<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Dec 2009 03:51:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='edratna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a5b4bd50f43c4b7f96c99134e7b550f0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title> &#187; Pendidikan</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>PCSM</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/11/06/pcsm/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/11/06/pcsm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 08:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2962</guid>
		<description><![CDATA[Setiap Bank memberikan nama yang berbeda terhadap program pelatihan para Calon Staf Pimpinan yang berasal dari fresh graduate. Ada yang menamakan Management Trainee (MT), Officer Development Program (ODP), Calon Staf (CS), PPS (Program Pengembangan Staf),  PCSM (Pendidikan Calon Staf Muda), dsb nya.
Kali ini saya bersama teman instruktur lain, yang terdiri dari tiga orang instruktur untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2962&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Setiap Bank memberikan nama yang berbeda terhadap program pelatihan para Calon Staf Pimpinan yang berasal dari<em> fresh graduate</em>. Ada yang menamakan <em>Management Trainee </em>(MT), <em>Officer Development Program</em> (ODP), Calon Staf (CS), PPS (Program Pengembangan Staf),  PCSM (Pendidikan Calon Staf Muda), dsb nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2962"></span>Kali ini saya bersama teman instruktur lain, yang terdiri dari tiga orang instruktur untuk masing-masing tim, mendapat tugas memberikan pelatihan bagi para Sarjana yang baru masuk ke sebuah Bank di ujung Indonesia sebelah timur.  Peserta seluruhnya terdiri dari 86 siswa, yang dibagi dalam tiga kelas, dan sebagian besar perempuan. Oleh karena itu diperlukan tiga instruktur dalam setiap tim. Kebetulan tim saya mendapat tugas memberikan pelatihan tentang &#8220;<em>Credit Management</em>&#8220;. Pelatihan yang menarik dan merupakan tantangan bagi instruktur karena peserta terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, bahkan ada yang dari latar belakang ilmu yang sebelumnya jarang menggunakan angka-angka.<img class="aligncenter size-medium wp-image-2964" title="Kelas A" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/kelas-a.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kelas A" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2965" title="Kelas B" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/kelas-b.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Kelas B" width="300" height="224" /></p>
<div id="attachment_2966" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2966" title="Kelas C" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/kelas-c.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kelas C" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kelas C</p></div>
<p style="text-align:justify;">Udara yang panas dan lembab tidak menurunkan semangat kami untuk bisa men <em>delivered </em>ilmu kepada para peserta. Untuk memudahkan, dalam setiap tahapan materi, diberikan latihan-latihan, juga berupa diskusi kelompok, serta setiap selesai pembelajaran, para peserta diminta untuk membuat resume materi yang disampaikan oleh instruktur pada hari itu, yang malamnya akan dinilai oleh instruktur.</p>
<div id="attachment_2967" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2967" title="Diskusi kelompok" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/diskusi-kelompok.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Diskusi kelompok" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Diskusi kelompok</p></div>
<p>Dengan demikian, instruktur bisa menilai apakah materi yang disampaikan telah dipahami dengan benar oleh para peserta.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimanapun kerasnya instruktur berusaha, pasti masih ada kekurangannya, dan tentu saja saya berharap para peserta terus semangat untuk menimba ilmu, karena pada dasarnya pelatihan yang diberikan adalah sebagai dasar untuk bekerja. Setelah <em>in class training,</em> para peserta melakukan <em>job training</em> yang tersebar diseluruh wilayah operasional, tempat Bank tersebut berada. Rata-rata usia peserta masih muda, sepantaran si bungsu, sehingga rasanya hubungan kami menjadi seperti ibu dan anak.</p>
<div id="attachment_2968" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2968" title="Gaya anak-anak muda" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/gaya-anak-anak-muda.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Gaya anak-anak muda" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Mereka seumur dengan si bungsu</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pelatihan seperti ini tak hanya cukup sekali, setelah mereka ditempatkan masih perlu adanya <em>refreshing</em>, dan pada saat seperti ini, kalau kebetulan saya masih mendapat kesempatan untuk memberikan pelatihan pada program <em>refreshment</em>, akan dapat melihat bagaimana perkembangan para peserta setelah ditempatkan. Betapa senangnya, setelah satu setengah tahun kemudian, saya dapat kembali ke kota di ujung timur Indonesia ini, dan melihat beberapa mantan murid saya yang telah mendapatkan posisi sebagai karyawan tetap, serta setelah berbincang-bincang dengan para atasannya, mereka senang mendapatkan anak buah yang pernah mendapat pelatihan dari kami. Hal yang menyenangkan bagi seorang pengajar jika melihat bahwa peserta yang pernah diberikan pelatihan dapat meniti karir dengan lancar.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2962/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2962/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2962/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2962/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2962/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2962/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2962/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2962/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2962/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2962/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2962&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/11/06/pcsm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/kelas-a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kelas A</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/kelas-b.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kelas B</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/kelas-c.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kelas C</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/diskusi-kelompok.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Diskusi kelompok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/gaya-anak-anak-muda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gaya anak-anak muda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merancang &#8220;Sebuah Seminar atau Pelatihan&#8221;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/07/31/merancang-sebuah-seminar-atau-pelatihan/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/07/31/merancang-sebuah-seminar-atau-pelatihan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 09:06:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2667</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang telah terbiasa, maka merancang sebuah pelatihan atau seminar merupakan kegiatan sehari-hari. Namun bagaimana agar seminar atau pelatihan tersebut laku dijual dan bermanfaat bagi para  partisipan?  Bagi sebuah provider yang bergerak di bidang pelatihan, merancang seminar atau pelatihan didasarkan atas kebutuhan masyarakat. Siapa partisipan  yang diharapkan akan  tertarik untuk datang ke  Seminar atau Pelatihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2667&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bagi yang telah terbiasa, maka merancang sebuah pelatihan atau seminar merupakan kegiatan sehari-hari. Namun bagaimana agar seminar atau pelatihan tersebut laku dijual dan bermanfaat bagi para  partisipan?  Bagi sebuah <em>provider</em> yang bergerak di bidang pelatihan, merancang seminar atau pelatihan didasarkan atas kebutuhan masyarakat. Siapa partisipan  yang diharapkan akan  tertarik untuk datang ke  Seminar atau Pelatihan tersebut?</p>
<p><span id="more-2667"></span>Agar program  seminar atau pelatihan dapat berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.</p>
<p><strong>1. Tetapkan segmen peserta yang akan dijadikan target seminar atau pelatihan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menentukan siapa kriteria peserta yang mengikuti pelatihan adalah untuk memudahkan menyesuaikan materi seminar atau pelatihan, dengan harapan atau kebutuhan para peserta. Kriteria peserta juga akan memudahkan untuk melihat apakah suatu  seminar dirancang untuk pengenalan, <em>awareness</em>, atau spesifik pada bidang pekerjaan tertentu. Misalnya, pelatihan untuk<em> auditor</em>, maka para peserta adalah orang-orang yang berkecimpung di bidang audit, dan ini akan berbeda bilamana para peserta merupakan campuran  dari bidang-bidang  yang lain, seperti <em> funding</em>, <em>treasury </em>dan lain-lain</p>
<p><strong>2. Materi yang akan diberikan untuk seminar atau  pelatihan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada umumnya  penyusunan materi diawali dari strategi, filosofi, agar para peserta memahami latar belakang sejak dari awal. Apabila para peserta telah dipilih mempunyai persyaratan tertentu, misalnya pendalaman tentang pembiayaan  sindikasi, maka dalam pelatihan lebih banyak dilakukan pembahasan kasus, dan langsung pada sasaran. Kriteria para peserta tentu saja adalah orang-orang yang telah mempunyai pengalaman di bidang perkreditan, serta  memahami  hukum  perkreditan.</p>
<p><strong>3. Siapa pengajar atau pembicara dalam  seminar atau pelatihan tersebut</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pengajar yang dipilih tergantung  dari tujuan seminar atau pelatihan, apakah seminar/pelatihan dimaksudkan untuk lebih memahami kebijakan yang dikeluarkan oleh institusi tertentu, atau seminar/pelatihan dimaksudkan agar para peserta dapat langsung menerapkan  hasilnya dilapangan.</p>
<p><strong>4. Metodologi seminar atau pelatihan</strong></p>
<p>Bisa berupa ceramah, diskusi interaktif, <em>role play</em>, studi kasus, dsb nya</p>
<p>Jenis pelatihan:</p>
<ol>
<li><em>In house training</em>, seminar, <em>workshop</em></li>
<li>Pendidikan Pengembangan</li>
</ol>
<p>Pendidikan pengembangan bagi seorang staf yang direncanakan  suatu  saat  akan menjadi Pimpinan, maka pelatihan yang diberikan dapat dibagi menjadi:</p>
<p style="text-align:justify;">-  Pendidikan  yang  bersifat  ketrampilan, atau meningkatkan  <em>skill</em> sesuai kebutuhan bagi seorang banker</p>
<p style="text-align:justify;">- Pendidikan yang bersifat konseptual, sehingga nantinya diharapkan para Staf terlatih untuk bisa melihat secara aktif filosofi dari setiap materi pelatihan yang diberikan, yang membuat seorang Staf dapat memahami dan mencari jalan keluar setiap permasalahan yang ada dalam pekerjaannya</p>
<p style="text-align:justify;">- <em> On the job training</em>, disini Staf dilatih langsung untuk mengikuti praktek dilapangan, serta melihat titik risiko dari setiap operasional di unit kerja</p>
<p><strong>5. Biaya  seminar atau pelatihan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk bisa  menentukan berapa biaya sebuah seminar atau pelatihan, maka harus dibuat <em>budget plan</em> untuk setiap proyek,  sehingga kita bisa membuat rencana berapa pemasukan yang akan diterima serta biaya yang harus dikeluarkan. Kita juga harus bisa melihat berapa harga pesaing kita di pasar. Harga yang terlalu rendah, akan dianggap penyelenggara seminar kurang <em>bonafide</em>, di satu sisi jika terlalu mahal juga tak ada yang berminat.</p>
<p style="text-align:justify;">Biaya seminar antara lain terdiri dari::</p>
<ol>
<li><em>Venues</em> &amp; <em>Accomodation</em></li>
<li>Honor <em> speakers or</em> instruktur</li>
<li><em>Token  of appreciation</em></li>
<li>Media <em> Partner</em></li>
<li><em>Certificate</em> &amp;<em> Seminar Kit</em></li>
<li>SPG, transport dll</li>
</ol>
<p>Pemasukan, antara lain diperoleh dari:</p>
<ol>
<li>Pembayaran dari <em>participants</em></li>
<li><em>Sponsorship</em></li>
</ol>
<p><strong>6. Tempat pelaksanaan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tempat seminar atau pelatihan dapat diadakan di hotel, di tempat  klien (jika <em>berupa in house training</em>),  namun pada umumnya merupakan tempat  yang dianggap layak, dan sarana serta prasarana nya sesuai dengan tujuan penyelenggaraan seminar atau pelatihan  dimaksud.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya, keberhasilan sebuah  seminar atau pelatihan  adalah bagaimana cara kita mengolah materi  seminar atau pelatihan, siapa pembicaranya, dan kepada siapa seminar atau pelatihan tersebut akan ditawarkan. Koordinasi dan <em>quality control </em>antara bagian pengkajian/pembuatan materi, pemilihan pembicara, dan marketing sangat penting karena menjadi satu kesatuan untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan sebuah seminar atau pelatihan. Dan tentu saja, topik yang diangkat dalam seminar atau pelatihan hendaknya topik yang memang sedang dibutuhkan oleh orang banyak, sehingga seminar/pelatihan tersebut dipadati peserta. Atau topiknya terbatas pada kalangan tertentu,  yang saat ini harus menyesuaikan dengan peraturan, seperti<em> Risk Management</em>, yang unuk kalangan Perbankan harus sesuai standard <em>Basel II</em>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2667/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2667&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/07/31/merancang-sebuah-seminar-atau-pelatihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mungkinkah menunda kepikunan?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/03/03/mungkinkah-menunda-kepikunan/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/03/03/mungkinkah-menunda-kepikunan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 06:22:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1835</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang dimaksud dengan pikun? Menurut KBBI, pikun atau linglung atau pelupa, dapat diartikan sebagai tingkah laku (sering lupa dsb nya) yang biasa terjadi pada usia lanjut. Ternyata pikun ini tidak hanya menghinggapi orang yang berusia lanjut, bahkan para eksekutif muda bisa terkena, yang sebagian disebabkan karena stres. Bedanya, kepikunan pada eksekutif muda, jika diberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1835&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Apa yang dimaksud dengan pikun? Menurut KBBI, pikun atau linglung atau pelupa, dapat diartikan sebagai tingkah laku (sering lupa dsb nya) yang biasa terjadi pada usia lanjut. Ternyata pikun ini tidak hanya menghinggapi orang yang berusia lanjut, bahkan para eksekutif muda bisa terkena, yang sebagian disebabkan karena stres. Bedanya, kepikunan pada eksekutif muda, jika diberikan perawatan yang benar (sesuai dengan penyebabnya), maka kepikunan ini bisa disembuhkan.</p>
<p><strong><span id="more-1835"></span>Mengapa saya cerita tentang pikun? </strong><br />
Awal mula blog ini dibuat, antara lain juga untuk mengatasi agar tak mudah pikun. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, kami yang saat itu sedang mengikuti pelatihan kewirausahaan (diadakan oleh perusahaan, untuk mempersiapkan para staf/pejabat yang akan memasuki masa pensiun), diberikan pelatihan, dan salah seorang dokter menyarankan agar kita tetap melatih agar otak kita bekerja, dengan cara menulis, mendongeng, dan hal-hal yang membuat otak bekerja. Membaca ternyata merupakan pekerjaan pasif, yang tidak merangsang otak untuk berpikir, kecuali hasil bacaan tadi diceritakan kembali pada orang lain, atau dituliskan lagi.</p>
<p>Pada saat perjalanan pulang dari Bandung ke Jakarta, saya membeli Intisari di stasiun, maksudnya untuk dibaca selama perjalanan. Karena ketemu teman perjalanan yang mengasyikkan, majalah tadi tak tersentuh. Kemudian karena kesibukan, Intisari tadi baru saya baca belakangan ini. Ternyata ada isinya yang menarik, yang berjudul “Masih Muda kok Pikun”, karangan M.Sholekhudin.  Dan karena isinya menarik, saya ingin <em>sharing</em> di blog ini.</p>
<p>Menurut M. Sholekhudin, <span style="text-decoration:underline;">faktor  risiko yang menyebabkan kepikunan datang lebih cepat</span>,  walaupun pada umumnya faktor ini dapat dikendalikan, adalah:<br />
•Stres berkepanjangan<br />
•Kurang istirahat<br />
•Konsumsi obat2an tertentu<br />
•Kebiasaan merokok dan minum alkohol<br />
•Diabetes, hipertensi dan hiperkolesterolemia</p>
<p>Kelima hal tersebut dengan perawatan dan konsultasi dengan dokter dapat dikendalikan, dan pasien masih mempunyai kemungkinan sembuh seperti sediakala</p>
<p><strong>Bagaimana menunda kepikunan?</strong><br />
Sebagaimana yang pernah saya peroleh saat pelatihan kewirausahaan, M. Sholekhudin juga menyatakan, bahwa jika kita tidak ingin cepat pikun, maka faktor risiko yang bisa mempercepat kepikunan harus dihindari. Selain itu ada tip yang disarankan agar kepikunan tidak datang lebih cepat, antara lain dengan:<br />
<span style="text-decoration:underline;"><br />
a.Pelajari hal-hal baru</span><br />
Dengan mempelajari hal baru, maka kita melatih fungsi otak untuk melakukan<em> save</em>. Pada saat kita mengingat kembali hal baru yang dipelajari, kita melatih sel otak untuk melakukan fungsi <em>open.</em> Latihan ini akan membuat otak lebih aktif dan tidak gampang pikun. Sebaliknya jika kita malas mempelajari hal baru, dan merasa nyaman dengan kondisi yang monoton, sel otak kita akan terbiasa hanya fungsi <em>open</em> saja (membuka data). Tidak terbiasa dengan fungsi <em>save </em>(menyimpan ingatan). Padahal, kedua fungsi ini sama pentingnya dalam kaitan daya ingat.<br />
<span style="text-decoration:underline;"><br />
b.Jangan bebani otak melebihi kapasitasnya</span><br />
Terus mengaktifkan otak dan mempelajari hal-hal baru memang diperlukan, tapi otak juga mempunyai titik jenuh. Jika terus menerus bekerja, kinerjanya akan seperti komputer yang terus dipakai bekerja. Fungsi konsentrasi akan terganggu, karena itu otak juga perlu istirahat.<br />
<span style="text-decoration:underline;"><br />
c.Perbanyak kegiatan interaktif</span><br />
Kegiatan interaktif akan membuat sel otak  terlatih menerima data, menyimpan, mengolah dan membukanya kembali. Kegiatan interaktif ini, misalnya bertemu dan berdiskusi dengan orang lain. Disitu ada proses mendengar informasi, mengolahnya dan mengeluarkannya secara aktif. Kurangi kegiatan yang membuat kita menerima data saja, seperti menonton teve.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">d.Terapkan gaya hidup sehat</span><br />
Olahraga teratur akan memperlancar pasokan nutrisi dan oksigen ke otak sehingga sel-sel otak bagian memori selalu bugar. Gizi yang cukup akan membuat proses regenerasi sel otak menjadi lancar.</p>
<p>Sebagaimana yang pernah diajarkan pada saya saat pelatihan, kita memang tak bisa menghindari faktor usia lanjut dan pikun, namun kita bisa menunda kepikunan tersebut dengan gaya hidup sehat, selalu aktif mempelajari hal-hal baru, banyak berinteraksi dengan orang lain, kalaupun tak menungkinan bisa dilakukan dengan menulis. Dengan menulis, paling tidak kita berusaha mengingat kembali apa yang kita baca, serta berusaha menuliskan kembali dengan gaya bahasa seperti yang kita inginkan.</p>
<p>Aktif menulis di blog, bisa menjadi upaya untuk menunda kepikunan ini.<br />
<strong><br />
Bahan Bacaan:</strong><br />
1.M. Sholekhudin. Masih Muda kok Pikun. Intisari, Januari 2009 hal 54-60.<br />
2.Pelatihan Kewirausahaan, untuk para Staf/pejabat salah satu Bank BUMN. Agustus 2006.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1835/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1835&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/03/03/mungkinkah-menunda-kepikunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sarasehan dan syukuran Komunitas &amp; Pusat Studi Indigo Indonesia</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/08/13/sarasehan-dan-syukuran-komunitas-pusat-studi-indigo-indonesia/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/08/13/sarasehan-dan-syukuran-komunitas-pusat-studi-indigo-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 15:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan saya tentang &#8220;anak indigo&#8221; masih tetap menduduki ranking atas untuk pembaca blog ini. Dan walaupun telah beberapa kali saya berusaha mencoba menjelaskan bahwa saat ini telah ada website dan komunitas indigo yang mudah di akses melalui internet, ternyata masih banyak yang nyasar ke blog ini, dan sayangnya saya tak bisa memberikan jawaban karena kebetulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=609&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tulisan saya tentang <a href="http://edratna.wordpress.com/2008/01/15/apakah-anak-anda-termasuk-anak-indigo/">&#8220;anak indigo&#8221;</a> masih tetap menduduki ranking atas untuk pembaca blog ini. Dan walaupun telah beberapa kali saya berusaha mencoba menjelaskan bahwa saat ini telah ada <em><a href="http://edratna.wordpress.com/2008/06/06/telah-ada-website-tentang-anak-indigo/">website</a></em> dan komunitas indigo yang mudah di akses melalui internet, ternyata masih banyak yang nyasar ke blog ini, dan sayangnya saya tak bisa memberikan jawaban karena kebetulan saya bukan dalam kapasitas yang dapat menjawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, kebetulan dua minggu mendatang ada acara sarasehan dan syukuran Komunitas dan Pusat Studi Indigo Indonesia, yang akan diadakan pada tanggal 23 Agustus 2008 jam 9.00 s/d 15.00 di  Gedung Rimbawan I, Manggala Wanabakti. Bagi bapak ibu, para akademisi, yang ingin tahu lebih banyak tentang anak indigo ini, dapat melihat pengumumannya di <a href="http://www.indigoindonesia.com/kegiatan/34-aboutorganisasi/61-seminar"><em>web site</em> </a>nya. Insya Allah saya juga akan hadir, dan bagi yang hadir semoga segala pertanyaan yang masih ingin disampaikan, akan mendapat jawaban yang memuaskan dari para ahlinya. Pada acara ini, juga akan ada semacam <em>talk show</em> yang merupakan pengalaman orangtua bagaimana cara memahami dan mendidik anak indigo.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah2an yang masih belum jelas tentang anak &#8220;indigo&#8221; dapat mengunjungi <em>web site</em> nya, dan mohon maaf jika pertanyaan tentang anak indigo, saya tak bisa menjawabnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/edratna.wordpress.com/609/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/edratna.wordpress.com/609/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/609/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=609&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/08/13/sarasehan-dan-syukuran-komunitas-pusat-studi-indigo-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Telah ada Website tentang &#8220;anak indigo&#8221;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/06/06/telah-ada-website-tentang-anak-indigo/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/06/06/telah-ada-website-tentang-anak-indigo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 02:34:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan saya tentang anak indigo, ternyata banyak yang berminat. Saya mencoba menghubungi mbak Rossini (indigo dewasa) yang selama ini banyak membantu membimbing anak indigo, dan beliau kemudian berkenan memberikan alamat klinik yang dapat memberikan konsultasi tentang anak indigo, sayangnya klinik tersebut beralamat di Jakarta, sehingga tak dapat menjembatani anak-anak yang berkedudukan di kota lain.

Syukurlah, pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=453&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tulisan saya tentang <a href="http://edratna.wordpress.com/2008/01/15/apakah-anak-anda-termasuk-anak-indigo/">anak indigo</a>, ternyata banyak yang berminat. Saya mencoba menghubungi mbak Rossini (indigo dewasa) yang selama ini banyak membantu membimbing anak indigo, dan beliau kemudian berkenan memberikan alamat klinik yang dapat memberikan konsultasi tentang anak indigo, sayangnya klinik tersebut beralamat di Jakarta, sehingga tak dapat menjembatani anak-anak yang berkedudukan di kota lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-453"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Syukurlah, pada tanggal 5 Juni 2008 saya mendapatkan informasi bahwa telah ada web site tentang anak indigo. Bagi teman-teman yang ingin  mengetahui lebih jauh tentang anak indigo, dapat mengunjungi <a href="http://www.indigoindonesia.com/"> Pusat Informasi dan Komunitas Indigo</a> Indonesia. Inilah alasan mengapa perlu ada website khusus indigo tersebut&#8230;..&#8221;<em>Kehadiran generasi Indigo dengan keunikan kepribadian ini sering disalah artikan oleh keluarga dan masyarakat, sehingga sering menjadi sumber ketegangan hubungan antar pribadi, atau generasi ini menjadi korban kesalahpahaman. Diperlukan informasi untuk mengenali generasi Indigo, memahami karakter dan potensi-potensi alamiah yang dimiliki serta menerima kehadiran mereka secara wajar. Website tersebut dimaksudkan untuk mencoba memberikan informasi secara jelas dan lengkap kepada anda, sehingga anda dapat lebih mengenal apa dan bagaimana &#8220;anak indigo&#8221; itu.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Secara khusus saya ingin memberikan<em> appreciate </em>kepada mbak Rossini, yang telah memberikan dedikasi, untuk  edukasi kepada masayarakat agar bagaimana menangani fenomena anak indigo ini. Saya sempat ikut mengunjungi acara &#8220;<em>Indigo Club</em>&#8221; di Ciawi pada pertengahan tahun 2006. Memang sulit bagi kaum awam untuk mengenal dan memahami anak indigo, namun bukan tak mungkin anda sendiri, anak anda, keponakan anda, ada yang mempunyai ciri-ciri sebagai indigo. Dengan adanya website ini, maka para pengunjung bisa bebas berdiskusi melalui forum, menulis email, dan mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang paham, sehingga potensi yang dimiliki anak indigo ini dapat berguna untuk kemajuan bangsa Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Catatan</span>:</p>
<p style="text-align:justify;">Karena telah ada <em>web site</em>nya, maka anda diharapkan dapat langsung mengunjungi <em>web site</em> tersebut. Untuk selanjutnya, karena saya tak punya kompetensi di bidang indigo, maka tidak dapat melayani tanya jawab tentang masalah indigo tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/edratna.wordpress.com/453/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/edratna.wordpress.com/453/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/453/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=453&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/06/06/telah-ada-website-tentang-anak-indigo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Handling Complaints: menangani nasabah/konsumen yang kecewa.</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/05/handling-complaints-menangani-nasabahkonsumen-yang-kecewa/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/05/05/handling-complaints-menangani-nasabahkonsumen-yang-kecewa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 00:40:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Bagi orang yang bekerja di suatu perusahaan, maka menjaga kepuasan nasabah adalah nomor satu. Oleh karena itu, mengatasi komplain dari nasabah merupakan hal penting, serta bagaimana agar selalu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Why is a complaint?
An expression of dissatisfaction by or on behalf of an individual/customer regarding any aspect of a service provided by [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=422&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bagi orang yang bekerja di suatu perusahaan, maka menjaga kepuasan nasabah adalah nomor satu. Oleh karena itu, mengatasi komplain dari nasabah merupakan hal penting, serta bagaimana agar selalu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Why is a complaint?</strong></em></p>
<p><em>An expression of dissatisfaction by or on behalf of an individual/customer regarding any aspect of a service provided by the firm. A complaint may be made verbally or in writing</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Why handle complaints?</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Pelanggan yang komplain oleh sebagian besar perusahaan masih dianggap sesuatu yang negatif. Perusahaan yang mendorong pelanggan untuk komplain, biasanya sudah mengalami pergeseran sikap terhadap komplain, sehingga komplain tidak dipersepsi sebagai sesuatu yang negatif, tetapi justru lebih banyak sisi positifnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-422"></span><em><strong>Fact about dissatisfied customers:</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong></strong></em>Dalam salah satu survey yang dilakukan oleh <em>Frontier</em> terhadap 2000 responden, yang menjadi nasabah, menunjukkan bahwa:</p>
<ul>
<li>Tidak semua pelanggan yang kecewa akan melakukan komplain</li>
<li>Pelanggan yang tidak puas dan tidak komplain, sekitar 20 persen menyatakan akan segera beralih ke perusahaan lain</li>
<li>Mereka yang mengajukan komplain dan kemudian diberikan tindakan penyelesaian, hanya sekitar 2-3 persen yang mempunyai niat untuk pindah ke perusahaan lain</li>
</ul>
<p>Dari fakta di atas, maka sebetulnya perusahaan harus mengucapkan terimakasih kepada pelanggan yang cerewet, yang suka komplain, karena pada dasarnya mereka menginginkan perbaikan kualitas dari produk/jasa perusahaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>The Positive Side of Complaints:</strong></em></p>
<ul>
<li>Mendesak karyawan perusahaan untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik</li>
<li>Setiap komplain akan membuat  orang bekerja dengan baik</li>
<li>Nasabah akan komplain jika mereka mempunyai perhatian dan ingin didengar</li>
<li>Menangani komplain dengan memuaskan akan meningkatkan loyalitas nasabah</li>
<li>Sebagian besar dari nasabah yang komplain sebetulnya perhatian pada perusahaan</li>
</ul>
<p>Adanya komplain, perusahaan tahu dimana letak persisnya kualitas yang harus diperbaiki. Apakah pada <em>packaging</em> nya, pada rasa, atau pada saluran distribusi. Dengan demikian akan memudahkan perusahaan untuk memperbaiki produk atau jasa tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Alternatif strategy related to complaint</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;">a)Doing right at the first time</span></em>, perusahaan berusaha untuk memuaskan seluruh pelanggan dalam kesempatan pertama, menghindari adanya kesalahan dalam memberikan layanan kepada nasabah.<span style="text-decoration:underline;"><em> b)Service recovery</em></span>, perusahaan membiarkan terjadinya ketidakpuasan dalam kesempatan pelayanan yang pertama untuk sebagian pelanggan, tetapi kemudian mendorong mereka untuk komplain dan menyelesaikan komplain dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menangani keluhan dengan system</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="text-decoration:underline;">Langkah pertama</span>: Mengelompokkan jenis problem. Setiap problem harus jelas petunjuk penyelesaian komplain<br />
<span style="text-decoration:underline;">Langkah kedua</span>: Dalam standar layanan penanganan komplain, harus jelas siapa yang menjadi tanggung jawab <em>front liners</em>, <em>supervisor</em>, manajer atau bahkan <em>top</em> manajemen.</p>
<p><strong><em>Handling complaint effectively</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em></em></strong>Ada dua kata kunci: a)kecepatan penanganan atas komplain, dan b)penyelesaian komplain</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap komplain yang disampaikan oleh para pelanggan yang mempunyai problem, haruslah disambut dengan ucapan terimakasih. Oleh karena mereka yang komplain masih menjadi pelanggan, dan perusahaan masih  diberi kesempatan untuk melakukan <em>recovery</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Langkah-langkah menangani komplain yang efektif</span> adalah:</p>
<ul>
<li>Pertama :  mengucapkan terima kasih</li>
<li>Kedua    : mengucapkan maaf</li>
<li>Ketiga    : mencari tahu informasi dari pelanggan</li>
<li>Keempat: Berjanji hal tersebut tak terulang lagi</li>
<li>Kelima   : Melakukan langkah konkrit untuk secepatnya menangani komplain</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan mempertimbangkan bahwa pekerjaan kita adalah melayani terhadap sesama, maka kepuasan pelanggan adalah merupakan suatu tujuan utama. Bagi perusahaan yang telah dapat menangani kompalin dengan baik, dan menganggap bahwa komplain merupakan masukan yang positif, maka perusahaan tadi masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kekurangannya, dan pelanggan akan tetap loyal. Pelanggan akan loyal, karena tahu jika dia melakukan komplain, akan dilayani dengan baik, dan dilakukan perbaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pengalaman sendiri, saya dan suami selalu mencari pemilik toko, dimana kami mudah melakukan komplain, serta pemilik memperhatikan apa yang dikeluhkan. Seperti halnya dengan beberapa merk produk tertentu, jujur saja, saya sering tak memperdulikan iklan bahkan untuk berusaha mencoba produk lainnya, kalau saya sudah yakin akan produk yang saya gunakan, walaupun harganya mungin relatif lebih mahal dibanding lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber bacaan:</strong><br />
1.Lukita, dipersiapkan untuk program pelatihan<em> frontliners</em><br />
2.Dari berbagai sumber, pengalaman penulis sebagai pengajar.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/edratna.wordpress.com/422/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/edratna.wordpress.com/422/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=422&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/05/05/handling-complaints-menangani-nasabahkonsumen-yang-kecewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah anak anda termasuk &#8220;anak indigo?&#8221;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/15/apakah-anak-anda-termasuk-anak-indigo/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/01/15/apakah-anak-anda-termasuk-anak-indigo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 07:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/15/apakah-anak-anda-termasuk-anak-indigo/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun belakangan ini berita tentang &#8220;anak indigo&#8221; cukup banyak diulas di media, walaupun belum ada yang meneliti berapa sebetulnya jumlah anak indigo di Indonesia. Hanya dipastikan, persentase jumlahnya masih sangat sedikit, kira-kira 10.000 : 1. Psikolog Elly Risman, yang dikutip oleh Pikiran Rakyat, menjelaskan bahwa kecilnya angka anak indigo yang diketahui, disebabkan sikap orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=339&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa tahun belakangan ini berita tentang &#8220;anak indigo&#8221; cukup banyak diulas di media, walaupun belum ada yang meneliti berapa sebetulnya jumlah anak indigo di Indonesia. Hanya dipastikan, persentase jumlahnya masih sangat sedikit, kira-kira 10.000 : 1. Psikolog Elly Risman, yang dikutip oleh Pikiran Rakyat, menjelaskan bahwa kecilnya angka anak indigo yang diketahui, disebabkan sikap orang tua yang belum memiliki kesadaran memeriksakan anak ke psikolog. &#8220;Mungkin ini yang menyebabkan tidak adanya data yang <em>valid</em> mengenai jumlah anak indigo&#8221; katanya. Mengapa kita perlu memahami tentang &#8220;anak indigo&#8221; ini? Karena ada kemungkinan bahwa anak anda adalah seorang indigo, bahkan bisa pula seluruh anak yang anda lahirkan adalah seorang indigo.</p>
<p><span id="more-339"></span><strong>Apa yang dimaksud dengan &#8220;anak indigo?&#8221;</strong></p>
<p>Indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak. Secara harfiah, indigo adalah nama warna antara biru dan ungu, yang kerap pula disebut nila.</p>
<p><em>Wendy Chapman</em>, dalam tulisan Rossini, menjelaskan bahwa anak indigo adalah anak-anak yang umumnya tidak mudah diatur oleh kekuasaan, tidak mudah berkompromi, emosional dan beberapa diantaranya memiliki tubuh rentan, sangat berbakat atau berkemampuan akademis baik, dan mempunyai kemampuan metafisis. Sering dianggap anak ADD, walaupun mudah bersikap empati dan iba terhadap orang lain, atau terlihat sangat dingin dan tak berperasaan, dan memiliki kebijakan melebihi usianya. Apakah hal-hal tersebut seperti anda sendiri atau anak anda?</p>
<p><strong>Kapan istilah &#8220;anak indigo&#8221; ditemukan?</strong></p>
<p>Istilah anak indigo diketemukan oleh <em>Nancy Ann Torp</em>, seorang konselor, pada tahun 1970 an. Dia meneliti warna aura manusia dan menghubungkannya dengan kepribadian. Mereka yang memiliki aura nila atau indigo ini ternyata anak-anak yang dianugerahi kelebihan, khususnya kemampuan indera keenam.</p>
<p>Menurut Ustaz KH Abid Marzuki Lc., yang dikutip Pikiran Rakyat, dalam  diskusi di <em>The</em> <em>6th Ramadhan Informal Study on Education Psychology</em>, yang diadakan di <em>Islamic</em> <em>Center</em>, Bekasi, menyatakan bahwa &#8220;anak-anak indigo memiliki kesadaran lebih tinggi daripada kebanyakan orang mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka sehingga memerlukan perlakuan khusus. Tapi sayang, banyak masyarakat belum tahu bagaimana mengelola dan memperlakukan kelebihan anak indigo. Akibatnya kemampuan indera keenam anak indigo sering disalah gunakan dengan menggiring anak menjadi paranormal. Padahal kelebihan yang diberikan Allah kepada anak indigo, adalah <em>karomah</em> dan <em>maunah</em>, &#8221; ujar alumnus Universitas Malaysia ini.</p>
<p><strong>Apakah anak anda indigo?<br />
</strong></p>
<p>Untuk mengetahui apakah anak anda atau anda sendiri indigo, jawablah pertanyaan berikut: 1) Apakah anak anda sering bersikap seperti bangsawan? , 2) Apakah anak anda memiliki perasaan pantas diterima?, 3) Apakah anak anda mempunyai perasaan bahwa dirinya dapat dimengerti? , 4) Apakah anak anda sulit menghadapi disiplin dan kekuasaan? , 5) Apakah anak anda menolak untuk mengerjakan hal-hal pasti yang diminta untuk dikerjakan? , 6) Apakah kegiatan antri tak disukai anak anda?,7) Apakah anak anda tidak menyukai sistem yang berorientasi ritual/mekanikal dan sedikit memerlukan kreatifitas? ,8) Apakah anak anda sering dapat mengetahui cara-cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu, baik di rumah atau di sekolah? , 9) Apakah anak anda tidak mudah kompromi? , 10) Apakah anak anda tidak merespon/takut pada ancaman? , 11) Apakah anak anda mudah bosan terhadap pekerjaan yang ditugaskan , 12) Apakah anak anda terlihat mempunyai gejala ADD? , 13) Apakah anak anda kreatif? , 14) Apakah anak anda terlihat mempunyai intuisi yang tajam? , 15) Apakah anak anda mempunyai sikap empati yang menonjol terhadap orang lain? , 16)Apakah anak anda mempunyai pemikiran yang <em>abstract</em>? , 17) Apakah anak anda cerdas? , 18) Apakah anak anda sangat berbakat (yang diidentifikasi sebagai karunia)? , 19)Apakah anak anda terlihat sebagai pengkhayal? , 20) Apakah mata anak anda terlihat memancarkan mata orang dewasa, bijak dan dalam? . 21) Apakah anak anda mempunyai kecerdasan spiritual?</p>
<p>Jika anda mempunyai 10 jawaban &#8220;Ya&#8221;, maka anak anda kemungkinan adalah indigo. Jika jawaban &#8220;Ya&#8221; lebih dari 15, maka anak anda dipastikan sebagai anak indigo.</p>
<p><strong>Indigo memang berbeda, tapi bukan &#8220;tidak normal&#8221;</strong></p>
<p>Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, dalam lipuatn6.com, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indera keenam yang sangat tajam. Anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak. Tidak jarang mereka sering memberi nasehat pada orangtua masing-masing.</p>
<p>Tubagus menambahkan, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa. Kendati demikian, ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Akibatnya penanganannya seringkali salah, yang akan berdampak pada penderitaan sang anak. &#8220;Kalau bisa, konsultasi untuk menghadapi anak-anak indigo,&#8221; Tubagus menambahkan.</p>
<p>Pernyataan Tubagus diamini Rossini, indigo dewasa yang sekaligus pembimbing anak-anak indigo. &#8220;Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran&#8221;, kata Rossini. Menurut Rossini, tugas orangtua dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dan spiritualnya seimbang.</p>
<p><strong>Tips untuk mendidik anak indigo</strong></p>
<p>Wendy Chapman, memberikan 10 tips untuk mendidik anak-anak indigo, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><strong>Perlakukan mereka dengan penuh penghargaan. </strong>Jika anda tidak menunjukkan penghargaan kepada mereka, mereka juga akan demikian, walaupun anda mempunyai otoritas atau kekuasaan.</li>
<li><strong>Dengarkan pendapat mereka.</strong> Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan mengenali sistem nilai mereka.</li>
<li><strong>Kembangkan kemampuan mereka.</strong> Beri mereka pilihan, seperti misalnya tipe produk yang akan dipelajari, apa perintah untuk pekerjaan yang harus dilakukan, pilihan antara dua kegiatan. Memiliki suara yang didengar membuat rasa yang berbeda atas penghargaan diri, biasanya akan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pilihan yang sudah mereka buat dan konsekuensinya akan memperbaiki sikap mereka terhadap anda dan terhadap pendidikan.</li>
<li><strong>Bangunlah sikap koperatif dan hindari memberi perintah. </strong>Anak indigo tidak akan peduli terhadap hal-hal yang dimaksudkan untuk mengontrol mereka. Merka akan peduli terhadap perlakuan yang bersifat adil dan baik.</li>
<li><strong>Bantu mereka melakukan hal yang berbeda.</strong> Jika mereka frustasi, misalnya pekerjaan sekolah, sehingga mereka merasa sendiri di dunia, bantulah mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang positif untuk merubahnya. Seperti menulis surat, karya tulis, puisi, membuat poster, T shirt, mengorganisasi kelompok diskusi.</li>
<li><strong>Bantu mereka membangun bakat dan kemampuannya. </strong>Dorong mereka untuk kreatif dan berani mengekspresikan kepribadian merka yang unik.</li>
<li><strong>Bersikap toleran terhadap emosinya yang ekstrim. </strong>Bantu mereka membuat keseimbangan menggunakan aromaterapi, ijinkan mereka minum air putih di kelas, bersikap tenang, atau latihan visualisasi.</li>
<li><strong>Dorong mereka untuk menjadi sumber kedamaian bagi orang lain.</strong> Indigo dilahirkan untuk menjadi sumber kedamaian. Dorong mereka untuk melatihnya. Hal ini akan membangun komunikasi dan welas asih. Jadilah pembimbingnya dalam hal ini.</li>
<li><strong>Jelaskan MENGAPA untuk semua hal. </strong>Mengapa ada aturan, mengapa mereka perlu untuk mengerjakan pekerjaan rumah/sekolah. Mengapa dunia seperti ini? Jika anda tidak mempunyai jawabannya, pahami rasa frustasi mereka dan tunjukkan sikap empati.</li>
<li><strong>Kurangi obat-obatan untuk ADD. </strong>Indigo bukan ADD, tapi indigo secara alamiah memberikan perhatian pada sesuatu secara selektif. Jika mereka dapat fokus pada sesuatu yang mereka pilih untuk jangka waktu yang lama,kemungkinan anak ini indigo, bukan ADD. Walaupun nampaknya ada masalah pada perhatian, carilah alternatif terapi, bukan dengan Ritalin, jangan menekan kreatifitas alamiah dan kepemimpinan indigo, tetapi bantulah untuk mengorganisir.</li>
</ol>
<p>Sebagai orangtua, anda juga harus membuat anak indigo disiplin, dan membuat mereka belajar tentang perilaku yang bisa diterima atau tidak. Dan belajar untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bisa diterima. Bersikaplah adil, dan berikan batas toleransi yang pantas. Katakan yang sesungguhnya sesuai dengan umurnya, dan jangan bohong karena mereka akan tahu. Katakan bahwa dia dicintai dan peluk sebanyak mungkin.</p>
<p>Indigo juga eksploratif dan banyak energi. Akan sangat menolong jika orangtua membantu menyalurkan energi pada sesuatu yang menyenangkan, produktif dan tidak berbahaya.</p>
<p>Apakah anak-anak indigo bisa menjadi orang yang sukses? Pengalaman membuktikan, bahwa banyak anak indigo yang jika penanganannya benar, menjadi orang yang sukses, bisa lulus dari universitas, ada yang menjadi psikolog, psikiater, bahkan pemusik andal. Jadi, coba teliti apakah di keluarga ada yang indigo? Jangan kawatir, jika anda memahami mereka serta dapat mengelola dengan baik, maka anak indigo adalah anak yang menyenangkan, dan tingkat kesuksesan nya di masyarakat tinggi.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Perhatian!</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Mohon maaf, berhubung banyak sekali pertanyaan yang tak memungkinkan saya menjawabnya, karena saya sendiri bukan indigo, namun pernah bersentuhan dengan anak indigo, maka sebetulnya tulisan saya di atas hanya sekedar <em>sharing</em> pengalaman.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Jika ada yang membutuhkan bantuan, atau ingin lebih memahami, saya telah menghubungi ahlinya, dan sejak 1 Februari 2008 telah mulai di buka layanan konseling bagi indigo dan keluarga. Dijadualkan setiap hari Rabu jam 14.00 s/d 18.00 wib dan 10.00 s/d 16.00 wib. Untuk perjanjian hubungi 021-75910583 atau 021-7236643.</span></p>
<p>Alamat: Ayodiapala, Ruko Galeri Niaga<br />
Jl. Haji Nawi Raya Kav.9, Radio Dalam<br />
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan</p>
<p>Untuk mengetahui lebih jauh tentang anak indigo, dapat mengunjungi <a href="http://www.indigoindonesia.com/"> IndigoIndonesia.com </a>, Pusat Informasi dan Komunitas Indigo Indonesia. Bila ada pertanyaan atau mau konsultasi daftar saja ke forum, atau bisa hubungi langsung.</p>
<p>Juga telah ada web site tentang indigo yang bisa diakses <a href="http://edratna.wordpress.com/2008/06/06/telah-ada-website-tentang-anak-indigo/">di sini</a></p>
<p><strong>Bahan bacaan:</strong></p>
<ol>
<li>Rossini. &#8220;Generasi Indigo&#8221;. Terjemahan bebas. Klinik Spesialis &amp; Keluarga Prorevital. Jl. Let Jen Suprapto 60, Jakarta Pusat.</li>
<li>Indigo, Berbeda Tapi Bukan Kelainan Jiwa. Liputan6.com. Jakarta, 25 Juli 2004. (http://www.liputan6.com/news/?id=82624)</li>
<li>Heboh Indigo child.(Indera Keenam). http://www.suarapembaruan.com/News/2003/01/05/Psikolog/psi01.htm</li>
<li>Belum Jelas Data Anak Indigo. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/102007/08/purwasuka/bekasiraya02.htm</li>
</ol>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/edratna.wordpress.com/339/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/edratna.wordpress.com/339/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=339&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/01/15/apakah-anak-anda-termasuk-anak-indigo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>116</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan abaikan jika anda mengantuk berlebihan</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/13/jangan-abaikan-jika-anda-mengantuk-berlebihan/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/01/13/jangan-abaikan-jika-anda-mengantuk-berlebihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 03:42:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/13/jangan-abaikan-jika-anda-mengantuk-berlebihan/</guid>
		<description><![CDATA[Apabila anda merasa mengantuk berlebihan, yang datang berulang, apalagi jika disertai halusinasi, maka bisa jadi anda terkena gejala &#8220;narcolepsy&#8221;. Masih banyak orang di Indonesia yang mengabaikan anggota keluarganya, jika mengalami kondisi seperti ini. Narcolepsy memang tidak mematikan, tapi bisa mengurangi kualitas hidup.
Apa yang dimaksud dengan narcolepsy?
Narcolepsy is a neurological condition most characteristized by Excessive Daytime [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=338&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apabila anda merasa mengantuk berlebihan, yang datang berulang, apalagi jika disertai halusinasi, maka bisa jadi anda terkena gejala <em>&#8220;narcolepsy&#8221;</em>. Masih banyak orang di Indonesia yang mengabaikan anggota keluarganya, jika mengalami kondisi seperti ini. <em>Narcolepsy</em> memang tidak mematikan, tapi bisa mengurangi kualitas hidup.</p>
<p><span id="more-338"></span><strong>Apa yang dimaksud dengan<em> narcolepsy</em>?</strong></p>
<p><em>Narcolepsy is a neurological condition most characteristized by Excessive Daytime Sleepiness (EDS). A narcoleptic will most likely experience disturbed nocturnal sleep, which is often confused with insomnia, and disorder of REM or rapid eye movement sleep. It is one of the dyssomnias. A narcoleptic may also sleep at any random time.</em></p>
<p>&#8220;Satu dari 2000 orang Indonesia menderita narkolepsi dan sebagian besar diantaranya disebabkan oleh keturunan&#8221;, kata Effy Afifah, S. Kep. M.Kes yang dikutip oleh Gloria Daniela Pasaribu, dari majalah Suara Mahasiswa UI. Kecilnya angka tersebut disebabkan oleh banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa gangguan tidur yang mereka alami adalah narkolepsi.</p>
<p><strong>Bagaimana gejalanya?</strong></p>
<p><strong></strong>Karakteristik dari narkolepsi adalah mengantuk berlebihan, walaupun telah tidur cukup pada waktu malam hari. Seseorang penderita narkolepsi bisa mendadak jatuh tertidur, dimanapun dan waktu kapanpun.</p>
<p>Dalam bahasa sehari-hari, narkolepsi dapat dikatakan sebagai serangan tidur yang mendadak, tanpa melihat tempat. Penderita sulit menahan kantuk, bahkan pada saat sedang melakukan aktifitas. Oleh karena itu, penderita narkolepsi sering dicap pemalas, dan tukang tidur, karena selalu mengantuk dan kekurangan tenaga.</p>
<p>Narkolepsi tidak membahayakan kesehatan penderitanya, namun bisa membahayakna diri sendiri atau orang lain. Bayangkan, jika saat memasak jatuh tertidur, atau mengantuk saat sedang dalam kondisi menyetir.</p>
<p>Sayangnya sampai saat ini obat-obatan yang ada hanya untuk mengurangi gejalanya, dan tidak menyembuhkan.</p>
<p><strong>Bagaimana jika anda mempunyai keluarga yang  menderita narkolepsi?</strong></p>
<p><strong></strong>Dibutuhkan dukungan seluruh keluarga, juga teman-teman dekat penderita untuk men <em>support</em> nya. Teman dekat bisa membantu penderita, yang sering jatuh tertidur bukan di tempat yang tepat, misalnya sedang menunggu kuliah. Jika ini dibiarkan, maka penderita akan ketinggalan pelajaran, karena sering mereka bermimpi telah mengikuti kuliah, padahal jatuh tertidur di bangku di luar ruang kuliah. Apabila penderita bisa datang di tempat kuliah yang tepat, walaupun saat kuliah jatuh tertidur, maka penderita masih dapat mengikuti pelajaran, walaupun tak seefektif teman-temannya yang normal. Walau demikian, di saat-saat tertentu, penderita bisa seperti orang normal, tahan belajar sampai malam mengerjakan tugas.</p>
<p>Keluarga penderita dapat mendukung, dengan meminta jadual kuliah, jadual tugas serta agenda kegiatan sehari-hari, sehingga memudahkan untuk monitoring, mengingatkan dan membantu membangunkan penderita jika sudah waktunya untuk berangkat kuliah. Dukungan pengajar, dosen, untuk memahami penderita sangat penting, sehingga penderita bisa melakukan aktifitasnya sebagai mahasiwa secara normal.</p>
<p><strong>Apakah penderita narkolepsi bisa hidup normal?</strong></p>
<p><strong></strong>Jawabannya adalah &#8220;ya&#8221;. Disekeliling saya, pada saat kuliah, dalam lingkungan keluarga, saya mengenal beberapa penderita narkolepsi. Saat saya masih mahasiswa, istilah ini belum familier. Saya mempunyai sahabat dekat, yang setiap jam kuliah selalu tertidur. Pada saat kuliah telah masuk ke tahap penjurusan, jumlah mahasiwa setiap kuliah hanya berjumlah delapan orang, sehingga kalau tertidur akan terlihat sangat menyolok.</p>
<p>Jadi, pada saat yang mengajar adalah dosen yang sangat disiplin (atau galak), sahabatku tadi selalu duduk diapit teman-teman dekatnya&#8230;yang berfungsi untuk setiap kali mencubit tangannya jika dia telah menunjukkan gejala mengantuk. Bisa dibayangkan betapa tangannya membiru selesai kuliah. Kalau dosennya baik dia sering langsung melorot dari tempat duduk, dan tidur di bawah bangku kuliah, ditutupi oleh teman yang duduk di kiri kanannya agar tak terlihat oleh dosen. Dia sangat menderita, dan saat mengeluh pada ayahnya, ternyata ayahnya juga mengatakan kalau lagi tak sibuk di kantor sering mengantuk.</p>
<p>Praktis, teman saya tiap hari meminjam catatan kuliah dari temannya, karena kalau dipaksa menulis, isi catatan kuliah bisa lucu-lucu. Dimanakah dia sekarang? Setelah menjadi sarjana dan bekerja, dia menikah&#8230;dan saat ini telah mempunyai gelar S2, dan menjadi pejabat teras di suatu Departemen. Saat ketemu, saya bertanya&#8230;&#8221;apakah masih suka mengantuk?&#8221; Dia menjawab, bahwa setelah melahirkan anak, mengantuknya menjadi berkurang.</p>
<p><strong>Sumber bacaan:</strong></p>
<ol>
<li>Wikipedia (http://en.wikipedia.org)</li>
<li>Gloria Daniela Pasaribu. &#8220;Narkolepsi, bukan serangan tidur biasa.&#8221; Suara Mahasiswa. Majalah Universitas Indonesia.Edisi 23/Xv/2007 hal.40-41</li>
</ol>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Catatan:</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>Banyak pertanyaan yang tak mungkin saya jawab. Sebetulnya ada juga blogger yang juga dokter, dan mengambil spesialisasi tentang penyakit tidur ini di Melbourne, sayang saya lupa nama blognya, karena jarang saling mengunjungi.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>Bagi teman-teman yang putranya, ada saudaranya, atau diri sendiri punya gejala seperti ciri-ciri narcolepsy ini, sekarang telah ada di RSCM dan beberapa rumah sakit yang khusus bisa mendeteksi masalah ini (setahuku di RS Mitra Keluarga).<br />
</strong></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/edratna.wordpress.com/338/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/edratna.wordpress.com/338/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/338/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/338/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/338/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=338&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/01/13/jangan-abaikan-jika-anda-mengantuk-berlebihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang dimaksud tentang &#8220;Prinsip mengenal nasabah dan anti pencucian uang?&#8221;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/11/apa-yang-dimaksud-tentang-prinsip-mengenal-nasabah-dan-anti-pencucian-uang/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/01/11/apa-yang-dimaksud-tentang-prinsip-mengenal-nasabah-dan-anti-pencucian-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 08:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/11/apa-yang-dimaksud-tentang-prinsip-mengenal-nasabah-dan-anti-pencucian-uang/</guid>
		<description><![CDATA[Pada  tulisan tentang &#8220;Apa yang perlu diketahui dari rahasia bank&#8221; ada beberapa pertanyaan mengenai bagaimana jika yang masuk dalam dana simpanan nasabah di bank adalah uang hasil korupsi. Sebetulnya pemerintah telah mengeluarkan Undang-undang no.15 tahun 2002 yang kemudian diubah dengan Undang-undang no.25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.
Latar Belakang
Perkembangan di bidang ilmu pengetahuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=337&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada  tulisan tentang &#8220;<i>Apa yang perlu diketahui dari rahasia bank</i>&#8221; ada beberapa pertanyaan mengenai bagaimana jika yang masuk dalam dana simpanan nasabah di bank adalah uang hasil korupsi. Sebetulnya pemerintah telah mengeluarkan Undang-undang no.15 tahun 2002 yang kemudian diubah dengan Undang-undang no.25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.</p>
<p><span id="more-337"></span><b>Latar Belakang</b></p>
<p>Perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong semakin beragamnya tindak kejahatan, yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Modus yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan juga semakin beragam. Salah satu usaha untuk menyamarkan atau menyembunyikan harta yang berasal dari tindak kejahatan, salah satunya dengan memasukkan dana hasil kejahatan tersebut ke dalam sistim keuangan, dan terutama ke dalam perbankan. Harapannya asal usul dana tersebut tidak dapat dilacak oleh penegak hukum, dan modus ini yang disebut dengan pencucian uang.</p>
<p><b>Apa yang dimaksud dengan pencucian uang?</b></p>
<p>Tidak ada definisi yang universal dan komprehensip mengenai apa yang dimaksud dengan<i> money laundering </i>(pencucian uang). <i>Welling</i> (dalam tulisan Rasyim W) menjelaskan bahwa <i>Money laundering is the process by which one counceals the existance, illegal source, or illegal application of income, and than disguises that income to make it appear legitimate.</i></p>
<p><i> </i>Sedangkan <i>Fraser</i> mengemukakan bahwa <i>Money laundering is quite simply the process through which &#8220;dirty&#8221; money (proceeds of crime), is washed through &#8220;clean&#8221; or legitimate sources and interprises so that the &#8220;bad guys&#8221; may more safely enjoy their ill gotten gains.</i></p>
<p>Sedangkan Undang-undang no.25/2003, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Pencucian uang adalah <i>perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyumbangkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, menukarkan, atau perbuatan lainnya atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan Hasil Tindak Pidana dengan maksud untuk menyembunyikan, atau</i> <i>menyamarkan asal usul Harta Kekayaan sehingga seolah-olah menjadi Harta Kekayaan yang sah.</i></p>
<p><b>Obyek<i> Money Laundering</i> adalah uang haram</b></p>
<p>Menurut <i>Sarah N. Welling</i> , dalam tulisan Rasyim W., <i>money laundering</i> dimulai dengan adanya &#8220;uang haram&#8221; atau &#8220;uang kotor&#8221; (<i>dirty money</i>). Menurut <i>Welling</i>, uang dapat menjadi kotor dengan dua cara, yaitu :</p>
<ul>
<li>Melalui pengelakan pajak (<i>tax evasion</i>). Yang dimaksud dengan &#8220;pengelakan pajak&#8221; ialah memperoleh uang secara legal, tetapi jumlah yang dilaporkan kepada pemerintah untuk keperluan perhitungan pajak lebih sedikit daripada sebenarnya yang diperoleh.</li>
<li>Memperoleh uang melalui cara yang melanggar hukum. Teknik-teknik yang biasa dilakukan, antara lain: a) penjualan obat-obatan terlarang atau perdagangan narkoba secara gelap (<i>drug sales</i> atau<i> drug trafficking</i>), b)perjudian gelap (<i>illegal</i> <i>gambling</i>), c) penyuapan (<i>bribery</i>), terorisme (<i>terrorism</i>), pelacuran (<i>prostitution</i>), perdagangan senjata (<i>arms trafficking</i>), penyelundupan minuman keras, tembakau dan pornografi (<i>smuggling of contraband alcohol</i>, <i>tobacco</i>, <i>pornography</i>), penyelundupan imigran gelap (<i>illegal immigration rackets</i> atau <i>people smuggling</i>), dan kejahatan kerah putih (<i>white colar crime</i>).</li>
</ul>
<p>Praktek <i>money laundering</i> awalnya dilakukan hanya terhadap uang yang diperoleh dari lalu lintas perdagangan narkotika dan obat-obatan sejenis itu. Namun kemudian <i>money</i> <i>laundering</i> diperlukan untuk melakukan  pencucian terhadap uang-uang yang diperoleh dari sumber-sumber seperti di atas.</p>
<p><i>Money laundering</i> hanya diperlukan dalam hal uang yang jumlahnya besar, karena jika jumlahnya kecil, uang tersebut dapat diserap ke dalam peredaran uang secara tidak kentara. Uang yang besar tersebut harus dikonversikan menjadi uang sah, sebelum uang dapat diinvestasikan atau dibelanjakan, yaitu dengan cara pencucian uang sebagaimana dijelaskan di atas.</p>
<p><b>Dampak <i>money laundering</i> bagi masyarakat</b></p>
<p>Rasyim menjelaskan, bahwa Pemerintah Canada dalam suatu paper yang dikeluarkan oleh<i> Department of Justice Canada</i> yang berjudul<i> Electronic Money Laundering</i>: <i>An</i> <i>Environmental Scan</i>, dan diterbitkan Oktober 1998, menjelaskan ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan <i>money laundering</i> terhadap masyarakat. Konsekuensi-konsekuensi yang timbul dapat berupa:</p>
<ul>
<li><i>Money laundering</i> memungkinkan para penjual dan pengedar narkoba, para penyelundup dan para penjahat lainnya dapat memperluas kegiatannya. Hal ini akan meningkatkan biaya penegakan hukum untuk memberantasnya, dan biaya perawatan serta pengobatan kesehatan bagi para korban atau para pecandu narkoba,</li>
<li>Kegiatan <i>money laundering</i> mempunyai potensi untuk merongrong masyarakat keuangan (<i>financial community</i>) sebagai akibat demikian besarnya jumlah uang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Potensi untuk melakukan korupsi meningkat bersamaan dengan peredaran uang haram dalam jumlah besar.</li>
<li>Pencucian uang mengurangi pendapatan pemerintah dari pajak, dan secara tidak langsung merugikan para pembayar pajak yang jujur dan mengurangi kesempatan kerja yang sah.</li>
<li>Mudahnya uang masuk ke suatu negara telah menarik unsur yang tidak diinginkan melalui perbatasan, menurunkan tingkat kualitas hidup, dan meningkatkan kekawatiran terhadap keamanan masyarakat.</li>
</ul>
<p>Melihat konsukensi di atas, dan karena perbankan merupakan pintu gerbang tempat penyimpanan dana, maka diperlukan adanya kerjasama perbankan dalam mengatasi pemberantasan pencucian uang tersebut.</p>
<p><b>Peranan perbankan Indonesia dalam rangka pemberantasan tindak pidana pencucian uang. </b></p>
<p><b></b>Dengan dikeluarkannya Undang-undang no.15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang no.25 tahun 2003, diatur tentang ketentuan melapor bagi Lembaga Keuangan jika menerima uang tunai dengan jumlah Rp.100 juta atau lebih, baik penerimaan itu dilakukan untuk satu kali penerimaan maupun beberapa kali penerimaan.</p>
<p>Pasal 9 Undang-undang no.25/2003:</p>
<p><i>Setiap orang yang tidak melaporkan uang tunai berupa rupiah sejumlah Rp.100 juta atau lebih atau mata uang asing yang nilainya setara dengan itu yang dibawa ke dalam atau ke luar wilayah Negara Republik Indonesia, dipidana dengan pidana denda paling sedikit Rp.100 juta rupiah dan paling banyak Rp.300 juta rupiah.</i></p>
<p><i></i>Sedangkan bagi penyedia Jasa Keuangan (dalam hal ini Bank), sesuai pasal 13 ayat 1 Undang-undang no.25/2003, <i>wajib menyampaikan laporan kepada PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) </i>untuk hal-hal sebagai berikut:<i></i></p>
<ul>
<li><i>Transaksi Keuangan yang mencurigakan</i></li>
<li><i>Transaksi keuangan yang dilakukan secara tunai dalam jumlah kumulatif sebesar Rp.500 juta atau lebih atau mata uang asing yang nilainya setara, baik dilakukan dalam satu kali transaksi maupun beberapa kali transaksi dalam satu hari kerja</i>.</li>
</ul>
<p>Sedangkan penyedia Jasa Keuangan (Bank) yang tidak melaporkan transaksi keuangan yang mencurigakan, akan terkena tindak pidana sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 Undang-undang no.25/2003 sebagai berikut:</p>
<ul></ul>
<p><i>Penyedia Jasa Keuangan yang dengan sengaja tidak menyampaikan laporan kepada PPATK sebagaimana dimaksud pada pasal 13 ayat (1), dipidana dengan pidana denda paling sedikit Rp.250 juta dan paling banyak Rp.1 miliar .</i></p>
<p>Karena peranan Bank sangat penting, maka kepatuhan Bank dalam melaksanakan kewajiban pelaporan, sangat menentukan tercapainya keberhasilan pemberantasan praktek pencucian uang. Oleh karena itu Bank harus mengurangi risiko agar tidak digunakan sebagai sarana pencucian uang, antara lain dengan lebih mengenal dan mengetahui identitas nasabah, memonitor hasil transaksi dan memelihara profil nasabah. Bank juga harus melakukan pelaporan terhadap transaksi keuangan yang mencurigakan kepada pihak yang berwenang. Prinsip-prinsip untuk lebih mengenal nasabah ini lebih dikenal dengan <i>Know</i> <i>Your Customer</i> (KYC).</p>
<p>Perbankan telah mulai aktif melakukan inisiatif untuk memerangi pencucian uang ini, sejak dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia (PBI) no.3/10/PBI/2001 tanggal 18 Juni 2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.</p>
<p>Pada awalnya sulit bagi perbankan untuk meminta nasabah mengisi formulir yang menjelaskan asal usul uang yang akan disimpannya untuk jumlah minimal tertentu, namun dengan sosialisasi, serta penjelasan yang baik dari para petugas di <i>counter</i>, maka secara pelan dan pasti, semua nasabah telah memahami hal ini. Demikian juga para petugas bank, harus secara serius memantau, apakah ada transaksi yang mencurigakan, dan bilamana terjadi transaksi yang mencurigakan, harus segera dilaporkan kepada pejabat yang berwenang.</p>
<p><b>Sumber data:</b></p>
<ul>
<li>Undang-undang no.25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang</li>
<li>Bank Indonesia. &#8220;Prinsip Mengenal Nasabah (<i>Know Your Customer</i>) dan Anti Pencucian Uang (Anti <i>Money Laundering</i>)&#8221; <span><font face="Arial" size="2"><b>h</b></font></span>ttp://www.bi.go.id/web/id/Info+Penting/kyc+aml/</li>
<li>Rasyim Wiraatmadja. <i>&#8220;Money Laundering</i>&#8220;. Disampaikan pada kursus &#8220;Sespibank&#8221; pada Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia.</li>
</ul>
<ul></ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/edratna.wordpress.com/337/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/edratna.wordpress.com/337/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=337&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/01/11/apa-yang-dimaksud-tentang-prinsip-mengenal-nasabah-dan-anti-pencucian-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang perlu diketahui dari rahasia Bank?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/09/apa-yang-perlu-diketahui-dari-rahasia-bank/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/01/09/apa-yang-perlu-diketahui-dari-rahasia-bank/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 06:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/09/apa-yang-perlu-diketahui-dari-rahasia-bank/</guid>
		<description><![CDATA[Kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan rahasia Bank, sehingga kalau kita menjadi nasabah Bank, kita akan mengetahui secara pasti apa-apa yang boleh dan tidak boleh diberikan pada pihak luar oleh Bank. Dalam dunia modern sekarang ini, hampir setiap orang yang telah cukup umur berhubungan dengan Bank, entah sekedar menyimpan uang, ataupun mengirim uang melalui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=336&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan rahasia Bank, sehingga kalau kita menjadi nasabah Bank, kita akan mengetahui secara pasti apa-apa yang boleh dan tidak boleh diberikan pada pihak luar oleh Bank. Dalam dunia modern sekarang ini, hampir setiap orang yang telah cukup umur berhubungan dengan Bank, entah sekedar menyimpan uang, ataupun mengirim uang melalui <em>transfer</em>, meminjam uang dan sebagainya.</p>
<p><span id="more-336"></span>Dasar Hukum ketentuan rahasia bank di Indonesia, mula-mula adalah Undang-undang no.7 tahun 1992 tentang Perbankan, tetapi kemudian diubah dengan Undang-undang no.10/1998. Sesuai pasal 1 ayat 28 Undang-undang no.10/1998, berbunyi sebagai berikut:</p>
<p><em>Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai Nasabah Penyimpan dan Simpanannya.</em></p>
<p><strong>Lingkup Rahasia Bank</strong></p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul adalah: Apakah yang harus dirahasiakan ini hanya terbatas kepada keuangan nasabah penyimpan dana saja? Apakah juga menyangkut keadaan keuangan nasabah debitur? Apakah lingkup rahasia Bank hanya menyangkut pasiva (l<em>iabilities</em>) bank berupa dana nasabah bank, ataukah juga meliputi aktiva (<em>assets</em>) bank berupa kredit Bank kepada nasabah. Apakah juga menyangkut penggunaan jasa-jasa bank yang lain, selain jasa penyimpanan dana dan jasa pemberian kredit?</p>
<p>Dari rumusan pasal 40 Undang-undang No.10/1998, secara eksplisit disebutkan bahwa lingkup rahasia bank adalah bukan saja menyangkut simpanan nasabah, tetapi juga (identitas) nasabah penyimpan yang memiliki simpanan tersebut. Bahkan dalam rumusan pasal 40, &#8220;Nasabah Penyimpan&#8221; disebut lebih dahulu daripada &#8220;Simpanannya&#8221;.</p>
<p>Di beberapa negara, lingkup dari rahasia bank tidak ditentukan hanya terbatas kepada keadaan keuangan nasabah, tetapi meliputi juga identitas nasabah yang bersangkutan.</p>
<p><strong>Informasi mengenai mantan nasabah</strong></p>
<p>Di dalam praktek perbankan atau praktek bisnis, sangat lazim seorang nasabah berpindah-pindah atau berganti-ganti bank, seperti juga adalah lazim seorang nasabah mempunyai simpanan pada beberapa bank. Timbul pertanyaan, apakah bank masih terikat terhadap kewajiban rahasia bank setelah nasabahnya tidak lagi menjadi nasabah bank yang bersangkutan? Hal ini ternyata tidak diatur atau ditentukan oleh undang-undang, baik oleh undang-undang no.7/1992 maupun undang-undang no.10/1998.</p>
<p>Mengingat tujuan dari diadakannya ketentuan mengenai kewajiban rahasia bank, sebaiknya undang-undang perbankan Indonesia menentukan kewajiban rahasia bank tetap diberlakukan sekalipun nasabah yang bersangkutan telah tidak lagi menjadi nasabah bank yang bersangkutan.</p>
<p><strong>Siapa yang berkewajiban memegang teguh rahasia Bank?</strong></p>
<p>Menurut pasal 47 ayat (2) Undang-undang no.10/1998, yang berkewajiban memegang teguh rahasia bank adalah:</p>
<ul>
<li>Anggota Dewan Komisaris Bank</li>
<li>Anggota Direksi Bank</li>
<li>Pegawai Bank</li>
<li>Pihak terafiliasi lainnya dari Bank</li>
</ul>
<p><strong>Siapakah yang dikategorikan sebagai &#8220;pegawai bank&#8221;</strong></p>
<p>Menurut penjelasan pasal 47 ayat (2) yang dimaksudkan &#8220;pegawai bank&#8221; adalah &#8220;semua pejabat dan karyawan bank&#8221;. Lingkup sasaran tindak pidana rahasia bank menurut pasal tsb terlalu luas, karena berarti rahasia bank berlaku bagi siapa saja yang menjadi pegawai bank, sekalipun pegawai bank tersebut tidak mempunyai akses atau tak mempunyai hubungan sama sekali dengan nasabah penyimpan dan simpanannya, seperti: pramubakti, satpam, pengemudi, pegawai di unit yang mengurusi kendaraan dan masih banyak lagi.</p>
<p><strong>Kewajiban merahasiakan bagi mantan pegawai bank</strong></p>
<p><strong></strong>Seorang pegawai bank, ada kemungkinan tak selamanya menjadi pegawai bank tersebut, bisa karena telah tiba masa pensiun, keluar dan menjadi pegawai di perusahaan lain, meninggal dan sebagainya. Pada krisis moneter, banyak pegawai bank yang terkena PHK karena bank nya terkena likuidasi.</p>
<p>Pertanyaan yang muncul, apakah mantan pegawai bank masih tetap terkena oleh kewajiban memegang teguh rahasia bank yang menjadi kewajibannya sewaktu yang bersangkutan masih menjadi pegawai aktif di bank yang bersangkutan? Ternyata Undang-undang no.7/1992 maupun Undang-undang no.10/1998 tak mengaturnya.</p>
<p>Beberapa negara menentukan bahwa mantan pengurus dan pegawai bank terikat oleh kewajiban rahasia bank. Ada yang menentukan keterikatannya itu berakhir setelah beberapa tahun sejak saat yang bersangkutan berhenti sebagai pengurus atau pegawai bank, ada pula yang menentukan kewajiban tersebut melekat terus sampai seumur hidup.</p>
<p><strong>Pengertian pihak terafiliasi lainnya</strong></p>
<p><strong></strong>Sebagaimana ditentukan dalam pasal 1 ayat (22) Undang-undang no.10/1998, yang dimaksud pihak terafiliasi adalah:</p>
<ol>
<li> anggota dewan komisaris, pengawas, pengelola atau kuasanya, pejabat atau karyawan bank</li>
<li>anggota pengurus, pengawas, pengelola, atau kuasanya, pejabat atau karyawan bank, khusus bagi bank yang berbentuk hukum koperasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku</li>
<li>pihak yang memberikan jasanya kepada bank, antara lain: akuntan publik, penilai, konsultan hukum, dan konsultan lainnya</li>
<li>pihak yang menurut penilaian Bank Indonesia, turut serta mempengaruhi pengelolaan bank, antara lain pemegang saham dan keluarganya, keluarga komisaris, keluarga pengawas, keluarga direksi, keluarga pengurus.</li>
</ol>
<p><strong>Pengecualian atas kewajiban rahasia bank</strong></p>
<p>Undang-undang no.10/1998 memberikan pengecualian dalam 7 (tujuh)<strong> </strong>hal. Pengecualian tersebut tidak bersifat limitatif, artinya di luar 7 (tujuh) hal yang telah dikecualikan itu tidak terdapat pengecualian yang lain. Pengecualian itu adalah:</p>
<ol>
<li>Untuk kepentingan perpajakan dapat diberikan pengecualian kepada pejabat pajak berdasarkan perintah Pimpinan Bank Indonesia atas permintaan Menteri Keuangan (pasal 41)</li>
<li>Untuk penyelesaian piutang bank yang sudah diserahkan kepada Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara, dapat diberikan pengecualian kepada Pejabat Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/PUPN atas izin Pimpinan Bank Indonesia (pasal 41A)</li>
<li>Untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana dapat diberikan pengecualian kepada polisi, jaksa atau hakim atas izin Pimpinan Bank Indonesia (pasal 42)</li>
<li>Dalam perkara perdata antara bank dengan nasabahnya dapat diberikan pengecualian tanpa harus memperoleh izin Pimpinan Bank Indonesia (pasal 43)</li>
<li>Dalam rangka tukar menukar informasi di antara bank kepada bank lain dapat diberikan pengecualian tanpa harus memperoleh izin dari Pimpinan Bank Indonesia (pasal 44)</li>
<li>Atas persetujuan, permintaan atau kuasa dari nasabah penyimpan secara tertulis dapat diberikan pengecualian tanpa harus memperoleh izin Pimpinan Bank Indonesia (pasal 44A ayat 1)</li>
<li>Atas permintaan ahli waris yang sah dari nasabah penyimpan dana yang telah meninggal dunia  (pasal 44A ayat 2)</li>
</ol>
<p>Sehubungan dengan pengecualian yang bersifat limitatif tersebut, apabila ada pihak-pihak lain (selain yang telah ditentukan sebagai pihak-pihak yang boleh memperoleh pengecualian) meminta penjelasan mengenai keadaan keuangan suatu nasabah dari suatu bank, jelas jawabannya adalah &#8220;tidak boleh&#8221;.</p>
<p>Sifat limitatif dari pengecualian itu bukan tidak dapat diperluas, asal perluasannya ditentukan oleh undang-undang. Apabila pengecualian di dalam undang-undang perlu ditambah, maka penambahan dapat dilakukan dengan:</p>
<ul>
<li>Mengubah Undang-undang no.10/1998, atau</li>
<li>Memberikan tambahannya dengan mencantumkannya dalam undang-undang tersendiri.</li>
</ul>
<p>Dari ulasan di atas  terlihat, bahwa Bank merupakan lembaga yang harus beroperasi secara <em>prudent</em>. Mengapa? Bank adalah bagian dari sistim keuangan dan sistim pembayaran suatu negara. Kepentingan masyarakat untuk menjaga eksistensi bank sangat penting, karena ambruknya bank dapat mengakibatkan <em>domino effect</em>, yaitu menular kepada bank-bank lain, yang akan mengganggu fungsi sistim keuangan dan sistim pembayaran negara yang bersangkutan.</p>
<p>Bank adalah lembaga keuangan yang eksistensinya tergantung pada kepercayaan para nasabahnya, yang mempercayakan dana dan jasa-jasa lain, yang dilakukan nasabah melalui bank. Oleh karena itu bank sangat berkepentingan agar kadar kepercayaan masyarakat, yang telah maupun yang akan menyimpan dananya, maupun yang telah atau akan menggunakan jasa-jasa bank lainnya, terpelihara dengan baik. Salah satu faktor untuk memelihara kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank, adalah kepatuhan bank terhadap kewajiban rahasia bank.</p>
<p><strong>Bahan bacaan:</strong></p>
<ol>
<li>Undang-undang Republik Indonesia No.10 tahun 1998 tentang Perubahan Undang-undang No.7 tahun 1992 tentang Perbankan.</li>
<li>Dari berbagai sumber, hasil diskusi, dan seminar.</li>
</ol>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/edratna.wordpress.com/336/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/edratna.wordpress.com/336/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=336&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/01/09/apa-yang-perlu-diketahui-dari-rahasia-bank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>