Sms yang menyebalkan

Saya menggunakan telepon seluler pasca bayar Telkomsel sejak tahun 1995, sebetulnya atas nama nya suami saya. Awalnya saya menggunakan Satelindo, dan suami saya Telkomsel. Karena saya sering bepergian ke daerah atau kota terpencil, yang sinyalnya sulit, maka saya bertukar provider dengan suami. Maklum saat itu, Telkomsel bisa mencapai pegunungan Dieng, bisa sampai bukit di atas kota Sorong, akibatnya kalau tugas, teman-teman sering menilpon melalui handphone milik saya, karena satu2nya yang bisa menerima akses dari luar.

Lanjutkan membaca “Sms yang menyebalkan”

Benarkah nenek moyangku tak kenal konsep ruang makan?

Tulisan di Kompas tanggal 14 Desember 2007, dengan judul “Orang Jawa tidak kenal konsep ruang makan” menggelitikku, untuk mengenang kembali masa kecilku yang dibesarkan di daerah dusun kecil di daerah Jawa Timur. Namun rupanya, tulisan yang yang dimaksudkan oleh Kompas adalah untuk orang Jawa yang bekerja di ladang, dan bukan bekerja di tempat lain.

Lanjutkan membaca “Benarkah nenek moyangku tak kenal konsep ruang makan?”

Bagaimana agar saya bisa mengelola berbagai usaha, dengan keuntungan memadai?

Disadari, pada awal mulai berwirausaha, ada sistim coba-coba dulu, mencoba berbagai jenis usaha, dengan harapan apabila yang satu gagal masih ada lainnya. Dalam perkembangannya, sering tak dinilai, apakah sebetulnya semua usaha tadi menguntungkan, dan layak diteruskan. Dan seringnya, usaha dikelola ala manajemen rumah tangga, semuanya tercampur jadi satu, sehingga tak ketahuan lagi, sebetulnya bagaimana perkembangan usaha tersebut, betulkah menguntungkan. Apalagi jika usaha yang satu membutuhkan dana, diambil dari usaha satunya tanpa pencatatan.

Lanjutkan membaca “Bagaimana agar saya bisa mengelola berbagai usaha, dengan keuntungan memadai?”

Menanam bunga di lahan yang sempit

Pada saat masih tinggal di rumah dinas yang berhalaman luas, dan tingkat kesibukan tinggi, saya jarang merawat tanaman. Paling-paling hanya saat awal menanam, selanjutnya si mbak yang menyiram setiap hari, atau tukang kebun yang datang sebulan sekali. Hanya kalau lagi capek, maka saya mulai menyiangi rumput, dan ternyata ini menimbulkan rasa nyaman yang sukar dilukiskan. Namun menyiangi rumput juga tak bisa dilakukan setiap minggu, karena waktu yang ada lebih baik untuk bercengkerama bersama keluarga.

Lanjutkan membaca “Menanam bunga di lahan yang sempit”

Mengapa harus selalu memperhatikan “cash flow”?

Untuk memahami suatu bisnis dalam kondisi berkembang atau tidak, maka anda perlu mempelajari laporan keuangan, yang terdiri dari: Balance Sheet (neraca keuangan), Income Statement (Laporan Laba Rugi) dan Cash Flow (Laporan arus kas). Dari ketiga hal tersebut, yang paling kritis adalah laporan arus kas atau cash flow. Mengapa?

Lanjutkan membaca “Mengapa harus selalu memperhatikan “cash flow”?”

Risiko yang harus diantisipasi dalam pemberian delegasi wewenang.

Pak Budi Rahardjo pernah menulis tentang perlunya delegasi wewenang di blognya, dan saya ingin menulis dari sisi yang lain, pengalaman yang membuat saya makin kaya dalam memahami, bahwa hal-hal sebaik apapun tujuannya, tetap mengandung unsur risiko. Di dalam dunia kerja, kita mengenal delegasi wewenang, yang menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), delegasi wewenang adalah penyerahan wewenang dari atasan kepada bawahan di lingkungan tugas tertentu dengan kewajiban mempertanggung jawabkannya kepada yang menugasi.

Lanjutkan membaca “Risiko yang harus diantisipasi dalam pemberian delegasi wewenang.”