Menilai karakter, bisakah?

Karakter, kata ini sangat penting dan selalu jadi pokok bahasan yang menarik. Bagaimana kita mengetahui karakter seseorang? Bagaimana kita menilai kelayakan usaha, yang faktor utamanya sangat tergantung dari karakter si pemilik. Bagaimana menilai karakter calon pacar? Calon mantu? Atau karakter partner kerja kita?

Saya ingin mencoba sharing pengalaman tentang bagaimana cara menilai karakter, yang mudah2an berguna.

1.Perilaku/sifat sehari-hari

Untuk mengenal karakter seseorang, kita harus mengamati perilakunya sehari-hari. Bagaimana cara hidupnya, apakah dia seorang yang boros, atau orang yang berhati-hati sebelum mengambil keputusan. Apabila kita bekerja di perbankan, telah ada sistem untuk menilai apakah yang bersangkutan mempunyai kredit macet di bank lain apa tidak, bagaimana riwayat pinjaman di bank lain. Bagaimana cara nasabah yang bersangkutan mengelola keuangannya (dapat dilihat dari mutasi rekening korannya), apakah mutasi RK nya aktif apa tidak? Namun ini saja tidak cukup, diperlukan pengamatan yang memerlukan waktu yang cukup lama, untuk memahami karakter seseorang.

2. Komitmen terhadap janji

Apakah seseorang dapat memegang janji yang diucapkan. Apakah dia tak mudah terpengaruh atas pendapat orang lain? Seorang atasan dapat menilai apakah anakbuah nya layak dipercaya, menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai target waktu, walaupun atasan tidak ada.

3.Penilaian pihak ketiga

Kita perlu menilai dari pihak ketiga, yang antara lain: teman2 terdekatnya, partner kerjanya, suppliernya (kalau dia punya usaha), konsumennya (bagaimana dia melayani konsumen, dan mengelola complain), atasannya, bawahannya.

Yang perlu disadari, karakter seseorang dapat berubah seiring dengan perubahan waktu. Seseorang yang dulunya sangat teguh memegang janji, setelah usahanya atau karirnya sukses, menjadi seseorang yang lain. Oleh karena itu, dalam suatu kerja sama, atau persahabatan, kita harus tetap mengevaluasi, apakah orang yang menjadi partner kita tetap mempunyai karakter yang baik, dan tetap menjaga komitmen bersama. Bagi Bank, perlu memonitor usaha nasabahnya, dan tetap dekat dengan nasabahnya sehingga nasabah merasa “diorangkan” sehingga kita berharap dia tetap akan menjaga komitmennya. Begitu juga hubungan persahabatan, ataupun hubungan suami isteri, kita tetap harus merawat hubungan ini, saling menjaga dan memperhatikan,sehingga diharapkan kita dapat memahami jika terjadi perubahan, sehingga jika terjadi sesuatu dapat diperbaiki secara dini. Hal ini dapat diibaratkan orang yang merawat tanaman, harus disiram, di pupuk agar tanaman segar dan memberikan bunga nya untuk dapat dinikmati.

Karakter memang sangat menentukan. Usaha bisa menurun, tapi jika perusahaan mempunyai karyawan yang karakter nya sangat baik, dengan semangat kerja dan komitmen tinggi, maka kondisi usaha dapat diperbaiki. Kita dapat melihat, berapa banyak perusahaan di Indonesia yang bangkit kembali dari keterpurukan, bahkan meraih sukses, karena adanya semangat berjuang dari karyawannya. Begitu juga dalam hal rumah tangga, jika mendapat masalah, hubungan suami isteri yang kuat akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik .

15 pemikiran pada “Menilai karakter, bisakah?

  1. narpen

    biasanya penilaianku k orang gampang berubah, tergantung sikon 😀 krn itu jd rada hati2 juga dalam nge-judge org, kcuali yg udah keterlaluan, ato berhubungan dgn aspek yg prinsipil menurutku *termasuk penilaianku ttg perokok ;D kynya itu susa berubah deh..* _sentimen berat

    tp emang manusia itu mudah berubah, termasuk aku.. aku jg ngerasa makin banyak berubah dibanding aku yg dulu (sma).. *termasuk skrg jd lebih keras kepala dan emosional nih.. 😦

  2. Narpen…:P

    Sesuai penjelasan psycholog (pernah tanya…:D), karakter dasar sulit diubah apabila telah berumur 20 tahun. Tapi bisa diubah oleh lingkungan terdekat, lingkungan pekerjaan, pertemanan, atau suami/isteri/pacar.

    Keras kepala ga masalah, sepanjang untuk mempertahankan prinsip, tapi cobalah berlatih asertif (mengatakan kata tidak, dengan lebih luwes…….bisa kok latihan), ini penting untuk bekal saat bekerja nanti.

    Dibidang pekerjaan, maka kita harus selalu bekerja dalam tim, jadi harus pandai berkomunikasi. Walaupun pintar, jika tak bisa bekerja dalam tim, nanti karirnya hanya meningkat pada staf fungsional, tak bisa/cocok sebagai manager.

    Emosional? Bisa dilatih kok untuk diperbaiki, yang penting mau terbuka terhadap kritik dan saran.

  3. luthfi

    bu aku mau nanya boleh gak nih aku sekarang berumur 18 tahun dan aku menjabat sebagai ketua dalam suatu organisasi pada suatu hari aku akan mengadakan rapat undangan sudah saya sebar ke semua sie, namun tiba tiba ada sesuatu yang memaksaku utuk berkeputusan tp aku orangnya tidak memaksa kan bila bawahanku (sie) tidak bisa aku harus membatalkan rapat karena ibu saya datang ke asrama sekolah saya padahal sat utu juga saya harus rapat dengan berat hati saya bilang untuk rapat di batalkan waktu saya bilanh ke wakil saya dia bilang dia tidak bisa memmpin rapat takut katanya jd keputusan batal dalam arti ditunda saya ambil, tp kok malah mereka semua para aggota oranisasi seakan akan marah sudah siap2 kok dibatalkan saya harus gimana nih bu ………..?

    tolonh minta pendapat bila ada sesuatu yang seperti ini

    terimakasih.

  4. Luthfi,

    Coba bayangkan jika Luthfi yang ada di posisi anggota, udah datang dan membatalkan acara lainnya…ternyata rapat ditunda. Yang penting adalah melatih diri kita untuk komitmen terhadap janji yang di buat. Kalau ibu mendadak datang, sampaikan pada ibu agar beliau bersedia menunggu, karena Luthfi akan memimpin rapat dulu, saya yakin ibu akan memahami.

    Jika kita telah bersedia menerima jabatan sebagai Ketua , tentu harus berani bertanggung jawa. Saya punya contoh..anak saya sakit, dan karena saya bekerja dari jam 7.30 s/d 16.30 wib, maka suami menjemput saya ke kantor dengan mengajak anak yang sakit, agar dari kantor langsung ke dokter anak. Apa yang terjadi? Saya diajak rapat oleh Bos, dan rapat baru selesai jam 22.00 wib…dan besoknya jam 4.00 wib saya harus berangkat mendadak ke airport untuk pergi ke Padang. Saat Magrib saya ijin kebelakang sekaligus sholat, dan memberi tahu suami apa masalah yang saya hadapi (saat itu belum ada Hp). Suami dengan besar hati menenangkan saya, membawa anak saya ke dokter, membelikan obat di apotik. Karena kewajiban saya, tetap harus pergi ke Padang…syukurlah anak saya sembuh. Tapi saya sudah lapor sama bos, jika ada keadaan darurat, saya harus pulang lebih cepat.

    Pelajarannya, mengapa saya tak bisa menunda pergi? Karena di Padang telah menunggu peserta rapat dari berbagai kota (saat itu kota-kota lain kalau ke Padang ada yang lewat sungai), dan kebetulan sayalah yang mengetahui permasalahannya, sehingga bos akan sulit jika diganti mendadak oleh orang lain. Syukurlah anak saya baik-baik saja, selama 2 hari di Padang, sehari tiga kali saya menanyakan keadaannya.

    Semoga cerita saya bisa memberikan inspirasi pada Luthfi, betapa pentingnya menepati janji.

  5. Sa'ud Ibrahim

    Assalamualaikum….
    Bu saya mo tanya,
    Kebetulan saya ini salah satu anggota pengurus organisasi muda2xi di tempat seperti karang taruna lah klo di RT.
    Setiap minggu kami sering melakukan rapat dan menghasilkan keputusan yang kami anggap positif dan saya yakin akan memeperoleh hal yg berguna untuk pengembangan diri muda-mudi di tempat saya kedepannya.
    Namun,hal ini terkadang ato malah sering lah.Apa yg kita usulkan mendapat hasil yang negatif dr bbrp pengurus yg lebih tinggi??.Sidik-selidik ternyata klo menurut yg telah dipaparkan ada salah satu anggota pengurus yg lebih tinggi daripada kami kurang setuju dengan apa yg kami ajukan.Slalu begitu,tiap kita mangajukan event acara dan terlebih lagi orang yg menyangkal pengajuan kami orang itu2x aja(Keliatan nya emang cara sudut pandang mereka masih tradisional dan diajak bergerak maju itu Sulit Banget!!).Padahal klo kami konsultasi dengan Ketua dan beberapa pengurus lain dan tanggapannya lebih positif.
    Ketua kami adalah orang yg bijaksana beliau slalu mengutarakan : “Jangan putus asa walo yang menentang kalian untuk maju ada aja”.
    Dan juga beliau mengharap kita suatu organisasi tetap menjaga Kekeluargaan kita meski “orang itu” aja yang kurang klop terus.Padahal Ketua kami mempunyai Power yg kuat dukung program dan kegitan kami.Jadi kita yang lebih muda yang ngalah.
    Trus,yang mo saya tanyakan :
    1.Gimana cara kita bisa menggiring ato menggerakkan sudut pandang “orang itu” tentang muda-mudi dan memajukan program kta??
    2.Apa itu sudah karakter dasar dari orang itu??ato mungkin over protected pada kita muda-mudi??
    3.Gimana cara membangkitkan semangat rekan sie muda-mudi kita yg mana pengajuan nya selalu tidak di ACC??(Coz mereka sedikit mutung(pts asa)–>maklum jiwa muda)
    Ya udah gitu dulu Bu Mohon bantuannya.
    Terima Kasih
    Wassalamualaikum….

  6. Sa’ud Ibrahim,
    a. Kalau yang nggak setuju lebih sedikit dari pengurus yang setuju, cobalah meyakinkan pengurus yang setuju agar mendiskusikan ini secara tersendiri dengan yang tidak setuju, sehingga diketahui apa alasannya tidak setuju. Kita tak perlu berpikir negatif, siapa tahu memang anda dan teman2 kurang dalam meyakinkan bahwa kegiatan tsb penting dilakukan.

    b. Tak perlu men judge orang tertentu, bahwa karakternya kurang…akan lebih baik jika memahami karakternya, dan alasannya tak setuju. Kadang-kadang kita selalu ingin apa yang kita usulkan disetujui, padahal mungkin ada yang jeli dan menemukan kelemahan usulan kita. Dan tanyakan apa usul kegiatan yang menurut pengurus tsb baik dilakukan…siapa tahu memang lebih baik.

    c. Justru itu tantangannya, bahwa tak selalu yang kita usulkan selalu baik, benar dan dapat meyakinkan orang. Biasanya kita kurang sabar dan cenderung menyalahkan orang…mulailah menilai kembali usulan kita dari segala sisi, mungkin memang masih ada yang harus diperbaiki.

  7. simbah

    Bu Edratna. Saya,….baru dapat melihat karakter seseorang, setelah bergaul sedikitnya 3 tahun. Waktu jualah yg akan menunjukkan dengan senyata-nyatanya.
    Adakah metode, utk melihat karakter lebih cepat?
    Tapi waktu memilih Istri, saya hanya perlu waktu 3 bulan saja! Kok bisa. Bisa saja, kala itu saya minta sama Tuhan. “Tuhan kalau Ia jodohku, baik bagiku, baik bagi adik-2ku, baik bagi keluargaku, dekatkanlah Ia padaku. Jadikanlah Ia isteriku. Tapi bila tidak, jauhkan Ia dariku, jauhkanlah dari pandanganku”. Sambil prembik2 karena kalau dijauhkan benar2 sayang juga, karena Dia cantik. Kuwatir juga disambar orang…ha…ha
    Tapi akhirnya jadi juga, beruntunglah aku….he..he…Orang yg paling baik dan paling sabar sak Dunia ya istriku ini…he..he

    Simbah,
    Manusia adalah makhluk yang selalu ingin berubah…tapi ada karakter dasar yang sulit berubah. Sejalan dengan tugas pekerjaan, saya juga dilatih untuk mengenal karakter manusia, agar mudah menghadapi klien. Pelatihan ini tak seperti paranormal, tapi ada aturannya, serta semua harus dibuktikan…sehingga tak melulu menafsirkan. Pekerjaan yang sering berhubungan dengan klien, biasanya memerlukan pelatihan seperti ini….sayangnya saya tak tahu public training nya dimana, selama ini perusahaan menggunakan “in house training“.

  8. simbah

    Benar Bu,..Saya diberitahu teman, katanya ada buku dgn judul ‘Personality Puzzle’ saya sudah mencari di Gramedia, tapi kosong. Kebetulan saya mempunyai pekerja 4 orang, awalnya baik2 saja, tapi lama kelamaan ada yg sikapnya kurang sesuai dgn apa yg menjadi persyaratan. Maka alangkah bagusnya kalau sebelum mempekerjakan seseorang, kami tahu dulu karakter ybs.

    Simbah,
    Karakter manusia bisa berubah, jadi selain proses rekruitmen nya baik, situasi dan lingkungan kantor harus memaksa orang yang bekerja disitu menjadi seorang pekerja keras dan rajin. Jadi gajinya tak berdasar gaji tetap, tapi ada yang berdasar fee atau bonus, yang berbeda setiap orang tergantung dari kinerjanya. Saya tak tahu apa di daerah hal seperti ini mudah dilaksanakan, di beberapa perusahaan besar di Jakarta hal tsb telah dilaksanakan.

  9. Karakter adlah sesuatu yang unik dan merupakan kimpulan dari kepribadian .,.,.,.,., (sotoy Banget siech.,…) kalu menurut pengalaman saya yang paling penting dari seseorang itu adalah sudut matanya karena bagian itulah tak bisa di bohongi dan paling jujur.,, Tahk’n

  10. agus

    bu saya mau tanya saya bekerja di salah satu bank posisi saya sebagai AO saya baru. yang ingin saya tanyakan butuhh berapa lama untuk mengenal karekter seseorang supaya baik buruknya ketauan sedangkan proses kepurusan yng sya harus ambil hasrus cepat bagaimana nih bu?trus dari 5 c itu mana yng lebih penting

  11. hikma

    Dear…..
    Sulitnya mengenal karakter seseorang?
    baru sebulan menjalani hubungan spesial dengan seseorang, tapi entah mengapa saya belum juga dapat memastikan tentang karakternya.
    sering ku jumpai akan perbuatan, berbicara, cara pandang ia yang seperti apa. tapi terkadang dalam fikirku masih ragu dan takut salah untuk mengenalnya. mungkin anatara perbedaan budaya, keyakinan, dan cara hidup yang terkadang membuat aku untuk memakhluminya. tapi sumpah sampai sekarang aku masih dililit tanya akan hal ini.
    tak tahu juga antara pembicaraan jujur atau hanya sekedar memuji yang sering ia membuat aku untuk terbang.

  12. hikma

    mata adalah pancaran hati??
    betulkah semacam itu??
    sering ku pandangi 2 bola mata, hanya untuk memastikan tentang apa yang ada dihatinya. tapi aku tak pernah mendapati itu.
    yang ku tahu matanya tetap tak ada satupun yang berubah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s