRT). Disini akting Revalina S. Temat, yang bermain sebagai Anissa sangat bagus, bagaimana dia mengekspresikan pemberontakannya, walaupun akhirnya terpaksa kalah dengan budaya yang ketat, dan  aturan sekelilingnya. Dalam kondisi rumah tangga tak bahagia seperti ini, datang seorang perempuan hamil yang mencari Sam, mengaku kalau telah hamil oleh Sam. Dan keluarga Sam membela anaknya, dengan alasan dalam Islam, seorang laki-laki boleh menikahi 4 perempuan jika bisa bersifat adil. Ternyata Sam tetap kasar, dan bahkan Anissa makin tersisih setelah isteri kedua Sam melahirkan anak, Anissa sering harus momong bayi isteri kedua Sam, pada saat Sam  berhubungan dengan isteri keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu ketika Anissa pergi menjenguk orangtuanya, karena ayahnya sakit, dan ketemu lagi dengan Khudori. Anissa yang sangat tertekan, mengajak Khudori melarikan diri dari pesantren bersamanya. Khudori berusaha menenangkan Anissa. Sayang, ternyata Sam yang menemukan surat Khudori menyusul ke pesantren Al Huda (pesantren milik ayah Anissa), dan menemui kedua orang ini. Kedua orang ini (Anissa dan Khudori ditarik keluar), dan akan dirajam dengan lemparan batu. Batu-batu mulai beterbangan, untuk kali ini ibu Anissa (dimainkan dengan bagus oleh Widyawati) berani berteriak, dan mengatakan siapapun boleh merajam kedua sejoli itu asalkan yakin tidak punya dosa, ternyata tak satupun orang berani mengakui tak punya dosa, termasuk ayah Anissa. Karena shock, ayah Anissa meninggal.</p>
<p style="text-align:justify;">Anissa akhirnya pergi ke Yogya, menemui temannya saat di pesantren, yang meneruskan kuliah di Yogya. Disini Anissa akhirnya bisa berjuang hidup, dengan menulis, sekolah lagi (tak dijelaskan sekolah dimana), dan akhirnya ketemu Khudori yang telah bekerja di Yogya. Anissa bekerja di lembaga yang menangani konsultasi kaum perempuan, yang mengalami kekerasan dalam rumah tangganya. Pada akhirnya Anissa dan Khudori menikah. Disini diceritakan bagaimana setiap kali Anissa masih trauma pada saat Khudori mendekatinya, yang akan mengingatkan dia saat dipaksa oleh mantan suami pertama nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena  mempunyai kelainan pada kandungannya, dokter menyarankan Anissa istirahat yang cukup, agar bayinya lahir selamat. Anissa dan Khudori kembali ke pesantren. Anissa mencoba memperkenalkan anak didik pesantren, khususnya santriwati, dengan buku-buku yang dikirim dari Yogya, namun kakak dan pengurus pesantren lain tidak menyukai ide tersebut. Kemudian Sam datang menagih uang kepada kedua kakak Anissa, disini Anissa kaget karena baru tahu bahwa uang untuk membangun pesntren adalah pinjaman dari Sam.</p>
<p style="text-align:justify;">Anissa sangat marah, dan merasa nggak nyaman lagi tinggal di pesantren. Dia mengajak Khudori kembali ke Yogya, yang sayangnya Khudori kecelakaan saat dalam perjalanan mau pesan tiket. Bagaimana perjuangan Anissa untuk membuat anak perempuan tetap menjadi seorang muslimah, bersikap santun sebagai calon ibu,  namun memperoleh kebebasan, merupakan hal yang sangat menarik.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana dalam film Ayat-ayat Cinta, saya tertarik dengan cara Hanung mengeksekusi akhir ceritanya. Disini diceritakan bahwa akhirnya Anissa dapat membangun perpustakaan yang diimpikannya, namun Anissa sendiri mulai lebih baik  dalam cara meyakinkan kakak dan pengurus lain, sehingga akhirnya secara pelan mereka mau memahami perjuangan Anissa. Sebagaimana yang pernah dikatakan Khudori, merubah pandangan orang harus bertahap, ibaratnya seperti membangun rumah. Hanung tidak membuat perubahan itu mendadak menjadi sebuah pesantren yang modern, tapi secara bertahap, paling tidak santriwati telah memperoleh kebebasan dalam berpendapat.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya belum pernah membaca buku aslinya, sehingga tak bisa membandingkan,  namun menurut saya film ini menarik untuk ditonton.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1554&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/01/17/menikmati-nonton-film-sendirian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa sebaiknya pindah ke pra bayar ?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/01/11/apa-sebaiknya-pindah-ke-pra-bayar/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/01/11/apa-sebaiknya-pindah-ke-pra-bayar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 03:35:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1517</guid>
		<description><![CDATA[Seharusnya langganan kartu pasca bayar lebih nyaman, mendapatkan kemudahan, dan tak perlu repot mengisi ulang. Namun sepertinya zaman keemasan kartu pasca bayar ini sekarang perlu dipertanyakan lagi.
Pada akhir-akhir ini semakin menyebalkan gangguan melalui kartu pasca bayar ini, dari sms yang aneh-aneh, sampai telepon yang mengaku-ngaku dari Mabes, dan menawarkan penjualan barang sitaan. Konyol sekali, sebetulnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1517&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Seharusnya langganan kartu pasca bayar lebih nyaman, mendapatkan kemudahan, dan tak perlu repot mengisi ulang. Namun sepertinya zaman keemasan kartu pasca bayar ini sekarang perlu dipertanyakan lagi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1517"></span>Pada akhir-akhir ini semakin menyebalkan gangguan melalui kartu pasca bayar ini, dari sms yang aneh-aneh, sampai telepon yang mengaku-ngaku dari Mabes, dan menawarkan penjualan barang sitaan. Konyol sekali, sebetulnya saya mau ngecek, tapi saya pikir buat apa, setelah saya periksa nomor yang digunakan untuk menelepon bukan telepon kabel, dan bukan kartu pasca bayar, tapi kartu pra bayar. Belum telepon menawarkan Kartu Kredit dll, saya sempat berpikir apa mereka tak mempelajari siapa orang yang dihubungi itu? Atau ngasal aja?</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi di satu sisi, saya salut sama ide orang-orang ini, yang tak kenal lelah memberondong penawaran berbagai macam. Jadi kalau menerima telepon, terus mendengar suara yang bermanis-manis dan berputar-putar, pakai memuji dulu, langsung udah di <em>cut </em>dan mengatakan saya tak tertarik apapun yang ditawarkan. Namun tetap aja masih sering dapat penawaran yang aneh-aneh.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemarin mendapat lagi sms yang menggelikan dari nomor  08193263209x, yang bunyinya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">New Technology</p>
<p style="text-align:justify;">CSO 08125633304x</p>
<p style="text-align:justify;">1. Pantau</p>
<p style="text-align:justify;">Keluarga/Pasangan/Karyawan dg HP (bs pantaukomunikasi dan smsnya)</p>
<p style="text-align:justify;">2. Anti sadap HP</p>
<p style="text-align:justify;">(Tidak bsa Disadap oleh PIHAK LAIN)</p>
<p style="text-align:justify;">Saya benar-benar ngakak, mungkin orang itu benar-benar iseng, atau berpikir, orang Indonesia banyak yang suka selingkuh, atau suka memata &#8211; matai orang lain. Dan kenapa kita mesti menggunakan teknologi anti sadap? Memangnya kita mau menelepon siapa sih? Tapi salut sama mereka, diantara semakin getolnya KPK berusaha mengungkapkan kasus korupsi mereka pikir banyak orang yang akan tertarik penawaran seperti itu. Apakah anda pernah mendapat tawaran seperti itu? Dan tertarik?</p>
<p style="text-align:justify;">Dan semua gangguan itu adalah melalui hape saya yang pasca bayar. Padahal hape pasca bayar, biaya bulanan lebih mahal karena ada uang abonemen. Dan gangguan seperti itu belum pernah melalui hape pra bayar, atau mungkin dianggap belum mampu? Paling-paling gangguan yang melalui hape pra bayar adalah penawaran untuk terus melakukan sms atau telepon sampai jumlah tertentu, agar mendapat bonus sms dan telepon gratis. Dan gangguannya jauh lebih sedikit dibanding hape pasca bayar.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi mulai saat ini, saya akan mengabaikan panggilan lewat telepon yang nomornya tak dikenal, daripada sia-sia. Dan saya tahu, pada umumnya orang akan kirim sms dulu memperkenalkan diri, dan ijin apa bisa menelepon, jika memang tak kenal secara dekat. Dan memang tagihan kartu pasca bayarku makin sedikit, karena saya sekarang lebih suka melalui pra bayar (apalagi setelah <a href="http://edratna.wordpress.com/2008/12/27/im3-lebih-baik-dibanding-telkomsel/">kasus kemarin</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1517/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1517&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/01/11/apa-sebaiknya-pindah-ke-pra-bayar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>