Mengapa Perlu Gap Analysis dalam Implementasi Sistim Penilaian (Assessment Center System)

Dalam rangka mendukung pencapaian Visi Misi Perusahaan dan upaya untuk meningkatkan competitive advantages, diperlukan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu menciptakan nilai tambah pada setiap fungsi utama dalam employee life cycle mulai dari Pengembangan Organisasi (Organization Development), Pemenuhan Sumber Daya Manusia (Workforce Fulfillment), Pelatihan dan Pengembangan (Learning & Development), Hubungan Kepegawaian (Employee Relations), Manajemen Kinerja dan Sistem Imbalan (Performance Management & Rewards) serta Manajemen Talent dan Suksesi (Talent & Succession Management).

Lanjutkan membaca “Mengapa Perlu Gap Analysis dalam Implementasi Sistim Penilaian (Assessment Center System)”

Iklan

Pentingnya fungsi Struktur Organisasi yang tepat dalam penerapan Four Eyes Principles di Bank.

Untuk menerapkan manajemen risiko yang benar dan pas di sebuah bank, manajemen risiko dirancang  sebagai rambu-rambu agar Visi dan Misi bank tersebut bisa tercapai.

Terdapat 4 (empat) pilar:

  1. Fungsi bisnis, sebagai ujung tombak untuk menyeleksi nasabah, guna menghasilkan revenue. Sebagai pelaksana dan eksekutor, dari first line of defence. Bagaimana cara mengelola kredit yang baik dan benar, sesuai aturan yang dibuat dalam SOP (Standard Operating and Prosedures), sesuai jenis bisnis yang dikelola oleh bank yang bersangkutan.
  2. Fungsi Manajemen Risiko. Penerapan manajemen risiko diawali dengan struktur organisasi yang tepat, dan pembagian tugas yang jelas sehingga dalam pelaksanaannya tidak ada keraguan bagi Staf/Petugas yang melaksanakannya, untuk menghindari benturan kepentingan dan terdapat check and balance. Kemudian dibuat alat/metode/sistim manajemen risiko sesuai dengan ketentuan BI/OJK.
  3. Fungsi Kepatuhan. Sebelum diterapkan di lapangan, policy, ketentuan, produk baru, harus diuji lebih dahulu di unit Kepatuhan, kemudian diberikan sertifikat kepatuhan jika telah lulus uji kepatuhan. Setelah mendapat sertifikat kepatuhan, baru dapat dilaksanakan/di eksekusi.
  4. Fungsi Audit Intern. Membantu bank mencapai tujuannya dengan menerapkan pendekatan yang sistematis, untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas proses pengelolaan risiko, kecukupan pengendalian internal dan proses tata kelola perusahaan. Audit intern memberikan opini yang independen dan obyektif kepada manajemen mengenai apakah risiko bank telah dikelola pada tingkat yang dapat diterima.

Lanjutkan membaca “Pentingnya fungsi Struktur Organisasi yang tepat dalam penerapan Four Eyes Principles di Bank.”

Metro Mini

Metro Mini-foto diambil dari google.

Bagi yang remaja atau dewasa di tahun 80-90 an tentu masih mengenal saat jaya-jaya nya Metro Mini. Dan ternyata Metro Mini ini masih bertahan sampai saat ini …. namun dalam kondisi yang memprihatinkan, tergerus oleh zaman. Akhir-akhir ini saya mesti berkenalan lagi dengan Metro Mini ini, gara-gara jalan Fatmawati yang sedang amburadul karena pembangunan MRT menjadi jalan yang dihindari sopir taksi. Bisa lebih dari satu jam berdiri di pinggir jalan Fatmawati untuk menunggu taksi, tanpa hasil. Mau pesan lewat telepon? Jika saya pesan lewat telepon setelah jam 6 pagi, pas lagi sibuk-sibuk nya, maka call center di sana akan berulang kali memberi tahu….”Ibu, taksinya belum ada, apakah masih bisa menunggu?” Jadi, saya hanya pesan taksi jika sebelum jam 6 pagi, atau setelah lewat jam 8 pagi.

Lanjutkan membaca “Metro Mini”

Focus Group Discussion- Penerapan Manajemen Risiko dan Tata Kelola Manajemen Risiko yang Efektif di Perusahaan.

Suatu hari, seorang klien berdiskusi dengan kami. Beliau menginginkan, agar kami melakukan pelatihan di perusahaan yang dipimpinnya. Dari hasil diskusi, kami mengetahui bahwa masih banyak diperlukan hasil diskusi dengan para layer kedua di perusahaan tersebut, sebelum dilakukan pelatihan.  Jika masing-masing Pemimpin unit kerja telah sepakat terhadap struktur organisasi yang baru, serta memahami job description nya masing-masing, maka baru lah diadakan in house training terhadap layer ke tiga, yang sehari-hari nya bertugas untuk melakukan eksekusi serta memastikan bahwa sistem telah berjalan dengan baik sesuai standard operating and  procedures  yang telah ditetapkan.

Oleh sebab itu, akhirnya diputuskan, untuk  dilakukan forum Focus Group Discussion (FGD),  agar para eksekutif di perusahaan bisa berdiskusi secara aktif untuk membahas penerapan manajemen risiko dan tata kelola di perusahaan, dengan moderator yang akan  memandu diskusi, dan memberikan contoh-contoh sesuai best practices,  agar manajemen perusahaan dapat meminimalkan risiko yang terjadi.

Lanjutkan membaca “Focus Group Discussion- Penerapan Manajemen Risiko dan Tata Kelola Manajemen Risiko yang Efektif di Perusahaan.”

Kopi Klotok jilid dua

Bersama mbak Tri dan Yayuk.

Pagi hari, mbak Tri yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan BRI Corporate University Kampus Yogya, mengajak saya dan Yayuk, untuk sarapan di Kopi Klotok jilid dua. Kenapa jilid dua, karena rumah makan ini baru dibuka sebulan yang lalu, dan merupakan perluasan dari Kopi Klotok Jilid satu. Kenapa nggak ke Kopi Klotok jilid satu? Kopi Klotok jilid satu terkenal dengan sayur lodehnya dan pisang gorengnya…namun harus antri panjang, sedang saya jam 10 pagi harus sudah datang ke tempat reuni. Jadilah kami ke Kopi Klotok Jilid dua. Lanjutkan membaca “Kopi Klotok jilid dua”

Empatpuluh delapan tahun kemudian

Rombongan Jakarta turun dari pesawat di bandara Adisucipto, Yogya.

Katanya reuni dan ketemu dengan teman-teman itu ngrabuk nyawa. Namun bagi saya, yang saat sekolah SMA nya nun jauh di Jawa Timur, urusan reuni bukan hal mudah. Dulu saja, saat masih muda,  saya kuliah di Bogor, maka saya pulang setahun sekali pas libur panjang. Liburan dua minggu saya manfaatkan jalan-jalan di Bandung atau Jakarta, maklum perjalanan pulang pergi perlu waktu 3 (tiga) hari, dan capek badan nya seminggu sendiri. Disamping itu, kegiatan perkuliahan yang padat dan sistem gugur, membuat saya selalu dihantui oleh kekawatiran tak bisa mengejar nilai bagus, maklum fisik saya tak termasuk kuat, dan setiap kali habis pulang bepergian memerlukan jeda cukup lama untuk kembali ke kehidupan normal.

Lanjutkan membaca “Empatpuluh delapan tahun kemudian”

Mari melestarikan pakaian nusantara

Bermain kapas di halaman Kampus IPB (foto by Rara).

Melihat kondisi saat ini, beberapa teman mengungkapkan keprihatinan nya akan keberadaan pakaian nusantara, karena dikawatirkan pakaian nasional Indonesia yang menggambarkan berbagai suku bisa hilang karena jarang digunakan. Saya juga merasa demikian, rasanya lebih nyaman pakai celana panjang atau rok dengan blouse, daripada ribet menggunakan pakaian nasional. Tapi sebetulnya sekarang memakai pakaian nusantara lebih dipermudah, karena kainnya bisa dijahit, sehingga memakainya seperti memakai rok….cuma sayang kalau kain batik sutera atau kain tenun yang bikinnya berbulan-bulan mesti dipotong dan dijahit.

Lanjutkan membaca “Mari melestarikan pakaian nusantara”