Mengunjungi Sam Po Kong

Naik becak bersama suami

Setelah menghadiri acara di UNDIP, saya bersama suami dan adik bungsuku masih punya waktu untuk mengunjungi Sam Po Kong. Cuaca cerah dan terasa panas menyengat saat kami sampai di halaman parkir Sam Po Kong. Setelah membeli karcis, kami menunggu guide yang akan menemani kami jalan-jalan mengelilingi kompleks Sam Po Kong.

 

 

Di depan tulisan Sam Po Kong= Tiga Orang yang Dihormati Lanjutkan membaca “Mengunjungi Sam Po Kong”

Iklan

Ketemuan di Pondok Serrata, Semarang

Saya lupa sejak kapan mulai heboh acara reuni an, mungkin diawali sejak  adanya sosmed ikut membuat saya terhubung dengan teman lama yang selama ini lama tak berjumpa. Akibatnya, jika memungkinkan,  diadakan reuni kecil-kecilan, berupa kopdar, ketemuan sambil makan-makan mengenang masa lalu. Bahkan ada beberapa kelompok teman yang membuat grup, yang tidak saja sekedar kumpul-kumpul namun juga melakukan hal-hal yang positif.

Lanjutkan membaca “Ketemuan di Pondok Serrata, Semarang”

Kota Lama dan Lawang Sewu

Gereja Blenduk, dilihat dari IBC.

Walau sering ke Semarang, selama ini saya cuma lewat saja, atau jika menghadiri acara tertentu,  besoknya langsung pulang ke Jakarta.  Kali ini saya pergi ke Semarang bersama suami dan adik bungsuku.  Setelah mendarat di bandara A. Yani, kami langsung menuju IBC di Kota Lama. IBC menempati bangunan tua yang masih indah, persis berada di depan gereja Blenduk yang terkenal, yang selama ini juga baru saya lihat gambarnya.

Lanjutkan membaca “Kota Lama dan Lawang Sewu”

Menghadiri Launching Buku 8 Bahasa Cinta

Mbak Tuti dan buku nya, yang merupakan kumpulan dari tulisan di blog.

Saya menerima WA dari mbak Tuti Nonka, Blogger, Penulis Novel sejak tahun 70 an, dan sehari-hari beliau dosen yang aktif dengan latar belakang Teknik Sipil. ” Mbak Enny, jika ada waktu longgar, saya mengundang pada launching buku kumcer saya besok hari Sabtu.” Saya langsung lihat kalender, kelihatannya belum ada kegiatan, yang jadi kendala justru kesehatan saya lagi naik turun akhir-akhir ini, dan yang mengganggu adalah vertigo nya sering datang. Saya nggak berani janji tapi akan saya usahakan datang.

 

Kumpulan Cerpen 8 Bahasa Cinta dari 8 Penulis.

Alhamdulillah hari Sabtu pagi itu kondisi saya sehat, jadi saya merencanakan sekalian menengok teman yang sakit di RSAL dan RSCM sebelum menghadiri acara bukunya mbak Tuti. Syukurlah libur tiga hari membuat jalanan Jakarta lancar…

Senangnya ketemu penulis favorit (Mbak Tuti Nonka), juga ketemu Erna Lindasari (Baju merah).

Lanjutkan membaca “Menghadiri Launching Buku 8 Bahasa Cinta”

Cibubur, 25 Februari 2018

Cover buku yang dipilih

Cibubur adalah daerah di selatan Jakarta menuju Bogor, yang masih banyak pohon hijau nya. Cibubur yang ada di bayangan kita adalah tempat lokasi kegiatan pramuka. Di Cibubur ada Cibubur Junction, nama Mal yang persis di jalan dekat  Tol keluar dari Cibubur. Namun Cibubur bagi komunitas kami adalah tempat anaknya Lilik Raditya, yang setiap tiga bulan sekali menjadi domisili Lilik jika berada di Jakarta.

Minggu ini kami kumpul di Cibubur, selain silaturahim bersama sahabat lama, juga membahas kemajuan buku alumni SMA 1 Madiun tahun 1969 (selanjutnya disebut Smasa), yang diharapkan bisa launching pada saat reuni emas alumni Smasa 69 di Madiun.

Lanjutkan membaca “Cibubur, 25 Februari 2018”

Dengan Sosmed, kita bisa menemukan teman-teman lama

Saya mendapat tugas untuk menulis tentang Smasa 69 Madiun, tugas yang mudah tapi juga sulit. Setelah adanya WAG (WhatsApp Group), kami bisa berhubungan baik secara fisik maupun on line, yang akhirnya bisa melakukan berbagai kegiatan bersama. Kemudian muncul ide untuk membuat buku kenangan. Waduuh..lha saya sendiri belum pernah bikin buku, kok ini kejatuhan sampur untuk buat tulisan. Apa boleh buat, satu-satu nya media adalah melalui tulisan di blog, karena sekaligus cara yang saya kenal untuk bisa menampilkan tulisan beserta foto-foto. Jadi, saya akan memulai cerita bersambung tentang teman-teman di Smasa 69 (maksudnya alumni Smasa tahun 69….udah oma-oma ya).

Lanjutkan membaca “Dengan Sosmed, kita bisa menemukan teman-teman lama”

Mengapa perlu menerapkan Manajemen Risiko dalam proses pemberian kredit?

Saya mendapat pertanyaan, bagaimana cara menerapkan pelaksanaan manajemen risiko dalam proses pemberian kredit yang efektif di Bank? Bagaimana, agar proses bisnis berjalan lancar, namun manajemen risiko bisa bekerja dengan efektif. Disadari, ada persepsi bahwa adanya manajemen risiko akan memperlambat proses bisnis. Sedangkan tanpa manajemen risiko, bank tidak dapat mengetahui seberapa risiko yang ada dan apakah telah diperhitungkan semuanya? Untuk memahami ini, maka kita perlu mengetahui hal-hal di bawah ini: Lanjutkan membaca “Mengapa perlu menerapkan Manajemen Risiko dalam proses pemberian kredit?”