Oleh: edratna | April 25, 2015

Manajemen Risiko dalam Sindikasi

1. Definisi Manajemen Risiko

Manajemen Risiko adalah merupakan serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha Bank. Manajemen Risiko merupakan upaya untuk mengelola risiko agar peluang mendapatkan keuntungan dapat diwujudkan secara sustainable.

Baca Lanjutannya…

Salut untuk pak Jonan….

Stasiun Gambir

Stasiun Gambir

Saya betul-betul menikmati perjalanan bersama teman-teman naik kereta api kali ini. Kami berangkat dari stasiun Gambir jam 11.10 wib, sekitar jam 10 pagi semua sudah berkumpul. Stasiun Gambir terasa berbeda, tidak dipenuhi orang-orang yang tidak berkepentingan karena untuk bisa masuk  ke stasiun kereta api bagian dalam (peron), harus mempunyai karcis sesuai dengan nama yang tertera di KTP nya.

Di kanan rombongan kami ada bapak ibu rombongan alumni Universitas Jayabaya tahun 1980 an dengan dress code atas putih bawahan gelap. Seru sekali melihat kegembiraan mereka, sedangkan rombongan kami yang berjumlah 18 orang (dua orang akan bergabung di Pekalongan) hanya bergerombol, ketawa-ketawa namun tetap tenang, maklum semua sudah menjadi kakek atau nenek. Baca Lanjutannya…

29 Maret 2015
Gedung Museum Batik yang indah
Gedung Museum Batik yang indah
Pagi-pagi setelah makan pagi, kami berkumpul di lobby hotel Horison Pekalongan. Acara pagi ini adalah meninjau museum batik, melihat proses pembuatan batik, dan mencoba sendiri bagaimana membatik di atas kain. Rombongan antusias sekali, gedung museum batik sungguh indah dan bersih sekali. Kami dipesan untuk tidak mengambil foto di dalam museum, karena batik yang dipajang merupakan batik kuno dan sangat langka.

Baca Lanjutannya…

28 Maret 2015
Pagi-pagi saya mendapat WA, teman-teman mengajak jalan pagi. Saya tidak bisa ikut karena merasa pusing, apalagi hari ini rencananya kami akan jalan seharian dan malamnya menuju kota Pekalongan. Rupanya yang jalan-jalan selain melihat kota Cirebon di pagi hari, juga mampir ke pasar, jadi di restoran di lobby hotel Amaris saya ikut mencicipi serabi, dan buah-buah an yang dibawa teman-teman hasil belanja ke pasar. Selesai makan pagi, rombongan menuju Goa Sunyaragi. Panas yang menyengat tak membuat kami patah semangat, namun belajar dari pengalaman kemarin, kali ini saya tak membuntuti guide, apalagi medan nya lumayan naik turun, meloncati blok-blok yang di bawahnya ada air. Baca Lanjutannya…
Oleh: edratna | April 2, 2015

Eco Tour A678-hari pertama di Cirebon

27 Maret 2015

Di stasiun Gambir

Di stasiun Gambir

Pagi-pagi saya dengan adik yang khusus datang dari Semarang diantar anak sulung saya ke stasiun Gambir. Ternyata di sana telah ada Sri dan mas Moyo, yang rumahnya Bekasi, datang pagi-pagi karena anaknya sekaligus berangkat ke kantor.

Sambil menunggu teman yang lain, kelompok di sebelah kanan tempat kami duduk heboh sekali, ternyata mereka rombongan alumni yang juga mau piknik naik kereta api. Kereta api Tegal Bahari berangkat jam 11.40 wib, perjalanan seru sekali, karena hampir semuanya teman bersama keluarganya.

Sampai di stasiun Kejaksan Cirebon sudah dijemput oleh tour guide, kemudian kami diantar menuju hotel Amaris yang letaknya tak jauh dari stasiun.  Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | April 1, 2015

Teman-teman masa kecil

Pecel Madiun

Pecel Madiun

Sebelumnya, saya selalu ketawa kalau melihat foto-foto yang ada di fesbuk, yang menggambarkan pertemuan antara teman SMP. Rasanya hal yang tak mungkin terjadi bagi saya, untuk reuni SMA saja saya cuma datang sekali dan itu sudah lebih dari duapuluh tahun lalu, apalagi reuni SMP. Tapi sejak ada fesbuk, rupanya ada teman yang giat menghubungi teman-teman lainnya, menyatukan kepingan-kepingan yang akhirnya berhasil menyatukan teman-teman seangkatannya dulu. Sayangnya acara diadakan di kota kelahiran saya, yang kalau naik kereta membutuhkan waktu lebih dari 12 jam, hal yang sulit bagi saya karena pasti punggung pegal sekali. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Maret 25, 2015

Jenis Risiko yang Dihadapi Dunia Usaha

Kita perlu memahami apa jenis risiko yang dihadapi oleh usaha, terutama dalam menghadapi Persaingan Pasar Bebas Asean? Jenis risiko tersebut, baik untuk pasar domestik maupun pasar luar negeri, secara garis besar sebagai berikut:

I. Internal Influence (Micro Factors)

  • Financial Risk: Credit Risk, Liquidity Risk, Market Risk, Foreign Investment Risk.
  • Operational Risk
  • Technological Risk

II. External Influence (Macro Factors)

  • Economic Risk
  • Environmental Risk
  • Business Risk, Strategic Risk
  • Legal Risk
  • Political Risk
  • Social Risk

Baca Lanjutannya…

1. Latar Belakang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah sistem perdagangan bebas antara negara-negara di Kawasan Asia Tenggara. MEA mulai dirintis sejak tahun 2003 oleh para pemimpin negara ASEAN. Sepuluh negara ASEAN adalah negara: Filipina, Malaysia, Indonesia, Singapura, Brnei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Thailand, Laos dan Kamboja. Negara ASEAN diperkirakan akan menjadi  engine of growth bagi ekonomi dunia. Dengan MEA, memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di Asia Tenggara. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Maret 14, 2015

Pertemuan di kebun durian

Sebetulnya sudah lama teman-teman ingin mengadakan pertemuan di kebun Hoky ini, tapi entah kenapa setiap kali rencana berubah. Maklum, biar kami rata-rata sudah tidak aktif bekerja, ternyata pensiun tidak membuat kami berhenti dari aktifitas, justru banyak diantara teman yang menemukan passion nya, yang dulu tak sempat tergarap saat masih sibuk bekerja. Baca Lanjutannya…

1. Infrastruktur menjadi target pemerintah tahun 2015-2019.

Kita mengetahui bahwa pemerintah telah mentargetkan pengembangan dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung perkembangan perekonomian. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 bidang infrastruktur, antara lain: a. Penyelesaian jalur kereta api Trans Sumatera, pembangunan kereta api Trans Kalimantan, Sulawesi dan Papua, serta peningkatan kapasitas jalur yang sudah ada menjadi jalur ganda di Sumatera dan Jawa, terutama di lintas selatan Jawa. b. Pembangunan 15 bandara baru dan pengembangan 9 bandara kargo. c. Pembangunan infrastruktur mendukung 8 kawasan ekonomi khusus: Sei Mangkei, Tanjung Lesung, Maloy Batuta Trans Kalimantan, Bitung, Tanjung Api-api, Mandalika, Palu dan Morotai. d. Pembangunan Tol Trans Sumatera, Trans Jawa, Tol Samarinda-Balikpapan, dan Tol Manado-Bitung. e. Pembangunan “Dry port” di kawasan pertumbuhan ekonomi yang tinggi (Kendal dan Pacitan). f. Pembangunan 49 waduk. g. Pembangunan hydro power (Sumber: Litbang Kompas/BEY, disarikan dari lampiran Peraturan RI No.2 tahun 2015 tentang rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019). Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 276 pengikut lainnya.