<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Ringan</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/category/ringan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Jan 2010 14:55:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='edratna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a5b4bd50f43c4b7f96c99134e7b550f0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title> &#187; Ringan</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://edratna.wordpress.com/osd.xml" title="" />
		<item>
		<title>Kunjungan pertama di tahun baru</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2010/01/01/kunjungan-pertama-di-tahun-baru/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2010/01/01/kunjungan-pertama-di-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 06:16:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3280</guid>
		<description><![CDATA[Pagi hari pertama di tahun 2010, cuaca sangat cerah, jalanan masih sepi, burung gereja beterbangan di teras rumahku. Rasanya segar, setelah kemarin sempat hujan di penghujung akhir tahun 2009, membuatku lebih senang melingkar di balik selimut sambil membaca &#8220;Centhini: kekasih yang tersembunyi&#8221;, karangan Elizabeth D. Inandiak. Buku ini sebetulnya sudah lama saya beli di Gramedia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3280&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pagi hari pertama di tahun 2010, cuaca sangat cerah, jalanan masih sepi, burung gereja beterbangan di teras rumahku. Rasanya segar, setelah kemarin sempat hujan di penghujung akhir tahun 2009, membuatku lebih senang melingkar di balik selimut sambil membaca &#8220;Centhini: kekasih yang tersembunyi&#8221;, karangan <em>Elizabeth D. Inandiak.</em> Buku ini sebetulnya sudah lama saya beli di Gramedia Pejaten Village, saat liburan Idul Adha, sekaligus maksi dan nonton bersama<a href="http://amaliaonearth.com/"> Yoga</a>. Mungkin karena isinya yang lumayan serius buat saya, buku ini akhirnya baru selesai saya baca semalam. Dan saya terbangun saat mendengar ramainya mercon dan serbuan kembang api di dekat rumah, dan setelah melihat jam di tangan, sadar bahwa tahun baru 2010 telah datang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3280"></span>Kantuk yang masih terasa berat, membuat saya meneruskan tidur sampai pagi menjelang. Hari ini memang ada janji ketemu <a href="http://www.penganyamkata.net/">teman blogger</a>, yang juga penulis, karena saya ingin menghadiahkan buku karangannya kepada teman baikku, yang saat anak-anak masih kecil juga menjadi ibu bagi anak-anakku jika saya sedang sibuk atau tugas keluar kota, dan rela mengajarkan berbagai hal serta mendongeng bagi para anak-anak kecil dilingkungan tempat tinggalku. Tentu saja, hadiah sebuah buku akan sangat menarik jika disertai tulisan tangan pengarangnya. Sebenarnya, karena saya yang perlu, saya berniat akan mengambil buku tersebut ke rumahnya, yang lokasinya tak jauh dari rumahku di Bandung, tapi dia mengirim sms bahwa sebaiknya dia saja yang ke rumahku karena waktunya  tak jelas kapan dia ada di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan pagi ini, teman tadi datang ke rumahku dengan sepeda motornya, dan saya mengambil 2 (dua) buku, salah satunya akan disampaikan pada teman suami, dosen STSI yang sering memberikan resensi tentang buku di Pikiran Rakyat. Suami yang ikut menemani, ternyata malah menemukan keasyikan tersendiri saat ketemu, dan malah sibuk berdiskusi dengan temanku tadi tentang berbagai hal. Dan sebelumnya, saya berpesan pada teman tadi&#8230;<em>&#8220;Ssst&#8230;. dirumah ini dilarang komentar ya, soalnya rumah ini merangkap laboratorum suami&#8230;.</em>&#8221; Dalam arti, rumahku masih berantakan, dan pembangunannya belum selesai sepenuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya waktu jua yang membuat pertemuan harus segera diakhiri, karena dari mesjid sudah terdengar Azan memanggil kaum laki-laki untuk segera sholat Jumat. Mungkin suatu ketika bisa ketemu lagi dengan suami untuk meneruskan diskusi berbagai hal. Semoga buah tangan berbagai tulisan yang disampaikan suami merupakan awal dari diskusi selanjutnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3280&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2010/01/01/kunjungan-pertama-di-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bau kompos vs obat gosok?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/12/08/bau-kompos-vs-obat-gosok/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/12/08/bau-kompos-vs-obat-gosok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 05:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3178</guid>
		<description><![CDATA[Apa hubungan antara kompos dengan obat gosok? Ternyata memang ada hubungannya. Sebetulnya sudah lama ingin membongkar tanaman di halaman, mumpung sudah mulai hujan. Musim kemarau yang cukup panjang membuat tanaman dihalaman rumah berantakan. Apalagi untuk tanaman sejenis anggrek serta tanaman-tanaman yang memang seharusnya ditempatkan di bawah tanaman lain atau terlindung dari sinar matahari. Karena lahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3178&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Apa hubungan antara kompos dengan obat gosok? Ternyata memang ada hubungannya. Sebetulnya sudah lama ingin membongkar tanaman di halaman, mumpung sudah mulai hujan. Musim kemarau yang cukup panjang membuat tanaman dihalaman rumah berantakan. Apalagi untuk tanaman sejenis anggrek serta tanaman-tanaman yang memang seharusnya ditempatkan di bawah tanaman lain atau terlindung dari sinar matahari. Karena lahan yagn sempit, halaman depan hanya sekitar 1,5 x 3 meter yang bisa ditanami, sedang lainnya  hanya bisa ditanami rumput agar bisa difungsikan untuk parkir mobil jika ada tamu, maklum jalan depan rumah hanya selebar 5-6 meter,  yang hanya cukup untuk satu mobil lewat.</p>
<div id="attachment_3187" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/jalan-depan-rumah-di-pagi-hari1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3187" title="Jalan depan rumah di pagi hari" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/jalan-depan-rumah-di-pagi-hari1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jalan di depan rumah pagi hari</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3178"></span>Jika musim kemarau, yang menjadi masalah tanaman mudah kering atau layu, namun jika saat musim hujan, ulat gagak (berwarna hitam bintik-bintik kecil) mulai keluar. Dan gangguan yang terjadi terus menerus adalah tikus got yang besar-besar dan suka menggigit tanaman. Awalnya, saat baru pindah rumah saya menginginkan halaman diberi tanaman yang berbunga, seperti pohon kertas (apa ya nama latinnya?), dan beberapa tanaman lain yang bisa berbunga terus menerus. Namun, dalam perjalanannya, tanaman tersebut mudah rusak, digigiti tikus, dan kalau malam hari suara tikus yang berdecit-decit mengganggu tidur bagi yang tak terbiasa. Tetangga depan rumah yang senang memelihara kucing dan anjing pun, rupanya kucing nya takut sama tikus got yang besar-besar itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_3188" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/anggrek-yang-merana-kepanasan1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3188" title="Anggrek yang merana kepanasan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/anggrek-yang-merana-kepanasan1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tanaman anggrek yang merana kepanasan</p></div>
<div id="attachment_3189" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/tanaman-tertentu-yang-tetap-bisa-tumbuh-baik1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3189" title="Tanaman tertentu yang tetap bisa tumbuh baik" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/tanaman-tertentu-yang-tetap-bisa-tumbuh-baik1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tanaman tertentu tetap bisa tumbuh dengan baik</p></div>
<p style="text-align:justify;">Minggu pagi itu saya sengaja bangun agak pagi, karena berniat mau membongkar tanaman dan mengganti dengan tanah yang baru. Ada beberapa pot besar yang selama ini saya letakkan di halaman sempit belakang rumah, tanamannya  rusak semua, sejak tetangga kiri kanan membangun rumah sampai mentok di pas garis belakang, sehingga walau belakang rumah  saya masih ada halaman yang tersisa sedikit, tak bisa diberi tanaman karena kurang cahaya. Apa boleh buat, semua pot terpaksa dipindahkan ke halaman depan, dan dibongkar semua. Saya akhirnya berpikir praktis, menggantikan semua dengan tanaman yang mudah mengurusnya. Tukang tanaman menyarankan agar tanah komposnya di campur dengan &#8220;Furadan&#8221; agar tikusnya tak mau menggigit batang dan daun tanaman.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_3190" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/pohon-soka-yang-baru-ditanam.jpg"><img class="size-medium wp-image-3190" title="Pohon soka yang baru ditanam" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/pohon-soka-yang-baru-ditanam.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tanaman soka yang baru ditanam, semoga cepat berbunga</p></div>
<p style="text-align:justify;">Terus terang, saya di dorong oleh para tetangga untuk cukup rajin merawat tanaman. Setiap tahun dilingkungan rumah kami diadakan lomba tanaman, dan ada beberapa tetangga yang selalu mendapatkan hadiah, tapi memang halamannya penuh tanaman dan berbunga warna warni indah sekali.</p>
<div id="attachment_3192" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/rumah-tetangga-yang-selalu-dapat-nomor1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3192" title="Rumah tetangga yang selalu dapat nomor" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/rumah-tetangga-yang-selalu-dapat-nomor1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tanaman di rumah tetangga yang selalu dapat nomor</p></div>
<div id="attachment_3193" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/depan-rumah-pak-rw1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3193" title="Depan rumah pak RW" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/depan-rumah-pak-rw1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Walau jenis tanaman sama, tetap segar dipandang</p></div>
<p style="text-align:justify;">Ketua RW, yang keduanya bekerja, cukup menanam tanaman pada pot yang nyaris seragam pada depan pagarnya, namun tak mengurangi keindahan. Tetangga sebelah, yang baru selesai membangun rumah, juga menanami depan pagarnya dengan tanaman soka yang mulai berbunga.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_3191" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/tanaman-depan-pagar1.jpg"><img class="size-medium wp-image-3191" title="Tanaman depan pagar" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/tanaman-depan-pagar1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tanaman depan pagar rumah</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dan minggu pagi itu saya membongkar tanaman, mengganti tanah, kemudian merapihkannya. Tak terasa pekerjaan baru selesai 4 (empat) jam kemudian, tangan terasa panas. Setelah itu saya segera mandi, mencuci baju (biar tanah yang masuk ke dalam kuku bersih). Ternyata tangan saya walau sudah dicuci berulang kali masih bau kompos dan ada bau &#8220;kotoran&#8221; hewan. Saya jadi teringat waktu mengunjungi perusahaan jamur di daerah Wonosobo, dimana jamur tersebut di tanam pada kompos yang dibuat dari tanaman (jerami jagung/padi) dicampur tanah dan kotoran binatang (sapi, kerbau, kambing). Walaupun saya tak memegang tanahnya, sampai kembali ke hotel, rambut, baju, semuanya bau kompos dan membuat mabuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai sore tangan saya masih berbau dan  menjadikan saya &#8220;agak pusing&#8221; padahal malam itu mau kondangan ke teman. Kemudian saya teringat pada masa-masa masih penelitian di S1, setiap hari berkutat di lapangan, dan jika gatal karena dirambati ulat (maklum saya mesti mencatat lingkar batang, lingkar daun dan lain-lain setiap hari), maka obat gosok cukup manjur. Jadilah sore itu saya mengoleskan obat gosok ke kedua telapak tangan. Dan ternyata memang manjur karena bau obat gosok lebih kuat dari bau bekas kompos.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain kali mesti pakai sarung tangan, tapi rasanya kurang enak, jika membongkar tanaman menggunakan sarung tangan. Tapi hasil kerja bakti lumayan juga, tanaman mulai terlihat segar, dan hujan yang turun setiap sore ikut mempercepat pertumbuhan tanaman tersebut.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3178&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/12/08/bau-kompos-vs-obat-gosok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/jalan-depan-rumah-di-pagi-hari1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jalan depan rumah di pagi hari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/anggrek-yang-merana-kepanasan1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Anggrek yang merana kepanasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/tanaman-tertentu-yang-tetap-bisa-tumbuh-baik1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanaman tertentu yang tetap bisa tumbuh baik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/pohon-soka-yang-baru-ditanam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pohon soka yang baru ditanam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/rumah-tetangga-yang-selalu-dapat-nomor1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah tetangga yang selalu dapat nomor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/depan-rumah-pak-rw1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Depan rumah pak RW</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/tanaman-depan-pagar1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanaman depan pagar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beser</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/12/03/beser/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/12/03/beser/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 03:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3080</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini, pernah saya tulis dengan judul Mr dan Mrs Toilet di sini. Namun setiap kali selalu terulang, sehingga ada keinginan untuk menuliskan kembali ke sini.  Siapa tahu ada yang punya resep manjur untuk mengatasi keadaan ini.
Ada yang tak tahu istilah beser? Dalam bahasa Jawa, beser adalah keadaan seseorang yang bolak-balik buang air kecil. Kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3080&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Cerita ini, pernah saya tulis dengan judul Mr dan Mrs Toilet <a href="http://edratna.wordpress.com/2006/12/08/mr-dan-mrs-toilet/">di sini</a>. Namun setiap kali selalu terulang, sehingga ada keinginan untuk menuliskan kembali ke sini.  Siapa tahu ada yang punya resep manjur untuk mengatasi keadaan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang tak tahu istilah beser? Dalam bahasa Jawa, beser adalah keadaan seseorang yang bolak-balik buang air kecil. Kata orang tua, beser disebabkan kandung kemihnya turun, banyak mengangkat barang berat, loncat-loncat dan sebagainya. Dan yang sering, untuk membuat kandung kemih ini kembali ke posisi semula, maka dipanggilah mbok dukun pijat, yang memang ahli dalam urusan membetulkan posisi kandung kemih ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3080"></span>Dan beser ini,  membuat beberapa kali terjadi situasi yang kurang nyaman. Dan semakin tua, beser ini akan semakin menjadi-jadi. Saya sendiri bukan ahli kedokteran, hanya pernah mendengar ceramah yang disampaikan seorang dokter, saat mengikuti kursus  bagi para calon purnakarya. Bahwa semakin tua, metabolisme tubuh kita tak seperti saat masih muda, terkadang sering tak bisa menahan buang air kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Kapankah anda merasa beser? Saya sendiri termasuk yang sering ke kamar kecil, saya lupa persisnya, tapi  rasanya memang sudah terjadi sejak masih kecil. Dan masih teringat jelas, saat masih TK, pada jam istirahat, ibu Guru akan menanyakan..&#8221;<em>Anak-anak, siapa yang kepengin pipis</em>?&#8221; Dan banyak tangan-tangan kecil mengangkat tangan, tentu saja termasuk saya. Ibu Guru akan mengajak beberapa anak yang mau ke kamar kecil, kemudian masing-masing dipandu, diajarkan bagaimana setelah selesai membuang hajat,  harus  diguyur air cukup banyak sehingga kamar kecil tetap bersih.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingat, ibu almarhum mempunyai langganan tukang pijit, namun entah kenapa, masalah beser ini tak pernah teratasi. Saya pernah bersama teman, berputar-putar belanja, saya sudah dua kali ke toilet, dan dia tak sekalipun pergi ke toilet.  Jadi, kalau mau bepergian, sejak jauh sebelumnya saya tak berani minum air banyak (padahal ini salah, untuk kesehatan, disarankan banyak minum air putih), karena bisa-bisa di jalan hanya pusing mencari tempat buang air kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu ketika, saya mendapat kesempatan seminar ke LN bersama teman cewek dan dua teman cowok. Kebetulan, temanku ini juga beser. Dan ini menyiksa sekali, karena di daerah yang kami kunjungi, toilet susah diperoleh (mungkin juga karena kami bukan orang yang kenal daerah disitu). Celakanya lagi setiap kali ke toilet, harus pakai <em>coin</em>, dan kami tak tahu bahasanya. Orang yang ditanya, sebagian memang tak mau berbahasa Inggris, atau memang terlalu membanggakan bahasanya. Akhirnya setiap kali bepergian, dan ketemu toilet, kami berempat berlarian untuk segera menuntaskan hajat, karena belum tentu ketemu lagi dalam waktu cepat. Dan konyolnya, saat sedang menyusuri sungai Seine dengan kapal, salah satu teman cowok berbisik..&#8221;<em>Ssst&#8230;segera ke toilet, bersih dan tak pakai bayar</em>.&#8221;&#8230;Dan agar tak menyolok, secara diam-diam kami bergantian menuruni tangga kapal, untuk pergi ke toilet&#8230;. hahaha</p>
<p style="text-align:justify;">Kelihatannya penyakitku ini menular, karena anakku juga mulai menunjukkan gejala hobi ke toilet. Dalam perjalanan Bandung-Jakarta menuju bandara, dia benar-benar terpaksa tak berani makan minum, hanya karena sudah ingin ke toilet, namun karena sudah melewati <em>rest area</em>, memaksa harus bertahan sampai tiba di bandara. Dan sampai di bandara, begitu pintu mobil dibuka, larilah dia terbirit-birit ke toilet. Ada salah satu travel Jakarta-Bandung yang sebenarnya saya senangi, karena lega, setiap deretan hanya diisi dua kursi, namun saya hanya naik travel ini dari Bandung ke Jakarta dan tidak sebaliknya. Apa pasal? Karena masalah toilet ini. Lokasi travel tersebut menyewa di suatu gedung, dimana lokasi toiletnya ada di <em>basement</em>, dekat parkir mobil. Saya membayangkan pasti serem dan kotor, padahal  jarak lokasi travel tersebut dari rumah tinggalku hanya sekitar 200-300 an meter.  Walau saya sudah ke kamar kecil sebelum berangkat, tetap saja saat menunggu, apalagi pakai AC, ada kemungkinan keinginan untuk pergi ke kamar kecil tak bisa ditunda lagi. Sedangkan travel ini, toiletnya lumayan bersih dan cukup banyak, jika saya berangkat dari Bandung.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kenapa saya suka makan di American Grill di PIM ? Salah satu alasannya, selain saya suka salad bar nya, dan bubur ayamnya enak, maka alasan lainnya adalah restoran tersebut punya toilet tersendiri yang menjadi satu dengan restoran. Adakah yang punya saran bagaimana mengatasi masalah beser ini?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3080/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3080&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/12/03/beser/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Long week end</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/12/01/long-week-end/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/12/01/long-week-end/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 06:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3108</guid>
		<description><![CDATA[Liburan panjang akhir pekan kemarin, tak ada rencana kemana-mana, karena sudah beberapa minggu sebelumnya sibuk yang melelahkan fisik dan pikiran. Setelah sholat Ied, saya mendapat undangan makan ketupat di rumah pak RW di kampung Cilandak,  selanjutnya saya hanya istirahat di rumah. Undangan dari pak RW benar-benar saya terima dengan penuh rasa syukur, maklum badan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3108&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Liburan panjang akhir pekan kemarin, tak ada rencana kemana-mana, karena sudah beberapa minggu sebelumnya sibuk yang melelahkan fisik dan pikiran. Setelah sholat Ied, saya mendapat undangan makan ketupat di rumah pak RW di kampung Cilandak,  selanjutnya saya hanya istirahat di rumah. Undangan dari pak RW benar-benar saya terima dengan penuh rasa syukur, maklum badan ini sudah nggak kuat lagi untuk balik ke Bandung, dan mau masak ketupat malas sekali, karena  hanya untuk dua orang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3108"></span>Setelah istirahat di rumah sehari, besoknya saya mesti berbelanja karena isi kulkas sudah kosong. Si mbak sebelum pulkam, nggak berani membuat persediaan, karena sebelumnya listrik di Jakarta byar pet. Saya juga ragu untuk berbelanja banyak, yang penting ada makanan kering, buah, sayur dan daging sedikit, agar jika listrik mati tak berisiko. Hari Minggu, saya masih asyik di depan kompie sendirian, menikmati sepi di rumah. Tiba-tiba ada sms dari <a href="http://amaliaonearth.com/">YA </a>(teman blogger), menanyakan mau maksi bareng nggak?  Saya, yang belum punya rencana apa-apa membalas sms tersebut, dan menanyakan bagaimana jika kita nonton bareng. YA mencoba pesan tiket di XXI Pondok Indah Mall, ternyata film yang diinginkan tak bisa dipesan karena mainnya di bioskop 21. Bioskop XXI ini lebih mahal dibanding bioskop 21, dan bisa pesan tiket melalui telepon, penjelasan yang lebih detail bisa ditanyakan pada YA. Akhirnya rencana diubah ke &#8220;<em>Pejaten Village&#8221;</em> karena YA sedang kepengin udang mayonaisse di Eaton, dan YA yang tahu saya suka ke toko buku, mengiming-imingi dengan cerita kalau di PV ada <em>Times </em>dan Gramedia. Kami janji ketemu di Gramedia PV sekitar jam 11.30 wib.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya segera mandi dan bersiap-siap, pesan taksi, dan ternyata jalan tak terlalu macet sehingga argonya hanya Rp.21.500,- dari rumah saya. <a href="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/pejaten_exterior_21.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3111" title="Pejaten_exterior_2" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/pejaten_exterior_21.jpg?w=300&#038;h=155" alt="Pejaten Village-foto diambil dari http://www.yourlippomall.com" width="300" height="155" /></a>Saya langsung menuju lantai dimana terletak Gramedia. Dan karena satu hari sebelumnya sudah membeli beberapa buku dari Gramedia di D&#8217;Best, saya hanya melihat-lihat, apalagi ini pertama kalinya ke PV. Tak lama YA menghampiri saya, dan kami terus ke bioskop XXI untuk mengambil tiket. Ternyata film &#8220;<em>Emak ingin naik Haji</em>&#8221; masih 45 menit lagi,  jika makan siang kawatir terlalu lama menunggu pesanan. Agar perut tidak kosong, kami berjalan ke <em>food court</em>, memesan tekwan, serta jus mangga buat YA dan jus adpukat buat saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Film &#8220;<em>Emak ingin naik Haji</em>&#8221; menceritakan seorang Emak, wanita usia lanjut yang sabar, tulus, dan baik hati, yang sangat ingin menunaikan ibadah haji. Sayangnya, Emak tidak memiliki biaya untuk mewujudkan keinginannya. Emak sehari-hari berjualan kue, sedangkan Zein, anaknya yang duda, menjadi penjual lukisan keliling yang hasilnya tak seberapa.  Emak sadar keinginannya sangat berat dapat terwujud, karena selama lima tahun menabung tabungannya hanya sampai Rp.5 juta, padahal ongkos naik Haji tak kurang dari Rp.30 juta. Pada saat yang sama, anak kandung Zein yang ikut isterinya, yang telah menikah lagi, harus segera dioperasi hernia. Akhirnya emak merelakan uangnya untuk membantu operasi cucunya. Film ini menunjukkan betapa tulus kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, juga kasih sayang anak yang ingin membahagiakan ibunya. Film ini sangat mengharukan. Pada akhirnya Emak memang bisa naik Haji, setelah melalui cobaan yang berliku-liku.</p>
<p style="text-align:justify;">Film ini dibintangi Aty Kanser sebagai emak,  Reza Rahadian sebagai Zein (anak emak), serta beberapa bintang senior lain seperti Didi Petet, Niniek L. Karim, Henidar Amroe dan lain-lain. Sebagai sutradara adalah Aditya Gumay.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai menonton, kami mampir di Eaton untuk makan siang, dan memesan: udang saus mayonaisse, oseng kecambah ikan asin, ikan asam manis. Sedang untuk minumnya kami sepakat memesan <em>Hot Chinese Tea</em>, yang konon katanya bisa meluruhkan lemak. Setelah kenyang, tentu tak afdol jika tak mampir ke Gramedia. YA banyak sekali membeli buku, saya yang awalnya tak berniat beli buku, karena kebetulan buku yang saya cari tak ada, akhirnya juga gatal untuk menambah beberapa buku, diantaranya &#8220;Centhini: kekasih yang tersembunyi&#8221; karangan <em>Elizabeth D. Inandiak</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami mampir lagi ke <em>Hypermart</em> untuk berbelanja, saya hanya beli <em>Cinnamon Powder,</em> <em>Red Chili</em> (cabe merah bubuk), <em>Fried Sarden Balado</em> (biasanya saya beli sarden yang biasa, nanti dimasak dan ditambah bumbu lagi), nangka matang, roti tawar serta Piza. Saya banyak belajar dari YA tentang barang apa yang sebaiknya dibeli, jika lagi malas masak. Apalagi besok pagi-pagi ada undangan seminar sehari, yang mesti pagi-pagi berangkat. Cerita tentang seminar &#8220;<em>Prospek  Industri Keuangan dan Perbankan tahun 2010</em>&#8221; mudah-mudahan bisa saya tulis dalam tulisan tersendiri. Kami berpisah di depan PV,  berjanji akan ketemu lagi jika ada waktu yang memungkinkan. Terimakasih YA, yang bisa menemani jalan-jalan di <em>Pejaten Village</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Catatan:</strong></p>
<p>Foto diambil dari <em>http://www.yourlippomall.com</em></p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3108&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/12/01/long-week-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/12/pejaten_exterior_21.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pejaten_exterior_2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>French toast ala edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/11/29/french-toast-ala-edratna/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/11/29/french-toast-ala-edratna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 02:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3099</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang anda lakukan jika sedang sendirian di rumah? Jika siang hari tak masalah, karena masih terang benderang. Jujur saja saya jarang di rumah sendirian, apalagi di malam hari. Biasanya hanya saat siang hari, paling lama sampai jam 10 malam. Tinggal di Jakarta, tinggal di rumah sendiri bukan pilihan yang tidak menyenangkan, yang dikawatirkan hanyalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3099&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Apa yang anda lakukan jika sedang sendirian di rumah? Jika siang hari tak masalah, karena masih terang benderang. Jujur saja saya jarang di rumah sendirian, apalagi di malam hari. Biasanya hanya saat siang hari, paling lama sampai jam 10 malam. Tinggal di Jakarta, tinggal di rumah sendiri bukan pilihan yang tidak menyenangkan, yang dikawatirkan hanyalah orang yang berniat jahat, meskipun di kiri kanan rumah ada tetangga.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3099"></span>Kali ini saya terpaksa di rumah sendirian, karena si mbak pulang kampung, dan bala bantuan dari Bandung juga sedang dibutuhkan suami. Yang jadi masalah adalah soal makan, karena malas sekali rasanya makan sendirian. Jika sedang banyak orang, memasak rasanya seimbang antara capek dan banyaknya yang menikmati makanan. Lagipula masak sendiri, untuk dimakan sendiri, rasanya kok kurang seru. Akhirnya ingat postingan <a href="http://imelda.coutrier.com/2009/11/07/kamu-ketahuan/">Imel</a>, tentang membuat <em>french toast</em>, makanan ini yang setiap malam saya pesan ditambah secangkir <em>hot lemon tea</em>, saat saya menginap di hotel &#8220;Y&#8221; selama 10 hari di Jayapura. Dimakan hangat, ditemani secangkir teh panas manis dan rasa jeruk nipis yang samar-samar, cukup untuk menghilangkan kepenatan mengajar dan berdiri seharian.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, kok susah ya cari postingannya Imel, rasanya menyesal kok saat itu nggak saya <em>print</em>. Saya coba cari arsip blognya Imel dari bulan Nopember 09, Oktober 09, sampai  bulan Juli 09 nggak ketemu, padahal rasanya baru saja dibaca beberapa waktu lalu. Maklum Imelda termasuk nara blog yang rajin menulis dan meng<em>update </em>blognya, sehingga nyaris setiap hari tulisannya selalu baru. Tulisannya, yang menceritakan kehidupannya di Jepang, makanan yang ada disana, membuatku selalu menyempatkan diri mengunjungi blognya, walau terkadang tak sempat meninggalkan komentar. Jadi, saya meninggalkan pesan di blognya.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa lapar akhirnya membuat saya mencoba resep<em> french toast</em> berdasar ingatan. Seingat saya resepnya terdiri dari: susu, gula dikocok, kemudian dicampur dengan lembaran roti tawar, kemudian dipanggang. Duh panggangan mesti dicari, dan jika di Bandung, panggangan (yang bisa memanggang apa aja, maklum suami sudah menghindari goreng-gorengan) selalu siap ditempatnya, rumah Jakarta yang sempit dan dapur super mungil ini membuat panggangan harus langsung disimpan jika tak dipergunakan. Setelah bingung bagaimana cara menyambungkan kabel antara panggangan dan <em>stabilizer</em>, akhirnya saya menyerah dan menilpon suami. Sayangnya suami yang lagi sibuk, sama-sama <em>&#8220;hang</em>&#8221; dan timbulah percakapan nggak mutu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Mas,  cara menyambungkan kabelnya oven bagaimana</em>?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Kabel oven</em>?&#8221; yang disana malah balik bertanya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Iya, kabel oven yang disambungkan ke stabilizer, di depan atau dibelakang</em>?&#8221;. Kayaknya disana makin bingung deh. &#8220;<em>Memang ovennya kenapa</em>?&#8221;&#8230;waduhh tambah nggak nyambung. Akhirnya suami memanggil Minah, masih kedengaran suaranya&#8230;&#8221;<em>Minah, ini ibu mau bicara</em>.&#8221; Lho! Kok malah Minah yang mesti jawab. Maklum saya paling takut dengan urusan kabel yang berkaitan dengan listrik, kawatir nyetrum, kawatir bikin <em>korsluiting </em>dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya suami menelpon lagi..&#8221;<em>Kabel dari oven disambung ke depan, dan dari stabilizer kabel disambung dibelakangnya</em>.&#8221; Waduhh, tetap nggak jelas..ya udah, keburu lapar, lebih baik eksperimen langsung.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah kabel oven saya sambungkan ke colokan yang 110 Volt di <em>stabilizer</em> dan kabel dari <em>stabilizer </em>yang terletak di belakangnya, disambungkan ke colokan listrik di dapur. Sekarang tinggal adonan dimasukkan, hmm&#8230;rasanya lumayan juga. Tiba-tiba saya ingat, kayaknya dalam blog Imel ada juga disebut tentang mentega&#8230;.waduhh bagaimana ya&#8230;akhirnya saya buka mentega, dioleskan di roti yang udah direndam susu campur gula tadi, terus dimasukkan oven lagi. Hmm&#8230;memang lebih sedap.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi ini sempat Ym an sama Imelda, dan ternyata tulisan tentang<em> french toast</em> berada pada judul..&#8221;<em>Kamu ketahuan</em>..&#8221; Duhh judulnya kok jauh banget, pantas nggak ketemu. Saya geli sendiri, jadilah pagi ini, dua emak-emak mengobrol tentang masakan. Saya sarankan Imel juga menulis tentang cara memasak makanan yang cepat, mudah dan enak&#8230;tentu saja. Dan lain kali, saya harus segera <em>print</em>, agar tak lupa lagi, resep makanan yang kira-kira ingin di coba.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ternyata membuat <em>french toast</em> tidak dimasukkan oven, tapi di goreng dengan menggunakan mentega. Hahaha&#8230;tapi <em>french toast</em> ala edratna, lumayan kok. Mau mencoba? Tapi tidak ditanggung kalau sakit perut ya. Dan maaf tak bisa menayangkan fotonya, karena bentuk <em>frech toast</em> nya kurang menarik untuk ditayangkan&#8230;tapi uenak lho.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3099/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3099/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3099/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3099/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3099/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3099&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/11/29/french-toast-ala-edratna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati perjalanan Jakarta-Bandung</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/11/25/menikmati-perjalanan-jakarta-bandung/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/11/25/menikmati-perjalanan-jakarta-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 03:28:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3072</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dua minggu terakhir ini saya bolak-balik menikmati perjalanan dari Bandung-Jakarta. Saya perhatikan jalur Cikunir-Cikampek selalu padat, terutama jika banyak truk gandeng yang sedang melewati jalur tersebut. Dan membuat makin padat, jika truk-truk yang tak bisa berkecepatan tinggi tersebut ingin menyalip teman didepannya, sehingga akhirnya jalur paling kiri dan tengah dipenuhi truk gandeng yang tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3072&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dalam dua minggu terakhir ini saya bolak-balik menikmati perjalanan dari Bandung-Jakarta. Saya perhatikan jalur Cikunir-Cikampek selalu padat, terutama jika banyak truk gandeng yang sedang melewati jalur tersebut. Dan membuat makin padat, jika truk-truk yang tak bisa berkecepatan tinggi tersebut ingin menyalip teman didepannya, sehingga akhirnya jalur paling kiri dan tengah dipenuhi truk gandeng yang tak bisa lari cepat. Perjalanan memang seharusnya dinikmati, apalagi bagi kaum komuter yang selalu melewati jalan ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3072"></span>Tak bisa dipungkiri lagi, jalur Jakarta-Cikampek, Cipularang, telah banyak menolong kaum komuter ini, yang pekerjaannya terbagi antara kota Jakarta, Bandung, Tangerang dan sebagainya. Dulu sekali, saat anak-anak masih kecil, suami yang lebih banyak bertugas di Bandung, selalu melalui jalur Puncak jika ingin menengok anak isteri di Jakarta, dan jalan tersebut selalu macet pada akhir pekan, sehingga lama kelamaan hafal sistem buka tutup di daerah Ciawi-Puncak. Saat itu melalui Padalarang belum merupakan pilihan, karena jalanan relatif sepi dan melalui bulak panjang, sehingga jika sendirian agak kawatir. Semakin kesini, jalur Padalarang banyak dinikmati, ditambah makin banyak juga rumah makan yang buka di daerah Padalarang. Dulu, saya suka mampir makan di rumah makan &#8221;Abah&#8221;, makanan khas Sunda, dan yang membuat kangen adalah sambal mentahnya. Saya sempat ke dapur hanya untuk melihat cara membuat sambal, yang sebetulnya cuma sederhana. Terdiri dari garam, tomat sayur (bukan tomat apel), cabe, bawang merah, gula sedikit, kemudian diuleg. Dan hebatnya, di rumah makan &#8220;Abah&#8221; ini, nguleg nya di cobek yang terbuat dari tanah. Duhh&#8230;saat mencoba sendiri sulit sekali, dan rasanya &#8230;jelas sangat jauh dibanding rasa sambal di rumah makan &#8220;Abah&#8221;. Mungkin itu sebabnya, saya diperbolehkan ke dapur untuk mengintip cara mereka membuat sambal, karena tak mungkin menjadi saingan.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita seru terjadi saat Lebaran tahun 2003, saat itu Cipularang belum dibuka, kami beramai-ramai sekeluarga ditambah keponakan dan adik dari Semarang, serta keluarga Pondok Gede, mampir di rumah makan &#8220;Abah&#8221;, dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta. Lama ditunggu, makanan tak keluar-keluar. Akhirnya saya dan keponakan ke dapur&#8230;dan rupanya pembeli antri di dapur. Saya tak ketinggalan antri di dapur sambil membawa tempat nasi dari bambu (apa ya namanya&#8230;tenong???), dan antri didepan pembuat sambal. Dan akhirnya kami makan hanya pake nasi dan sambal, karena ikan bakarnya baru muncul belakangan. Dan karena lapar, nasi itu licin tandas.</p>
<p style="text-align:justify;">Dibukanya Cipularang membuat saya tak pernah lagi mampir Padalarang, entah seperti apa rumah makan &#8220;Abah&#8221; sekarang. Perjalanan Jakarta-Bandung melalui Cipularang yang hanya dua jam, apalagi setelah dibukanya Tol Cikunir-Simatupang, membuat perjalanan dari rumah Jakarta ke Bandung semakin dekat, apalagi jika bukan hari akhir pekan. Dan kemarin saya kembali lagi ke Bandung, hari Selasa siang itu perjalanan sangat lancar, entah kenapa tak banyak truk gandeng yang melewati jalur Tol Cikunir-Cikampek, sehingga saya lebih bisa menikmati pemandangan. Melewati Tol Cipularang, menjadi teringat komentar anakku, bahwa Indonesia ini sungguh indah, bahkan sebetulnya lebih indah dari negeri lain yang baru dia kunjungi. Saat itu langit mendung, hujan mulai gerimis, namun pemandangan  di kiri kanan jalan belum tertutup oleh kabut hujan. Jejeran gunung di arah barat jalan Tol terlihat sangat memukau, demikian juga arah kiri jalan Tol.</p>
<p style="text-align:justify;">Jawa Barat ini betul-betul indah, namun hati ini mulai sedih, saat baru mulai masuk ke Tol Cipularang. Dikiri jalan telah mulai terlihat tanah diratakan, dan mulai dibangun bangunan yang mungkin dimaksudkan sebagai <em>rest area</em>. Padahal setelah Padalarang telah ada <em>rest area </em>di kiri kanan jalan Tol. Kenapa ya para investor itu tak menginginkan jalan kiri kanan Tol tetap berupa hamparan hijau, dan kalau mau dijadikan usaha produktif, bisa berupa usaha yang berkaitan dengan pertanian, sehingga pemandangan yang hijau ini masih memukau mata. Rasanya disepanjang jalan Tol telah ada pom bensin, lengkap dengan tempat makan, pada jarak yang dekat, sehingga menurut pengamatan saya sebetulnya tak terlalu banyak pengunjungnya. Tapi, kembali ingat perkataan seorang teman, sepinya suatu usaha tak berarti usaha itu tak laku, jika usaha tersebut masih berjalan dalam jangka waktu cukup lama, dan masih ada sampai saat ini, berarti usaha tersebut memang telah melewati angka <em>Break Even Point</em> (BEP), sehingga layak dilanjutkan. Dan membuat pelaku usaha lain ingin mencoba menikmati kue keuntungan yang serupa.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3072/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3072&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/11/25/menikmati-perjalanan-jakarta-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melongok sudut Jakarta dari sebuah jendela perkantoran</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/08/24/melongok-sudut-jakarta-dari-sebuah-jendela-perkantoran/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/08/24/melongok-sudut-jakarta-dari-sebuah-jendela-perkantoran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 23:17:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2796</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu siang, saat kejenuhan lagi melanda dan kantuk mulai menyerang, apakah yang biasanya anda lakukan? Ym an sama teman (sayang tak semua kantor memberikan fasilitas ini), atau saling bekirim sms, atau mengubah status di FB? Saya mencoba untuk melihat kesibukan Jakarta dari kantor, yang selama ini jarang sekali diperhatikan. Apa hasilnya? Ternyata jika dilihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2796&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pada suatu siang, saat kejenuhan lagi melanda dan kantuk mulai menyerang, apakah yang biasanya anda lakukan? Ym an sama teman (sayang tak semua kantor memberikan fasilitas ini), atau saling bekirim sms, atau mengubah status di FB? Saya mencoba untuk melihat kesibukan Jakarta dari kantor, yang selama ini jarang sekali diperhatikan. Apa hasilnya? Ternyata jika dilihat dari atas, Jakarta masih ada bagian hijaunya, dan bagian yang hijau ini lumayan juga. Entah kenapa, kalau kita melihatnya dari jalan, rasanya kok Jakarta kurang sejuk ya, atau karena cuaca yang semakin terasa panas akhir-akhir ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2796"></span>Inilah hasil jepretan lewat ponsel, pemandangan di salah satu sudut Jakarta, dari sebuah perkantoran di daerah Kebon Sirih.</p>
<div id="attachment_2797" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-2797" title="Jkt dr Menara BDN" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/jkt-dr-menara-bdn.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Pemandangan sebuah sudut Jakarta dari jendela kantor" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Pemandangan sebuah sudut Jakarta dari jendela kantor</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana? Lumayan hijau kan? Walau sayang hijaunya tak terlalu di rawat. Dan mungkin juga pemilik tanah belum menjual tanahnya, atau belum sempat punya ide untuk membangun apa tepatnya di daerah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Juga dapat dilihat betapa gersang pemandangan atap gedung perkantoran dilihat dari atas. Jika pemilik gedung mau mulai menghijaukan atapnya, seperti yang dilakukan di beberapa negara lain, tentu akan lebih memberikan keindahan, disamping mengurangi efek pemanasan global. Bagaimana pendapat anda?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2796/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2796&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/08/24/melongok-sudut-jakarta-dari-sebuah-jendela-perkantoran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/jkt-dr-menara-bdn.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Jkt dr Menara BDN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Minggu kemarin jatahnya nonton &#8220;Film laga&#8221;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/08/19/minggu-kemarin-jatahnya-nonton-film-laga/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/08/19/minggu-kemarin-jatahnya-nonton-film-laga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 23:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2773</guid>
		<description><![CDATA[Punya anak &#8220;maniak film&#8221; membuatku terpengaruh juga. Apalagi  jika ada waktu dan filmnya adalah film Indonesia. Kalau bukan kita yang menonton film anak bangsa ini, siapa lagi yang mau menghargai? Dan film Indonesia semakin bagus, sehingga saya lihat gedung bioskop juga penuh sesak. Sebelumnya sempat kawatir juga karena harus pergi ke Jayapura, syukurlah  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2773&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Punya anak &#8220;maniak film&#8221; membuatku terpengaruh juga. Apalagi  jika ada waktu dan filmnya adalah film Indonesia. Kalau bukan kita yang menonton film anak bangsa ini, siapa lagi yang mau menghargai? Dan film Indonesia semakin bagus, sehingga saya lihat gedung bioskop juga penuh sesak. Sebelumnya sempat kawatir juga karena harus pergi ke Jayapura, syukurlah  saat kembali ke Jakarta, film &#8220;Merantau&#8221; dan &#8220;Merah Putih&#8221; masih tayang di bioskop.</p>
<div id="attachment_2774" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2774" title="Merantau05" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/merantau05.jpg?w=300&#038;h=168" alt="Salah satu adegan &quot;Merantau&quot; yang kusuka, melempar lawan dengan tabung gas (apa nggak berat ya?)" width="300" height="168" /><p class="wp-caption-text">Salah satu adegan &quot;Merantau&quot; yang kusuka, melempar lawan dengan tabung gas (apa nggak berat ya?)</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2773"></span>Film &#8220;Merantau&#8221; ini sudah kudengar jauh sebelum diputar, bahkan si sulung mendapat undangan untuk hadir premier langsung dari sutradara nya. Dia sejak lama mempromosikan film ini dari mulut ke mulut ke teman-temannya, karena inilah film silat  yang menunjukkan gerakan silat harimau, silat asli Minang (berasal dari Bukittinggi). Dan  lokasinya antara lain diadakan di Ngarai Sianok, yang juga menjadi kenangan anakku karena  pernah kuajak ke sana bersama adiknya.</p>
<div id="attachment_2775" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2775" title="IndonesiaSoldierMerahPutih2" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/indonesiasoldiermerahputih2.jpg?w=300&#038;h=163" alt="Memikirkan strategi setelah tercerai berai oleh musuh. Dan ternyata pak tani (paling kiri) jago berperang juga, bersama anak-anaknya, membantu tentara yang tinggal empat orang" width="300" height="163" /><p class="wp-caption-text">Memikirkan strategi setelah tercerai berai oleh musuh. Dan ternyata pak tani (paling kiri) jago berperang juga, bersama anak-anaknya, membantu tentara yang tinggal empat orang</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan film &#8220;Merah Putih&#8221; dipromosikan dibuat dengan biaya Rp.60 milyar, sutradara nya Yadi Sugandi, serta  <em>special effect</em>nya diimpor dari para ahli yang pernah membuat <em>special effect </em>Film Holywood.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya saya sendiri belum terlalu sehat sejak pulang dari Jayapura, namun melihat si sulung begitu inginnya mengajak ibu nonton film, Sabtu siang itu kami berdua menonton di PIM, langsung dua film, pertama kali nonton &#8220;Merah Putih&#8221; pada jam 12.45 wib, yang kemudian dilanjutkan menonton film &#8220;Merantau&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa kesan saya? Menurutku dua film Indonesia ini layak ditonton. Adegan silat dalam Merantau, menunjukkan bagaimana sebuah film silat bisa dibuat sedemikian bagus, tak kalah dengan film silat Hongkong yang pemainnya &#8220;<em>Jackie Chan</em>&#8220;. Film silat ini juga ada unsur dramanya yang membuat saya ikut deg2an&#8230;apalagi pada akhirnya (tak boleh diceritakan di sini dulu &#8230;&#8230;nanti nggak seru lagi). Awalnya saya tak terlalu antusias untuk  menonton film &#8220;Merah Putih&#8221;, apalagi gambar pada promosi film ini,  baju para tentara Indonesia saat perang kemerdekaan terlalu bersih.  Tapi dalam filmnya, bajunya tak terlalu bersih (atau sudah digelapkan ya? karena banyaknya komentar tentang ini). Film ini nanti ada sequel nya, dan  kemungkinannya yang kedua akan lebih bagus dan lebih tegang&#8230;.semoga.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika ingin membandingkan pakaian para prajurit Belanda dan Indonesia, dalam film &#8220;Merah Putih&#8221; dan &#8220;Oeroeg&#8221; dapat dilihat dari <a href="http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/2009/08/perbedaan-visual-antara-merah-putih-dan.html">blog si sulung</a>, ternyata pakaian tentara Indonesia dulu dobel ya..dibalik pakaian warna coklat, didalamnya ada hem putih. Tapi gambaran pakaian dalam film &#8220;Oeroeg&#8221; sepertinya lebih tepat karena tidak terlalu bersih. Bukankah saat itu bangsa Indonesia bajunya belum sebagus sekarang, bahkan mungkin dari  kain blacu. Karena saat saya masih SD pun, kain putih warnanya tak seputih saat ini, dan kain tetoron sudah yang paling hebat.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sebagai orang awam, komentar saya tentunya tak penting&#8230;dan yang paling penting menurut saya kedua film ini bagus dan layak ditonton.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2773/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2773/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2773&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/08/19/minggu-kemarin-jatahnya-nonton-film-laga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/merantau05.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Merantau05</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/indonesiasoldiermerahputih2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IndonesiaSoldierMerahPutih2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Percakapan antara pasien dan Dokter</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/08/07/percakapan-antara-pasien-dan-dokter/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/08/07/percakapan-antara-pasien-dan-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 14:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2694</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sore, rasanya badan sudah melayang. Rasanya baru dua hari yang lalu kerokan. Wahh mesti ke dokter nih. Kebetulan kalau hari Jumat, jalanan Jakarta macetnya minta ampun. Apa boleh buat, kesehatan nomor satu, apalagi jika sudah nggak enak badan, makan pun rasanya malas. Penginnya perut kenyang, tapi tak perlu mengunyah&#8230;ahh dasar males. Jadi dari perkantoran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2694&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Suatu sore, rasanya badan sudah melayang. Rasanya baru dua hari yang lalu kerokan. Wahh mesti ke dokter nih. Kebetulan kalau hari Jumat, jalanan Jakarta macetnya minta ampun. Apa boleh buat, kesehatan nomor satu, apalagi jika sudah nggak enak badan, makan pun rasanya malas. Penginnya perut kenyang, tapi tak perlu mengunyah&#8230;ahh dasar males. Jadi dari perkantoran di jalan Sudirman, taksi diminta membelokkan ke klinik langganan. Pasien penuh sesak, padahal biasanya di klinik ini pelayanan cepat, karena pasien tak terlalu banyak.</p>
<p><span id="more-2694"></span>Setelah menunggu kira-kira satu jam, giliran untuk masuk tiba juga.</p>
<p>&#8220;Wahh&#8230;tumben bu, udah lama nggak kesini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, kalau nggak sakit kan memang nggak kesini,&#8221; jawab pasien</p>
<p>&#8220;Kok pucat amat, bagaimana rasanya badan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Rasanya capek, dan malas makan, &#8221; jawab pasien</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah diperiksa, suhu normal, perut agak kembung, dan dokter memberi resep.  Sebetulnya sih, kalau cuma kecapekan obatnya cuma makan banyak, dan istirahat, apalagi hari Jumat kan besoknya libur. Apa daya, kali ini tak bisa menikmati istirahat di akhir pekan, padahal pengin nonton film &#8220;Merantau&#8221; yang kata <a href="http://kunderemp.multiply.com/photos/album/29/Premiere_Merantau">si sulung</a>, ceritanya menarik, sutradara orang asing, namun semua <em>crew </em>film nyaris semuanya pribumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa boleh buat, malam ini harus istirahat total, agar bisa segar bugar dan siap berangkat lagi. Penginnya sih istirahat di rumah, namun tugas ini sudah dirancang sebulan yang lalu, dan sebelumnya sempat tertunda. Sabtu malam besok mesti berangkat ke Papua, dan baru kembali ke Jakarta hari Kamis. Pekerjaan akhir-akhir ini memang penuh, ngeblog pun terbengkalai, karena ada yang harus diprioritaskan. Mohon maaf bagi teman-teman yang belum sempat saya kunjungi balik dan belum sempat dijawab komentarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai ketemu lagi Minggu depan, semoga di Papua kembali sehat, makan Papeda, dan ikan bakar di pinggir danau Sentani, serta menikmati angin pantai di pagi hari sambil memandang matari terbit.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2694/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2694&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/08/07/percakapan-antara-pasien-dan-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teh rasa buah, oleh-oleh dari seorang sahabat</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/07/26/teh-rasa-buah-oleh-oleh-dari-seorang-sahabat/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/07/26/teh-rasa-buah-oleh-oleh-dari-seorang-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 04:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2651</guid>
		<description><![CDATA[Saya penggemar teh, teh rasa apa saja. Rasanya jika belum minum teh panas manis kentel (nasgitel), belum bisa memulai kehidupan rutin. Juga teh ini bagi saya meningkatkan tekanan darah, jika lagi lelah, capek, nggak konsentrasi, dengan minum segelas teh panas manis, maka badan kembali segar.
Tentu saja, betapa senangnya hati ini, saat Imelda (sahabat saya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2651&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saya penggemar teh, teh rasa apa saja. Rasanya jika belum minum teh panas manis kentel (nasgitel), belum bisa memulai kehidupan rutin. Juga teh ini bagi saya meningkatkan tekanan darah, jika lagi lelah, capek, nggak konsentrasi, dengan minum segelas teh panas manis, maka badan kembali segar.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2651"></span>Tentu saja, betapa senangnya hati ini, saat <a href="http://imelda.coutrier.com/">Imelda</a> (sahabat saya yang awalnya ketemu di dunia maya ini) memberikan oleh-oleh sekotak teh dengan berbagai rasa buah. Tak sabar rasanya untuk segera mencoba teh tersebut.</p>
<div id="attachment_2653" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2653" title="Teh rasa buah oleh-oleh Imelda" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/teh-rasa-buah-oleh-oleh-imelda.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Teh dengan berbagai rasa buah, oleh-oleh Imelda" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Teh dengan berbagai rasa buah, oleh-oleh Imelda</p></div>
<p style="text-align:justify;">Saya berdua <a href="http://amaliaonearth.com/">Yoga</a>, janji ketemu Imel di Tamani Cafe di Sabtu siang hari. Imel mengajak Kai, putra bungsunya yang berumur 2 (dua) tahun. Kai sangat lucu, bikin gemes, sayangnya kami hanya bisa bercakap-cakap lewat bahasa tubuh, maklum Kai hanya bisa bahasa Jepang, sedang saya serta Yoga tak bisa berbahasa Jepang.</p>
<p style="text-align:justify;">Diam-diam Kai suka memotret, sepanjang  pertemuan kemarin, Kai sibuk mengotak atik  tustel, tadinya saya pikir dia masih bermain-main, ternyata  hasilnya lumayan.</p>
<div id="attachment_2654" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2654" title="Kai ingin memotret" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/kai-ingin-memotret.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Kai yang sibuk mengotak-atik tustel" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Kai yang sibuk mengotak-atik tustel</p></div>
<div id="attachment_2655" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2655" title="Foto bidikan Kai pertama kali" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/foto-bidikan-kai-pertama-kali.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Hasil foto bidikan Kai.....bagus kan?" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Hasil foto bidikan Kai.....bagus kan?</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sambil makan kami berbagi cerita sehari-hari. Disini Imel membagi oleh-oleh&#8230;maaf Imel, saya tak sempat bawa apa-apa, maklum kemarin dadakan, begitu Yoga menilpon ngajak ketemuan, dan kita bertiga lagi ada waktu, saya juga langsung berangkat&#8230;soalnya saat Yoga telepon, saya bahkan belum mandi,  masih menikmati hari Sabtu yang santai di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya suka teh hijau,  <em>Oca</em> (bener nggak tulisannya?) yang sering disajikan di restoran Jepang, juga<em> Chinese tea </em>yang konon katanya dapat menurunkan kadar kolesterol. Tentu saja, saya suka berbagai teh khas Indonesia, yang berwarna merah pekat, baik teh &#8220;Sosro&#8221;, teh &#8220;Cap botol&#8221;, teh &#8220;Gopek&#8221; dan lain-lain. Dan lidah ini bisa membedakan apakah tehnya enak dan memasaknya pas apa tidak, entah teh merk apapun. Memasak teh yang enak bagi saya, adalah jika merebus air sampai mendidih, nanti baru dibuat &#8220;mbok-mbok an&#8221; (air mendidih dituang ke dalam teh, diendapkan dulu dalam tempat tertutup semacam teko), di tunggu sebentar biar teh meresap, baru teh dituang dalam cangkir atau gelas, apakah mau pakai gula atau tidak, terserah keinginan masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini saya sering mencoba teh dengan berbagai rasa, awal kenal teh berbagai rasa ini saat makan di<em> Izzi Pizza</em> di Citos, saat itu ditawari teh rasa mint, ternyata membuat mata lebih melek dan badan terasa hangat. Sejak itu saya suka mencoba teh berbagai rasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pulang dari acara ketemuan, saya segera mencoba teh dari Imel, yang terdiri dari berbagai rasa, antara lain: <em>Peach</em> &amp; <em>Passion tea</em>, <em>Apple tea</em>, <em>Lemon</em> &amp; <em>Lime tea</em>, <em>Strawberry tea</em>. Jangan ditanya rasanya&#8230;yang jelas sedaaap. Saya mencoba berdua si sulung, dan kebetulan hari Minggu pagi si bungsu datang, dan serta merta ditawari teh dari tante Imelda. Si bungsu yang sedang kurang enak badan, namun harus ke Jakarta karena ada perlu, merasakan betapa enaknya teh tersebut. Terimakasih ya Imel..kalau habis, mesti mencari di Jakarta nih&#8230;dimana saya bisa mendapatkan teh sejenis itu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2651/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2651&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/07/26/teh-rasa-buah-oleh-oleh-dari-seorang-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/teh-rasa-buah-oleh-oleh-imelda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Teh rasa buah oleh-oleh Imelda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/kai-ingin-memotret.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Kai ingin memotret</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/foto-bidikan-kai-pertama-kali.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Foto bidikan Kai pertama kali</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>