Oleh: edratna | Maret 28, 2007

Akhirnya……

Akhirnya….

Tiba juga saat yang dinantikan seluruh keluarga. Kami sekeluarga pindah dari rumah dinas yang telah ditempati sejak anak-anak kami kecil sampai dengan remaja dan dewasa. Walaupun rumah yang dibangun belum sepenuhnya selesai, minimal sudah ada pagar sehingga rumah aman untuk ditinggali.

Riwayat mendapatkan rumah kecil di Jakarta Selatan merupakan perjuangan yang panjang, yang sudah di mulai sejak 5 (lima) tahun yang lalu. Setiap kali ada rumah yang sesuai, harganya terlalu mahal untuk kantong kami, begitu pula sebaliknya. Atas dorongan teman dekat keluarga kami, akhirnya kami memutuskan untuk membeli rumah di daerah Cilandak, yang cukup dekat kemana-mana. Risikonya luas tanah kecil, hanya sepertiga dari rumah dinas tempat kami tinggal sebelumnya.

Pindah rumah, harus siap semuanya berantakan, dari buku dan dokumen yang tercecer, waktu boyonganpun perlu waktu 3 (tiga) hari hanya untuk mengangkut buku-buku milik suami dan anak-anak. Masalah muncul, karena rumah jauh lebih kecil….akhirnya sampai seminggu sesudahnya, semua masih berserakan didalam kardus, dan hanya barang-barang yang diperlukan saja yang telah tertata.

Hmm…akhirnya kami bisa menikmati tinggal di rumah sendiri di Jakarta….mudah2an rumah kami membawa ketenangan dan kedamaian bagi seluruh anggota keluarga. Amien

Iklan

Responses

  1. Amien….semoga rumahnya penuh dengan barokah dan kedamaian ya Bu. 🙂 Acara beres2nya lom selesai ya Bu? 😀

  2. mampir, selametan, makan-makan bu enny 😛 hehehe
    *kaburrr…(bukannya bantuin)

  3. Ricky
    Makasih doanya, biar kecil tapi rumah sendiri. Kayaknya baru beres 3 (tiga) bulan lagi deh…sekarang dimana-mana kardus penuh buku. Mesti ditata ulang kembali, dan prioritas utama buat lemari yang banyaaak untuk menampung buku-buku.

    Andjar
    Sekarang udah boleh mampir, ada indomie rebus kok. Sama Nunung ya.

  4. wah alhamdulillah.. akhirnya sudah menempati rumah baru,
    semoga menjadi rumah yang dirahmati dan diberkahi oleh Allah.. amiiin

    sebaik2 rumah baru adalah jika dibacakan ayat Al Quran terlebih dahulu 🙂
    kalau selalu ada bacaan Quran di dalamnya insya Allah akan selalu penuh berkah juga…
    kalau ada selametan, makan2 dan sy diundang adalah berkah bagi saya heheheh… 😀

    wah di cilandak ya…. si Narpen seneng bgt dong ! (salam damai Pen 😛 )

    *hhmm… tampaknya bakal susah ya agar punya rumah di jakarta…. :/ harus ada pagarnya pula y …. duh.. (penginnya sih rumah tanpa pagar/pintu gerbang… kaya di desa 😀 )

  5. Andi,

    Sebelum pindah diadakan pengajian, dan juga didoakan setiap habis sholat. Mudah2an menjadi rumah yang membuat damai.
    Kapanpun Andi datang, akan diterima dengan senang hati…dekat Citos lho, kalau tak sempat masak kan tinggal jalan 300 m atau naik angkot sekali jalan.

    Memang sih tak seaman di Cipete (maklum di Cipete kompleks rumah dinas dengan Satpam 24 jam, jadi pagar hanya dikunci malam hari). Di Cilandak juga ada Satpam yang keliling, namun karena dekat dengan jl. RS Fatmawati (200 m), tetap aja kita harus menjaga diri masingmasing. Selain masalah pagar, yang lainnya enak, hawa cukup sejuk, air lancar dan bersih, kondisi lingkungan bersih…bahkan kalau malam hari serasa tinggal dirumahku di Madiun. karena sepi sekali.

  6. Wah, pindahan ya, Bu?
    Pantes jarang nge-blog akhir2 ini (dah bolak balik nunggu tulisan2 baru) 😀

    Semoga jadi rumah yang damai,
    semoga suatu saat saya bisa mampir ke sana dan kenalan langsung 🙂 (ngarep mode: ON)

  7. Selamat Bu,

    Amin, semoga rumahnya membawa barokah, ketenangan, ketentraman dan kenyamanan. Lebih kecil bukannya lebih “hangat” Bu? 😀

  8. Wah..selamat udah pindah ke rumah baru. Sorry nggak sempat ngebantuin pas pindah karena kami sekeluarga kena flu berat pada hari pindahan itu. Sekarangpun belum sempat nyambangin ke Cilandak. Maklum isteri dan anak punya kesibukan masing-masing. Maunya kalau kami ke Cilandak lengkap bertiga.

    Saya sudah lihat rumahnya, bagus kok. Mengenai buku, bisa dikurangi file-nya hingga 10 tahun terakhir aja. Masak majalah Ayahbunda dari tahun jebot masih dipiara..he..he..

  9. Dilla,

    Hmm iya…akhir-akhir ini beres2 melulu, ga selesai-selesai juga. Jangan lupa ngabari kalau balik ke Indonesia…mampir kerumah ya di Jl.Cilandak IV no.14 (belakang Citos)

    Arief,
    Amien….memang lebih hangat karena kecil….

    Tri Djoko,
    Saran yg benar. Sulitnya keputusan harus dari kedua belah pihak. Yang satunya pengumpul (mirip alm ibu)…jadi tiap kali mau dibuang…sayang….Padahal mestinya harus berani buang. Padahal kalau baju, malah mau buang, tapi kertas2….hmmm tunggu dulu. sabaaar

  10. abis pulang dari luar kota, nanti cerita-cerita lagi di blog yah, Bu?

  11. Kunderemp,
    Iya…udah kangen ngisi blog…waktunya yang belum sempat. Semoga di Aceh mendapat pengalaman buat nambah cerita blog……

    (udah nggak sabar segera sampai disana…ssst tugasnya dikerjakan dulu)

  12. waaah Bu enny dan keluarga, selamat ya..

    Semoga rumahnya barokah dan bikin suasana makin adem ayem… 🙂
    Kemaren pas pulang lewat Fatmawati udah ngeliat ada Dunkin Donuts di kiri jalan, ditunjukin sama si mas belokannya, cuman ga sempet mampir bu, soalnya udah kemaleman.

    Kapan nih slametannya? 😛

  13. Nunung,

    Amiieen. Kenapa nggak mampir? Lama-lama merasa senang juga kok di Cilandak, awalnya memang kaget, terus cape naik turun. Lama-lama juga terbiasa selalu mengunci pintu pagar (hal yang paling menyebalkan), karena memang lebih rawan…maklum di Cipete kompleks perumahan yg ada satpam, dan digaji perusahaan.

    Slametannya sebelum masuk rumah, ada pengajian bersama kelompok pengajian di Cilandak. Tapi kalau Andjar dan Nunung mampir, jangan kawatir….dekat Piza Hut, Dunkin Donut, ada gado2 enak lho di Subud (tapi hanya sampai siang hari)

  14. ibuuu… baru sempet komen..
    umm, umm..

    rumahnya enakkk!!!
    emang beda yah, rumah yg ada ibu-nya ma nggak 😀 hehehe.. ada yg nyerewetin, tp jadi terawat ya.. (apa krn masi baru?)

    @rusiawan:
    ah, biasa2 aja, ga seneng2 banget ko.. :p
    *boong ding

  15. Gado2 ya? mau mau mau 😀 hehehe, iya bu insyaAllah nanti kalo ada waktu libur kita mampir.

    hehehe narpen, emang bener banget rasanya rumah kalo ada ibu-nya tuh lain, adeeeem gitu, nyaman, seneng deh pokoknya…
    wuaaa jadi kangen emak nih 😛

    Sama kayak kerjaan, kalo ada sentuhan wanitanya rasanya jadi lebih mantep 😉

  16. wah, ibu.. salam kenal.
    tadi mampi kesini gara2 browsing untuk materi gunung wilis, eh..taunya nyangkut ke blog orang kediri juga. jadi semakin membuat saya rindu tanah kelahiran. dan lebih terperangah lagi pas tau yang nulis ibu, bahasanya enak dibaca.

    selamat untuk rumah barunya yah bu.. 🙂

  17. Narpen,

    Memang enak, dan hati tenang…setelah 8 bulan senewen terus, nyampe nggak ya uangnya untuk menyelesaikan rumah 😛 .Hmm apalagi, setelah tenang hatinya. Allah swt memberi karunia lain…ada tawaran ngajar ke Banda Aceh (yg udah diimpikan bertahun-tahun lalu pengin ke Aceh).

    Cilandak emang dekat mana?….H..n???….hehehe

    Nunung,

    Iya, semoga tukang gado2 jualan pas hari libur (belum ngecek)…tapi jangan kawatir banyak pilihan yg lain…. Jelas adem…karena ada ijo2nya…tanaman maksudnya. Rumah Bandung mestinya juga bisa hijau, asal anak2 hari Minggu mau ngurus tanaman, jangan tunggu ibu ke Bdg…:D…O, iya, Nunung belum sempat ke Bandung ya….baru Andjar pas malam tahun baru.

    Dewi,

    Salam kenal juga, makasih telah mampir. Yang dari Kediri suami saya, sedang saya sendiri berasal dari Madiun (masih tetanggaan sama Kediri). Dewi sekarang menetap dimana? Jakarta?

  18. wah…masih untung masih bs pindah di daerah cilandak….deket mo ke pusat kota….kalo saya..masih di pinggiran…bekasi gitu loh…heuheu

    Herievedder
    ,
    Pemilihan lokasi waktu masih muda juga dipinggir, tapi lama-lama sejalan dengan peningkatan gaji dan menabung bisa pindah agak ke kota. Tinggal di kota, risikonya tanahnya sempit, sekedar cukup saja…jadi banyak juga teman yang pilih tinggal di Jabodetabek dengan tanah yang lebih luas, lebih banyak ditanami pohon sehingga lebih sejuk. Jadi, sangat tergantung pada orangnya masing-masing.

  19. mohon ijin sharing ya bu..

    Silahkan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: