Menikmati malam Tahun Baru di depan internet

Biasanya sih, malam Tahun Baru adalah malam yang ditunggu-tunggu. Saat anak-anak masih kecil, kami sekeluarga berkeliling Jakarta, penginnya sih mencapai Monas, tapi karena jalanan macet, apalagi kalau hujan (seperti malam ini), maka pergantian tahun telah terjadi pada saat kami masih di dekat bunderan Hotel Indonesia.

Lanjutkan membaca “Menikmati malam Tahun Baru di depan internet”

Perlukah menambahkan nama suami setelah menikah?

Entah ini kebiasaan sejak kapan, atau ada unsur budaya, yang jelas setelah menikah, seorang wanita akan dipanggil dengan nama panggilan suaminya, dengan embel-embel bu didepannya, seperti bu Martono, bu Karyadi dan sebagainya. Kalaupun wanita tersebut bekerja, maka namanya sendiri malahan menjadi disingkat, dan nama suami di tulis lengkap……atau nama sendiri dan ditambah nama suami, seperi Ny. RS Haryanto, Ny. Elly Sumarno dan seterusnya.

Lanjutkan membaca “Perlukah menambahkan nama suami setelah menikah?”

Screening

Bagi generasi seusiaku, yang kata teman-teman generasi Ashar menjelang Magrib, pada saat melamar pekerjaan dan telah lulus dari beberapa tahapan (ada 5 tahapan), serta telah dinyatakan lulus, maka masih harus melalui tahapan yang disebut proses screening. Pada test screening ini, yang ingin diketahui adalah latar belakang kehidupan dan keluarga calon karyawan, dan kecenderungan politiknya.

Lanjutkan membaca “Screening”

Sastra dan Novel Sejarah, sama-sama imajinatif?

Setelah menulis “Kecanduan cerita fiksi berlatar belakang Sejarah” yang mendapat
beberapa komentar dari teman-teman sesama blogger, terutama komentar yang menggelitik dari Ikram dan Iwan Rystiono, saya mulai berpikir untuk mencari nara sumber tentang kebenaran istilah fiksi sejarah atau novel sejarah. Pada saat menulis tulisan sebelumnya, saya mencoba mereka-reka nama apa yang tepat, karena novel yang ditulis oleh Langit Kresna Hariadi (LKH) ada kaitannya dengan sejarah.
Lanjutkan membaca “Sastra dan Novel Sejarah, sama-sama imajinatif?”

Kebahagiaan seorang ibu

Apa yang diharapkan seorang ibu? Anak-anak yang sholeh, yang rajin, sopan santun, berbakti pada orangtua serta berbuat baik untuk sesama. Kasih sayang seorang anak sepanjang galah, namun kasih sayang seorang ibu adalah sepanjang jalan. Peribahasa tersebut ada benarnya, walaupun anak-anak sudah besar, seorang ibu akan selalu memikirkan anak-anaknya, berdoa kepada Allah swt agar anak-anaknya selalu dilindungi oleh Nya, untuk selalu berjalan di jalan yang mendapat ridho Nya, serta agar selalu dibukakan hatinya, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tak melanggar hukum.

Lanjutkan membaca “Kebahagiaan seorang ibu”

Kecanduan cerita fiksi berlatar belakang sejarah

Saat masih gadis saya senang membaca cerita silat karangan SH Mintardjo, seperti “Nogososro dan Sabuk Inten”, kemudian “Api di Bukit Menoreh” yang bersambung dan serial lanjutannya keluar setiap bulan. Saat itu saya begitu terpesona sama tokoh Mahesa Djenar, sang pahlawan. Setiap bulan menunggu terbitan baru, dan karena saat itu buku sangat mahal buat keluargaku, kami membaca bergantian, dan saling pinjam meminjamkan. Kadang harus iuran dulu untuk bisa membeli buku serial berikutnya.

Lanjutkan membaca “Kecanduan cerita fiksi berlatar belakang sejarah”