Influencing skills

Why influencing?

Pernahkan anda memperhatikan, apa yang telah anda lakukan saat bertemu seseorang untuk terakhir kalinya? Apa yang anda lakukan, dan mengapa anda lakukan itu?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, perlu dilakukan untuk menilai kemampuan diri sendiri, seberapa besar anda dapat mempengaruhi seseorang, saat bertemu dan terlibat dalam percakapan. Ada orang yang sangat berbakat dalam mempengaruhi seseorang, dan ada yang berbakat sebagai motivator. Bisakah influencing skills dipelajari? Kemampuan mempengaruhi orang lain sangat diperlukan dalam bidang pekerjaan, misalnya: bidang marketing, memotivasi anak buah untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target, mempengaruhi klien agar mau menggunakan jasa kita, serta bidang-bidang lainnya.

Ada dua jenis penggunaan behaviors, yang dilakukan pada saat mempengaruhi orang lain, yaitu dengan push behaviors atau pull behaviors.

5 Key influence behaviors

1. Menyatakan sesuatu.

  • Push behaviors: a) Assert: menyatakan kemauan anda secara langsung dan jelas, b)Suggest: mengungkapkan secara jelas bagaimana orang lain dapat membantu anda mencapai sesuatu.
  • Pull behaviors: Dengan menyampaikan pertanyaan, pertanyaan yang terbuka (ditujukan untuk memperoleh informasi atau pandangan/pendapat orang lain), serta pertanyaan terfokus (untuk membuat orang terfokus pada alternatif yang ada). Kemudian diusahakan meringkas, dengan mengungkapkan apa yang diungkapkan orang lain dengan kalimat yang berbeda untuk tujuan klarifikasi, dan mendemonstrasikan pemahaman atas apa yang diungkapkan orang lain.

2. Menawarkan insentif.

Bisa digunakan Push/Pull behaviors: menawarkan insentif dengan tujuan membuat orang lain lebih mudah menerima, atau lebih tertarik untuk melakukan apa yang anda inginkan.

3. Anda paham betul yang anda kehendaki, serta berada dalam tekanan waktu, maka digunakan push behaviors. Contohnya:

  • Saya membutuhkan tambahan 2 (dua) staf untuk dapat mencapai target ini
  • Begini saja, telepon bos anda sekarang, dan mari bersama-sama kita dengarkan pendapat beliau

4.Ingin membina hubungan jangka panjang, gunakan pull behaviors

  • Anda ingin membina hubungan yang relatif jangka panjang
  • Anda memerlukan komitmen dan keterlibatan orang lain
  • Anda masih membutuhkan tambahan informasi dalam rangka mencapai suatu tujuan

Contoh:

  • Apa yang menjadi concern saudara, kalau IT kita bisa sharing ?
  • Jadi masalah anda sesungguhnya terletak bagaimana kita dapat mengatur waktu, agar para staf kita dapat saling bekerja sama?

5. Mencari solusi atau terobosan

Anda dapat menggunakan push maupun pull behaviors, jika yang ingin dibicarakan adalah: mencari terobosan, memperoleh win-win solution, serta memperoleh “pertukaran” yang menyenangkan kedua belah pihak.

Yang perlu mendapat perhatian

a. Terlalu asertif:

  • Anda akan tampak terlalu keras dan memaksa
  • Anda mungkin tidak memperoleh komitmen

b. Bertanya terlalu sering, maka anda akan dilihat sebagai tidak berguna, dan kurang tegas atau plintat plintut

c. Menawakan insentif terlalu sering. Anda akan dinilai terlalu terburu-buru dalam menyelesaikan masalah dan kurang mengabaikan hal-hal lain yang lebih penting.

Empat langkah strategi untuk mempengaruhi

Langkah 1: Analisis faktor-faktor situasional

  • Target/tujuan anda: a)Apa sasaran dan keinginan anda? b) Siapa yang harus anda pengaruhi dan kapan? c) Bagaimana anda tahu bahwa anda memperoleh apa yang anda inginkan? d) Asumsi apa yang telah anda buat?
  • Sisi dan pendapat orang lain: a) Apa persepsi orang lain tentang anda dalam konteks situasi yang sedang dihadapi? b) Apa pendapat mereka atas situasi yang dihadapi? c) Apa yang dapat anda perbuat sehingga orang lain dapat lebih mudah untuk setuju? d) Apa tujuan mereka? e) Apa yang terjadi dengan mereka?

Langkah 2: Identifikasi dan tentukan influence behaviors yang paling cocok.

  • Push disarankan, apabila: a) Anda yakin bahwa pihak lain mungkin ragu-ragu atau tidak memiliki komitmen untuk bertindak b) Pihak lain tidak sedang emosional dan terbuka untuk diajak bicara
  • Pull disarankan, apabila: a) Anda menginginkan informasi lebih jauh, dan memerlukan keterlibatan pihak lain lebih jauh, serta meraih komitmen mereka (ajukan pertanyaan terbuka)
  • Push/pull disarankan, apabila:Anda menganggap bahwa komitmen penuh pihak lain tidak sepenting kemauan mereka untuk mengikuti keinginan anda (tawarkan insentif)

Langkah 3 : Tetapkan urut-urutan penggunaan influencing behaviors

  • Suggest: Menurut saya sebaiknya….
  • Ajukan pertanyaan terbuka. ” Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk membuat ini dapat berjalan…..”
  • Resume: “Jadi, yang anda sarankan adalah kita masing-masing harus melakukan….”
  • Tawarkan insentif: “Saya tidak keberatan untuk melakukan apa yang anda inginkan, seandainya anda membantu kami untuk mengatasi….”

Langkah 4 : Terapkan strategi menjauh apabila diperlukan

Strategi ini diterapkan, apabila anda telah melakukan apa yang direncanakan, tetapi tidak ada kemajuan yang berarti.

“Saya kira kita tidak akan mendapat apapun dari rapat hari ini. Lebih baik kita akhiri sekarang dan kita mulai lagi besok pagi”

Dari pengalaman, mempengaruhi orang lain tidak selalu mudah dilakukan, kadang-kadang perlu dilakukan pertemuan yang berulang-ulang. Kadang-kadang ada harapan mendapat kemajuan, dan kadang terpaksa dilakukan langkah mundur, dan menata kembali langkah-langkah yang dilakukan. Buatlah perencanaan sebelum diadakan pertemuan, dengan membuat alternatif-alternatif kemungkinan. Dengan pelatihan yang terus menerus, maka kita akan belajar bahwa sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan sesuatu keinginan dengan cara mempengaruhi orang lain.

6 pemikiran pada “Influencing skills

  1. Mudah2n bisa dipraktekkan Bu πŸ™‚ buat mempengaruhi ke hal yang baik tentunya. Kalau pemakaiannya ke arah lain bisa tambah berabe πŸ˜€

  2. hmmm bagus pembahasanya… *terasa sedikit berat buat saya malah… hahaha…

    Kebetulan bagian sales, kemampuan influencing sangat diperlukan buat saya, untuk saya sendiri selama ini masih kurang agresif kata bos… tetapi saya sedang mencoba menyempurnakaan gaya saya sendiri…

    Nanti malam saya sharing di blog saya apa yang selama ini saya lakukan ketika “menjual”… mohon pendapatnya, thanks.

    Have a nice rainy day… πŸ™‚

  3. Wiku,
    Memang harus dipraktekkan, terutama untuk mempengaruhi klien yang bandel2 itu lho. Dulu kan saya kerjanya di bidang seperti itu….jadi memang harus match antara rem dan nge gas nya…atau kapan mesti pake pull dan kapan pake push…yang penting latihan…latihan…dan latihan

    Orangemood,

    Coba perbanyak latihan, nggak berat kok. Dulu saya dikenal pendiam saat sekolah dan kuliah, dan berbalik 180 derajat setelah kerja..mesti ceriwis, memotivasi anak buah agar mencapai target, mendorong atau kadang terpaksa menekan klien yang pura-pura lupa bayar dsb nya. Saya akan baca blog nya…tapi jika besok belum sempat, saya usahakan besok malam ya…siangnya ada RUPSLB. Di sana hujan juga ya….have a nice rainy day…Jakarta jadi adeeem.

  4. ehm maksud beratnya bahasanya… πŸ™‚ saya termasuk orang yang lemah dalam teori / istilah2… saya coba menulis sekarang, kebetulan “anak2” saya sudah tidur… πŸ™‚

  5. Orangemood,

    Bahasanya diambil dari berbagai buku/hasil seminar, pendapat orang dll (saya lupa, udah lamaa sekali), dan artikel di atas adalah salah satu dari kumpulan bahan pelatihan. Saya juga lemah dalam hal bahasa, dulu pernah dikritik atasan, saya lebih bisa ngomong daripada nulis…hehehe, kalau ingat geli sendiri.

    Pernah saat dipanggil bos, saya dimintai pendapat, dengan gaya sotoy…saya menjelaskan panjang lebar plus pake gaya…dan komentar beliau….tunggu…ulangi, akan saya tulis apa yang kamu katakan tadi. Lha, suruh mengulangi lagi kan gayanya udah lain..Bos ngomong lagi…Bagaimana sih, kok nggak sama. Lihat tulisanmu, lain kali aku aja yang nulis, kamu yang ngomong…hahaha

    Jadi, nulis di blog merupakan latihan bagi saya…siapa tahu nantinya berani nulis buku…Hayoo. semangat!!!

  6. hahaha… kalau begitu selalu bawa yang buat recording saja… seperti kenalan saya, dia GM sebuah hotel, saat dia control, dan menemukan yang harus di perbaiki, dia merekamnya… lalu saat meeting diputar… lucu tapi praktis… πŸ™‚

    Ayo2 sama2 nulis buku… saya memang ada rencana membuat mini e-book… πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s