<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Jul 2009 03:35:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a5b4bd50f43c4b7f96c99134e7b550f0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Menambah &#8220;kesibukan&#8221;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/07/11/menambah-kesibukan/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/07/11/menambah-kesibukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 03:35:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2592</guid>
		<description><![CDATA[Sejak minggu ketiga bulan Juni 2009, saya akhirnya bersedia menerima tawaran teman untuk membantunya, yang berarti kesibukan makin bertambah. Ini memang ada risiko terhadap keberlangsungan menulis di blog. Dan yang paling sulit adalah menyisihkan waktu untuk menjawab komentar teman-teman dan blogwalking. Pada akhirnya saya memilih seperti yang disarankan mas Iman, bahwa yang lebih utama adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2592&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sejak minggu ketiga bulan Juni 2009, saya akhirnya bersedia menerima tawaran teman untuk membantunya, yang berarti kesibukan makin bertambah. Ini memang ada risiko terhadap keberlangsungan menulis di blog. Dan yang paling sulit adalah menyisihkan waktu untuk menjawab komentar teman-teman dan <em>blogwalking</em>. Pada akhirnya saya memilih seperti yang disarankan <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/">mas Iman</a>, bahwa yang lebih utama adalah terus mencoba untuk menulis. <em>Blogwalking</em> sesekali, dan komentar tidak harus selalu ditanggapi. Pada blog ini sebelah kanan bawah, saya sebetulnya telah menuliskan sejak lama, bahwa &#8220;<em>Pemilik blog tidak mempunyai tanggung jawab untuk memberikan jawaban atas komentar anda, tergantung dari kesibukan, dan waktu yang ada. Terimakasih</em>&#8220;.  Tentu saja saya minta maaf karena awalnya saat memulai menulis blog, saya ingin adanya diskusi yang interaktif.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2592"></span>Jika sebelumnya saya sibuk jika sesekali mendapat tawaran mengajar, yang jelas sekarang minimal dua kali dalam seminggu saya harus bekerja di luar rumah, dan kalau sedang mendapat tugas mengajar, seperti minggu ketiga bulan Juni, saya seminggu berada di luar kota. Bekerja di luar rumah yang dua kali seminggu pun, pada kenyataannya jika lagi ada acara juga memaksa saya untuk setiap hari bekerja di luar rumah, untuk memastikan semua kegiatan telah sesuai jadual yang ditentukan. Kesibukan ini memang menyenangkan, karena tentu saja saya masih tergantung pada dunia kerja yang nyata, bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan dan memaksa saya untuk terus belajar. Walau demikian, kegiatan menulis di blog sangat berguna, karena saya juga belajar untuk mengutarakan pemikiran dalam bentuk tulisan, yang sebelumnya hanya pada segmen terbatas, dengan menulis di blog tulisan bisa dibaca siapa saja. Dan dari kegiatan menulis ini, akhirnya tulisan saya bisa dimuat di salah satu majalah Perbankan, yang tentu saja ini sangat menggembirakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya, saya menyadari, bahwa bertambahnya usia juga mempengaruhi kekuatan fisik, sehingga saya berharap tetap bisa menulis di blog, walau kemungkinan ada risiko tak bisa seaktif sebelumnya. Terimakasih atas dorongan dan kunjungan teman-teman selama ini, yang ternyata terdiri dari berbagai lintas generasi, dari anak usia SMA sampai ada yang seumur saya. Kunjungan ini sangat menyenangkan, yang membuat saya terpacu untuk terus menulis.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2592/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2592&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/07/11/menambah-kesibukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika keluarga kami mencontreng</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/07/08/ketika-keluarga-kami-mencontreng/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/07/08/ketika-keluarga-kami-mencontreng/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 08:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2578</guid>
		<description><![CDATA[Hari Rabu, saat setiap warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih, menggunakan hak nya, adalah hari dimana keluarga kecil kami dapat berkumpul. Untuk mengumpulkan empat orang dalam waktu dan tempat yang sama bukan hal mudah, apalagi masing-masing punya kesibukan sendiri-sendiri. Nahh&#8230;pada saat seperti ini, sayang kalau tak diabadikan. Apakah keluarga kami memilih capres yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2578&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hari Rabu, saat setiap warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih, menggunakan hak nya, adalah hari dimana keluarga kecil kami dapat berkumpul. Untuk mengumpulkan empat orang dalam waktu dan tempat yang sama bukan hal mudah, apalagi masing-masing punya kesibukan sendiri-sendiri. Nahh&#8230;pada saat seperti ini, sayang kalau tak diabadikan. Apakah keluarga kami memilih capres yang sama? Jawabannya bisa ya, bisa tidak, karena kami masing-masing menghormati hak pilih, walaupun itu anak atau suami, atau isteri.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2578"></span>Pagi-pagi sekali si sulung sudah mandi, dan meninjau lokasi, padahal anggota keluarga yang lain belum mandi. Dan saat yang lain baru mandi, dia sudah selesai mencontreng dan menunjukkan jari tangannya yang ditandai dengan tinta.</p>
<div id="attachment_2579" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2579" title="TPS-20" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/tps-20.jpg?w=300&#038;h=224" alt="TPS-20, tempat kami sekeluarga mencontreng" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">TPS-20, tempat kami sekeluarga mencontreng</p></div>
<p>Si sulung bahkan belum sarapan, saat pergi mencontreng di TPS 20, yang hanya berjarak 3 (tiga) rumah dari tempat tinggal kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Kira-kira jam 9 pagi, setelah makan pagi bersama-sama, kami siap meninggalkan rumah untuk mencontreng. Dan mumpung keluarga lengkap, kami berempat foto bersama di depan rumah.</p>
<div id="attachment_2580" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2580" title="KeluargaHardjito di depan rumah" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/keluargahardjito-di-depan-rumah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Ari-Ayah-Ibu-Ani di depan rumah" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Ari-Ayah-Ibu-Ani di depan rumah</p></div>
<p>Dua kali foto, dua kali pula si bungsu merem, apa boleh buat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2581" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2581" title="KeluargaHardjitoMencontreng mulai mendaftar" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/keluargahardjitomencontreng-muai-mendaftar.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Ibu diikuti si bungsu dan ayah, mulai mendaftar" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Ibu diikuti si bungsu dan ayah, mulai mendaftar</p></div>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya si sulung yang membuat foto kegiatan ayah, ibu dan adiknya, sejak mendaftar sampai dengan selesai mencontreng.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2582" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2582" title="Si bungsu tersenyum di bilik" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/si-bungsu-tersenyum-di-bilik.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Si bungsu tersenyum, siap mencontreng, bersebelahan bilik dengan ayah dan ibu yang juga siap mencontreng" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Si bungsu tersenyum, siap mencontreng, bersebelahan bilik dengan ayah dan ibu yang juga siap mencontreng</p></div>
<p style="text-align:justify;">Setelah selesai mencontreng, kertas dilipat dan siap dimasukkan ke kotak suara.</p>
<div id="attachment_2583" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2583" title="Ayah dan si bungsu selesai menggunakan hak pilihnya" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/ayah-dan-si-bungsu-selesai-menggunakan-hak-pilihnya.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Si bungsu dan ayah selesai menggunakan hak pilih dan mencelupkan jari di tinta" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Si bungsu dan ayah selesai menggunakan hak pilih dan mencelupkan jari di tinta</p></div>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya untuk menunjukkan bahwa telah melakukan pencontrengan, maka jari tangan dicelupkan pada tinta.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2584" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2584" title="Tanda tinta di jari Narpen" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/tanda-tinta-di-jari-narpen.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Tanda tinta di jari si bungsu" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Tanda tinta di jari si bungsu</p></div>
<div id="attachment_2585" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2585" title="Tanda tinta di jari-bapak" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/tanda-tinta-di-jari-bapak.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Tanda tinta di jari Ayah" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Tanda tinta di jari Ayah</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan anda? Apakah telah menggunakan hak pilih dan kewajiban sebagai seorang warga negara dengan baik? Setelah selesai, kami kembali ke rumah. Si bungsu segera kembali ke Bandung, padahal sebelumnya sudah pesan tiket untuk hari Kamis pagi. Berhubung dia harus segera menyelesaikan penulisan thesis, agar bisa mengejar persyaratan beasiswa, si bungsu mencoba mencari kendaraan yang ada untuk pulang ke Bandung. Syukurlah, tak lama kemudian saya mendapat sms, kalau dia bisa naik Citi Trans, sehingga hati saya terasa tenang.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2578/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2578&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/07/08/ketika-keluarga-kami-mencontreng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/tps-20.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">TPS-20</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/keluargahardjito-di-depan-rumah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">KeluargaHardjito di depan rumah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/keluargahardjitomencontreng-muai-mendaftar.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">KeluargaHardjitoMencontreng mulai mendaftar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/si-bungsu-tersenyum-di-bilik.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Si bungsu tersenyum di bilik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/ayah-dan-si-bungsu-selesai-menggunakan-hak-pilihnya.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ayah dan si bungsu selesai menggunakan hak pilihnya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/tanda-tinta-di-jari-narpen.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanda tinta di jari Narpen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/tanda-tinta-di-jari-bapak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanda tinta di jari-bapak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pak Oman, Peternak sapi perah dari kampung Silumber, desa Cibogo, Kecamatan Lembang</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/07/06/pak-oman-peternak-sapi-dari-kampung-silumber-desa-cibogo-kecamatan-lembang/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/07/06/pak-oman-peternak-sapi-dari-kampung-silumber-desa-cibogo-kecamatan-lembang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 13:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2547</guid>
		<description><![CDATA[Pak Oman, sebagaimana para peternak yang kita kenal, berpembawaan sederhana. Walau sebetulnya usaha pak Oman dapat dikategorikan berhasil dikelasnya, pak Oman masih hidup sederhana, dan senang memberikan sharing pengalamanannya kepada para tamu yang datang untuk belajar ke sana.
Tak dipungkiri, pak Oman sering mendapat tamu yang ingin menimba pengalamannya, antara lain: peserta kewirausahaan dari Bank BUMN, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2547&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pak Oman, sebagaimana para peternak yang kita kenal, berpembawaan sederhana. Walau sebetulnya usaha pak Oman dapat dikategorikan berhasil dikelasnya, pak Oman masih hidup sederhana, dan senang memberikan <em>sharing </em>pengalamanannya kepada para tamu yang datang untuk belajar ke sana.</p>
<div id="attachment_2552" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2552" title="Serius mendengarkan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/serius-mendengarkan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Pak Oman sedang menjelaskan kepada peserta pelatihan" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Pak Oman sedang menjelaskan kepada peserta pelatihan</p></div>
<p>Tak dipungkiri, pak Oman sering mendapat tamu yang ingin menimba pengalamannya, antara lain: peserta kewirausahaan dari Bank BUMN, para peternak pemula yang mau belajar, juga para peserta pelatihan, seperti rombongan kami, yang berasal dari berbagai BPD di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2547"></span>Pak Oman memulai usaha sejak tahun 1951 dengan berdagang sayur mayur di Pasar Senen Jakarta. Saat Pasar Senen mengalami perombakan, pak Oman pindah berdagang sayur di Pasar Induk Kramat Jati. Nasib pak Oman mulai membaik, sejak tahun 1987,  saat Koperasi Peternak Sapi Perah Bandung Utara (Koperasi PSPBU) menawarkan pembelian sapi perah dari New Zealand melalui kredit selama 7 tahun. Pak Oman mengajukan pembelian sapi 4 (empat) ekor senilai Rp.4.400.000,- yang cara pembayarannya melalui setoran susu sapi setiap harinya ke Koperasi PSPBU. Ternyata pak Oman dapat melunasi pinjaman dalam tempo lebih cepat yaitu 5 (lima) tahun.</p>
<div id="attachment_2553" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2553" title="Sapi umur 15 hari-1" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/sapi-umur-15-hari-1.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Anak sapi berumur 15 hari" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Anak sapi berumur 15 hari</p></div>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2554" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2554" title="Apa yang dikatakannya" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/apa-yang-dikatakannya.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Apa ya yang dibisikkan oleh anak sapi itu?" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Apa ya yang dibisikkan oleh anak sapi itu?</p></div>
<p style="text-align:justify;">Saat ini pak Oman mempunyai 11 ekor sapi dan 4 (empat) ekor anak sapi. Produksi susu per ekor 18-20 liter per hari, sehingga dari 6 (enam) ekor sapi produktif  rata-rata mendapatkan 108 liter/hari. Harga susu dibeli oleh koperasi seharga Rp.3.300,- &#8211; Rp.3.500,- per liter, tergantung dari kualitasnya. Sebagai anggota koperasi, pak Oman dikenakan iuran wajib Rp. 25.000,- per bulan. Namun pak Oman mendapat kunjungan dokter hewan (ada 4 orang di Kabupaten Lembang, yang bekerjasama dengan KPSPBU) secara gratis jika ada keluhan sapi nya kurang sehat. Juga pelayanan dari mantri kesehatan, di daerah Lembang ada 15 mantri kesehatan, yang bekerja sama dengan koperasi, secara berkala mengunjungi peternakan sapi. Sapi yang masih produktif menghasilkan susu,  jika dijual bisa laku Rp. 14 juta per ekor. Sedangkan sapi yang telah beberapa kali bunting (umumnya sampai 7-9 kali), dianggap tidak produktf, jika dijual berharga Rp. 7-8 juta per ekor. Sapi yang tidak produktif ini, masih dapat di ambil dagingnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari hasil beternak sapi perah, dari delapan anaknya, telah ada 4 (empat) orang yang berhasil lulus Sarjana. Pemberian makan kepada sapi, diberikan tiga kali sehari, pagi dan sore mendapat makanan dedaunan (rumput gajah, rumput Taiwan dll), sedang siang hari mendapatkan konsentrat yang dibeli dari koperasi seharga Rp.75.000,- per karung. Agar sapi dapat menghasilkan susu yang berkualitas tinggi, perawatan kandang, pemberian pola makan harus benar-benar diperhatikan, disesuaikan dengan berat masing-masing sapi.</p>
<div id="attachment_2556" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2556" title="Kandang-home industry" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/kandang-home-industry.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kandang" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kandang</p></div>
<p>Hasil kotoran sapi dikumpulkan, dimasukkan dalam septic tank, yang ditutup oleh plastik, agar gas naik  keatas, yang nantinya disalurkan melalui pipa, dan menjadi biogas.</p>
<div id="attachment_2555" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2555" title="Pembuatan biogas" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/pembuatan-biogas.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Pembuatan biogas dari kotoran sapi" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Pembuatan biogas dari kotoran sapi</p></div>
<p style="text-align:justify;">Gas yang berasal dari biogas ini (hasil pelatihan dari Departemen Pertambangan), dialirkan melalui pipa, yang kemudian disambungkan dengan pipa plastik ke kompor. Kompor yang menggunakan biogas, dibuat khusus, gas nya tidak berbau,  perbedaan dengan gas LPG adalah jika biogas menyalakan kompor harus dengan menggunakan korek api.</p>
<div id="attachment_2557" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2557" title="Kompor biogas-tak berbau" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/kompor-biogas-tak-berbau.jpg?w=300&#038;h=224" alt="Kompor biogas (tak berbau)" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Kompor biogas (tak berbau)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Namun gas ini juga lebih aman, karena tidak mudah meledak atau menyambar sekelilingnya. Kiat pak Oman dalam melakukan usaha adalah <span style="text-decoration:underline;">KUTR </span>yang merupakan singkatan dari: <strong>K</strong>erja keras, <strong>U</strong>let, <strong>T</strong>ekun dan <strong>R</strong>ajin.</p>
<p style="text-align:justify;">Kendalanya adalah pemenuhan makanan dari dedaunan, walau peternak dapat bebas mengambil rumput yang tumbuh diantara pepohonan teh, yang banyak berada di daerah dekat Subang (tak jauh letaknya dari Lembang). Pak Oman sendiri mempunyai aset berupa tanah bangunan rumah, serta kandang di atas tanah seluas 200 m2, serta tanah seluas 2 ha yang ditanami rumput. Pak Oman sendiri merupakan seorang peternak yang selalu belajar, dia mengikuti pelatihan dari Jepang (JICA), juga beberapa kali pelatihan yang diadakan oleh Koperasi. Sebagaimana umumnya pengusaha kecil, laporan keuangan pak Oman masih tercampur dengan laporan Rumah Tangga, dan pak Oman tidak mempunyai kredit atau pinjaman dari Bank, karena pak Oman selama ini telah merasa puas menjadi anggota koperasi PSPBU. Pak Oman juga mempunayai kolam ikan, yang dapat dimanfatkan untuk kebutuhan keluarga. Siang itu, setelah puas berdiskusi, rombongan kami pamit pulang untuk meneruskan kunjungan ke lokasi usaha yang lain.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2547&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/07/06/pak-oman-peternak-sapi-dari-kampung-silumber-desa-cibogo-kecamatan-lembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/serius-mendengarkan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Serius mendengarkan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/sapi-umur-15-hari-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sapi umur 15 hari-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/apa-yang-dikatakannya.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Apa yang dikatakannya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/kandang-home-industry.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kandang-home industry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/pembuatan-biogas.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pembuatan biogas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/07/kompor-biogas-tak-berbau.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kompor biogas-tak berbau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musim libur sekolah, nonton Film anak-anak dan ke Pesta Buku</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/06/29/musim-libur-sekolah-nonton-film-anak-anak-dan-ke-pesta-buku/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/06/29/musim-libur-sekolah-nonton-film-anak-anak-dan-ke-pesta-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 22:57:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2508</guid>
		<description><![CDATA[Judul di atas sebetulnya tak tepat buat saya, yang anaknya sudah besar-besar. Namun kesibukan yang akhir-akhir ini bertambah, maklum saya menambah kegiatan dua kali seminggu dengan menerima tawaran seorang teman untuk membantunya, membuat libur akhir pekan yang dua hari menjadi bermakna.  Si sulung sudah pesan sejak dua minggu sebelumnya, ingin mengajak nonton Film anak-anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2508&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Judul di atas sebetulnya tak tepat buat saya, yang anaknya sudah besar-besar. Namun kesibukan yang akhir-akhir ini bertambah, maklum saya menambah kegiatan dua kali seminggu dengan menerima tawaran seorang teman untuk membantunya, membuat libur akhir pekan yang dua hari menjadi bermakna.  Si sulung sudah pesan sejak dua minggu sebelumnya, ingin mengajak nonton Film anak-anak yang saat itu diprediksi bakalan menarik, yaitu &#8220;Garuda di Dadaku&#8221; dan &#8220;King&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2508"></span>Kedua film tadi mengisahkan sebuah persahabatan dan perjuangan seorang anak, dalam mencapai cita-cita nya. Kedua anak sebagai tokoh utama dalam kedua film tersebut, mempunyai seorang sahabat yang juga berfungsi sebagai motivator, yang setiap kali mendorong semangat teman karib nya jika sudah nyaris patah semangat. Film yang menarik dan layak ditonton oleh keluarga. Setelah menonton film ini, saya terhenyak, mengapa tak banyak film anak-anak yang dibuat, padahal kedua film ini membuatku benar-benar tersentuh. Dan melihat, betapa penuh sesaknya gedung bioskop, sampai banyak yang menunggu sambil duduk di gang-gang nya, ayah ibu dan anak-anak, bahkan ada yang berikut kakek neneknya. Salut buat Ari Sihasale (sutradara)  yang setiap kali menyuguhkan film anak-anak bermutu, sejak saya melihat film &#8220;Denias&#8221; dengan gambar-gambar pemandangan alam Papua yang indah itu. Juga buat  Ifa Isfansyah (sutradara), yang kata anakku sebelumnya dia bergerak di film independen. Saat menonton film ini berkali-kali saya menyeka mata, antara terharu, bangga, sayang dan perasaan yang campur aduk.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan saya mencoba menonton di Blok M Square yang harga karcisnya lebih murah (Rp.15.000,-), dibanding tempat lain, namun tempatnya tak kalah keren dengan bioskop di Mal terkemuka lain, entah karena masih promosi atau akan seterusnya. Yang jelas saya sudah bertahun-tahun tak ke blok M (kecuali ke tukang jahit di belakang Adiron Plaza alm). Sayang saya hanya sempat berkeliling sambil sekalian naik eskalator ke lantai 5 (lima), tempat bioskop berada, sehingga belum bisa menilai, apakah Blok M Square ini akan laku keras, seperti sebelumnya, yang merupakan tempat orang-orang, baik dari Jakarta maupun luar kota berbelanja. Saya teringat teman saya dari Bali, yang setiap kali ke Jakarta memborong baju untuk dipakai ke kantor sampai ber dus-dus di Pasar Blok M, yang katanya harga murah dan tak terlalu macet sebagaimana jika berbelanja di Tanah Abang.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai menonton dua film, kami (saya dan si sulung) segera berangkat ke Istora Senayan karena sejak tanggal 27 Juni 2009 s/d 5 Juli 2009 di gelar Pesta Buku. Sebagaimana biasanya, begitu melihat buku langsung kalap, apalagi ada diskon yang sampai 55%. Kapan lagi dapat buku murah, jika tak ada Pesta Buku seperti ini. Saya sempat sms <a href="http://www.penganyamkata.net/">DM </a>dan <a href="http://amaliaonearth.com/">Yoga</a>, kalau mau mencari buku karangan Gola Gong dimana, soalnya saya sudah berkeliling Mizan, tak ketemu buku nya. Dulu, pertama kali mendapat buku karangan Gola Gong saat ada pesta diskon di Gramedia Grand Indonesia. Kali ini saya mendapatkan  &#8220;Musafir&#8221;, &#8220;The Journey: From Jakarta to Himalaya&#8221;, &#8220;Aku Anak Matahari&#8221; di stan Penerbit Salamadani. Sayang buku &#8220;Balada si Roy&#8221; yang legendaris itu, sekaligus Yoga juga titip untuk beli jika ada, tak termasuk yang dipamerkan, dan jika berminat bisa mencari langsung di tempatnya di Serang. Kalau begitu, saya perlu menitip ke DM kalau suatu ketika pergi ke Serang untuk membelinya. Saya juga beli buku karangan &#8220;Dan Brown &#8221; dan &#8220;Ridwan Saidi&#8221;. Saya harus banyak menahan diri, karena seminggu sebelumnya si sulung kehilangan dompet lagi, yang berisi KTP, SIM A dan C, serta kartu ATM&#8230;dan lagi-lagi hilangnya ditaksi, sehingga kali ini dia mesti pinjam uang ibunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang, pada saat Pesta Buku, hanya penerbit Gramedia dan beberapa penerbit besar yang membolehkan bayar pakai Kartu Kredit, padahal banyak penerbit lain yang  bukunya juga bagus-bagus. Si sulung begitu gembira ketemu komik yang harganya Rp.10.000,- (padahal biasanya Rp.50.000,-) sehingga rela membawa seluruh belanjaan kami buku di pundak dan kedua tangan nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam makin larut dan saya mesti segera pulang, untuk mempersiapkan koper, karena Senin mesti pergi ke luar kota untuk mengajar dan si sulung harus bekerja esok harinya. Masih ada kesempatan sampai tanggal 5 Juli 2009 (sayang saya masih ada di luar kota), bagi siapapun yang ingin memborong buku, dan diskonnya lumayan, bahkan ada yang sampai 70%. Mencari taksi dari Istora lumayan lama dan agak sulit, syukurlah setelah menunggu ada taksi Patra yang lewat, dan&#8230;.karena kehabisan uang saya terpaksa minta pak sopir mampir sebentar, agar saya bisa ke ATM di depan kantor cabang di Fatmawati untuk ambil uang buat belanja si mbak.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2508/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2508&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/06/29/musim-libur-sekolah-nonton-film-anak-anak-dan-ke-pesta-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingin mengunjungi Taman Arkeologi Pulau Onrust?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/06/27/ingin-mengunjungi-taman-arkeologi-pulau-onrust/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/06/27/ingin-mengunjungi-taman-arkeologi-pulau-onrust/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 01:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2485</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa, saat melihat Pasar seni &#8220;Batavia Art Festival 2209&#8243;, saya langsung tertarik masuk stan pulau Onrust ini. Mungkin juga gara-gara baca novelnya ES Ito, alumni Tarnus, yang tulisannya membuatku  punya keinginan, untuk dapat mengunjungi pulau itu suatu ketika. Atau juga karena si bungsu sekarang suka berpetualang dengan teman-temannya, sehingga mungkin saja mereka tertarik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2485&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Entah kenapa, saat melihat Pasar seni &#8220;Batavia Art Festival 2209&#8243;, saya langsung tertarik masuk stan pulau Onrust ini. Mungkin juga gara-gara baca novelnya ES Ito, alumni Tarnus, yang tulisannya membuatku  punya keinginan, untuk dapat mengunjungi pulau itu suatu ketika. Atau juga karena <a href="http://narpen.wordpress.com/blog/">si bungsu </a>sekarang suka berpetualang dengan teman-temannya, sehingga mungkin saja mereka tertarik untuk datang ke Pulau Onrust yang memang banyak cerita sejarah dibaliknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2485"></span></p>
<div id="attachment_2486" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2486" title="Peta Onrust abad 17" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/peta-onrust-abad-17.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Peta Onrust abad-17" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Peta Onrust abad-17</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pulau Onrust dan sekitarnya adalah salah satu dari gugusan Pulau Seribu, yang pada tahun 2002 ditetapkan sebagai Taman Arkeologi melalui keputusan Gubernur KDKI Jakarta. Taman ini dapat dicapai melalui laut, bisa melalui Muara Kamal (15 menit), Muara Angke  (20 menit) dan Pantai Marina Ancol (45 menit).</p>
<p style="text-align:justify;">Nama Onrust menurut Bahasa Belanda artinya &#8220;tanpa istirahat&#8221; atau sibuk (bahasa Inggris <em>Unrest</em>). Penduduk setempat menyebut Pulau Kapal, karena pada abad 17-18 pulau ini sangat sibuk disinggahi kapal-kapal VOC. Pulau Onrust juga berfungsi sebagai tempat perbaikan dan pembuatan kapal, sehingga memang benar-benar sibuk masa itu.</p>
<div id="attachment_2487" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-2487" title="Sejarah Onrust-3" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/sejarah-onrust-3.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Sejarah pulau Onrust abad 17-18" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Sejarah pulau Onrust abad 17-18</p></div>
<p style="text-align:justify;">Antara tahun 1803-1810 Pulau Onrust digempur tiga kali oleh Inggris, dan terakhir pada tahun 1810 Armada Inggris dipimpin oleh Admiral Edward Pellow menghancurkan sarana dan prasarana pulau Onrust.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1848, Pulau Onrust dan sekitarnya difungsikan Belanda sebagai Pangkalan Angkatan Laut, namun sarana prasarana ini hancur berat akibat gelombang tidal letusan gunung Krakatau tahun 1883.</p>
<div id="attachment_2488" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-2488" title="Sejarah Onrust-4" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/sejarah-onrust-4.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Letusan gunung Krakatau yang meluluh lantakkan pulau Onrust" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Letusan gunung Krakatau yang meluluh lantakkan pulau Onrust</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kemudian tahun 1911 s.d 1933 Pulau Onrust diubah fungsinya menjadi karantina Haji. Pada awal masa kemerdekaan, Pulau Onrust dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Karantina bagi penderita penyakit menular, dibawah pengawasan Departemen kesehatan RI hingga awal 1960.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak tahun 1968 terjadi penjarahan besar-besar an di Pulau Onrust, sehingga bangunan bersejarah tinggal puing-puingnya saja. Kini artefak (tinggalan sejarah) yang dapat disaksikan di pulau Onrust antara lain: Pondasi bastion benteng, Pondasi kincir angin, dermaga, bangunan penjara, meriam, bangunan sisa karantina haji.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat meninjau stan ini, saya sempat ketemu pak Mahdi, dan beliau memberikan nomor hape nya (081317210257), siapa yang ingin berkunjung ke pulau Onrust bisa telepon beliau agar bisa disiapkan pemandu. Pada saat ini kantor, yang biasanya berlokasi di Gd Nyi Ageng Serang Lt.9 pindah ketempat lain, sehingga untuk sementara Bapak Mahdi bersedia dihubungi lewat telepon. Jika anda ingin tahu lebih banyak, dapat  kontak melalui email di onrust_budmus (at)yahoo.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2485&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/06/27/ingin-mengunjungi-taman-arkeologi-pulau-onrust/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/peta-onrust-abad-17.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Onrust abad 17</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/sejarah-onrust-3.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Sejarah Onrust-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/sejarah-onrust-4.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Sejarah Onrust-4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menonton &#8220;Batavia Art Festival 2009&#8243;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/06/23/menonton-batavia-art-festival-2009/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/06/23/menonton-batavia-art-festival-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 23:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2472</guid>
		<description><![CDATA[Saya tak sengaja bisa menikmati Pasar Seni &#8220;Batavia Art Festival 2009&#8221; yang diadakan di halaman Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, pada hari Minggu tanggal 21 Juni 2009. Diperkirakan ada sekitar 74 tenda  memenuhi halaman museum, selain ada pentas musik dan pada malam hari di gelar layar tancep yang menayangkan film zaman dulu, seperti &#8220;Dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2472&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saya tak sengaja bisa menikmati Pasar Seni &#8220;<em>Batavia Art Festival 2009</em>&#8221; yang diadakan di halaman Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, pada hari Minggu tanggal 21 Juni 2009. Diperkirakan ada sekitar 74 tenda  memenuhi halaman museum, selain ada pentas musik dan pada malam hari di gelar layar tancep yang menayangkan film zaman dulu, seperti &#8220;<em>Dua Tanda Mata.</em>&#8221; Saya baru datang dari Bandung jam setengah satu siang, dan hanya sempat istirahat sebentar, langsung  ke museum, yang untungnya jalanan Jakarta pada hari Minggu tak terlalu padat di dalam kota.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2472"></span>Yang menarik, dari tenda yang ada, merupakan stan sejumlah museum di Jakarta, dan yang sempat kami masuki adalah Taman Arkeologi Onrust (mudah2an sempat memposting tersendiri), museum Bank Mandiri, Museum Monas, juga beberapa stan yang menjual buku dan alat-alat kuno.</p>
<div id="attachment_2474" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2474" title="Bingung-pilih mana ya" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/bingung-pilih-mana-ya.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bingung memilih barang yang mau dibeli" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bingung memilih barang yang mau dibeli</p></div>
<div id="attachment_2477" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2477" title="Museum Fatahilah di latar belakang" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/museum-fatahilah-di-latar-belakang.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Penonton asyik menonton musik-museum Fatahillah di latar belakang" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">        Penonton asyik menonton musik              (Museum Fatahillah di latar belakang)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Anakku sempat membeli beberapa barang kuno, juga ketemu pengarang komik  (Wahyu Hidayat) yang menjual buku karyanya. Anakku membeli komik dengan judul &#8220;<em>BrastaSeta, Sang Penyembur Api</em>&#8221; yang merupakan Graphic Novel, dan langsung ditanda tangani oleh pengarangnya. Dari mas Wahyu ini, kami baru tahu bahwa pada tanggal 27 Juni s/d 5 Juli 2009 akan ada Pesta Buku di Senayan&#8230;.nahh siap-siap uangnya dari sekarang, karena biasanya kita bisa mendapatkan buku-buku murah.</p>
<p style="text-align:justify;">Siang itu matahari benar-benar bersinar terik, kami kemudian mampir di tempat jajanan dan mencoba ketupat Gloria dan minum air tebu, juga bisa langsung melihat proses pembuatan air tebu nya.</p>
<div id="attachment_2475" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2475" title="Lontong cap gomeh dan air tebu-2" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/lontong-cap-gomeh-dan-air-tebu-2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Ketupat cap gomeh dan air tebu" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Ketupat cap gomeh dan air tebu</p></div>
<p>Dan dalam acara seperti ini,  selalu ada penjual kerak telor. Jajanan yang ada antara lain: Ketupat Gloria, Gado-gado Pintu Besar, Otak-otak Gang Kencana sejak 1963, Kerak telor, bercampur dengan penjaja makanan zaman sekarang seperti sosis dan minuman kesehatan.</p>
<div id="attachment_2476" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2476" title="Drumband mengelilingi museum" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/drumband-mengelilingi-museum.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Drumband dengan pakaian jadul" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">                   Drumband dengan pakaian jadoel                          (Foto diambil dari Kunderemp)                                 </p></div>
<p style="text-align:justify;">Di tengah makan, ada pawai drumband mengelilingi museum dengan berpakaian ala zaman dulu, anak sulungku langsung loncat berusaha mengambil foto, yang sayangnya tertutup oleh penonton yang berdesakan, sehingga kurang bagus hasilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya melihat-lihat sampai sore, malamnya si sulung kembali lagi, karena ingin menonton layar tancep yang menayangkan film-film tempoe doeloe. Dia penasaran, karena dulu saat kecil, dia tak memahami arti film tersebut.</p>
<div id="attachment_2478" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2478" title="Berbagai lukisan di atas jendela" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/berbagai-lukisan-di-atas-jendela.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Lukisan di atas kaca patri, di atas jendela tinggi" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Lukisan di atas kaca patri, di atas jendela tinggi</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sambil pulang, saya memotret beberapa bangunan tua yang menarik. Ada bangunan yang di atas jendelanya, terdapat kaca patri, yang diberi lukisan berbagai binatang. Ada juga bangunan Bar zaman dulu yang sayang tak terawat.</p>
<div id="attachment_2479" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2479" title="Bar zaman dulu" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/bar-zaman-dulu.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bar zaman doeloe" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bar zaman doeloe</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dan jika kita ingin berfoto, dengan latar belakang mobil kuno, juga tersedia di sana.</p>
<div id="attachment_2480" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2480" title="Mau bergaya foto pake mobil tua-asal sesuai harganya" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/mau-bergaya-foto-pake-mobil-tua-asal-sesuai-harganya.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Mau bergaya foto dengan latar belakang mobil kuno? Silahkan, asal cocok harganya" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Mau bergaya foto dengan latar belakang mobil kuno? Silahkan, asal cocok harganya</p></div>
<p style="text-align:justify;">Ingin berkeliling ke Kota Tua naik sepeda? Jangan kawatir, kita bisa menyewa sepeda dan ada pemandunya,  untuk berkeliling ke beberapa tempat menarik di Kota Tua. Rasanya saya harus mencoba suatu ketika, dan enaknya di hari Minggu, agar kendaraan tak terlalu ramai. Tapi masihkah saya lihai naik sepeda ya, karena rasanya sudah belasan tahun tak pernah naik sepeda lagi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2472/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2472&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/06/23/menonton-batavia-art-festival-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/bingung-pilih-mana-ya.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bingung-pilih mana ya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/museum-fatahilah-di-latar-belakang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Museum Fatahilah di latar belakang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/lontong-cap-gomeh-dan-air-tebu-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Lontong cap gomeh dan air tebu-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/drumband-mengelilingi-museum.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Drumband mengelilingi museum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/berbagai-lukisan-di-atas-jendela.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Berbagai lukisan di atas jendela</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/bar-zaman-dulu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bar zaman dulu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/mau-bergaya-foto-pake-mobil-tua-asal-sesuai-harganya.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Mau bergaya foto pake mobil tua-asal sesuai harganya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Duhh&#8230;Bandung kok makin macet aja</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/06/22/duhh-bandung-kok-makin-macet-aja/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/06/22/duhh-bandung-kok-makin-macet-aja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 02:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2464</guid>
		<description><![CDATA[Paling senang sebetulnya mendapat tugas mengajar di daerah Bandung, karena sekaligus bisa menengok anak secara gratis. Tapi jika ada hal yang &#8220;agak disesali&#8221; kemarin, adalah waktunya bersamaan dengan  acara &#8220;Bicara Film&#8221; di Salihara, yang sebetulnya sudah termasuk agenda untuk wajib dihadiri. Apa boleh buat, bagaimanapun dalam kehidupan  kita sering dipaksa untuk memilih, apalagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2464&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Paling senang sebetulnya mendapat tugas mengajar di daerah Bandung, karena sekaligus bisa menengok anak secara gratis. Tapi jika ada hal yang &#8220;agak disesali&#8221; kemarin, adalah waktunya bersamaan dengan  acara &#8220;Bicara Film&#8221; di Salihara, yang sebetulnya sudah termasuk agenda untuk wajib dihadiri. Apa boleh buat, bagaimanapun dalam kehidupan  kita sering dipaksa untuk memilih, apalagi saya yakin si sulung pasti hadir di acara tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2464"></span>Saat memberitahu si bungsu kalau ibu mau ke Bandung, kedengaran suaranya yang agak menyesal..&#8221;<em>Ya&#8230;ibu, aku akhir pekan ada acara dengan teman-teman</em>,&#8221; suaranya terdengar di ujung telepon. &#8220;<em>Nggak apa-apa nak, minimal ibu masih bisa ketemu semalam, dan kita bisa mengobrol</em>&#8220;. Kenyataannya, saya lelah sekali, jadilah saya tertidur di dekat nya saat menunggu si bungsu sedang menyelesaikan penulisan thesis nya. Jumat malam si bungsu berencana pergi ke Karimun Jawa bersama teman-teman nya. Akhir2 ini <a href="http://narpen.wordpress.com/2009/06/20/pesta-kelapa-dan-snorkling/">anakku</a> cewek memang lagi senang berpetualang, sejak dia merasakan nikmatnya bepergian bersama teman-temannya ke Jawa Tengah, Jawa Timur beberapa bulan lalu, mendaki gunung Bromo dan ikutan rafting. Minggu lalu dia bersama teman-temannya mencoba snorkeling di Ujung Kulon.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, akhirnya saya menikmati  Bandung berdua bersama suami, dan jika bepergian di Bandung pada akhir pekan, maka kemana-mana selalu dihadang kemacetan. Untungnya masih ada <a href="http://buleto.blogspot.com/">Popy</a>, jadi setelah pulang dari rumah teman suami di daerah Bukit Vila Parahyangan,  saya dan Popy turun di jalan Riau, suami terus ke rumah, maklum laki-laki suka males kalau di suruh mengantar perempuan jalan-jalan ke <em>Factory Outlet</em>. Kali ini saya santai aja karena sebetulnya barang yang dicari adalah keperluan si bungsu, dan karena anaknya sedang tak ikut jalan-jalan, saya dan Popy hanya sekedar jalan-jalan, kali aja ketemu barang yang ditaksir. Dan Popy geli, saat baru masuk ke salah satu FO, saya sudah mengatakan&#8230;&#8221;<em>Cari makanan yukk.</em>..&#8221;. Jadilah kami berdua menikmati makan siomay dan minum<em> hot lemon tea</em>, di tengah area FO sambil melihat para perempuan sibuk memilih berbagai barang yang dipamerkan di FO tersebut. Tapi kali ini saya beruntung, karena dapat dua <em>blouse </em>yang bisa di pakai untuk kegiatan mengajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Minggu pagi saya mesti kembali ke Jakarta, supaya bisa ganti menemani si sulung, karena kalau hari kerja, dia sudah berangkat pagi-pagi dan pulang malam. Saya memilih naik travel yang terletak di jalan Dipati Ukur&#8230;..dan nyaris terlambat. Karena berpikir waktu masih satu jam, kami berangkat dengan santai, melewati jalan Riau, dan tahu-tahu jalanan macet sekali&#8230;entah ada apa di Gasibu.  Pada saat mau putar balik di dekat Gasibu, tak ada satupun mobil yang mau mengalah&#8230;apa boleh buat, karena waktu sudah mendesak, akhirnya saya membuka pintu mobil&#8230;.dan mulai menyetop dan mengatur mobil yang lewat. Entah karena lihat cewek mengatur lalu lintas, tukang parkir ikutan membantu mengatur lalu lintas, sehingga mobil saya bisa memutar&#8230;.wuihh&#8230;rasanya tegang banget, untung tak ada orang yang iseng memotret saya saat bertugas menjadi polisi lalu lintas&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, Minah salah jalan lagi, melewati depan gereja dan jalanan di palang, karena parkiran penuh dan luber dijalanan. Untungnya, kali ini saya tak perlu turun dari mobil, tapi hanya membuka jendela dan melambaikan tangan minta bantuan&#8230;.Belum lagi tenang, telepon berdering, ternyata dari petugas travel, yang  menanyakan, apakah saya jadi naik travel yang jam 10.15 wib. Akhirnya sambil bergegas, sampai juga di depan tempat travel, hanya 10 menit sebelum keberangkatan&#8230;..rasanya lega sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat travel sudah berbelok dari Tol Cikampek dan masuk tol ke arah Pondok Indah, saya menilpon si sulung, apa ada acara atau mau mengajak ibu keluar, dia menjawab kalau ingin ke &#8220;<em>Batavia Art Festival</em>&#8221; di depan museum Fatahilah. Jadi, begitu sampai di rumah Jakarta, saya hanya menurunkan koper, sholat dulu, kemudian berangkat lagi ke museum Fatahillah (untuk ini cerita nya nanti di posting tersendiri).</p>
<p style="text-align:justify;">Pelajaran yang saya petik, setelah beberapa kali terkena lalu lintas macet di Bandung adalah: 1) Kenali jalan yang akan di lalui, 2) Ingat  hari itu, hari kerja apa hari libur, dan jam berapa. Karena ini sangat menentukan kepadatan lalu lintas, 3) Lebih baik menunggu daripada terburu-buru, dan ternyata dari daerah Buah Batu ke Dipati Ukur waktu satu jam masih belum cukup, terutama di akhir pekan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2464&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/06/22/duhh-bandung-kok-makin-macet-aja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keong Emas</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/06/15/keong-emas/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/06/15/keong-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 02:26:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2457</guid>
		<description><![CDATA[
Selama ini saya belum pernah menonton film Star Trek bahkan saat masih diputar di televisi. Namun terbujuk juga oleh si sulung, karena begitu inginnya dia mentraktir ibu menonton film ini di Teater Imax Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah.
Terakhir kali menonton di Teater Keong Emas adalah saat si sulung kelas 4 SD, saat itu menonton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2457&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2456" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-2456" title="KeongEmas 001" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/keongemas-0011.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Star Trek di Keong Emas (Foto: Narpati)" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Star Trek di Keong Emas (Foto: Narpati)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Selama ini saya belum pernah menonton film Star Trek bahkan saat masih diputar di televisi. Namun terbujuk juga oleh si sulung, karena begitu inginnya dia mentraktir ibu menonton film ini di Teater Imax Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2457"></span>Terakhir kali menonton di Teater Keong Emas adalah saat si sulung kelas 4 SD, saat itu menonton bersama keponakan-keponakan berjumlah 7 (tujuh) orang. Dan saat itu jika menonton di Teater Imax Keong Emas, antreannya mengular, sempat membuat patah semangat. Namun hasilnya benar-benar seimbang. Saat itu film yang ditayangkan adalah Indonesia Indah I (benarkah ini film pertama yang tayang?), yang menggambarkan keindahan negara Indonesia, lengkap dengan lautan serta ombak nya yang bergulung-gulung. Penggambarannya sangat indah, dilihat dari atas, terlihat sekali kalau bumi itu bulat, dan hal ini langsung membuat si sulung (yang memang berisik sejak kecil), langsung berteriak .&#8221; <em>Allahu Akbar. Ya, Allah, aku baru benar-benar yakin kalau bumi itu bulat</em>&#8220;. Dan dia langsung meneriakkan Adzan dengan kencang, sampai semua orang menengok ke arah rombongan kami. Adik ipar saya sampai menjawil tangannya dan bilang&#8230;&#8221;<em>Sssst&#8230;mas Ari, suaranya</em> <em>dipelankan ya</em>&#8230;&#8221; Itulah menonton film yang mengesankan buatku, walau air mukaku  merah padam karena malu,  untung tertutupi oleh ruangan yang gelap. Sejak itu saya belum pernah ke Taman Mini lagi, karena kesibukan kerja, dan jika liburan Lebaran (yang semua si mbak pulang kampung), maka adik2ku kumpul di Jakarta bersama keluarganya, dan saya lebih memilih menikmati menunggu rumah, sedang anakku bersama sepupunya, ikutan adik-adik ku menjelajah Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya si sulung ingin menonton acara &#8220;nonton bareng&#8221; pada pagi hari, sayang dia tahu terlambat dan karcis untuk menonton bareng sudah habis. Dan karena sudah lama tak pergi ke Keong Emas, kami benar-benar buta, dan membayangkan antrean masih mengular seperti dulu, sehingga kami siap-siap kecewa jika tak mendapatkan karcis untuk pertunjukan jam 15.00 wib. Kami berangkat dari rumah jam 12.30 wib, dan sampai Keong Mas tak lama kemudian. Saat itu sudah terlihat antrean, dan saya melihat ada petugas yang berada dibelakang meja dengan tulisan VIP. &#8220;<em>Coba nak, kita tanya kesana dulu</em>,&#8221; saya mengajak anakku. Karcis VIP untuk pertunjukkan jam 15.00 wib sudah bisa dibeli, walau harganya cukup mahal. Saya ingin mencoba, seperti apa rasanya menonton dari  VIP. Ternyata untuk VIP tempat duduk nya di balkon, dan khusus untuk kursi yang ditengah tak dijual, karena diperuntukkan untuk tamu negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami lama juga menunggu acara, dan syukurlah ruang tunggu nya cukup dingin,  bisa menunggu sambil membaca dan mengobrol. Si sulung tanya, &#8220;<em>Ibu ingat enggak cerita keong Emas</em>?&#8221; Setelah kami berdua berpikir, baru teringat, bahwa keong Emas adalah jelmaan dari seorang puteri cantik yang terkena kutukan, yang nantinya akan ketemu seorang Pangeran yang kebetulan tersesat saat berburu ke hutan. Dalam dunia nyata, keong emas merupakan hama tanaman pertanian. Yahh, acara seperti ini, adalah kesempatan untuk saling menjajagi hati antara ibu dan anak, kami banyak mengingat cerita masa kecilnya (yang rupanya si sulung lupa pernah adzan kencang saat menonton pertama kalinya di Keong Emas).</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya menarik menonton film di Teater Keong Emas, namun saya melihat ternyata film Star Trek kurang lebar, karena tak semua gambarnya memenuhi layar lebar di teater Keong Emas. Saya membayangkan, andaikata film &#8220;<em>The Dark Knight</em>&#8221; di putar di Keong Emas, pasti seru sekali. Dan yang saya perhatikan, penjaga nya banyak sekali, sehingga saya juga berpikir apakah Keong Emas setiap bulan bisa menutupi biaya operasionalnya, hanya dari pendapatan pemutaran film nya. Walau di sekeliling teater Keong Emas ada arena permainan, tapi itu lebih banyak dikhususkan untuk anak-anak sampai remaja, yang kalau cuaca panas, tak semuanya tertarik untuk mengikuti. Untuk itu teater Keong Emas perlu juga melakukan terobosan untuk lebih banyak menayangkan film menarik, apalagi sekarang TMII lebih mudah dijangkau dari mana-mana, dan banyak akses masuk yang mudah jika naik kendaraan umum. Saat keluar dari teater Keong Emas, saya melihat taksi BB berjejeran, sehingga kekawatiran saya jika suatu ketika nggak bawa kendaraan pribadi, telah dapat diatasi. <a href="http://www.keongemas.com/">Keong Emas</a> juga perlu selalu meng<em> up</em> <em>date web</em> nya, karena saat mencari informasi tentang film yang akan dimainkan di Keong Emas, data nya masih bulan April 2009. Betapapun, ide pembuatan teater Imax Keong Emas menarik, namun perlu ada perbaikan dan juga peningkatan mutu, agar para pengunjung yang pernah datang ke sana ingin selalu datang kembali.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2457/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2457&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/06/15/keong-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/keongemas-0011.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">KeongEmas 001</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan orangtua dan anak yang terkadang &#8220;sangat sulit&#8221;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/06/08/hubungan-orangtua-dan-anak-yang-terkadang-sangat-sulit/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/06/08/hubungan-orangtua-dan-anak-yang-terkadang-sangat-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 03:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2443</guid>
		<description><![CDATA[Kita tentunya menyadari, bahwa hubungan anak dan orangtuanya tidak selalu berjalan mulus, terutama pada saat anak-anak beranjak remaja, dan sedang mencari jati dirinya. Saya pernah membahas disini, yang menceritakan betapa sulitnya posisi orangtua pada saat anaknya akan memilih jurusan di Perguruan Tinggi, yang terkadang pilihannya tadi didasarkan atas keinginan agar tetap bersama teman-temannya, padahal kompetensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2443&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Kita tentunya menyadari, bahwa hubungan anak dan orangtuanya tidak selalu berjalan mulus, terutama pada saat anak-anak beranjak remaja, dan sedang mencari jati dirinya. Saya pernah membahas <a href="http://edratna.wordpress.com/2009/06/05/ternyata-saran-mereka-tak-selalu-salah/">disini</a>, yang menceritakan betapa sulitnya posisi orangtua pada saat anaknya akan memilih jurusan di Perguruan Tinggi, yang terkadang pilihannya tadi didasarkan atas keinginan agar tetap bersama teman-temannya, padahal kompetensi masing-masing anak tak selalu sama.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2443"></span>Saya menyadari, saya sendiri harus mengakui, hubunganku dengan anak-anak seperti gelombang, yang terkadang naik turun. Namun, saya bersyukur, kesulitan apapun pada akhirnya dapat diatasi, walau terkadang saya terpaksa meminta jasa orang-orang lain, yang menurutku akan lebih banyak didengarkan anak. Pada saat seperti ini, kadang saran sebaik apapun dari orangtua akan dilanggar, malahan yang dilarang akan dilakukan. Diperlukan kedewasaan orangtua, untuk tidak mudah panik dan marah, yang berakibat  semuanya malah berantakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua minggu sebelumnya, saya dan si sulung menonton dua film yang terkait dengan museum, yaitu &#8220;<em>Angel and Demon</em>&#8221; serta &#8220;<em>Night at the Museum</em>&#8220;, maka hari Minggu kemarin saya menonton 2 (dua) film komedi terkait dengan Capres, yang keduanya film Indonesia. Film pertama judulnya &#8220;<em>Capres</em>&#8221; yang merupakan singkatan dari Calo Presiden. Awalnya menarik, namun entah kenapa ceritanya kurang di <em>explore</em>, sehingga menurutku menjadi kurang greget, walaupun film ini tetap menarik untuk dilihat. Dan yang menyedihkan, dalam satu gedung (saya menonton jam 12 siang) hanya ada 5 (lima) penonton&#8230;.wahh serasa memiliki gedung bioskop. Mungkinkah kurang promosi? Padahal  ada beberapa petinggi negeri ini yang ikut bermain.</p>
<p style="text-align:justify;">Film kedua berjudul &#8220;<em>Queen Bee</em>&#8220;, 2 (dua) hari sebelumnya anakku sudah menonton, dan dia cerita bahwa film tadi menarik untuk ditonton karena menggambarkan hubungan yang rumit antara seorang ayah dan putrinya, yang masih remaja. Saya tertarik untuk menonton film ini, bukan saja tertarik atas pendapat anakku, namun bagiku juga merupakan kesempatan untuk berdiskusi dengannya. Dimaklumi, diskusi dengan anak, jika dilakukan sambil makan di cafe, akan lebih efektif hasilnya dibanding jika diskusi dilakukan di rumah, entah apa sebabnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Film Queen Bee garis besarnya sebagai berikut: Queenita Siregar, seorang gadis remaja dari kelas menengah ke atas. Selain gaul, Queen juga seperti remaja umumnya, mencoba berbisnis kaos bersama kedua sahabat nya, yang kemudian menjualnya ke distro. Di sekolah, Queen diminta sumbangan oleh panitia Fancy (benar nggak sih istilahnya?) di sekolah, karena dianggap Queen anak orang berada, padahal di satu sisi ayah Queen menekankan kedisiplinan,  pengeluaran uang  harus untuk hal-hal yang bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Queen semenjak  ibunya meninggal saat usianya 5 (lima) tahun, lebih dekat dengan Makcik, pengasuhnya yang telah ikut keluarga tersebut sejak dia masih kecil. Ayah Queen sibuk dengan politik, bahkan akhirnya menjadi calon Presiden. Sejak itu kehidupan Queen berubah, dan menjadi makin rumit. Adanya aparat keamanan yang disiapkan untuk melindungi Capres dan keluarganya makin membuat hidup Queen terkekang, terutama setelah aparat tadi juga membuntuti saat Queen kencan dengan pacarnya. Keinginan Queen sederhana, dia hanya ingin dekat dengan ayahnya dan tak ingin ayahnya menjadi Capres jika itu makin menjauhkan ayah dari Queen. Di satu sisi, sang ayah menganggap Queen masih gadis remaja, yang perlu dilindungi. Suatu ketika teman Queen membocorkan, bahwa Queen sebetulnya tertekan di sekolah, karena tak bisa ikut menyumbang acara sekolah. Sebagaimana Obama yang didukung oleh kaum<em> face booker</em>, maka disarankan agar ayah Queen juga menggunakan kaum muda, sehingga acara disekolah Queen bisa digunakan sebagai sarana menggaet kaum muda. Sayangnya, ternyata uang Rp.100 juta, oleh Queen tak diberikan pada panitia pesta sekolah, namun diberikan pada pacarnya (yang kerja di LSM), untuk disumbangkan ke masyarakat korban bencana. Disinilah, saat tim sukses mengecek di sekolah, ternyata panitia pesta sekolah tak menerima uang sesenpun dari Capres ayahnya Queen. Ayah sangat kecewa, demikian pula Queen, apalagi setelah tahu bahwa uang tsb digunakan untuk kepentingan pribadi pacarnya. Disini Queen berusaha meminta pertanggungjawaban pacarnya, dan menghilang dari rumah, membuat ayahnya, yang seharusnya datang di acara debat capres tak hadir di acara debat itu, namun memilih mencari anaknya yang hilang. Pada akhirnya, baik ayah dan anak, bisa saling memahami, bahwa keduanya saling mencintai.</p>
<p style="text-align:justify;">Film ini menurutku sangat menarik untuk ditonton, namun entah kenapa gemanya sangat kurang, sehingga penonton biasa-biasa saja. Memang dalam hal film juga diperlukan unsur marketing, karena tanpa marketing yang benar, film yang sebetulnya layak ditonton kurang peminat. Apalagi setelah saya lihat,  posternya menggambarkan cewek muda gaul, yang mengingatkan calon penonton pada film-film Indonesia lain yang lebih banyak mengetengahkan kaum remaja, semenjak sukses AADC. Saya bersyukur, si sulung termasuk maniak film, dan dia berusaha menonton film-film Indonesia, kecuali film yang berbau hantu-hantu an.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada kesempatan mengobrol dengan anakku, disitulah kami mencoba saling mengungkapkan isi pikiran bahwa sebetulnya orangtua menyayangi anaknya, walau terkadang cara menyayangi nya salah, atau tak diterima oleh pihak satunya. Saya juga mengatakan pada anakku, ibu juga minta maaf jika selama ini banyak melakukan hal-hal yang sebetulnya kurang cocok atau tak sesuai dengan keinginan anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai orangtua, kita memang harus percaya pada anak, namun kita juga memahami bahwa anak-anak terkadang masih lugu, dan tak memahami dunia tipu menipu, yang terkadang telah ada bahkan pada saat anak masih usia muda. Dan saya menjadi ingat, pertanyaan si bungsu mengapa kalau mas boleh, tapi saya tak boleh, dan saya selalu menjawab walau tidak dibedakan lagi oleh gender, namun tetap ada hal-hal yang berbahaya bagi anak gadis. Dan justru karena itulah, setelah tahu si bungsu sering ke warnet, yang membuatku kawatir karena tak mungkin si mbak membuntuti terus saat ke warnet, atas bantuan teman-teman (terutama yuniorku) saya belajar internet, dan mulai berlangganan internet di rumah, agar saya tak kawatir. Dan semakin menyenangkan, setelah akhirnya saya dapat berlangganan melalui kabel vision, karena biayanya <em>fixed</em>, sehingga teman-teman anakpun bisa ikut menggunakan warnet tanpa ada biaya tambahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai orangtua, kita memang harus bisa mengikuti kemajuan dan teknologi, agar bisa tetap bergaul dan bersahabat dengan anak. Dan jangan mudah putus asa jika hubungan tak berjalan mulus, percayalah, pada akhirnya si anak akan memahami bahwa orangtua menyayanginya, walaupun caranya mungkin membuat anak kurang nyaman.</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2443&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/06/08/hubungan-orangtua-dan-anak-yang-terkadang-sangat-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang dapat dipelajari dari kasus Prita?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2009/06/06/apa-yang-dapat-dipelajari-dari-kasus-prita/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2009/06/06/apa-yang-dapat-dipelajari-dari-kasus-prita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 01:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=2425</guid>
		<description><![CDATA[
Membaca beberapa tulisan tentang kasus Prita, juga mendengarkan dan melihat para pakar berdebat di Televisi, jujur saja membuat hati sedih, kepala pusing dan kawatir. Awal mula mengetahui kasus Prita, juga kasus Fifi Tanang dkk, berawal pada saat saya menghadiri undangan komunitas blogger untuk membahas UUITE.
Pada saat itu, sebenarnya saya nyaris batal datang ke acara, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2425&subd=edratna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-2426" title="banner-prita-468x601" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/banner-prita-468x601.gif?w=300&#038;h=38" alt="banner-prita-468x601" width="300" height="38" /></p>
<p style="text-align:justify;">Membaca beberapa tulisan tentang kasus Prita, juga mendengarkan dan melihat para pakar berdebat di Televisi, jujur saja membuat hati sedih, kepala pusing dan kawatir. Awal mula mengetahui kasus Prita, juga kasus Fifi Tanang dkk, berawal pada saat saya menghadiri undangan komunitas blogger untuk membahas UUITE.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2425"></span>Pada saat itu, sebenarnya saya nyaris batal datang ke acara, karena kondisi fisik lagi kurang sehat, namun kemudian saya berpikir, akan lebih baik datang karena diskusi itu akan dipandu oleh para pakar hukum, yang juga menjadi blogger, daripada harus baca UUITE sendiri, yang belum tentu saya bisa memahami sejelas jika diskusi bersama teman. Saya mengajak <a href="http://cacianqalbukunderemp.blogspot.com/">si sulung</a>, karena umurnya masih muda, terkadang saya kawatir juga kalau-kalau si sulung ini berbuat kesalahan, yang bisa bersinggungan dengan masalah hukum.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_2429" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-2429" title="uu-ite02" src="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/uu-ite021.jpg?w=300&#038;h=168" alt="Obrolan Langsat tentang UUITE (Gambar diambil dari FB Paman Tyo)" width="300" height="168" /><p class="wp-caption-text">Obrolan Langsat tentang UUITE (Gambar diambil dari FB Paman Tyo)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Malam itu, saya masih tidak terlalu menyadari betapa tinggi risiko UUITE jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan risiko ini mengejutkan saya, setelah akhirnya saya tahu bahwa gara-gara menulis di email, Prita langsung terkena pasal-pasal pencemaran nama baik, yang diambil dari KUHP maupun UUITE. Andaikata, pemberitaan dan kasus itu tak membuat Prita dipenjara, mungkin sebetulnya saya masih cuek atas email yang diributkan itu. Betapa banyaknya  email yang telah beredar di internet, tanpa mengganggu para pengguna internet, karena banyak yang menganggap bahwa sebuah email atau cerita di milis tak harus ditanggapi secara berlebihan, karena masih harus dilihat lebih dulu kebenarannya. Banyaknya surat pembaca yang memprotes tentang pelayanan suatu instansi, malah terkadang Kompas memfasilitasi dengan mengumpulkan hari tertentu memuat khusus keluhan melalui surat pembaca untuk PLN, Telkom, Bank dll. Namun, saya melihat, bahwa instansi tersebut merasakan keluhan tersebut merupakan <em>feed back</em>, untuk memperbaiki pelayanan, berusaha mengajak diskusi pengirim surat pembaca, atau paling tidak Humas atau <em>Corporate Secretary</em> akan memberikan tanggapannya secara tertulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri dalam mengajarkan kepada para yunior (saya pernah memimpin Divisi Pelatihan suatu Lembaga Keuangan, dan sekarang bergabung dengan Lembaga Pelatihan sebagai instruktur), ajaran yang harus selalu ditekankan kepada para petugas/Staf yang bergerak di bidang pelayanan, jika mendapatkan kritik dari pelanggan, hanya dua hal: &#8220;<em>Maaf&#8230;&#8230;dan terimakasih</em>&#8221; serta dilakukan dengan senyum. Betapapun hati ini panas, namun kepala tetap dingin, karena mereka adalah pelanggan. Saya dan suami akan selalu datang pada toko atau penjual jasa, yang mau menanggapi keluhan kami dengan baik, bahkan kami akhirnya menjadi pelanggan utamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak mengatakan bahwa pelayanan jasa di Tanah Air sudah bagus, namun juga tidak jelek. Saya sendiri tak pernah merasakan seperti apa yang dirasakan oleh Prita. Saya dan keluarga pernah sakit, dan pernah di rawat di rumah sakit, maka dokter maupun staf (perawat, petugas kebersihan) melayani dengan baik, padahal jelas-jelas suami saya menggunakan ASKES. Kami bisa berdiskusi dengan dokter, dan dokterpun menjelaskan sejak  pre diagnosanya (karena saat awal masuk rumah sakit dengan gejala panas tinggi, belum dapat ditentukan sakitnya apa), terus langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dokterpun menanyakan apa kami punya riwayat tidak kuat terhadap obat tertentu. Juga pada awal bulan Mei 2009 lalu, saat suami dirawat 3 (tiga) hari di suatu Rumah Sakit Swasta di Bandung, dan ini kedua kalinya, saya sangat berterima kasih pada Rumah Sakit tersebut beserta dokternya. Betapa tidak? Rumah Sakit tersebut tak meminta uang muka, coba bayangkan jika mesti harus menyetor uang muka lebih dahulu sebelum mendapat perawatan, karena saat itu yang mengantar ke Rumah Sakit adalah anak saya, yang masih kuliah, dan saya sendiri sedang berada di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Perdebatan antara para pakar Hukum di televisi semakin membingungkan saya, sebagai orang awam. Jika para pakar hukum saja, bisa menafsirkan bahwa seharusnya Prita tak dipenjara, bagaimana kami yang orang awam? Bagaimana mungkin, suatu pasal-pasal yang dapat merampas hak seseorang warga negara, bisa ditafsirkan sedemikian luas, bahkan oleh para ahlinya? Hal ini membuka pikiran saya, apakah tak sebaiknya para penegak hukum juga perlu diberikan sosialisasi, agar bisa menfsirkan pasal-pasal tersebut, dan membuat keputusan yang tak saling bertentangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tahu, membuat kebijakan tidak mudah, betapapun kebijakan tadi telah di godok berbulan-bulan, dan mungkin sebelum diimplementasikan telah diuji coba dulu, tapi dilapangan tetap bisa membuat penafsiran yang berbeda diantara para pelaku. Disinilah perlunya diadakan suatu <em>check </em>dan <em>re check</em> pada setiap periode tertentu oleh para pembuat kebijakan, dan bilamana dirasa perlu maka aturan tersebut dapat dievaluasi kembali. Evaluasi aturan mestinya juga bukan  merupakan hal yang tabu, jika demi kepentingan orang banyak, dan penegakan hukum yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mungkin bodoh, tapi saya betul-betul kawatir sekali, apalagi saya juga seorang ibu rumah tangga biasa, seorang pensiunan, serta bukan &#8220;<em>seorang jelita</em>&#8221; (menurut kata petinggi yang dikutip dalam detik.com), namun hanya seorang <em>&#8220;jelata</em>&#8220;&#8230;&#8230;bagaimana saya menyikapi hal tersebut? Bisa saja terjadi suatu ketika ada orang yang nggak senang, langsung menggugat dan menggunakan pasal pencemaran nama baik, yang membuat kebebasan terampas. Apakah kita sudah tak ada lagi suatu musyawarah? Apakah kita bukan bangsa yang menurut hasil polling suatu negara, juga merupakan bangsa yang paling banyak tersenyum? Mengapa kita jadi dibutakan oleh hati nurani? Jadi apakah sebaiknya email hanya digunakan untuk surat resmi saja, yang telah ditulis dengan sangat berhati-hati agar setiap kalimat tak ada satupun celah yang dapat terjerat oleh hukum? Padahal pekerjaan saya setelah pensiun saat ini lebih banyak menggunakan internet. Bahkan tagihan kartu kredit, First Media juga dikirim melalui email? Bagaimana dengan anak-anak yang baru belajar menggunakan internet? Perlukah kita mengatakan&#8230;&#8221;<em>Hati-hati nak, jangan main internet, pelajari dulu secara teliti pasal-pasal dalam KUH Perdata, KUH Pidana, UUITE dan lain-lain</em>?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Adakah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ku di atas? Dan juga memberikan saran agar saya tak perlu kawatir? Kasus Prita hanyalah merupakan awal, jika kita tak menyikapi aturan secara hati-hati dan para pakar hukum tak memperbaiki aturan-aturan itu. Akan ada Prita-Prita yang lain&#8230;.maukah kita seperti itu? Mudah2an para pembuat aturan dapat menyikapi hal ini dengan baik, agar tak terjadi kasus Prita-Prita yang lain, biarlah kasus Prita merupakan yang pertama dan terakhir. Dan semoga Prita dan keluarganya mendapat kekuatan dan ketabahan dari Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Catatan:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Posting ini saya tulis karena keprihatinan saya sebagai orang awam dan bukan ahli hukum. Dan buat yang akan memberi komentar, saya mohon agar komentarnya merupakan hal yang bersifat positif, sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain.<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/2425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/2425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/2425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/2425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/2425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/2425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/2425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/2425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/2425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/2425/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&blog=507041&post=2425&subd=edratna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2009/06/06/apa-yang-dapat-dipelajari-dari-kasus-prita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/banner-prita-468x601.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">banner-prita-468x601</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2009/06/uu-ite021.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">uu-ite02</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>