Oleh: edratna | September 21, 2007

Siapakah “pembaca setia” blog anda?

Bagaimana anda mengetahui siapa sebetulnya pembaca blog anda? Seperti apakah karakter mereka, dan apa yang kira-kira diinginkan oleh mereka terhadap tulisan anda? Darimana anda bisa mendapatkan data ini, jika pemberi komentar di blog anda sedang-sedang saja?

Pertama-tama anda bisa melihat dari statistik blog, atau kalau tak mau repot anda bisa melihat dari 10 top post yang ada di blog anda. Artikel apakah yang paling diminati? Kadang-kadang anda juga mendapat email melalui jaringan pribadi, untuk menanyakan hal-hal yang terkait dengan artikel anda yang dimuat di blog, biasanya pertanyaan lebih detail, yang kadang-kadang memerlukan waktu untuk menjawabnya. Tapi disinilah keuntungannya, karena dengan menjawab pertanyaan mereka, anda akan semakin ahli dalam masalah tertentu, karena anda terpaksa membuka-buka buku sebagai dasar untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Dari pendekatan di atas (yang tentu saja tidak terlalu akurat), saya mecoba untuk membuat resume siapa pengunjung setia blog saya, yang mudah-mudahan benar, sebagai berikut:

1. Segmen pengunjung blog

Dari hasil pengamatan, pengunjung blog saya dapat di bagi dua:

  • Berumur pada awal 20 an. Pada umumnya mereka masih menyandang status mahasiswa, atau sedang meneruskan kuliah pada S2/S3, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, atau baru bekerja kurang dari 10 tahun. Pada umumnya mereka tertarik membaca hal-hal yang terkait dengan ekonomi, keuangan, perbankan, juga menyenangi traveling. Keingintahuan mereka cukup besar, dari banyaknya yang menulis email, serta diskusi melalui jaringan pribadi lainnya.
  • Pasangan muda, dan ibu-ibu muda. Mereka pada umumnya tertarik pada masalah yang ada kaitannya dengan rumah tangga, bagaimana membangun rumah tangga yang harmonis, cara membesarkan anak, membagi waktu antara mendidik anak dan berkarir. Pada umumnya mereka rata-rata mempunyai anak usia balita, ada beberapa yang usia Sekolah Dasar, yang masih banyak memerlukan perhatian orangtua. Banyak juga yang menanyakan kapan waktunya mulai beralih ke wirausaha, beralih karir ke bidang lain yang lebih memungkinkan mencurahkan perhatian pada keluarga.

Sesuai usia saya, ada beberapa pengunjung yang berasal dari rekan-rekan se usia saya, atau hanya selisih maksimal 10 tahun an, namun pada umumnya mereka tidak memberi komentar. Darimana saya tahu kalau mereka membaca blog saya? Dari hasil komentarnya saat ketemu, dan kalau ditanya, mengapa tak memberi komentar di blog agar pembaca lain juga bisa menikmati diskusinya. Jawabannya…kan sudah ketemu orangnya, kenapa mesti nulis lagi.

2. Fokus tulisan

Pada umumnya pembaca menginginkan isi yang lebih fokus, hal ini sesuai keinginan saya, walau pada kenyataannya blog saya masih kurang fokus. Adanya blog yang fokus, memudahkan pembaca mencari artikel sesuai yang dibutuhkan. Seperti halnya saya, jika sedang ada waktu dan ingin blogwalking, saya bisa menemukan kekhasan tulisan dari masing-masing penulis blog lainnya. Sesuai permintaan pembaca (dari hasil pengamatan), pada akhirnya saya mengambil kesimpulan, bahwa isi blog ini tetap sesuai dengan segmen pembaca yang telah terbentuk. Mereka adalah anak-anak muda yang sedang ingin memahami masalah keuangan, manajemen, motivasi untuk meningkatkan diri, sharing pengalaman tentang kehidupan, wisata, bagaimana mendidik anak, dan bagaimana agar kita bisa tetap bersahabat dengan anak sampai dengan anak-anak kita dewasa.

3. Ide tulisan di blog ini berasal dari mana?

Sebagai pembaca blog, mungkin anda bertanya-tanya, darimana saja ide tulisan yang ada di blog ini. Ide tulisan di blog ini, antara lain berasal dari:

  • Hasil diskusi dari beberapa milis yang diikuti penulis
  • Pengalaman bekerja di Lembaga Keuangan selama lebih dari 20 tahun
  • Pengalaman mengajar di bidang keuangan dan perbankan (saat ini penulis masih berstatus pengajar tidak tetap di Lembaga Pendidikan Perbankan)
  • Pengalaman sebagai pengurus salah satu anak perusahaan tempat penulis pernah bekerja
  • Hasil seminar, pelatihan, studi banding ke beberapa lembaga keuangan, serta berbagai bahan bacaan yang pernah dibaca penulis

4. Kesulitan apa yang sering menghinggapi penulis?

Menulis di blog tentu berbeda dengan menulis paper atau karya ilmiah lainnya, walaupun tetap ada prosedur baku tentang hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Namun sebaiknya saat mulai menulis di blog, kita sudah membayangkan kira-kira siapa target pembaca blog ini. Kesulitannya, kita harus bisa menuliskan masalah yang kompleks dengan bahasa sederhana, dan mudah dicerna, dengan risiko tulisan hanya menjadi sebagian kecil dari sebuah pembelajaran. Celakanya “mood” kita kadangkala tidak tetap, yang seharusnya bisa meneruskan tulisan-tulisan terdahulu sehingga merupakan rangkaian pembelajaran, karena sesuatu hal penulis mengisi blog dengan tulisan yang berbeda. Kadangkala tulisan yang sudah ditayangkan menimbulkan pertanyaan dan keingintahuan pembaca untuk lebih memahami buah pikiran penulis, dan karena alasan waktu (karena penulis harus bongkar buku untuk mencari jawaban, atau menulis sesuai keinginan penanya) maka penulis memberikan jawaban pada tanggapan komentar di blog, akibatnya tanggapan komentar menjadi “panjang” walau sebenarnya belum menjawab pertanyaan secara keseluruhan.

5. Hambatan dalam penggunaan teknologi

Banyak sekali keinginan penulis untuk membuat agar tulisan lebih komunikatif, misalkan dengan bantuan tampilan gambar dan tabel, namun karena terbatasnya kemampuan penulis, akhirnya tampilan tulisan masih sangat sederhana.

Inilah hasil pengamatan penulis, atas pengunjung setia blog ini, terimakasih atas kesediaannya meluangkan waktu membaca tulisan di blog ini yang masih jauh dari sempurna. Semoga, dengan tampilan yang masih sederhana ini, masih tercapai sasaran penulis, yaitu sharing ilmu, pengalaman serta pembelajaran lainnya.

Iklan

Responses

  1. Bu, saya pembaca setia loh…. Tapi dasar otak udang, jadi ga pernah ngerti. hehehe…

    – Tukang Ketik –

  2. saya masuk ga bu??

    kalo ditanya kenapa ‘nemu dan suka’ blog ini. mhk salah satunya karena si empunya ibu rumah tangga yg berkarir (atau ibu karir yang berumah tangga? hehe).

    jadi, ada warna kerja dan rumah juga.
    makanya bu, kalau bisa berimbang kontens-nya 🙂

    *lagi ga mood updet, cape dr field

  3. Waduh Bu, saya mirip Mas Adi #1. Pembaca setia. Tapi pasti tidak masuk dalam kategori hitungan analisa. Sebab memang jarang komen. Dan syaa memang tidak termasuk dalam kategori-kategori diatas. Hehe.

    Saya malu, Bu. Kalau kebanyakan komen, pasti keliatan bodohnya. Maka itu, kadang lebih memilih diam (*menyembunyikan kebodohon, hehe. Sambil belajar membaca di blog ini*). Kecuali memang amat sangat kepepet butuh jawaban. Baru deh nanya (komen).

    Mengenai hambatan teknologi, putranya kan ahli teknologi, Bu. Kok tidak diberdayakan? Hehehe

  4. Tukang ketik,

    Jangan merendah seperti itu…saya sendiri nggak bisa buat tulisan dan gambar-gambar lucu seperti Adi…yang kadang bacanya mesti pake kening berkerut dulu, baru tahu lucunya (IQ saya kurang dalam menikmati kelucuan…seperti nonton lawak, orang lain ketawa, saya masih bengong). Mungkin Adi punya gaya seperti alm Andi Hakim Nasution, kalau buat lelucon, mahasiswa ketawa nada rendah dulu (sambil mikir), nanti pas udah tahu lucunya…baru deh ketawanya berderai-derai…..jadi ketawapun ada 2 (dua) tahap. Dan ternyata benar…yang saya bayangkan Adi suka bikin ketawa…ehh mirip-mirip pak Andi, pas ketemuan kok seriusss banget ya…Benar kan tebakanku? Dan Adi ini benar2 punya penggemar, yang sebagian besar wanita…wahh-wahh…susah lho itu.

    Bangaiptop,
    Wahh saya mendapat kehormatan…ternyata Bangaiptop termasuk penggemar saya, padahal saya suka minder lho kalau udah baca blognya penulis yang handal, termasuk Bangaiptop. Namun karena ternyata banyak teman yang japri, mendorong saya menulis terus…akhirnya saya memberanikan diri untuk terus menulis…walau sering ragu-ragu, betulkah tulisanku layak tayang? Jadi, saya berterima kasih pada teman-teman, yang selalu mendorongku untuk terus menulis…karena sebetulnya saya sering dihinggapi penyakit nggak pede. Juga terimakasih pada anak-anakku, yang sering memberikan kritik atas tulisan ibu, dan bangga punya ibu yang mau belajar menulis.

    Hambatan teknologi pelan-pelan diurai. Saya menyadari jadi pembelajar yang lambat, jadi kalau tanya pada anak-anak, menunggu waktu mereka senggang…maklum ibunya lambat jika diajari. Sekarang udah mulai bisa buat tabel (pada analisis sumber dan penggunaan dana), cuma belum bagus…mudah2an nanti makin canggih dan nggak malu2 in lagi.

    Trian,
    Udah mulai sibuk ya di tempat kerja baru…semangat ya. Hari Sabtu kemarin saya juga baru mengajak anak dan teman dekatnya, untuk melihat ibunya bekerja. Ibu bekerja, meeting dengan GM, anakku jalan-jalan melihat lingkungan sekitar, ….sayang lagi puasa bu, kalau ga puasa pasti lebih enak…Tapi kalau ga puasa, daerah ke arah Puncak juga lebih macet.

    Biar cape, seneng kan Trian…harus diingat lho, kalau kerja tuh memang cape…tapi lebih cape yang menganggur, bengong, ga tahu apa yang dikerjakan, serta tak dapat uang.

    Saranmu mudah2an bisa dilaksanakan…tulisanku tentang manajemen dan keuangan sebetulnya karena kritik suami. Dia bilang…kamu tuh kan udah kerja puluhan tahun, mbok itu yang di share ke orang lain…jangan melulu tulisan yang ringan-ringan. Haduhh…..hehehe

  5. Jangan merendah seperti itu…saya sendiri nggak bisa buat tulisan dan gambar-gambar lucu seperti Adi… yang kadang bacanya mesti pake kening berkerut dulu, baru tahu lucunya (IQ saya kurang dalam menikmati kelucuan…seperti nonton lawak, orang lain ketawa, saya masih bengong).

    Ah… Ibu bisa aja nih.. (jadi malu)

    Jangan samain saya dengan Alm Bpk Andy dong bu, itu mah ibarat bumi dan langit. Jauuuh…

  6. Tukang ketik,

    Saat mau ketemu saya membayangkan Adi yang ngocol, membuat kita tertawa…ternyata serius banget…dan pendiam. Padahal tulisanmu lucu.

    Karena murid pak Andi, jadi secara tak sadar, gaya beliau terbawa juga. Adi, jamanku kuliah dulu, yang bisa masuk jurusan Statistik adalah orang-orang pilihan.

  7. saya juga pengunjung setia bu, walaupun gak selalu baca semua artikel.

  8. Ihedge,
    Thanks, udah setia membaca blog saya, juga sudah setia menjawab pertanyaanku betapapun sepelenya. Juga mau menjawab pertanyaan teman-temanku.

    Tapi saya juga pembaca setia blogmu kok.

  9. kalau saya masuk kategori pembaca setia ga bu Enny? 😉

  10. Osinaga,

    Wahh jelas termasuk pembaca setia dong, kan saya juga pembaca setia blog Osinaga…..setiap artikel pasti saya baca, kecuali urusan perbolaan, karena saya nggak ngerti…hehehe

  11. saya juga setia loh bu … saya cari wejangan nya di blog 😀

    jadi kapan nih saya ngeliat blog ibu ada di Gramedia ?

  12. Sandy,

    Halah…jangan ngeledek….kapan nih berangkat ke Jepangnya, mampir Jakarta ya, ntar kita ngobrol-ngobrol…

    Blog saya kan tujuannya sharing pengalaman, tidak pantas disejajarkan dengan para penulis handal. Mula-mula hanya karena ada waktu saat awal MPP, ternyata setelah pensiun ada tawaran macam-macam…jadilah terjebak di kesibukan yang tak ada ujungnya, tapi seneng kok, karena sibuk tadi, ada bahan untuk menulis. Tahu nggak, kadang isi blog adalah “pesan terselubung” untuk anak-anakku dan calon mantuku…peace nak…:D

    Kalau ibunya ngomong terus, kan dianggap cerewet …jadi ditulis di blog…..hehehe

  13. wah ternyata … pesan terselubung … mereka nangkep ngga ya ?

    o iya bu saya ada pertanyaan juga nih …. mungkin nanti saya post di blog … tentang perangai orang tua menjelang masa tua … terus terang saya merasa “troubled” (ngga boleh harunya…). tapi mungkin bu ratna sebagai seorang ibu mungkin punya pandangan lain …

  14. sejak ngikut ketemuan ama ibu diajakin tukang ketik, saya sudah bangga bisa kenal dengan orang “besar” seperti ibu, dan setia untuk belajar terus dari blog ini, tapi bacanya juga kilat dan jarang coment.

    so saya pembaca setia juga ya … 😀

  15. Sandy,
    Mereka tahu….., justru awalnya sering anak-anak yang mendorong untuk menulis, dan jadi editornya…katanya “bahasa ibu terlalu resmi”…sebelum saya menulis seperti sekarang. Juga kalau lagi ngobrol, tiba-tiba anakku nyeletuk….”tulis aja bu, temanku banyak yang mempunyai masalah seperti yang kita diskusikan, mereka suka baca blog ibu kok”…

    Dan komentarnya sekarang….”Cie…cie…ibu udah punya temen blog ya…hehehe….

    Sandy, tulislah kalau ada masalah yang mengganjal, mungkin setelah di share dengan teman, ada jalan keluarnya. Perangai orangtua menjelang masa tua sering kembali seperti anak-anak, di perusahaan tempat saya bekerja, diberi pelatihan “pra purnakarya”…agar menjadi tua yang bahagia. Selain diajari wirausaha, ada ceramah dari psikolog, psikiater, dokter kandungan dll. Awalnya, menulis di blog juga agar tidak cepat pikun, kan terbayang MPP akan menganggur…syukurlah, ternyata sekarang masih mendapat banyak kesibukan, sehingga menulispun harus cari waktu libur akhir pekan.

  16. Mas gOeN,

    Makasih ya sharingnya….saya tahu kok, bahwa mas gOeN suka berkunjung ketempatku.

  17. saya sering kunjung ke blog ibu, kalo saya sukanya tulisan2 motivasi dan pengalaman2 tentang berumah-tangga dan jalan2 nya.

  18. Anang,

    Artikel yang dibaca tergantung dari latar belakang pembaca, serta hobinya ke arah mana. Namun hal ini dapat berubah. Sebelumnya saya menyukai sastra, tanaman, setelah bekerja di Lembaga Keuangan menyukai hal-hal berbau bisnis, dan setelah memimpin Diklat jadi suka motivasi, serta SDM. Siapa tahu nanti minat baca Anang juga bertambah luas, sejalan dengan bertambahnya pengalaman di dunia kerja, dan ragam kehidupan.

  19. Pembaca setia blogku adalah aku sendirian… namun berbeda dengan Ibu Ratna yang sudah menganalisa pembaca blognya… tapi ngomong2 mampir di blog ini, nuansanya enak sejuk entah kenapa … mungkin belum kenalan kali ya.. heheh salam kenal dulu deh (salaman) 🙂

  20. KurtZainudin,

    Ahh..yang bener…saya juga sering baca blogmu kok. Memang akhir2 ini agak jarang blogwalking karena satu dan lain hal, harus gantiin mengelola perusahaan. Tapi mudah2an setelah Lebaran udah selesai, jadi punya waktu lebih longgar untuk tulis menulis.

    Saya memang suka menganalisa, jadi kalau lagi ngantuk di kantor suka merenung, introspeksi, dan muncul ide…yang kadang tak terduga. Analisaku sebetulnya juga dari masukan email teman-teman, yang kadang menginginkan saya menuliskan sesuatu, yang sayangnya tak semuanya terpenuhi, karena kurangnya waktu tadi. Dan saya melihat dari yang termasuk top post, dan saya menduga, sebetulnya pembaca blogku udah tersegmentasi…awalnya temen2ku, temen anakku, temen pacar anakku, terus temennya Anjar (sobatnya anakku saat di UGM), murid2ku…yang maksudnya agar saya bisa berhubungan dengan mereka, apakah saya kalau mengajar benar-benar dapat terserap dalam aplikasi sehari-hari…..akhirnya melebar ke teman lainnya. Tapi justru disinilah seninya, tanpa kenal wajah, kita bisa asyik diskusi…dan diskusi yang serius, lewat email.

    Jadi artikelku sering didasarkan atas pesanan…hehehe, mengaku ya..dan kalau saya pernah mengalami, atau pernah melakukan hal sesuai yang saya tulis, maka saya akan menulis…tentu saja pengalamanku jauh dari sempurna, banyak orang lain yang lebih hebat (mudah2an mereka2 mau mampir di blogku dan menuliskan pengalamannya).

    Mas Kurt, salam kenal juga, thanks telah mampir…:D

  21. gimana caranya ibu bisa melakukan deskripsi sedetail itu bu? pengen tahu nih caranya

  22. Mas Anggara,

    Dari top post bisa dilihat tulisan apa yang sering muncul…seperti tulisan tentang “membaca laporan keuangan” dan “account officer”…. Saya juga sering dapat email, sehingga saya dapat memahami siapa kira-kira pembaca blog saya. Kebetulan saya pengajar materi, yang memang ditujukan untuk AO, atau staf yang baru lulus seleksi di perbankan, jadi kemungkinan pembacanya ada diantara siswa atau partisipan di kelas yang saya ajarkan.

    Selain itu banyak teman anak-anak yang main kerumah dan diskusi berbagai hal, dan disadari bahwa saat ini setiap orang harus memahami laporan keuangan, karena dalam rumah tanggapun hal ini diperlukan. Teman-teman anak saya hampir semuanya tak ada yang berlatar belakang ekonomi. Juga tentang motivasi, banyak yang menulis email, dan pesan agar saya menulis permasalahan berdasar pengalaman (maaf saya belum dapat memenuhi semuanya karena terbatas waktu), dan umumnya berasal dari golongan pasangan muda.

    Jadi selain yang terlihat dari statistik blog, dari tulisan yang sering/selalu masuk dalam top post, dari email japri, saya mulai menganalisa dan membagi ke beberapa segmen umur pembaca.

    Dan tujuan awal menulis blog, keinginan saya adalah sharing pengalaman kepada adik-adik ini, berdasar pengalaman saya, kesulitan yang saya hadapi saat awal bekerja, bos-bos yang banyak membimbing saya. Dan saya bersyukur, jika ternyata tulisan saya yang tak berarti ini,bisa memberikan sharing pengalaman kepada teman-teman.

  23. Lho ibu ama tukangketik uda ketemuan? waduh jadi nghiri saya 😦 padahal dulu di JKT saya kalo mo nyempetkan ketemu ibu dulu deket banget kalo cuma ke citos.

    oh, BTW soal pembaca setia, wah ibu udah bikin account di http://feedburner.com belum? disana ibu bisa ngecek berapa orang subscriber feed ibu 🙂 trus seberapa gede traffic yang didapat dari subscriber feed ibu. contohnya misalkan aja saya, saya ini walau biasa aja gini-gini trus walau IQ rendah (pokoknya harus percaya, cek aja di account Facebook.Com saya cuma dapet 88 tuh) juga subscriber feed nya blog ibu lho :”> kalo wordpress gampang, berarti tinggal add aja di Google Reader URL ibu yaitu https://edratna.wordpress.com/feed jadi kalo udah omong soal kesetiaan waaah bukan sekadar mampir atau njenguk bu, tapi selalu *ditunggu* tulisannya (lewat Google Reader). terus tentang apakah selalu saya baca atau nggak, nah itu lain perkara, sehubungan dengan keterbatasan otak saya, ya paling2 apa yang saya sanggup saja yg saya baca.

    oh bentar2 saya scroll dulu blog ibu…hmm.. belum ibu pasang ya feed ke ibu, wah padahal penting itu bu, moga2 nanti dipasang.

    oh saya mo ngomentari lagi, soal kemungkinan blog ibu ini dibukukan, haduh ya mungkin2 ajalah bu. isinya serba what an enlightenment gini kok. jadi ibu musti pede pede aja kalo nanti di masa depan kali aja dideketin penerbit tertentu. hehehe

    oh iya, hampir lupa, nanti kalo saya akhirnya sempat juga ketemu ibu (dan ibu juga gak mepet2 terus schedulenya), terus ibu liat saya diem-diem trus dikira saya serius mulu’, ibu jangan jadi terlalu serius lho ya, nanti jadi malu saya bisa2.

  24. Arie,

    Wahh sorry….selama ini saya dengan mbak Vitta (bos tukang ketik) sering beremail ria, biasalah ngobolin masalah urusan ibu-ibu, terus mbak Vitta mau ketemu. Saya pikir urusan yang spesifik, jadi saya tak berani memberitahu yang lain….dan karena tukang ketik termasuk anak buah mbak Vitta, jadi kita ketemuan berlima (saya mengajak anak saya), mbak Vitta bersama tukang ketik dan mas Goen (ini sama-sama sekantor)….Acara inipun mendadak, karena tiap kali berubah…maklum kerjaanku sekarang kan tergantung pesanan, kadang sibuukkkk…kadang “agak kosong”, yang artinya pesanan dikerjakan di rumah.

    Terus ngomong2 soal menulis dll…sayang anak bungsuku udah kabur ke Bandung, maklumlah saya gatek, jadi perlu dipandu langkah demi langkah…hehehe…bisanya cuma nulis doang, dan yang enteng-enteng pula.

    Acara 27 Oktober datang nggak? Ntar kita bisa saling ketemuan…kasih nomor hp mu lewat email ya…Thanks.

  25. Aduh maap saya yg gak bisa lagi kalo tgl Oct 27th =((

    BTW nomer HP komplit lewat email
    # private only 😉

    hmm.. ya sudahlah, tak apa, nanti atur2 lagi deh ketemuannya kapan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: