Melintas perbatasan dari Papua ke Papua New Guinea

Tak pernah terbayangkan bahwa saya dan teman-teman mendapat kesempatan melihat perbatasan di ujung timur Indonesia. Pada hari Sabtu, pak sopir mencari info apakah situasi aman untuk melintas perbatasan, dan setelah tahu kondisi aman, kami bertiga mengunjungi perbatasan. Untuk pergi ke perbatasan yang berjarak sekitar 80 km dari kota Jayapura, ditempuh dalam waktu 1,5 jam, melalui jalan yang berkelok-kelok menembus Tanah Hitam (nama suatu daerah) atau kampung Yosefa, tempat sebagian besar orang-orang yang berasal dari Ujungpandang. Kemudian perjalanan dilanjutkan melalui kampung Nafri, disini pak sopir harus mengendarai mobil dengan hati-hati, karena kalau sampai menabrak babi atau anjing urusannya bisa panjang, karena ganti rugi nya sangat mahal (kata pak sopir dihitung tujuh turunan).

Lanjutkan membaca “Melintas perbatasan dari Papua ke Papua New Guinea”

Daerah wisata di Jayapura

Pada kesempatan mengajar di Papua, saya mendapat kesempatan mengunjungi daerah wisata sekitar kota Jayapura pada waktu hari Sabtu dan Minggu. Bagi anda yang tak mempunyai teman di Jayapura, anda dapat menginap di hotel bintang 3, antara lain hotel Matoa dan hotel Yasmin, serta menyewa kendaraan plus sopir Rp.500.000,- per hari, diluar bensin. Atau jika anda berkantong tebal, dapat tidur di Swiss Belhotel yang persis menjorok kelaut, didaerah Pacifik atau Dok II. Wilayah tempat lokasi Swiss Belhotel dulunya merupakan laut yang direklamasi, dan sekarang merupakan areal pertokoan, yang kalau malam dipenuhi penjual makanan dengan tenda-tenda.

Lanjutkan membaca “Daerah wisata di Jayapura”

Mengajar secara maraton di Papua

Anda telah terbiasa mengajar? Apa daya tarik mengajar? Mengajar merupakan pekerjaan yang menarik, serta harus merupakan panggilan jiwa, karena instruktur tak hanya dituntut untuk bisa melatih agar para peserta memperoleh pengetahuan, baik secara teknik maupun konsep, namun juga harus dapat memotivasi dan mendorong, agar mereka nantinya menjadi seorang yang dapat mengembangkan ilmunya, menggunakan untuk mendukung pekerjaan sehari-hari, serta agar ilmu tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Kali ini kami bertiga yang merupakan satu tim, mendapat kehormatan untuk melatih para fresh graduate yang telah lolos seleksi, dan nantinya akan bekerja di salah satu Bank terkemuka di Papua, untuk menjadi Analis kredit. Peserta yang telah lolos seleksi, di bagi menjadi 3 (tiga) kelas dan secara paralel mendapatkan berbagai pengetahuan Perbankan secara klasikal.

Lanjutkan membaca “Mengajar secara maraton di Papua”