Gara-gara menulis di blog

Pertama kali menulis di blog, tujuan utama adalah sharing pengalaman, serta mengisi kesibukan. Tak disadari, menulis blog menjadi hal yang rutin, diawali dari hanya sekedar blogwalking untuk mempelajari gaya penulisan orang lain, lama-lama ingin bisa menulis, dan akhirnya ada keinginan mencari bahan-bahan untuk menulis artikel yang diinginkan.

Pengalaman apakah yang diperoleh selama menulis di blog? Dari saling berkunjung ke pemilik blog, saling memberi komentar jika ada artikel yang membuat kita tertarik, kemudian ditindaklanjuti dengan saling mengirim email secara japri, akhirnya kita bisa saling mengenal lebih dekat, walaupun masih tetap di dunia maya. Internet membuat sesuatu yang sebelumnya tak pernah terpikirkan akan terjadi, memberikan banyak hal yang menjadi mungkin. Selain menulis blog, sebetulnya menjadi anggota milis juga bisa meningkatkan jejaring. Memang, jika kita melihat siapakah orang yang rajin menulis milis atau komentar di blog, kelihatannya orangnya itu-itu saja, namun anggota yang lain sebetulnya ikut menikmati diskusi yang ada di milis atau di blog.

Ada pengalaman menarik bagi saya, sejak saya menulis di blog, yang tak pernah terduga sebelumnya.

1. Ketemu putranya teman yang sudah lama tak berjumpa

Pada salah satu tulisan, secara tak terduga saya mendapatkan komentar dari putri seorang teman (kita sebut namanya Putri), yang telah 15 tahun tak pernah ketemu. Betapa menyenangkannya, karena melalui tulisanku, Putri bisa diskusi berbagai hal, terutama bagaimana dia membantu mendidik adik bungsunya yang masih kecil (selisih umurnya dengan Putri 9 tahun), yang ibunya telah tiada karena sakit.

2.Sharing Pengalaman

Dari blogwalking, saya menemukan beberapa blog yang fokus, yang akhirnya saya bisa menjalin komunikasi yang efektif dengan penulisnya melalui dunia maya. Apabila saya ingin lebih memperdalam hal-hal yang tak saya kuasai, dan yang bersangkutan menguasai masalah tersebut, maka diskusi lewat email bisa berlangsung seru.

Saya juga menjadi anggota beberapa milis, dan pada salah satu milis, suatu ketika terjadi diskusi hangat tentang masalah integritas. Saya ikut aktif dalam diskusi tersebut, karena saya berkecimpung di bidang pelatihan, materi yang diajarkan dalam bentuk soft competence maupun hard competence, termasuk bagaimana mengukur integritas, apakah integritas dapat diukur dan diramalkan. Seorang pimpinan atau manager harus bisa mengarahkan melalui sistem maupun budaya kerja, bagaimana agar integritas para bawahan tetap terjaga.

Topik tadi saya angkat menjadi salah satu judul tulisan di blog saya, dengan tambahan materi dari bacaan lain, disertai pengalaman dilapangan. Tentu saja saya tak lupa untuk mencantumkan nama beliau sebagai nara sumber, karena diskusi saya dengan beliau memang berlanjut terus menerus. Tak terasa beliau telah lulus dari studinya di LN, sekarang ini berprofesi sebagai dosen serta menjadi konsultan dibeberapa perusahaan, dan keahlian beliau adalah psikologi industri. Suatu ketika, mahasiswa pasca sarjana bimbingan beliau meminta informasi tentang judul buku yang beliau tulis terkait dengan masalah integritas, dan beliau merasa belum pernah menulis buku tentang hal tsb. Karena sang mahasiswa ngotot, beliau akhirnya googling di google…dan menemukan nama beliau di acknowledge dalam tulisan saya. Beliau kemudian menulis email, dan selanjutnya kami sering berkirim sms, karena mau ketemu keduanya masih sama-sama sibuk.

3. Lebih memahami pengelolaan investasi

Ada beberapa blog yang sering saya kunjungi, dan diantara blog tersebut memberikan fokus pada masalah investasi terutama yang berkaitan dengan pasar modal. Sebagai orang yang hanya mengenal masalah pasar modal secara akademik, dan tidak praktek dilapangan, isi blog ini sangat membantu saya. Syukurlah pemiliknya juga bersedia meluangkan waktu menjawab pertanyaan saya melalui email, betapapun konyolnya pertanyaan saya tersebut. Semoga Allah meridhoi apa yang dilakukan pemilik blog ini.

4. Ketemu temannya anak, dan sejak itu menjadi sahabatnya

Suatu ketika saya mendapat komentar dari seorang teman anak saya yang membuat saya terharu. Dia berkomentar, betapa bahagianya dia apabila dia bisa memahami apa pandangan dan pendapat almarhum ibunya tentang dirinya. Apakah ibu akan bahagia, atau ibu kecewa karena dia tak seperti yang diharapkan? Dalam diskusi melalui email saya menjawab, bagi seorang ibu yang penting adalah melihat anaknya bahagia. Apapun pencapaian anaknya, pasti ibu akan bangga, karena kasih sayang ibu tak bisa dinilai dengan materi, dan tak membedakan anak yang satu dengan lainnya.

5. Mendapat email untuk tawaran kerjasama

Tak disangka, dari membaca diskusi di blog, yang dilanjutkan diskusi secara intensif pada beberapa kesempatan lain, ada beberapa orang yang mengajak kerjasama. Sayangnya saya terlanjur mencintai pekerjaan saya sebagai pengajar, hal yang juga tak terduga sebelumnya, karena awalnya saya bekerja di Lembaga Keuangan.

6. Tahu pada siapa akan bertanya jika ada masalah yang harus diatasi

Menulis di blog, apalagi yang bisa dibaca semua orang, memberikan peluang yang tak terbatas, di satu sisi kita juga dapat mengenal berbagai sifat manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dari saling mengunjungi blog, akhirnya jadi memahami dan meramalkan seperti apa karakter orang tersebut, yang dapat dilihat dari gaya penulisan, cara menanggapi komentar dsb nya. Dari sini kita semakin mendapat tambahan banyak teman dari berbagai latar belakang pengetahuan dan ketrampilan. Jika ingin memahami cara memasak berbagai macam makanan, tinggal mengunjungi blog yang fokus pada masalah ini. Juga jika ada masalah yang terkait dengan bidang psikologi, ada blog yang fokus pada masalah psikologi. Dan sharing ilmu ini sangat berarti, karena diskusi yang diperoleh bisa diaplikasikan pada keadaan riilnya.

7. Mendapat tawaran mengajar

Dari membaca beberapa tulisan di blog, saya mendapat tawaran untuk memberikan ceramah. Namun karena ceramah ini “agak bersifat formal” dan kebetulan waktu saya terbatas, dengan sangat menyesal saya tak dapat memenuhi tawaran tersebut. Walaupun demikian, pertemanan berjalan terus, dan kami saling berkirim email untuk mendiskusikan beberapa hal.

Bagaimana dengan anda? Pengalaman berkesan apakah yang anda peroleh setelah menulis di blog?

Kadang-kadang kita merasa bahwa tulisan kita biasa-biasa saja, dan baru menyadari bahwa walaupun biasa ternyata tulisan kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain setelah kita mendapatkan komentar dari orang-orang yang kita anggap berpengalaman. Pada suatu ketika saya bertemu dengan mantan Dirut sebuah Bank pada tahun 1990 an, beliau dikenal yang memberikan dasar bagi Bank tersebut untuk merubah mindset karyawan untuk bergerak maju dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Beliau bertanya apa kegiatan saya sekarang, dan saat saya menjawab bahwa kegiatan saya mengajar sampai kepelosok-pelosok mengenai hal apa yang telah dirintis beliau, beliau sangat gembira. Beliau mengatakan bahwa apa yang saya lakukan lebih berharga dari beliau, yang hanya bisa memberikan sumbangan secara materi. Saya terperangah, apalagi setelah diskusi panjang lebar, bahwa dengan mengajar, menulis, kita bisa memberikan andil pemikiran yang bermanfaat bagi orang lain, di samping kita sendiri tanpa terasa akan makin bertambah kaya pengalaman, dan ilmu yang kita peroleh benar-benar bisa diamalkan.

36 pemikiran pada “Gara-gara menulis di blog

  1. Ihedge,

    Iya…banyak banget untungnya…dan ternyata punya nilai jual juga ya….GR nih….hehehe
    Juga senang, kalau ada yang tanya masalah investasi, setelah menjawab, selalu saya refer ke blogmu…ketahuan nggak pede ya….tapi thanks ya sharingnya.

    Arul,

    Thanks komentar-komentarnya selama ini, tanpa ada yang memberi komentar, belum tentu berani menulis lanjutannya….

  2. Sejak sekolah SMA (tahun 1999) saya ingin punya web sendiri. Saat itu hosting dan free web belum terlalu banyak mudah untuk digunakan. Untuk desain 1 buah web saja, membutuhkan waktu yang lumayan lama dan rada ribet. Belum lagi banyaknya banner yang menghalangi tampilan web kita. akibatnya, waktu banyak habis untuk membuat desain web, daripada mengisi web itu sendiri dengan postingan yang menarik.

    Syukur deh, belakangan ini banyak aplikasi yang lebih mudah dan lebih sesuai untuk web pribadi, berupa blog. akhirnya Komunikasi menjadi 2 arah. orang-orang yang membaca blog kita bisa langsung respon dengan apa yang kita tulis. dan bahkan postingan dari respon para blogwalking, menjadi pengetahuan yang baru bagi blogwalker lainnya.

    Yang pasti, memiliki blog, kita bisa punya banyak kenalan dan kawan diskusi. Akhirnya.. seperti yang ibu tulis, banyak kawan, banyak koneksi akhirnya banyak kesempatan.

    Kalo saya pribadi, gara-gara ngeblog, jadi banyak kenalan, banyak informasi yang di dapat. bahkan dari salah satu blog saya, saya dapat tawaran untuk supply kopi gayo dari Tanah Gayo (Kab. Bener Meriah-NAD) ke Amerika dan Eropa.

    Jadi….. Ayo NGEBLOG!!.

  3. Danalingga,

    Bukannya Danalingga juga punya pengalaman yang hebat?…di share dong!

    Herianto,
    Kerugiannya nggak ada, karena menulisnya pas ada waktu. Paling-paling biaya internet, namun sebelum ngeblog memang udah langganan Kabel Vision, untuk keperluan anak-anak agar tak ngeluyur keluar, dan temannya bisa ikut menggunakan internet dirumah. Risikonya kalau ada tugas keluar kota, atau sebulan terakhir ini terpaksa jarang menulis, karena ada tugas dadakan, jadi care taker di suatu perusahaan…jadi komentar anak saya, kalau ibu produktif menulis, artinya lagi menganggur …hehehe

  4. Abeeayang,
    Salam kenal juga, makasih telah mampir….ayoo terus ngeblog

    Nunung,

    Benar…ngeblog ternyata bisa memperluas jejaring, bahkan kalau fokus kemungkinan dapat tawaran bisnis, walaupun kemungkinan yang komentar tak banyak.

    Kunderemp,
    Thanks ya nak, dorongan dan dukungannya. Tanpa doronganmu dan adikmu, ibu belum berani menulis disini.

  5. gara2 ngeblog saya kena byk orang juga… byk yang kirim email, sampe ketemu sama mereka..
    merka bilang.. “oo ini arul blog itu yah” hehehe
    terkenal juga sayah.. *Narsis Mode ON*

  6. Arul,
    Benar Arul dan meningkatkan jejaring. Saya ingat pesan mantan bos saya, bahwa kita harus hati-hati dalam berperilaku dan bersikap, karena akan dipersepsikan orang sebagai apa….walaupun itu diluar kantor ataupun diluar waktu kuliah.

    Munggur,
    Yup…setuju….cuma-cuma, namun hati bahagia kalau ternyata tulisan yang sederhana, diapresiasi orang lain.

  7. eh, Ibu.. lama ga berkunjung ke sini ternyata namaku disebut-sebut.

    aduh, Bu, load kerjaan di Divisi saya lagi tinggi jadi jarang sempat browsing. Apalagi nulis. Jadi malu, dulu suka banget nulis tapi sekarang melempem abis.

    *curhat dikit*

  8. Tikabanget,
    Betulkah? Waah…pengalaman yang benar-benar mengesankan.

    Utaminingtyas,
    Sebulan ini saya ngantor di Veteran, ketemu papamu, lihat fotomu dengan adik-adik yang dipajang di kantor papamu.

    Saya juga agak lama nggak nulis, hanya sekali seminggu…kayaknya puasa ini kerjaan lagi overload ya. Gpp…ntar nulis lagi kalau ada waktu.

    Krismariana,
    Thanks telah mampir. Bikin buku..???…udah jadi impian sih, tapi dulunya pengin bikin buku kayak Nh Dini, atau sastrawan lainnya….hhh kayaknya ga kesampaian deh.

  9. Krismariana*)

    Bener, tulisan ibu edratna rapih dan bahasa juga mengalir enak. salah ketik juga jarang, tapi kalo salah nama, pernah.

    itu juga kalo saya ga salah lho..
    Saya liat dari balasan/tanggapan tulisan ibu edratna,
    kalo liat urutannya sih sepertinya ibu edratna mau tulis nama saya (noeroel) tapi yang tertulis nunung.
    tapi itu ga masalah, abis fansnya si ibu banyak πŸ™‚

    (liat posting tanggapan pertanggal september 30 th, 2007, urutan ke 2)

  10. Noeroel,

    Wahh …maaf ya, saya pikir Noeroel ini sama dengan Noeroel nya Anjar (teman anakku), yang panggilannya Nunung…maklum kurang tidur, jadi agak “hang”. Alasanya…japri ya…thanks…:D

    Sandy,
    Yang komentar di blog mu seru-seru kan….ada juga kan yang diteruskan japri???

  11. saya tau blog bu eny dari temen sebelah meja saya (osinaga), jadinya lumayan sering nongkrong dan numpang baca disini, boleh ya bu hihihihihi

  12. Iway,

    hehehe…soalnya Osinaga KKN, karena sama-sama anak buahnya alm pak Andi Hakim Nasution. Tapi seneng kok diskusi sama Iway…saat saya memimpin Desk Penyehatan dan kemudian menjadi Divisi Restrukturisasi selama 7 Tahun (1997 s/d 2004), saya sering ke BI di gedung II lantainya lupa…minimal sebulan sekali…cuma belum menulis blog ya.

    Sandy,
    Kan saya udah kirim lewat japri ke Sandy? Dan saya yakin banyak yang lainnya juga……:D
    Ini nulisnya masih di Indonesia atau udah di Jepang?

  13. Ratna Pangemanan

    Dear Bu Enny,

    aduh, bu Enny memang hebat betul, dari dulu saya senang sekali membaca tulisan2 ibu, sayang sejak di IOM ibu gak pernah nulis, saya juga gak semangat lagi ikut disana.
    ayo dong bu, kembali seperti dulu, tetap sering menulis pengalaman2 ibu yang menarik. tulisan 2 ibu itu enak sekali di baca, bahasa nya langsung bisa kita terima, terima kasih juga buat bu Enny, sudah menyarankan saya untuk membuka blog, tapi saya belum mengerti langkah2 nya, maklum lah, gap tek juga nih.
    kapan2 saya main ke tempat ibu ya, soal nya di dekat ibu ada rumah sahabat sd saya, di daarul ma’arif, sahabat itu lah yang saya cari2 selama ini, akhir nya Allah mempertemukan kami juga.
    senang sekali, bisa bertemu dengan teman2 masih kecil, ayah nya itu pemilik yayasan daarul ma’arif, yaitu pak Idham Chalid, sekarang pak Idham, sedang sakit
    ok, salam buat keluarga, juga buat pak Djoko, yang juga gak pernah menulis lagi di IOM

    rgds
    ratna pangemanan

  14. Hallo bu Ratna, apa kabar? Thanks telah mampir. Kapan-kapan kita ngobrol lagi ya.

    Sekarang udah ga bisa lagi ikutan IOM bu, anakku udah lulus, tapi melanjutkan S2…ehh apa ini masuk golongan yang dimonitor IOM nggak ya??

  15. banyak manfaatnya bu, jadi tempat baca saya juga nih.. terutama sharing2 pengalamannya, kadang lebih enak baca di blog daripada dari majalah, ato buku.

    kalo saya sih, jadi ada tempat untuk menuangkan pikiran dan memaknai pengalaman2.

  16. Ketika presentasi salah satu mata kuliah di Program MEP UGM sabtu kemarin, salah satu teman ada yang kebagian memaparkan tentang Etika Bisinis, pada saat materi yang akan dia sampaikan saya terima, saya langsung liat daftar referensi di halaman belakang. Trus terang saya sdkt kaget..
    wuih… ada alamat blog ibu dibelakangnya..

    Setelah selesai presentasi, saya malah asyik ngobrol tentang blog ibu.. (akhirnya punya temen jg dikampus, yang ngefans berat sama ibu)

  17. Anang,
    Padahal saya juga ambil dari buku, majalah, koran…terus ditambah pengalaman selama ini, baik sebagai bawahan, atasan, isteri, ibu dan anak.

    Tapi bener juga, kayaknya walau udah pernah baca, kan majalah udah nyebar entah kemana, begitu juga korannya. Kecuali buku, tapi kan juga harus baca lagi. Bedanya kalau ambil dari blog, internet…tinggal ketik masalah yang ingin dicari…mas google udah membantu.

    Noeroel,
    Pengalamanmu sama dengan email teman dari Brisbane, mahasiswanya ngotot, beliau yang nulis artikel itu…ternyata ada diblog saya (tapi memang bahasannya adalah diskusi saya dengan teman tsb melalui email…dan belum pernah ketemu…hehehe)

  18. tridjoko

    Hallo Bu Ratna, saya Pak Djoko. Saya memang udah cabut dari milis IOM sejak berbulan-bulan yang lalu karena diskusinya sudah tidak kena di hati saya, dan cara paling pas adalah UNSUBSCRIBE…

    Alasan lain, anak saya sebentar lagi lulus dari ITB karena sekarang tinggal ngambil TA.

    Saya juga punya blog sendiri (triwahjono@wordpress) tapi malas nulis karena masih sibuk ngajar.

    Salam untuk Bu Ratna dan keluarga. Bagaimana Randy, apakah sudah lulus dari ITB ?

  19. ratnadelima

    Ass, Pak Djoko,

    sejak Pak Djoko dan Bu Enny gak ikit milis IOM ITB, sudah gak menarik lagi, karena gak ada yang se active Pak Djoko dan Bu Enny.
    Tulisan 2 dan komentar nya kan enak di baca dan juga menambah wawasan kita semua.
    sayang sekali, tapi yah…..sudah lah…..setiap orang punya prinsip lain2 ya.

    Waktu itu juga saya sempat kesal juga, kenapa sih ada orang yang mau menciptakan hal2 yang membuat orang lain jadi panas, kan gak ada gunanya, apalagi kita kan sudah tua2…..paling tidak kan kita bisa bersikap bijaksana kan buat contoh generasi muda. perbedaan pendapat itu kan wajar ya Pak, kenapa harus bicara nya gak enak begitu.
    tapi……gpp, sekarang kan Bu Enny dan Pak DJoko punya blog sendiri, jadi kalau saya mau belajar banyak, tinggal buka aja, soal nya saya gaptek juga. ini juga kalau gak karena ajakan Bu Enny, saya gak ikutan buat blog.
    Oh…iya selamat ya buat ditta yang sudah membuat tugas akhir, randy masih kuliah belum selesai, yah….itu karena waktu tpb nya nyaris…..
    dampak nya sekarang, randy harus berjuang untuk meningkat kan IP nya, kan sayang pak, kalau randy lulus IP nya pas pas an gituh.
    nanti waktu ngelamar kerjaan, gak dilirik. sekarang pelamar2……yang di lihat IP nya dulu,
    baru di panggil………….untuk test, atau wawancara.
    tapi saya sangat berterima kasih sekali, dengan doa yang di kasih Pak Djoko waktu itu, sampai sekarang saya dan teman2 di kantor masih mengamal kan nya doa sesudah shollat fardhu
    juga karena doa itu juga randy banyak berubah, lebih dewasa…. kemarin randy ikut siaware di ciwidey, di milis ada informasi mengenai itu, dan saya ingat Pak Djoko pernah menulis mengenai putri Bapak yang pertama mengikuti siaware itu manfaat nya banyak sekali, oleh karena itu randy saya daftarkan, sebelumnya randy juga ikut ESQ di jakarta, waktu liburan, ternyata setelah randy mengikuti esq dan siaware itu randy mengatakan bahwa dia merasa bersyukur sekali bisa mengikuti training tersebut, manfaat buat diri nya banyak sekali, Tx Pak Djoko dan bu Enny
    oh.. iya saya juga punya blog, tapi masih gak ada isinya, blog saya : http://ratnadelima.wordpress.com ,
    ok nanti saya lihat blog nya Pak Djoko, wah saya beruntung sekali bisa punya sahabat2 sebaik Bu Enny dan Pak Djoko,

    Tx Bu Enny

    wass

  20. tridjoko

    Selamat ya Bu Ratna udah mulai membuat blog sendiri. Tulisan (dan forward-an) Bu Ratna mulai sekarang bisa ditaruh di Blog daripada disebar lewat milis.

    Kalau ditaruh di blog, orang mau search infonya lebih mudah dikenali oleh Mas Google (istilah Bu Enny) daripada ditaruh di milis yang Mas Google agak males nyarinya…

    Mahasiswa saya 9 tahun yang lalu banyak yang nyari-nyari tulisan saya yang udah lama yang pernah ditulis di blog orang lain sebagai komentar dari suatu posting…

    Bu, Ditta sekarang juga sedang “kejar paket A” (istilah ngambil mata kuliah yang mudah-mudah biar dapat A sehingga IPK meningkat) sambil ngambil TA. Sebuah oil company belum menjawab bisa dipakai TA atau nggak karena kerja di sana harus full time tidak bisa disambi ngambil beberapa mata kuliah…Yah, namanya “earth science” datanya memang harus diambil di real world dan tidak cukup hanya di lab saja..

    Trims buat Bu Enny yang membolehkan blognya buat curhat..

  21. Ratnadelima & Tridjoko,
    Nggak apa2 kok curhat lewat blog tetangga, walau saya yakin baik bu Ratna, maupun Tridjoko kalau bisa menyediakan waktu untuk menulis di blog sendiri pasti lebih hebat dibanding blog saya.

    Hayoo semangat…kan kalau di milis semangat diskusinya, sekarang ganti di blog aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s