Membaca tulisan di blognya Marsmallow, menjadi teringat pada cerita beberapa teman. Memang sulit menjadi orangtua, terutama orangtua yang merasa dirinya mempunyai pengalaman dan wawasan, untuk mengarahkan anak-anaknya dalam memilih tujuan hidupnya. Dan pada dasarnya setiap orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya, walau bagi si anak, orangtua terasa seperti mendikte atau memaksakan. Terkadang diperlukan bantuan pihak ketiga, untuk menjembatani perbedaan tersebut, agar masing-masing pihak dapat melihat secara jernih dan terbuka.
Ternyata, saran mereka tak selalu salah
Ditulis dalam Ringan
Sahabat
Akhir-akhir ini cuaca Jakarta panas sekali, begitu keluar halaman lebih dari jam 9 pagi, sudah terasa panas menyengat. Dan kondisi ini membuat badan terasa tidak nyaman, serta malas kemana-mana. Berita diskon 30% di Gramedia Grand Indonesia, yang biasanya membuat ingin mengunjungi, juga tak membuat keinginan melangkahkan kaki keluar.
Ditulis dalam Ringan
Mengobrol santai dengan salah satu cawapres di Angkringan Wetiga
Selama dua hari berturut-turut, saya menghadiri acara yang digelar oleh Politikana, yaitu pada tanggal 25 Mei 2009 jam 19.00 s/d 21.00 wib tentang “Menyikapi UU ITE: Bagaimana sebaiknya blogger menyikapi UU ITE” dan pada hari Selasa malam tanggal 26 Mei 2009, diskusi dengan cawapres yang berkenan datang di angkringan Wetiga, dan judul acaranya “Boediono Menjawab: Dialog terbuka dengan Cawapres Boediono“. Isi diskusi tentang UU ITE akan lebih tepat jika di posting oleh mas Anggara, dan mas Ari Julianto (yang saat itu menjadi nara sumber).
Ditulis dalam opinion
Berharap semoga semuanya makin baik
Jika kita membaca media cetak beberapa hari belakangan ini, kita akan melihat beberapa pengumunan tentang hasil Rapat Umum Pemegang Saham untuk perusahaan yang telah go public, diumumkan pula bagaimana pembagian laba, serta bagaimana pembagian devidennya. Bagi orang yang memiliki saham, tentunya ini menjadi hal yang menggembirakan, setelah beberapa bulan lalu kita melihat pergerakan saham terpuruk.
Ditulis dalam Serba serbi
Selalu ada yang bisa dipelajari
Beberapa hari ini saya benar-benar bad mood, mau ngapa-ngapain nggak ada yang beres rasanya. Banyak pekerjaan yang menunggu untuk dikerjakan, tapi entah kenapa kepala ini tak bisa diajak mikir, maklum pekerjaanku sebagian besar menggunakan pikiran. Ya, udah daripada kesel, akhirnya saya ambil gunting, pisau, sapu dan pengky….dan mulailah bekerja mencabuti rumput. Biasanya, jika sudah selesai mencabuti rumput (mungkin agar hal-hal yang mengesalkan dan membuat bad mood ikut tercabut), badan lelah, tapi perasaan menjadi segar. Urusan mencabut rumput, menyiangi tanaman, menyapu, diteruskan dengan memberi pupuk…duhh rasanya legaa…dan tanaman rupanya juga menunjukkan kebaikannya karena terlihat lebih segar.
Ditulis dalam Ringan
Istirahatlah sebentar, nak
Kadang kita ingin segera menyelesaikan langkah kita, kita selalu dihadapkan pada tugas-tugas yang terus dibebankan ke pundak kita. Ahh, sebentar lagi akan selesai…atau, ahh …tinggal sedikit lagi. Kita bersyukur jika perjalanan yang tinggal sedikit itu selamat sampai finish, tapi terkadang ada gangguan di jalan, membuat atau memaksa kita berhenti sejenak, mengatur nafas, atau kadang terpaksa menyusuri ulang lagi langkah jalan yang pernah di lalui.
Ditulis dalam my life
Privacy masing-masing pasangan, perlukah?
Ini hanya obrolan santai, gara-gara tiga hari di Bandung hujan terus menerus dan kedinginan, namun menjadi punya banyak waktu mengobrol bersama anak di balik selimut. Kapan lagi bisa mengobrol asyik, karena kalau anak sudah besar, pasti sibuk sendiri-sendiri.
Ditulis dalam Ringan
Pengalaman selalu menyisakan pembelajaran
Ada istilah jangan sampai terperosok ke lubang yang sama dua kali. Artinya kita jangan mengulangi kesalahan yang sama. Terkadang mengajarkan kepada anak-anak, atau anak buah, sering terkesan menjadi cerewet, bahkan terkesan menggurui, padahal sebagai orang yang lebih senior, kita tidak menginginkan anak-anak kita, keluarga kita, para yunior kita melakukan kesalahan yang pernah kita lakukan.
Ditulis dalam Serba serbi
Gara-gara sate
Siang itu mendadak bos memberikan instruksi untuk menyelesaikan bahan rapat yang akan digunakan besok pagi-pagi sekali. Jika namanya mau rapat, bos menginginkan bahan yang sempurna, data-data lengkap dengan berbagai alternatifnya. Akibatnya nyaris seluruh staf di bagian dikerahkan untuk menyelesaikan tugas dari bos, dan terpaksa lembur.
Ditulis dalam Ringan
Dapatkah Pengendalian Intern mencegah “Fraud”?
Ada ungkapan yang secara mudah menjelaskan penyebab atau akar permasalahan dari Fraud. Ungkapan itu adalah: fraud by need, by greed and by opportunity. Kalau kita ingin mencegah fraud, maka harus menghilangkan atau menekan need dan greed yang mengawali terjadinya fraud dilakukan, sejak menerima seseorang melalui rekruitmen. Contoh yang diberikan atasan telah terbukti dapat merupakan unsur pencegah yang penting. Kasus-kasus fraud menunjukkan bahwa contoh negatif yang diberikan pimpinan, cepat ditiru oleh bawahannya. Unsur by opportunity dalam ungkapan di atas biasanya ditekan melalui Pengendalian Intern.
Ditulis dalam Manajemen
« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »
