Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, tentang suka dukanya mengurus persyaratan menikah dengan warga negara Jepang, setelah pernikahan telah berjalan lancar, maka ribet lagi mengurus pencatatan nya. Sebetulnya sih hebohnya karena kurang informasi dan tak tahu kemana mesti bertanya.

Akhirnya, karena sesuatu dan lain hal, si bungsu menikah di KBRI Jepang, tepatnya di mushola Sekolah Republik Indonesia Tokyo. Disini, anak saya dan suaminya mendapat buku nikah yang berwarna hijau dan merah, dengan pesan agar nanti jika pulang ke Indonesia supaya dilaporkan. Nahh di sini mulai kacau informasinya, pemahaman saya dan suami adalah dilaporkan ke KUA di Jakarta. Jadi saat sebelum diadakan acara syukuran di Jakarta, si bungsu menelepon Kepala KUA apakah bisa datang hari Senin, kepala KUA menjawab ada di tempat.  Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Maret 2, 2017

Si Kecil dan Dokter Gigi

Zaman anak-anak saya, mengajak ke dokter gigi adalah hal yang paling sulit. Mereka sudah takut duluan dengan peralatan dokter gigi. Sampai akhirnya ketemu dengan dokter gigi perempuan, yang pinter menarik hati anak-anak. Sebelum anak saya duduk di kursi untuk diperiksa, diajak latihan menggosok gigi boneka. Kemudian baru anak saya beneran duduk di kursi untuk periksa gigi, dan bu dokter gigi bilang…..” Buka mulut ya, nggak lama kok…..nggak sampai 10 hitungan.” Bagaimana caranya? Rupanya bu dokter menghitungnya pelan-pelan sehingga sampai selesai nggak menyentuh angka 10.

Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Februari 26, 2017

Vaksin meningitis dan vaksin flu

Sebagai salah satu syarat mengurus visa untuk umroh adalah harus vaksin meningitis, sedang vaksin flu optional. Saya berangkat dari Jakarta pagi-pagi, naik Cititrans jam 5.15 wib. Jalanan lancar, namun mulai belok ke Cipularang, mulai tersendat dan lama-lama berhenti. Aduhh kenapa ya…apa ada yang longsor lagi atau kecelakaan? Setelah menunggu lama, kendaraan mulai bergerak lagi, rupanya di kiri jalan banyak truk yang antri untuk keluar tol Purwakarta. Selanjutnya jalan Tol Cipularang dari Purwakarta ke Bandung relatif lancar.

Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Februari 11, 2017

TenRen’s Tea

TenRen's Tea

TenRen’s Tea

Setiap kali melewati bangunan dengan dekorasi warna hijau ini, saya selalu menengok, gara-gara si sulung sudah lama ingin mentraktir saya untuk mencoba berbagai jenis teh, karena tahu ibunya suka menikmati teh.

Si sulung depan pintu masuk TenRen's Tea.

Si sulung depan pintu masuk TenRen’s Tea.

Kebetulan saat ini dia sedang ada proyek di daerah Pecenongan, yang berdekatan dengan tempat kerja saya di jalan Veteran II. Tapi kapan ya…. rasanya waktu kok nggak pernah cukup. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Februari 10, 2017

Kencan makan siang dengan si sulung

Resto Ajag Ijig tampak luar

Resto Ajag Ijig tampak luar

Sudah sekitar setahun ini si sulung dapat proyek di daerah sekitar Pecenongan, sedang saya seminggu dua kali bekerja di daerah jalan Veteran. Jika waktunya pas, kami akan naik taksi dari rumah menuju daerah di belakang istana Merdeka ini. Sepanjang perjalanan yang terkadang sangat melelahkan, perjalanan bisa satu atau dua jam, tergantung tingkat kemacetannya, kami mengobrol ke sana kemari.

Dan setiap kali saya melewati sebuah resto yang desain nya unik di jalan Juanda, dalam hati saya bertanya, “Resto apakah itu?” Terbersit dalam hati, ingin mengajak makan siang bersama si sulung, berdua saja ….. nostalgia saat dia masih kecil. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Januari 8, 2017

Mencoba akupuntur

Saya sering mendengar dari beberapa teman tentang penyembuhan melalui akupuntur. Dan semakin tertarik setelah teman-teman di WA grup membahas cara pengobatan ini karena tanpa pemberian obat. Tapi yang masih membuat ragu, sakitkah? Bukankah badan kita ditusuk beberapa jarum? Membayangkan disuntik saja sudah sakit, bagaimana pula dengan badan ditusuk berbagai macam jarum. Namun sakit di bahu kanan yang mengganggu membuat saya harus berani mencoba. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Desember 7, 2016

Jalan-jalan ke Kebun Cibedug

Saung dan kebun

Saung dan kebun

Setiap kali, kami ingin mengadakan pertemuan di suatu lokasi yang mengingatkan kebersamaan saat-saat masih kuliah dulu. Kebetulan teman seangkatan, menawarkan untuk ketemu di kebun tantenya di daerah Cibedug. Makanan sharing dari teman-teman yang memang ahli memasak.

Nin-nin A678 plus yang ceria.

Nin-nin A678 plus yang ceria.


Pertama-tama yang ditanya adalah bagaimana cara mencapai lokasi. Kebetulan sebagian besar teman-teman saya setelah lulus kuliah masih bekerja yang dekat dengan keahliannya, dan tinggal di seputaran Bogor-Ciawi. 
Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | November 6, 2016

Ke Tanakita lagi yuuuk

Tuan dan nyonya onderneming.

Tuan dan nyonya onderneming.

Jika kepala sudah penuh dan merasa lelah, maka pikniklah bersama para sahabat. Tempat piknik nggak usah jauh-jauh, ada beberapa tempat yang mudah dicapai dari Jakarta, antara lain Tanakita, yang hanya sekitar 3 (tiga) jam naik kereta api dari stasiun Tanjung Barat Jakarta Selatan. Dari stasiun Tanjung Barat naik commuter lines menuju stasiun Bogor, kira-kira satu jam. Di stasiun Bogor  turun, kemudian jalan kaki sekitar 100 meter menuju stasiun Paledang. Yang tidak suka jalan kaki bisa naik ojek atau becak (yang kadang masih ada). Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Oktober 31, 2016

Mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang

A678 plus di Gunung Padang.

A678 plus di Gunung Padang.

Keinginan untuk mengunjungi Situs Gunung Padang ini muncul sejak pemberitaan kontroversi tentang situs ini sekitar tahun 2013-2014 an di media. Namun ternyata tak mudah, selain berbagai saran teman yang terkadang menakutkan, yang katanya undakan nya tinggi sekali, serta berbagai cerita misteri lain, mencari teman yang sama-sama menyenangi naik bukit tidak mudah.

Tetapi kemudian, dengan saling mempengaruhi, saya dan beberapa teman menjadi terobsesi, sehingga salah satu sahabat yang selama ini memang senang berpetualang di wisata alam, mencoba mencari informasi. Dan setelah melalui beberapa kali dilakukan perombakan terhadap itenerary,  agar cocok untuk para nin-nin dan akung yang sudah  kena faktor “U” ini, maka perjalanan siap dilaksanakan. Alhamdulillah akhirnya ada 10 orang yang bersedia ikut. Baca Lanjutannya…

Terowongan Lampegan 1879-1882. Renovasi 2010

Terowongan Lampegan 1879-1882. Renovasi 2010.

Terowongan Lampegan dibangun pada tahun 1979 oleh Perusahaan Kereta Api Belanda ” Staats Spoorwegen“, usia terowongan Lampegan saat ini hampir mencapai 140 tahun. Tujuan pembangunan terowongan Lampegan pada masa kolonial, adalah untuk memudahkan pengiriman hasil bumi di Jawa seperti: kopi, palawija, dan rempah-rempah, yang merupakan komoditas tinggi saat itu. Dengan pembangunan ini, diharapkan jalur kereta api Jakarta-Bogor, Bogor-Sukabumi dan Sukabumi-Bandung dapat ditembus melalui Cianjur. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori