<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Serba serbi</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/category/serba-serbi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Dec 2009 03:51:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='edratna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a5b4bd50f43c4b7f96c99134e7b550f0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title> &#187; Serba serbi</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Listrik mati</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/11/08/listrik-mati/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/11/08/listrik-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 00:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3014</guid>
		<description><![CDATA[Pagi hari Sabtu itu berlangsung aman, saya agak bermalas-malasan menikmati kompie baru, internet yang lancar sambil mendengarkan radio. Mendadak penyiar mengatakan bahwa akan ada pemadaman listrik untuk wilayah..bla..bla&#8230;bla dan wilayah tempat tinggalku disebut. Saya, yang saat itu belum mandi langsung loncat ke kamar mandi, apalagi siang itu sudah ada janji, adikku sekeluarga akan ke rumah.
Baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3014&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pagi hari Sabtu itu berlangsung aman, saya agak bermalas-malasan menikmati kompie baru, internet yang lancar sambil mendengarkan radio. Mendadak penyiar mengatakan bahwa akan ada pemadaman listrik untuk wilayah..bla..bla&#8230;bla dan wilayah tempat tinggalku disebut. Saya, yang saat itu belum mandi langsung loncat ke kamar mandi, apalagi siang itu sudah ada janji, adikku sekeluarga akan ke rumah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3014"></span>Baru saja selesai mandi&#8230;brrt&#8230;listrik padam. Si mbak sedang mencuci pakaian, yang tentu saja tak bisa dihentikan mendadak. Saya tak tahu sampai kapan listrik ini padam, yang jelas acara hari ini tak bisa dilanjutkan. Kompie ku yang masih baru, masih belum banyak dimasukkan beberapa <em>software</em> seperti anti virus, belum disambungkan ke <em>scanner</em>, dsb nya. Buat saya yang gaptek, maka terpaksa menunggu adik&#8230;apa boleh buat, terpaksa buat janji lagi agar kapan-kapan  ke rumah untuk menambahkan beberapa tambahan fitur ke kompie. Memang enak sih, karena isi komputer tak aneh-aneh, kesannya lebih cepat, beda sekali dengan sebelumnya yang dipenuhi berbagai hal oleh anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi ini, membaca Kompas membuatku terperangah,  pemadaman listrik akan dilakukan hingga bulan Desember. Dan sebagian warga Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Tangerang terpaksa menghabiskan akhir pekan ini tanpa listrik. Waduhh bagaimana ini&#8230;.padahal pekerjaan lagi menumpuk, dan mengerjakan laporan, membuat bahan presentasi dan lain-lain juga tak mudah, karena mesti memerlukan ketenangan dan waktu yang cukup. Mudah-mudahan hari ini listrik tak padam, setelah kemarin seharian dari jam 8.00 s/d 15.00 wib listrik padam. Dan berharap malam ini listrik menyala, karena minggu ini juga ingin agak bersantai sejenak&#8230;..dan baru sore atau malamnya mau mengerjakan tugas lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aliran listrik ini putus karena ada gangguan di Gardu Induk Tegangan ekstra tinggi Kembangan, Jakarta Barat&#8230;dan kenapa ya kerusakannya kok baru bisa diatasi hingga bulan Desember 2009. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Tadi pagi saya sudah buru-buru membersihkan bak kamar mandi, sebelumnya air ditampung dulu dalam ember plastik, kawatir listrik mati sewaktu-waktu&#8230;duhh&#8230;duhh repot sekali. Ayo&#8230;PLN, cepat berulkan ya&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3014/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3014&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/11/08/listrik-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya internet hidup lagi</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/11/07/akhirnya-internet-hidup-lagi/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/11/07/akhirnya-internet-hidup-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 23:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2976</guid>
		<description><![CDATA[Sejak awal Oktober 2009, internet di rumah kurang lancar. Saat itu, setiap ada masalah, saya telepon Kabel Vision (First Media), dan kemudian lancar lagi. Namun tak lama kemudian terjadi masalah lagi. Sempat terpikir untuk punya back up speedy, namun biaya perbulan jadi mahal, apalagi yang memakai internet hanya saya sendiri, kedua anak kami sudah pergi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2976&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sejak awal Oktober 2009, internet di rumah kurang lancar. Saat itu, setiap ada masalah, saya telepon Kabel Vision (First Media), dan kemudian lancar lagi. Namun tak lama kemudian terjadi masalah lagi. Sempat terpikir untuk punya <em>back up speedy</em>, namun biaya perbulan jadi mahal, apalagi yang memakai internet hanya saya sendiri, kedua anak kami sudah pergi keluar kota semua, dan suami lebih banyak tinggal di Bandung. Kebetulan saya sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan, dan saya lebih memprioritaskan email jika sedang di kantor. Rasanya kurang etis jika membuka FB atau blog saat jam kantor.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2976"></span>Saya makin sadar kalau ada kerusakan, setelah printer yang tersambung ke komputer juga tak bisa dipakai, setelah di cek kemungkinan ada masalah di <em>control panel</em>nya. Saya jadi ingat saran mantan anak buahku, kalau komputer hanya bertahan sekitar 3-4 tahun, apalagi jika dipakai terus menerus. Saya akui, komputer di rumahku usianya telah lebih lima tahun,  isinya bermacam-macam, bahkan nyaris setiap tamu (keponakan, teman) suka menitip di komputer beberapa data yang penting. Jangan heran jika melihat isi  <em>hard disk </em>komputer antara lain: Narp nitip, Narpati Nitip, Angel nitip dsb nya&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya, penggantian komputer satu set perlu biaya yang cukup mahal, ditambah penggantian printer, serta mesti meng<em>copy </em>semua data yang ada di komputer. Namun akhirnya saya gerah juga, tanpa internet saya rasanya hidup di dunia terpencil, karena pekerjaanku semua dikirim melalui internet, begitu juga tagihan-tagihan pembayaran dari kartu kredit.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berdiskusi cukup lama dengan si sulung, sepulang dari Papua, saya minta tolong adik bungsuku untuk membelikan komputer baru, lengkap dengan printer. Setelah komputer siap, saya menelepon First Media untuk memasang dan memperbaiki jaringan internet di rumah. Kebetulan First Media sedang promo, dan saya selama ini memang menggunakan jasa First Media (dulu Kabel Vision untuk kabelnya), jadi mereka menanyakan apakah saya punya modem sendiri atau mau dipinjamkan tanpa bayar dari First Media. Akhirnya saya pilih pinjam, karena modem yang ada telah lama, daripada mesti beli lagi, karena pengeluaran selama dua bulan ini benar-benar spektakuler.</p>
<p style="text-align:justify;">Nahh akhirnya sejak kemarin siang internet telah berjalan lancar&#8230;semoga akan begitu seterusnya. Untuk <em>back up</em>, kelihatannya saya juga harus beli modem pra bayar untuk laptop agar tetap bisa tersambung ke internet.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2976/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2976&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/11/07/akhirnya-internet-hidup-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan yang melelahkan</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/08/14/perjalanan-yang-melelahkan/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/08/14/perjalanan-yang-melelahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2702</guid>
		<description><![CDATA[Pesawat Garuda GA 650 tinggal landas meninggalkan bandara Sukarno Hatta jam 21.10 wib di hari Sabtu sore. Hari Sabtu yang biasanya macet, hanya terlihat macet di jalan Tol ke arah Tanjung Priok, dan kata pak sopir taksi BB, hari Sabtu pagi sampai siang jalanan di kota Jakarta lengang, karena nyaris hampir semua orang duduk tenang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2702&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pesawat Garuda GA 650 tinggal landas meninggalkan bandara Sukarno Hatta jam 21.10 wib di hari Sabtu sore. Hari Sabtu yang biasanya macet, hanya terlihat macet di jalan Tol ke arah Tanjung Priok, dan kata pak sopir taksi BB, hari Sabtu pagi sampai siang jalanan di kota Jakarta lengang, karena nyaris hampir semua orang duduk tenang di depan televisi melihat Densus 88 memburu teoris di dusun Beji Kabupaten Temanggung.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2702"></span>Sebetulnya saya ingin naik pesawat siang hari, sayangnya pesawat ke Jayapura dari Jakarta hanya terbang di malam hari, dan kalau kembali ke Jakarta, baru terbang di siang hari. Kondisi saya sebetulnya agak kurang baik, bahkan hari Jumat malam, sehabis menghadiri seminar di salah satu Bank di bilangan jalan Sudirman, langsung ke dokter. Biasanya, jika kondisi kurang baik, oleh dokter saya diberi suntikan vitamin, namun kali ini dokter menolak, dia hanya bilang bahwa saya harus banyak makan. &#8220;<em>Walau wajahnya pucat, ibu terlihat lebih gembira</em>, &#8221; kata dokter. Agak bingung juga dengan maksud perkataan dokter, wajah pucat tapi terlihat gembira.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan udara sampai ke Makasar  cukup lancar. Penumpang transit diminta untuk turun dan membawa semua barang-barang yang ada di bagasi. Saya agak heran, karena kira-kira  delapan bulan sebelumnya, saat saya pergi ke Papua, penumpang yang transit bebas untuk memilih turun dari pesawat atau tidak, dan kalaupun turun tak harus membawa semua barang-barang nya. Mungkin memang sekarang harus lebih berhati-hati, jika semua penumpang  turun membawa barang-barangnya, pesawat dapat diperiksa dan kemudian dibersihkan, sehingga kemungkinan adanya barang-barang yang bisa berbahaya bisa dihindari.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2705" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2705" title="Bandara Makasaar tengah malam 9 Ags 09" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/bandara-makasaar-tengah-malam-9-ags09.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Bandara Hasanudin, Makasar, di tengah malam tanggal 9 Agustus 2009" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Bandara Hasanudin, Makasar, di tengah malam tanggal 9 Agustus 2009</p></div>
<p style="text-align:justify;">Tengah malam itu saya bersama seluruh penumpang transit turun di bandara Hasanudin, Makasar. Bandara Hasanudin, Makasar yang baru jauh lebih luas dan lebih bersih, namun karena tengah malam, saya tak sempat melihat-lihat karena kebanyakan toko sudah tutup. Baru saat kembali ke Jakarta, pesawat berangkat dari Jayapura jam 8 pagi WIT (Waktu Indonesia Timur), sehingga  sampai bandara Hasanudin sekitar jam 12 siang waktu Indonesia tengah.</p>
<div id="attachment_2706" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2706" title="Bandara Hasanudin-Makasar" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/bandara-hasanudin-makasar.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Bandara Hasanudin, Makasar, tengah hari tanggal 13 Agustus 2009" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Bandara Hasanudin, Makasar, tengah hari tanggal 13 Agustus 2009</p></div>
<p style="text-align:justify;">Menjelang pesawat &#8220;<em>landing</em>&#8221; bapak  tua yang duduk di sebelah kanan saya mulai muntah-muntah. Waduh celaka, padahal saya sendiri lagi nggak sehat, dan langsung merasa pusing. Syukurlah si bapak bisa memberikan jalan saat saya mau turun untuk transit (yang ternyata bapak ini tak turun, mungkin seijin pramugari).</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah dari Makasar, perjalanan ke Biak melewati awan yang menyebabkan pesawat  agak bergetar, dan si bapak sebelah saya kembali muntah-muntah. Syukurlah setelah itu pesawat terbang dengan mulus dan saat pramugari mengedarkan makanan, bapak tua di sebelah saya tertidur dan tak makan. Saat pesawat mulai turun di Biak, kembali bapak tua muntah-muntah dengan hebat. Saya memanggil pramugari, dan terpaksa  memanjat kursi agar bisa turun saat transit di Biak. Di bandara Frans Kasiepo Biak, waktu menunjukkan jam 4.45 WIT, atau 2.45 wib. Saya segera mendatangi pasasi untuk menanyakan apakah mungkin saya bisa pindah tempat duduk, karena saya lihat banyak sekali penumpang turun di Biak. Syukurlah ada tempat duduk kosong agak di belakang, sehingga sisa perjalanan 45 menit dapat dilalui dengan tenang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai bandara Sentani, Jayapura, sekitar jam 6.30 WIT, terlihat pak Wangsit dari Bank Papua sudah menunggu. Setiap kali ke Jayapura, pak Wangsit inilah yang setia mengantar dan menjemput, sehingga lama kelamaan terbina hubungan yang akrab di antara kami. Perjalanan dari Bandara Sentani ke kota Jayapura memakan waktu satu jam, melewati perbukitan, dengan pemandangan di samping kanan danau Sentani yang luas,  kemudian berganti dengan pemandangan laut. Walau badan capek dan pusing, namun melihat pemandangan hijau membuat hati merasa senang.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu sampai hotel, saya segera mandi, dan kemudian tertidur pulas. Sewaktu bangun rupanya sudah jam 3 sore, kami (saya dan Christie) segera ganti baju, dan siap makan siang di <em>coffee shop </em>hotel. Sangat kebetulan,  masakan di hotel ini sesuai lidah saya. Christie memesan rawon, sedang saya pesan sop buntut goreng dan segelas <em>hot lemon tea</em>.</p>
<div id="attachment_2707" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2707" title="Rawon dan sop buntut goreng ala Yasmin" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/rawon-dan-sop-buntut-goreng-ala-yasmin.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Rawon dan sop buntut goreng " width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Rawon dan sop buntut goreng </p></div>
<p style="text-align:justify;">Habis makan, badan terasa enak, cuaca panas juga mulai tak terasa menyengat. Kami berdua jalan-jalan menyusuri kota Jayapura, pergi ke pantai, Christie menemukan gereja yang tak jauh dari hotel dan dekat pantai. Jam menunjukkan pukul 4 sore, walau panas matahari tak menyengat, namun cuaca yang panas membuat baju sudah basah kuyup oleh keringat. Kami segera kembali ke hotel, karena Christie akan ikut misa di sore hari, sedangkan saya memilih untuk istirahat. Malam itu, kami berdua kembali menikmati makan malam di hotel, dan segera tidur karena hari Senin akan mulai pelatihan.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2702/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2702&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/08/14/perjalanan-yang-melelahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/bandara-makasaar-tengah-malam-9-ags09.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bandara Makasaar tengah malam 9 Ags 09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/bandara-hasanudin-makasar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bandara Hasanudin-Makasar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/rawon-dan-sop-buntut-goreng-ala-yasmin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rawon dan sop buntut goreng ala Yasmin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingin mengunjungi Taman Arkeologi Pulau Onrust?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/06/27/ingin-mengunjungi-taman-arkeologi-pulau-onrust/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/06/27/ingin-mengunjungi-taman-arkeologi-pulau-onrust/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 01:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2485</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa, saat melihat Pasar seni &#8220;Batavia Art Festival 2209&#8243;, saya langsung tertarik masuk stan pulau Onrust ini. Mungkin juga gara-gara baca novelnya ES Ito, alumni Tarnus, yang tulisannya membuatku  punya keinginan, untuk dapat mengunjungi pulau itu suatu ketika. Atau juga karena si bungsu sekarang suka berpetualang dengan teman-temannya, sehingga mungkin saja mereka tertarik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2485&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Entah kenapa, saat melihat Pasar seni &#8220;Batavia Art Festival 2209&#8243;, saya langsung tertarik masuk stan pulau Onrust ini. Mungkin juga gara-gara baca novelnya ES Ito, alumni Tarnus, yang tulisannya membuatku  punya keinginan, untuk dapat mengunjungi pulau itu suatu ketika. Atau juga karena <a href="http://narpen.wordpress.com/blog/">si bungsu </a>sekarang suka berpetualang dengan teman-temannya, sehingga mungkin saja mereka tertarik untuk datang ke Pulau Onrust yang memang banyak cerita sejarah dibaliknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2485"></span></p>
<div id="attachment_2486" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2486" title="Peta Onrust abad 17" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/peta-onrust-abad-17.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Peta Onrust abad-17" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Peta Onrust abad-17</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pulau Onrust dan sekitarnya adalah salah satu dari gugusan Pulau Seribu, yang pada tahun 2002 ditetapkan sebagai Taman Arkeologi melalui keputusan Gubernur KDKI Jakarta. Taman ini dapat dicapai melalui laut, bisa melalui Muara Kamal (15 menit), Muara Angke  (20 menit) dan Pantai Marina Ancol (45 menit).</p>
<p style="text-align:justify;">Nama Onrust menurut Bahasa Belanda artinya &#8220;tanpa istirahat&#8221; atau sibuk (bahasa Inggris <em>Unrest</em>). Penduduk setempat menyebut Pulau Kapal, karena pada abad 17-18 pulau ini sangat sibuk disinggahi kapal-kapal VOC. Pulau Onrust juga berfungsi sebagai tempat perbaikan dan pembuatan kapal, sehingga memang benar-benar sibuk masa itu.</p>
<div id="attachment_2487" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-2487" title="Sejarah Onrust-3" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/sejarah-onrust-3.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Sejarah pulau Onrust abad 17-18" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Sejarah pulau Onrust abad 17-18</p></div>
<p style="text-align:justify;">Antara tahun 1803-1810 Pulau Onrust digempur tiga kali oleh Inggris, dan terakhir pada tahun 1810 Armada Inggris dipimpin oleh Admiral Edward Pellow menghancurkan sarana dan prasarana pulau Onrust.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1848, Pulau Onrust dan sekitarnya difungsikan Belanda sebagai Pangkalan Angkatan Laut, namun sarana prasarana ini hancur berat akibat gelombang tidal letusan gunung Krakatau tahun 1883.</p>
<div id="attachment_2488" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-2488" title="Sejarah Onrust-4" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/sejarah-onrust-4.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Letusan gunung Krakatau yang meluluh lantakkan pulau Onrust" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Letusan gunung Krakatau yang meluluh lantakkan pulau Onrust</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kemudian tahun 1911 s.d 1933 Pulau Onrust diubah fungsinya menjadi karantina Haji. Pada awal masa kemerdekaan, Pulau Onrust dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Karantina bagi penderita penyakit menular, dibawah pengawasan Departemen kesehatan RI hingga awal 1960.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak tahun 1968 terjadi penjarahan besar-besar an di Pulau Onrust, sehingga bangunan bersejarah tinggal puing-puingnya saja. Kini artefak (tinggalan sejarah) yang dapat disaksikan di pulau Onrust antara lain: Pondasi bastion benteng, Pondasi kincir angin, dermaga, bangunan penjara, meriam, bangunan sisa karantina haji.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat meninjau stan ini, saya sempat ketemu pak Mahdi, dan beliau memberikan nomor hape nya (081317210257), siapa yang ingin berkunjung ke pulau Onrust bisa telepon beliau agar bisa disiapkan pemandu. Pada saat ini kantor, yang biasanya berlokasi di Gd Nyi Ageng Serang Lt.9 pindah ketempat lain, sehingga untuk sementara Bapak Mahdi bersedia dihubungi lewat telepon. Jika anda ingin tahu lebih banyak, dapat  kontak melalui email di onrust_budmus (at)yahoo.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2485&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/06/27/ingin-mengunjungi-taman-arkeologi-pulau-onrust/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/peta-onrust-abad-17.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Onrust abad 17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/sejarah-onrust-3.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Sejarah Onrust-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/sejarah-onrust-4.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Sejarah Onrust-4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berharap semoga semuanya makin baik</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/05/22/berharap-semoga-semuanya-makin-baik/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/05/22/berharap-semoga-semuanya-makin-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 03:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2357</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita membaca media cetak beberapa hari belakangan ini, kita akan melihat beberapa pengumunan tentang hasil Rapat Umum Pemegang Saham untuk perusahaan yang telah go public, diumumkan pula bagaimana pembagian laba, serta bagaimana pembagian devidennya. Bagi orang yang memiliki saham, tentunya ini menjadi hal yang menggembirakan, setelah beberapa bulan lalu kita melihat pergerakan saham terpuruk.
Walau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2357&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jika kita membaca media cetak beberapa hari belakangan ini, kita akan melihat beberapa pengumunan tentang hasil Rapat Umum Pemegang Saham untuk perusahaan yang telah <em>go public</em>, diumumkan pula bagaimana pembagian laba, serta bagaimana pembagian devidennya. Bagi orang yang memiliki saham, tentunya ini menjadi hal yang menggembirakan, setelah beberapa bulan lalu kita melihat pergerakan saham terpuruk.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2357"></span>Walau bukan pemilik saham yang besar, namun karena pernah bekerja di perusahaan <em>go public</em>, saya ikut senang melihat pergerakan saham perusahaan (tempat saya bekerja dulu) yang makin naik, dari pernah harga terendah mendekati Rp.3000,- per saham beberapa bulan lalu yang membuat hati miris, pagi ini saya membaca Kompas telah meningkat menjadi diatas Rp.6000,- per saham. Apakah hal tsb menunjukkan situasi makin baik?</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita berjalan-jalan ke Mal, terutama di hari libur, maka terlihat bahwa bagian <em>Food Court</em> selalu dipadati pengunjung. Mengapa? Orang kita memang suka bergaul, mengobrol dan ketemu teman,  karena di Jakarta lahan makin sempit, maka pertemuan sering diadakan di restoran. Dan sudah menjadi hal biasa, kalau kita datang ke rumah teman saat akhir pekan, dan mendekati makan siang, akan ditanya, mau makan dimana. Maksudnya mau makan di luar, atau mau dibelikan makanan. Ya, setelah 5 hari mencicipi makanan si mbak, akhir pekan adalah waktu kita bersantai, dan kalau kita sesekali membeli makanan di luar, si mbak juga akan senang, karena dia juga ikut mencicipi, dan juga akan belajar membuatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila kita berjalan-jalan di pertokoan atau Mal, jika  ada kata diskon, maka pengunjung akan berjubel. Terkadang saya berpikir, mengapa ya orang hobi sekali melihat kata <em>discount</em> atau<em> sale </em>yang ditulis besar-besar? Tak dipungkiri, saya juga suka membeli barang yang lagi dijual diskon, terutama jika barang tersebut adalah barang yang memang saya perlukan. Sejak saya sempat terpeleset saat <em>outbound</em> tahun 1997, kaki saya tak sepenuhnya bisa sembuh kembali. Saya tak kuat lama  menggunakan sepatu hak tinggi, oleh dokter disarankan menggunakan sepatu hak rendah dan empuk. Dan sepatu yang membuat kakiku nyaman adalah sepatu ber merk, seperti <em>Scholl</em>, walau bentuk sepatunya tak indah, namun membuat kakiku tak terlalu sakit buat berjalan yang agak jauh. Jika tanpa diskon, harga sepatu ini minimal Rp.800 ribu sd Rp.1.000 ribu, harga yang cukup mahal bagiku. Jadi kalau ada diskon, saya biasanya akan mencoba mencari sepatu di deretan sepatu yang alasnya terasa empuk di kaki dan berhak rendah. Sayangnya, jika diskon, jenis sepatu dan ukurannya juga ikut terbatas, jadi terkadang tak satupun barang didapat.</p>
<p style="text-align:justify;">Membaca ulasan Bapak Cyrillus Harinowo H. di Kompas tanggal  20 Mei 2009 hal 6 tentang &#8220;<em>Rapor Perekonomian Kuartal I-2009</em>&#8221; membuat hati merasa agak terhibur. PDB kuartal I-2009 menghasilkan pertumbuhan secara riil 4,4 persen. Pertumbuhan ini akan merupakan kinerja yang biasa-biasa saja, jika terjadi dalam situasi normal. Namun mau tak mau, perekonomian dalam negeri juga dipengaruhi krisis ekonomi global, maka kita bersyukur, karena pertumbuhan masih positif. Dan, seperti telah diperkirakan, pertumbuhan ekonomi ini akan banyak disumbang oleh perekonomian domestik, bahkan konsumsi mengalami pertumbuhan 5,8 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, kita bisa melihat, pasar tradisional tetap ramai, <em>food court</em> di Mal tetap ramai. Betapapun ini akan terjadi aliran yang terus menerus, karena <em>food</em> <em>court</em> tsb juga akan mengambil bahan baku dari supplier, dan supplier tsb mengambil dari para petani. Bahkan pasar Mede, yang terletak di dekat rumah saya setiap pagi selalu dipenuhi mobil yang parkir dan para sopir bajaj, yang hilir mudik mengantar orang-orang yang belanja di pasar. Pasar di dekat rumah saya ini termasuk pasar di perkotaan, bertingkat 2 (dua) dan bersih. Jika rajin belanja ke pasar ini ber siap-siap lah ketemu para selebritis yang rumahnya banyak bertebaran di daerah sekitarnya. Si mbak pun paling suka kalau belanja, karena pulangnya akan cerita ketemu si Anu&#8230;. Harganya? Relatif memang lebih mahal, namun setelah hidup lebih dari duapuluh tahun di Jakarta Selatan ini, saya tak kaget lagi. Dulu, saat awal pertama pindah rumah dari Rawamangun, kemudian ke Condet, dan ke Cipete, saya betul-betul kaget, karena belanja sehari-hari harganya jauh lebih mahal, bahkan ada yang dua kali lipat. Padahal masih sama-sama di  Jakarta,  hanya berjarak dari Jakarta Timur ke Jakarta Selatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemarin, saya menikmati  berjalan-jalan ke Mal dengan anakku, menonton film &#8220;<em>Angel and Demon</em>&#8221; yang kemudian diteruskan menonton &#8220;<em>Night at the</em> <em>Museum</em>&#8220;, lengkaplah sudah menonton sejak jam 12.15 sd. 17.00 wib. Keluar dari bioskop ingin mencari makanan yang tak terlalu berat, dan ujung-ujungnya cari bubur ayam (pasti <a href="http://imelda.coutrier.com/">Imelda </a>ketawa deh, dan bisa menebak lokasinya dimana). Baru masuk restoran, clingak clinguk cari tempat duduk, ada yang memanggil nama saya. Ternyata teman lama, yang sebelumnya ingin saya telepon tapi nggak sempat terus&#8230;.kami terus bergabung dan mengobrol sampai lama. Saya merasa pertemuan ini seperti ada yang menggerakkan, karena sebelumnya saya ingin mengobrol panjang, cuma waktunya kurang pas kalau ditelepon.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak terasa waktu kami makan sambil mengobrol telah lama, selesai makan diteruskan jalan-jalan ke Disc Tara, apalagi jika bukan ingin beli VCD film Indonesia. Anakku ingin beli &#8220;<em>Perempuan Berkalung Sorban</em>&#8221; yang belum pernah ditontonnya, dan &#8220;<em>Jagad</em> <em>XCode</em>&#8221; (baca: Jagad kali Code) yang disutradarai Herwin Novianto. Dan saya beli &#8220;<em>Australia</em>&#8221; yang dibintangi <em>Nicole Kidman</em> dan <em>Hugh Jackman</em>. Malam itu di rumah hanya sempat menonton &#8220;<em>JagadXCode</em>&#8220;, yang menggambarkan kehidupan masyarakat sekitar kali Code Yogyakarta. Ini mengingatkanku pada tulisan di Kompas beberapa hari lalu, yang menggambarkan wisatawan asing berjalan-jalan menyusuri pinggir kali Code, yang ditata kembali atas prakarsa Romo Mangun. Duhh&#8230;saya jadi ingin melihat pemukiman di pinggiran kali Code ini kalau ke Yogya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2357&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/05/22/berharap-semoga-semuanya-makin-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman selalu menyisakan pembelajaran</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/05/12/pengalaman-selalu-menyisakan-pembelajaran/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/05/12/pengalaman-selalu-menyisakan-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 11:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2301</guid>
		<description><![CDATA[Ada istilah jangan sampai terperosok ke lubang yang sama dua kali. Artinya kita jangan mengulangi kesalahan yang sama. Terkadang mengajarkan kepada anak-anak, atau anak buah, sering terkesan menjadi cerewet, bahkan terkesan menggurui, padahal sebagai orang yang lebih senior, kita tidak menginginkan anak-anak kita, keluarga kita, para yunior kita melakukan kesalahan yang pernah kita lakukan.
Mendengar selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2301&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ada istilah jangan sampai terperosok ke lubang yang sama dua kali. Artinya kita jangan mengulangi kesalahan yang sama. Terkadang mengajarkan kepada anak-anak, atau anak buah, sering terkesan menjadi cerewet, bahkan terkesan menggurui, padahal sebagai orang yang lebih senior, kita tidak menginginkan anak-anak kita, keluarga kita, para yunior kita melakukan kesalahan yang pernah kita lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span id="more-2301"></span>Mendengar selalu lebih baik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya bisa memahami, rasanya bosan kalau dipesan yang itu-itu saja, dan cenderung ingin melanggarnya. Namun tak ada salahnya kita mendengarkan nasehat orang yang lebih tua, walau kadang bertambahnya usia juga membuat orang semakin kawatir berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Hati-hati di Jakarta nak, karena di Jakarta ini terkadang orang tak pulang, ternyata sudah meninggal</em>,” pesan bapak tempat kost saya, di daerah Tanah Abang, awal pertama kali saya bekerja di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Kalau jalan harus cepat dan fokus, agar orang yang mau menggendam tak sempat mengalihkan perhatian kita</em>,” kata seorang teman yang lebih duluan punya pengalaman kerja di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Kalau malam hari, berjalanlah cepat dan di tempat yang terang</em>,” kata teman lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">”<em>Lha, kan bisa ketabrak bis</em>,” kata saya, mencoba membantah.</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Sopir bis akan melihat ada orang berjalan jika kita berjalan di tempat terang, namun jika berjalan di trotoar yang gelap, kita bisa kena dorong orang yang mau merampok</em>,” kata teman saya, lebih ngotot.</p>
<p style="text-align:justify;">Obrolan ini terjadi saat awal tahun 1979, pertama kalinya saya hidup di Jakarta. Padahal saat itu, kondisi jalan belum macet, dan jarang atau hampir tak pernah terdengar ada penumpang dirampok oleh sopir taksi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perlu pengalaman sendiri untuk lebih menyadari pentingnya sebuah pesan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pernah ada keluarga yang ikut tinggal di rumah saya dan sekolah di SMU. Sejak awal saya pesan, agar jika naik bis kota, naik bis dimulai dengan kaki kanan dan turunnya dengan kaki kiri. Dan ini juga pelajaran yang saya terima dari orang-orang yang lebih dulu tinggal di Jakarta. Pertama kali naik bis, badan sulit sekali mencapai keseimbangan, beberapa kali, jika bis bergoyang dan saya kebetulan tak mendapat tempat duduk, saya jatuh menimpa orang yang duduk di dekat saya. Malunya tak terkira, dan ini menjadi pengalaman yang saya bagikan, terutama pada keponakan atau saudara yang baru pertama kalinya akan tinggal di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan karena masih muda, mereka cenderung menyepelekan. Suatu ketika, saya yang masih cuti sehabis keguguran, dikejutkan oleh saudara yang pulang pagi, padahal seharusnya masih sekolah. Ternyata dia jatuh dari bis kota, dan usut punya usut, terjatuh dan nyaris terseret bis, karena saat turun kaki kanan melangkah lebih dulu. Padahal, kenek bis tak kurang-kurang selalu berteriak&#8230;”<em>Ada yang mau turun&#8230;awaas&#8230;kaki kiri dulu&#8230;</em>”. Mengapa bukan kaki kanan dulu, karena sopir tak sabar untuk segera menggeber bisnya begitu penumpang sudah menginjakkan kaki di tanah. Dengan kaki kiri lebih dulu, jika bis langsung berangkat, paling tidak tubuh kita akan mengikuti condong ke depan, sehingga tak terjatuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Penggendam, entah bagaimana selalu pintar memilih korban. Si mbak selalu di pesan, jangan memakai perhiasan berlebihan, yang akan mengundang orang-orang yang tak bertanggung jawab, untuk menipunya. Mungkin si mbak kesal, lha perhiasannya sendiri kok nggak boleh dipakai. Suatu ketika, sepulang dari swalayan, si mbak pulang dengan wajah pucat pasi, dan langsung terlihat mau menangis. Rupanya di jalan ditegur oleh seorang pemuda, berpakaian bersih, yang menanyakan suatu alamat di wilayah Bandung. Entah apa yang diobrolkan, yang jelas, perhiasan dan semua uang si mbak yang ada di dompet ludes di bawa si penipu. Kata suami, ”<em>nahh kalau udah begitu, baru akan percaya kalau dikasih tahu</em>.”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jaga jarak dengan bawahan</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Kelihatannya pesan ini bertentangan dengan postingan saya terdahulu, yaitu &#8220;<a href="http://edratna.wordpress.com/2007/10/13/perlunya-menjadi-seorang-pemimpin-yang-bersifat-melayani/">Perlunya menjadi seorang Pemimpin yang bersifat melayani</a>&#8220;. Pesannya sebetulnya masih sama, namun cerita ini dalam konteks yang berbeda.<br />
Seorang manajer sebuah perusahaan, sering meminta tolong pada anak buahnya, sebut saja A. Manajer tersebut meminta tolong nya sampai ke hal-hal pribadi. Untuk melakukan tugas itu, A mendapat tip dari manajer yang meminta tolong, dan karena seringnya, A dan keuarganya menggantungkan uang sambilan ini menjadi bagian dari penghasilan bulanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Musim berganti, Manajer tersebut diganti dengan Manajer baru, yang melakukan pekerjaan secara aturan main. Akibatnya si A sangat kesal, tak semangat kerja, sering datang terlambat, makin malas datang ke kantor, rupanya ngobyek mencari tambahan uang, karena isterinya terlanjur menuntut. Teguran dari Manajer baru hanya dianggap angin lalu. Begitu perusahaan memutuskan melakukan ”Pensiun Dini Sukarela”, maka tentu saja si A termasuk yang terkena. Jadi, disini kebaikan Manajer yang lama sebetulnya mencelakakan anak buahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di kantor telah umum ada koperasi, biasanya setiap karyawan yang akan meminjam pada koperasi harus mendapat persetujuan atasan lebih dulu, terutama jika jumlah pinjaman telah melewati batas tertentu. Seorang pegawai, sering meminjam uang dari Koperasi, dan sebetulnya pinjaman ini lebih untuk membeli barang-barang elektronik (barang sekunder). Suatu ketika, pengurus koperasi menelepon atasan, agar mulai mengerem permintaan pinjam dari pegawai tersebut. Dan sejak pinjaman dipersulit, maka pegawai tadi jarang ke kantor, karena sibuk mencari uang tambahan. Rupanya pinjaman koperasi digunakan untuk ”gali lubang tutup lubang”, untuk menutup kebutuhan yang tak pernah selesai. Suatu ketika, atasan memanggil dan mengancam pegawai tadi, jika dia sering membolos maka akan terkena tindakan, disini baru ketahuan bahwa utangnya ada dimana-mana. Syukurlah atasan ini seorang yang baik, dia meminta isteri pegawai datang ke kantor untuk dinasehati, kalau tidak bisa mengerem belanja, maka ada risiko suaminya di pecat. Pengalaman ini membuat  pengurus koperasi memperketat penilaian,  siapa saja yang masih berhak mendapatkan pinjaman dari koperasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sini atasan juga belajar, bahwa memimpin suatu unit kerja, berarti juga memahami karakter masing-masing karyawan, dan makin baik lagi jika mengenal seperti apa cara hidup keluarga karyawan tersebut. Berbuat baik tanpa terarah, bisa berakibat mencelakakan kehidupan bawahan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2301&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/05/12/pengalaman-selalu-menyisakan-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika sering dimarahi bos, jangan patah semangat dulu</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/04/26/jika-sering-dimarahi-bos-jangan-patah-semangat-dulu/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/04/26/jika-sering-dimarahi-bos-jangan-patah-semangat-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 02:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=955</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu saya terburu-buru berangkat, dan karena ada kecelakaan, jalanan macet. Bisa diduga akibatnya, sampai kantor terlambat. Duhh, pasti kena marah lagi oleh bos. Maklum rumah dinas bos di tengah kota, dan jalannya melawan arus, sehingga nyaris tak terkena macet. Dan kalaupun saya mengeluh macet, pasti beliau mengatakan kenapa tak datang lebih pagi, karena setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=955&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pagi itu saya terburu-buru berangkat, dan karena ada kecelakaan, jalanan macet. Bisa diduga akibatnya, sampai kantor terlambat. Duhh, pasti kena marah lagi oleh bos. Maklum rumah dinas bos di tengah kota, dan jalannya melawan arus, sehingga nyaris tak terkena macet. Dan kalaupun saya mengeluh macet, pasti beliau mengatakan kenapa tak datang lebih pagi, karena setiap hari jalan Sudirman-Thamrin sudah bisa dipastikan akan selalu macet. Benar-benar sial.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-955"></span>Benar juga, tak lama saya duduk, sekretaris memberitahu bahwa tadi bos menilpon dua kali. Saya segera ke kamar kecil, membasuh muka, merapihkan riasan dan terburu-buru naik lift ke lantai atas. Di depan ruangan, sekretaris bos menunjukkan wajah kawatir, pasti bos lagi marah besar. Bos saya ini kalau marah bukannya suaranya menggelegar, namun makin halus cuma pandangan matanya begitu menusuk. Sulitnya, kadar telinga saya kurang beres, karena saya sering jadi salah memahami beliau, hanya gara-gara tak tahu beliau sudah marah, saya tetap saja terus mendebat. Yahh, dalam suasana hati baik, bos adalah orang yang sebenarnya paling memahami saya, hal ini pernah diungkapkan oleh beliau secara tak langsung saat ada kesempatan mengobrol. Dan selama menjadi anak buah langsung, bos selalu menanyakan dulu jika saya akan mendapat penugasan, karena beliau tahu bahwa saya akan bekerja baik, jika diberi tahu sebelumnya untuk mengatur kelancaran rumah tangga selama ditinggal tugas.</p>
<p style="text-align:justify;">Kali ini sepertinya kemarahan bos tak main-main. Belum sempat pantat saya menempel dengan benar di kursi, beliau sudah melihat saya dengan matanya yang bikin ciut itu, dan mulai memberi instruksi. Saya tak berkata apa-apa, hanya mengangguk dan berjanji akan segera menyelesaikan instruksi nya. Di depan ruangan, saya bertanya pada sekretaris beliau..&#8221;<em>Memang beliau marah kenapa sih</em>?&#8221; Jawab sekretaris, &#8220;<em>Ahh</em> <em> kan biasanya mbak yang paling bisa memahami beliau</em>.&#8221; Saya agak melongo mendengar jawaban sekretaris. &#8220;<em>Paling bisa, apa maksudmu</em>?&#8221; tanya saya. &#8220;<em> Saya melihat, mbak masih tenang aja menghadapi beliau marah, padahal yang lain pasti sudah ketakutan</em>,&#8221; kata sekretaris. Saya termangu-mangu dan segera kembali ke ruangan untuk menyelesaikan tugas.</p>
<p style="text-align:justify;">Rapat siang itu baru selesai menjelang makan siang, yang akan diteruskan rapat tahap kedua. Kali ini tugas yang disampaikan oleh bos tadi pagi sudah siap, dan mudah-mudah an cukup memuaskan, maklum mendadak sekali. Saya pesan pada rekan-rekan yang lain, agar tetap meneruskan meng <em>update</em> data, dan menyerahkan ke sekretaris bos, agar bisa diteruskan ke ruang rapat. Sudah menjadi kebiasaan, jika sekretaris merupakan penghubung untuk menyelundupkan tambahan data yang akan dibicarakan di rapat sampai detik terakhir. Saya melihat wajah bos, terlihat tak sekelam tadi, namun terlihat lelah. Rapat tahap dua baru selesai menjelang sholat Asar, dan beliau mengintruksikan saya menghadap lagi. &#8220;<em>Aduhh&#8230;ada apa ini,</em>&#8221; pikir saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata beliau baik-baik saja, dan kami mengobrol sampai lama. Segera setelah itu saya kembali ke ruangan untuk melanjutkan pekerjaan, mengoreksi surat dan laporan yang harus ditanda tangani. Sampai beliau menyelesaikan tugas memimpin perusahaan, saya tak terlalu memahami karakter bos yang pendiam ini. Mungkin saya yang kurang peka, dan mungkin juga saya lebih cocok bekerja dengan bos yang terbuka, yang blak-blakan. Tapi saya menghormati bos yang pendiam ini, karena gaya memimpin beliau membuat saya sungkan, dan mendorongku untuk berbuat yang terbaik.</p>
<p style="text-align:justify;">Semakin lama berkecimpung di dunia kerja, saya semakin paham, cara seseorang memperhatikan bawahan melalui berbagai cara. Ada yang memang terlihat sangat perhatian, namun ada juga yang kelihatannya &#8220;cuek&#8221; tapi sebetulnya sangat memperhatikan dibelakangnya. Dan suatu ketika saya ketemu senior, yang mengatakan, kalau kita sering dipanggil dan dimarahi jangan putus asa dulu, karena kadang itu merupakan cara bos memperhatikan kita. Wahh susah juga ya&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/955/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/955/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/955/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=955&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/04/26/jika-sering-dimarahi-bos-jangan-patah-semangat-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Naik Kereta Api Bandung-Jakarta tetap menyenangkan</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/02/03/naik-kereta-api-bandung-jakarta-tetap-menyenangkan/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/02/03/naik-kereta-api-bandung-jakarta-tetap-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 00:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1610</guid>
		<description><![CDATA[Sampai dua tahun yang lalu saya masih merupakan pelanggan setia kereta api, apalagi saya dan suami bekerja di lain kota. Jika suami menengok anak dan isterinya, atau saya dan anak-anak menengok ayahnya, maka pilihan utama adalah naik kereta api. Saat anak-anak besar, menengok ayah ke Bandung hanya saat libur sekolah, atau pada saat ada acara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1610&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sampai dua tahun yang lalu saya masih merupakan pelanggan setia kereta api, apalagi saya dan suami bekerja di lain kota. Jika suami menengok anak dan isterinya, atau saya dan anak-anak menengok ayahnya, maka pilihan utama adalah naik kereta api. Saat anak-anak besar, menengok ayah ke Bandung hanya saat libur sekolah, atau pada saat ada acara tertentu. Pesan karcis dilakukan seminggu sebelumnya agar mendapat tempat duduk. Dan sering sekali karcis ini hangus, karena mendadak suami ada acara ke Jakarta, atau saya ada tugas dadakan yang membuat batal pergi ke Bandung.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1610"></span>Sejak dibukanya Tol Cipularang, saya hampir selalu menggunakan travel jika pergi ke Bandung, karena kemudahan (pesan tempat hanya melalui telepon), dan jarak lokasi travel dari rumahku bisa ditempuh jalan kaki. Jarak tempuh juga lebih cepat jika naik travel, apalagi lokasi rumah saya di Jakarta Selatan, dan dekat dengan Tol Simatupang yang langsung tembus ke Tol Cikunir. Pernah si bungsu menempuh jarak Jakarta-Bandung dalam waktu 1,5 jam, karena berangkat dari Jakarta jam 5 pagi. Bisa dibayangkan, jika penumpang KA menurun drastis, apalagi banyak travel yang menawarkan perjalanan langsung dari Bandung ke bandara Sukarno Hatta, dengan biaya yang cukup murah, serta bis ber AC.</p>
<p style="text-align:justify;">Minggu kemarin saya ada acara di Lembang selama 4 (empat) hari, kemudian menghadiri pernikahan teman (pasangan blogger) yang kenalnya lewat blog. Rencana semula suami akan menemani pulang ke Jakarta, sekaligus akan ada perlu <em>check up</em> di dokter langganannya. Namun mendadak ada acara lain yang tak mungkin ditinggalkan, jadi akhirnya saya memutuskan untuk naik Kereta Api karena membawa koper yang cukup besar dan satu tas lagi yang berisi bahan seminar.</p>
<div id="attachment_1616" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1616" title="stasiun-bandung-di-pagi-hari" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/stasiun-bandung-di-pagi-hari.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Stasiun Bandung di pagi hari" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Stasiun Bandung di pagi hari</p></div>
<p>Naik travel tak memungkinkan, karena penumpang travel disarankan hanya membawa satu tas berupa &#8220;travel bag&#8221; berhubung keterbatasan bagasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1611" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1611" title="penjaga-karcis" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/penjaga-karcis.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Penjaga karcis di stasiun Bandung" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Penjaga karcis di stasiun Bandung</p></div>
<p style="text-align:justify;">Rasanya lama sekali tak mengunjungi stasiun Bandung. Saya ingat, dulu selalu beli oleh-oleh coklat kesukaan si bungsu, dan belakangan karena si bungsu telah kuliah di Bandung, setiap kali dia mengantar ibu ke stasiun Bandung, suka dibelikan donat dari &#8220;Dunkin Donat&#8221;. Pagi itu cuaca Bandung masih diselimuti mendung setelah hujan mengguyur semalaman.</p>
<div id="attachment_1615" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1615" title="stasiun-bandung-1" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/stasiun-bandung-1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Stasiun Bandung yang tak masih sepi di pagi hari" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Stasiun Bandung yang tak masih sepi di pagi hari</p></div>
<p>Stasiun masih sepi penumpang, saya naik KA Argogede jam 7.35 wib dari Bandung.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah membeli donat untuk dimakan saat perjalanan, membeli majalah untuk jaga-jaga jika tak dapat tidur, saya melewati lorong menuju rangkaian kereta yang terletak di jalur 6.</p>
<div id="attachment_1613" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1613" title="penjual-majalah" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/penjual-majalah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Penjual majalah di stasiun Bandung" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Penjual majalah di stasiun Bandung</p></div>
<p>Di stasiun juga ada retoran Hoka-hoka bento, serta berbagai makanan lain.</p>
<div id="attachment_1612" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1612" title="penjual-kue" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/penjual-kue.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Red Tulip Bakery" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Red Tulip Bakery</p></div>
<div id="attachment_1614" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1614" title="restoran" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/restoran.jpg?w=300&#038;h=225" alt="La frutta Restoran" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">La frutta Restoran</p></div>
<p>Kali ini saya tak mampir pada penjual rawon langganan suami sejak mahasiwa, yang terletak di bagian selatan stasiun, tapi langsung menuju gerbong 1 (satu), dipandu oleh pramugari  yang tersenyum ramah.</p>
<div id="attachment_1617" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1617" title="tersenyum-menyambut-penumpang" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/tersenyum-menyambut-penumpang.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Tersenyum menyambut penumpang" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Tersenyum menyambut penumpang</p></div>
<p>Penumpang masih sedikit, karena masih setengah jam dari jadual keberangkatan.</p>
<div id="attachment_1618" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1618" title="dalam-gerbong-ka-argogede" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/dalam-gerbong-ka-argogede.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Gerbong Argogede" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Gerbong Argogede</p></div>
<p style="text-align:justify;">Mendekati jam keberangkatan, makin banyak penumpang yang datang, dan sampai kereta berangkat saya memperkirakan <em>occupancy</em> penumpang mencapai 80 persen. Kebetulan saya ketemu teman seperjalanan yang menyenangkan, sehingga sepanjang perjalanan asyik mengobrol berbagai hal. Sampai stasiun Gambir tepat 3 (tiga) jam, relatif tepat waktu. Dari stasiun Gambir ke rumah, saya pesan taksi BB, yang biayanya lebih besar dibanding biaya naik KA Bandung-Jakarta, karena rumah saya di ujung selatan Jakarta, serta jalanan yang macet.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya naik KA sangat menyenangkan, tempat duduk longgar, bisa berjalan-jalan, mendapat kue dan aqua yang cukup mengenyangkan. Masalahnya tinggal bagaimana PT KA mengupayakan agar perjalanan bisa tepat waktu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Catatan:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mohon maaf, belum sempat menanggapi komentar dan blogwalking, karena kesibukan<br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1610/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1610&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/02/03/naik-kereta-api-bandung-jakarta-tetap-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/stasiun-bandung-di-pagi-hari.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">stasiun-bandung-di-pagi-hari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/penjaga-karcis.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">penjaga-karcis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/stasiun-bandung-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">stasiun-bandung-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/penjual-majalah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">penjual-majalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/penjual-kue.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">penjual-kue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/restoran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">restoran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/tersenyum-menyambut-penumpang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tersenyum-menyambut-penumpang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/dalam-gerbong-ka-argogede.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dalam-gerbong-ka-argogede</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Jkt-Sby-Papua</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/11/27/perjalanan-jkt-sby-papua/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/11/27/perjalanan-jkt-sby-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 08:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1204</guid>
		<description><![CDATA[Rencana kepergian ke Surabaya sebetulnya sudah diperkirakan jauh hari, karena awalnya pelatihan akan di mulai pada tanggal 17 Nopember 08. Saya agak deg2an, karena sudah menunggu lama, ingin mengajak si bungsu ke pesta blogger 08, karena ada kemungkinan mendapatkan jadual mengajar di akhir Minggu, maklum hari Sabtu pelatihan tetap berjalan sampai jam 17.30 wib. Syukurlah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1204&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Rencana kepergian ke Surabaya sebetulnya sudah diperkirakan jauh hari, karena awalnya pelatihan akan di mulai pada tanggal 17 Nopember 08. Saya agak deg2an, karena sudah menunggu lama, ingin mengajak si bungsu ke pesta blogger 08, karena ada kemungkinan mendapatkan jadual mengajar di akhir Minggu, maklum hari Sabtu pelatihan tetap berjalan sampai jam 17.30 wib. Syukurlah, ternyata pelatihan diundur seminggu kemudian, sehingga bisa bernafas lega.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1204"></span>Ternyata, dua hari lalu saya menerima telepon lagi, dari Lembaga Pendidikan dimana saya bergabung sebagai pengajar profesional.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bu, bisa nggak ke Papua awal bulan, cuma sehari kok?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Wahh saya mesti tanya dulu pak, karena rencananya awal bulan ada rapat anggaran, jika rapatnya masih minggu kedua, tak masalah,&#8221; jawab saya</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menghubungi kantor, dan ternyata jadualnya baru minggu kedua, sehingga saya bisa berangkat ke Papua. Kebetulan bahan sudah siap, hanya studi kasusnya yang berbeda, disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Berbekal pengalaman beberapa kali mengajar, ternyata membawa-bawa ransel isi laptop lumayan juga pegalnya, apalagi jika melalui lorong bandara Sukarno Hatta yang lumayan jauh. Jadi, sejak seminggu yang lalu, saya menyiapkan koper kecil untuk laptop yang bisa di dorong agar tak lelah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan, kembali pagi ini ada telepon lagi</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bu, pesawat Garuda yang ke Jayapura bisanya Minggu malam, nggak ada yang Senin pagi,&#8221; kata staf di ujung telepon.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya, udah, pergi Minggu malam nggak masalah, &#8221; kata saya. &#8220;Tolong nanti rumah saya dikabari, agar ada yang mengambil tiket ke Kemang, &#8220;kata saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sms an dengan Yoga, saya mendapat cerita kalau bandara Moses Kilangin di Timika sekarang sudah baru, setahun yang lalu masih jelek sekali, pinggirnya diberi kawat sehingga mirip kandang. Hmm penasaran juga seperti apa bandara baru tersebut, karena bandara yang lama sudah sangat tidak layak. Tapi saya nggak tahu, apakah pesawatnya transit di Timika atau di Biak. Setahun yang lalu, saya berangkat pagi dari Jakarta jam 6 wib, transit di Bali, kemudian Timika, baru Jayapura. Pas pulangnya, pesawat transit di Biak, Makassar, baru ke Jakarta. Ahh transit dimanapun tak ada masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Koper sudah siap, ternyata koper kecil isi laptop lumayan juga beratnya kalau dijinjing. Walau bepergian hanya semalam (Jumat pagi berangkat dan pulang Sabtu malam) tetap saja memerlukan bawaan yang banyak, maklum cewek. Pulang dari Surabaya hari Sabtu pesawat terakhir, dan besoknya kembali terbang ke Papua. Vitamin dan obat2an pun telah siap, karena kebetulan cuaca lagi kurang bersahabat, dan juga harus minum obat malaria. Dan untuk sementara, kesibukan ngeblog berhenti dulu&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1204&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/11/27/perjalanan-jkt-sby-papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musim hujan telah tiba&#8230;..macet dimana-mana</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/10/29/musim-hujan-telah-tibamacet-dimana-mana/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/10/29/musim-hujan-telah-tibamacet-dimana-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 23:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1050</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu sore beberapa hari lalu adalah  hari pertama kali hujan beneran turun di wilayah Jakarta Selatan, setelah beberapa bulan tak turun hujan dan panas terasa menyengat. Kenapa beneran? Karena sejak beberapa minggu, mendung sering menggantung, kadang gelap sekali, namun nanti hilang lagi terbawa angin, atau sekedar gerimis, yang tak sampai 10 menit tanah sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1050&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sabtu sore beberapa hari lalu adalah  hari pertama kali hujan beneran turun di wilayah Jakarta Selatan, setelah beberapa bulan tak turun hujan dan panas terasa menyengat. Kenapa beneran? Karena sejak beberapa minggu, mendung sering menggantung, kadang gelap sekali, namun nanti hilang lagi terbawa angin, atau sekedar gerimis, yang tak sampai 10 menit tanah sudah kering kembali. Hujan benar-benar seperti dicurahkan dari langit, dan syukurlah saya baru saja sampai di rumah sepulang kondangan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1050"></span>Melihat hujan dari jendela kamar, merupakan pemandangan yang sangat menarik. Saya membayangkan pasti bunga Mianaku akan kembali segar, yang walau sudah sehari dua kali disiram tetap saja daunnya tak se subur biasanya. Dan&#8230;kebetulan lagi, kemarin seharian tanaman bunga baru saja dibongkar dan dipupuk oleh Agus, anak asuh yang ikut tinggal di rumah kami di Bandung. Tapi kadang hujan juga menyertakan kesenduan, entah kenapa&#8230;&#8230;apakah anda juga merasakan demikian? Atau karena kalau hujan, gerakan kita menjadi terbatas, hanya bisa duduk termangu di depan jendela, atau membaca? Mau menyalakan komputer juga tak berani, karena hujan bercampur petir, bahkan kabel yang tersambung ke televisi pun mesti di lepas.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah suatu ketika, saat hujan rintik-rintik, anakku tetap meneruskan kegiatan di depan komputer&#8230;tahu-tahu&#8230;blaaar&#8230;.dia meloncat ke arahku, dan kami berdua melompat ke atas tempat tidur. Belum hilang kagetnya&#8230;&#8230;blaar&#8230;blaar&#8230;.dan bunyi telepon berdering-dering, juga alarm mobil. Setelah hujan berhenti, ternyata modem, telepon rusak semua. Dan urusan internet menjadi tersendat&#8230;..walau langsung dibelikan modem baru, dan telepon ke <em>Kabel Vision</em> serta telepon ke Indosat IM2&#8230;..tetap baru berjalan normal setelah dua minggu. Sejak itu, begitu hujan mulai turun, mbak Ti mulai teriak untuk mengingatkan supaya mematikan komputer, dan mencabut kabel ke arah modem, maklum majikannya suka lupa kalau sudah di depan komputer. Dan musim hujan, berarti harus mengelola kapan di depan komputer&#8230;karena biasanya cuaca aman saat pagi hari, seperti saat ini. Dan karena pekerjaanku, banyak berhubungan dengan komputer, dan dikerjakan di rumah, maka mengecek dan mengirim email harus dilakukan pagi hari. Seperti mengirim materi pelajaran, soal ujian, dan setelah selesai mengajar dan mengoreksi ujian, mengirim hasil koreksinya sehari setelah selesai ujian, semuanya dilakukan melalui email.</p>
<p style="text-align:justify;">Musim hujan juga membuat jalanan macet. Perjalanan dari Kemang Raya ke rumah, yang biasanya cuma sekitar 15-20 menit, kemarin mencapai satu jam. Tapi perjalanan paling lama yang pernah saya rasakan adalah dari daerah Mayestik ke Cilandak&#8230;yang perlu waktu 2 (dua) jam, yang biasanya hanya perlu waktu 30 menit. Entah kenapa, jika hujan, dimana-mana macet, apalagi jika hujan deras yang membuat genangan di sana sini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Catatan</strong>:</p>
<p style="text-align:justify;">Mohon maaf jika banyak komentar teman yang belum ditanggapi. Selain kesibukan, hujan membuat tak berani membuka internet, apalagi sering hujan petir&#8230;..dan akhir minggu ini <a href="http://triwahjono.wordpress.com/">adik bungsuku</a> akan menikahkan putri sulungnya, jadi kegiatan ngeblog tertunda (walau udah menyiapkan beberapa draft tulisan).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1050/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1050/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1050/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1050/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1050/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1050/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1050&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/10/29/musim-hujan-telah-tibamacet-dimana-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>