<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title> &#187; T&amp; W (Tugas dan Wisata)</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/category/t-w-tugas-dan-wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Dec 2009 03:51:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='edratna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a5b4bd50f43c4b7f96c99134e7b550f0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title> &#187; T&amp; W (Tugas dan Wisata)</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Bandara Mozes Kilangin, dua tahun kemudian</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/11/21/bandara-mozes-kilangin-dua-tahun-kemudian/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/11/21/bandara-mozes-kilangin-dua-tahun-kemudian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 05:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[T& W (Tugas dan Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=3003</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan ke Papua dua tahun lalu, tepatnya awal bulan Agustus 2007,  membuatku terkesan karena sebelumnya belum pernah transit di Timika. Nama besar Freeport berikut rangkaian ceritanya, membuat saya menunggu kapan bisa menginjakkan kaki di bandara Timika yang diberi nama Mozes Kilangin ini. Rasa penasaran ini terpenuhi saat mendapatkan tugas mengajar di Jayapura, dan pesawat Garuda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3003&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Perjalanan ke Papua dua tahun lalu, tepatnya awal bulan Agustus 2007,  membuatku terkesan karena sebelumnya belum pernah transit di Timika. Nama besar Freeport berikut rangkaian ceritanya, membuat saya menunggu kapan bisa menginjakkan kaki di bandara Timika yang diberi nama Mozes Kilangin ini. Rasa penasaran ini terpenuhi saat mendapatkan tugas mengajar di Jayapura, dan pesawat Garuda yang saya tumpangi transit di Bandara Ngurah Rai, dan Bandara Mozes Kilangin.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-3003"></span>Sebetulnya saat transit di Mozes Kilangin tak harus turun pesawat, namun saya ikut bis bersama penumpang lainnya karena rasa penasaran tersebut. <img class="aligncenter size-medium wp-image-3004" title="Banda Aceh-Padang 132" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/banda-aceh-padang-132.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Papan tulisan Timika yang sangat sederhana, diatas papan" width="300" height="225" />Betapa kagetnya melihat bandara yang dikenal merupakan pintu masuk ke Freeport ini begitu sederhana.</p>
<div id="attachment_3005" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-3005" title="Banda Aceh-Padang 137" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/banda-aceh-padang-137.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Banda Aceh-Padang 137" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kursi ruang tunggu (dari kayu panjang) yang sangat sederhana</p></div>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya saya mendapatkan penjelasan bahwa bandara ini sedang dalam taraf pembangunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesempatan berikutnya datang saat mengajar di Jayapura pada bulan Desember 2008, saat pulang kembali ke Jakarta, pesawat melalui bandara Mozes Kilangin dan Ngurah Rai. Bandara masih baru, terkesan kokoh dan bagus.</p>
<div id="attachment_3006" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-3006" title="Lobby bandara Timika" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/lobby-bandara-timika.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Lobby bandara Timika" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Hiasan berupa kano suku Kamoro di lobby bandara Mozes Kilangin</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya saya hanya sempat mengambil foto lobby bandara, karena saya diajak ikut pertemuan dengan CEO salah satu Bank yang kebetulan bersama saya menuju Jakarta di ruang pertemuan bandara. Akhir Oktober 2009 kemarin, saya mendapat tugas lagi ke Jayapura. Pesawat Garuda yang saya tumpangi berangkat dari bandara Sukarno Hatta jam 23.25 wib, transit di Bali tengah malam dan sampai bandara Mozes Kilangin sekitar jam 9 pagi. Cuaca yang cerah, membuat kami (saya bersama dua rekan instruktur) dengan senang hati ikut melangkahkan kaki menuju bandara Mozes Kilangin walau hanya sebentar.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-3007" title="Logo bandara Moses Kilangin" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/logo-bandara-moses-kilangin.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Logo bandara Moses Kilangin" width="300" height="225" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Logo Bandara Mozes Kilangin yang unik</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Kali ini saya bisa mengambil foto dari halaman depan, tempat parkir di depan bandara, logo bandara Mozes Kilangin yang unik karena diletakkan di tengah roda besar. Lobby bandara terdapat hiasan berupa perahu kano yang merupakan perahu suku Kamoro, yang menurut petugas bandara merupakan suku yang tinggal di pantai di wilayah Timika.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-3008" title="Ibu yang sedang menunggu di ruang tunggu bandara Timika" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/ibu-yang-sedang-menunggu-di-ruang-tunggu-bandara-timika.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Ibu yang sedang menunggu di ruang tunggu bandara Timika" width="300" height="225" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Ruang tunggu bandara dengan kursi yang bagus (bandingkan dengan 2 tahun sebelumnya)</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Di ruang tunggu terdapat hiasan patung setinggi manusia.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-3009" title="Landasan bandara Timika" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/landasan-bandara-timika.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Landasan bandara Timika" width="300" height="225" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Lobby menuju landasan, dengan tanaman bunga yang diletakkan dalam pot besar</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Juga lorong menuju landasan, tempat penumpang menunggu jemputan bis, terlihat rapih dengan tanaman hijau di pot-pot besar.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/3003/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/3003/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/3003/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/3003/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/3003/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/3003/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/3003/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/3003/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/3003/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/3003/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=3003&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/11/21/bandara-mozes-kilangin-dua-tahun-kemudian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/banda-aceh-padang-132.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Banda Aceh-Padang 132</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/banda-aceh-padang-137.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Banda Aceh-Padang 137</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/lobby-bandara-timika.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Lobby bandara Timika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/logo-bandara-moses-kilangin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Logo bandara Moses Kilangin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/ibu-yang-sedang-menunggu-di-ruang-tunggu-bandara-timika.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ibu yang sedang menunggu di ruang tunggu bandara Timika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/landasan-bandara-timika.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Landasan bandara Timika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Koya Timur, daerah transmigran di Jayapura</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/11/10/koya-timur-daerah-transmigran-di-jayapura/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/11/10/koya-timur-daerah-transmigran-di-jayapura/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 22:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[T& W (Tugas dan Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2987</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan menuju perbatasan Jayapura dengan Papua New Guinea (PNG), maka kita akan melewati daerah Koya. Daerah ini terlihat berbeda, karena daerah penduduk sebelumnya, sejak dari Tanah Hitam, Nafri dll, tanaman yang ditanam penduduk berupa pohon pinang dan sirih hutan, namun pemandangan berubah jika melewati daerah Koya. sejauh mata memandang terlihat tanaman palawija, ataupun padi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2987&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan menuju perbatasan Jayapura dengan<em> Papua New Guinea</em> (PNG), maka kita akan melewati daerah Koya. Daerah ini terlihat berbeda, karena daerah penduduk sebelumnya, sejak dari Tanah Hitam, Nafri dll, tanaman yang ditanam penduduk berupa pohon pinang dan sirih hutan, namun pemandangan berubah jika melewati daerah Koya. sejauh mata memandang terlihat tanaman palawija, ataupun padi gogo. Padi nya berupa padi gogo karena tidak ditanam di sawah yang mempunyai irigasi bagus.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2987"></span>Disepanjang jalan, terlihat meja berjajar, tempat para petani meletakkan barang dagangan yang berasal dari produksi pertanian, dan para pedagang dengan truk2nya membeli barang dagangan tersebut. Rata-rata rumah penduduk lebih baik dibanding dari daerah lainnya. Konon katanya, saat transmigran datang ke wilayah ini, daerahnya masih berupa rawa-rawa dan mesti diurug lebih dulu.  Sekarang, dengan taraf hidup yang lebih baik, banyak anak-anak  dari Koya Timur yang bersekolah sampai ke Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia. Beberapa diantaranya telah berhasil mendapat pekerjaan yang bagus, baik di Papua maupun di daerah lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Daerah Koya, terutama Koya Timur banyak terdapat areal pemancingan, yang juga sekaligus menyediakan berbagai jenis makanan.</p>
<div id="attachment_2990" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2990" title="Rumah makan merangkap tempat pemancingan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/rumah-makan-merangkap-tempat-pemancingan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Rumah makan merangkap tempat pemancingan" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Rumah makan merangkap tempat pemancingan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sepulang dari perbatasan dengan PNG, kami berempat mampir di daerah Koya Timur yang menyediakan masakan ikan.</p>
<div id="attachment_2989" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2989" title="Beras Koya Timur" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/beras-koya-timur.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Beras Koya Timur" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Beras Koya Timur, walau warna mbluwek tapi enak</p></div>
<p style="text-align:justify;">Beras yang berasal dari Koya warnanya kurang menarik (mbluwek), tapi rasanya enak. Kami memesan masakan ayam goreng, ikan gurame hasil kolam pancing, oseng-oseng kangkung, dan lalapan. Untuk minum, berupa es cendol, yang rasanya beda dengan rasa es cendol yang biasa saya beli di Jakarta, namun rasanya cukup enak.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami mengobrol merintang waktu, apalagi angin bertiup yang membuat kami terkantuk-kantuk.</p>
<div id="attachment_2991" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2991" title="Pak Harry dan pak Juwono" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/pak-harry-dan-pak-juwono.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pak Harry dan pak Juwono" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Dua rekan instruktur yang bersama-sama mengajar di PCSM VI, Jayapura</p></div>
<p style="text-align:justify;">Untung pak HW menyemarakkan suasana dengan menceritakan pengalamannya bertugas diberbagai daerah, dengan suka dukanya, serta kelucuan yang terjadi.</p>
<div id="attachment_2992" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2992" title="Pak Yanto yang setia mengantar kami" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/pak-yanto-yang-setia-mengantar-kami.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pak Yanto yang setia mengantar kami" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Pak Yanto, yang setia mengantar kami mengelilingi Jayapura</p></div>
<p style="text-align:justify;">Tak terasa hari beranjak sore, kami masih ingin melihat kota Jayapura dari bukit Menara (lupa namanya), bukit yang dipenuhi berbagai menara dari provider telepon seluler, pemancar TV, dan terbentang tulisan Jayapura City yang akan terlihat dari arah laut. Dengan berat hati, kami beranjak pulang, masih ada satu hari lagi untuk melihat kota Jayapura dari dekat.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2987/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2987/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2987/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2987/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2987/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2987&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/11/10/koya-timur-daerah-transmigran-di-jayapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/rumah-makan-merangkap-tempat-pemancingan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah makan merangkap tempat pemancingan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/beras-koya-timur.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Beras Koya Timur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/pak-harry-dan-pak-juwono.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Harry dan pak Juwono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/11/pak-yanto-yang-setia-mengantar-kami.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Yanto yang setia mengantar kami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencoba masakan di &#8220;Klapa&#8221; sambil mendengarkan debur ombak</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/09/15/mencoba-masakan-di-klapa-sambil-mendengarkan-debur-ombak/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/09/15/mencoba-masakan-di-klapa-sambil-mendengarkan-debur-ombak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 23:36:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[T& W (Tugas dan Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2888</guid>
		<description><![CDATA[Saat makan malam bersama teman-teman yang bertugas di Denpasar, salah seorang teman menanyakan apa rencana saya besoknya. Saya menjelaskan kalau memungkinkan akan mengunjungi GWK (Garuda Wisnu Kencana) Cultural Park. Teman saya langsung menyarankan, agar jika mengunjungi GWK, sebaiknya sekaligus mencoba masakan di Klapa Restaurant. Sebetulnya waktu kunjungan yang paling tepat adalah sekaligus untuk melihat sunset, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2888&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saat makan malam bersama teman-teman yang bertugas di Denpasar, salah seorang teman menanyakan apa rencana saya besoknya. Saya menjelaskan kalau memungkinkan akan mengunjungi GWK (Garuda Wisnu Kencana) <em>Cultural Park</em>. Teman saya langsung menyarankan, agar jika mengunjungi GWK, sebaiknya sekaligus mencoba masakan di Klapa <em>Restaurant</em>. Sebetulnya waktu kunjungan yang paling tepat adalah sekaligus untuk melihat <em>sunset</em>, namun pesawat Garuda yang akan saya tumpangi berangkat jam 15.30 wita, sehingga keinginan melihat <em>sunset </em>terpaksa<em> </em>saya abaikan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2888"></span>Besoknya, setelah melewati kompleks Universitas Udayana, kemudian ke GWK <em>Cultural Park</em>, kami meneruskan perjalanan ke Klapa <em>Restaurant </em>yang terletak di <em>Dreamland</em>. Entah kenapa namanya <em>Dreamland</em>, mungkin karena lokasinya dipinggir laut, melewati lapangan golf di Pecatu, dan hotel. Siang itu panas sekali, teman saya berbaik hati membawakan dua topi, tapi saya lebih suka memakai selendang, karena sekaligus bisa dipakai sebagai ikat leher.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sempat tersesat, kami akhirnya memasuki area parkir, yang kemudian disambut oleh bentuk bangunan yang unik, ternayata merupakan diskotik, sedang bangunan restoran terletak di sebelahnya.</p>
<div id="attachment_2891" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2891" title="Sedang menyiram di Klapa" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/sedang-menyiram-di-klapa.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Bangunan unik yang ternyata untuk diskotik, di sebelah Klapa Restaurant" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Bangunan unik yang ternyata untuk diskotik, di sebelah Klapa Restaurant</p></div>
<p style="text-align:justify;">Hawa yang sejuk menerpa begitu kami memasuki bangunan restoran tersebut, yang merupakan lorong, yang lampu bagian kiri kanan bawah langsung menyala jika dilewati orang. Untuk bisa masuk ke <em>lobby</em> restoran, kami harus menuruni undak-undakan ke arah bawah, dan sampailah kami ke tempat yang pemandangannya begitu memukau.</p>
<div id="attachment_2892" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2892" title="Klapa restaurant" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/klapa-restaurant.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Klapa Restaurant yang menghadap laut" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Klapa Restaurant yang menghadap laut</p></div>
<div id="attachment_2893" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2893" title="Laut yg indah dari loby Klapa restaurant" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/laut-yg-indah-dari-loby-klapa-restaurant.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Laut yang memukau dari lobby Klapa Restaurant" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Laut yang memukau dari lobby Klapa Restaurant</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bunyi ombak yang menghempas pantai, turis yang sedang berenang (padahal siang itu panas sekali), berjemur dipantai, berselancar dsb nya, merupakan  keindahan tersendiri.</p>
<div id="attachment_2894" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2894" title="Tempat berjemur yang disukai turis" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/tempat-berjemur-yang-disukai-turis.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Para turis sedang berjemur" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Para turis sedang berjemur</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kami disambut oleh pramusaji yang cantik-cantik, dan akhirnya kami memilih makanan yang merupakan makanan khas restoran itu. Kami memesan <em>Curry Seafood </em>dan <em>Fresh Bitch</em> yang disajikan dalam gelas miring bagian bawahnya.</p>
<div id="attachment_2895" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2895" title="Curry Seafood" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/curry-seafood.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Curry Seafood yang spicy" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Curry Seafood yang spicy</p></div>
<p>Sebetulnya masakannya enak, tapi karena saya tak suka masakan yang <em>spicy</em>, rasanya perut kurang pas.</p>
<div id="attachment_2896" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2896" title="Fresh Bitch yg disajikan dalam gelas miring" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/fresh-bitch-yg-disajikan-dalam-gelas-miring.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Fresh Bitch yang disajikan dalam gelas miring" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Fresh Bitch yang disajikan dalam gelas miring</p></div>
<p>Namun <em>Fresh Bitch</em> nya lumayan enak, paling tidak mengurangi perut yang &#8220;agak eneg&#8221;. Padahal anakku sulung sangat gemar masakan kari.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami makan sambil mengobrol, serta memperkirakan berapa waktu yang diperlukan dari Klapa <em>restaurant </em>yang terletak di <em>New Kuta Beach</em> (atau sering disebut <em>Dreamland)</em> ke Bandara Ngurah Rai, agar tidak terburu-buru.</p>
<div id="attachment_2897" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2897" title="Berpose di panas terik" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/berpose-di-panas-terik.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Apa boleh buat, pemadangannya begitu memukau, sayang kalau tak diabadikan" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Apa boleh buat, pemandangannya begitu memukau, sayang kalau tak diabadikan</p></div>
<p>Pemandangannya sangat indah, sayang panas terik, dan bagi kulitku yang sensitif ini tentunya tak berani lama-lama di luar terpanggang terik matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai makan, jam telah menunjukkan jam 13.00 wita, kami segera meluncur ke bandara Ngurah Rai, yang ternyata jalanan tak terlalu macet, sehingga akhirnya teman mengajak memutar Kuta melihat para turis berlalu lalang, melihat monumen Bom Bali I, semuanya hanya dari kaca jendela mobil. Saya sampai Bandara jam 14.00 wita, mengucapkan terimakasih pada temanku yang telah berbaik hati menemani dan mengajak jalan-jalan. Semoga lain kali dapat melihat <em>sunset</em> dari Klapa <em>Restaurant</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2888/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2888&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/09/15/mencoba-masakan-di-klapa-sambil-mendengarkan-debur-ombak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/sedang-menyiram-di-klapa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sedang menyiram di Klapa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/klapa-restaurant.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Klapa restaurant</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/laut-yg-indah-dari-loby-klapa-restaurant.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Laut yg indah dari loby Klapa restaurant</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/tempat-berjemur-yang-disukai-turis.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tempat berjemur yang disukai turis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/curry-seafood.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Curry Seafood</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/fresh-bitch-yg-disajikan-dalam-gelas-miring.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Fresh Bitch yg disajikan dalam gelas miring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/berpose-di-panas-terik.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Berpose di panas terik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi GWK Culture Park di Bali</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/09/12/mengunjungi-gwk-culture-park-di-bali/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/09/12/mengunjungi-gwk-culture-park-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 07:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[T& W (Tugas dan Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2873</guid>
		<description><![CDATA[Di sela-sela tugas mengajar ke Denpasar, saya masih punya waktu setengah hari sebelum kembali ke Jakarta, karena tiket Garuda untuk saya dipesan pada penerbangan jam 15.30 wita. Saat menghubungi sahabat, yang juga berasal dari Bali, dia menanyakan saya ingin diantar kemana saja? Karena saat itu saya menginap di daerah Sanur, saya tanya kemungkinan bisa melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2873&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Di sela-sela tugas mengajar ke Denpasar, saya masih punya waktu setengah hari sebelum kembali ke Jakarta, karena tiket Garuda untuk saya dipesan pada penerbangan jam 15.30 wita. Saat menghubungi sahabat, yang juga berasal dari Bali, dia menanyakan saya ingin diantar kemana saja? Karena saat itu saya menginap di daerah Sanur, saya tanya kemungkinan bisa melihat wisata budaya kemana saja, dan saya menjelaskan daerah mana saja yang pernah saya kunjungi, dan jika memungkinkan, saya ingin diajak ke lokasi GWK (Garuda Wisnu Kencana).</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2873"></span>Teman saya sampai di hotel sekitar jam 9 pagi, dan setelah <em>check out</em>, kami segera menuju lokasi GWK, melewati kompleks Universitas Udayana (sayang tak sempat mengambil foto karena terbatasnya waktu). Tak lama kemudian sudah terlihat gerbang GWK, untuk masuk kami membayar Rp.45.000,- untuk  2 (dua) orang dan mobil.</p>
<div id="attachment_2878" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2878" title="Laut dan awan yang menggantung" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/laut-dan-awan-yang-menggantung.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Pemandangan laut dari lokasi GWK" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Pemandangan laut dari lokasi GWK</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pemandangan nya sangat indah, karena GWK terletak di atas bukit batu, dengan pemandangan yang luas ke arah laut.</p>
<p style="text-align:justify;">Patung GWK belum selesai, beberapa bagian terpisah di beberapa lokasi, yaitu patung  badan dan kepala Wisnu, patung kedua tangan serta patung Garuda. Dirancang dan dibangun oleh <a href="http://gwk-culturalpark.com/about-gwk/">Nyoman Nuarta</a>, salah satu pematung terkemuka di Indonesia, patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan bangunan pendukungnya akan berdiri setinggi 150 meter dengan bentangan sayap selebar 64 meter. Patung GWK akan dikelilingi oleh lebih dari 240 hektar taman budaya yang awalnya merupakan tambang batu kapur yang tidak produktif dan sudah ditinggalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat saya sampai disana, kompleks GWK sedang dalam taraf pembangunan.</p>
<div id="attachment_2874" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2874" title="Tangga naik ke GWK" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/tangga-naik-ke-gwk.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Tangga naik ke patung GWK" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Tangga naik ke patung GWK</p></div>
<p style="text-align:justify;">Rasanya sejuk karena angin sepoi-sepoi yang berasal dari pepohonan bertiup di siang hari yang sebetulnya panas tersebut. Apalagi kami disambut suara gamelan Bali yang dimainkan oleh dua orang bapak.</p>
<div id="attachment_2876" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2876" title="Sedang memainkan gamelan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/sedang-memainkan-gamelan.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Kedua bapak sedang memainkan gamelan" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Kedua bapak sedang memainkan gamelan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kami mulai menaiki tangga batu, melalui pintu masuk, dan kemudian masuk dalam arena dimana diletakkan patung dewa Wisnu (yang belum ada tangannya).</p>
<div id="attachment_2875" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2875" title="Bersama pak Nengah" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/bersama-pak-nengah.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Bersama teman di depan patung Wisnu" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Bersama teman di depan patung Wisnu</p></div>
<div id="attachment_2877" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-2877" title="Replika patung GWK" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/replika-patung-gwk.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Replika patung GWK, nantinya akan menjadi seperti ini" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Replika patung GWK, nantinya akan menjadi seperti ini</p></div>
<p style="text-align:justify;">Lokasi penempatan patung Wisnu tanpa kedua tangan ini masih sementara,  jika seluruh rencana pembuatan patung sesuai replikanya telah selesai, maka semua bagian patung akan disatukan. Kami juga melihat mata air suci yang keluar dari sumber mata air tanah. Mengagumkan, bagaimana keluar mata air di atas bukit batu dan kapur ini. Agar bisa masuk lokasi ini pengunjung harus dalam kondisi bersih, dan bagi kaum perempuan tidak sedang berhalangan. Mata air ini ditutup oleh batu besar mirip kerang, agar airnya tidak terkontaminasi.</p>
<div id="attachment_2879" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2879" title="Tempat mata air suci, yang harus ditutup biar air tetap bersih" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/tempat-mata-air-suci-yang-harus-ditutup-biar-air-tetap-bersih.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Mata air suci, yang harus selalu ditutup agar airnya tetap bersih" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Mata air suci, yang harus selalu ditutup agar airnya tetap bersih</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kemudian kami melihat Plaza Garuda, yang didepannya merupakan ruang terbuka, yang biasa digunakan untuk pertunjukkan.</p>
<div id="attachment_2881" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2881" title="Patung Jatayu" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/patung-jatayu.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Patung Wisnu" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Patung Wisnu</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pada nantinya disekitar plaza ini akan dibuat relief pada bebatuan yang mengelilingi plaza tersebut.</p>
<div id="attachment_2880" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2880" title="Enny di depan arena terbuka" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/enny-di-depan-arena-terbuka.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Enny dengan latar belakang Plaza Garuda" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Berpose dengan latar belakang Plaza Garuda</p></div>
<p style="text-align:justify;">Jika dilihat dari TV (karena sering diadakan acara di sini), plaza ini terlihat luas sekali, dikelilingi dinding batu yang tinggi menjulang. Kami tak sempat masuk ke <em>amphitheater</em>, yang setiap harinya ada berbagai pertunjukan, yang pada umumnya diadakan pada malam atau sore hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata di lokasi GWK juga terdapat permainan Flying Fox bagi orang-orang yang menyenangi.</p>
<div id="attachment_2882" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2882" title="Permainan Flying Fox-1" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/permainan-flying-fox-1.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Permainan Flying Fox" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Permainan Flying Fox</p></div>
<p>Saya tak bisa lama karena harus meneruskan perjalanan untuk pulang ke Jakarta.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2873/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2873&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/09/12/mengunjungi-gwk-culture-park-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/laut-dan-awan-yang-menggantung.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Laut dan awan yang menggantung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/tangga-naik-ke-gwk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tangga naik ke GWK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/sedang-memainkan-gamelan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sedang memainkan gamelan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/bersama-pak-nengah.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Bersama pak Nengah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/replika-patung-gwk.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Replika patung GWK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/tempat-mata-air-suci-yang-harus-ditutup-biar-air-tetap-bersih.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tempat mata air suci, yang harus ditutup biar air tetap bersih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/patung-jatayu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Patung Jatayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/enny-di-depan-arena-terbuka.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Enny di depan arena terbuka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/09/permainan-flying-fox-1.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Permainan Flying Fox-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menunggu di Bandara Sentani</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/08/18/menunggu-di-bandara-sentani/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/08/18/menunggu-di-bandara-sentani/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 12:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[T& W (Tugas dan Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2734</guid>
		<description><![CDATA[
Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Sentani sekitar tahun 1995, suasananya sangat berbeda dengan saat ini.
Pada saat ini, bandara Sentani makin bersih dan telah diadakan perluasan dibanding  delapan bulan yang lalu, saat saya juga pergi ke Papua dalam rangka mengajar.
Namun demikian menurut saya, dengan semakin banyaknya penumpang pesawat yang mengunjungi Papua, dan jika ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2734&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2735" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2735" title="Beberapa pesawat yang siap menunggu penumpang di bandara Sentani" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/beberapa-pesawat-yang-siap-menunggu-penumpang-di-bandara-sentani.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Landasan pesawat di bandara Sentani" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Landasan pesawat di bandara Sentani</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Sentani sekitar tahun 1995, suasananya sangat berbeda dengan saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2734"></span>Pada saat ini, bandara Sentani makin bersih dan telah diadakan perluasan dibanding  delapan bulan yang lalu, saat saya juga pergi ke Papua dalam rangka mengajar.</p>
<div id="attachment_2737" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2737" title="Ruang tunggu bandara sentani-1" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/ruang-tunggu-bandara-sentani-1.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Ruang tunggu Bandara sentani, Jayapura" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Ruang tunggu Bandara Sentani, Jayapura</p></div>
<div id="attachment_2739" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2739" title="Christie-Khristine dan Enny di ruang tunggu bandara Sentani" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/christie-khristine-dan-enny-di-ruang-tunggu-bandara-sentani.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Christie-Khristine dan Enny, di ruang tunggu Bandar Udara Sentani, Jayapura" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Christie-Khristine dan Enny, di ruang tunggu Bandar Udara Sentani, Jayapura</p></div>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian menurut saya, dengan semakin banyaknya penumpang pesawat yang mengunjungi Papua, dan jika ingin ke daerah lain seperti Manokwari, Wamena,  Oksibil (yang baru saja pesawat merpati jatuh saat mendekati pegunungan bintang ini) dan kota-kota lain, maka sebagian besar penumpang harus melalui Jayapura terlebih dahulu. Betapa penting arti bandara di kota Jayapura ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<div id="attachment_2736" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2736" title="Bandar Udara Sentani Jayapura" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/bandar-udara-sentani-jayapura.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Bandar Udara sentani, Jayapura" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Bandar Udara sentani, Jayapura</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bandara Sentani terletak di daerah Sentani, perjalanan yang ditempuh dengan mobil sekitar 45-60 menit dari Jayapura. Bandara ini terletak di dataran Sentani, diapit perbukitan. Jika pesawat mau turun, maka terlihat pemandangan indah dari danau Sentani yang luas dan airnya tenang. Begitu juga saat pesawat akan <em>take off</em>, tak puas mata memandang keindahan danau Sentani yang berada di bawah kita. Jika kita sedang melihat monumen <em>Mac Arthur</em>, jendral perang Amerika yang memimpin perlawanan saat perang Dunia II, yang terletak di puncak bukit Sentani, dari atas akan terlihat landasan lapangan terbang Sentani. Dan akan menarik, jika saat kita duduk-duduk sambil menikmati udara yang sejuk karena angin sepoi-sepoi meniup dedaunan di bukit Makatur, ada pesawat yang sedang mendarat atau mau terbang, terlihat jelas dari Bukit Makatur ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Suku asli yang mendiami sekitar danau Sentani, terkenal dengan ukir-ukirannya yang berasal dari kulit kayu. Berbagai tas, lukisan yang berhasil dituangkan di atas kulit kayu, banyak menghiasi kamar di hotel Jayapura.</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi itu kami menunggu di Bandara Sentani, untuk pulang ke Jakarta. Betapapun indah pemandangan Jayapura, sedapnya makanan olahan dari ikan segar,  nikmatnya tidur di hotel, serta ketemu teman-teman lama yang sebelumnya penah menjadi muridku saat pendidikan di LPMP Kotaraja, Jayapura, maka kembali ke rumah tetap merupakan hal yang ditunggu-tunggu. Dari ruang tunggu bandara terlihat beberapa pesawat berjejer siap melayani penumpang ke berbagai kota di propinsi Papua dan Papua Barat. Khristine (dari Merauke) terlihat gembira akan ketemu dengan keluarganya. &#8220;<em>Hanya satu jam naik pesawat bu</em>, &#8221; katanya. &#8220;<em>Engkau tak takut naik pesawat kecil</em>?&#8221; tanyaku. &#8220;<em>Sudah biasa bu, karena di Papua, perjalanan sebagian besar melalui udara</em>,&#8221; jawabnya tenang.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2734/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2734&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/08/18/menunggu-di-bandara-sentani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/beberapa-pesawat-yang-siap-menunggu-penumpang-di-bandara-sentani.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Beberapa pesawat yang siap menunggu penumpang di bandara Sentani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/ruang-tunggu-bandara-sentani-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ruang tunggu bandara sentani-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/christie-khristine-dan-enny-di-ruang-tunggu-bandara-sentani.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Christie-Khristine dan Enny di ruang tunggu bandara Sentani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/bandar-udara-sentani-jayapura.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bandar Udara Sentani Jayapura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melihat kehidupan pasar di malam hari, di kota Jayapura</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/08/16/melihat-kehidupan-pasar-di-malam-hari-di-kota-jayapura/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/08/16/melihat-kehidupan-pasar-di-malam-hari-di-kota-jayapura/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 22:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[T& W (Tugas dan Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2714</guid>
		<description><![CDATA[Ini kali keempat saya mengunjungi kota Jayapura. Kalau senja menjelang, tempat parkir di depan  Gelael akan dipenuhi para pedagang yang lesehan, menggelar berbagai barang dagangan yang kebanyakan penjualnya orang Papua asli.
Demikian juga pasar yang terletak di dekat jalan protokol, di sebelah kiri hotel Matoa sampai mendekati belakang Bank Papua, jika siang hari merupakan jalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2714&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ini kali keempat saya mengunjungi kota Jayapura. Kalau senja menjelang, tempat parkir di depan  Gelael akan dipenuhi para pedagang yang lesehan, menggelar berbagai barang dagangan yang kebanyakan penjualnya orang Papua asli.</p>
<div id="attachment_2746" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2746" title="Papua 04Pasar di depan Gelael-kalau siang untuk tempat parkir" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/papua-04pasar-di-depan-gelael-kalau-siang-untuk-tempat-parkir.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pasar kaget yang dimulai senja hari dan makin malam makin rame. Lokasi depan Gelael, yang kalau siang untuk tempat parkir." width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Pasar kaget  dimulai senja hari dan makin malam makin ramai. Lokasi depan Gelael, yang kalau siang untuk tempat parkir.</p></div>
<p>Demikian juga pasar yang terletak di dekat jalan protokol, di sebelah kiri hotel Matoa sampai mendekati belakang Bank Papua, jika siang hari merupakan jalan raya, tapi kalau malam dipenuhi para pedagang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2714"></span>Kemana jika kita ingin melihat berbagai pernak-pernik hiasan atau oleh-oleh khas Papua? Kalau siang hari kita bisa  melihat-lihat di <em>Papua Trade Center </em>(PTC) serta beberapa lokasi lain, namun yang buka sampai malam dan khas menjual pernak pernik hiasan, dari gelang, kalung, tas dari kulit kayu, patung-patung adalah pertokoan yang terletak di daerah Hamadi.</p>
<div id="attachment_2716" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2716" title="Hiasan dinding" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/hiasan-dinding.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Hiasan dinding" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Hiasan dinding</p></div>
<p style="text-align:justify;">Teluk Hamadi ini dulu merupakan daerah awalnya para tentara sekutu mendarat, yang kemudian berjalan dan membuat barak pertahanan di bukit Mac Arthur (orang Papua biasa menamakan bukit Makatur), yang terletak di atas perbukitan Sentani. Jika perjalanan ke sana  saat ini dengan kendaraan memakan waktu antara 45-60 menit dari Jayapura, saya tak terbayangkan berapa lama tentara Sekutu dulu mencapai atas bukit tsb.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang umumnya dijual dan bisa digunakan sebagai oleh-oleh? Dari obrolan dengan pak Ir, pemilik sebuah toko souvenir di Hamadi, setiap daerah memiliki kekhasan dalam  menghasilkan produknya.</p>
<div id="attachment_2717" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2717" title="Bersama pemilik sebuah toko di Hamadi-Jayapura" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/bersama-pemilik-sebuah-toko-di-hamadi-jayapura.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bersama pak Ir, yang banyak mengenalkan saya pada beberapa barang khas penduduk asli" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bersama pak Ir, yang banyak mengenalkan saya pada beberapa barang khas penduduk asli</p></div>
<p style="text-align:justify;">Patung yang dibuat oleh suku di Biak, berbeda dengan Asmat, dan berbeda pula dengan suku lainnya.</p>
<div id="attachment_2718" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2718" title="Hiasan dari Biak" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/hiasan-dari-biak.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Patung yang khas dari Biak" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Patung yang khas dari Biak</p></div>
<p style="text-align:justify;">Produksi barang dari Sentani yang khas adalah berbagai tas, ukiran dan barang-barang lain yang di produksi dari kulit kayu. Juga ada wadah makanan berukir.</p>
<div id="attachment_2721" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2721" title="Jika dibalik-berupa piring untuk menaruh makanan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/jika-dibalik-berupa-piring-untuk-menaruh-makanan.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Ukiran ini jika dibalik akan terlihat seperti wadah cembung, yang dulunya untuk menaruk makanan dalam menjamu tamu di daerah Sentani" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Ukiran ini jika dibalik akan terlihat seperti wadah cembung, yang dulunya untuk menaruh makanan dalam menjamu tamu di daerah Sentani</p></div>
<div id="attachment_2720" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2720" title="Tas dari kulit kayu khas Sentani" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/tas-dari-kulit-kayu-khas-sentani.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Tas dari kulit kayu khas Sentani" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Tas dari kulit kayu khas Sentani</p></div>
<div id="attachment_2719" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2719" title="Kapak dari Wamena" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/kapak-dari-wamena.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kapak dari Wamena" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kapak dari Wamena</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dari Wamena selain koteka, hasil kerajinan yang khas berupa kapak kayu. Sayangnya saya tak mencatat penjelasan pak Ir, sehingga saat mau menuliskan di blog ini, ada beberapa ukiran yang saya lupa asal usulnya dari daerah mana. Dan ada juga ukiran dari kayu khas dari papua Niugini.</p>
<div id="attachment_2722" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2722" title="Hiasan dari Papua Niugini" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/hiasan-dari-papua-niugini.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Hiasan dari Papua Niugini" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Hiasan dari Papua Niugini</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya para pedagang di pertokoan Hamadi ini jarang yang berasal dari penduduk asli Papua, sebagian besar dari percakapan iseng saya dengan beberapa pemilik toko, pada umumnya mereka berasal dari  Sulawesi selatan. Mereka ini pula yang juga mempunyai toko di pasar perbatasan yang hanya buka pada hari-hari tertentu, yang sayangnya penjualan di pasar perbatasan saat ini agak menurun terkait dengan adanya beberapa kejadian akhir2 ini. Saya pernah melihat pasar di perbatasan ini, saat kunjungan ke Jayapura pada tahun 2007.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk membedakan apakah sebuah hiasan kepala untuk laki-laki atau perempuan, dilihat dari cirinya. Jika berupa kepala burung, maka itu untuk laki-laki, karena burung cenderawasih khas Papua, yang jantan bulu burungnya lebih menarik dibanding burung yang berjenis kelamin betina.</p>
<div id="attachment_2723" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2723" title="Hiasan kepala" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/hiasan-kepala.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Hiasan kepala. Coba tebak yang mana yang dipakai untuk laki-laki?" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Hiasan kepala. Coba tebak yang mana yang dipakai untuk laki-laki?</p></div>
<p style="text-align:justify;">Ada hiasan kalung yang bandulnya berupa tulang hewan. Yang jelas saya tak tega untuk membelinya, namun kalau untuk difoto tak masalah.</p>
<div id="attachment_2724" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2724" title="Hiasan kalung dari tulang binatang" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/hiasan-kalung-dari-tulang-binatang.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Kalung dengan bandul tulang hewan" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Kalung dengan bandul tulang hewan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dan biasanya teman-teman menanyakan seperti apa bentuk koteka, yang saat ini sudah jarang dikenakan kecuali untuk acara tertentu, karena sebagian besar penduduk asli  telah berpakaian rapi sebagaimana layaknya saudaranya yang lain dari Indonesia.</p>
<div id="attachment_2725" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-2725" title="Koteka" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/koteka.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Koteka" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Koteka</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya jika kita melihat Jayapura, dan orang2nya, maka yang dinamakan penduduk asli sudah tercampur dengan beberapa pendatang, sehingga yang dimaksud dengan penduduk Jayapura adalah orang yang lahir dan besar di Jayapura. Para penduduk asli telah banyak memegang jabatan penting, dari mulai Gubernur, Direksi Bank,  manager di Bank milik pemerintah daerah Papua,  juga para pengusaha.  Saya melihat, setiap kali kunjungan, saya melihat  selalu ada hal baru, perbaikan dan tambahan pembangunan ke arah yang lebih baik.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2714/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2714/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2714/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2714&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/08/16/melihat-kehidupan-pasar-di-malam-hari-di-kota-jayapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/papua-04pasar-di-depan-gelael-kalau-siang-untuk-tempat-parkir.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Papua 04Pasar di depan Gelael-kalau siang untuk tempat parkir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/hiasan-dinding.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Hiasan dinding</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/bersama-pemilik-sebuah-toko-di-hamadi-jayapura.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bersama pemilik sebuah toko di Hamadi-Jayapura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/hiasan-dari-biak.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Hiasan dari Biak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/jika-dibalik-berupa-piring-untuk-menaruh-makanan.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Jika dibalik-berupa piring untuk menaruh makanan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/tas-dari-kulit-kayu-khas-sentani.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Tas dari kulit kayu khas Sentani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/kapak-dari-wamena.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kapak dari Wamena</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/hiasan-dari-papua-niugini.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Hiasan dari Papua Niugini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/hiasan-kepala.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Hiasan kepala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/hiasan-kalung-dari-tulang-binatang.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Hiasan kalung dari tulang binatang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/08/koteka.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Koteka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Candra Wilwatikta, Wale Papetaupan, Candi Jawi dan masjid Cheng Ho</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/02/13/chandra-wilwatikta-wale-papetaupan-candi-jawi-dan-masjid-cheng-ho/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/02/13/chandra-wilwatikta-wale-papetaupan-candi-jawi-dan-masjid-cheng-ho/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 23:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[T& W (Tugas dan Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1677</guid>
		<description><![CDATA[Daerah Sidoarjo, Prigen, Tretes adalah daerah yang mengingatkanku pada masa 30 an tahun lalu, saat saya masih pertama kali bekerja dan ditempatkan sebagai trainee di kantor cabang perusahaan di Sidoarjo. Sidoarjo dan lingkungan sekitarnya sangat akrab karena saya sering ikut berkeliling bersama mantri (sebutan AO) pada saat itu.
Mendapat tugas mengajar, dan lokasinya di Prigen, membuatku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1677&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Daerah Sidoarjo, Prigen, Tretes adalah daerah yang mengingatkanku pada masa 30 an tahun lalu, saat saya masih pertama kali bekerja dan ditempatkan sebagai <em>trainee</em> di kantor cabang perusahaan di Sidoarjo. Sidoarjo dan lingkungan sekitarnya sangat akrab karena saya sering ikut berkeliling bersama mantri (sebutan AO) pada saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1677"></span>Mendapat tugas mengajar, dan lokasinya di Prigen, membuatku seperti menyusuri jejak masa lampau. Apalagi di Pandaan, dengan Candra Wilwatikta nya, saat saya masih SMP kelas III, pernah menari bersama rombongan disini, dan menginapnya di rumah dinas kebudayaan, sekarang dipergunakan sebagai museum Mpu Tantular, lokasinya persis di depan Kebon Binatang Wonokromo.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1678" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1678" title="papan-nama-chandra-wilwatikta" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/papan-nama-chandra-wilwatikta.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Taman Chandra Wilwatikta" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Taman Candra Wilwatikta</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan kali ini, saya sempat memotret Candra Wilwatikta dan kijang yang sedang memakan rumput di halaman depan, tapi saya lihat kok kasihan ya karena tempat kijang berburu rumput hanya dihalaman depan yang dipagari dan sempit, berbeda sekali dengan kijang yang merumput di depan istana Bogor yang luas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1679" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1679" title="kijang-di-depan-taman-chandra-wilwatikta" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/kijang-di-depan-taman-chandra-wilwatikta.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kijang di depan Taman Chandra Wilwatikta" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kijang di depan Taman Candra Wilwatikta</p></div>
<p>Sayang, karena saya hari itu ada tugas mengajar dan cuaca mendung, saya tak  bebas mengambil gambar, padahal masih ingin melihat lokasi pentas teater di Candra Wilwatikta, yang dulunya dibuat agar seperti di Yogya, yang menggunakan  latar belakang candi Prambanan, sedang di Pandaan dibuat dengan latar belakang Gunung Penanggungan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1680" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1680" title="pemandangan-jalan-ke-arah-tretes" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/pemandangan-jalan-ke-arah-tretes.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pemandangan jalan ke arah Tretes" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Pemandangan jalan ke arah Tretes</p></div>
<p>Di lokasi pelatihan, saya sempat mengambil gambar jalan ke arah Tretes yang sepi dan teduh, juga tempat pelatihan yang indah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1681" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1681" title="peresmian-wale-papetaupan-ii-oleh-h-surono-1" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/peresmian-wale-papetaupan-ii-oleh-h-surono-1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Peresmian Wale Papetaupan II" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Peresmian Wale Papetaupan II</p></div>
<p style="text-align:justify;">Tempat pelatihan ini, sebetulnya dimaksudkan menjadi Taman Wisata, dengan nama Wale Papetaupan II, batu pertama diletakkan oleh Ir. A. Tahir (mantan Menparpostel) pada tanggal 7 April 1990 dan peresmiannya oleh Ketua Umum D.H.N Angkatan 45 yang saat itu dijabat oleh Jendral Surono pada tanggal 7 April 1991.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1682" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1682" title="tempat-pelatihan-dari-depan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/tempat-pelatihan-dari-depan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pusdiklat Bank Jatim" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Pusdiklat Bank Jatim</p></div>
<div id="attachment_1683" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1683" title="jalan-ke-arah-pandaan-dari-prigen" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/jalan-ke-arah-pandaan-dari-prigen.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Jalan di depan Pusdiklat Bank Jatim di Prigen" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Jalan di depan Pusdiklat Bank Jatim di Prigen</p></div>
<p>Tempat pelatihan ini dilengkapi dengan mushola, lapangan tennis, serta kamar penginapan lengkap dengan kamar mandinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai mengajar, dari arah Prigen, disebelah kiri jalan terdapat candi Jawi, yang sayang sekali saya hanya dapat memotret dari balik pagar, dengan tangan melalui sela pagar yang terkunci gembok.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1684" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-1684" title="candi-jawi-4" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/candi-jawi-4.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Candi Jawi" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Candi Jawi</p></div>
<div id="attachment_1685" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1685" title="kolam-yang-mengelilingi-candi-jawi" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/kolam-yang-mengelilingi-candi-jawi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kolam yang mengelilingi candi Jawi" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kolam yang mengelilingi candi Jawi</p></div>
<p>Candi Jawi ini dikelilingi kolam, dan dari arah sini terlihat gunung Penanggungan di latar belakangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan diteruskan, dan di arah pertigaan, ke arah Sidoarjo, dan satunya ke arah Pasuruan, terdapat masjid Cheng Ho.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1686" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1686" title="masjid-cheng-ho-di-pandaan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/masjid-cheng-ho-di-pandaan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Masjid Cheng Ho di Pandaan" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Masjid Cheng Ho di Pandaan</p></div>
<div id="attachment_1687" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1687" title="bedug-di-masjid-cheng-ho-1" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/bedug-di-masjid-cheng-ho-1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bedug di masjid Cheng Ho" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bedug di masjid Cheng Ho</p></div>
<p style="text-align:justify;">Saya awalnya kaget, kok ada masjid Cheng Ho, ternyata menurut penjaganya, masjid ini baru di resmikan oleh bupati Pasuruan pada tanggal 27 Juni 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1688" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1688" title="tangga-masjid-cheng-ho" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/tangga-masjid-cheng-ho.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Tangga masjid Cheng Ho" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Tangga masjid Cheng Ho</p></div>
<div id="attachment_1689" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1689" title="peresmian-masjid-cheng-ho" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/peresmian-masjid-cheng-ho.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Peresmian masjid Cheng Ho oleh Bupati Pasuruan" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Peresmian masjid Cheng Ho oleh Bupati Pasuruan</p></div>
<p>Bangunannya menarik, dan saya sempat mengambil beberapa foto disini. Tak menyangka terdapat obyek menarik sepanjang perjalanan Pandaan- Prigen.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1677/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1677&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/02/13/chandra-wilwatikta-wale-papetaupan-candi-jawi-dan-masjid-cheng-ho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/papan-nama-chandra-wilwatikta.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">papan-nama-chandra-wilwatikta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/kijang-di-depan-taman-chandra-wilwatikta.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kijang-di-depan-taman-chandra-wilwatikta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/pemandangan-jalan-ke-arah-tretes.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pemandangan-jalan-ke-arah-tretes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/peresmian-wale-papetaupan-ii-oleh-h-surono-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">peresmian-wale-papetaupan-ii-oleh-h-surono-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/tempat-pelatihan-dari-depan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tempat-pelatihan-dari-depan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/jalan-ke-arah-pandaan-dari-prigen.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jalan-ke-arah-pandaan-dari-prigen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/candi-jawi-4.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">candi-jawi-4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/kolam-yang-mengelilingi-candi-jawi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kolam-yang-mengelilingi-candi-jawi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/masjid-cheng-ho-di-pandaan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">masjid-cheng-ho-di-pandaan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/bedug-di-masjid-cheng-ho-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bedug-di-masjid-cheng-ho-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/tangga-masjid-cheng-ho.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tangga-masjid-cheng-ho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/02/peresmian-masjid-cheng-ho.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">peresmian-masjid-cheng-ho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lima belas bulan kemudian</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/12/05/lima-belas-bulan-kemudian/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/12/05/lima-belas-bulan-kemudian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 04:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[T& W (Tugas dan Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1244</guid>
		<description><![CDATA[ <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1244&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Lima belas bulan yang lalu saya menjejakkan kaki di <a href="http://edratna.wordpress.com/2007/08/13/daerah-wisata-di-jayapura/">Jayapura</a>, dan tinggal disana selama 10 hari. Namun jangka waktu tinggal yang lama tak terasa karena disibukkan oleh kegiatan sehari-hari, dan saat istirahat hari Sabtu-Minggu, dapat berjalan-jalan ke bukit <a href="http://edratna.wordpress.com/2007/08/14/napak-tilas-jejak-jend-mac-arthur-di-ifar-gunung-sentani/">Makatur</a> dan melihat <a href="http://edratna.wordpress.com/2007/08/13/melintas-perbatasan-dari-papua-ke-papua-new-guinea/">perbatasan</a> dengan Papua New Guinea.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1244"></span>Kembali ke Jayapura, kembali terpesona melihat keindahan alamnya.</p>
<div id="attachment_1248" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1248" title="sinar-matahari-memantul-di-air-laut-yang-tenang-di-teluk-jayapura" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/sinar-matahari-memantul-di-air-laut-yang-tenang-di-teluk-jayapura.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Sinar matahari memantul di laut yang tenang" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Sinar matahari memantul di laut yang tenang</p></div>
<p>Jayapura sendiri merupakan kota pantai, yang terletak di teluk Jayapura, dan terdapat pulau yang menaungi teluk tersebut.</p>
<div id="attachment_1257" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1257" title="kapal-sinabung-sedang-merapat-di-pelabuhan-jayapura" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/kapal-sinabung-sedang-merapat-di-pelabuhan-jayapura.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kapal Sinabung sedang merapat di pelabuhan Jayapura" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kapal Sinabung sedang merapat di pelabuhan Jayapura</p></div>
<p>Kota Jayapura, merupakan dataran rendah yang diapit oleh bukit, melatar belakangi kotanya.</p>
<div id="attachment_1249" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1249" title="kota-jayapura-dilihat-dari-atas" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/kota-jayapura-dilihat-dari-atas.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kota Jayapura dilihat dari atas bukit" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kota Jayapura dilihat dari atas bukit</p></div>
<p>Daerah tempat tinggal kaum mapan terletak di bagian bukit yang dikenal dengan nama &#8220;Angkasa&#8221;, dengan pemandangan alam langsung ke laut. Sedang perkampungan di pantai, yang berbatasan dengan laut disebut dengan Dok (ada Dok I s/d Dok IX)&#8230;dan diujung pantai yang menjorok ini terletak  Swis Belhotel.</p>
<div id="attachment_1267" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1267" title="frida-dan-enny-dengan-latar-belakang-pelabuhan-jayapura" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/frida-dan-enny-dengan-latar-belakang-pelabuhan-jayapura.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Frida n Enny dengan latar belakang pelabuhan Jayapura" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Frida n Enny dengan latar belakang pelabuhan Jayapura</p></div>
<p>Di Jayapura telah ada Gramedia yang cukup lengkap, walau harganya relatif lebih mahal dibanding harga di Jakarta (terutama untuk barang-barang sepert<em>i flash dish</em> dsb nya).</p>
<div id="attachment_1254" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1254" title="toko-buku-gramedia-di-jayapura1" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/toko-buku-gramedia-di-jayapura1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Gramedia di Jayapura" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Gramedia di Jayapura</p></div>
<p>Pasar swalayan Gelael masih eksis di Jayapura, yang di kota besar lain telah kalah dengan swalayan yang lain.</p>
<div id="attachment_1250" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1250" title="lalulintas-di-depan-gelalel-jayapura" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/lalulintas-di-depan-gelalel-jayapura.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Lalu lintas didepan Gelael, Jayapura" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Lalu lintas didepan Gelael, Jayapura</p></div>
<p>Selain &#8220;Gelael&#8221;, Jayapura juga memiliki toko swalayan lain yang lebih kecil. Di depan Gelael, kalau malam hari menjadi pasar kaget, para penjual nya terdiri dari kaum pendatang maupun penduduk asli. Penduduk asli banyak yang berjualan buah pinang.</p>
<div id="attachment_1251" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1251" title="buah-pinang" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/buah-pinang.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Buah pinang" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Buah pinang</p></div>
<p>Masakan ikan di Jayapura sangat terkenal, karena perairannya yang masih bersih. Kita bisa makan di beberapa rumah makan, atau rumah makan &#8220;Bagus Pandang&#8221; yang terletak di atas bukit, dengan pemandangan teluk Jayapura, dan kalau malam hari lampu-lampunya sangat mempesona. Di Jayapura sekarang ada &#8220;Excelso&#8221; yang ada wifinya sehingga pengunjung dapat minum kopi sambil bermain internet. Pantai yang terkenal adalah pantai Hamadi dan Base&#8217;G, yang merupakan tempat pendaratan tentara Sekutu saat perang Dunia kedua. Di daerah Hamadi banyak dijual souvenir khas Papua, seperti patung, koteka dan lain-lain. Pantai Base&#8217;G sangat bersih, namun disayangkan jika kita ingin duduk-duduk di situ sering didatangi orang untuk meminta uang, sehingga tak terlalu banyak orang yang datang kesana, apalagi sepanjang kota Jayapura, nyaris dikelilingi garis pantai yang memberikan keindahan alami, dengan latar belakang perbukitan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertumbuhan kota terlihat ke arah Abepura yang merupakan daerah sekolah, disini tempatnya lebih landai, dan terletak Universitas Cenderawasih yang merupakan kebanggaan masyarakat Jayapura.   Jika toko buku Gramedia berada di kota Jayapura, di Abepura saat ini telah ada Dunkin Donut, Regina Mal (yang ada toko buku Karisma). Menurut informasi di daerah Waena (antara Jayapura-Abepura), akan dibangun hotel sekelas Swis Belhotel.</p>
<div id="attachment_1256" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-1256" title="swil-belhotel1" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/swil-belhotel1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Swis Belhotel ditepi teluk Jayapura" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Swis Belhotel ditepi teluk Jayapura</p></div>
<p>Dari Abepura ke arah Sentani, melewati terminal bis di daerah Entrop, terdapat Papua Trade Center (PTC), yang dikenal banyak menjual tangkur buaya, buah merah dan lain-lain. Di Entrop ini pula terdapat peternakan buaya yang cukup besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan dari Jayapura ke arah Abepura dan Sentani melalui jalan yang meliuk-liuk dengan pemandangan bukit dan laut dikiri kanannya, yang kemudian berlanjut dengan mengelilingi danau Sentani. Di pinggir danau Sentani ini ada restoran &#8220;Yougwa&#8221; yang menu utamanya ikan. Di Papua kita sering disuguhi oseng-oseng dari bunga pepaya, kalau di daerah lain yang dimanfaatkan adalah daun pepayanya. Pada saat ini telah ada &#8220;Sentani Square&#8221; di kota Sentani, walaupun Mal ini belum terisi penuh. Di Sentani Square antara lain terdapat Optik Melawai, Papa Rons (yang banyak didatangi kaum expatriat), Texas Chicken dan Bakso Lapangan Tembak.</p>
<div id="attachment_1252" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1252" title="papa-rons-di-sentani-square" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/papa-rons-di-sentani-square.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Papa Rons di Sentani Square" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Papa Rons di Sentani Square</p></div>
<p>Saya sempat mencoba Bakso Lapangan Tembak disini, yang rasanya beda dengan yang asli, mungkin ada bagian bumbu disesuaikan dengan lidah orang  Papua.</p>
<div id="attachment_1259" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1259" title="bakso-lapangan-tembak-di-sentani-square1" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bakso-lapangan-tembak-di-sentani-square1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bakso Lapangan Tembak di Sentani Square" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bakso Lapangan Tembak di Sentani Square</p></div>
<p style="text-align:justify;">Saya melihat banyak kemajuan di bidang ekonomi di Jayapura dan sekitarnya, walaupun jika kita datang ke Mal, yang berkunjung sebagian besar adalah kaum pendatang. Ini merupakan PR bagi Pemda, bagaimana memajukan penduduk asli, agar bisa berperan serta dalam pembangunan ekonomi untuk memajukan Papua.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tulisan terkait dapat dilihat disini:</p>
<p style="text-align:justify;">1. http://edratna.wordpress.com/2007/08/13/</p>
<p>melintas-perbatasan-dari-papua-ke-papua-new-guinea</p>
<p>2. http://edratna.wordpress.com/2007/08/14/</p>
<p>napak-tilas-jejak-jend-mac-arthur-di-ifar-gunung-sentani/</p>
<p>3. http://edratna.wordpress.com/2007/08/13/</p>
<p>daerah-wisata-di-jayapura/</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1244&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/12/05/lima-belas-bulan-kemudian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/sinar-matahari-memantul-di-air-laut-yang-tenang-di-teluk-jayapura.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sinar-matahari-memantul-di-air-laut-yang-tenang-di-teluk-jayapura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/kapal-sinabung-sedang-merapat-di-pelabuhan-jayapura.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kapal-sinabung-sedang-merapat-di-pelabuhan-jayapura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/kota-jayapura-dilihat-dari-atas.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kota-jayapura-dilihat-dari-atas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/frida-dan-enny-dengan-latar-belakang-pelabuhan-jayapura.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">frida-dan-enny-dengan-latar-belakang-pelabuhan-jayapura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/toko-buku-gramedia-di-jayapura1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">toko-buku-gramedia-di-jayapura1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/lalulintas-di-depan-gelalel-jayapura.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lalulintas-di-depan-gelalel-jayapura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/buah-pinang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">buah-pinang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/swil-belhotel1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">swil-belhotel1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/papa-rons-di-sentani-square.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">papa-rons-di-sentani-square</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bakso-lapangan-tembak-di-sentani-square1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bakso-lapangan-tembak-di-sentani-square1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bandara Frans Kaisiepo, Bandara Sentani dan Bandara Mozes Kilangin, di Papua</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/12/04/bandara-frans-kaisiepo-bandara-sentani-dan-bandara-mozes-kilangin-di-papua/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2008/12/04/bandara-frans-kaisiepo-bandara-sentani-dan-bandara-mozes-kilangin-di-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 13:29:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[T& W (Tugas dan Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=1222</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan dari Jakarta ke Jayapura kali ini, saya berangkat pada tanggal 30 Nopember 2008, Minggu malam sekitar jam 21.30 wib, agak terlambat dibanding waktu yang ditentukan. Kemungkinan karena itu, para penumpang tidak boleh turun saat transit di bandara Makassar pukul 00.40 Waktu Indonesia Tengah, karena transit  hanya 15 menit. Sebetulnya sayang, karena saya jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1222&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Perjalanan dari Jakarta ke Jayapura kali ini, saya berangkat pada tanggal 30 Nopember 2008, Minggu malam sekitar jam 21.30 wib, agak terlambat dibanding waktu yang ditentukan. Kemungkinan karena itu, para penumpang tidak boleh turun saat transit di bandara Makassar pukul 00.40 Waktu Indonesia Tengah, karena transit  hanya 15 menit. Sebetulnya sayang, karena saya jadi tak sempat melihat bandara Hasanudin yang baru (terakhir kali ke Makassar tahun 2007 masih bandara lama). Dari Makassar, diberitahukan ada kemungkinan pesawat akan mengalami goncangan karena cuaca dalam perjalanan ke Biak diperkirakan berawan. Baru beberapa menit terbang dari Makassar terasa guncangan dalam pesawat, beruntung saya mengantuk sekali sehingga kawatirnya kalah dengan rasa kantuk. Namun baru saja enak tidur mulai ada bau makanan, rupanya pramugari mulai mengedarkan makanan bagi para penumpang. Saya melihat jam, masih jam 2.30 am atau jam 3.30 WIT (Waktu Indonesia Timur). Mata yang mengantuk dan sulit dibuka, perut yang masih terasa kenyang, membuat saya hanya minta kopi susu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1222"></span>Pesawat mendarat di bandara Frans Kaisiepo, Biak, pada pukul 5.15 WIT, disini awak pesawat akan diganti dengan yang baru.</p>
<div id="attachment_1224" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-frans-kaisiepo-pagi-hari-1-des08.jpg"><img class="size-medium wp-image-1224" title="bandara-frans-kaisiepo-pagi-hari-1-des08" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-frans-kaisiepo-pagi-hari-1-des08.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bandara Frans Kaisiepo, Biak, pagi hari  1 Des 08" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bandara Frans Kaisiepo, Biak, pagi hari  1 Des 08</p></div>
<p>Penumpang dipersilahkan turun di ruang tunggu, dan saya sempat membuat foto suasana Bandara Biak di pagi hari.</p>
<div id="attachment_1225" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/awan-menaungi-bandara-biak-di-pagi-1-des-08.jpg"><img class="size-medium wp-image-1225" title="awan-menaungi-bandara-biak-di-pagi-1-des-08" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/awan-menaungi-bandara-biak-di-pagi-1-des-08.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Mendung di atas landasan bandara Biak di pagi hari 1 Des 08" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Mendung di atas landasan bandara Biak di pagi hari 1 Des 08</p></div>
<p>Bandara Biak terasa lengang, namun toko &#8220;Kencana Putri&#8221; yang menjual souvenir, dimiliki oleh  John T. Bangri (asal Sulawesi), berlokasi di ruang tunggu bandara sudah buka, dan kebetulan ibu John sendiri yang menunggu tokonya.</p>
<div id="attachment_1226" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/ibu-john-sedang-melayani-pembeli-di-tokonya-bandara-biak.jpg"><img class="size-medium wp-image-1226" title="ibu-john-sedang-melayani-pembeli-di-tokonya-bandara-biak" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/ibu-john-sedang-melayani-pembeli-di-tokonya-bandara-biak.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Ibu John, di tokonya, di ruang tunggu bandara Frans Kaisiepo" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ibu John, di tokonya, di ruang tunggu bandara Frans Kaisiepo</p></div>
<p>Saat penumpang dipanggil untuk menaiki pesawat pada jam 5.45 WIT terdengar sirine, dan dari kejauhan terlihat lampu pesawat yang akan mendarat. Rupanya sirine tadi merupakan tanda akan ada pesawat mendarat. Perjalanan dari Biak ke Jayapura dicapai dalam waktu 55 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1227" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/pertemuan-di-bandar-udara-sentani.jpg"><img class="size-medium wp-image-1227" title="pertemuan-di-bandar-udara-sentani" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/pertemuan-di-bandar-udara-sentani.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pertemuan dua insan di bandar udara Sentani" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pertemuan dua insan di bandar udara Sentani</p></div>
<p>Merupakan saat yang menyenangkan melihat pertemuan dua insan di bandara Sentani, rupanya sang suami sedang menjemput isterinya, dan kaget saat merasakan lampu blitz dari kamera saya.</p>
<div id="attachment_1228" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-sentani-dengan-latar-belakang-pegunungan.jpg"><img class="size-medium wp-image-1228" title="bandara-sentani-dengan-latar-belakang-pegunungan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-sentani-dengan-latar-belakang-pegunungan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bandar udara Sentani dengan latar belakang pegunungan" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bandar udara Sentani dengan latar belakang pegunungan</p></div>
<p>Bandara Sentani terasa makin sempit dengan semakin banyaknya pesawat yang berlalu lalang di bandara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Pulang dari Jayapura, saya mengambil rute Jayapura-Timika-Bali-Jakarta. Awalnya saya mendapat tiket untuk rute melalui Biak, untung dapat ditukar sehingga saya mendapat kesempatan melihat bandara Timika yang baru (setahun yang lalu bandara Mozes Kilangin, Timika, masih yang lama, dan sangat jelek). Bandingkan foto bandara yang lama (diambil awal Agustus 2007) dengan yang baru.</p>
<div id="attachment_1237" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-moses-kilangin-timika.jpg"><img class="size-medium wp-image-1237" title="bandara-moses-kilangin-timika" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-moses-kilangin-timika.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bandara Mozes Kilangin, Timika (yang lama)" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bandara Mozes Kilangin, Timika (yang lama)</p></div>
<div id="attachment_1233" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/di-ruang-tunggu-bandara-timika.jpg"><img class="size-medium wp-image-1233" title="di-ruang-tunggu-bandara-timika" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/di-ruang-tunggu-bandara-timika.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Di ruang tunggu bandara Mozes Kilangin yang lama (foto diambil awal Agustus 2007)" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Di ruang tunggu bandara Mozes Kilangin yang lama (foto diambil awal Agustus 2007)</p></div>
<div id="attachment_1229" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-timika1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1229" title="bandara-timika1" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-timika1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bandar udara Mozes Kilangin, Timika" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bandar udara Mozes Kilangin, Timika</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bandara Timika yang baru terlihat kukuh, bagus, yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Freeport Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1231" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/patung-di-lobi-bandara-timika.jpg"><img class="size-medium wp-image-1231" title="patung-di-lobi-bandara-timika" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/patung-di-lobi-bandara-timika.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Patung di lobi bandara Timika" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Patung di lobi bandara Timika</p></div>
<div id="attachment_1230" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/mejeng-di-lobi-bandara-timika.jpg"><img class="size-medium wp-image-1230" title="mejeng-di-lobi-bandara-timika" src="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/mejeng-di-lobi-bandara-timika.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Narsis di lobi bandara Mozes Kilangin" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Narsis di lobi bandara Mozes Kilangin</p></div>
<p>Transit di Timika hanya 20 menit, sehingga tak sempat membuat foto banyak. Namun mudah2an foto ini dapat menunjukkan perbedaannya foto bandara Timika yang lama dan yang baru.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/1222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/1222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/1222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/1222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/1222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=1222&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2008/12/04/bandara-frans-kaisiepo-bandara-sentani-dan-bandara-mozes-kilangin-di-papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-frans-kaisiepo-pagi-hari-1-des08.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bandara-frans-kaisiepo-pagi-hari-1-des08</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/awan-menaungi-bandara-biak-di-pagi-1-des-08.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">awan-menaungi-bandara-biak-di-pagi-1-des-08</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/ibu-john-sedang-melayani-pembeli-di-tokonya-bandara-biak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ibu-john-sedang-melayani-pembeli-di-tokonya-bandara-biak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/pertemuan-di-bandar-udara-sentani.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pertemuan-di-bandar-udara-sentani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-sentani-dengan-latar-belakang-pegunungan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bandara-sentani-dengan-latar-belakang-pegunungan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-moses-kilangin-timika.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bandara-moses-kilangin-timika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/di-ruang-tunggu-bandara-timika.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">di-ruang-tunggu-bandara-timika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/bandara-timika1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bandara-timika1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/patung-di-lobi-bandara-timika.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">patung-di-lobi-bandara-timika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2008/12/mejeng-di-lobi-bandara-timika.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mejeng-di-lobi-bandara-timika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Napak tilas jejak Jend. Mac Arthur di Ifar Gunung, Sentani</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/08/14/napak-tilas-jejak-jend-mac-arthur-di-ifar-gunung-sentani/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2007/08/14/napak-tilas-jejak-jend-mac-arthur-di-ifar-gunung-sentani/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 01:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[T& W (Tugas dan Wisata)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/08/14/napak-tilas-jejak-jend-mac-arthur-di-ifar-gunung-sentani/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu obyek wisata di Jayapura adalah mengunjungi monumen Jend Mac Arthur, yang terletak di atas bukit, di atas Danau Sentani, yang dikenal dengan daerah Ifar Gunung, dan sekarang lebih populer disebut bukit Makatur. Untuk bisa masuk kesana harus melalui daerah pos penjagaan Rindam XVIII/Trikora, dan jika saat itu sedang ada latihan menembak, maka masyarakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=206&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Salah satu obyek wisata di Jayapura adalah mengunjungi monumen <em>Jend</em> <em>Mac Arthur</em>, yang terletak di atas bukit, di atas Danau Sentani, yang dikenal dengan daerah Ifar Gunung, dan sekarang lebih populer disebut bukit Makatur. Untuk bisa masuk kesana harus melalui daerah pos penjagaan Rindam XVIII/Trikora, dan jika saat itu sedang ada latihan menembak, maka masyarakat umum tak diperkenankan melewati daerah tersebut.</p>
<p><span id="more-206"></span><strong>A. Perjalanan dari Jayapura ke Ifar Gunung.</strong></p>
<p>Dari Jayapura ke monumen <em> Mac Arthur</em> memerlukan waktu sekitar 45 menit, melalui jalan berkelok-kelok melingkari laut dengan pemandangan yang aduhai, kemudian diteruskan dengan melingkari Danau Sentani. <a href="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2179_resize.jpg" title="Pemandangan Danau Sentani"><img src="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2179_resize.thumbnail.jpg" alt="Pemandangan Danau Sentani" /></a>Perjalanan melewati suatu daerah yang ditinggali masyarakat yang berasal dari Buton, yang mata pencahariannya bertanam palawija atau nelayan. Jauh dibelakang pemukiman orang-orang Buton ini terlihat gunung Cyclops yang diselimuti kabut, menandakan hujan akan turun.</p>
<p>Jalan menuju bukit Makatur mulus, namun sempit dan berkelok-kelok, syukurlah jalanan sepi sehingga pak sopir bisa ngebut. <a href="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2184_resize.jpg" title="Bukit Makatur dengan pemandangan Danau Sentani dan landasan pesawat terbang di bawahnya"><img src="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2184_resize.thumbnail.jpg" alt="Bukit Makatur dengan pemandangan Danau Sentani dan landasan pesawat terbang di bawahnya" /></a>Pada bukit Makatur, selain tugu peringatan  <em>Mac Arthur</em>, juga ada museum yang menceritakan riwayat perjalanan Jend <em>Mac Arthur</em> saat Perang Dunia ke II. <a href="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2206_resize.jpg" title="Berpose dengan Bp. Hans Yambe Yabdi, penjaga situs purbakala"><img src="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2206_resize.thumbnail.jpg" alt="Berpose dengan Bp. Hans Yambe Yabdi, penjaga situs purbakala" /></a>Bapak Hans Yambe Yabdi adalah asli Papua, yang merupakan penjaga situs purbakala dimana didirikan monumen <em>Mac Arthur</em>, beliau menerima rombongan kecil kami dengan ramah, serta sempat berfoto bersama.<a href="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2188_resize.jpg" title="Situs purbakala"><img src="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2188_resize.thumbnail.jpg" alt="Situs purbakala" /></a> <a href="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2186_resize.jpg" title="Tugu Mac Arthur"><img src="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2186_resize.thumbnail.jpg" alt="Tugu Mac Arthur" /></a>Kemudian beliau mengajak kami melihat museum, yang penuh dengan gambar, dan cerita perjalanan  <em>Mac Arthur</em>.</p>
<p><strong>B. Perjalanan sejarah yang melahirkan tugu <em>Mac Arthur</em></strong>:</p>
<p><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2200_resize.jpg" title="Lencana tentara Sekutu"><img src="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2200_resize.thumbnail.jpg" alt="Lencana tentara Sekutu" /></a><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2197_resize.jpg" title="Jenderal Douglas Mac Arthur"><img src="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2197_resize.thumbnail.jpg" alt="Jenderal Douglas Mac Arthur" /></a></p>
<ul>
<li>Pada tanggal 7 Desember 1941  Jepang memulai perang Pasifik dengan menyerang <em>Pearl Harbour</em> di Hawai. Kurang dari delapan jam kemudian Jepang membom <em>Clarc</em> <em>Field</em>, utara Manila. Tiga hari kemudian <em>Mac Arthur</em> menyatakan Manila sebagai kota terbuka dan pindah ke <em>Corregidor</em>. Selama dua minggu kemudian di bawah tekanan berat tentara Jepang, pasukan Amerika di Filipina ditarik ke <em>Bataan</em> dan mereka meneruskan perlawanan terhadap Jepang selama tiga bulan. Pada bulan Maret 1942 Presiden <em>Franklin Roosevelt </em>memerintahkan <em>Mac Arthur</em> dan keluarganya menuju ke <em>Melbourne</em>. <em>Mac Arthur</em> membuat pernyataan &#8230;&#8221; <em>I </em><em>shall return</em>.&#8221;</li>
<li>Tugas utama adalah melindungi <em>Australia</em>. Untuk memutuskan jalur laut <em>Australia</em> ke Amerika Serikat, Jepang berusaha mengurung <em>Port Moresby</em> lewat pantai selatan Irian. Setelah Jepang gagal mencapai sasarannya itu lewat laut, mereka dihentikan di darat pada bulan September 1942 oleh pasukan Australia di bawah perintah <em>Mac Arthur</em>. Sekutu kemudian mengambil alih pertahanan dan memulai suatu operasi militer yang panjang dan sulit untuk mengusir keluar Jepang dari Irian.</li>
<li>Pada bulan Februari 1943 Sekutu menang kendali atas Irian bagian tenggara dan mengeliminasi ancaman jalur laut. Kemenangan <em>Mac Arthur</em> terhadap Jepang di Irian adalah suatu langkah pertama dalam suatu operasi militer yang membawa pasukannya menuju ke arah barat Filipina. Sepanjang operasi ini unit-unit angkatan laut Pasific yang dipimpin oleh <em>Adm William Holsey </em>ditempatkan di bawah komando strategis <em>Mac Arthur</em>. Setelah membebaskan kepulauan Solomon, pasukan <em>Mac</em> <em>Arthur</em> menyerbu memasuki kepulauan <em>Admiralty</em> dan menetralisir basis pertahanan Jepang di <em>Rabaul </em>pada tahun 1944. Mereka kemudian bergerak di sepanjang pantai utara Irian dan akhirnya membuat pertahanan di Jayapura.</li>
</ul>
<p>(Sumber data: Eco Riyana Putra, Kepala Seksi Kebudayaan, Kandepdiknas Kabupaten Jayapura. Sentani, 18 Mei 2001)</p>
<p><strong>C. Bagaimana jejak <em>Mac Arthur</em> di Jayapura?</strong></p>
<p>Berikut ini catatan yang saya peroleh dari museum purbakala, serta dari obrolan dengan pak Hans:<a href="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2198_resize.jpg" title="Markas Besar Perang Sekutu di Jayapura"><img src="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2198_resize.thumbnail.jpg" alt="Markas Besar Perang Sekutu di Jayapura" /></a></p>
<ol>
<li><em>Jenderal Mac Arthur</em>, setelah terpaksa meninggalkan Bataan dan menyingkir ke Australia, dan menerima bantuan pasukan serta peralatan dari Amerika, menyusun kekuatan baru dan strategi yang ditetapkannya adalah serangan balasan akan dilaksanakan menurut garis yang terpendek ke Jepang. Oleh karena itu pulau-pulau Indonesia bagian Barat, tidak termasuk dalam strategi serangan balasan ini.<a href="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2199_resize.jpg" title="Markas Mac Arthur"><img src="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2199_resize.thumbnail.jpg" alt="Markas Mac Arthur" /></a></li>
<li>Tempat-tempat pendudukan lainnya seperti: Sorong, Sarmi, Manokwari, Teluk Kao dsb nya tidak diserbu tetapi diblokir dari udara dan laut sehingga hubungan keluar terputus, tidak dapat saling memberi bantuan, dan akhirnya menyerah.</li>
<li>Pembebasan <em>Nieuw Guinea</em>/Papua oleh tentara Sekutu berlangsung hanya kurang dari tiga bulan, yaitu tgl.22 April s/d 30 Juli 1944. Kekuatan tentara Jepang sepanjang pesisir utara dan barat Papua tidak berdaya terhadap strategi perang Sekutu yaitu taktik perang &#8220;lompat katak&#8221;. Sama seperti pasukan Jepang yang memulai masuk Papua dengan mendaratkan pasukannya di Teluk <em>Humboldt</em> (sekarang Teluk Hamadi), maka <em>Mac Arthur </em>masuk kembali ke Papua dengan mendaratkan pasukannya melalui teluk Hamadi. Kemudian pasukannya berjalan kaki melalui Danau Sentani dan terus naik ke atas gunung, dan akhirnya membuat markas besar di Bukit daerah Ifar Gunung. Dari sini <em>Mac Arthur </em>kemudian merebut kembali Sarmi, Sorong, Manokwari dan Fak-fak.<a href="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2193_resize.jpg" title="Peta strategi serangan Sekutu"><img src="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2193_resize.thumbnail.jpg" alt="Peta strategi serangan Sekutu" /></a></li>
<li>Kedudukan tentara Sekutu di <em>Hollandia </em>dan sekitarnya makin diperluas, dan mendesak pertahanan tentara Jepang sehingga tidak terdapat perlawanan dan lumpuh seluruhnya. Dengan demikian pada tanggal 6 Juni 1944, operasi militer tentara Sekutu merebut <em>Hollandia</em> di bawah pimpinan <em>Jenderal Douglass Mac</em> <em>Arthur</em> dinyatakan selesai. <em>Hollandia</em> kemudian oleh <em>Jend Mac Arthur</em> dijadikan sebagai: a) <em>General Head Quarter of the South West Pacific Area</em> (Markas besar Pasifik Barat Daya).b) Pusat <em>Allied Air Forces</em> (Angkatan Udara sekutu).c)Pusat <em>Allied Land Forces </em>(Angkatan Darat Sekutu), d). <em>The US &#8220;7&#8243; Fleet Recreation</em> <em>Centre</em> di Ifar.</li>
<li>Sejak pendaratan tentara Sekutu di Hamadi atau Depapre pada tanggal 22 April 1944 sampai dengan 6 juni 1944, dimana operasi penyerangan <em>Hollandia</em> selesai, korban dipihak Sekutu: 3332 prajurit tewas dan 1057 luka-luka. Sedang korban di pihak Jepang: 3332 prajurit tewas, 611 tawanan, 611 melarikan diri ke Sarmi, serta ada yang hilang tak diketahui jumlahnya. <em>Hollandia</em> selanjutnya oleh <em>Mac Arthur</em> dijadikan sebagai &#8220;Markas Besar Tentara Sekutu Wilayah Pasifik Barat Daya&#8221; atau &#8220;<em>General Headquarter of The Southwest Pacific Area</em>&#8220;.</li>
</ol>
<p><strong>C.Perkembangan kota Jayapura (Hollandia) pada masa Sekutu (1944-1946)</strong>.</p>
<p>Perkembangan kota <em>Hollandia</em> dalam Perang Dunia ke II atau Perang Pasifik sangat pesat. Apalagi <em>Hollandia</em> dan sekitarnya kemudian ditata kembali menurut kebutuhan tentara Sekutu dengan mengandalkan pekerja intinya &#8220;Batalyon Pembangunan&#8221; (<em>Construction</em> <em>Batalyon</em>) yang disingkat dengan sebutan &#8220;<em>See Bees</em>&#8216; (lafal dari huruf C dan B disingkat dari <em>Construction Batalyo</em>n). <em>See Bees</em> mendemonstrasikan cara bekerja yang mengagumkan dengan peralatan mekanis, berbeda sekali dengan cara Jepang yang hanya mengandalkan kerja paksa penduduk dengan tenaga Romusha. Dengan meledakkan kaki-kaki pegunungan dengan dinamit, disusul dengan pendobrakan menggunakan buldozer, berbagai ukuran jalan dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga tentara Sekutu yang di Hollandia-Sentani-Ifar-Depapre dan sebagainya dapat berkomunikasi dengan cepat.</p>
<p>Jalan induk ini banyak cabang-cabangnya; ke teluk Youtefa, Kamp Walker, Kamp 7 Fleet Abepantai, Sky Line, Hamadi dan kompleks perkampungan lain. Sebelum jalan tersebut diaspal, orang yang mengendarai mobil sewaktu musm kemarau terselubung debu, sehingga tentara Amerika mengutuk debu-debu ini.</p>
<p><strong>D. Perlunya perawatan situs purbakala</strong></p>
<p>Obyek wisata dan situs purbakala berupa monumen Mac Arthur dan cerita kemenangan Sekutu atas tentara Jepang, layak dikunjungi. Dari bukit Makatur kita bisa melihat pegunungan dan bukit-bukit yang menghijau, daun-daun yang ditiup angin, dan hamparan air Danau Sentani, dan disebelahnya terlihat landasan pesawat terbang dari Bandara Sentani. Sayangnya pas saya kesini, tak ada pesawat yang sedang<em> take off</em> atau <em>landing</em>, mungkin akan menjadi pemandangan yang sangat menarik.</p>
<p>Situs berupa rerumputan terlihat cukup bersih, sayang masih terlihat kurang perawatan. Sebaiknya pengunjung disiapkan cerita dalam bentuk fotokopi dari perjalanan <em>Mac</em> <em>Arthur</em>, dan diminta membayar per lembarnya, sehingga dapat sebagai tambahan biaya untuk perawatan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/edratna.wordpress.com/206/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/edratna.wordpress.com/206/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=206&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2007/08/14/napak-tilas-jejak-jend-mac-arthur-di-ifar-gunung-sentani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2179_resize.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pemandangan Danau Sentani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2184_resize.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bukit Makatur dengan pemandangan Danau Sentani dan landasan pesawat terbang di bawahnya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2206_resize.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berpose dengan Bp. Hans Yambe Yabdi, penjaga situs purbakala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2188_resize.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Situs purbakala</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2186_resize.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tugu Mac Arthur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2200_resize.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lencana tentara Sekutu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2197_resize.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jenderal Douglas Mac Arthur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2198_resize.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Markas Besar Perang Sekutu di Jayapura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2199_resize.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Markas Mac Arthur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2007/08/dscn2193_resize.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peta strategi serangan Sekutu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>