Oleh: edratna | Desember 7, 2016

Jalan-jalan ke Kebun Cibedug

Saung dan kebun

Saung dan kebun

Setiap kali, kami ingin mengadakan pertemuan di suatu lokasi yang mengingatkan kebersamaan saat-saat masih kuliah dulu. Kebetulan teman seangkatan, menawarkan untuk ketemu di kebun tantenya di daerah Cibedug. Makanan sharing dari teman-teman yang memang ahli memasak.

Nin-nin A678 plus yang ceria.

Nin-nin A678 plus yang ceria.


Pertama-tama yang ditanya adalah bagaimana cara mencapai lokasi. Kebetulan sebagian besar teman-teman saya setelah lulus kuliah masih bekerja yang dekat dengan keahliannya, dan tinggal di seputaran Bogor-Ciawi. 
Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | November 6, 2016

Ke Tanakita lagi yuuuk

Tuan dan nyonya onderneming.

Tuan dan nyonya onderneming.

Jika kepala sudah penuh dan merasa lelah, maka pikniklah bersama para sahabat. Tempat piknik nggak usah jauh-jauh, ada beberapa tempat yang mudah dicapai dari Jakarta, antara lain Tanakita, yang hanya sekitar 3 (tiga) jam naik kereta api dari stasiun Tanjung Barat Jakarta Selatan. Dari stasiun Tanjung Barat naik commuter lines menuju stasiun Bogor, kira-kira satu jam. Di stasiun Bogor  turun, kemudian jalan kaki sekitar 100 meter menuju stasiun Paledang. Yang tidak suka jalan kaki bisa naik ojek atau becak (yang kadang masih ada). Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Oktober 31, 2016

Mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang

A678 plus di Gunung Padang.

A678 plus di Gunung Padang.

Keinginan untuk mengunjungi Situs Gunung Padang ini muncul sejak pemberitaan kontroversi tentang situs ini sekitar tahun 2013-2014 an di media. Namun ternyata tak mudah, selain berbagai saran teman yang terkadang menakutkan, yang katanya undakan nya tinggi sekali, serta berbagai cerita misteri lain, mencari teman yang sama-sama menyenangi naik bukit tidak mudah.

Tetapi kemudian, dengan saling mempengaruhi, saya dan beberapa teman menjadi terobsesi, sehingga salah satu sahabat yang selama ini memang senang berpetualang di wisata alam, mencoba mencari informasi. Dan setelah melalui beberapa kali dilakukan perombakan terhadap itenerary,  agar cocok untuk para nin-nin dan akung yang sudah  kena faktor “U” ini, maka perjalanan siap dilaksanakan. Alhamdulillah akhirnya ada 10 orang yang bersedia ikut. Baca Lanjutannya…

Terowongan Lampegan 1879-1882. Renovasi 2010

Terowongan Lampegan 1879-1882. Renovasi 2010.

Terowongan Lampegan dibangun pada tahun 1979 oleh Perusahaan Kereta Api Belanda ” Staats Spoorwegen“, usia terowongan Lampegan saat ini hampir mencapai 140 tahun. Tujuan pembangunan terowongan Lampegan pada masa kolonial, adalah untuk memudahkan pengiriman hasil bumi di Jawa seperti: kopi, palawija, dan rempah-rempah, yang merupakan komoditas tinggi saat itu. Dengan pembangunan ini, diharapkan jalur kereta api Jakarta-Bogor, Bogor-Sukabumi dan Sukabumi-Bandung dapat ditembus melalui Cianjur. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Oktober 26, 2016

Stasiun Kereta Api Lampegan

Stasiun Lampegan dilihat dari arah terowongan Lampegan.

Stasiun Lampegan dilihat dari arah terowongan Lampegan.

Stasiun Lampegan adalah stasiun kereta api, terletak di desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Cianjur. Stasiun ini dibangun pada tahun 1882 sebagai stasiun penjaga terowongan Lampegan yang berada di dekat nya.

Stasiun Lampegan awalnya digunakan untuk mengangkut hasil bumi di tanah Jawa hingga ditutup tahun 2001, karena longsor besar yang menutup mulut terowongan.

A678 plus di depan stasiun Lampegan.

A678 plus di depan stasiun Lampegan.

Runtuhnya sebagian terowongan telah memotong panjang terowongan yang membelah bukit Gunung Kencana sepanjang +/- 600 meter hingga hanya tersisa +/- 400 meter saat ini. Renovasi stasiun dan terowongan (yang sempat terjadi longsor saat diperbaiki), akhirnya diselesaikan dan berfungsi kembali pada tahun 2010.  Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Oktober 25, 2016

Merencanakan perjalanan dengan baik

Agar perjalanan bersama keluarga, sahabat dan teman menyenangkan, maka rencanakan perjalanan jauh sebelumnya secara detail. Perjalanan yang menyenangkan disesuaikan dengan karakter para anggota yang akan ikut tour, agar keinginan masing-masing tetap terpenuhi tanpa merusak acara grup. Akhir pekan kemarin, saya bersama teman-teman, dipimpin tour leader yang juga sahabat semasa kuliah, merencanakan tour ke Gunung Padang, di Kabupaten Cianjur. Rencana ke Gunung Padang ini sudah dibahas dua tahun belakangan, namun kalah peminat dengan tour yang lain. Sampai akhirnya saya ngomong sama Tinoek….kita rencanakan untuk yang benar-benar tertarik saja, karena ini memang untuk teman yang suka wisata alam, pakai ransel (berat maksimal hanya 5 kg karena sudah pinisepuh). Biar cuma 4 (empat) orang, kita tetap jalan… Syukur Alhamdulillah akhirnya mencapai 10 orang yang mau ikut. Baca Lanjutannya…

Kebun sayur ABBAS Agri

Kebun sayur ABBAS Agri

Kami, para alumnus Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Indonesia, yang kemudian menjadi Institut Pertanian IPB, diundang oleh Uni Farida Abdullah (Angkatan 62) dan Bang Daud Husni Thamrin (Angkatan 59),  untuk menikmati udara gunung yang segar di lereng Gunung Gede.

Foto dulu di depan rumah Uni Ida dan bang Husni Thamrin.

Foto dulu di depan rumah Uni Ida dan bang Husni Thamrin.

Uni Ida dan Bang Husni Thamrin

Uni Ida dan Bang Husni Thamrin

Perjalanan ke Ciloto ini sungguh mengasyikkan, karena saya berkesempatan ketemu para dosen senior yang dulu pernah membimbing dan mengajar kami, para senior, sahabat serta para junior, yang semuanya menyatu menikmati kegembiraan tanpa batas dan sekat. Bahkan serasa mengikuti kuliah terbuka di lapangan.

Bang Syarif sedang menjelaskan, didampingi ibu Sri Setyati

Bang Syarif sedang menjelaskan, didampingi ibu Sri Setyati

Kami mendapat penjelasan dari pakarnya di lapangan, yaitu bang Syarif Bastari (putra bang Husni Thamrin, IPB angkatan A25), ditambah penjelasan ibu Prof Dr. Ir. Sri Setyati, Msc, pakar hortikultura. Saya salut dengan bu Sri, beliau sudah berusia hampir 80 tahun, namun masih gesit mengelilingi kebun sayur ABBAS Agri di bawah terik matahari, sambil memberi penjelasan pada kami tentang berbagai pepohonan dan tanaman sayuran.

Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Agustus 23, 2016

Indahnya Pulau-pulau sekitar Pulau Belitung

Pantai Tanjung Kelayang, Belitung

Pantai Tanjung Kelayang, Belitung

Hari kedua tour Belitong, peserta harus siap di lobby hotel jam 8 pagi, karena acara hari ini adalah tour dengan tujuan ke empat pulau, yang berserakan di sekitar pulau Belitung. Wajah-wajah ceria siap menyambut pagi hari. Semua sudah membawa perlengkapan pakaian ganti, pakai sandal yang bisa digunakan berbasah-basah an. Rombongan menuju pantai Tanjung Kelayang, pemandu wisata memberitahu bahwa dua pulau yang akan dituju tak ada toiletnya sehingga peserta disarankan ke toilet sebelum naik perahu. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Agustus 17, 2016

Napak tilas Laskar Pelangi di Belitong

The essence of travel
Perjalanan bersama teman2ku kali ini adalah salah satu yang kuimpikan selama ini. Satu group yang tidak banyak (12 orang) bersama seorang ‘guide’ yang sangat menguasai tentang lanskap alam dari destinasi yang kami kunjungi. Sepanjang perjalanan tak hentinya temanku yang profesor di bidang mineralogi berbagi ilmunya dengan penuh antusias menceriterakan proses terjadinya fenomena lanskap yang indah di Belitung. Batuan yang terbentuk selama jutaan tahun tersebut ternyata juga mengandung unsur2 kimia yang menurut salah satu peserta group, seorang profesor dari kedokteran gigi, merupakan bahan untuk menambal gigi!
Menikmati keindahan alam dan memperoleh pengalaman dan pembelajaran adalah satu kriteria yang selama ini aku perkenalkan sebagai ‘ecotourism’, the essence of travel …
 (Oleh Tinoek).
Tempat shooting "Laskar Pelangi di Tanjung Tinggi.

Tempat shooting “Laskar Pelangi di Tanjung Tinggi.

Setiap tahun, teman-teman seangkatan saat kuliah dulu selalu menyisihkan waktu untuk mengunjungi berbagai tempat di tanah air. Tak diragukan, bepergian bersama teman, sahabat, menumbuhkan keakraban yang bahkan terkadang melebihi saudara, Kali ini kami merencanakan tour ke Belitung, untuk melihat keindahan alam Belitung sebagaimana digambarkan oleh novel nya Andrea Hirata., dan kemudian di filmkan dalam film “Laskar Pelangi”. 

Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Juli 10, 2016

Asam Pedas khas Kuala Mempawah

Pak Amat, pemilik Rumah Makan Asam Pedas, khas Mempawah.

Pak Amat, pemilik Rumah Makan Asam Pedas, khas Mempawah.

Pak sopir yang mengantar kami, berpromosi bahwa ikan asam pedas ini benar-benar enak rasanya. Dari bandara Supadio, Pontinak, yang saat itu sudah menunjukkan jam 13.30 wib, kami langsung menuju jalan HM Soewignyo, lokasi Rumah Makan pak Amat. Kami bertemu langsung dengan pemiliknya, yang rupanya memulai usaha rumah makan ini baru enam bulan lalu.

Apa??? Enam bulan lalu tapi pengunjungnya sudah banyak. Sebelumnya pak Amat berjualan goreng-goreng an, namun kemudian mencoba membuka rumah makan sederhana ini dengan masakan khas buatan nya. Ya, memang pak Amat sendiri yang memasak nya. Sementara ini, dia menyewa ruangan sederhana, untuk rumah makan nya. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori