Oleh: edratna | Juli 2, 2017

Jalan-jalan ke Museum Bahari yuuk

Menara Bahari atau dulu disebut Menara Syahbandar.

Sebelumnya nggak ada niat untuk mengunjungi museum Bahari, walau sudah lama ingin ke sana. Situasi Lebaran dan mengajak cucu, mesti lihat situasi dan kondisi “mood” cucu. Jadi, niat dari rumah hanya sekedar makan siang ke Cafe Batavia, karena mumpung masih liburan sehingga jalan ke arah Taman Fatahillah nggak macet. Setelah makan siang di Cafe Batavia, saya hanya bilang sama si sulung, bisa nggak kita melewati museum Bahari?  Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Juni 4, 2017

Jika Nin dan Akung A678++ piknik ke Korea

Bandara Inncheon, walau capek semalaman di pesawat, tetap semangat.

Kami satu rombongan 22 orang, lumayan banyak. Dan sebagian besar dari kami telah saling mengenal sejak zaman kuliah, kalaupun bukan alumni IPB, tapi telah sering ikut kegiatan bersama, sehingga semua seperti bersaudara. Tapi tetap saja banyak kelucuan yang terjadi, maklum usia makin bertambah. Yang pasti, setiap kali berhenti di rest area, yang dicari adalah toilet.

Dan karena toilet di Korea menganut sistem kering, kami semua sedia tisu basah, dan yang kurang puas membawa botol aqua kosong, yang nanti akan diisi di wastafel, sebelum antri di toilet. Rupanya ini juga menjadi perhatian Sunny, guide kami yang bisa berbahasa Indonesia. Dia cerita, setelah pulang dari Indonesia, dia juga belum merasa bersih jika hanya menggunakan tisu kering, jadi dia selalu sedia tisu basah. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Juni 1, 2017

Menyusuri Jakarta dengan busway

Tingkat kemacetan Jakarta yang makin menjadi-jadi membuatku memikirkan alternatif lain. Apalagi melalui jalan Fatmawati betul-betul menguras emosi saat ini, karena selalu macet, baik pagi, siang maupun petang. Awalnya masih bisa jalan kaki dari rumah  ke arah jalan Fatmawati untuk mencegat taksi, namun sudah beberapa minggu ini susah cari taksi kosong. Apaboleh buat, pilihan nya adalah naik KWK 11 ke arah stasiun Pasar Minggu untuk naik Commuter Lines atau naik Metro Mini ke Blok M, kemudian naik busway.

Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Mei 19, 2017

Cowok Korea dan kosmetik

Sunny dan Andy, guide dan photographer yang menemani A678 selama di Korea.

Jika melihat orang Korea, apa kesan saya? Kulitnya bersih dan putih. Jadi agak heran mendengar cerita-cerita, juga penjelasan Sunny (guide yang menemani kunjungan A678 plus ke Korea), bahwa di Korea sekitar 40% warganya pernah operasi plastik,  sisanya 40% menggunakan kosmetik tanpa operasi, sisanya baru alami.  Dan karena suntik botox saat ini dianggap berbahaya, maka sekarang ada cream yang dipakai seperti masker setiap malam selama tiga bulan terus menerus, kemudian dihentikan sampai 2 (dua) tahun, baru dipakai lagi. Ini dipercaya lebih sesuai untuk kesehatan. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Mei 14, 2017

Menonton Acara Nanta Show

Foto di depan gedung Nanta Show

Apa yang berkesan selama perjalanan saya bersama teman-teman A 678 plus di Korea? Selain wisata alam, wisata kuliner, juga wisata budaya, dan yang menarik adalah menonton “Nanta Show“. Terimakasih buat Sunny dan Tinoek, yang membuat itenerary nya.

Foto sebelum masuk gedung pertunjukan.

Sayang setelah acara dimulai, kami tak bisa lagi memotret. Lokasi Nanta Show di jalan yang ramai dan tidak bisa dilalui bis. Sunny menjelaskan, disekitar gedung untuk Nanta Show merupakan lokasi untuk indekos para mahasiswa, oleh karena itu jalanan cukup ramai, dan di kiri kanan jalan toko-toko dengan berbagai iklan menarik dipandang mata. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Mei 14, 2017

Day 3-A678++ City Tour di Seoul

A678++ di depan Gyeongbokgung Palace

Ini merupakan hari terakhir kami di Seoul. Sesuai kesepakatan, acara hari ini dimulai jam 8.00 pagi waktu Seoul karena semalam kami masuk hotel sudah larut malam.

Bergaya depan istana Raja

Setelah makan pagi di hotel, bis yang kami tumpangi melewati “Presidential Blue House“, kemudian menuju ke “Gyeongbokgung Palace“. Baca Lanjutannya…

Sunny telah mewanti-wanti agar kami bangun pagi, morning call jam 6.00 pagi, dan makan pagi mulai jam 6.50 waktu Korea, dan jam 7.30 waktu Korea kami harus sudah berangkat agar tidak terjebak macet. Pagi ini kami sarapan di I Park Condo yang terletak dekat Pantai Timur Korea, laut terlihat dari jendela kamar yang saya tempati bersama Ati. Di meja makan terlihat daun-daun an seperti krokot dan saus wijen serta saus kiwi, dan tentu saja tersedia kimchi. Kapan lagi mencoba makanan khas Korea ini, ternyata daun krokotnya renyah, dan sausnya enak. Baca Lanjutannya…

Setelah lama A678++ hanya berjalan-jalan di dalam negeri, kali ini kami kembali melakukan perjalanan ke luar negeri. Perjalanan ini dirancang sejak setahun sebelumnya, menyesuaikan dengan waktu masing-masing yang kesibukannya berbeda.  Dan karena rata-rata usia kami yang makin bertambah dan rata-rata sudah pensiun (kecuali para Profesor dan yang berwirausaha yang nggak ada kata pensiun), fisik kami tak sebugar dulu. Jadi kami hanya mengambil waktu tiga hari di Korea, ditambah perjalanan pulang pergi menjadi lima hari. Yang penting adalah kebersamaan, mengenang saat kuliah dulu. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Mei 10, 2017

Wisata Kuliner di Korea Selatan

Rombongan Faperta IPB A 678++ hanya tiga hari di Korea Selatan, dengan perjalanan pulang pergi menjadi lima hari. Cukup singkat untuk perjalanan wisata, namun berdasar pengalaman, itu paling pas untuk rombongan A678++ yang sudah cukup usia serta masih banyak yang masih aktif bekerja. Perjalanan kali ini sungguh menarik, terutama karena guide selalu berusaha mengajak kami mencoba makanan khas Korea di setiap acara makan.  Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Mei 8, 2017

Day 6- Madinah, sekitar masjid Nabawi

 

Hotel sekitar masjid Nabawi.

Hari ini kegiatannya rutin, karena rencana ziarah ke Raudah sudah dilaksanakan pada malam sebelumnya. Setelah makan pagi, diisi dengan diskusi agama, serta rencana perjalanan kembali ke tanah air besoknya. Bagi yang belum sempat ziarah ke Raudah, bisa melakukannya hari ini.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori