Diomedia: Obrolan Menulis Memoar Inspiratif

Ini kedua kalinya saya ikut mengobrol lewat google meet bersama teman-teman para memoaris, belajar bersama dan saling mensupport agar kami bisa menulis dengan baik dan bermanfaat untuk orang lain. Kegiatan yang sungguh positif menurut saya, dan setelah berkenalan dengan para anggotanya, kali ini yang hadir 24 orang….woo latar belakang anggota benar-benar mengesankan.

Lanjutkan membaca “Diomedia: Obrolan Menulis Memoar Inspiratif”

Si jangkung misterius

Siang itu saya pulang kuliah naik sepeda, panas nya menyengat sampai ke ubun-ubun. Ya,  setelah menunggu panggilan dari PTN belum ada juga, akhirnya ayah setuju saya kuliah di PTS ambil Teknik Kimia di kota buaya. Ini kuliah hari kelima, tapi dosen nya ajrut2an, sering kosong. Konon katanya, beliau ngajar dulu di PTN baru ke swasta. Jam kuliah juga ada yang malam…duhh nasib kuliah di PTS.

Saat sampai di tempat kost, saya kaget melihat ayah, apa sebegitu kangen nya kok sudah ditengok padahal baru ditinggal seminggu. Ternyata ayah membawa berita…”Nduk, kamu diterima di IPB. Segera bereskan kopermu, kita pulang ke rumah. Besok siang kita berangkat ke  Bogor.” Segera kami mengejar kereta api yang menuju ke kota kelahiranku.

Lanjutkan membaca “Si jangkung misterius”

Perlukah ada jadwal kegiatan buat anak?

Pernahkah kita mempunyai jadwal harian? Seingatku dulu, saya hanya punya jadwal belajar di sekolah, dan jadwal ujian. Hidup rasanya mengalir begitu saja. Pulang sekolah bermain bersama teman, jalan kaki atau naik sepeda. Kegiatan saya di luar sekolah cuma ikut Pramuka  seminggu sekali dan les menari yang diadakan oleh sekolah.

Namun hal ini tentu berbeda dengan kondisi anak sekarang, yang dipaksa menyesuaikan diri dengan situasi pandemi yang membuat tidak bebas lagi untuk berkegiatan di luar ruangan. Saat situasi pandemi seperti sekarang, mau tak mau memaksa orangtua dan anak membuat jadwal kegiatan agar tak lupa. Kadang kita sendiri lupa waktu bukan, ini hari apa ya? Karena kita hanya berkegiatan di seputar rumah, semua dilakukan dari rumah, dari belanja on line, mengajar, rapat, anak-anak pun sekolah secara on line.

Lanjutkan membaca “Perlukah ada jadwal kegiatan buat anak?”

Diomedia-Webinar Peluncuran 3 Buku Cerita Anak-anak Gemar Membaca

Membaca facebook nya Retty N. Hakim, blogger yang saya kenal sejak ada kopdar dengan Imelda Coutrier, selama ini saya hanya saling sapa melalui facebook. Retty rajin cerita kegiatan nya, dia menulis tentang adanya rencana menulis buku. Saya mengirim WA ke Retty yang langsung dibalas, bahkan Retty mengundang saya ikut gabung di Webinar yang diadakan oleh penerbit Diomedia, pada hari Jumat tanggal 23 Juli 2021, dari jam 19.30 sampai dengan 21.00 wib. Saya juga diundang untuk ikut grup WA yang anggotanya para penulis yang tergabung dalam Diomedia.

Undangan ikut webinar

Wahh …padahal saya baru sekali menulis buku antologi berjudul “Titip Rindu Untuk Ayah”, jadi apalah pengalaman saya. Tapi akhirnya saya banyak mengobrol dengan mas Diyo yang merupakan editor buku dan pemilik Diomedia. Jadilah saya bertukar kabar dengan mas Diyo, dan dari obrolan ini, mas Diyo mendorong saya untuk ikut menulis buku.

Lanjutkan membaca “Diomedia-Webinar Peluncuran 3 Buku Cerita Anak-anak Gemar Membaca”

Tetap semangat walau pandemi covid-19 menghadang

Ahh aku cuma berani nekad aja”, kata temanku. Yahh dia temanku saat SMA, walau tidak melanjutkan kuliah, bisnisnya jago. Terus terang saya salut banget sama dia, selama ini saya hanya belajar memahami bisnis dari melihat usaha orang lain, belajar teori, praktek nya juga dari mempelajari prakteknya nasabah. Mau mulai bisnis sendiri? Rasanya gamang.

Saya yakin bahwa temanku pasti mengalami jatuh bangun dari berbisnis. Dari obrolanku melalui WA, saya belajar banyak dari dia, bahwa kita harus pantang menyerah, belajar dan bekerja keras, walau kita tetap percaya dan berdoa, agar takdir berpihak pada kita.

Temanku mulai bercerita, awalnya dia bekerja dengan orang asing, sebagai sekretarisnya. Setelah delapan tahun kemudian, bisa naik jabatan menjadi Manager sales & Representative Office. Kemudian ada peraturan pemerintah, bahwa orang asing tidak boleh berbisnis langsung di Indonesia. Atasan temanku bilang…”Why not you. Built your own company. I will support you”. Akhirnya temanku jadi agen tunggal sebuah produk, dari sini bisa mengumpulkan uang dan aset….akhirnya berbisnis menjadi keterusan apalagi memang temanku ini berbakat.

Alfamart, di sebelahnya Game on line dan Frozen food.

Dia bercerita bagaimana dia jatuh bangun dalam membangun bisnis. Saat wartel booming, temanku punya 8 (delapan) wartel dan bisa mengumpulkan uang untuk membeli beberapa ruko. Karena kemajuan teknologi, wartel bangkrut, terus mendirikan warnet, ini juga kegerus sama smartphone. Baru kemudian dia mendirikan alfamart dan berlanjut sampai sekarang.

Lanjutkan membaca “Tetap semangat walau pandemi covid-19 menghadang”

Pengalaman mengikuti vaksinasi untuk lansia di PKM Cilandak

Awalnya saya masih tenang-tenang saja saat teman-teman mulai heboh soal vaksin untuk lansia. Namun sejak ada pemberitahuan vaksinasi melalui WAG dari RT tempat saya tinggal, saya minta tolong anak saya, untuk mendaftarkan saya secara on line, sebagai penerima vaksin. Suami masih ragu karena komorbid nya lumayan. Anak saya mendaftarkan secara on line siang hari, ternyata malamnya saya sudah dapat WA dari Puskesmas Cilandak, bahwa saya tercatat sebagai penerima vaksin covid-19 tahap 2. Saya diminta datang ke PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) Cilandak, yang untuk pelaksanaan vaksin lansia dilakukan di SD 04 Cilandak (persis sebelah Puskesmas Cilandak), hari Rabu tgl.24 Februari 2021, antara jam 8.30 sd 11.30 wib.

Saya diminta membawa KTP serta telah sarapan lebih dulu.Jadi pagi jam 8.15 wib saya berangkat dari rumah…wahh antrian kok banyak ya. Ternyata banyak yang masih bingung, belum mendaftar on line (tentu saja tak bisa dilayani, karena untuk menjaga jarak), ada juga yang belum menerima panggilan lewat WA tapi pengin segera ikut divaksin. Kabar baiknya warga terlihat begitu antusias untuk ikut vaksinasi.

Periksa administratif sambil diwawancara apakah sesuai form yang ditulis
Lanjutkan membaca “Pengalaman mengikuti vaksinasi untuk lansia di PKM Cilandak”

Sahabatku terpapar covid-19

Sahabatku ini terkenal periang, tanpa kehadirannya, reuni di acara A678 (A-Fakultas Pertanian IPB, 678= nomor Angkatan dari tahun 69, 70 dan 71) akan terasa sepi. Setiap pagi Alda paling rajin mengirim ucapan selamat pagi di WAG A678, dengan gambar bunga-bunga yang indah. Latar belakang Alda dari jurusan Agronomi, bidang hortikultura. Jika ada acara kumpul-kumpul, Alda yang rajin menghias ruangan dengan bunga-bunga dan tanaman yang indah, serta menghangatkan acara dengan acara-acara yang membikin suasana ceria. Selain itu, Alda pintar memasak, sudah dipastikan dia akan heboh memasak sendiri untuk dibawa ke acara reuni teman-teman nya.

Sudah lama Alda tidak aktif di WAG, sebetulnya saya bertanya-tanya, apa sibuk momong cucunya? Maklum obrolan kaum purna tugas ini ya kelucuan para cucunya. Kami bahkan punya ide, bagaimana jika kita reuni dengan membawa para cucu, biar cucu kita juga bisa saling mengenal. Tak terbayangkan hebohnya jika hal itu terjadi, maklum cucu kami rata-rata masih usia SD, dan ada yang masih balita.

Tiga hari yang lalu, Alda muncul menyapa di WAG, dan ternyata dia terpapar covid-19. Dari 6 (enam) orang keluarganya, yang terkena ada 4 (empat) orang, yaitu bang Hasan (suami Alda), Alda sendiri, anaknya Icha dan Chilla (cucu usia SD). Kami kaget semua, dan ramai-ramai memberi saran apa yang bisa dilakukan. Dan setelah melewati satu minggu sejak kemunculan kembali Alda di WAG, saya bertanya apa boleh cerita pengalaman Alda ditulis, untuk pembelajaran yang lain. Alda setuju, dan ini ceritanya.

Bersama teman-teman seangkatan, Alda duduk nomor dua dari kanan
Lanjutkan membaca “Sahabatku terpapar covid-19”

Catatan akhir tahun 20: Berdamai dengan pandemi covid-19

Tahun 2020 sudah hampir berakhir, namun tanda-tanda pandemi covid-19 ini belum menunjukkan mereda. Semoga setelah diuji cobakan vaksin, nantinya bisa memberikan jalan keluar. Dari sisi ekonomi, kondisi telah lumayan membaik walau belum sepenuhnya kembali. PSBB transisi masih berjalan, orang yang sadar kesehatan masih berusaha untuk tetap menghindari kerumunan, menjaga jarak dan selalu memakai masker jika terpaksa keluar rumah.

Anak-anak usia sekolah masih harus melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), bisa dibayangkan bagaimana jenuhnya anak-anak ini, yang terbiasa bermain bebas di luar rumah, ikut aktivitas berbagai ekskul, namun saat ini harus bertahan di dalam rumah.  

Sudah hampir 10 bulan penerapan social distancing (pembatasan sosial), yang merupakan cara persuasif untuk mengendalikan covid-19, dilaksanakan di DKI Jaya.  Presiden juga menyerukan agar mulai belajar di rumah, bekerja di rumah dan beribadah di rumah. Saat saya menulis ini, yang positif corona (covid 19) di dunia sudah mencapai 80.708.575 orang, di Indonesia  mencapai 706.837 orang, yang mendapat rating ke-20 dari negara yang paling banyak mendapatkan kasus positif covid-19 corona virus. Baik pemerintah, media semua menyarankan agar melakukan pembatasan sosial, namun  apakah mudah melaksanakannya?

Saya akan cerita di lingkungan keluarga saja.

Lanjutkan membaca “Catatan akhir tahun 20: Berdamai dengan pandemi covid-19”

Keseimbangan

Di dalam kehidupan sehari-hari diperlukan keseimbangan,  karena setiap kali keseimbangan tersebut berubah. Bagaimana kita menyikapi perubahan keseimbangan tersebut? Orang yang mudah beradaptasi dalam setiap perubahan, adalah orang yang tidak mudah stres, karena bagaimanapun setiap saat ada perubahan.

Akhir-akhir ini kita dipaksa untuk beradaptasi terhadap gaya hidup yang baru. Jika awalnya saya memperkirakan virus covid 19 ini bisa segera diatasi, namun dari berbagai pendapat, kita harus siap bahwa kondisi ini masih akan bertahan lama. Kemungkinan serangan virus mereda setelah ditemukannya vaksin, dan semoga perkiraan tersebut benar, namun akibat yang ditimbulkannya masih akan memakan waktu cukup lama.

Di sisi lain, kita bisa melihat bahwa orang menjadi terbiasa mengikuti gaya hidup saat ini, memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan pakai air dan sabun. Tapi, bagaimanapun, manusia adalah makhluk sosial, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang ditetapkan sejak akhir Maret 2020 masih berlangsung sampai saat ini, walaupun sudah dikatakan PSBB transisi namun Mal masih sepi. Orang masih bertahan hanya belanja seperlunya, karena belum tahu pasti kapan kondisi ini akan berakhir.

Sebetulnya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana agar anak-anak kita tidak kehilangan masa bermainnya. Diakui, pandemi ini membatasi mereka ketemu teman-teman nya, sekolah tutup, mereka belajar menggunakan zoom, sedangkan usia mereka sedang senang-senang nya melakukan eksplorasi. Di satu sisi mereka anak yang mudah beradaptasi menggunakan sarana digital, cepat sekali belajar menggunakan gadget. Agar anaknya tetap bisa mengobrol dengan teman-teman nya,  cucuku diperbolehkan menggunakan hape dan membuat WA grup, dengan syarat jam pemakaian HP dibatasi, serta HP tidak diberi password sehingga mama bisa sewaktu-waktu memonitor hasil percakapan di WAG.

Awalnya terkaget-kaget melihat hasil chat anak-anak itu, karena mereka juga berdebat keras di WAG. Terpaksa pelan-pelan mama mesti mengajarkan tentang bagaimana etika dalam menulis di WAG, etika memberi komentar, juga etika saat sekolah melalui zoom. Agar anak-anak tetap semangat, saat sekolah mereka tetap memakai seragam sekolah, saat melakukan diskusi melalui zoom.

Dan yang membuat saya terkaget-kaget, kemarin cucuku bertanya sama ayahnya….”Kok temanku heboh tentang Biden dan Trump? Siapa itu babe?” Terpaksa sang ayah menjelaskan bahwa saat ini sedang ada pemilihan presiden di Amerika dan calonnya adalah  Joe Biden melawan Donald Trump. Dan pembahasan menjadi melebar untuk menjelaskan sistem pemerintahan. Ada yang menggunakan kepala pemerintahan berupa Presiden, Kanselir, Perdana Menteri, Kerajaan dan lain-lain.

Ternyata karena dipaksa lebih banyak menggunakan media sosial, pengetahuan anak tentang dunia lain di luar Indonesia juga berkembang. Dan kemarin cucuku cerita…”Yangti, aku ingin membuat kenangan sekolah selama masa pandemi ini. Kan sebentar lagi sudah mau setahun, biar nanti ada kenangannya.”  Tak terasa memang anak-anak telah sekolah dari rumah hampir 9 bulan. Dan saya surprised melihat hasil desain kenangan anak kelas IV SD, yang dibuat dengan menggunakan power point.

Guru dipaksa juga lebih kreatif dalam memberi tugas pada anak-anak, agar anak-anak tetap sibuk dan tidak bosan. Memang tidak semua bisa dilaksanakan secara online, untuk kursus renang, taekwondo, drumb band terpaksa libur sementara. Kursus piano masih bisa dilakukan secara online, walau memang tidak optimal. Terpaksa ayahnya ikut membantu memberi contoh dulu jika mendapatkan lagu baru, karena jika mendengarkan melalui online tidak selalu jelas.

Seminggu Social Distancing-Suka duka menerapkannya di lingkungan keluarga

Study at Home

Sudah seminggu penerapan social distancing (pembatasan sosial), yang merupakan cara persuasif untuk mengendalikan covid19, dilaksanakan di DKI Jaya.  Presiden juga menyerukan agar mulai belajar di rumah, bekerja di rumah dan beribadah di rumah. Saat saya menulis ini, yang positif corona (covid 19) di Indonesia telah mencapai 514 orang dan di Jakarta saja telah mencapai 307 orang. Baik pemerintah, media semua menyarankan agar melakukan pembatasan sosial, namun  apakah mudah melaksanakannya?

Lanjutkan membaca “Seminggu Social Distancing-Suka duka menerapkannya di lingkungan keluarga”