Cipularang

Kemarin baru pulang dari Bandung, melewati Jalan Tol Cipularang yang berkelak-kelok, nyaman dengan pemandangan hijau di kiri kanan jalan. Semoga pemandangan ini akan tetap sama, dan tidak bermunculan rumah/pabrik sebagaimana Jalan Tol Jakarta-Cikampek, atau seperti jalan Jakarta Bandung melewati Puncak yang penuh dengan gubug2/warung penjual makanan sehingga merusak pemandangan kebun Teh.

Jalan Tol Cipularang telah merubah cara hidup orang Bandung dan Jakarta…Bandung yang dulu ditempuh dari Jakarta, paling cepat 4 (empat) jam lewat Puncak atau 3 (tiga) jam lewat Purwakarta setelah ada Tol jakarta-Cikampek…sekarang Jakarta Bandung bisa ditempuh dalam waktu hanya 2 (dua) jam, bahkan bisa kurang jika kita berangkat pagi-pagi selepas sholat Subuh. Saya dulu langganan kereta api PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad)….karena saya dan anak-anak tinggal di Jakarta, sedang suami bekerja di Bandung. Susahnya sering sekali tiket hangus, karena beli tiket harus seminggu sebelumnya atau paling lambat hari Senin, jika kita ingin ke Bandung hari Jumat sore atau Sabtu untuk kereta paling pagi. Tanpa pesan tiket lebih dulu, maka tempat duduk akan penuh…sedang kalau pesan dulu, kadang-kadang ada acara mendadak yang akhirnya batal pergi. Kejadian ini terjadi berulang kali. Enaknya, jika pake kereta api, di setasiun masih sempat beli oleh-oleh, minimal coklat “silver queen” kesenangan putri bungsu saya. Dari setasiun Gambir, saya harus pake taksi untuk pulang kerumah yang terletak di daerah Cipete….yang ongkos taksinya setengah harga tiket kereta ke Bandung…dan taksi dari setasiun Gambir butut-butut.

Lanjutkan membaca “Cipularang”

Iklan

Ekspansi usaha dengan melakukan penyertaan modal

Penyertaan modal adalah suatu usaha untuk memiliki perusahaan yang baru atau yang sudah berjalan, dengan melakukan setoran modal ke perusahaan tersebut.

Misalkan Anda seorang Direktur Keuangan Dana Pensiun suatu perusahaan besar, dan menginginkan untuk menempatkan dana di bidang perhotelan. Karena Dana Pensiun belum mempunyai orang yang kompeten di bidang perhotelan, sebagai langkah awal adalah menempatkan sebagian dana sebagai pemegang saham dari hotel (misalkan hotel XXX) yang sudah ada. Apa yang harus diperhatikan?

Lanjutkan membaca “Ekspansi usaha dengan melakukan penyertaan modal”

Pilihan investasi bagi pemilik dana

Kontan,no.33-XI minggu ke-III, Mei 2007 hal.34-35 menyoroti perpindahan penempatan dana Jamsostek dan Dana Pensiun, dari deposito ke obligasi dan reksadana. Inikah tanda-tanda bisnis perbankan menuju senjakala?

Sebelum kita terpengaruh oleh kalimat di atas, marilah kita menilai, apa dan bagaimana kebijakan penempatan dana, andaikata Anda adalah seorang Direktur Investasi dari Dana Pensiun atau Jamsostek. Atau yang lebih sederhana, apabila Anda seorang Direktur Utama (CEO) suatu perusahaan besar, yang mempunyai manajer treasury tersendiri, bagaimana Anda akan menempatkan dana yang idle?

Lanjutkan membaca “Pilihan investasi bagi pemilik dana”

Nonton bareng anak

Banyak pengalaman menarik sebagai orangtua, yang kita peroleh saat menonton film di gedung bioskop bersama anak.

1. Sosialisasi

Anak merupakan makhluk yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Betapa kita dapat melihat anak kita dengan cepat berkenalan dan berkomunikasi dengan anak-anak lainnya yang ditemui, bahkan kadang-kadang mereka bisa bermain/berdiskusi dengan bahasa yang berbeda.

Lanjutkan membaca “Nonton bareng anak”

Deret kehidupan, seperti apakah?

Pernahkah mendengar, bahwa kehidupan manusia diibaratkan seperti perputaran matahari? Apabila kita telah berumur 25 tahun, artinya kita telah sampai pada jam 12 siang, dan jika telah mendekati setengah abad, maka kita sudah masuk senja hari, yang diibaratkan semakin dekat kemungkinan dipanggil oleh Allah swt. Dengan memahami kemungkinan perputaran seperti tersebut, diharapkan manusia dalam kehidupannya yang singkat dapat memberi warna terhadap kehidupan disekelilingnya, agar lebih baik.
Di bawah ini ada kutipan pendapat dari teman-teman anggota IISB ( Indonesian Islamic Society of Brisbane), yang menurut pendapat saya sangat relevan dengan kehidupan kita, dilihat dari berbagai pandangan.

Dari segi matematika, Alhadi Bustaman mencoba membuat rumusan sebuah deret yang diberi nama deret kehidupan, sebagai berikut:

A(0) = 0

A(n) = 2 A(n-i)+1; n=1,2,3…….,7

Lanjutkan membaca “Deret kehidupan, seperti apakah?”

Integritas, dapatkah diukur dan diramalkan?

Sangat menarik untuk membahas apakah integritas dapat diukur dan diramalkan. Di bawah ini ada beberapa panduan untuk mengukur “integrity in action“, yang lebih bersifat konkrit operasional, yang mudah diikuti sebagai panduan wawancara. Masalahnya, sampai seberapa jauh indikator tersebut dapat diterapkan, terutama pada posisi di bawah upper middle management. Karena, indikator di bawah ini bisa berjalan, jika memang banyak past experiences dari calon yang dinilai, banyak critical incidents dalam pengalaman hidupnya yang terkait dengan aspek tersebut. Misal, pernah mengalami peristiwa yang mengundang conflict of interest, pernah menjalani suatu tanggung jawab yang sulit, pernah harus mengambil keputusan yang tidak populer. Kalau sample nya terbatas, otomatis agak “sulit’ melakukan penilaian berkaitan dengan hal ini. Mengukur integrity, banyak terkait dengan moralitas seseorang. Namun demikian, banyak sekali perusahaan yang mencantumkan integrity sebagai aspek yang harus dimiliki oleh calon karyawan dan pimpinannya.

Lanjutkan membaca “Integritas, dapatkah diukur dan diramalkan?”

Mengajar itu sama dengan belajar

Ada korelasi positif terhadap peningkatan kompetensi bagi seorang pengajar yang sering memberikan ceramah pada seminar, atau mengajar pada pendidikan di berbagai perusahaan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

1. Pengajar berperan sebagai fasilitator
Mengajar orang dewasa tentu berbeda dengan mengajar pada anak kecil, maupun mengajar pada mahasiswa. Pendidikan bagi orang dewasa, harus dibuat sedemikian rupa, sehingga situasi kelas tidak membosankan, dan ada komunikasi dua arah. Di satu sisi pengajar harus menguasai materi yang disampaikan, dan bertindak sebagai fasilitator, dan harus pandai menangkap sifat kelas yang diberikan pengajaran pada saat itu. Ada kelas yang partisipannya begitu menonjol, aktif dan banyak diskusi, disini peran pengajar hampir mirip fasilitator atau moderator, namun kita juga harus mampu mengarahkan kelas agar tak terjadi debat kusir. Pada kelas yang aktif, banyak pertanyaan tak terduga, dan kadang-kadang pengajar sendiri belum mengetahui jawaban yang tepat. Jika ini terjadi, diperlukan seorang pengajar yang bijaksana, sehingga tidak terkesan bahwa pengajar tidak mampu menguasai kelas.

Lanjutkan membaca “Mengajar itu sama dengan belajar”