Bersantai di Tully’s Coffee

Dalam perjalanan ke Jepang kali ini, saya sering melihat Tully’s Coffee, resto kesukaan Narp. Tully’s Coffee di Toyohashi station suasananya menyenangkan, orang bisa menikmati makanan ringan maupun makanan berat di situ, bisa cuma sekedar mengobrol dan yang menarik bisa sambil kerja karena Cafe ini dilengkapi wifi yang kenceng.

Lanjutkan membaca “Bersantai di Tully’s Coffee”

Iklan

Odaiba, Island in Tokyo

Jalan favorit turis ambil foto, dengan rainbow bridge di latar belakang.

Jika sempat ke Tokyo, yg merupakan perjalanan panjang naik kereta api (Shinkansen Kodomo) 2  (dua) jam dari Toyohashi, anak bungsuku paling senang ke Odaiba, merupakan tempat yg indah, perpaduan antara alam, pengelolaan lingkungan, teknologi dan kota modern.

 

Odaiba merupakan pulau yang berasal dari reklamasi sampah,  yang tak bisa diolah kembali….bayangkan bisa menjadi tempat yang indah seperti ini.

Lanjutkan membaca “Odaiba, Island in Tokyo”

Dari Asakusa ke Odaiba naik Tokyo Cruise

Jumat, 14 September 2018.

Narp sudah lama ingin ke Odaiba dengan naik kapal menyusuri  Sumida Gawa River yang membelah kota Tokyo. Sayang, selama ini dia hanya sendirian jika pergi ke Odaiba. Kali ini, dia meyakinkan saya dan Hiro untuk naik kapal menuju Odaiba, baru pulangnya naik kereta api. Saat Narp menghubungi Imelda lewat messenger, Imel sempat berkata…”Hati-hati lho, cuaca kurang bagus.” Saya juga agak deg-deg an, karena sejak menginjakkan kaki di Yokohama tadi malam, hujan terus mengguyur Tokyo, sempat reda dan kembali turun gerimis saat kami sampai di Asakusa Temple (Sensouji Asakusa).

Kapal Hotaluna

Namun saya juga penasaran, ingin mencoba merasakan naik kapal dengan pemandangan indah di kiri kanan sungai.

 

Kapal Hotaluna bersandar di Odaiba Beach Park

Kami melanjutkan perjalanan dari Sensouji Asakusa dengan berjalan kaki, sambil melihat pemandangan, memotret jika ada obyek yang menarik.

Lanjutkan membaca “Dari Asakusa ke Odaiba naik Tokyo Cruise”

Mengunjungi Shiraito no Taki dan Otodome no Taki

Petunjuk jalan ke arah Shiraito no Taki

Setelah gagal mendapatkan foto Fujisan yang bagus di Fumutoppara, dalam perjalanan Hiro menanyakan mau kemana, pilihannya mau melihat peternakan apa air terjun. Narp cerita ini air terjun paling bagus yang pernah dilihatnya di Jepang, dan lokasinya tak jauh dari jalan mobil sehingga ibu tidak akan capek.

Lanjutkan membaca “Mengunjungi Shiraito no Taki dan Otodome no Taki”

Mengunjungi Asakusa Temple

Di depan Asakusa Temple

Dari Cabin hotel kami berangkat sekitar jam 9.30 am. Hujan masih mengguyur daerah China town, jadi kami memakai payung menuju stasiun. Cuaca hari ini memang diramalkan mendung, namun cerah setelah tengah hari. Dari Ishikawacho Station, kami naik JR line menuju Tokyo station. Sampai Tokyo station kami mempelajari peta untuk mengetahui lokasi penitipan koper.

Lanjutkan membaca “Mengunjungi Asakusa Temple”

Menginap di Cabin Hotel, Yokohama

Memilih hotel yang tepat merupakan bahan diskusi antara anak, menantu dan saya. Karena kawatir kalau harus ngomong bahasa Jepang, saya meminta pada Hiro, bagaimana cari hotel yang cukup murah dan kami bertiga tidur sekamar. Setelah mencari dari internet, pilihan jatuh pada Cabin hotel di daerah China town, yang baru dibuka tiga bulan sebelumnya.  Hotel ini masih dekat dengan stasiun, dan cukup jalan kaki untuk mencapainya. Hotel ini dip[ilih karena sarapan paginya ada bubur ayam yang terlihat lezat difoto.

Lanjutkan membaca “Menginap di Cabin Hotel, Yokohama”

Melihat Fujisan dari dekat

Menunggu shinkansen Kodomo di Toyohashi station

Setelah badan agak enakan, dan dicoba pergi ke Nagoya perutku tak bermasalah, anak dan menantuku membuat rencana pergi ke gunung Fuji (Fujisan….San=gunung).

Memang melihat gunung Fuji dari dekat ini merupakan keinginanku sejak pertama kali ke Jepang, namun saat kunjungan sebelumnya si bungsu sedang sibuk-sibuknya kuliah serta cuaca saat itu kurang bersahabat (hujan terus).

Lanjutkan membaca “Melihat Fujisan dari dekat”