Oleh: edratna | Februari 15, 2015

Nostalgia perjalanan Jakarta-Bandung

LDR (Long Distance Relationship) merupakan hal biasa bagi saya, karena suami bekerja di Bandung sedang saya dan anak-anak di Jakarta. Saat anak-anak masih kecil, suami terbiasa menyetir sendiri dari Bandung ke Jakarta melalui Cianjur-Puncak-Ciawi-Jakarta. Saat itu Puncak di akhir pekan sudah macet, kadang suami terpaksa tidur di mobil menunggu jalan di ujung Ciawi ke arah Bandung dibuka, saat hari Minggu sore. Lama-lama lebih baik pergi pagi-pagi saat harus kembali ke Bandung. Inipun juga ada risikonya, suami dan anak-anak saat mau berlibur ke Bandung, sempat mobilnya ditabrak dari arah berlawanan oleh mobil box gara-gara sopirnya ngantuk. Semakin tambah usia, perjalanan dengan kendaraan sendiri, dirasakan makin capek, sehingga akhirnya berlangganan kereta api Parahyangan. Untuk memudahkan, suami membeli kursi kecil yang bisa dilipat seperti payung, untuk berjaga-jaga jika tak kebagian tempat duduk. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Januari 16, 2015

KOPSAR di Pasar Santa

Kenapa judulnya kopsar?  Kopsar atau Kopi Pasar, akhir-akhir ini banyak dilakukan oleh kaum muda di Pasar Santa. Setelah 7 (tujuh tahun) Pasar Santa lantai atas sepi, pengelola merevitalisasi lantai atas tersebut, membuat kios-kios kecil, disewakan secara murah…membuat kaum muda yang baru belajar wiraswasta berani memulai untuk membuat usaha.

Komunitas kaum muda  ini awalnya mulai membuat resto yang menjual berbagai minuman terutama kopi, yang di blend dengan berbagai macam, sehingga membuat rasa yang berbeda-beda. Peracik kopi ini yang membuat rasa kopi menjadi sangat bervariasi. Lama-lama kaum muda juga membuat berbagai macam makanan yang dibuat dalam sajian yang berbeda, keinginan komunitas kaum muda ini adalah bagaimana makanan/minuman khas Indonesia menarik untuk dijual, yang membuat segmen kaum muda tertarik untuk datang dan mencicipi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Januari 14, 2015

Menikmati kuliner di Pasar Mayestik

Siapa yang tak kenal pasar Mayestik, yang terletak di daerah Jakarta Selatan?  Pasar yang terkenal dengan bahan tekstil, serta kulinernya. Awalnya saya sering lewat depan pasar ini, atau sesekali mampir jika memerlukan bahan untuk kebaya. Saya makin kenal pasar ini sejak pertengahan tahun 2012, karena pekerjaanku membuatku sering bolak-balik melewati jalan di dekat pasar ini. Apalagi jika saya datang ke rumah teman, sering disuguhi kue yang enak-enak, yang rupanya dibeli dari pasar Mayestik ini.

Baca Lanjutannya…

Tulisan ini telah saya tulis di facebook, namun saya pikir bagus juga diulang lagi disini, mengingat banyak sekali penipuan dengan berbagai ragamnya.

————————————————————————————————————————————————————

Pagi-pagi saya membuka kompie, pertama-tama mengecek apakah ada email masuk. Mungkin karena kebiasaan, dengan adanya gadget dan hape yang juga bisa dipakai internetan, seharusnya ngecek email bisa langsung dari hape. Begitu membuka email, ada email masuk dari administrator dan saya langsung membukanya. Ternyata pemberitahuan bahwa email saya kena virus sehingga dalam waktu tak terlalu lama akan deactivated. Tentu saja saya kaget, secara instink langsung meng “Klik” untuk mulai scan email.  Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Desember 26, 2014

Bubur ayam

Bubur ayam
Bubur ayam
Siapa tak kenal bubur ayam? Saya mengenal jenis makanan ini pertama kali saat diajak ibu menengok saudara sepupu saat masih SMA. Saat itu, saya dan ibu menginap di mess WARA di komplek Halim Perdana Kusuma. Teman kakak sepupuku sedang ulang tahun, dan bibi memasak bubur ayam.
Saya melihat bibi memasak bubur ayam dalam dandang (sejenis panci yang digunakan untuk memasak nasi) besar, dan dalam proses nya, bubur diaduk terus. Awalnya terasa aneh makan bubur ayam ini, karena bagiku yang dinamakan bubur adalah bubur sumsum, bubur kacang ijo dan lain-lainnya. Walau tidak terbiasa, namun bubur ayam yang dimasak oleh bibi ini, rasanya enak, karena daging ayamnya langsung dicampur dengan ayam saat dimasak, sehingga rasa ayamnya sangat terasa. Dari yang awalnya tidak suka, lama-lama justru bubur ayam ini masakan yang paling saya suka, terutama jika badan mulai terasa kurang sehat.
Bubur ayam, adalah jenis makanan dari beras, yang dimasak dengan air yang banyak sehingga memiliki tekstur yang lembut dan berair. Bubur ayam biasanya disajikan dalam suhu panas atau hangat, disajikan dengan irisan daging ayam, irisan daun bawang, cakwe, bawang goreng dan lain-lain, sesuai selera. Baca Lanjutannya…
Oleh: edratna | Desember 23, 2014

Mencoba masakan di RM Palanta Minang, Padang

Beberapa kali mengunjungi kota Padang, saya tertarik dengan jejeran rumah makan (tenda) yang berada di tepi pantai. Kalau malam hari, banyak kendaraan berjejer di depan tenda-tenda tersebut. Sayangnya, setiap kali ke Padang selalu dikejar waktu, atau kalaupun punya waktu, badan sudah lelah setelah mengajar seharian, sehingga penginnya cuma ngegoler di kamar hotel. Ada kebiasaanku bersama teman akhir-akhir ini, karena tak yakin cocok dengan makanan hotel, biasanya saya membeli nasi Padang merk tertentu yang sudah saya kenal, kemudian di bawa ke kamar hotel. Setelah mandi, kami bisa makan di kamar, dengan membuat teh manis yang telah disediakan di kamar. Dan setelah beberapa kali, rupanya justru ini yang pas untuk saya, karena tak terlalu menguras tenaga.

Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | November 29, 2014

Jika sakit pinggang bagian bawah…

Sudah beberapa hari ini saya merasakan sakit agak di bawah pinggang sebelah kiri. Awalnya terasa saat bangun tidur, tiba-tiba saya kesulitan saat bangun, pinggang bagian bawah terasa sakit sekali. Pertama kali yang teringat adalah pijat, kebetulan saya mempunyai langganan tukang pijat yang mengenal tentang otot-otot di badan, serta selama ini cocok. Selesai dipijat, badan terasa lebih enak, tapi kemudian sakitnya terasa lagi. Minggu berikutnya saya sibuk, serta terlanjur janji bersama-sama teman akan mengikuti kegiatan camping di Tanakita. Apa boleh buat, apalagi saya menyukai kegiatan ini, dan karena semua sudah di pesan, saya tetap ikut camping bersama teman-teman. Bisa dibayangkan betapa rasa sakitnya setiap kali perubahan dari duduk ke berdiri, atau saat bangun dari berbaring. Tapi untuk melakukan perjalanan naik turun bukit dan jalan yang tak rata, tidak masalah. Begitu selesai kegiatan camping, saya memutuskan harus pergi ke dokter. Baca Lanjutannya…

Curug Sawer (foto by Aska)

Curug Sawer (foto by Aska)

Curug Sawer yang indah (foto by Aska)

Curug Sawer yang indah (foto by Aska)

Pagi masih berkabut, ketika kami semua sudah bangun dari tenda, yang berada di lokasi camping ground Tanakita. Saya mencoba menggerak-gerak kan badan dengan pelan-pelan, agar rasa sakit di pinggang kiri bawah agak reda (maklum kondisi saya pas jalan-jalan ini bukan kondisi terbaik), saya mulai melangkah pelan menuju ruangan yang menyediakan teh hangat atau kopi, yang bisa dipilih sesuai selera. Syukurlah badan menjadi hangat setelah minum teh hangat dan singkong goreng khas Tanakita yang renyah. Singkong di rebus dulu bersama irisan kunyit, garam, salam dan bawang putih, baru digoreng.

Tak lama teman-teman sudah berkumpul, setelah semua mandi dan makan pagi, kami bersiap berjalan kaki menuju ke curug Sawer. Pemandu, Akung yang setia menemani para penjelajah yang berusia rata-rata di atas 50 tahun, bahkan ada yang mendekati 70 tahun, memperkirakan perjalanan akan ditempuh 1,5 jam pulang pergi, padahal akhirnya molor menjadi 2,5 jam. Tak apa-apa yang penting bisa mencapai curug Sawer dan semua dalam keadaan sehat. Tak lama angkot merah yang akan mengantar kami sampai ke perbatasan dekat pos perkemahan Cinumpang telah datang, kami rame-rame menuju angkot. Baca Lanjutannya…

Camping ground Tanakita

Camping ground Tanakita

Kembali A678 ingin bersilaturahim, mumpung kami masih dikaruniai kesehatan dan masih kuat melakukan beberapa perjalanan yang tak terlalu melelahkan. Tapi, camping? Betulkah? Tinoek, teman yang terbiasa melakukan perjalanan dari hutan ke hutan, maklum dia pernah mbaurekso hutan-hutan Taman Nasional di Indonesia, meyakinkan kami kalau kami tak sulit melaksanakannya. Ini bukan camping biasa, namun camping eksekutif, artinya semua fasilitas camping, lengkap dengan sleeping bag nya telah disediakan. Kami juga tak perlu memikirkan makanan, juga jika ingin mengadakan api unggun, maka kayu yang siap dibakar juga ada. Dan pemandangan alamnya dijamin membuat kenangan yang manis. Baca Lanjutannya…

Petugas KA Stasiun Paledang-Cisaat, siap melayani penumpang

Petugas KA Stasiun Paledang-Cisaat, siap melayani penumpang

Sudah lama saya tak naik kereta api, dulu hampir dua minggu sekali naik kereta api dari Jakarta ke Bandung, menengok suami dan anak yang kuliah di Bandung. Sejak ada Tol Cipularang, dan banyak travel yang melayani perjalanan dari Jakarta ke Bandung pp, saya menjadi pelanggan travel, apalagi di rumah saya ada 3 pool travel yang melayani Bandung Jakarta, yaitu: CitiTrans, X-trans dan Baraya. Mendengar cerita teman, membaca Kompas dan media sosial lain, betapa nyaman nya naik kereta api sejak pimpinan PT KAI dipegang oleh pak Jonan, membuat saya ingin merasakan kembali perjalanan dengan kereta api. Jadi, saat teman-teman mengajak camping di Tanakita, dengan menggunakan kereta api,  saya sangat  bersemangat untuk ikut. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 249 pengikut lainnya.