Self Confidence Building

Definisi kompetensi Percaya Diri

Perilaku yang menunjukkan keyakinan pada kemampuan dan penilaian diri sendiri yang sering muncul dalam berbagai situasi dan menghasilkan kinerja yang lebih unggul.

Contoh perilaku:

  • Menampilkan diri sebagai seorang yang berkuasa atau sebagai orang yang mengesankan
  • Membuat atau melaksanakan keputusan meskipun menghadapi ketidaksetujuan dari pihak lain
  • Menunjukkan keyakinan dalam mengambil keputusan atau kemampuan

Bagaimana meningkatkan Percaya Diri?

1. Peta Kehidupan

Di dalam hidup, kita menjumpai kegagalan dan keberhasilan

  • Masih ingatkah anda kegagalan di masa lalu?
  • Peristiwa memalukan: diminta mendadak untuk menyanyi, lupa untuk presentasi dll
  • Menjengkelkan: mendapat teguran tertulis..
  • Kesalahan fatal: membuat putusan yang keliru, salah perhitungan dsb nya

Ingatan kita cermat sekali menyimpan kegagalan, peristiwa memalukan, kesalahan fatal. Buatlah peta kehidupan, pikirkan peristiwa-peristiwa yang telah dijalani, mulai dari kanak-kanak sampai saat ini. Berapa banyak kegagalan yang dinilai negatif, yang kemudian diikuti keberhasilan? Apa penyebab kegagalan? Bagaimana anda bangkit dan berhasil?

2. Portfolio kemampuan

Peta kehidupan menggambarkan masa lalu anda, tetapi portfolio anda akan memfokuskan pada masa depan anda. Berbagai penelitian menunjukkan,bahwa mereka yang mempunyai suatu keinginan atau rencana untuk mengembangkan kemampuan, akan tampak lebih bersemangat, lebih berhasil dan percaya diri, dibanding dengan mereka yang tidak mempunyai cita-cita. Untuk membuat portfolio kemampuan, pikirkan hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan karir, pengetahuan-ketrampilan, sikap perilaku, nilai spiritual dsb nya dimasa yang akan datang. Gunakan portfolio kemampuan untuk mengingatkan diri anda tentang hal positif tentang anda dan kehidupan anda di masa yang sukar untuk diingat.

Portfolio kemampuan….

mengubah cara pandang kita….akan dapat mengubah kinerja

“Saya tidak sanggup mengerjakan tugas ini”…… berubah menjadi “Saya sedang mengerjakan tugas ini dan ada kemajuan”

Kepercayaan diri harus muncul dari diri anda sendiri, bukan dari orang lain. Oleh karena itu, berilah diri anda, ketrampilan dan prestasi anda, sebuah pujian…ini akan membangkitkan percaya diri anda.

3. Citra Diri

Mengapa citra diri penting? Menjadi diri anda adalah satu hal, ingin terlihat seperti apa adalah hal lain. Anda mempunyai ketrampilan hebat, tapi anda tidak mengakui itu, dan tidak dapat membuat orang lain melihatnya, maka ketrampilan itu tidak pernah akan diketahui orang lain.

Bagaimana membentuk citra diri?

Anda melihat diri sendiri ….VS…. Orang lain melihat anda

Anda akan melihat diri sendiri..VS .. Anda ingin orang lain melihat anda

Bagaimana persepsi anda terhadap rekan kerja anda, ketika yang bersangkutan sebagai asisten Pemasaran, peserta pelatihan, suami/isteri, orang tua. Tulislah persepsi anda terhadap diri anda sendiri sebagai peran yang sama.

4. Sang pemeras

Si pemeras adalah; kecurigaan atas pemikiran negatif orang lain terhadap anda, tetapi kecurigaan anda itu belum anda konfirmasi. Buatlah contohnya.

Untuk mengalahkan si pemeras,

  • Bukalah diri tersembunyi anda….informasi dan keyakinan tentang diri sendiri yang biasanya tidak anda bagi dengan orang lain, termasuk orang terdekat anda.
  • Rahasia yang anda simpan dalam diri tersembunyi anda, sering tidak memiliki konsekuensi negatif
  • Ambil kekuatan sang pemeras dengan membiarkan orang lain mengetahui bahwa anda kurang atau tidak sempurna
  • Hadapi rasa takut anda, jangan bersembunyi.

5. Obat Kuat

Obat kuat percaya diri:

  • Menjalani hidup ini adalah menjadi pilihan
  • Setiap pilihan mengandung tanggung jawab dan konsekuensinya

Obat kuat: benar lawan salah

  • Anda pasif: Anda benar. Saya salah, mari lakukan dengan cara anda
  • Anda agresif: Saya benar, anda salah, ikuti saja cara saya.
  • Anda asertif: Anda benar, saya benar, mari kita lakukan bersama

Obat kuat: mengambil perspektif

  • Yang paling mudah diubah ketika anda mengalami suatu peristiwa adalah mengubah perspektif anda.
  • Gunakan pendekatan asertif

Obat kuat: menyelesaikan masa lalu

Meringankan koper masalah:

  • Berhenti mencemaskan hal yang benar dan yang salah
  • Buatlah interpretasi yang positif dan obyektif
  • Pastikan anda tidak menyalahkan atau merasa benar.

Dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang terus menerus, mengubah perpektif diri sendiri, diharapkan kita bisa tampil percaya diri

Iklan

4 pemikiran pada “Self Confidence Building

  1. Pramono

    Bu, tulisannya menarik sekali. Boleh saya konsultasi dengan ibu, tapi maaf tidak di blog, tapi japri aja. Matur nuwun

  2. wah, bagus nih bu tulisannya. belajar dari asam garam kehidupan kah, Bu?

    Berhubungan dengan “Peta Kehidupan”, saya juga kadang-kadang merasa gagal di suatu titil. Walaupun kadang-kadang membuat resah, tapi sepertinya kegagalan itu mengingatkan kita bahwa masih banyak yang kita tidak tahu.

    “A lot more room to grow”. Begitu kata mentor saya. 😀

  3. bu, yang paling manjur sebenernya adalah kembali ke laptop, eh sori, hehehe… kembali ke Tuhan dan ajarannya. karena apa yang ibu sebutkan semua sudah tercantum disana.

    Sekedar komentar loh…

  4. Mas Pramono,
    Silahkan, saya sudah jawab emailnya.

    Bahar dan tukang ketik,

    Bahan dari pengalaman, juga merupakan bahan mengajar…maklum sekarang kan pendidikan berbasis kompetensi, jadi antara hard competency dan soft competency sudah inherent…namun ada beberapa yang terpaksa dibuat pelatihan sendiri.

    Kegagalan sering membuat kita terpukul, tapi sebetulnya kalau kita percaya..bahwa jika Tuhan menutup pintu yang satu, maka akan dibukakan pintu yang lain. Bahkan jika semua pintu tertutup, masih ada jendela yang terbuka…..seperti kata Bahar.

    Setelah kerja keras dari pagi sampai malam, jam 10 mulai tidur…dan berdoa. Saya pernah diskusi dengan pengajar, seorang psikiater, dia mengetest sifat dan kemampuan kita…sarannya adalah saat malam hari, lakukan review dan merenung, apa yang kita kerjakan hari ini, apa kesalahan kita dalam menghadapi tugas, menghadapi anak buah…besok kita perbaiki….sehingga terjadi perbaikan yang terus menerus.

    Coba buat peta kehidupan, pasti kita akan geli sendiri…ehh peta kehidupanku belok-belok lho…tak seperti apa yang saya angan2kan saat remaja, waktu masih SMU. Tapi ternyata dari situlah kita belajar, bahwa ternyata kita bisa mencapai lebih dari yang kita cita-citakan, walau bukan seperti jalan yang kita inginkan alhamdulillah …(soalnya cita2nya sederhana)….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s