Menikmati Masakan Ikan Bakar di Balikpapan

Duduk berdesakan menunggu pesanan ikan bakar.

Pertama kali mendengar  “Warung Ikan Bakar” yang terletak di belakang Kantor Pos Besar, Balikpapan ini sudah lama, dari salah satu pejabat bank di Samarinda. Dengan syarat mau antri, dan berpeluh karena saat makan siang, pengunjung sangat penuh.

 

Antri membeli ikan bakar.

Namun beberapa kali keinginan tak tercapai, karena pak sopir nggak tega melihat ibu-ibu dari Jakarta kepanasan dan keringatan. Kali ini kami benar-benar menekankan pada driver untuk mengantar ke tempat ikan bakar yang terkenal di belakang kantor pos Balikpapan.

Lanjutkan membaca “Menikmati Masakan Ikan Bakar di Balikpapan”

Iklan

Grup pertemanan yang berbeda namun tetap sehati

Apa grup pertemanan anda? Grup manakah yang paling kompak dan paling seru?

Saya mulai bergabung di grup teman-teman Smasa (singkatan dari SMA satu) Madiun ini baru setahun yang lalu. Awalnya ragu-ragu dan sempat keluar dari WA grup, mungkin karena lama tak ketemu (sekitar 48 tahun sejak lulus SMA…ooo udah tua ya), jadi obrolan tak nyambung. Syukurlah ada beberapa teman yang selalu menyemangati, jadi saya mulai datang ke acara kumpul-kumpul di Citos triwulan 2 tahun 2017. Banyak wajah-wajah yang pasti saya nggak kenal jika ketemu di jalan.

Lanjutkan membaca “Grup pertemanan yang berbeda namun tetap sehati”

Mengunjungi Sam Po Kong

Naik becak bersama suami

Setelah menghadiri acara di UNDIP, saya bersama suami dan adik bungsuku masih punya waktu untuk mengunjungi Sam Po Kong. Cuaca cerah dan terasa panas menyengat saat kami sampai di halaman parkir Sam Po Kong. Setelah membeli karcis, kami menunggu guide yang akan menemani kami jalan-jalan mengelilingi kompleks Sam Po Kong.

 

 

Di depan tulisan Sam Po Kong= Tiga Orang yang Dihormati Lanjutkan membaca “Mengunjungi Sam Po Kong”

Ketemuan di Pondok Serrata, Semarang

Saya lupa sejak kapan mulai heboh acara reuni an, mungkin diawali sejak  adanya sosmed ikut membuat saya terhubung dengan teman lama yang selama ini lama tak berjumpa. Akibatnya, jika memungkinkan,  diadakan reuni kecil-kecilan, berupa kopdar, ketemuan sambil makan-makan mengenang masa lalu. Bahkan ada beberapa kelompok teman yang membuat grup, yang tidak saja sekedar kumpul-kumpul namun juga melakukan hal-hal yang positif.

Lanjutkan membaca “Ketemuan di Pondok Serrata, Semarang”

Kota Lama dan Lawang Sewu

Gereja Blenduk, dilihat dari IBC.

Walau sering ke Semarang, selama ini saya cuma lewat saja, atau jika menghadiri acara tertentu,  besoknya langsung pulang ke Jakarta.  Kali ini saya pergi ke Semarang bersama suami dan adik bungsuku.  Setelah mendarat di bandara A. Yani, kami langsung menuju IBC di Kota Lama. IBC menempati bangunan tua yang masih indah, persis berada di depan gereja Blenduk yang terkenal, yang selama ini juga baru saya lihat gambarnya.

Lanjutkan membaca “Kota Lama dan Lawang Sewu”

Menghadiri Launching Buku 8 Bahasa Cinta

Mbak Tuti dan buku nya, yang merupakan kumpulan dari tulisan di blog.

Saya menerima WA dari mbak Tuti Nonka, Blogger, Penulis Novel sejak tahun 70 an, dan sehari-hari beliau dosen yang aktif dengan latar belakang Teknik Sipil. ” Mbak Enny, jika ada waktu longgar, saya mengundang pada launching buku kumcer saya besok hari Sabtu.” Saya langsung lihat kalender, kelihatannya belum ada kegiatan, yang jadi kendala justru kesehatan saya lagi naik turun akhir-akhir ini, dan yang mengganggu adalah vertigo nya sering datang. Saya nggak berani janji tapi akan saya usahakan datang.

 

Kumpulan Cerpen 8 Bahasa Cinta dari 8 Penulis.

Alhamdulillah hari Sabtu pagi itu kondisi saya sehat, jadi saya merencanakan sekalian menengok teman yang sakit di RSAL dan RSCM sebelum menghadiri acara bukunya mbak Tuti. Syukurlah libur tiga hari membuat jalanan Jakarta lancar…

Senangnya ketemu penulis favorit (Mbak Tuti Nonka), juga ketemu Erna Lindasari (Baju merah).

Lanjutkan membaca “Menghadiri Launching Buku 8 Bahasa Cinta”

Cibubur, 25 Februari 2018

Cover buku yang dipilih

Cibubur adalah daerah di selatan Jakarta menuju Bogor, yang masih banyak pohon hijau nya. Cibubur yang ada di bayangan kita adalah tempat lokasi kegiatan pramuka. Di Cibubur ada Cibubur Junction, nama Mal yang persis di jalan dekat  Tol keluar dari Cibubur. Namun Cibubur bagi komunitas kami adalah tempat anaknya Lilik Raditya, yang setiap tiga bulan sekali menjadi domisili Lilik jika berada di Jakarta.

Minggu ini kami kumpul di Cibubur, selain silaturahim bersama sahabat lama, juga membahas kemajuan buku alumni SMA 1 Madiun tahun 1969 (selanjutnya disebut Smasa), yang diharapkan bisa launching pada saat reuni emas alumni Smasa 69 di Madiun.

Lanjutkan membaca “Cibubur, 25 Februari 2018”