Sms yang menyebalkan

Saya menggunakan telepon seluler pasca bayar Telkomsel sejak tahun 1995, sebetulnya atas nama nya suami saya. Awalnya saya menggunakan Satelindo, dan suami saya Telkomsel. Karena saya sering bepergian ke daerah atau kota terpencil, yang sinyalnya sulit, maka saya bertukar provider dengan suami. Maklum saat itu, Telkomsel bisa mencapai pegunungan Dieng, bisa sampai bukit di atas kota Sorong, akibatnya kalau tugas, teman-teman sering menilpon melalui handphone milik saya, karena satu2nya yang bisa menerima akses dari luar.

Lanjutkan membaca “Sms yang menyebalkan”