Oleh: edratna | Juli 4, 2007

Pertemuan pertama kali dengan “calon mertua”

Kita tentunya mempunyai pengalaman dan kesan tertentu, pada saat pertama kalinya pacar mengajak kita untuk dikenalkan dengan orangtuanya. Dari berbagai cerita yang saya peroleh dari teman-teman, pengalaman sendiri, dan dari saudara, maka saya mencoba merangkum apa kesan dan pengalaman yang diperoleh saat pertemuan pertama kali tersebut.

1. Tanggal lahir sangat perlu

Seorang teman cewek menceritakan, bagaimana calon bapak mertua menanyakan sampai detail, kapan dia lahir, dan kapan orang tuanya menikah. teman saya sempat deg-deg an, maklum calon mertuanya dikenal kolot, dan sangat memperhatikan tentang unsur ……”bibit, bebet dan bobot”…. Kakak iparnya (laki-laki) tak berhasil meyakinkan calon mertua, alhasil saat pernikahan kedua orangtuanya tak mau hadir.

Ada apa tentang tanggal kelahiran tersebut? Usut punya usut, ternyata sang mertua mempunyai pendapat, bahwa sebagian besar anak yang dilahirkan di luar nikah berjenis kelamin wanita…sedang teman saya (cewek) adalah anak sulung , sehingga sang calon mertua perlu meneliti apakah teman saya dilahirkan dalam keluarga yang sah pernikahannya.

2. Siap-siap jika langsung diajak turun ke dapur

Teman wanita saya, disambut ramah oleh calon mertua, dan …diajak membantu menyiapkan makan malam. Padahal, teman saya tak bisa memasak (seperti saya). Keringat dingin langsung mengucur, syukurlah selain test masak yang gagal, teman saya masih dinilai layak untuk mendampingi anak sang calon mertua. Syaratnya? Teman saya jadi sering diundang calon mertua, hanya untuk diajari memasak, dan kemudian dipraktekkan. Tentu saja teman2nya ikut senang, karena mendapat kesempatan mencicipi resep masakan yang dibuat teman, sebelum dipamerkan ke calon mertuanya.

3. Melamar lewat sms
Pada saat wisuda, sang anak (cewek) memperkenalkan sang calon (sama-sama wisuda di kampus gajah) kepada orangtuanya. Kemudian keduanya melamar pekerjaan, dan setelah mendapat pekerjaan yang dirasa cukup mantap, sang cowok ingin meningkatkan hubungan ke tingkat yang lebih serius. Tetapi sang mertua tinggal di luar pulau Jawa, sedang gaji sarjana baru masih kecil, jika mau telepon interlokal, selain mahal juga kawatir di tanya macam-macam lewat telepon, yang bisa-bisa nggak lulus test. Akhirnya diputuskan, mengirim sms ke sang calon bapak mertua, untuk melamar putrinya. Sang ibu mertua syok…dan sang cewek mengomel….syukurlah akhirnya dapat diselesaikan secara baik-baik, karena kebetulan sang calon mertua satu alumni dengan calon menantu, dan demi kebahagiaan putri tercinta.

4. Ketemu di Mall

Pada saat sang anak (laki-laki) sedang kuliah di luar negeri, dia mengirim email kepada ibunya bahwa dia telah mempunyai tambatan hati, dan mengharapkan ibu ikut menilai apakah dia cocok untuk diajak hidup bersama. Awalnya sang ibu dikenalkan melalui friendster (kebetulan ibu mertua sok gaul juga), diteruskan saling berkirim email.

Lama-lama disepakati untuk ketemu, kalau diundang kerumah, kawatir si calon menantu cewek takut, karena pacarnya sedang di luar negeri…akhirnya disepakati ketemu di “Kinokuniya”. Ternyata sang bapak mertua ingin kenalan juga, jadilah akhirnya ketemu di “Kinokuniya” dan dilanjutkan makan di salah satu restoran di mall tersebut.

Ketiga cerita di atas terjadi sebenarnya, yang tentunya berbeda dengan cara perkenalan zaman dulu. Dulu, sang cewek sudah sibuk memikirkan mau memakai baju apa, mesti dipilih yang netral, tak terlalu terbuka, dan belajar bagaimana kira-kira cara komunikasinya nanti dengan sang calon mertua. Dan juga biasanya perkenalan dilakukan di rumah calon mertua laki-laki , karena biasanya orangtua wanita sudah mengenal calon anaknya saat apel. Tapi zaman sekarang, kadang perkenalan terjadi di kantor, di tempat seminar, di kampus, yang kedua orangtua, baik pihak laki-laki dan wanita tak saling mengenal calon anaknya. Dan anak sekarang, begitu dikenalkan bukan mencium tangan…tapi langsung mencium pipi, termasuk pipi calon mertua laki-laki…hahaha.

Bagaimana dengan teman-teman, apakah punya pengalaman yang menarik dan heboh?

Iklan

Responses

  1. “Melamar lewat sms…” omigod… kalau g jadi ortunya juga mikir “ini anak niat apa main2 yah…” :p

    Kebetulan saya sudah orphan, jadi yang ngga terlalu banyak “filter” paling ka2k saya, tapi mereka sih asik2 aja dan cukup percaya dengan pilihan saya… 🙂

  2. Berkenalan lewat email? Mengenalkan diri melalui message di friendster? Itulah yang terjadi pada pacar anak saya…hehehe…tapi asyik2 aja kok.

  3. “Awalnya sang ibu dikenalkan melalui friendster (kebetulan ibu mertua sok gaul juga),”

    bisa juga nih ibu Ratna ngelucu..

    bedewei, dah ganti template nih… pasang foto dan link frendster pula.. wah.. salut2. siapa yang bikin bu? pasti anaknya yah?

    keren juga blognya sekarang. Dah gitu, makin ngetop aja, 29,495 hits => wow!!!

    tapi kok saya liat blogrollnya masih kosong? kenapa yah bu? belum dikotak-katik? padahal sih saya ngarep ada link saya, hehehe…

    ya udah, saya pasang link ibu duluan di blogroll saya. lupa mulu mo masang.

  4. Pacar anakku yang pertama kenal melalui email, dan kirim message lewat fs, dan ketemu…di….dan coba lihat fs ku, isinya teman2 anakku, ada juga teman baru hasil ngeblog. Dan karena sekarang anakku dan pacarnya berjauhan, maka sering ngobrol lewat skypee, YM…hahaha…ayo tukang ketik, tambahkan namaku di account YM mu, sore2 atau malam kalau lagi ga ada kerjaan, bisa ngerumpi macam-macam, dari yang serius mpe yang lucu.

    Blogroll…ini jadi bahan perdebatan dirumahku (aku dan kedua anakku), karena kawatir ada yang ga enak, jika ditulis semua rasanya jadi aneh, jadi sebaiknya dikosongi aja….maaf ya, karena semua teman kok, …..bahkan banyak juga yang japri, dan jika ada waktu pasti di balas.

    Hmm..yang bantu bikin template baru anak bungsuku, kemarin liburan ke Jakarta setelah selesai sidang, tapi sekarang udah balik lagi ke Bandung

  5. Kalau saya pas mau rencana melamar ke mertua, eh malah diancem mau dilaporin ke sepupunya yang polisi. ha..ha..

    Mertua sangat kaget, karena anaknya (istri saya) tiba2 minta dinikahkan (sampai kabur dari rumah agar permintaanya dikabulkan) sehingga mengira istri saya sudah hamil duluan, sampai2 mau dibawa ke ahli andrologi untuk di papsmear. Saya dimaki-maki habis karena prasangka buruknya itu. Padahal niat kami menikah ya memang sudah siap, selain karena sudah gak kuat lagi pacaran jarak jauh.

    Lamaran yang aneh…:-)

  6. weleh .. pacaran aja ndak pernah .. apalagi lamaran …kalo ibu sendiri gimana ?

    eh header nya bagus …

    tapi lebih bagus lagi kalo tidak blur …

  7. hehehehe… ceritanya lucu-lucu Bu. 😀 Saya pribadi sih dah pernah ngenalin partner ke orang tua dan berjalan lancar. Demikian juga sebaliknya.

  8. Saya jadi ingat waktu pertama kali ketemu ‘Ibu mertua’, perut mules tanpa sebab…
    mana latar belakang kami yang sangat berbeda.. tambah-tambah deh.. Untung semua berjalan lancarr….he..he

    btw Skin nya lumayan bagus Bu.. tapi foto nya kok samar2 ? :))

  9. Pertama ketemu camer, ga grogi.. ga ada beban. Habis, waktu itu maen kerumahnya rame2 ma temen, trus belum jadi “apa-apa” hehehe. Ga nyangka jadi mertua

    Dilamar pun via telepon.. untung bukan lewat sms. Si Mas ga sopan ya, Bu? Hihihi.Apa bole buat, namanya juga terhalang benua.

    Nah, waktu ketemu calon menantu, ibu gimana? 😛 (ngorek2 rahasia mas narpati :P)

  10. Kalo saya pertama kali minta ijin untuk menikahi anak mertua, langsung di tanya kapan mau nikah terus setelah nikah mau tinggal dimana.

    alhamdulillah karena sudah siap semua ujian dan pertanyaannya bisa dijawab 😀

    dan akhirnya diijinin deh….

  11. Mas Rabbani,
    Wahh seru ya…tapi kan akhirnya happy

    Sandy,
    Kalau sebagai menantu deg2an juga, tapi calon suami juga deg2an…syukurlah semuanya setuju…

    Foto blur biar kesannya misterius..hehehe, padahal alasan sebenarnya takut kalau pengagum kecewa, kan udah stw…bisa dilihat di fs kok

    Ihedge,
    Mesti bersyukur tuh, kalau langsung lancar

    Mbak Vitta,
    Seru ya ceritanya…fotonya yang tidak blur ada di fs

    Dilla,
    Kenal calon menantu lewat fs, terus email…terus janjian ketemu di Mall, dan suami ikutan pengin lihat calon menantu…hehehe…terus kesan ceweknya Ari? Lihat di fs ku….hahaha

    gOeN,
    Temennya tukang ketik ya…wahh berarti si mas ini benar-benar siap, jadi camer hanya bisa menjawab …setujuuuu

  12. emang sih.. si calon gak bisa maen bilang setuju alias mau aja.. ya mesti ada pendekatan tertentu ke calon mertua..

    berbicara masalah calon mertua berarti berbicara masalah apa yg di tawarkan biar calon mertua mau melepas anaknya..
    🙂

    gak ngebahas calon mertua yang anaknya mo dipoligami Bu?
    😀

  13. oRiDo,
    Thanks komentarnya

    Kalau poligami, yang bahas bapak-bapak dong…jelas kalau ibu pasti gak suka, walau dibenarkan dalam agama Islam. Masalahnya apa betul manusia bisa adil?

  14. Ah Ibu, coba lihat ini deh http://liswari.wordpress.com/2007/07/09/takut-ketemu-sama-calon-mertua/

    (^_^)

  15. Hi Lis…kereeen. Sering2lah menulis, ntar rajin aku kunjungi. Jadi kalau udah ga bisa tidur menulis aja…akan lebih produktif.

  16. Mba ratna, makasih ya buat post nya yg mudah2an berguna.. saya juga takut ketemu sama calon mertua dari pihak laki-laki sampe calon ibu mertua saya kesal sama saya…gara2 saya takut ketemu dengan mereka…:)

    waduh mudah2an direstui sama anak nya lah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: