Pintu keluar, Escape Clause

Dalam bidang apapun, setiap kita akan memasuki/melangkah, janganlah pernah masuk ke daerah/wilayah/area apapun tanpa mengetahui pintu keluarnya.

  • Masuk hotel

Apabila kita menginap dihotel, perhatikan di balik masing-masing pintu kamar selalu terpasang denah bangunan hotel, beserta langkah-langkah penyelamatan jika terjadi keadaan darurat. Demikian juga halnya jika kita naik pesawat terbang, sebelum pesawat mengudara, pramugari selalu membacakan prosedur penerbangan dan apa yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat.

Kondisi ini sering dilupakan saat kita berada di dalam rumah, yang seharusnya setiap penghuni rumah harus dipesan, bagaimana jika terjadi sesuatu, dan agar kunci-kunci atau barang-barang harus diletakkan kembali pada tempatnya setelah digunakan. Hal ini untuk memudahkan, jika terjadi sesuatu, yang biasanya semua panik, sedang barang yang dicari (seperti kunci mobil, kunci pintu) lupa diletakkan. Pernah terjadi kebakaran di suatu rumah di daerah Jakarta Selatan, yang berakibat seluruh penghuni tewas terbakar (suami isteri dan kedua anaknya yang masih kecil), hanya karena lupa meletakkan kunci pintu. Tetangga yang datang menolong tak bisa berbuat apa-apa, karena pintu pagar yang tinggi tak bisa di dobrak dan diantara jerit tangis terdengar teriakan……kunci dimana, kunci dimana?

  • Cut loss

Di dalam bidang pekerjaan kita mengenal istilah cut loss. Hal ini harus dilakukan, apabila kita mengalami kerugian atas transaksi, dan diperkirakan kerugian akan terus berlangsung. Masalahnya, kita sering bermimpi bahwa situasi akan dapat dikendalikan, dan suatu ketika transaksi akan menguntungkan. Sebagai contoh: pada saat krisis moneter, banyak perusahaan meminjam uang dalam bentuk valas (valuta asing), yang kurs dolar semakin naik di banding dengan rupiah. Pada saat seperti ini diperlukan ketegasan, bagi pengusaha maupun Bank, untuk duduk bersama dan mengubah posisi pinjaman dolar kedalam rupiah. Pada saat ini biasanya masing-masing bersitegang, pengusaha ingin agar posisi pengalihan (convert dolar ke rupiah) dalam nilai serendah2nya. Disini sebetulnya ada peraturan, bahwa nilai dolar terhadap rupiah, adalah sesuai dengan tanggal dan waktu transaksi saat perubahan dilakukan. Masalahnya, pada saat konversi telah dilakukan, ternyata seminggu kemudian dolar menurun, pengusaha menggugat, karena merasa tertipu, padahal siapapun hanya dapat memperkirakan (tidak pasti) fluktuasi kurs, yang sangat tergantung pada pasar.

Mungkin ada yang masih ingat, salah satu Bank di Indonesia, menjadi bangkrut gara-gara masalah valuta asing ini, oleh karena itu masing-masing officer seharusnya mendapat kewenangan sampai batas berapa dia boleh melakukan transaksi, dan kapan transaksi tsb harus dilakukan cut loss. Besarnya kewenangan ini ditentukan oleh pengalaman, kemampuan, dan kompetensi officer tersebut, sehingga bila terjadi sesuatu officer bisa mengambil langkah-langkah penyelamatan tanpa harus menunggu putusan dari atas.

  • Surat perjanjian, atau kebijakan

Apabila kita akan membuat perjanjian ataupun kebijakan apapun, selalu pikirkan untuk menyertakan escape clause, suatu klausula yang mengatur apa yang harus dilakukan jika tak sesuai rencana. Hal ini akan membuat kita selalu berpikir, untuk tidak memasuki area tanpa tahu jalan keluarnya.

Bahkan untuk hadir di suatu acara pun, atau berjanji setia dengan pacar, harus ada escape clause ini, dengan menambahkan kata “Insya Allah”, karena kita memang tak tahu apa yang akan terjadi didepan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s