Perubahan gaya hidup masyarakat kita merupakan analisis yang tak henti dilakukan oleh para Analis, baik dari bidang marketing, budaya, serta berbagai pihak lainnya yang berkepentingan. Bagi seorang Analis, perilaku konsumen dan perubahan gaya hidup merupakan salah satu kajian dari analisisnya, karena hal itu akan mempengaruhi kemampuan daya beli masyarakat, atau jika orang tersebut mengambil pinjaman, akan mempengaruhi kemampuan pengembalian pinjamannya (repayment capacity nya).
Perubahan Gaya Hidup dalam lingkungan kita pada sebuah buku
Ditulis dalam opinion
Solitaire dan sendiri
Membaca blognya teman disini dan disini, yang mengajak untuk berbagi cerita bagaimana kita menghabiskan waktu sendirian, saya mencoba untuk ikut meramaikan. Saya tak pernah ikutan berbagai kontes yang diadakan oleh teman-teman blogger, maklum masih merasa, menulis di blog sendiripun susah sekali untuk disiplin, walau target saya tak tinggi-tinggi, minimal satu kali dalam satu minggu. Memang kadang jika lagi jenuh (aneh ya, jenuh jadi rajin menulis?), malahan “agak aktif”, bisa seminggu dua kali menulis di blog. Saya tak pernah bermain kartu atau game. Mengapa? Saya sendiri tak tahu, hanya dulunya ayah saya kawatir, karena bermain kartu saat itu konotasi nya bisa digunakan sebagai judi. Pendapat yang aneh, dan hal ini sempat membuatku kesulitan saat saya belajar Statistik, karena contoh yang diberikan oleh dosen, yang berasal dari Sumatra Utara, selalu mengambil contoh kartu remi. Lha saya sendiri tak pernah bermain remi, pengalaman ini membuatku tak membuat banyak batasan pada anak-anak, yang penting adalah memahami risiko nya, dan menjaga agar anak-anak tak berjalan di luar jalur.
Ditulis dalam Ringan
Mencoba “Bagel” di Angel-in-us Coffee
Saya beberapa kali melewati cafe ini, sejak dibuka pertama kali bersamaan dengan pembukaan Lotte Mart di jalan Fatmawati. Karena ada tulisan Coffee, dan saya sudah menghindari kopi sejak bertahun lalu, maka saya mengabaikan cafe ini. Sampai suatu hari, setelah membayar tagihan kartu kredit melalui Bank, saya bersama menantu dan cucu pergi ke Lotte Mart, yang dituju bukan Lotte Mart nya karena saya malas antri panjang saat membayar apalagi membawa bayi, tapi mau lihat-lihat vest untuk si sulung di Calisto.
Ditulis dalam Ringan
Menjaga Keseimbangan
Komentar Anderson pada tulisan saya sebelumnya, tentang Reuni Keluarga, sangat bagus dan membuatku ingin menulis tentang bagaimana kita menjaga keseimbangan dalam kehidupan kita. Komentar Anderson, secara garis besar (telah saya edit, yang asli pada komentar di tulisan saya), sebagai berikut: “Saya percaya hidup itu akan menemukan keseimbangan. Saya dan 3 orang kakak dan adik adalah 4 bersaudara yang memiliki hubungan sangat dekat dan akur. Ketika 3 diantaranya menikah (termasuk saya), mulai lah kami menyesuaikan dengan kehidupan baru dan jadi agak jarang bertemu satu sama lain. Namun saya percaya, hidup akan menemukan keseimbangannya, dimana hubungan keluarga-keluarga baru ini mulai berjalan mapan sementara sesama saudara tidak merasa terabaikan. Semoga…”
Ditulis dalam opinion
Yang lucu-lucu dari sebuah perjalanan
Pada setiap perjalanan, kita sering menemukan hal aneh maupun lucu. Kadang menggelikan kalau kita tak terlalu lelah, namun juga menyebalkan, terutama kalau kondisi kita lelah, stres, sehingga mudah menjadi tersinggung. Namun karena perjalanan kali ini beserta teman, apalagi didampingi putrinya, yang kebetulan berlibur, maka perjalanan menjadi lebih menyenangkan, banyak sendau gurau, bahkan hal kecilpun sering menjadi bahan tertawaan.
Ditulis dalam Ringan
Sepeda motor vs Bajaj
Hari-hari ini bagi yang tinggal di Jakarta, makin terasa macetnya. Jika sepuluh tahun yang lalu jarak tempuh masih bisa dicapai dalam waktu 10 menit, sekarang sudah bersyukur jika pada jarak yang sama, bisa dicapai dalam waktu setengah jam sampai dengan satu jam. Kadang melintasi jalan Fatmawati saja membutuhkan waktu lebih dari satu jam, bahkan saya pernah dari daerah belakang Citos (Cilandak Town Square) ke Brawijaya Square mencapai 2,5 jam, yang dalam kondisi normal rata-rata bisa ditempuh paling lama setengah jam. Jika sore hari kemacetan bertambah parah, setiap kendaraan adu cepat, serudak-seruduk, mencoba melalui celah agar bisa cepat sampai tempat tujuan. Apalagi jika hujan, jangan ditanya lagi, bukan hanya padat merayap (istilah di radio) tapi sudah benar-benar berhenti. Namun jika hujan lebat, jalanan lumayan agak longgar karena sementara para pengendara sepeda motor berteduh dulu. Kadang tak jelas apa penyebab kemacetan tersebut, anehnya ada waktu tertentu, jalanan lancar, inipun menimbulkan pertanyaan.
Ditulis dalam Serba serbi
Reuni Keluarga
Kami memang hanya tiga bersaudara, jadi hubungan kakak beradik sangat dekat. Setelah harus melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri, satu per satu dari kami terpaksa harus meninggalkan rumah yang telah membesarkan kami dari kecil, untuk pergi ke kota lain, yang saat itu terasa sangat jauh. Namun dorongan orangtua, serta keinginan untuk menambah wawasan, membuat saya (yang kemudian disusul oleh adik-adik) berani melangkahkan kaki dan tinggal jauh dari ayah ibu. Waktu kecil, pikiran saya, melanjutkan kuliah adalah tetap bisa pulang menengok orangtua seminggu sekali, seperti yang saya lihat dari senior saya. Rasanya saya melihat pancaran kebahagiaan para senior yang pulang ke rumah, dan sore hari jalan-jalan ke pertokoan di kota kecil kami. Kota kecil kami relatif sepi saat itu, kota yang dihuni oleh para pensiunan, serta para pekerja pemerintah (Pegawai Negeri), dengan deretan pertokoan berpusat di dekat alun-alun dan Tugu, sehingga kami mudah ketemu teman lama saat jalan-jalan ke pertokoan.
Ditulis dalam Keluarga & sharing experience
Mencoba makanan Korea di “Chaesundang”
Hujan yang mengguyur Jakarta akhir-akhir ini membuat badan menjadi kurang sehat, terutama bagi orang seusia saya. Walau sudah pakai baju rangkap, tebal, namun tetesan air hujan sering membuat pusing kepala. Jadi, saat ke kantor dan waktunya makan siang, penginnya makan yang segar dan hangat. Tentang urusan makan sebetulnya tak ada masalah karena kantor saya menjadi satu dengan Mal, yang menyediakan berbagai jenis makanan, tinggal memilih sesuai selera dan uang yang ada di kantong. Makan di Eat & Eat sudah bosen, karena nyaris dua kali seminggu makan di situ, rasanya semua jenis makanan di Eat & Eat telah dijelajahi. Kemana ya? Kami bertiga menyelusuri Mal GC, dan mata ini langsung terarah pada makanan Korea. Saya bertanya pada teman, pernah coba makanan Korea? Dan yang jelas ada nasinya…jadi perut pasti kenyang deh.
Ditulis dalam Ringan
Mengelola Sumber Daya Manusia yang berkesinambungan agar bisa mendukung strategi bisnis Perusahaan.
Manajemen SDM berhubungan dengan pengendalian sistem formal dalam organisasi, untuk menjamin penggunaan dan pengembangan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan perusahaan. Peran strategis Manajemen SDM, antara lain: a.Sebagai connecting role, menghubungkan peran antara SDM dengan bisnis, memahami tujuan bisnis hendak kemana dan membantu mendukung pencapaian kinerja bisnis, dan meningkatkan keterlibatan pada isu strategis perusahaan. b.Sebagai enabling role, yaitu menempatkan pihak lain (baik internal maupun eksternal perusahaan) sebagai customer yang harus dilayani kebutuhannya (customer first). c.Sebagai monitoring role, dengan cara memanfaatkan Human Resources Information System (HRIS). d.Sebagai inovating role, melalui pengukuran efektivitas dan efisiensi SDM. e.Sebagai adapting role, dengan menggunakan perannya yang fleksibel untuk mengurangi hambatan birokrasi pada perusahaan.
Ditulis dalam Manajemen
MENGELOLA PERUBAHAN AGAR PERUSAHAAN MAMPU BERSAING, DENGAN MEMPERHATIKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG DIMILIKINYA
Persaingan di Era Globalisasi
Perubahan teknologi, sistem informasi dan komunikasi, telah mengubah cara dan kecepatan berbisnis dan inovasi berbagai produk maupun jasa. Pola transaksi mengarah ke kecepatan, keamanan, dan kenyamanan dengan melalui berbagai saluran elektronik. Globalisasi ekonomi, memiliki karakteristik liberalisasi dan integrasi perekonomian (borderless world). Sedangkan globalisasi sistem keuangan, menuntut kesamaan cara pandang dan level of playing field. Persaingan yang semakin ketat (di level lokal, nasional, regional maupun global), membuat sumber daya terbatas, namun tetap harus banyak melakukan investasi, R & D, dan pemupukan human capital.
Ditulis dalam Manajemen
Komentar Terakhir