Oleh: edratna | Juni 13, 2007

Sembilan Prinsip Memasarkan Diri Anda

Hermawan Kartajaya (disingkat HK) di dalam bukunya yang berjudul “Marketing Yourself” menjelaskan, bagaimana cara kita membangun keunggulan bersaing dan memasarkan diri kita dengan menggunakan Sembilan Elemen Pemasaran. Secara ringkas, penjelasan pak Hermawan saya kutip di bawah ini:

1. Segmentation: View your marketing creatively.

Jika anda sudah bekerja, maka yang disebut pasar adalah orang-orang di perusahaan anda. Bos anda, teman setingkat (peer), anak buah. Anda harus kreatif, dengan melihat dimana tempat anda bekerja. Anda harus different terhadap orang-orang itu.

2.Targeting : Allocate your resources effectively.

Mengapa kita perlu menggunakan prinsip targeting ketika akan memasarkan diri kita? Karena sumber daya kita terbatas. Sumber daya bisa berupa waktu, tenaga atau pikiran kita. Kita tak pernah memiliki unlimited time, sehingga kita tak bisa menghambur hamburkan waktu kita. Apabila anda berada disuatu perusahaan, anda tak perlu membuang tenaga dan pikiran untuk menunjukkan hasil karya anda pada semua orang, salah-salah mereka akan menjadi iri. Tunjukkan karya anda pada bos yang akan menilai anda. Andaikata anda akan menunjukkan hasil karya kepada teman anda , supaya bisa bekerja sama dengannya tak menjadi masalah, karena orang tersebut memang target pasar anda.Atau justru anda harus menunjukkan pekerjaan kepada anak buah anda, karena anak buah juga termasuk pasar anda.

3. Positioning: Lead your customer credibly.

Anda harus membuat pelanggan percaya kepada anda di positioning itu. Positioning mencerminkan apa yang bisa anda berikan kepada pelanggan. Kalau anda sudah masuk dalam perusahaan, bagaimana memposisikan diri anda supaya beda dengan teman-teman anda dalam satu departemen.

Didalam marketing dikatakan, untuk bersaing, anda tidak perlu sama dengan orang lain, anda justru harus mampu melebihi orang lain itu. Setiap orang mempunyai uniqueness. Keunikan tersebut akan menjadi positioning anda.

4. Differentiation: Integrate your content and context.

Bagaimana menggunakan prinsip diferensiasi untuk memasarkan diri anda? HK menjelaskan, bahwa Differentiation is integrating your content and context. Content adalah apa yang menjadi isi anda. Isi tersebut tercermin dalam pendidikan yang pernah anda tempuh, pengalaman yang pernah anda raih, serta bakat yang anda miliki.

Sedangkan context adalah bungkusnya, secara sederhana begitu. Jadi kalau content itu about what to offer, apa yang kita tawarkan. Sedangkan context itu how to offer, bagaimana cara menawarkannya. Misalkan, komunikasi. Kadang-kadang communication skills juga menentukan.

Banyak orang pintar, content nya penuh, tetapi ketika berkomunikasi dengan orang, context nya belepotan. Berpakaian seperti preman, rambut awut-awutan. Akhirnya content nya bagus, tetapi context nya tidak bagus. Gabungan antara content dan context ini adalah diferensiasi anda, yang berkaitan dengan prinsip ketiga, yaitu positioning.

HK menjelaskan, agar anda berhati-hati memposisikan diri anda dengan positioning tertentu, karena ini adalah strategi anda, janji anda. Diferensiasi dan positioning akan saling berkaitan. Anda harus memposisikan agar diri anda dipersepsikan berbeda, tetapi setelah dipersepsi sebagai berbeda, anda juga harus mengisi content dan context anda.

5. Marketing Mix: Integrate your offer and access.

Marketing mix meliputi 4 P , yaitu: Product, Price, Place, Promotion. Kalau anda sudah mempunyai strategi positioning yang benar dan anda menunjang positioning dengan diferensiasi, maka produk adalah bentuk konkretnya. Yang dimaksud produk dalam diri kita adalah servis, yakni apa yang bisa kita berikan pada konsumen.

Misal: kemampuan menjual, kemampuan Public Relationship, kemampuan mengelola sumber dan daya manusia, ini semua disebut produk, dan harus konkret. Jika anda fresh graduate, mungkin belum berani memasang harga. Kalau anda sudah tahu bahwa produk anda atau servis anda bagus, anda harus berani menentukan harga.

Gabungan antara produk dan price, disebut offer. Offer adalah apa yang anda tawarkan kepada orang. Anda harus menawarkan diri, dalam arti menawarkan servis yang anda miliki, dan anda juga harus memasang harga. Selain itu, anda harus juga dapat diakses melalui place dan promotion. Anda dapat diakses melalui channel mana? Apa jasa yang anda jual?

Yang harus diingat, marketing mix anda merupakan cerminan diferensiasi anda. Jangan membuat marketing mix yang berbeda dengan diferensiasi. Dalam merancang marketing mix harus kembali pada diferensiasi. Misal: ingin menjadi orang marketing, orang harus mengingat anda sebagai orang marketing, bisa menjadi konsultan marketing, dan semua tentang marketing. Jadi apa yang menjadi diferensiasi anda, harus diingat, agar tidak salah arah.

6. Selling: Build long-term relationship with your customers

Selling adalah bagaimana anda mengintegrasikan antara anda, pelanggan anda, dan hubungan dengan pelanggan tersebut. Ingat! Selling yourself berbeda dengan selling the product, atau selling the service. Anda mesti melakukan soft selling. Yang penting anda harus menjaga interaksi dengan orang, terutama orang-orang yang merupakan target pasar anda. Dan setelah berinteraksi dengan orang tersebut, anda mempunyai kesempatan menjual diri, tetapi harus diingat bahwa menjualnya harus tetap bersifat soft selling.

Selling ini penting, karena jika gagal menjual diri, walau positioning dan diferensiasi bagus, maka anda tidak akan laku. Anda juga harus bisa meyakinkan orang bahwa anda bagus. Setelah orang membeli, teruskan relationship dengan pelanggan. Interaksi dengan pelanggan berfungsi untuk menjalin hubungan, supaya relationship tidak hanya bersifat jangka pendek. Relationship yang terjadi terus menerus akan menciptakan consumers bonding. Jika anda punya bonding atau ikatan dengan pelanggan, maka ikatan tersebut lama kelamaan tak hanya bersifat financial bonding, tetapi akan muncul emotional bonding, bahkan lama kelamaan bisa menjadi spiritual bonding. Nahh, kalau sudah begitu, posisi anda akan kuat.

7. Brand: Avoid the Commodity-like trap

Bagaimana membuat nama anda menjadi sebuah brand? Branding is avoid the commodity like trap, artinya untuk menghindari supaya anda tidak seperti orang-orang kebanyakan.

Jika anda sudah masuk dalam suatu perusahaan, anda bisa mem branding kan diri anda di kantor. Anda mungkin akan dikenal bukan hanya sebagai seorang yang supel, tetapi orang yang pintar, orang yang kreatif, orang yang selalu berbeda dengan orang lain. Brand anda mempunyai value tertentu. Jika orang sudah tahu anda, kualitas anda, maka apabila anda melakukan sesuatu, orang akan lebih gampang untuk terpengaruh dengan anda.

Jaga nama baik anda. Rugi materi tidak apa-apa, asal jangan sampai nama anda jatuh, sebab brand is value.

8. Service: make service as your way of life.

Apabila anda minder pada orang yang anda layani, maka anda tak akan bisa memberikan pelayanan yang baik. Servis mempunyai 3 (tiga) tingkatan: intelektual, emosional dan spiritual.

Dalam tingkat intelektual, pelajari teknik-teknik pelayanan, supaya brand anda bagus. Anda juga harus belajar mengenali atau mengontrol mood anda sendiri. Setelah itu juga harus mengidentifikasi mood orang lain. Dengan memahami mood orang lain, anda bisa menyesuaikan servis anda secara tepat kepada orang tersebut.

Supaya pelayanan anda mantap, harus berusaha untuk menganggap bahwa servis sudah merupakan tugas anda. Dan jika ingin lebih bagus lagi, anda harus memasukkan servis ini sebagai ibadah. Anggaplah bahwa tugas anda adalah melayani orang lain dalam bentuk yang berbeda-beda.

9. Process: Improve your quality, Cost and Delivery.

Anda harus selalu berusaha memberikan kualitas dengan biaya yang hemat. Selanjutnya servis anda harus tepat waktu. QCD (Quality, Cost and Delivery) harus selalu diperhatikan.

Di dalam segala macam proses, yang harus diingat adalah, anda harus menjaga kualitas, karena kualitas servis anda adalah kualitas brand anda. Anda juga harus tetap memperhatikan, agar cost tetap efisien, dan bisa diberikan tepat waktu.

Ingat tiga proses, yaitu proses dalam pekerjaan sehari-hari, proses bagaimana anda menangani keluhan-keluhan pelanggan, permintaan pelanggan, dan yang terakhir adalah proses untuk menciptakan suatu servis baru yang kreatif dan inovatif.

Dari tulisan HK di atas, kita bisa melihat bagaimana langlah-langkah untuk memasarkan diri kita, yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sendiri. Marilah kita mengevaluasi diri kita masing-masing, apakah langkah kita selama ini telah benar, dan dimanakah letak kekurangannya.

Sumber:

Hermawan Kartajaya. “Marketing Yourself”. Kiat Sukses Meniti Karir dan Bisnis., hal 33 -88. MarkPlus & Co. PT Ikrar Mandiriabadi .Jakarta, 2005

Iklan

Responses

  1. Panjang dan menarik. tapi tetap, yang utama (ke-0) nya adalah meningkatkan pereform kita, baru kemudian kita bicara marketing. konten dulu, baru konteks. supaya tidak: tong kosong nyaring bunyinya.

    *sy kenal Bagus KD, satu kelas TPB dulu, sandy,wah..’kenal’ disini bu..hehe

  2. Pertama memang konten dulu, baru konteksnya. Di beberapa perusahaan, setelah konten, konteks juga ada pelatihannya, seperti: cara makan, berpakaian, cara melakukan presentasi dan lain-lain.

  3. wah bu, jangan2 balasan mail sy (udah sy balas langsung lho…) masuk ke bulk juga bu?? tolong dicek, dicek…!!! 😦

  4. Nahh bener kan, masuk bulk lagi.

    Heran, kenapa ya, atau karena alamat email nya Trian (3 an), yang gabungan angka dan huruf, membuat disangka Spam…hehehe

  5. Bener nech mass?? ajari aku menjual diri donk…

  6. Susanti,

    Kalau ini pasti mbak ya….Benar kok, hal tsb sudah diterapkan, dan diberikan pelatihan. O, iya saya cewek…jadi bukan mas.

  7. Salam kenal, saya tahu blog Anda dari Adi Tukang Ketik (blog saya favoritnya #3 dia). Your blog is very good, very useful for a business person like me. I believe in personal branding as well, which explains why each of my business has its own persona (including my blogs). Each caters to a specific audience and purpose.

    Anyway, I’m glad to know you and I hope the interest is mutual.

    Thank you.

    Jennie S. Bev
    http://www.jenniesbev.com
    http://www.jennieforindonesia.com
    http://www.asiablogging.com/column

  8. Jenny S. Bev,

    Thanks, salam kenal juga. Seneng sekali dikunjungi teman dari jauh, saya udah baca blog nya Jennie…betul kata Adi, bagus sekali

  9. Jika anda tertarik dengan filsafat,saya mengundang anda sebagai rekan diskusi saya….(Dr. Boas Boangmanalu, Dosen Pascasajana Dept. Filsafat)

  10. Wahh..makasih tawarannya pak…saya udah membuka blog bapak, bagus sekali. Kebetulan di rumah cukup banyak buku filsafat, karena suami sedang ingin mengambil filsafat di UI…saya sendiri masih mencoba memahami filsafat, yang sebetulnya merupakan dasar dari segala ilmu. Saya baru saja selesai membaca buku karangan Umberto Eco, tentang “The name of The Rose”…bukunya menarik, kita diajak berpetualang di benua Eropa pada abad pertengahan.

  11. Wah, jangan-jangan suami ibu kenala dengan saya :), Kira-kira suami ibu namanya siapa?
    Barangkali suami ibu berminat berdiskusi filsafat….
    Oh, saya sedang mengadakan kuis kecil-kecilan tentang Marx. Coba saja informasikan kepada suami ibu, barangkali berminat memberikan pandangan….dan ada hadiahnya, lho….

  12. Pak Moan,

    Suami baru mau ambil S3 Filsafat, kemarin sempat ikut kursus, dan teman angkatan pak Donny saat kursus (suaminya Rieke Diah, yang pemain sinetron).

    Hmm ya, belum jalan2 lagi ke blog bapak, seminggu ini banyak keluar

  13. sangat bagus

  14. Djajendra,

    Thanks telah mampir

  15. wah, saya jadi ingin memasarkan diri saya… selama ini emang saya udah belajar memasarkan diri saya, tapi memang satu hal yang selama ini enggak saya lakukan,… bersikap rendah diri untuk mulaki menjual content saya.
    Terimakasih bu.. memang betul.. tua-tua makin menjadi dan berisi. Tq.

  16. Henky,
    Thanks telah mampir. Setiap orang mempunyai kelemahan, namun juga kelebihan. Kelebihan inilah yang dapat dijual, serta ditingkatkan terus menerus agar sesuai dengan kondisi lingkungan yang selalu berubah.

    Kelemahan bisa diperbaiki, dan bersyukurlah apabila kita mampu memahami dan mengetahui kelemahan kita.

  17. Henky,

    Aduhh …maaf, kesalahan yang selalu berulang, saya lupa mengganti …masih an nama anakku

  18. Hmm,blog ni menurut saya sangat menarik, karena bisa nambah pengetahuan orang awam plus bisa jadi referensi nih…
    bisa jadi bahan skul n bahkan kul sekalian..:)
    Makasih ya mbak…

  19. Tambahan nih mbak,,klo bisa tolong dimuat dunk tentang “konsumen dan perilaku pembelian dan perilaku konsumen bisnis”..
    Menurut saya ini cukup menarik..

    Trimaksih mbak…

  20. Gan,
    Thanks telah mampir.
    Tentang permintaanmu, saya nggak bisa janji, karena akhir-akhir ini sibuk sekali. Tapi saya berharap masih bisa menulis minimal dua minggu sekali.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: