Oleh: edratna | Februari 9, 2016

Jalan-jalan A678: F1 Aina Jagung Supermanis

Jagung F1 Aina-supermanis

Jagung F1 Aina-supermanis

Pagi itu, rombongan kami dari hotel di Bukittinggi menuju Payakumbuh karena akan melihat Lembah Harau. Dipinggir jalan antara Bukittinggi-Payakumbuh, di daerah Koto Baru, terdapat pondok F1 Aina, yang khusus menyajikan berbagai makanan dari jagung.

Mengupas jagung

Mengupas jagung

Jagung yang diolah berasal dari daerah Payakumbuh yang memang terkenal dengan jagung manisnya. Jagungnya benar-benar manis, oleh karena itu diberi nama F1 Aina Jagung Supermanis. Baca Lanjutannya…

Air terjun Lembah Anai

Air terjun Lembah Anai

Jika kita melakukan perjalanan dari kota Padang menuju Padangpanjang, di kiri jalan ada air terjun yang cukup besar,  dengan ketinggian sekitar 35 meter, yang merupakan bagian dari aliran sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang yang menuju daerah patahan Anai (Wikipedia).

Foto bersama adik dan teman

Foto bersama adik dan teman

Tak jauh dari air terjun ini terlihat  pemandangan perbukitan dan rel kereta api peninggalan Belanda, yang sekarang jalurnya akan diaktifkan lagi. Ini merupakan ketiga kalinya saya menikmati Lembah Anai. Menjelajahi Sumatra Barat, mata kita disegarkan oleh pemandangan yang masih hijau, sehingga kita benar-benar bersyukur hidup di bumi Indonesia ini. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Januari 29, 2016

Jalan-jalan A678:Lembah Harau yang Memukau

Lembah Harau yang memukau

Lembah Harau yang memukau

Lembah Harau sungguh memukau. Lembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Koto, Provinsi Sumatera Barat. Berada sekitar 138 km dari Padang dan sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Koto. Tempat ini dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Baca Lanjutannya…

Mencoba menyeberang melalui jembatan akar (foto by Iswandi)

Mencoba menyeberang melalui jembatan akar (foto by Iswandi)

Salah satu tujuan wisata rombongan A678 adalah jembatan akar di Painan. Jembatan akar ini diperkirakan sudah berumur ratusan tahun, yang dibangun dengan melilitkan akar dari dua jenis pohon Kubang (menurut cerita penduduk setempat), yang tumbuh disekitar sungai tempat jembatan tersebut dibangun.  Baca Lanjutannya…

Pemanangan di Puncak Mandeh yang memukau

Pemandangan di Puncak Mandeh yang memukau

Hari pertama tour di Padang kami dibagi dua rombongan, karena untuk menuju Puncak Mandeh tidak bisa menggunakan bis yang besar. Perjalanan cukup jauh, sehingga jika meng agendakan ke Puncak Mandeh diperlukan waktu seharian, dengan jalan yang berkelak-kelok serta pemandangan yang indah, melalui jalan sepanjang pantai dari Teluk Bayur sampai kota Painan, kemudian diganti dengan pemandangan sawah menghijau dan bukit hijau yang terjal. Mendekati puncak Mandeh, suasana berganti dengan batuan besar-benar serta pohon nipah, yang menunjukkan sudah mendekati daerah pesisir. Baca Lanjutannya…

A678 siap jalan-jalan keliling Sumbar

A678 siap jalan-jalan keliling Sumbar

Kembali A678 melakukan hal yang telah rutin dilaksanakan, yaitu jalan-jalan bersama anggota A678 (Faperta IPB angkatan ke 6, ke 7 dan ke-8) bersama keluarganya. Sebagian besar teman sudah pernah pergi ke Sumbar sehingga ini bukan perjalanan yang pertama kalinya, namun pergi bersama teman seangkatan lain rasanya, ada banyak hal yang tak bisa dituliskan di sini, namun hanya bisa dirasakan. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Desember 30, 2015

2015 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 300.000 kali di 2015. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 13 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Tumbuh Kembang Bersama

Tumbuh Kembang Bersama

Saya mengenal ibu Rini S. Soemarno saat ada acara jalan-jalan bersama teman-teman angkatan Faperta IPB (A678) ke Thailand di awal tahun 2013. Kesan saya pertama kali, ibu Rini adalah seorang ibu yang bertutur lembut, santun, tenang dan seolah-olah siap menghadapi apapun. Seiring dengan perjalanan waktu, saya makin mengenal beliau, dan mengagumi beliau. Bahkan di usianya saat ini, beliau tetap sehat, langsing dan sigap.

Buku “Tumbuh Kembang Bersama; Dari Kampus Membina Keluarga” yang disusun oleh Agus MD, serta editornya Srikandi Waluyo (sahabat bu Rini sejak SMA), menceritakan perjalanan ibu Rini bersama keluarga. Awalnya saya memperkirakan bahwa buku ini seperti otobiografi yang selama ini saya baca. Namun rupanya, buku ini lebih banyak menceritakan bagaimana pak Soerojo (suami ibu Rini, yang merupakan seniornya saat di IPB, saat itu masih Fakultas Pertanian Universitas Indonesia), mengawali usaha beternak ayam sambil kuliah di Bogor. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Desember 26, 2015

Balikpapan-Samarinda

Perjalanan saya ke Balikpapan akhir Nopember 2015 yang lalu menyisakan kepedihan, di satu sisi banyak terjadi pembangunan, namun di sisi lain banyak usaha yang dari ada menjadi tiada, entah karena persaingan, menjadi tidak ada, atau pindah disebabkan merasa lokasi tersebut tak cocok lagi untuk bisnisnya.

 

Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Desember 18, 2015

Raja Kepala Ikan

Bersama teman-teman dari Bank Kaltim

Bersama teman-teman dari Bank Kaltim

Teman dari sebuah bank di Kaltim ingin mengajak makan siang bersama, sambil menunggu bapak-bapak yang lain sholat Jumat. Restoran nya tidak jauh dari kantor bank tersebut, sehingga cukup untuk berjalan kaki.

Tentu saja saya menyambut tawaran ini, karena kalau ke kota ini, saya suka dengan masakan ikan nya. Ikan nya masih segar, sehingga dimasak bumbu apapun rasanya tetap enak. Selain itu saya sudah mengurangi daging merah, belum tentu sebulan sekali makan daging merah. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 321 pengikut lainnya