<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 04:07:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='edratna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://edratna.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://edratna.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://edratna.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mencoba makanan Korea di &#8220;Chaesundang&#8221;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2012/01/15/mencoba-makanan-korea-di-chaesundang/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2012/01/15/mencoba-makanan-korea-di-chaesundang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 03:22:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=6859</guid>
		<description><![CDATA[Hujan yang mengguyur Jakarta akhir-akhir ini membuat badan menjadi kurang sehat, terutama bagi orang seusia saya. Walau sudah pakai baju rangkap, tebal, namun tetesan air hujan sering membuat pusing kepala. Jadi, saat ke kantor dan waktunya makan siang, penginnya makan yang segar dan hangat. Tentang urusan makan sebetulnya tak ada masalah karena kantor saya menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6859&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Hujan yang mengguyur Jakarta akhir-akhir ini membuat badan menjadi kurang sehat, terutama bagi orang seusia saya. Walau sudah pakai baju rangkap, tebal, namun tetesan air hujan sering membuat pusing kepala. Jadi, saat ke kantor dan waktunya makan siang, penginnya makan yang segar dan hangat. Tentang urusan makan sebetulnya tak ada masalah karena kantor saya menjadi satu dengan Mal, yang menyediakan berbagai jenis makanan, tinggal memilih sesuai selera dan uang  yang ada di kantong. Makan di <em>Eat &amp; Eat</em> sudah bosen, karena nyaris dua kali seminggu makan di situ,  rasanya semua jenis makanan di <em>Eat &amp; Eat</em> telah dijelajahi. Kemana ya? Kami bertiga menyelusuri Mal GC, dan mata ini langsung terarah pada makanan Korea. Saya bertanya pada teman, pernah coba makanan Korea? Dan yang jelas ada nasinya&#8230;jadi perut pasti kenyang deh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-6859"></span></span></p>
<div id="attachment_6861" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/chaesundang-makanan-di-meja.jpg"><img class="size-medium wp-image-6861" title="Chaesundang-makanan di meja" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/chaesundang-makanan-di-meja.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Well being Shabu, yang kami pesan</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kami setuju untuk berbelok ke restoran &#8220;<em>Chaesundang</em>&#8220;, di pintu masuk tertulis bahwa makanan di sini disajikan 100% halal. Bagi pemegang KK BNI akan mendapat potongan harga 40%&#8230;wahh kebetulan, walau saya tak punya KK BNI, kebetulan teman saya punya KK BNI. Kami pun berbelok ke <em>Chaesundang</em>, memilih menu apa yang kira-kira cocok dengan selera dan sesuai dengan kapasitas perut. Jelas tidak memilih<em> bulgogi</em>, karena pasti nggak habis, dan kami cenderung memilih makanan yang banyak sayurnya. Pilihan akhirnya jatuh pada &#8220;<em>Well Being Shabu</em>&#8220;, dan sambil menunggu kami pesan camilan berupa tahu isi. Minuman, kami memilih <em>Chinese Tea</em>, yang dipercaya bisa melarutkan lemak, entah benar apa tidak. <em> Chaesundang</em>, artinya rumah dimana sayuran segar berada<br />
</span></p>
<div id="attachment_6866" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/penataan-sayuran-yg-menarik.jpg"><img class="size-medium wp-image-6866" title="Penataan sayuran yg menarik" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/penataan-sayuran-yg-menarik.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Penataan sayuran yang menarik</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kami mengobrol sambil mencicipi tahu isi, tak lama kemudian si mbak membawa berbagai perlengkapan bahan yang akan dimasak. Pertama-tama yang dimasak adalah sayuran, baru kemudian daging, paling belakang mie dan bakso. Sedangkan nasi akan dimasak belakangan dan dibuat bubur, jadilah bubur ayam.  Setelah air yang telah diberi bumbu mendidih, kami mulai memasukkan sayuran, tak perlu lama, agar sayuran masih banyak vitaminnya. Makannya boleh memilih dua jenis saus, justru saus inilah yang menurut saya membuat rasa sayur maupun daging yang dicelupkan pada saus menjadi lezat. Kami makan sambil mengobrol,  ternyata sudah sangat kenyang, sebelum semua bahan dimasukkan. Padahal masih ada nasi yang akan dibuat bubur ayam. Cara membuat bubur ayam: nasi dimasak dalam air yang telah diberi bumbu, kemudian ditambah telur.  Karena sudah kenyang, akhirnya bubur ayam saya minta untuk di pak, ditambahkan lagi kuah dagingnya, agar nanti bisa dihangatkan lagi,  untuk saya bawa pulang, siapa tahu Ara (cucu saya) suka.<br />
</span></p>
<div id="attachment_6862" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/chaesundang.jpg"><img class="size-medium wp-image-6862" title="Chaesundang" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/chaesundang.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Chaesundang</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Makanan di <em>Chaesundang </em>ini memang enak,  kenyangnya juga cukup, tak membuat perut terasa &#8220;begah&#8221; (hmm&#8230;apa ya bahasa Indonesianya?), atau terlalu penuh. Sorenya sepulang dari kantor, saya mencoba memberikan bubur ayam pada Ara, ternyata dia suka sekali.</span></p>
<div id="attachment_6870" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/untuk-di-buat-bubur-ayam.jpg"><img class="size-medium wp-image-6870" title="Untuk di buat bubur ayam" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/untuk-di-buat-bubur-ayam.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bahan untuk membuat bubur ayam</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Rasanya memang enak, dan rasa enaknya berbeda dengan bubur ayam di<em> American Gril</em>l kesukaan saya. Jadi, jika ingin bubur ayam, restoran ini bisa jadi pilihan, masalahnya saya tak tahu apakah bisa pesan bubur ayam saja? Ini yang masih perlu ditanyakan.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/6859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/6859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/6859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/6859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edratna.wordpress.com/6859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edratna.wordpress.com/6859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edratna.wordpress.com/6859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edratna.wordpress.com/6859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/6859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/6859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/6859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/6859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/6859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/6859/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6859&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2012/01/15/mencoba-makanan-korea-di-chaesundang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/chaesundang-makanan-di-meja.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Chaesundang-makanan di meja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/penataan-sayuran-yg-menarik.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Penataan sayuran yg menarik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/chaesundang.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Chaesundang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/untuk-di-buat-bubur-ayam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Untuk di buat bubur ayam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengelola Sumber Daya Manusia yang berkesinambungan agar bisa mendukung strategi bisnis Perusahaan.</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2012/01/12/mengelola-sumber-daya-manusia-yang-berkesinambungan-agar-bisa-mendukung-strategi-bisnis-perusahaan/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2012/01/12/mengelola-sumber-daya-manusia-yang-berkesinambungan-agar-bisa-mendukung-strategi-bisnis-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 00:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=6841</guid>
		<description><![CDATA[Manajemen SDM berhubungan dengan pengendalian sistem formal dalam organisasi, untuk menjamin penggunaan dan pengembangan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan perusahaan. Peran strategis Manajemen SDM, antara lain: a.Sebagai  connecting role, menghubungkan peran antara SDM dengan bisnis, memahami tujuan bisnis hendak kemana dan membantu mendukung pencapaian kinerja bisnis, dan meningkatkan keterlibatan  pada isu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6841&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Manajemen SDM berhubungan dengan pengendalian sistem formal dalam organisasi, untuk menjamin penggunaan dan pengembangan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan perusahaan. Peran strategis Manajemen SDM, antara lain: a.Sebagai <em><strong> connecting role</strong></em>, menghubungkan peran antara SDM dengan bisnis, memahami tujuan bisnis hendak kemana dan membantu mendukung pencapaian kinerja bisnis, dan meningkatkan keterlibatan  pada isu strategis perusahaan. b.Sebagai<strong><em> enabling role</em></strong>, yaitu menempatkan pihak lain (baik internal maupun eksternal perusahaan) sebagai <em>customer</em> yang harus dilayani kebutuhannya (<em>customer first</em>). c.Sebagai <strong><em>monitoring role</em></strong>, dengan cara memanfaatkan <em>Human Resources Information System</em> (HRIS). d.Sebagai <strong><em>inovating role</em></strong>, melalui pengukuran efektivitas dan efisiensi SDM. e.Sebagai<strong><em> adapting role</em></strong>, dengan menggunakan perannya yang fleksibel untuk mengurangi hambatan birokrasi pada perusahaan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong><span id="more-6841"></span>Apa hubungan tanggung jawab manajer SDM dengan manajer perusahaan?</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Tanggung jawab manajer SDM, adalah: a.Membuat perencanaan SDM yang strategis di <em>level</em> perusahaan (<em>corporate level</em>). b.Merancang sistem data dan informasi manajemen SDM. c.Menyusun dan menganalisis data dari para manajer di seluruh jajaran mengenai jumlah dan jenis kebutuhan staf. d.Menerapkan rencana SDM yang telah disetujui Direksi. e.Berkoordinasi melaksanakan perencanaan SDM dengan Divisi dan fungsi lain dalam perusahaan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sedangkan tanggung jawab manajer perusahaan adalah: a.Mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan SDM di unit kerjanya. b.Mengintegrasikan rencana SDM di unit kerjanya dengan rencana<em> Corporate Plan</em> di tingkat perusahaan. c.Melakukan koordinasi dengan Divisi SDM dalam rangka memenuhi kebutuhan, harapan jumlah dan jenis pekerja yang dibutuhkan dalam waktu yang tepat. d.Melaksanakan strategi SDM yang telah ditetapkan oleh Direksi untuk unit kerjanya. Pada dasarnya setiap manajer di perusahaan dituntut berperan sebagai manajer SDM yang baik,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pengelolaan SDM yang baik, dilaksanakan secara berkesinambungan melalui rangkaian aktivitas yang terintegrasi dalam kerangka arsitektur SDM, mulai dari aktivitas <em>planning</em>, acquiring, developing,<em> retaining</em> and <em>maintaining</em>, <em>performance management</em> dan <em>terminating</em>. Dengan pengelolaan SDM yang baik, dapat diciptakan SDM yang profesional dalam jumlah memadai berdasarkan keahlian yang dibutuhkan sesuai tuntutan perkembangan usaha, sehingga tercapai produktivitas SDM yang optimal dalam mendukung keberhasilan implementasi strategi yang telah ditetapkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Pendidikan dan Pelatihan, diperlukan untuk mendukung strategi SDM yang berkesinambungan</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Untuk menghasilkan kualitas SDM yang berkualitas, diperlukan pendidikan dan pelatihan yang terus menerus. Pendidikan ini bisa dilakukan secara internal perusahaan, <em>in house training</em>, ataupun mengirimkan pekerja secara bergantian ke berbagai <em>training provider</em> baik di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk melakukan seminar, workshop dan lain-lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pendidikan dan pelatihan SDM bertujuan, untuk: a).Menyediakan pekerja yang siap pakai baik dari sisi kompetensi, manajerial, maupun perilaku, sehingga memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. b).Dilakukan secara terus menerus dan sistematis, baik untuk yang berkaitan dengan kenaikan pangkat dan jabatan, maupun pembekalan. c).Menyiapkan kaderisasi bagi jabatan-jabatan yang akan dikembangkan perusahaan di masa yang akan datang, sehingga pada saatnya tidak memerlukan waktu untuk pengisian jabatan tersebut. d) Bekerjasama dengan unit kerja lain untuk memperoleh data kebutuhan<em> training</em> (<em>training need</em> <em>assessment</em>). e) Menyiapkan <em>pool of talents</em> yang merupakan<em> core competency perusahaan</em>, baik melalui klasikal training maupun<em> knowledge-based management</em>, dan<em> e-learning</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Beberapa perusahaan telah memberikan perhatian yang penuh dalam memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para pekerja nya, menyusun <em>road map</em> agar pendidikan dan pelatihan bisa berkesinambungan, untuk regenerasi pimpinan perusahaan. Secara garis besar program pendidikan dan pelatihan terdiri atas:</span></p>
<ol>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Program pembekalan</strong> bagi para pekerja yang baru masuk. Pendidikan yang diberikan berupa pembekalan pengetahuan dan ketrampilan dasar yang diperlukan pada saat pekerja yang bersangkutan menduduki jabatan yang baru, sesuai yang direncanakan saat perekrutan.</span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Pendidikan pengembangan</strong>. Merupakan pendidikan yang diberikan kepada pekerja yang sudah atau akan dipromosikan ke jenjang ekselon yang lebih tinggi dalam layer manajerial. Dapat pula berupa pendidikan S2 di dalam negeri maupun di luar negeri untuk para staf yang dinilai mempunyai potensi untuk menjadi pimpinan yang tangguh di masa depan.</span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Pendidikan aplikasi</strong>. Pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperdalam pengetahuan, serta ketrampilan pekerja dalam mendukung pekerjaannya sesuai jabatan yang diduduki saat ini. Pendidikan aplikasi dapat dilaksanakan secara<em> in house training</em>, maupun mengikut sertakan pekerja dalam public course, baik di dalam maupun di luar negeri. <em>In house training</em> yang diselenggarakan termasuk workshop, seminar atau<em> benchmarking</em> profil bisnis yang potensial, yang bertujuan memberikan gambaran terhadap industri yang bersangkutan beserta tip dan tricks dari para pelaku bisnis yang memberikan pelatihan.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Agar SDM mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang terintegrasi sesuai pengalaman kerjanya, maka perusahaan perlu mengembangkan matriks pendidikan dan pelatihan, yang kemudian digambarkan dalam <em>blue print</em> pendidikan.<em> E learning</em> dapat digunakan sebagai metode <em>delivery</em>, yang dapat digunakan perusahaan dalam menyelenggarakan pendidikan, terutama bagi perusahaan yang mempunyai jaringan luas dan tersebar ke berbagai wilayah, baik di dalam maupun di luar negeri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Beberapa manajemen perusahaan memberikan komitmennya terhadap kelangsungan proses kepemimpinan di perusahaan, selain dengan memberikan program pendidikan eksekutif, juga dengan membentuk “<em>Learning Organization</em>”, yang didukung oleh implementasi<em> knowledge management</em> di seluruh jajaran organisasi. Program ini,  seperti yang dilakukan oleh salah satu Bank, contohnya sebagai berikut: Manajemen dan karyawan berbagi pengetahuan melalui berbagai bentuk program, misal: STOP (<em>Sharing with Top Management</em>), SOS (<em>Senior Officer Sharing</em>), <em>Morning Briefing</em>, Lesehan <em>(Learning, Sharing &amp; Fun</em>), MITHOS (<em>Meet</em> The <em>Authors</em>) dan Bedah Buku. Hal ini juga dilakukan di Bank lain, antara lain dengan melakukan <em>cascading learning</em> sebagai bentuk <em>continued learning</em>, yaitu suatu sistem  pembelajaran berkelanjutan dimana para manajer lini berpartisipasi dalam pembinaan dan pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan <em>attitude</em> para pekerja binaannya, melalui<em> coaching</em>, <em>mentoring</em> dan <em>counseling</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Sumber Bahan Bacaan:</strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#000000;">Gayatri dkk. “Leadership dan Manajemen SDM: Strategi dan Praktek Terbaik sebagai Kunci Sukses Mengelola Bank.” Disampaikan pada workshop: 9-10 Desember 2011.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Pengalaman penulis, dan diskusi dari berbagai sumber.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/6841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/6841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/6841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/6841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edratna.wordpress.com/6841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edratna.wordpress.com/6841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edratna.wordpress.com/6841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edratna.wordpress.com/6841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/6841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/6841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/6841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/6841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/6841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/6841/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6841&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2012/01/12/mengelola-sumber-daya-manusia-yang-berkesinambungan-agar-bisa-mendukung-strategi-bisnis-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGELOLA  PERUBAHAN  AGAR  PERUSAHAAN MAMPU BERSAING, DENGAN  MEMPERHATIKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG DIMILIKINYA</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2012/01/09/mengelola-perubahan-agar-perusahaan-mampu-bersaing-dengan-memperhatikan-sumber-daya-manusia-yang-dimilikinya/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2012/01/09/mengelola-perubahan-agar-perusahaan-mampu-bersaing-dengan-memperhatikan-sumber-daya-manusia-yang-dimilikinya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 04:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=6829</guid>
		<description><![CDATA[Persaingan di Era Globalisasi Perubahan teknologi, sistem informasi dan komunikasi, telah mengubah cara dan kecepatan berbisnis dan inovasi berbagai produk maupun jasa. Pola transaksi mengarah ke kecepatan, keamanan, dan kenyamanan dengan melalui berbagai saluran elektronik. Globalisasi ekonomi, memiliki karakteristik liberalisasi dan integrasi perekonomian (borderless world). Sedangkan globalisasi sistem keuangan, menuntut  kesamaan cara pandang dan level [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6829&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Persaingan di Era Globalisasi</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Perubahan teknologi, sistem informasi dan komunikasi, telah mengubah cara dan kecepatan berbisnis dan inovasi berbagai produk maupun jasa. Pola transaksi mengarah ke kecepatan, keamanan, dan kenyamanan dengan melalui berbagai saluran elektronik. Globalisasi ekonomi, memiliki karakteristik liberalisasi dan integrasi perekonomian (<em>borderless world</em>). Sedangkan globalisasi sistem keuangan, menuntut  kesamaan cara pandang dan <em>level of playing field</em>. Persaingan yang semakin ketat (di <em>level</em> lokal, nasional, regional maupun global),  membuat sumber daya terbatas, namun tetap harus banyak melakukan investasi, R &amp; D, dan pemupukan <em>human capital</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-6829"></span>Kita melihat bahwa sumber daya manusia di negara kita melimpah, namun yang<em> match</em> antara tenaga kerja yang tersedia di pasar, dengan kebutuhan perusahaan di rasakan masih tetap kurang. Akibatnya, setelah perekrutan, perusahaan tetap harus melakukan<em> training</em> dan pengembangan agar sumber daya yang dimiliki dapat memiliki kompetensi yang cukup untuk bersaing di era global.</span></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#000000;">Bagaimana  perusahaan menilai kemampuan tenaga kerja yang dimilikinya?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Perusahaan dapat menilai aset yang dimiliki, agar mampu bersaing, yaitu dengan alat: a. Mengelola <em>Physical Assets</em> (<em>Financial and Operating Assets</em>), dan b. Mengelola<em> Intellectual Capital</em> (<em>Knowledge-Based Assets</em>). Menilai <em>physical assets</em> lebih mudah dibanding dengan menilai <em>intelectual capital</em>, karena pada dasarnya manusia adalah unik dan akan terus berubah, sesuai perubahan lingkungannya.</span> <span style="color:#000000;"><em>Intellectual Capital</em> ditunjang oleh dua faktor  yaitu: 1) <em>Physical Capital</em> (bertujuan untuk optimalisasi pengetahuan yang ada saat ini), dan 2) <em>Human Capital</em> (bertujuan menciptakan pengetahuan yang baru agar perusahaan berkembang dan terus <em>sustainable</em> menciptakan nilai tambah. Semua hal ini membutuhkan <em>Strategic Competitive Advantages</em> yang kesemuanya akan bermuara pada <em>Human Capital.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di satu sisi, perusahaan membutuhkan kompetensi, yang meliputi: Kompetensi teknis untuk mengerjakan pekerjaan secara professional (<em>Financial and Business</em> <em>Acumen</em>), Kemauan dan kemampuan belajar (di dalam <em>Learning Organization</em>), Kemampuan menerima dan memberikan <em>coaching</em>, Kemampuan bekerjasama dan berkolaborasi internal maupun eksternal, <em>Leadership</em> dan Manajemen SDM yang efektif. Faktor yang dapat menunjang kompetensi tersebut adalah: a.<em>Passion</em> (minat dan semangat yang kuat). b.Inovasi dan kreativitas. c.Budaya sadar risiko di segala aspek perusahaan. d.Proaktif dan tetap kompetitif. e.Supportif. f.Ketegaran dan daya tahan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Bagaimana Perusahaan mengelola perubahan?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Agar dapat <em>survive</em> (bertahan), <em>sustainable</em> dan berkembang, perusahaan  perlu melakukan berbagai macam perubahan untuk berdaptasi dengan lingkungan eksternal maupun mempertimbangkan kondisi internal perusahaan. Perusahaan perlu menghitung manfaat dan biaya pada setiap jenis perubahan (<em>cost benefit</em> <em>analysis</em>). Agar perubahan efektif dan produktif membuahkan peningkatan<em> shareholder value</em>, maka berbagai perubahan perlu dikelola dengan sistematis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Untuk mengelola perubahan, diperlukan manajemen perubahan  (<em>Change Management</em>), yaitu  proses mengidentifikasi jenis perubahan berdasarkan besarnya masalah dan ketersediaan waktu dalam eksekusi: a.<em>Evolutionary Change</em> (<em>small and long</em>). b.<em>Managerial Intervention</em> (<em>small and short</em>). c.<em>Sequential Change</em> (<em>large and long</em>). d.<em>Complex Change</em> (<em>large and short</em>). Perusahaan pada umumnya lebih sering menggunakan<em> sequential change</em>, yang mempunyai keuntungan sebagai berikut: a.terencana, rasional. b.mengikuti tahapan dan metodologi. c.peluang untuk sukses tinggi dan risiko gagal rendah. d.keengganan berubah (<em>resitance to change</em>) dari pekerja dapat dikendalikan. e.perubahan yang bertahap dapat dicapai (<em>incrementa</em>l). Namun kerugiannya, membutuhkan waktu yang lama, upaya harus dilakukan terus menerus, membutuhkan energi yang konstan (sulit tercapai jika ditengah proses ada perubahan manajemen), masa transisi dapat menurunkan semangat perubahan oleh pekerja, dan prosesnya dapat menimbulkan kebosanan pekerja.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Konsekuensi dari perubahan</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Perusahaan harus memahami konsekuensi dari setiap jenis perubahan, dengan melakukan: i) koordinasi, ii) kontrol, iii) pembelajaran, iv) perlambatan proses bisnis, v) perubahan KPI (<em>Key Performance Indicators</em>). Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami lima faktor kunci agar perubahan dapat efektif, yaitu:</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#000000;"> Visi : <em>set clear direction</em>: agar tidak ada kebingungan.</span></li>
<li><span style="color:#000000;"> Kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan perilaku) :<em> expect the best</em> , agar percaya diri dan tidak ada ketakutan.</span></li>
<li><span style="color:#000000;"><em>Incentive and recognition</em>: agar tidak ada resistensi.</span></li>
<li><span style="color:#000000;"> Sumberdaya: agar tidak frustasi.</span></li>
<li><span style="color:#000000;"> Rencana aksi: agar tidak gagal.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Agar berhasil, perusahaan harus memperhatikan tahapan dalam  proses perubahan, yaitu harus disepakati <em>sense of urgency</em> (<em>readiness</em>, <em>willingness</em>, <em>ability</em>), menunjuk <em>change leader</em> (<em>role model</em> di setiap <em>level</em> organisasi), menetapkan Visi/misi dan strategi perubahan, mengkomunikasikan visi tersebut ke seluruh jajaran, merayakan setiap kemenangan dan kemajuan tahap perubahan yang signifikan secara bersama-sama, mengkonsolidasikan perubahan yang telah tercapai dengan tim lain, memonitor hasil perubahan di <em>corporate level</em>.</span> <span style="color:#000000;">Kualitas<em> Leadership</em> sangat menentukan dalam setiap proses perubahan. Kualitas <em>leadership</em> yang dibutuhkan dalam proses perubahan, sebagai berikut: <em>visioner</em>, mempunyai komitmen yang tinggi, kemampuan<em> sharing</em> dengan setiap jajaran, kompetensi yang memadai, fokus pada tujuan dan  komunikatif.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> (bersambung: bagian 1 dari 2 tulisan)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;"> Sumber Bahan Bacaan:</span></strong></p>
<ol>
<li><span style="color:#000000;">Gayatri dkk. “Leadership dan Manajemen SDM: Strategi dan Praktek Terbaik sebagai Kunci Sukses Mengelola Bank.” Disampaikan pada workshop: 9-10 Desember 2011.</span></li>
<li><span style="color:#000000;"> Pengalaman penulis</span></li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/6829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/6829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/6829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/6829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edratna.wordpress.com/6829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edratna.wordpress.com/6829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edratna.wordpress.com/6829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edratna.wordpress.com/6829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/6829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/6829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/6829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/6829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/6829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/6829/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6829&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2012/01/09/mengelola-perubahan-agar-perusahaan-mampu-bersaing-dengan-memperhatikan-sumber-daya-manusia-yang-dimilikinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kegiatan akhir tahun:Jalan-jalan bersama anak, menantu, cucu</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2012/01/01/kegiatan-akhir-tahunjalan-jalan-bersama-anak-menantu-cucu/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2012/01/01/kegiatan-akhir-tahunjalan-jalan-bersama-anak-menantu-cucu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 01:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=6807</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa, biasanya pada bulan Desember kegiatan sudah mulai menurun, kecuali bagi orang yang masih aktif bekerja. Tahun 2011 ini sungguh merupakan tahun yang penuh kenangan, antara cobaan dan kenikmatan yang kami peroleh. Awal tahun saya masih ingat adik bungsuku didiagnosa sakit jantung, sampai  awal bulan Mei, kami semua masih kawatir, apalagi pasca operasi terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6807&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6811" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/ara.jpg"><img class="size-medium wp-image-6811" title="Ara" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/ara.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Ara</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Entah kenapa, biasanya pada bulan Desember kegiatan sudah mulai menurun, kecuali bagi orang yang masih aktif bekerja. Tahun 2011 ini sungguh merupakan tahun yang penuh kenangan, antara cobaan dan kenikmatan yang kami peroleh. Awal tahun saya masih ingat adik bungsuku didiagnosa sakit jantung, sampai  awal bulan Mei, kami semua masih kawatir, apalagi pasca operasi terjadi perdarahan dua kali. Pada saat yang bersamaan, suami sempat masuk RSCM&#8230;lengkap sudah kelelahan dan kesibukan yang harus dijalani, bahkan saya sempat jatuh terpeleset di lorong RSCM, mungkin karena kecapekan. Dan awal Juni, kembali suami masuk rumah sakit, dan didiagnosa kena <em>glaucoma</em>. Rasanya badan babak belur, dan ternyata Tuhan memberikan cobaan namun juga memberikan karunia bagi kami sekeluarga. Tak disangka, saya dan suami termasuk yang bisa berangkat naik Haji tahun ini, dan Alhamdulillah perjalanan ibadah Haji berjalan lancar&#8230;&#8230;.Tuhan benar-benar menyayangi saya dan suami.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-6807"></span>Sepulang Haji, kesibukan yang selama ini tertunda, kembali menghampiri, bahkan sampai mendekati hari Natal, saya masih sibuk sekali. Demikian juga suami, karena harus mengejar ketertinggalan selama ditinggal menunaikan ibadah Haji. Namun, diantara kesibukan tadi, bulan Desember merupakan hari-hari yang tak dilupakan di keluarga kami, karena pada bulan Desember ada 4 (empat) orang anggota keluarga yang berulang tahun, diawali oleh menantu, kemudian adik bungsuku, suami dan anak sulungku. Saat hari libur bersama, saya mengajak anak sulungku, menantu dan cucu jalan-jalan ke GC, untuk menunjukkan tempat dimana saya bekerja dua kali seminggu. Sekaligus menunjukkan tempat makan yang biasa saya sambangi saat makan siang, yaitu &#8220;<em>Eat n Eat</em>&#8220;. Ternyata saat hari libur, <em>Eat n Eat</em> penuh sesak, </span><span style="color:#000000;">anak kecil berlarian, si kecil yang duduk di kursi makan bayi, bolak balik tertabrak orang ataupun kereta dorong, rasanya makan menjadi tidak nikmat. Jadi, kayaknya tidak direkomendasikan mengajak bayi untuk makan di tempat makan yang rame,  tempat makan di Mal yang umum seperti ini. Dan makanan yang sesuai dengan anak umur 11 bulan juga nyaris tidak ada, syukurlah si kecil makan nya termasuk mudah. Dari tempat makan, kami ke <em>Lotte Mart</em>, disini si kecil nyaris tertabrak oleh ibu-ibu yang mendorong kereta belanjaan, belum anak kecil yang berlarian kesana kemari&#8230;.hmm memang sepertinya Mal menjadi arena bermain di hari libur, sekaligus menemani orangtua belanja berbagai kebutuhan rumah tangga.</span></p>
<div id="attachment_6812" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/ara-bunda-dan-babe.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6812" title="Ara-bunda dan Babe" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/ara-bunda-dan-babe.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Ara, Bunda dan Babe</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Minggu berikutnya, kami pergi ke daerah Depok, karena rumah pertama kami sebetulnya berada di daerah Depok, demikian juga sebidang tanah yang belum sempat diapa-apakan. Agak ragu juga, namun si sulung ingin ngajak jalan-jalan&#8230;. menurut perkiraan Depok tak terlalu ramai di hari libur&#8230; ternyata malah padat sekali.</span></p>
<div id="attachment_6813" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/bubur-ikan-jamur-dan-phitan-dari-little-asia.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6813" title="Bubur ikan-jamur dan Phitan dari Little Asia" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/bubur-ikan-jamur-dan-phitan-dari-little-asia.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Bubur ikan, jamur dan Phitan dari restoran Little Asia</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Setelah melihat rumah dan tanah, kami mampir ke Mal Margo City, ke restoran &#8220;<em>Little Asia</em>&#8221; karena sudah kapok sulit mencari makanan yang cocok buat si kecil saat di <em>Eat n Ea</em>t. Di restoran ini, kami memesan &#8220;<em>Bubur ikan +jamur+phitan</em>&#8221; dalam porsi cukup besar, dan betapa senangnya si kecil (Ara) dapat menikmati makan bubur ayam.</span></p>
<div id="attachment_6814" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/gurami-2-rasa.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6814" title="Gurami 2 rasa" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/gurami-2-rasa.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Gurami 2 rasa</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Makanan lain yang dipesan adalah &#8220;Gurami 2 rasa&#8221;&#8230;menurut saya rasanya standar seperti restoran lainnya, tapi bubur ikannya sungguh enak. Karena porsi besar, kami hanya pesan dua makanan tersebut, selain minuman: yaitu<em> red ginger</em> dan <em>chinese tea</em>.</span></p>
<div id="attachment_6816" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/red-ginger-little-asia-margocity-depok.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6816" title="Red Ginger-Little Asia-Margocity Depok" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/red-ginger-little-asia-margocity-depok.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Red Ginger</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Red Ginger</em> ini disajikan tawar, dan setelah didiamkan agak lama, maka rasa<em> Red Ginger</em> tadi menjadi manis, seperti diberi tambahan gula pasir. Makan bubur ikan hangat dan <em>red ginger</em>, badan menjadi hangat dan segar.</span></p>
<div id="attachment_6815" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/makan-dalam-rangka-ultah-ari.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6815" title="Makan dalam rangka ultah Ari" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/makan-dalam-rangka-ultah-ari.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Makan-makan dalam rangka Ultah Narpati</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Perjalanan dari Depok ke Jakarta ternyata makan waktu 2 (dua) jam, rupanya ada kecelakaan di jalan Simatupang, depan gedung Antam. Kami berbelok melalui jalan tikus, melalui jalan Kahfi II, berbelok-belok sampai akhirnya berada di komplek Departemen Kesehatan Pondok Labu, dan akhirnya keluar di belakang Dapur susu, belakang RS Fatmawati. Liburan yang menyenangkan, walau sekedar jalan-jalan bersama anak/menantu dan cucu, karena hari-hari biasa semuanya punya kesibukan masing-masing.</span></p>
<div id="attachment_6817" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/tiup-lilin.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6817" title="Tiup lilin" src="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/tiup-lilin.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Tiup lilin (Babe dan Ara)</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sampai rumah, kami memberi kejutan pada si sulung, walau capek kami semua semangat menyanyikan lagu ulang tahun dan meniup lilin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Malam tahun baru, kami memutuskan hanya dirumah saja, hanya mencoba main kembang api bersama si kecil. Dan kembang api dinyalakan masih sore, supaya si kecil sempat ikut bermain sebelum tidur. Tanpa keluar rumahpun, sekeliling kami rame, orang-orang memasang kembang api dan petasan, makin menjelang pergantian tahun suasana makin meriah. Semoga Tahun Baru 2012 ini, merupakan tahun yang lebih baik dibanding tahun 2011, dan kita semua diberikan kemudahan.<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/6807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/6807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/6807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/6807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edratna.wordpress.com/6807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edratna.wordpress.com/6807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edratna.wordpress.com/6807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edratna.wordpress.com/6807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/6807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/6807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/6807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/6807/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/6807/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/6807/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6807&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2012/01/01/kegiatan-akhir-tahunjalan-jalan-bersama-anak-menantu-cucu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/ara.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Ara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/ara-bunda-dan-babe.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ara-bunda dan Babe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/bubur-ikan-jamur-dan-phitan-dari-little-asia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bubur ikan-jamur dan Phitan dari Little Asia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/gurami-2-rasa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gurami 2 rasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/red-ginger-little-asia-margocity-depok.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Red Ginger-Little Asia-Margocity Depok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/makan-dalam-rangka-ultah-ari.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Makan dalam rangka ultah Ari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2012/01/tiup-lilin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tiup lilin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blog, untuk relaksasi?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2011/12/25/blog-untuk-relaksasi/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2011/12/25/blog-untuk-relaksasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 00:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[my life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=6680</guid>
		<description><![CDATA[Barusan dari bertandang di blog teman, yang saya kenal sejak saya menulis di Blog. Teman main, teman ngrumpi meluangkan waktu, serta teman untuk membahas buku-buku novel yang kadang menurut orang lain tak penting. Saya sadari, makin sulit menyediakan waktu untuk menulis di Blog, teman-teman lama yang selama ini saya kenal, banyak pula yang membiarkan blognya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6680&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Barusan dari bertandang di <a href="http://amaliaonearth.com/2011/10/27/agoyyoga-blog/"><span style="color:#000000;">blog teman</span></a>, yang saya kenal sejak saya menulis di Blog. Teman main, teman ngrumpi meluangkan waktu, serta teman untuk membahas buku-buku novel yang kadang menurut orang lain tak penting. Saya sadari, makin sulit menyediakan waktu untuk menulis di Blog, teman-teman lama yang selama ini saya kenal, banyak pula yang membiarkan blognya terbengkalai, sayapun juga mulai tersendat-sendat. Wajar, jika akhirnya ajang Pesta Blogger kali ini menggunakan istilah <em>on-off</em>, dan sayangnya saya tak sempat mengikuti acara satupun. Bayangkan, jika dulu saya rajin datang, mengajak teman-teman, anak-anakku, tahun ini malah nyaris lupa. Kaget juga suatu hari, sehari sebelum acara<em> on-off</em> Pesta Blogger di gelar di Jakarta, menerima sms dari teman blogger dari Bandung, apakah saya akan datang di acara tersebut? Dan karena acara tersebut bersamaan dengan acara lain yang tak mungkin saya tinggalkan, saya terpaksa tak bisa hadir&#8230;sungguh sayang sekali.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-6680"></span>Pentingkah Blog buat saya&#8230;? Saya akan menjawab, sangat penting. Karena saya bisa menulis secara bebas adalah di blog, selama ini pekerjaan menulis saya selalu terkait dengan tulis menulis di dunia kerja, membuat analisis, membuat proposal, yang tentu saja bukan merupakan tulisan yang enak dibaca, karena hanya penting bagi para pihak yang terlibat untuk membuat sebuah keputusan. Menulis di blog, ada unsur kepuasan tersendiri, karena melalui blog akhirnya saya mengembangkan gaya tulisan saya sendiri. Jika kita <em>blogwalking</em> ke blog teman-teman, akan terlihat, bahwa pada dasarnya masing-masing dari penulis di blog, mempunyai gaya sendiri yang berbeda satu dengan lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan apa yang awalnya mendorong saya menulis di blog? Selain anak-anakku, adik bungsuku yang juga menulis di blog, ajang pertemuan blogger selalu jadi daya pendorong. Ini foto-foto semasa masih aktif ikut datang ke acara blogger, saat itu kedua anakku masih mahasiswa dan belum menikah, sehingga dengan sukarela mau mengantar ibu. Aneh memang, saya belajar ngeblog dari anak-anakku, tapi akhirnya malah anakku &#8220;agak jarang&#8221; menulis karena kesibukan kerjanya.</span></p>
<div id="attachment_6786" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/women-issues-pada-pb2007.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6786" title="Women issues pada PB2007" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/women-issues-pada-pb2007.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Jadi moderator saat acara Women Issue di acara Pesta Blogger 2007</p></div>
<div id="attachment_6787" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/pesta-blogger-2007.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6787" title="Pesta blogger 2007" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/pesta-blogger-2007.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Berfoto bersama pak Rovicky (ahli geologi) dan pak Riri Satria (komputer), pak Prijadi, pak Yodhia, mbak Lita, Andjar, Jonru...senangnya</p></div>
<div id="attachment_6788" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/dengan-kang-enda.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6788" title="Dengan kang Enda" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/dengan-kang-enda.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Dengan kang Enda Nasution dan mbak Ninit saat hadir di PB 2008</p></div>
<div id="attachment_6789" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/11559743989.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6789" title="11559743989" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/11559743989.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Bersama si bungsu, Yoga, Poppy dan teman lain...</p></div>
<div id="attachment_6790" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/dengan-bang-hery-azwan.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6790" title="Dengan bang Hery Azwan" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/dengan-bang-hery-azwan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Dengan bang Hery Azwan di PB 2008</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jadi, mengapa saya masih menulis di Blog? Karena menulis di Blog, bagi saya selain ingin <em>sharing</em> pengalaman, juga ada unsur relaksasinya. Bisa mengurangi kejenuhan saat-saat lagi tidak ada ide, padahal <em>dead line</em> kerjaan sedang di depan mata. Dengan menulis di blog, kita bisa memindahkan ketegangan, karena pikiran fokus dengan isi tulisan yang ingin kita tulis sesuai keinginan kita,  saat kita kembali pada pekerjaan utama, maka ide-ide sudah mengalir lancar kembali.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Selain itu dengan menulis di blog, tak disangka kita menjadi kenal dengan teman dari berbagai profesi, yang akhirnya pertemanan tadi juga tersambung ke dunia nyata, bahkan lebih akrab lagi. Jadi, kenapa saya nggak terus ngeblog? Saya mendapat banyak manfaat dari menulis di blog ini, selain kenal dengan berbagai teman dari dunia maya yang nanti juga menjadi akrab di dunia nyata, saya sendiri banyak mendapat manfaat, mudah  mendapatkan info jika diperlukan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jadi, mungkin saya akan terus menulis, selama masih punya kesempatan untuk menulis. Jika sesekali tulisan di blog jadi jarang-jarang, itu karena sibuk di dunia nyata. Kita sendiri yang harus mengatur,  agar kita mau terus menulis, dan anggaplah menulis adalah bidang pekerjaan kita. Saya salut dengan <a href="http://imelda.coutrier.com/"><span style="color:#000000;">Imelda</span></a>, yang bisa menulis setiap hari, padahal sangat sibuk membagi waktu antara pekerjaan dan keluarganya.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/6680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/6680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/6680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/6680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edratna.wordpress.com/6680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edratna.wordpress.com/6680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edratna.wordpress.com/6680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edratna.wordpress.com/6680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/6680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/6680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/6680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/6680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/6680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/6680/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6680&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2011/12/25/blog-untuk-relaksasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/women-issues-pada-pb2007.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Women issues pada PB2007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/pesta-blogger-2007.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pesta blogger 2007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/dengan-kang-enda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dengan kang Enda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/11559743989.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">11559743989</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/dengan-bang-hery-azwan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dengan bang Hery Azwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serial Haji: Penutup&#8230;tip agar ibadah haji berjalan lancar</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2011/12/24/serial-haji-penutup-tip-agar-ibadah-haji-berjalan-lancar/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2011/12/24/serial-haji-penutup-tip-agar-ibadah-haji-berjalan-lancar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 02:28:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=6660</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan ibadah Haji sungguh merupakan perjalanan yang sulit untuk dilupakan. Saya sepakat dengan tulisannya Ustad Budi, dalam bukunya &#8220;Belajar Bahagia&#8221;, bahwa perjalanan Haji adalah sebuah ikhtiar menemukan kebahagiaan yang hakiki dalam penyerahan diri yang total kepada Allah. Belum pernah saya merasakan hati yang begitu tenteram dan damai, ibadah yang khusuk, membuat saya bisa memahami mengapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6660&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Perjalanan ibadah Haji sungguh merupakan perjalanan yang sulit untuk dilupakan. Saya sepakat dengan tulisannya Ustad Budi, dalam bukunya &#8220;Belajar Bahagia&#8221;, bahwa perjalanan Haji adalah sebuah ikhtiar menemukan kebahagiaan yang hakiki dalam penyerahan diri yang total kepada Allah. Belum pernah saya merasakan hati yang begitu tenteram dan damai, ibadah yang khusuk, membuat saya bisa memahami mengapa orang yang pernah berkunjung ke Tanah Suci Makkah untuk beribadah,  selalu ingin kembali ke sana. Namun perjalanan ini tak sekedar perjalanan rochani, namun memerlukan fisik yang prima karena perpindahan dari satu tempat ke tempat lain terjadi terus menerus, tanpa memandang waktu, juga cuaca.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-6660"></span>Oleh karena itu disarankan, agar bagi yang mampu, dapat menyegerakan keinginan untuk perjalanan ibadah haji ini. Saya mengakui, pada usia seperti saya, sungguh banyak hal yang harus dipikirkan, agar saya dapat melaksanakan ibadah yang wajib dengan sempurna, serta terpaksa banyak meninggalkan ibadah sunnah yang sebetulnya sangat bagus untuk dilaksanakan. Namun, hal tersebut terpaksa saya lakukan, karena keterbatasan kemampuan fisik, sehingga saya dan suami memfokuskan pada ibadah yang wajib.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dari serial tulisan saya tentang perjalanan ibadah Haji, ini sebetulnya lebih untuk mengingatkan pada diri sendiri, serta ditujukan untuk mendorong anak-anakku agar bisa segera menjalankan kewajibannya bila telah mampu. Saya mengakui, bagi orang yang awam seperti saya, saat sudah berniat akan menunaikan ibadah Haji,  mencari info tentang apa saja yang harus dilakukan, barang yang harus di bawa, pengalaman di sana seperti apa, bukan hal yang mudah. Mengikuti manasik sangat menolong, tapi belum menjawab semua pertanyaan, karena banyak pertanyaan yang bersifat pribadi, yang sungguh sulit terucap untuk ditanyakan. Tulisan ini sekaligus mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanya kan langsung kepada saya, baik melalui telepon atau email, dan semoga tulisan ini bermanfaat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>1.Pengertian Haji dan Umrah</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Haji adalah berkunjung ke Tanah Suci Makkah untuk beribadah, dengan melakukan beberapa amalan, antara lain: thawaf, Sai, Wukuf dan amalan-amalan lainnya <strong>di masa tertentu</strong>, demi memenuhi panggilan Allah swt dan mengharapkan ridha Nya. Sedangkan umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk beribadah, dengan melaksanakan thawaf, Sai dan Tahallul demi mengharapkan ridha Allah swt.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Perbedaan Haji dan Umrah:</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;">HAJI dilakukan hanya pada bulan Haji (Dzulhijah), mulai tanggal 8 hingga 13 Dzulhijah, sedangkan UMRAH dapat dilakukan setiap saat.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">HAJI dilakukan tidak hanya di Makkah, tetapi juga di Arafah, Mina dan Muzdalifah. Sedangkan UMRAh hanya dilakukan di Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf, Sai dan Tahallul.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">HAJI dilakukan satu paket dengan UMRAH, sedangkan Umrah dapat dilakukan berdiri sendiri. Rukun Haji adalah: Ihram, Wukuf di Arafah, Thawaf Ifadhah, Sai, Tahallul. Sedangkan Rukun Umrah adalah: Ihram, thawaf, Sai, Tahallul.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>2. Persiapkan mental</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Persiapan mental ini sangat perlu, bahkan sejak di tanah air. Saya akui, cobaan dan godaan saat menjalankan haji sungguh hebat, jadi kita benar-benar harus ikhlas, sabar, mudah memaafkan, serta hanya mengharap ridha Allah semata. Untuk membuat hati lebih tenang, agar kita benar-benar khusuk menjalankan ibadah Haji, maka kita harus mempersiapkan diri kita, baik fisik maupun batin, antara lain:a) menjaga kesehatan dengan makan makanan bergizi, serta menjaga kebugaran. b) menyelesaikan urusan pribadi di dunia, seperti: urusan dinas, hutang piutang, sosial kemasyarakatan, menyiapkan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan. Setelah berpakaian ihram (hanya 2 lembar kain putih tanpa dijahit, untuk laki-laki), sebetulnya mengibaratkan  kita telah siap jika sewaktu-waktu dipanggil oleh Tuhan. Oleh karena itu, sebelum berangkat dari tanah air,  dianjurkan shalat sunnah 2 rakaat, berdoa untuk keselamatan diri dan keluarga yang ditinggalkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>3. Barang-barang yang dibawa</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">a. Jumlah pakaian.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Barang apa saja yang dibawa, sebetulnya tergantung dari masing-masing. Namun saya merasakan kesulitan, barang apa saja yang dibawa, karena setiap orang yang ditanya, jawabannya berbeda-beda. Bagi orang dari Asia Tenggara, pada umumnya  memakai pakaian ihram (yang dilakukan saat mau menunaikan rukun Umrah dan Rukun Haji) berwarna putih, walaupun sebetulnya tidak wajib berwarna putih. Untuk hari lainnya, bisa bebas menggunakan pakaian warna apapun, sepanjang menutup aurat. Jumlah pakaian yang dibawa disesuaikan dengan program yang kita ambil (ada yang 2 minggu, 3 minggu, 26 hari, atau bahkan 40 hari), yang harus dipertimbangkan apakah kita mempunyai kesempatan mencuci pakaian. Saat masih di Makkah dan Madinah, ada kesempatan mencuci pakaian, bisa menggunakan <em>laundry</em> (menggunakan jasa <em>laundry</em> yang dikerjakan oleh WNI, yang jauh lebih murah dibanding<em> laundry</em> hotel). Saat di apartemen transit (Aziziah), selain waktunya sempit, kamar untuk laki-laki dan perempuan terpisah,  jadi kemungkinan untuk mencuci baju sangat kecil. Dan saat mulai menunaikan Rukun wajib Haji, sekitar 4-5 hari, kita tak punya kesempatan untuk mencuci baju, karena acara sangat padat,  tidur ramai-ramai di tenda, bahkan ke kamar mandi juga harus antri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Teman-teman yang berbadan tinggi, bisa dengan mudah membeli tambahan baju jika terasa kurang di Makkah, karena menurut teman-teman harganya jauh lebih murah dibanding di Indonesia. Namun bagi yang berbadan kecil seperti saya, sulit mencari baju yang cocok, sehingga kalaupun beli baju, baru bisa dipakai di tanah air, setelah dimodifikasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">b. Sepatu, sandal, dan barang-barang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Saya terlalu berlebihan membawa barang, karena selain sepatu yang saya pakai, saya membawa 2 sepatu untuk berjaga-jaga jika ada kemungkinan sepatu rusak atau hilang, juga ada 2 sandal. Sebaiknya membawa sepatu yang enak, yang nyaman dipakai, karena kita akan banyak berjalan kaki. Sesuai saran teman, saya memakai sepatu merk C***k (bukan iklan ya), yang bisa dipakai kemana saja, bahkan untuk mandi karena mudah kering.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">c. Obat-obatan</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ini benar-benar harus dipersiapkan dengan teliti, karena banyak sekali obat sehari-hari yang sulit di cari di tanah Suci. Kalaupun ada, belinya harus jumlah lebih besar, jadi sebaiknya kita membawa obat-obatan yang memang perlu untuk persediaan kita. Dan karena capek, biasanya penyakit yang biasa mendatangi kita, akan muncul, jadi bersiap lebih baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>4.</strong> <strong>Jika kita menemani orang tua beribadah</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kondisi kesehatan setiap orang di tanah Suci sangat beragam. Ada yang ditanah air sehat, di Tanah Suci sakit, begitu pula sebaliknya. Sebaiknya, jika menemani orangtua ber haji, yang menemani adalah yang jenis kelaminnya sama, ini untuk memudahkan perawatan jika orangtua jatuh sakit, karena setelah di apartemen transit (Azizizah/Shisa), kemudian mulai berihram untuk menunaikan ibadah Haji sampai selesai, kita tinggal di tenda-tenda yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Saat ibadah Haji, suami sempat sakit, walaupun tidak parah, namun  jadi merepotkan orang lain. Setelah suami agak kuat, saya memberikan obat tetes mata dan obat lain nya di luar tenda, karena suami telah  bisa berjalan  ke luar tenda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ada teman yang menemani ibunya, syukurlah teman ini perempuan, sehingga bisa menunggu ibu, sambil tetap beribadah. Kami semua memang bergotong royong membantu teman yang sakit, namun bagi si sakit, tetap lebih nyaman jika yang menunggu orang dekat yang telah dikenalnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>4. Mengelola batin dan fisik selama menunaikan ibadah Haji</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Menunaikan ibadah Haji, sebagian besar adalah ibadah fisik, yang memerlukan pergerakan dan ketepatan waktu, karena pada saat yang sama, semua orang bergerak, mengingat waktu untuk menunaikan ibadah Haji sangat terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran, kerjasama antar kelompok, serta tolong menolong, agar pergerakan tidak terganggu. Pada musim Haji tahun 2011 ini, diperkirakan ada 4 juta orang yang menunaikan ibadah Haji.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kita sendiri harus selalu berpikiran positif, selalu melantunkan zikir dan doa, agar semua dilancarkan oleh Allah swt. Banyak kejadian aneh, maupun hal-hal yang tak terduga, namun jika kita berpikir positif dan selalu berdoa mohon kelancaran, maka Insya Allah akan dimudahkan. Syukurlah rombongan kami sangat kompak, saling tolong menolong, sehingga tak mendapat kesulitan yang berarti. Setiap kali memulai sesuatu, berdoa dulu, dan meningkatkan kesabaran. Hanya dengan sabar, dan ikhlas, semua menjadi lebih mudah, bahkan berjalan kaki berkilo-kilo meter tak terasa lelah, karena berombongan bersama-sama  dengan teman-teman yang baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>5. Penutup</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong></strong>Pada akhirnya, yang paling utama dalam menjalankan ibadah Haji adalah meningkatkan kesabaran, keihlasan, saling tolong menolong..sungguh semua menjadi lebih mudah. Tulisan ini merupakan tulisan terakhir dari pengalaman saya menunaikan ibadah Haji, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua. Teman-teman juga bisa membuka blognya pak Harry Sufehmi, yang juga menulis serial tentang perjalanan ibadah hajinya di <a href="http://haji.sufehmi.com/"><span style="color:#000000;">Hajj, the Pilgrimage.</span></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Sumber bacaan:</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#000000;">Tuntunan Praktis Manasik Haji dan Umrah. Kementerian Agama RI, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Jakarta, Juni 2011.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Panduan Ringkas Ibadah Umrah dan Haji. Tim Pembimbing Khalifah Tour. PT Citraceria Usaha Khalifah. Bandung: 1432 H-2011 M</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Pengalaman penulis dalam melaksanakan ibadah Haji<br />
</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Tulisan terkait: </strong></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/07/28/persiapan-1-sabaar-sabaar/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/10/19/ngulon/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/11/26/perjalanan-menuju-titik-nol/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/11/27/1-manasik/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/12/01/2-persiapan-keberangkatan-jamaah-calon-haji/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/12/04/3-menunaikan-rukun-haji-a-jeddah-makkah/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/12/08/3-menunaikan-rukun-hajib-madinah/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/12/11/3-menunaikan-rukun-hajic-aziziah/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/12/14/3-menunaikan-rukun-hajid-mina-padang-arafah/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/12/17/3-menunaikan-rukun-hajie-muzdalifah-masjidil-haram-thawaf-ifadha/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/12/20/3-menunaikan-rukun-hajif-melempar-jumroh-di-mina/</span></li>
<li><span style="color:#000000;">http://edratna.wordpress.com/2011/12/22/3-menunaikan-rukun-hajig-thawaf-wada-jeddah-dan-kembali-ke-jakarta/</span></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/6660/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/6660/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/6660/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/6660/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edratna.wordpress.com/6660/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edratna.wordpress.com/6660/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edratna.wordpress.com/6660/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edratna.wordpress.com/6660/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/6660/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/6660/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/6660/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/6660/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/6660/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/6660/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6660&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2011/12/24/serial-haji-penutup-tip-agar-ibadah-haji-berjalan-lancar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3.Menunaikan Rukun Haji:g.Thawaf Wada-Jeddah dan kembali ke Jakarta</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2011/12/22/3-menunaikan-rukun-hajig-thawaf-wada-jeddah-dan-kembali-ke-jakarta/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2011/12/22/3-menunaikan-rukun-hajig-thawaf-wada-jeddah-dan-kembali-ke-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 23:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=6536</guid>
		<description><![CDATA[Di apartemen Aziziah, pagi-pagi sekali para jamaah sudah berebut kamar mandi, dan siap berangkat ke masjid Al Haram untuk melakukan thawaf Wada. Ketika jamaah haji atau umrah akan meninggalkan Makkah setelah selesai menunaikan ibadah haji atau umrah, wajib melakukan thawaf Wada. Bagi mereka yang sakit atau wanita yang sedang haid, boleh tidak melakukannya, cukup dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6536&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di apartemen Aziziah, pagi-pagi sekali para jamaah sudah berebut kamar mandi, dan siap berangkat ke masjid Al Haram untuk melakukan thawaf Wada. Ketika jamaah haji atau umrah akan meninggalkan Makkah setelah selesai menunaikan ibadah haji atau umrah, wajib melakukan thawaf Wada. Bagi mereka yang sakit atau wanita yang sedang haid, boleh tidak melakukannya, cukup dengan mendatangi salah satu pintu Masjid Al Haram sambil berdoa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-6536"></span>Tatacara pelaksanaan thawaf Wada sama seperti thawaf lainnya, dan disini dianjurkan untuk berdoa agar bisa kembali ke Baitullah dan mendoakan keluarga serta  kerabat, agar mendapat  kesempatan menunaikan ibadah haji atau umrah. Thawaf Wada ini tidak diikuti dengan Sai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jam dua pagi bis mulai datang, rombongan naik ke bis sesuai nomornya, kemudian langsung menuju Masjid Al Haram. Tenyata bis sudah tak bisa mendekati Masjid Al Haram dan berhenti dekat jembatan di Misfala. Kami mulai berjalan kaki, suami berjalan pelan-pelan. Dr Rina (dokter jantung, yang juga rombongan jamaah haji) menyarankan agar suami tak harus ikut thawaf melihat kondisi kesehatannya, tapi suami ngotot dan yakin bisa thawaf. Akhirnya Ustad Budi meminta tolong agar pak Joko serta dr Rina menemani saya dan suami. Lantai satu Masjid Al Haram penuh sesak, Askar berjaga ketat sambil bergandengan tangan agar tak ada lagi jamaah yang masuk lantai satu dekat Kabah dan disarankan ke lantai dua. Kebiasaan suami adalah  mengucapkan “<em>Assalamu alaikum</em>” pada askar yang langsung di jawab dengan “<em>Waalaikum</em> <em>salam</em>.” Entah kenapa ada orang yang mau menerobos masuk, dan askar tadi berpaling, akibatnya Ustad Budi bersama pak Joko, dr. Rina, suami dan saya bisa menyelinap di lantai satu mendekati Kabah.</span></p>
<div id="attachment_6539" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/bersama-pak-budi-di-depan-kabah.jpg"><img class="size-medium wp-image-6539" title="Bersama pak Budi di depan Kabah" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/bersama-pak-budi-di-depan-kabah.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Foto bersama salah satu pembimbing di depan Kabah, selesai thawaf Wada</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kami berpegangan tangan dengan erat, jemari saling bertaut agar tak terlepas, pelan-pelan memasuki lantai satu  mendekati Kabah. Kami memulai thawaf sambil tetap bergandengan tangan, berdoa dan berzikir, kembali air mata menitik, dan makin bercucuran mendengarkan isakan dr. Rina. Baru thawaf lima kali, terdengar azan Subuh, biasanya perempuan diusir tak boleh mendekati Kabah dan harus sholat di bagian belakang. Entah kenapa saat itu kami memutuskan meneruskan thawaf, dan syukurlah mendekati garis akhir (lampu hijau), terdengar tanda mau sholat. Kami tetap tak melepaskan tangan, karena makin padat&#8230;.tak lama kemudian Imam memulai mengucapkan &#8230;.”Allahu Akbar”. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kami melepaskan tangan dan mulai mengangkat kedua tangan mengikuti imam. Saat rukuk, pak Joko mendorong pantat orang Afrika yang tinggi, yang sholat di depan isterinya, agar tak mengenai wajah isterinya (dr. Rina). Saya menekuk badan agar bisa sholat dan kemudian sujud&#8230;lupakan sajadah, lupakan apakah tempat kita sholat bersih&#8230;namun hati ini tertuju pada Allah Yang Maha Kuasa. Saat rakaat kedua, selesai membaca surat Al Fatehah, imam membaca surat&#8230;entah kenapa, tiba-tiba imam menangis. Kami semua yang memang sudah berderai air mata, sedih meninggalkan Baitullah dan bersyukur bisa sampai kesini, makin terisak. Imam mencoba meneruskan membaca surat, namun malah sesenggukan&#8230;di masjid hanya terdengar suara isakan yang makin kecang, suasana terasa sepi &#8230;.. haru &#8230;.. dan hanya bunyi cicit burung dara melintas yang terdengar. Saya tak bisa menceritakan perasaan batin yang teraduk-aduk saat itu, antara haru, sedih, senang, terpesona, semua menjadi satu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Akhirnya imam dapat melanjutkan bacaannya. Selesai sholat, kami baru menyadari bahwa kami  sholat hanya 3 (tiga) meter di depan pintu Kabah,  di tempat yang Multazam. Ya Allah, sungguh besar karuniamu, hal yang tadinya tak mungkin dimimpikan, apalagi dalam kondisi kaki suami sakit, justru Engkau memberikan karunia Mu. Dan saya &#8230;.. bisa sholat fardhu di depan Kabah, hal yang sangat jarang terjadi, namun entah kenapa, saat itu para perempuan tidak diusir dari dekat Kabah, mungkin karena terlalu penuh sesak manusia, dan Askar sibuk berjaga agar tak ada lagi jamaah yang masuk lantai satu, atau entah kenapa.</span></p>
<div id="attachment_6538" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/halaman-masjidil-haram3.jpg"><img class="size-medium wp-image-6538" title="Halaman masjidil Haram3" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/halaman-masjidil-haram3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jamaah memenuhi masjid Al Haram sampai ke halaman nya</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sambil berjalan keluar, kami mampir minum air Zam-zam, melemaskan tenggorokan yang kering karena menangis, berdoa semoga kami mendapat kesehatan, dan disembuhkan dari segala penyakit. Kami keluar menuju halaman masjid &#8230;&#8230; dan rupanya kami  merupakan  rombongan pertama yang sampai di <em>meeting point</em>.</span></p>
<div id="attachment_6756" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/bersama-pak-dan-bu-joko-sarwono.jpg"><img class="size-medium wp-image-6756" title="Bersama pak dan bu Joko Sarwono" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/bersama-pak-dan-bu-joko-sarwono.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Foto bersama bapak ibu Joko (dr. Rina) selesai Thawaf Wada, di depan Masjid Al Haram</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Belakangan, kami mengetahui bahwa teman yang lain banyak yang setia mengikuti untuk thawaf di lantai satu, yang setiap kali thawaf  memutari sekitar 1,1 km, berarti jika 7 kali thawaf adalah menyelesaikan putaran  7,7 km. Syukur Alhamdulillah, saya dan suami mendapat kemudahan.</span></p>
<div id="attachment_6541" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/masjid-tepaung-jeddah.jpg"><img class="size-medium wp-image-6541" title="Masjid tepaung-Jeddah" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/masjid-tepaung-jeddah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Masjid Terapung, Jeddah</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Setelah rombongan berkumpul, semua menuju ke Maktab Indonesia untuk laporan lebih dulu, di <em>check</em> apakah penumpang di bis telah sesuai  dengan yang tertera pada paspor, baru kami semua dapat berangkat menuju Jeddah. Sampai di Jeddah, rombongan menuju masjid Terapung yang terletak di tepi Laut Merah, sekaligus menunggu waktu sholat Dhuhur. Disini banyak di jual kurma, serta makanan khas Indonesia, seperti: bakwan jagung, bakso, yang penjualnya adalah  orang Indonesia yang tinggal di Jeddah. Tak lama kemudian rombongan Haji dari Indonesia yang lain berdatangan, kami menikmati semilir angin pantai yang nikmat, sambil menunggu waktu sholat.</span></p>
<div id="attachment_6540" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/depan-masjid-terapung-bersama-suami.jpg"><img class="size-medium wp-image-6540" title="Depan masjid terapung bersama suami" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/depan-masjid-terapung-bersama-suami.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Di depan masjid Terapung, Jeddah</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dari masjid Terapung, rombongan menuju Ballad, pusat pertokoan di Jeddah yang terkenal dengan parfum dan barang-barang lain yang harganya lumayan murah. Teman-teman banyak yang membeli parfum disini, suami menemukan obat sejenis fluimucil (<em>Acetylcysteine</em>) yang berguna untuk mengencerkan dahak,  buatan Jerman, yang tak kami ketemukan di Makkah maupun Madinah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Karena sudah capek, dan rasanya pengin segera tidur, saya ditemani dokter Rina hanya duduk-duduk menunggu para suami berjalan-jalan, ada yang mencari kaos, ada yang mencari parfum dan lain-lain. Menjelang jam 17.00 waktu Jeddah, kami memasuki bis, yang menuju rumah makan untuk makan malam, dan setelah makan malam kami semua menuju hotel Inter Continental untuk <em>check in</em>. Jeddah kota internasional, kotanya indah, dan hijau karena adanya aliran air yang dialirkan melalui pipa-pipa. Jangan sampai menabrak pohon di daerah Arab Saudi, karena dendanya sangat mahal, dan rumah yang punya pepohonan berarti rumah orang kaya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Rasanya adem saat memasuki hotel Inter Continental, kami disambut <em>wellcome drink</em>. Suami mendapatkan peta kota Madinah, Jeddah dan Makkah, di toko yang berada di lantai dasar hotel ini.</span></p>
<div id="attachment_6754" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/kamar-di-inter-continental-hotel-jeddah.jpg"><img class="size-medium wp-image-6754" title="Kamar di Inter continental Hotel-Jeddah" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/kamar-di-inter-continental-hotel-jeddah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kamar di Inter Continental Hotel, Jeddah. Kasur dan bantalnya sungguh empauk, sayang cuma semalam nginep disini.</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan begitu memasuki kamar hotel &#8230;&#8230; aduhh asyiiik &#8230;&#8230; rasanya pengin segera tidur, namun kembali harus membereskan kopor, dan baju bersih saya tinggal satu stel yang akan dipakai kembali pulang ke Indonesia besok malam. Malam itu kami benar-benar tidur nyenyak, rasanya bahagia sudah bisa sekamar lagi dengan suami.</span></p>
<div id="attachment_6755" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/kamar-mandi.jpg"><img class="size-medium wp-image-6755" title="Kamar mandi" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/kamar-mandi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kamar mandi yang bersih di Inter Continental Hotel, Jeddah</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Hari Kamis siang, tanggal 10 Nopember 2011, sekitar jam 2 siang, rombongan yang akan naik pesawat Garuda sudah berkumpul di<em> lobby</em>. Rasanya sedih berpisah dengan para Muntowif yang selama ini banyak menolong kami, dari minta tolong dicarikan tukang <em>laundry</em>, dibelikan pulsa, diantar ke toko obat, dan lain-lain. Kami saling meminta maaf, dan berdoa semoga suatu ketika bisa ketemu kembali dalam kondisi sehat walafiat. Sebelum berangkat, kami berdoa agar perjalanan berjalan lancar. Sampai di bandara yang khusus untuk haji masih sepi, kami menunggu cukup lama, sempat makan dulu. Menjelang Magrib kami mulai antri untuk pemeriksaan imigrasi yang cukup lama, namun dengan mengobrol antara teman, juga antar para jamaah Haji dari travel lain, hal tersebut tak terlalu melelahkan. Pesawat akhirnya berangkat meninggalkan Jeddah telah 2 (dua) jam&#8230;&#8230;sepanjang perjalanan banyak musik batuk di antara para jamaah Haji, rupanya benar kata orang,  bahwa yang tidak batuk hanyalah unta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Hari Jumat siang, sekitar jam 14.00 wib pesawat mendarat, saya memeluk si sulung yang menjemput di bandara, lega rasanya sudah kembali ke tanah air.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong> </strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/6536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/6536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/6536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/6536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edratna.wordpress.com/6536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edratna.wordpress.com/6536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edratna.wordpress.com/6536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edratna.wordpress.com/6536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/6536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/6536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/6536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/6536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/6536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/6536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6536&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2011/12/22/3-menunaikan-rukun-hajig-thawaf-wada-jeddah-dan-kembali-ke-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/bersama-pak-budi-di-depan-kabah.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Bersama pak Budi di depan Kabah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/halaman-masjidil-haram3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Halaman masjidil Haram3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/bersama-pak-dan-bu-joko-sarwono.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bersama pak dan bu Joko Sarwono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/masjid-tepaung-jeddah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Masjid tepaung-Jeddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/depan-masjid-terapung-bersama-suami.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Depan masjid terapung bersama suami</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/kamar-di-inter-continental-hotel-jeddah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kamar di Inter continental Hotel-Jeddah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/kamar-mandi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kamar mandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3.Menunaikan Rukun Haji:f.Melempar jumroh di Mina</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2011/12/20/3-menunaikan-rukun-hajif-melempar-jumroh-di-mina/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2011/12/20/3-menunaikan-rukun-hajif-melempar-jumroh-di-mina/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 22:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=6526</guid>
		<description><![CDATA[Hari pertama melempar jumroh bagi rombongan kami adalah pada hari Minggu tanggal 6 Nopember 2011, atau 10 Dzulhijjah, pada sore hari sebelum Magrib. Rombongan diminta bersiap jam 16.30 waktu Mina dan mulai berjalan kaki. Iring-iringan dimulai oleh petugas Maktab yang membawa tanda Maktab 115 didampingi oleh Muntowif yang membawa bendera tempat travel kami bergabung, kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6526&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6736" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/berjalan-melempar-jumroh-foto-by-silvia.jpg"><img class="size-medium wp-image-6736" title="berjalan melempar jumroh-foto by Silvia" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/berjalan-melempar-jumroh-foto-by-silvia.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">Muntowif mengawali membawa bendera agar jamaan tak tercecer saat melempar jumroh (foto by Silvia)</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Hari pertama melempar jumroh bagi rombongan kami adalah pada hari Minggu tanggal 6 Nopember 2011, atau 10 Dzulhijjah, pada sore hari sebelum Magrib. Rombongan diminta bersiap jam 16.30 waktu Mina dan mulai berjalan kaki. Iring-iringan dimulai oleh petugas Maktab yang membawa tanda Maktab 115 didampingi oleh Muntowif yang membawa bendera tempat travel kami bergabung, kemudian baru diikuti para pembimbing dan jamaah haji. Disepanjang jalan terlihat orang saling tidur-tidur an di jalan melepas lelah, ada yang antri di kamar mandi umum, sholat dan lain-lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-6526"></span></span></p>
<div id="attachment_6528" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/orang-berjejalan-memenuhi-jalan-di-mina.jpg"><img class="size-medium wp-image-6528" title="Orang berjejalan memenuhi jalan di Mina" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/orang-berjejalan-memenuhi-jalan-di-mina.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Orang memenuhi jalan-jalan di Mina</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jalanan penuh orang, kami harus hati-hati agar pegangan tak terlepas, sehingga disarankan untuk berbaris setiap dua orang. Jalanan melewati hotel yang dibangun dekat dengan melempar jumroh&#8230;.di halaman luar terlihat beberapa orang sedang mengobrol. Kata teman yang peranakan Arab&#8230;&#8221;<em>Hei, itu papaku. Kok aku nggak diajak ke sana ya</em>.&#8221; Jalanan terus menanjak menuju bukit, meliuk&#8230;dan akhirnya kami sampai di tempat melempar jumroh. Alhamdulillah, walau padat dengan orang, kami bisa melempar jumroh, mendekat ke pinggiran pagar sehingga bisa melempar tepat ke sasaran. Selesai melempar jumroh, kami berdoa dipimpin oleh Ustad, kemudian berjalan pulang kembali&#8230;ternyata ternyata  melempar jumroh kami ada di lantai tiga, ini baru terlihat saat kami berjalan pulang dan turun melalui eskalator.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di pintu luar banyak pengemis yang meminta sedekah, di luar dugaan saya, karena saya pikir negara Arab sungguh kaya sehingga tak ada pengemis. Kami terus berjalan pulang, untuk mengejar waktu Magrib, saat melewati tempat wudhu, segera berwudhu agar bisa sholat Magrib. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Selesai sholat Magrib diadakan tausiah, sayangnya karena lelah saya tertidur, bangun-bangun sudah waktunya makan malam, saya menyesal sekali, namun di satu sisi badan terasa segar. Saya teringat, malam sebelumnya saya cuma tidur satu jam, pantas terasa lelah sekali.</span></p>
<div id="attachment_6530" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/ramai-dijalan-untuk-menuju-pelemparan-jumroh.jpg"><img class="size-medium wp-image-6530" title="Ramai dijalan untuk menuju pelemparan jumroh" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/ramai-dijalan-untuk-menuju-pelemparan-jumroh.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jalanan ramai menuju tempat pelemparan jumroh</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Hari Senin banyak dihabiskan untuk beristirahat dan menikmati Mina dari tenda. Salah seorang bapak dari setiap regu, ditunjuk untuk mewakili regu, menghadiri penyembelihan korban, pulangnya membawa nasi bukhori dan daging kambing bakar, serta air tebu (sayang lupa memfoto). Saya memilih minum air tebunya, yang terasa manis sekali, lebih manis daripada tebu di Indonesia. Hari ini rombongan kami mendapat bagian melempar jumroh pada  sore hari, dan kali ini entah kenapa kelihatannya petugas terbatas, dan lautan manusia makin banyak terutama dari negara Afrika.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Mendekati gedung tempat melempar jumroh makin penuh sesak, askar berjaga ketat, dengan sistim buka tutup&#8230;.kami bisa memasuki gedung untuk mulai naik eskalator. Tak terasa dibawah ada bagian yang tak rata, syukurlah saya berpegangan pada teman sehingga tak sempat terjatuh, namun suami sempat terjatuh karena tertabrak orang Afrika. Mendekati eskalator, kami bicara pada askar yang jaga, syukurlah dia memahami, dan langsung naik di atas eskalator serta berteriak &#8230;. <em>Indonesia &#8230;.. Indonesia &#8230;.. </em> meminta agar yang lewat eskalator hanya orang Indonesia. Agak lega walau sebentar, karena selepas eskalator kita akan ketemu rombongan orang yang besar dan tinggi-tinggi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Syukurlah akhirnya bisa mendekati pagar untuk melempar jumroh, dan kami mulai melempar jumroh Ulo, kemudian berjalan lagi untuk melempar jumroh Wustho tujuh kali dan terakhir melempar jumroh Aqobah. Saya sempat membersihkan luka di lutut suami dengan garamycin dan menutupnya dengan tensoplast&#8230;Alhamdulillah saya selalu sedia tensoplast.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di tenda saya kembali membersihkan luka suami, kemudian dokter Arto memberikan obat, serta berpesan agar diminum bila terasa nyeri. Malam itu saya agak kawatir, apalagi suami tetap ingin melempar jumroh sendiri untuk besok pagi (melempar jumroh yang ketiga, dan terakhir kali dalam Rukun Haji),  tak mau memakai kursi roda. Sedangkan untuk melempar jumroh yang ketiga, rombongan kami mendapat giliran jam 4 pagi sebelum Subuh. Saya tak nyenyak tidur memikirkan suami, syukurlah ternyata dia bisa berjalan, sehingga saat melempar jumroh tak ada kendala&#8230; ternyata pagi ini sepi sekali, sehingga kami bebas melempar jumroh, bahkan saya sempat memotret.</span></p>
<div id="attachment_6529" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/lempar-yang-kuat.jpg"><img class="size-medium wp-image-6529" title="Lempar yang kuat" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/lempar-yang-kuat.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ayoo...lempar yang kuat</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Selesai sholat Subuh, kami bergegas makan pagi dan siap meninggalkan Mina. Namun ternyata bis yang sudah masuk kota Mina, karena jalanan macet dan penuh manusia, diusir oleh polisi keluar kota Mina. Pilihannya menunggu kemungkinan jalan dibuka polisi yang tak pasti jamnya, atau mau berjalan kaki sampai ke ujung terowongan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Akhirnya, Pimpinan rombongan memutuskan untuk berjalan kaki menuju ujung terowongan. Disini saya merasakan kebersamaan teman-teman, suami yang masih nekat mendorong sendiri kopernya, akhirnya tak bisa menolak tawaran dokter gigi Mita yang mengatakan kalau dia masih berumur 27 tahun, sehingga suami mau melepaskan kopernya. Maklum, dengan jalan terseok-seok karena kaki sakit, akan menyebabkan rombongan ikut tersendat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sampai di ujung terowongan hanya satu bis yang sudah siap, tak lama kemudian bis yang lain datang. Ternyata setelah di cek kurang satu jamaah yang belum ada, dan ibu-ibu. Kami berpikir ibu ini didampingi temannya, rupanya dia tercecer sendirian, dan salah mengikuti rombongan lain, kembali naik ke eskalator tempat melempar jumroh, kemudian salah memasuki terowongan yang lain. Syukurlah beliau masih membawa hape dan batereinya cukup, sehingga bisa ditunggu dan diketemukan. Saya merasakan, disorientasi, tercecer, sepertinya menjadi cerita sehari-hari di antara sesama jamaah, oleh karena itu memang harus selalu <em>check</em> dan <em>re check</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bis kami menuju apartemen Aziziah, rasanya segar bisa mandi, namun saya harus membongkar koper suami dan saya, menata kembali baju kotor untuk dimasukkan koper besar, yang malam itu harus siap untuk di bawa ke Jeddah, dan langsung diserahkan pada Garuda. Sebelum tidur kita diingatkan, besok pagi berangkat jam 2 pagi, untuk thawaf Wada kemudian langsung berangkat ke Jeddah.</span></p>
<p style="text-align:justify;">(bersambung)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/6526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/6526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/6526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/6526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edratna.wordpress.com/6526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edratna.wordpress.com/6526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edratna.wordpress.com/6526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edratna.wordpress.com/6526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/6526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/6526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/6526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/6526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/6526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/6526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6526&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2011/12/20/3-menunaikan-rukun-hajif-melempar-jumroh-di-mina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/berjalan-melempar-jumroh-foto-by-silvia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">berjalan melempar jumroh-foto by Silvia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/orang-berjejalan-memenuhi-jalan-di-mina.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Orang berjejalan memenuhi jalan di Mina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/ramai-dijalan-untuk-menuju-pelemparan-jumroh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ramai dijalan untuk menuju pelemparan jumroh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/lempar-yang-kuat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Lempar yang kuat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3.Menunaikan Rukun Haji:e.Muzdalifah-Masjidil Haram (Thawaf Ifadha)</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2011/12/17/3-menunaikan-rukun-hajie-muzdalifah-masjidil-haram-thawaf-ifadha/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2011/12/17/3-menunaikan-rukun-hajie-muzdalifah-masjidil-haram-thawaf-ifadha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 01:46:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga & sharing experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=6517</guid>
		<description><![CDATA[Selesai wukuf, kami sholat Magrib dan Isya berjamaah,  makan malam, kemudian sekitar jam 9 malam waktu Arafah, siap berangkat ke Muzdalifah untuk Mabit dan mengambil kerikil sebagai persiapan melempar jumroh di Mina.  Muzdalifah, suatu tempat  terletak sekitar 9 km di barat Arafah, di antara Arafah dan Mina. Tempat ini berupa padang pasir gersang tak berpenghuni.  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6517&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Selesai wukuf, kami sholat Magrib dan Isya berjamaah,  makan malam, kemudian sekitar jam 9 malam waktu Arafah, siap berangkat ke Muzdalifah untuk Mabit dan mengambil kerikil sebagai persiapan melempar jumroh di Mina.  Muzdalifah, suatu tempat  terletak sekitar 9 km di barat Arafah, di antara Arafah dan Mina. Tempat ini berupa padang pasir gersang tak berpenghuni.  Berhenti di sini untuk mabit merupakan salah satu wajib ibadah haji, selain itu di tempat ini jamaah haji mengambil batu-batu kecil untuk melempar jumroh. Masing-masing orang mengambil 49 butir kerikil, tujuh kerikil untuk melempar jumroh Aqoba pada hari pertama, 21 butir untuk melempar jumroh  Ula, Wustho dan Aqobah masing-masing tujuh butir pada hari kedua, dan hari ketiga melempar ketiga jumroh dengan masing-masing 7 butir kerikil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-6517"></span></p>
<div id="attachment_6722" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/mabit-di-muzdalifah.jpg"><img class="size-medium wp-image-6722" title="Mabit di Muzdalifah" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/mabit-di-muzdalifah.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana Mabit di Muzdalifah.....Subhanallah (foto by Silvia Theresia)</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sampai di Musdalifah masih jam 22.30 waktu Muzdalifah, kami menunggu cukup lama untuk Mabit dan kemudian langsung ke Masjid Al Haram untuk melakukan thawaf  Ifadha. Menuju Makkah untuk melakukan thawaf ifadha dan sai haji, pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja selama bulan Dzulhijah. Jika dari Muzdalifah pilihannya ke Masjid  Al Haram terlebih dahulu, maka tahallul awal dapat dilaksanakan di Masjid Al Haram setelah melaksanakan Sai Haji. Kemudian jamaah berangkat ke Mina untuk melontar jumroh Aqobah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ternyata sampai di Masjid Al Haram masih jam 00.30 hari Minggu tanggal  6 Nopember 2011 (10 Dzulhijjah), Muntowif mengatakan kalau lantai dasar Masjid Al Haram tak terlalu penuh, sehingga kami bisa melakukan thawaf Ifadha dan Sai di lantai 1. Alhamdulillah, maklum kondisi saya dan suami sudah mulai kurang sehat, melakukan thawaf di lantai 1 akan lebih meringankan. Saya berdoa, memohon pada Allah swt agar dimudahkan dan dilancarkan. Saya bergandengan tangan dengan suami melakukan thawaf Ifadha dan Sai. Selesai thawaf Ifadha, kami melakukan sholat sunnah 2 rakaat dan dilanjutkan dengan Sai. Dalam setiap putaran Sai dari Shafa dan Marwah, saya dan suami berhenti untuk minum air zam-zam, berdoa pada Allah swt agar semua doa kami dikabulkan. Tak terasa air mata berlinangan, sungguh terasa Allah swt begitu dekat dan mendengar doa kami, perasaan yang tak bisa saya gambarkan dalam bentuk tulisan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Begitu selesai Sai, kami melakukan tahallul, ketemu dengan teman satu rombongan lain. Saya dan suami ikutan berfoto, sayangnya tak puas, karena ketahuan Askar, yang langsung memarahi kami. Syukurlah masih ada foto yang sempat diambil oleh Silvia.</span></p>
<div id="attachment_6723" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/berpose-setelah-sai.jpg"><img class="size-medium wp-image-6723" title="Berpose setelah Sai." src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/berpose-setelah-sai.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Bepose setelah Sai......hanya sempat ambil foto sebentar, keburu dimarahi Askar..hehehe (foto by Silvia Theresia)</p></div>
<div id="attachment_6653" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/masjidil-haram-suasai-thawaf-wada.jpg"><img class="size-medium wp-image-6653" title="Masjidil Haram suasai thawaf Wada" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/masjidil-haram-suasai-thawaf-wada.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pelataran hotel Hilton, yang berbatasan dengan Masjid Al Haram, tempat meeting Point seusai thawaf</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Selesai thawaf Ifadha dan Sai, kami menuju <em>meeting point</em> di pelataran hotel Hilton (walau kami sudah tak punya kamar lagi), depan KFC. Teman-teman memesan kopi, kue, tapi saya kawatir kalau harus buang air kecil, walau pada akhirnya memang harus ke hotel untuk numpang buang air kecil. Syukurlah ada teman yang bisa bahasa Arab, sehingga kami bisa menggunakan toilet hotel, yang biasanya terkunci kecuali untuk tamu hotel. Yang mengejutkan kedua pembimbing kami telah bercukur gundul, di tukang cukur di lantai bawah hotel Hilton.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kami segera kembali ke Mina&#8230;betapa senangnya, saat sampai di Mina, tenda terlihat sepi, juga tak ada antrian di depan kamar mandi. Saya segera bergegas untuk mandi, rasanya menyegarkan setelah badan basah kuyup berkeringat selesai thawaf Ifadha dan Sai. Hari ini giliran rombongan kami untuk melempar jumroh Aqoba adalah jam 5 sore, sebelum sholat Magrib. Kami segera beristirahat, lega rasanya bisa berganti pakaian, walau kami tetap menutup aurat dan masih tidur di tenda beramai-ramai.</span></p>
<div id="attachment_6520" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/mencukur-rambut-setelah-tahallul.jpg"><img class="size-medium wp-image-6520" title="Mencukur rambut setelah Tahallul" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/mencukur-rambut-setelah-tahallul.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Mencukur rambut saat tahallul</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Para bapak sibuk saling mencukur gundul, tak terkecuali suami. Rasanya lucu dan aneh melihat mereka gundul, serta menjadi sulit membedakan satu dan lainnya, terasa tak saling mengenal lagi, karena wajahnya menjadi begitu berbeda. Sekarang makin bisa menikmati situasi di Mina, melihat jamaah berduyun-duyun sepanjang waktu, tanpa henti untuk melempar jumroh, pemandangan yang sungguh menakjubkan. </span></p>
<div id="attachment_6652" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/bersama-suami-di-mina.jpg"><img class="size-medium wp-image-6652" title="Bersama suami di Mina" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/bersama-suami-di-mina.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Foto bersama suami, setelah tahallul, di Mina</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Saya juga bisa menikmati  meliht kereta api yang berjalan diatas monorel hilir mudik, terlihat dari kejauhan. Sayangnya, fasilitas monorel masih khusus untuk orang Arab Saudi.  Beberapa jamaah dari Indonesia dari maktab lain tersesat, menanyakan maktabnya. Kasian sekali yang tersesat sendirian, serta banyak yang sudah tua. Kami mencoba membantu, menawari makanan dan minuman, sebelum diantar Muntowif untuk mencari jalan ke maktabnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;">(bersambung)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/6517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/6517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/6517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/6517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edratna.wordpress.com/6517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edratna.wordpress.com/6517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edratna.wordpress.com/6517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edratna.wordpress.com/6517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/6517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/6517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/6517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/6517/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/6517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/6517/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6517&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2011/12/17/3-menunaikan-rukun-hajie-muzdalifah-masjidil-haram-thawaf-ifadha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/mabit-di-muzdalifah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Mabit di Muzdalifah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/berpose-setelah-sai.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Berpose setelah Sai.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/masjidil-haram-suasai-thawaf-wada.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Masjidil Haram suasai thawaf Wada</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/11/mencukur-rambut-setelah-tahallul.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Mencukur rambut setelah Tahallul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/bersama-suami-di-mina.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bersama suami di Mina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencoba Little Sheep Chinese Shabu-Shabu</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2011/12/15/mencoba-little-sheep-chinese-shabu-shabu/</link>
		<comments>http://edratna.wordpress.com/2011/12/15/mencoba-little-sheep-chinese-shabu-shabu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 03:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=6698</guid>
		<description><![CDATA[Hmm&#8230;apakah anda pernah mendengar nama restoran ini? Saya baru sekali mendengar nama ini, saat seorang teman mengundang kami (berdua teman lain) untuk mencoba makanan ini, di Central Park BRI Semanggi. Makanan apa pula ini? Yang terbayang adalah mirip seperti Shabu-shabu yang pernah saya makan di restoran di puncak Wisma Nusantara. Tapi teman saya mengatakan kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6698&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Hmm&#8230;apakah anda pernah mendengar nama restoran ini? Saya baru sekali mendengar nama ini, saat seorang teman mengundang kami (berdua teman lain) untuk mencoba makanan ini, di Central Park BRI Semanggi. Makanan apa pula ini? Yang terbayang adalah mirip seperti Shabu-shabu yang pernah saya makan di restoran di puncak Wisma Nusantara. Tapi teman saya mengatakan kalau ini rasanya lain dari yang lain, pemiliknya seorang Chinese, seorang muslim. &#8220;Pokoknya enak deh bu, bahannya benar-benar asli (saya berpikir, memang ada bahan makanan yang tak asli?), cabenya betu-betul pedas (waduhh..mudah-mudah an perutku kuat), &#8221; kata teman yang mentraktir. Tapi karena melihat semangatnya, dan biasanya promo dari teman ini kalau soal makanan memang sesuai aslinya, saya percaya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-6698"></span></p>
<div id="attachment_6705" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/kuas-litle-sheep-shabu-shabu-original.jpg"><img class="size-medium wp-image-6705" title="Kuas-Litle Sheep Shabu-Shabu original" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/kuas-litle-sheep-shabu-shabu-original.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kuah Little Sheep Shabu-Shabu Original</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Saat saya datang ke lantai 7 (letak restoran tersebut di Gedung Parkir BRI Semanggi), teman saya sedang asyik  bekerja menggunakan laptopnya sambil menikmati martabak.  Saya mencoba martabaknya, rasanya memang enak. Setelah teman yang satu datang, kami memesan <em>Little Sheep Shabu-Shabu original</em>. Tak lama pesanan datang. Dan apa yang terjadi? Saya kaget melihat kuah Shabu, yang sangat berbeda dengan kuah shabu resto lainnya. Ada dua jenis kuah dalam satu mangkuk besar, yang rasa pedas (sebelah kanan) berwarna coklat kemerahan, membayangkan saja sudah terasa pedasnya. Kuah shabu  terlihat penuh dengan  aneka macam rempah dan biji bijian yang banyak di jumpai di China dan India (atau mungkin juga Arab ya?). Yang terlihat di mata dan dirasakan  adalah  kurma, kapulaga, jahe, daun bawang dan aneka macam rempah lain termasuk potongan cabai dan bongkahan bawang putih yang  sangat banyak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Teman saya mengatakan, hati-hati dengan irisan warna merah, karena cabenya sungguh pedas&#8230;waduhh &#8230;padahal ada irisan merah pada kuah  yang juga enak di makan. Kuah yang berbumbu ini kemudian bisa ditambahkan sayuran, mie, bakso atau apapun yang kita pesan. Rasanya pedas, hangat, dan <em>spicy</em>. Panas dan rasa makanan langsung terasa di badan, apalagi saya agak flu&#8230;langsung deh badan terasa hangat. Memang bagi saya rasa bumbunya &#8220;agak terasa tajam&#8221;, namun ini dikombinasikan dengan rasa yang membuat badan segar.</span></p>
<div id="attachment_6707" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/memasukkan-sayuran1.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6707" title="Memasukkan sayuran" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/memasukkan-sayuran1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Memasukkan sayuran ke dalam kuah di Shabu-Shabu</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bagi yang suka bawang putih, konon untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, boleh makan bawang putih yang dimasukkan utuh di kuah nya. Juga rasa kurma kering, yang saat dimakan terasa kriuk-kriuk.</span></p>
<div id="attachment_6708" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/berbagai-jenis-ingredient-untuk-saus.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6708" title="Berbagai jenis ingredient untuk saus" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/berbagai-jenis-ingredient-untuk-saus.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Berbagai campuran untuk membuat saus</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Untuk melengkapi rasa masakan ini, ada 4 (empat) jenis saus yang dicampur. Karena baru pertama kali, saya meminta koki untuk mengajarkan cara mencampur  sausnya, yang  terdiri dari: minyak wijen, daun sledri-bawang, saus kacang dan irisan bawang putih.</span></p>
<div id="attachment_6709" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><span style="color:#000000;"><a href="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/sedang-meracik-saus.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-medium wp-image-6709" title="Sedang meracik saus" src="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/sedang-meracik-saus.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span><p class="wp-caption-text">Koki membantu meracikkan saus</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Daging, sayur, bakso, mie yang telah matang dalam kuah diambil menggunakan sendok, kemudian dimasukkan dalam mangkok kecil. Cara makannya, ambil sumpit, masukkan satu per satu makanan dan dicelupkan dalam saus &#8230;.. langsung digigit &#8230;&#8230; hmmm &#8230;&#8230; sedaap. Bagi yang suka kuahnya, bisa menggunakan sendok. Badan langsung terasa hangat, kepala pusing mereda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bagi yang menyukai makanan India, atau yang <em>spicy</em>, masakan ini perlu dicoba.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edratna.wordpress.com/6698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edratna.wordpress.com/6698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edratna.wordpress.com/6698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edratna.wordpress.com/6698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edratna.wordpress.com/6698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edratna.wordpress.com/6698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edratna.wordpress.com/6698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edratna.wordpress.com/6698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edratna.wordpress.com/6698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edratna.wordpress.com/6698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edratna.wordpress.com/6698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edratna.wordpress.com/6698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edratna.wordpress.com/6698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edratna.wordpress.com/6698/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edratna.wordpress.com&amp;blog=507041&amp;post=6698&amp;subd=edratna&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edratna.wordpress.com/2011/12/15/mencoba-little-sheep-chinese-shabu-shabu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef606da24840e5f03d866c2c98e31d2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">edratna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/kuas-litle-sheep-shabu-shabu-original.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kuas-Litle Sheep Shabu-Shabu original</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/memasukkan-sayuran1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Memasukkan sayuran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/berbagai-jenis-ingredient-untuk-saus.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Berbagai jenis ingredient untuk saus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edratna.files.wordpress.com/2011/12/sedang-meracik-saus.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sedang meracik saus</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
