Cerita tip perjalanan Jakarta-London-Paris

Saya dan teman-teman bulan Mei tahun 2005 seminar di London (diadakan di Hotel Royalhorse Guards, Central London….50 meter dari Embankment Station), dan dalam perjalanan pulang mampir ke Paris.
Sekedar sharing pengalaman, bersama ini saya sampaikan pengalaman perjalanan selama di dua negara tersebut dan biaya per orang yang telah dikeluarkan, diluar untuk oleh2:

1. Tiket dari Jakarta-London, Paris -Jakarta menggunakan Garuda (kerjasama dengan MAS) seharga USD 761. Risikonya kalau naik Garuda, kita harus reconfirm dan ini melelahkan apalagi di negara lain. Syukurlah ada Helen, dari Euromoney Trainning yang bisa membantu melakukan reconfirm tsb.

Lanjutkan membaca “Cerita tip perjalanan Jakarta-London-Paris”

Mr dan Mrs Toilet

Dikeluarga, saya memang terkenal “ tukang beser” (istilah bhs Jawa untuk orang yang sering pergi ke toilet), ini dikarenakan saya sulit berkeringat. Di satu sisi hal ini menyenangkan, karena baju awet, namun sisi negatifnya harus bolak-balik kebelakang. Saya bisa keluar keringat apabila berolah raga dalam waktu melebihi setengah jam, misalnya aerobik, lari dan sebagainya.

Hal ini sebenarnya tak menjadi masalah, saya bisa menyiasati dengan ke toilet lebih dulu sebelum pergi naik kendaraan, atau mengurangi minum saat dalam perjalanan. Demikian juga sebelum tidur harus absen pergi ke toilet lebih dulu, walaupun malam-malam sering terpaksa bangun hanya untuk urusan yang satu ini.

Lanjutkan membaca “Mr dan Mrs Toilet”

Bagaimana menggunakan empati untuk meningkatkan motivasi karyawan?

Empati
Menurut KBBI, empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasi atau merasa dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Sedangkan Eileen R. dan Sylvina S.(Kompas, 18 Nop.2006 , menjelaskan bahwa empati adalah kegiatan berpikir individu mengenai “rasa” yang dia hasilkan ketika berhubungan dengan orang lain.

Bisakah empati di asah?

Lanjutkan membaca “Bagaimana menggunakan empati untuk meningkatkan motivasi karyawan?”

Waspadai Pengelola Dana

Judul di atas ada di artikel Kompas tgl. 7 Desember 2006 hal.17.

Pemerintah memperingatkan kepala daerah untuk mewaspadai bujukan pengelola investasi yang menawarkan pinjaman. Rayuan tsb dapat membuat pemerintah daerah “gelap mata” serta melupakan bahaya finansial yang dapat terjadi akibat pinjaman dalam jumlah besar dan tidak terkontrol.

Hari ini, Jumat tgl. 8 Desember 2006,pada Tajuk Rencana Kompas yang berjudul “Berani Berhenti Berhutang”, sekali lagi diulas tentang risiko yang dihadapi jika pemerintah mudah berhutang. Ajakan Menkeu kepada para kepala daerah, selayaknya juga pantas ditujukan kepada pemerintah pusat.

Lanjutkan membaca “Waspadai Pengelola Dana”