GMCU, diperlukan oleh perusahaan maupun karyawan

GMCU atau General Medical Check Up telah umum dilakukan oleh orang yang sadar akan kesehatan. Pada umumnya GMCU dilakukan pada waktu tertentu, untuk mengecek apakah kita mempunyai penyakit yang berbahaya apa tidak. Beberapa tahun terakhir GMCU adalah hal yang biasa dilakukan oleh perusahaan, untuk mengecek tingkat kesehatan para karyawan yang telah menduduki posisi tertentu. Pengecekan biasanya dilakukan bekerja sama dengan Rumah Sakit atau jasa pelayanan kesehatan yang memang khusus menyediakan jasa GMCU.

1. Kegunaan GMCU

GMCU digunakan untuk keperluan mendeteksi secara dini tingkat kesehatan seseorang. Dengan mengetahui secara dini, apabila diketemukan penyakit, diharapkan penyakit lebih mudah diobati sehingga peluang untuk sembuh sangat tinggi.

Ada berbagai jenis pemeriksaan yang dilakukan pada saat GMCU, namun secara umum, tingkat kesehatan minimal yang perlu diperiksa adalah:
a. Pemeriksaan laboratorium. Pada pemeriksaan laboratorium, kita diambil sampel darah (saat puasa dan 2 jam setelah makan) dan urine.
Pemeriksaan yang dilakukan, antara lain:

  • Hematologi: darah rutin (Hb, leko, Tr, Ht), Thrombosit, hematokrit, retikulosit
  • Diabetes: di cek gula darah saat puasa, dan 2 jam setelah puasa.
  • Liver : SGOT, SGPT
  • Ginjal: ureum, creatini, uric acid
  • Lemak: total kolesterol, HDL, LDL dan triglyceride
  • b. Pemeriksaan fisik

  • EKG, EEG, treadmill
  • Periksa mata, gigi, THT
  • USG
  • Pap smear, mammografi (khusus wanita)
  • 2. Jangka waktu pelaksanaan

    Umumnya GMCU dilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali, dan bagi yang berumur lebih dari 50 tahun disarankan minimal satu tahun sekali. Bahkan kalau ditemukan penyakit (misal: penyakit jantung), maka pemeriksaan dapat dilakukan berulang sesuai saran dokter.

    3. Manfaat bagi perusahaan

    Peta kesehatan karyawan bermanfaat bagi perusahaan, untuk memudahkan penempatan orang pada unit kerja, sesuai dengan kualifikasi dan tingkat kesehatannya. Sebagai contoh, jika seorang yang menduduki jabatan tertentu, diketemukan mengidap penyakit jantung, maka perusahaan akan memberikan fasilitas untuk menyembuhkan karyawan tadi, agar dapat tetap berperanan untuk memajukan perusahaan. Perusahaan dapat menempatkan orang tersebut pada unit kerja yang tingkat stres nya tak terlalu tinggi, misalkan pada unit kerja di Kantor Pusat, yang tak terlalu berhubungan langsung dengan operasional atau faktor yang mudah memicu stres, tetapi memerlukan daya analisis yang kuat.

    Pada 10 tahun belakangan ini, semakin banyak ditemukan orang-orang yang masih muda, namun telah mendapat serangan penyakit jantung. Padahal bagi eksekutif muda, yang rata-rata masih berumur 30-40 tahun, adalah merupakan saat-saat yang produktif bagi yang bersangkutan, maupun untuk perusahaan. Padahal saat awal diterima sebagai karyawan, mereka telah lolos saringan, dan mempunyai tingkat kesehatan yang prima. Tak dapat dipungkiri, gaya hidup, polusi yang tinggi, dan lingkungan kerja kompetitif semakin memicu terjadinya stres. Apabila tak dikelola dengan baik, maka serangan penyakit degeneratif akan semakin banyak menyerang kaum eksekutif muda.

    Oleh karena itu, banyak perusahaan akhir-akhir ini membuat kebijakan, untuk meningkatkan fasilitas kesehatan bagi para karyawannya, dan GMCU yang dulunya hanya diberikan pada para eksekutif minimal setingkat Deputy General Manager, saat ini telah diberikan pula kepada para karyawan setingkat officer ke atas. Bagi perusahaan, hal ini memberikan keuntungan karena dapat melihat peta tingkat kesehatan karyawan, maupun dari sisi skill dan knowledge nya, sehingga memudahkan membuat perencanaan untuk manajemen sumber daya perusahaan.

    4. Manfaat bagi karyawan

    Karyawan dapat mendeteksi secara dini tingkat kesehatannya, yang berguna untuk perencanaan peningkatan karir maupun kepentingan keluarganya. Artinya, jika sejak dini karyawan mengetahui dirinya sakit, yang hanya dapat berkarir pada bidang-bidang tertentu, karyawan dapat merencanakan karir sesuai dengan kondisi kesehatannya. Apabila kemungkinan penyakitnya hanya dapat ditangani oleh dokter di kota besar, maka karyawan tidak akan ngotot untuk minta ditempatkan di unit-unit operasional, serta mempersiapkan keluarga untuk mandiri jika sewaktu-waktu kesehatannya tidak memungkinkan karyawan tersebut untuk terus bekerja.

    Dengan pemeriksaan kesehatan yang lebih merata (setingkat officer ke atas), akan diperoleh karyawan yang lebih loyal pada perusahaan, karena mereka memahami bahwa perusahaan memperhatikan mereka kalau sakit, sehingga mereka akan bekerja keras agar perusahaan dapat terus tumbuh dan berkembang.

    7 pemikiran pada “GMCU, diperlukan oleh perusahaan maupun karyawan

    1. Wahh… menarik Bu πŸ™‚ Kebetulan saya juga baru selesai melakukan GMCU bulan kemarin. Cuma konteksnya mungkin sedikit berbeda karena bukan untuk pemetaan kesehatan, melainkan untuk keperluan sekolah. Maklum masih mahasiswa πŸ™‚

    2. Wiku,
      GMCU memang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk menjaring calon pekerja, untuk mengecek kesehatan calon penerima beasiswa, ataupun juga untuk keperluan sekolah.

      Bagi negara-negara seperti Amerika, Australia dll, bahkan pengecekan ini syarat mutlak untuk para calon mahasiswa yang akan kuliah di sana ataupun untuk yang akan bekerja di sana, karena mereka sangat takut jika para mahasiswa membawa penyakit menular. Tapi kalau hanya untuk bepergian sementara (kunjungan bisnis, seminar), pengecekan kesehatan tak diperlukan. Tapi hati2 jangan sakit batuk…pernah baca di Kompas, peserta wisata anak sekolah dari Hawai saat mau pulang dari Amerika, diturunkan kembali di bandara (pesawat udah terbang, tapi balik lagi ke bandara terdekat) terdekat gara-gara batuk terus menerus. Anak sekolah tadi diturunkan beserta salah seorang gurunya..

    3. wah kalo untuk perusahaan besar pasti bisa menerapkan seperti itu. bahkan mungkin ada kerja sama antara rumah sakit dengan perusahaan. kalo perusahaan kecil mah boro-boro. cari duit aja susah … jadinya karyawannya paling cuman asuransi …di cek kesehatan ya sendiri-sendiri. kalo sakit tetep aja kerja .. hehe..

    4. Sandy,
      Tapi kan prinsipnya sama, agar karyawan bisa menjaga kesehatannya. Bahkan di LN ikut asuransi kesehatan adalah wajib, karena biaya ke dokter sangat mahal.

      Mengapa perusahaan besar perlu? Karena ada banyak orang yang menyembunyikan kalau sakit, kawatir nggak mendapat jabatan. Bahkan dulu ada bos, yang kalau dirawat di RS tidak ngomong, ijinnya cuti…karena jabatan yang menantang risiko stresnya juga tinggi. Padahal yang rugi adalah karyawan sendiri, dan keluarganya, kalau tiba-tiba kepala keluarga meninggal mendadak karena serangan jantung.

    5. Blogframes,

      Ini Sandy ya…tak perlu ngeri, tapi tetap harus berhati-hati. Bukankah ada pepatah “sedia payung sebelum hujan”

      Dan harus tetap optimis

    6. linda

      Ada gag cara lain untuk memetakan karyawan selain menggunakan GMCU atau peta kesehatan ini? mohon informasi n bantuannya.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google

    You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s