Oleh: edratna | Januari 1, 2007

Melihat matahari terbit di gunung Bromo.

Setiap pegawai yang baru masuk, biasanya mengalami masa job training. Model job training yang dilakukan berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Job training juga merupakan upaya perusahaan mengenalkan lingkungan kerja dan budaya perusahaan pada para pegawai baru, yang umumnya terdiri dari berbagai latar belakang berbeda.

Masa job training adalah masa yang paling menyenangkan, karena pertama kalinya kita menerima uang bulanan tetap, belum punya tanggungan keluarga dan teman2 seangkatan masih bujangan semua. Kalau kita bisa mengatur jadual dengan tepat, masa job training adalah masa yang paling menyenangkan.

Saat pertama kali diterima di perusahaan, saya mengikuti on the job training selama 10 bulan di Propinsi Jawa Timur, di kota petis Sidoarjo. Jarak kota Sidoarjo hanya setengah jam perjalanan dari kota Surabaya dengan bemo, dan bayarnya Rp.50,-Maklum saat itu belum ada istilah jalan macet. Kab Sidoarjo wilayahnya luas dan subur, terletak didelta sungai, antara sungai Brantas dan sungai Porong, merupakan jalan lintas orang2 yang mau bepergian dari Surabaya kearah Malang atau kedaerah tapal kuda (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowosa, Banyuwangi, Lumajang). Makanan khasnya petis dan bandeng asap.

Setiap bulan sekali, kami mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan hasil job training selama sebulan, dan membuat laporan, tempatnya berpindah-pindah di kota tempat teman2 job training (kami berenam disebar di Lamongan, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Madiun dan Kediri). Jika ada hari libur yang berdekatan dengan hari Minggu (saat itu Sabtu masuk setengah hari), jauh hari sudah direncanakan untuk mengunjungi tempat2 wisata. Saya dan teman-teman pernah mengunjungi Madura, nonton Srimulat (saat itu sedang ngetop2nya), ke teluk Popoh di Kediri, ke Malang (Batu, Songgoriti, Selekta), dan yang paling mengesankan adalah melihat matahari terbit di gunung Bromo.

Hari Sabtu merupakan hari yang ditunggu-tunggu, begitu jam kantor usai saya langsung ambil travel bag dan pergi ke kota Pasuruan untuk menjemput temen. Temen saya telah membuat ancer-ancer untuk mencapai tempat kostnya (saat itu komunikasi hanya via surat, telpon di kantor pun masih dengan cara diputar dan kita bicara berteriak-teriak agar kedengaran). Bis memasuki terminal Pasuruan, saya keluar dari bis langsung berjalan kaki dan membelok kekiri, serta menolak tawaran tukang becak yang mangkal di dekat terminal. Tukang becak di kota Pasuruan sebagian besar berasal dari Madura, yang temperamennya mudah naik, sehingga daripada berperkara, saya berjalan kaki dulu (sesuai pesan teman), dan setelah cukup jauh baru menawar becak. Dari Pasuruan, kami berdua (cewek semua) naik angkot ke kota Probolinggo dan dari Probolinggo ganti angkot lagi ke arah kecamatan Sukapura (hmm…. agak lupa namanya). Kebetulan teman seangkatan di IPB bekerja di perkebunan tembakau di lereng gunung Bromo, dan kami berencana menginap di mess nya. Saat itu sudah mulai gelap, dengan berbekal peta kami mencoba mengawasi daerah yang dilalui agar tak kebablasan. Sampai kecamatan Sukapura sudah jam 21.00 wib, syukurlah perjalanan lancar.

Besok pagi-pagi jam 2.00 wib kami sudah bangun dan mulai naik ke arah gunung Bromo menggunakan hardtop (sejenis jeep, yang merupakan kendaraan dinas di perkebunan saat itu), melewati padang pasir dan sampailah dibawah tangga. Cuaca sangat dingin, saya merapatkan kerah jaket, dan mulailah kami merambat naik ke atas. Sambil menunggu dibibir kawah, kami menunggu matahari terbit……benar-benar menakjubkan…kita merasa kecil sekali, ….indah sekali…..Kawah Bromo

Waktu berlalu, tak terasa saya telah bekerja selama 27 tahun diperusahaan yang sama, banyak suka duka yang saya peroleh, tapi saya masih ingin melihat kembali gunung Bromo. Betapa banyak perjalanan yang telah saya lakukan, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri, tapi saya selalu ingat pesonanya gunung Bromo, gunung yang gundul dikelilingi oleh padang pasir.

Pada pertengahan tahun 2005, saya mendapat tugas ke Surabaya, dari ngobrol2 santai bersama anak buah, keluarlah rencana ingin mengunjungi Bromo. Kebetulan pimpinan Cabang di Probolinggo pernah menjadi satu tim di unit kerja sebelumnya. Tentu saja perjalanan kali ini lebih menyenangkan, kami bisa beramai-ramai menggunakan kendaraan dari Surabaya, dan tidur di hotel Bromo Permai. Sempat terjadi kekawatiran rencana akan batal, karena berita di TV menyebutkan kalau gunung Bromo mulai batuk2, mengikuti gunung Semeru yang telah lebih dulu batuk-batuk. Syukurlah pada Jumat sore, teman di Probolinggo memberikan konfirmasi kalau aman untuk naik ke gunung Bromo.

Hotel Bromo Permai memberikan fasilitas kendaraan untuk sampai ke gunung Bromo. Pagi-pagi jam 2.00 wib kami berdelapan sudah dibangunkan oleh petugas hotel. Di lobby teman saya pimpinan cabang Probolinggo dan isterinya, serta stafnya telah menunggu untuk menemani kami naik gunung Bromo. Cuaca dingin sekali, dan setelah dilihat ternyata mencapai 4 derajat celcius. Sampai di Pangandakan, badan sudah gemetar kedinginan, akhirnya saya menyewa jaket dan beli topi yang sekaligus menutup telinga. Hmm…betul2 indah sekali, kami memotret dari tahap mulai matahari belum muncul sampai benar2 sepenuhnya muncul……syukurlah cuaca cerah, walaupun malam hari sebelumnya sempat turun hujan. Indah sekali, dengan latar belakang gunung Semeru yang mengeluarkan awan tebal bergulung-gulung.
bromo-yg-sedang-aktif.jpg Kami selanjutnya turun dari Pangandakan, dan ingin menaiki tangga untuk mencapai puncak Bromo. Kendaraan hanya boleh diparkir dipinggir padang pasir, jadi cara mencapai gunung Bromo hanya berjalan kaki atau naik kuda. Saya belum pernah naik kuda, tapi membayangkan jalan kaki, dengan umur yang makin bertambah, saya kawatir tak kuat menaiki tangga yang berjumlah 250 buah itu (konon katanya setiap orang menghitung, jumlahnya berbeda-beda).Saya akhirnya memberanikan diri menyewa kuda, walaupun deg2an juga, karena disebelah saya ada kuda yang sulit dikendalikan penunggangnya.

Akhirnya saya bisa mencapai bibir kawah, dengan melalui tangga, dan berhenti untuk mengambil nafas tiga kali. Bau asap belerang menyeruak tajam, asap mengepul dari kawah gunung Bromo. Saya berdoa agar gunung Bromo tak meletus saat saya dan kawan2 berada disana, terbayang betapa hebohnya perusahaan jika gunung Bromo meletus dan kami ada disana. Dan risiko yang paling berat adalah mempertanggung jawabkan kepada keluarga masing2 anak buah. Syukurlah situasi aman, dan pada jam 9 pagi kami mulai menuruni tangga.

Ternyata teman-teman keasyikan naik kuda. Saya juga ingin lebih tahu bagaimana enaknya naik kuda, sehingga kami berlatih naik kuda di padang pasir. Ternyata setelah tahu triknya naik kuda bisa terasa nikmat …dan saya jadi tahu istilah…jangan pakai kacamata kuda. Ternyata jika tali kekang sebelah kanan ditarik, maka kuda akan berbelok kekanan, demikian pula sebaliknya. Jika kita tak merubah posisi tarikan tali kekang tersebut, maka kuda akan berputar terus searah tarikan tali kekang tersebut. Dan jika kita memerintahkan kuda untuk berjalan lurus, maka kedua tali kekang harus ditarik.

Kami keasyikan, syukurlah ada yang mengingatkan bahwa kami harus segera kembali ke hotel, mandi dan harus segera pulang ke Surabaya, karena pesawat yang membawa kami pulang ke Jakarta akan take off jam 16.00 wib.

Hmm….Bromo…kapankah saya bisa kembali lagi???

Iklan

Responses

  1. Thanks for sharing this information. Really is pack with new knowledge. Keep them coming.

  2. Wah pasti seneng bgt yah mba … bisa pny pengalaman spt itu … andai saya bs spt itu? kpn yah? Skr saya hanya bisa memandang keindahan bromo dan gunung2 lain hanya via internet … Mudah2an msh ada waktu tersisa bwt saya untuk bisa sampai ke bromo …

  3. Fitri,

    Saya doakan suatu ketika Fitri akan sampai ke Bromo, benar-benar pengalaman yang mengesankan.

  4. wow..

  5. Aily,
    Thanks telah mampir

  6. Buat yg blum pernah ke Bromo/Penanjakan, mungkin pengalaman q bisa membantu kalian. Tahun ini aq uda 2x ke Bromo n Penanjakan,tp yg plg spesial n puas wkt aq kesana yg ke-2x (Des 2007).

    Aq berangkat dari Sby sekitar jam 6 sore. Utk ke Bromo/Penanjakan ada 4 pintu masuk,tp aq cuma inget 2 sih,yaitu Pasuruan dan Probolinggo. Aq si selalu lewat Probolinggo. Aq dengar dr supir q, klo kita ke gng Bromo lewat Pasuruan harus hati2. Soalnya byk perampokan disana (Mungkin klo kalian mau lewat sana, siang aja kali ya…). Selain itu penginapan lebih byk tersedia di daerah Probolinggo drpd Pasuruan. Enaknya, klo lwt Pasuruan qt g perlu byr tiket msk ke Bromo/Pasuruan.

    Buat duit, mending kalian bawa duit sekitar Rp 800rb perak (untuk 2 orang). Ini buat 2 kamar hotel, 1 buah jeep, dan tiket masuk ke Gng Bromo+Penanjakan (klo lewat probolinggo)
    +pasir berbisik+Savana (ltk 2 tmpt ini di belakang gng Bromo).

    Hotel tmpt aq nginap wkt itu harganya Rp 75rb-Rp 100rb.

    Kalian wajib pakai Jeep yg disediakan penduduk lokal untuk ke 4 tempat tersebut. Ini udah jadi keharusan masyarakat setempat. Krn byk wisatawan yg memakai mobil pribadi justru tergelincir. Hal ini dikarenakan medan yg begitu berbahaya, dg jln sempit, berkelok,dan berjurang. Harga jeep ini Rp 250rb n muat utk 6 org. Pagi hari kalian bakal di jemput jeep di hotel (biasanya sekitar jam 3.30) n diantarkan lg ke hotel.

    Perbatasan Probolinggo – Pasuruan kalian byr tiket masuk tujuan. Harganya berbeda setiap tujuan. Waktu itu si, Rombongan q ada 3 org (Suami,sopir q, n aq), qt byr Rp 100rb utk 3 org itu dengan tujuan Bromo/Penanjakan (maklum suami q bule si, jd tiket msknya mahal sendiri).

    Utk ke destinasi lain byr lg Rp 150rb.

    Klo mau naik kuda Rp 20rb/ekor/org. Di Bromo byk kok yg nyewain kuda. Klo mau pesan di pintu msk jg bisa si, cuma hArganya lbh mahal.

    Ya… segitu dulu de.

    Moga membantu. Ciao.

  7. lzwiers,
    Thanks infonya.

  8. aq bru sekali ke Gunung Bromo. Awal bulan September 2002 lalu sekolah aq mengadakan Study Tour ke Bromo. Khususnya bwt anak2 kelas 3 IPS nya…(SMU N 39 CIJANTUNG)

    itu bener2 pengalaman yg paling menarik & tak terlupakan. dengan biaya Rp.600.000/orang….selama 5 hari lho.
    pemandangan yg masih asri menyejukkan hati..

    perjalanan yg panjang & melelahkan dari JAkarta terobati dgn udara yg sejuk & pemandangan yg indah.. gunung Bromo.. karya TUHAN yg ajaib.

    perjalanan lgsung ke Bromo dgn naik Jeep..Seperti berjalan di laut pasir…wow..
    bagi yg gak tahan berjalan bisa naik kuda lho dgn biaya Rp.20.000

    tp krn ingin menikmati suasananya jd aq & temen2ku jalan kaki az…
    tp ternyata sebelum menuju kawah bromo kita harus melangkahi anak tangga yg tinggiiiiii bgt….klo g salah ada sekitar 250 anak tangga lho..
    nah lo… kebayang gak??? wuih…cape bgt…tp sampe di puncak kawah Bromo… kita2 merasa puas lho…

    nah bagi kamu2 yg blm pernah kesana…coba deh sisain tabungannya n bwt planning with u’r family or u’r friends utk jalan2 kesana….

    selain itu kita jg bisa melihat indahnya matahari terbit di pagi hari dari penanjakan. wah…its so nice..

    ok deh segitu z dr aq..

    ‘met membayangkan ya…

  9. Thanx for sharing mbak.. kebetulan nih aku mau ke Bromo Tengger Semeru di liburan lebaran… salam kenal…

  10. saya sangat terpesona pada keexotisan Bromo karena menurut saya panorama seperti itu hanya ada di probolinggo, maka dari itu dimohon kepada pemerintah kota dan para warga sekitar agar benar-benar menjaga aset tempat wisata ini.
    Terlebih saya adalah warga asli probolinggo yang di tunjuk sebagai duta lingkungn hidup merasa bangga menjadi warga asli probolinggo.
    demikian dari saya dan terima kasih

  11. sungguh cipta-an dan kebesaran Allah SWT
    awal datang ke gunung bromo, aq terselimuti udara yang sangat dingin, seperti berada di antartika.
    setelah menunggu beberapa jam, tampak bias cahaya yang membuat aq kagum, subgguh bener2 indah dan sangat mempesona.
    walaupun udara dingin yang menusuk2
    aq ingin kembali lagi ke gunung bromo.

  12. Aku 29 Desember 2008 baru ke Bromo, wooowwww luar biasa deh. Aku masuknya dari depan rumah makan Pak Soleh Probolinggo, ciptaan Tuhan yang Maha Sempurna. Kalau hari besar semua penginapan penuh, kebetulan Aku punya Pak De tugas di pospolisi Sukapura, jadi akomodasi tidak terlalu sulit. Ingin sih kesana lagi melihat matahari benar-benar bulat, kalau bulan Desember tidak bisa penuh keluarnya. Sungguh Luar Biasa Ciptaan Tuhan. Oh iya kalau ke sana siapkan baju hangat, sarung tangan, sepatu dan kaos kaki untuk menahan hawa dingin.

  13. Bromo ???
    bikin penasaran terus deh. aku udah pernah sekali ke Bromo, kira kira tahun 2007 bulan Maret.
    Dan ada rencana mau kesana Januari 2009 ini.. Tapi berhubung cuaca begini gimana ya ???
    Ada yang bisa kasih masukan persiapan apa aja …

  14. keren bngt gunung bromo
    td page aqu lht di metro tv
    andai aqu ksana,
    mungkin tak trbayangkhan
    yg kujelajahi hnya gunung yg di sumut adja
    lestri

  15. Saya seorang pns tinggal di Kuta, Bali. Pertamax ke Bromo th 1995 sampai akhir 1997 dan selalu nginap di htl Bromo Permai, pernah jln kaki, naik jeep dan jg sering naik kuda (thru sand sea) dr hotel BP ke bromo pp. Waktu pertama melihat sunrise dr puncak itu adalah salah1 kenangan yg tak terlupakan dlm hidup saya. Bln Juli yad insyaAllah saya mau ke bromo permai lg krnnya coba2 search info terbaru ttg Bromo dan ketemu blog ibu. Trm ksh atas info nya & kalimat2 yg sharing di blog ini krn makin menguatkan rencana saya kembali wisata ke Bromo.

  16. Bromo Memang Sip Untuk Di daki dan lebih yahutnya lagi pemandangan nya sangat menakjubkan

  17. dari yang saya baca diatas, ibu belum sempay menikmati exicing-nya savana bromo…padang rumput liar yang sangat-sangat mempesona, bunga2 yang berwarna-warni, kilauan embun yang menakjubkan…sejauh mata memandang hanya ada kedamaian…wooowww…dari lautan pasir bromo, minta antar saja jeep yang kita sewa menuju savana, dengan melewati padang pasir yang tidak kalah menakjubkan….

  18. Saya mau ke Bromo rencana tgl.10 April ’10.
    Kira2 brp lama perjalanan dari Surabaya ke Probolinggo ? krn saya tdk menginap di Probolinggo, tp pp Surabaya-Bromo?
    Apa ada yg bisa ksh saran?
    Trimakasih..

  19. kira2 perjalanan surabaya bromo klu nyantai 5 jam

  20. ndak ada yang coment bromo jelek.semua yang pernah kesana pasti bilang BROMO ADALAH INDAH DAN MEMPESONA TERMASUK MBAK

  21. Bromo pernah membuat kenangan yang indah penuh kebersamaan dengan teman2 sekantor. Memang Indah sang Bromo…

  22. wah pengen banget neh kesana pasti seru buanggettt!!!!!!!

  23. aduh,,,, rugi bener aku belum kesana,,,, aku harus kesana,,,,! bromo tunggu aku,,,,!

  24. 2x udah ke bromo … tapi itu udah 25th yang lalu, waktu masi sd … yg keinget cuman dinginnyaaaa … ampek tidur pun susah …

    rencana mo kesana lagi bawa anak … recommended hotel apa yah …

  25. […] File Name : Melihat matahari terbit di gunung bromo. | Source : edratna.wordpress.com Download : Melihat matahari terbit di gunung bromo. | […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: