Serba serbi Pesta Blogger 2007

Hari masih pagi ketika saya dan anak sulungku berangkat ke Blitzmegaplex agar mendapat tempat, maklum anakku hanya dapat posisi sebagai reserved. Sampai disana masih sepi, hanya ada petugas yang sedang membersihkan dan menyiapkan ruangan, serta beberapa panitia. Tak lama kemudian saya melihat Lita , yang sangat mirip dengan fotonya, hanya lebih langsing. Kami sempat mengobrol, kebetulan karena nantinya saya akan berpasangan dengan Lita sebagai fasilitator pada kelompok diskusi Women Issues.

Lanjutkan membaca “Serba serbi Pesta Blogger 2007”

Iklan

Cerita tentang “Women Issues” di Pestablogger 2007

Pesta Blogger 2007

Kebetulan saya bersama Lita (panggil nama langsung ya, biar lebih akrab) menjadi fasilitator diskusi “Women Issues“. Sampai lima menit pertama tak ada seorangpun peserta diskusi yang muncul, dan kami hanya memandang orang-orang yang melewati tempat kami ke arah tempat diskusi “Current Issues” yang kelihatannya memang lebih banyak diminati peserta. Saya sempat bergurau dengan Lita…..”Wahh , jangan-jangan memang issue tentang wanita kurang menarik ya.”

Lanjutkan membaca “Cerita tentang “Women Issues” di Pestablogger 2007″

4 days to Pesta Blogger 2007

Betapa kagetnya saya, disuatu pagi hari Jumat tanggal 12 Oktober 2007, sekitar jam 7 pagi, mendapat email sebagai berikut:

Salam blogger!

Dengan email ini, saya Enda Nasution, atas nama seluruh Komite Pesta Blogger 2007, bermaksud mengundang Anda untuk menghadiri acara pertemuan para blogger berskala nasional pertama di Indonesia: Pesta Blogger 2007: “Suara Baru Indonesia.

Sebagai salah seorang blogger yang cukup dikenal di kalangan komunitas blogger Indonesia, adalah suatu kehormatan bagi kami apabila Anda berkenan untuk hadir dalam acara yang sedianya akan diselenggarakan pada:

…dst nya

Lanjutkan membaca “4 days to Pesta Blogger 2007”

Apakah anda menikmati jalan-jalan di Mal?

Tak dipungkiri, bahwa jalan-jalan di Mal merupakan suatu gaya hidup masyarakat perkotaan. Bahkan di hari-hari libur, banyak masyarakat tumpah ruah ke Mal, dan banyak yang hanya sekedar jalan-jalan, ada nenek atau kakek sedang di dorong di kursi roda, beserta anak cucunya. Pernahkah anda mengamati, apakah yang menarik minat untuk mengunjungi suatu Mal ? Apakah makanannya, kelengkapan barang-barang yang dijual, atau apakah karena toko bukunya? Pada sektor manakah yang paling banyak menarik minat pengunjung untuk membelanjakan uangnya?

Lanjutkan membaca “Apakah anda menikmati jalan-jalan di Mal?”

Rasa kesepian, bagaimana mengatasinya?

a. Merasa sepi di tengah keramaian?

Apakah anda pernah merasa kesepian, padahal anda sedang di tengah keramaian, sedang berjalan-jalan di Mal, menghadiri suatu seminar, atau sedang sibuk bekerja dikejar dead line? Pernahkah anda merasa sendiri, tak ada teman untuk berbagi, atau betul-betul ingin lari dari situasi saat ini yang terasa menekan? Jika anda mempunyai perasaan seperti tersebut, berhati-hatilah, karena rasa kesepian dapat merusak kesehatan (Forum Keadilan, 2007).

Lanjutkan membaca “Rasa kesepian, bagaimana mengatasinya?”

Menikmati keindahan disela kesibukan

Selama bulan Ramadhan tahun ini, karena satu dan lain hal, saya mendadak mendapat amanah untuk menjadi care taker mengelola unit usaha, yang mempunyai tiga lokasi, dan Kantor Pusatnya terletak di Jakarta Pusat. Sejak saat itu kegiatan rutinku berubah drastis, karena jam 6.15 wib sudah harus berangkat dari rumah di Jakarta Selatan, melalui antrean panjang kendaraan yang terjebak kemacetan (biasanya di daerah Pangeran Antasari, perempatan Wijaya I, serta perempatan Gatot Subroto -Mampang). Jika tak terlalu macet, sampai ke kantor jam 7.30 wib. Pulangnya merupakan perjuangan tersendiri agar saat beduk buka Puasa sudah sampai di rumah, dan lebih sering masih terjebak di kemacetan lalu lintas, inipun sudah melalui jalan tikus, dan bukan jalan yang biasa dilalui. Entahlah, rasanya kotaku Jakarta tercinta ini semakin macet saja.

Lanjutkan membaca “Menikmati keindahan disela kesibukan”

Situasi lebaran di tempat tinggal baru

Pada umumnya, sejak ayah ibu dan ayah ibu mertua telah tiada, kami sekeluarga berlebaran di Jakarta atau Bandung, tergantung situasi. Karena saya anak sulung dari tiga bersaudara, dan suami anak kedua dari sembilan bersaudara, rumah tempat kami tinggal menjadi tempat pertemuan dua keluarga, serta adik-adik yang dari luar kota menginap di rumah kami. Hal ini tak jadi masalah, karena rumah dinas yang kami tempati cukup besar. Namun setelah saya pensiun, dan harus tinggal di rumah sendiri, maka kami mulai memikirkan bagaimana jika saudara berkumpul, maklum rumah kami sekarang berdiri di atas tanah 180 m2, sepertiga dari luasan tanah dari rumah dinas.

Lanjutkan membaca “Situasi lebaran di tempat tinggal baru”