Kemana mencari tambahan modal?

Apabila Anda seorang Direktur sebuah perusahaan korporasi dan memerlukan tambahan dana untuk membiayai ekspansi perusahaan, membangun pabrik baru, atau menambah kapasitas mesin dsb nya, kemana kira-kira akan mendapatkan dana tersebut? Disini ada beberapa pilihan pembiayaan, yang dapat dinilai sesuai kepentingan perusahaan.

1. Setoran dari pemegang saham

Setoran modal dari pemegang saham dapat diharapkan apabila pemegang saham memang masih mempunyai kemampuan menyetor dana. Ini merupakan alternatif yang paling menguntungkan bagi perusahaan, karena bisa tanpa bunga atau bila berbunga dapat dikategorikan dalam pinjaman dari pemegang saham, yang merupakan grey area. Grey Area karena dapat dimasukkan sebagai perhitungan near equity untuk menghitung Debt to Equity Ratio (DER).

2. Pinjam dari Bank

Bank akan menilai kelayakan investasi dari yang diajukan, disini perusahaan harus menyediakan sharing dana sendiri yang besarannya minimal 35% dari Total Project Cost (TPC). Repayment Capacity akan dihitung dari perkiraan neraca dan Laba Rugi selama periode investasi, dan Bank akan menilai apakah proyek investasi termasuk dalam kriteria yang layak mendapat pembiayaan dari Bank.

3. Menerbitkan obligasi

Bagi perusahaan skala besar (korporasi), yang laporan keuangannya telah tertata dengan baik, telah diaudit akuntan, serta selama beberapa tahun telah membukukan keuntungan, maka perusahaan dapat mencoba untuk menerbitkan obligasi. Hampir mirip dengan perusahaan yang akan menjual saham, maka perusahaan harus melakukan langkah-langkah sbb: