Jalan kaki yang menambah wawasan

Berhubungan dengan Bank merupakan hal yang telah biasa dalam kehidupan saat ini, entah untuk mengirim uang, atau mengganti identitas di buku tabungan (kami baru ganti KTP alamat baru). Dan ternyata jalan kaki itu menyenangkan, karena selama ini saya kalau ke cabang tersebut, naik angkot bayar Rp.2000,- dan baru saja duduk udah berdiri lagi, maklum hanya berjarak sekitar 200 meter.

Biasanya saya pergi ke bank di jl. Fatmawati selalu naik angkot, agak malas berjalan kaki, karena mesti melalui trotoar yang tidak rata, dan penjual kaki lima yang berdagang di sepanjang kaki lima. Selama ini saya hanya berjalan kaki kalau ingin pergi ke Citos, karena melalui kompleks perumahan, sehingga tak kawatir tertabrak kendaraan dan hanya memerlukan waktu 10 menit dari rumah ke Citos. Namun pulangnya lebih sering naik taksi yang berderet di depan Citos, dengan alasan sudah males sehabis nonton film atau kekenyangan setelah makan-makan di restoran yang banyak bertebaran di Citos.

Kali ini saya ingin mencoba menelusuri jalan dari rumahku (dekat pasar Mede) kearah Bank dekat Rendy Foto. Saya menghitung lebih dari 5 (lima) warung makan dan angkringan. Tepat di seberang pasar Mede ada warung Tegal, dan didepannya ada penjual dawet. Didekat nya ada penjual majalah, yang sering saya beli jika saya pulang bepergian dan turun dari angkot. Lurus ke utara ada angkring penjual soto Madura, yang ramai dikerubuti para pekerja perusahaan leasing, yang kelihatannya belum sempat sarapan dari rumah. Terus ke utara ada angkringan gado-gado di depan Wisma Subud, dan saya menebak-nebak apa angkringan ini yang gado-gadonya suka dibeli oleh asisten rumah tangga saya….rasanya enak banget dan murah (Rp.4000,- per bungkus ). Kemudian ada warung yang menjual berbagai makanan yang masih terlihat sepi, mungkin karena masih pagi, di dekat bengkel Suzuki. Dan ke utara lagi ada angkringan bakso…..wahh tenyata rumahku dekat sekali dengan berbagai macam makanan.

Apa yang saya pikirkan? Semakin banyaknya perusahaan, toko yang berpindah ke Jakarta Selatan, khususnya di Jalan RS Fatmawati, di satu sisi menambah kemacetan. Namun di sisi lainnya, menampung pekerja sektor informal yang memang dibutuhkan oleh para pekerja di gedung perkantoran, atau pertokoan tersebut. Disadari juga, makanan yang dijual di angkringan tersebut rasanya lumayan dan murah, entah mengenai kebersihannya, karena saya membayangkan mereka juga terbatas pada akses untuk mendapatkan air bersih. Tapi umumnya toko-toko yang ada dipinggir jalan tersebut mempunyai kran air, yang rupanya dapat dimanfaatkan oleh para pekerja sektor informal tersebut.

Jalan kaki ternyata menambah wawasan, selain badan juga tambah sehat, serta waktunya juga tak terlalu lama, hanya sekitar 10 menit telah sampai di Bank yang dituju. Selama ini saya kalau jalan kaki pagi-pagi, hanya di daerah perumahan, karena untuk mendapat udara segar dan mengindari polusi dari asap knalpot mobil. Ternyata jalan kaki sambil pergi ke Bank ada asyiknya juga, walau trotoarnya kurang dapat dinikmati, karena tak rata (atau justru ini yang menyebabkan jarang sepeda motor naik ke trotoar sebelah sini?).

20 pemikiran pada “Jalan kaki yang menambah wawasan

  1. konon jalan kaki juga bisa membangkitkan sinyal-sinyal syaraf yang selama ini tiarap, bu. oh, selama ini bu enny tinggal di dekat jalan fatmawati toh. kayaknya pernah tahun 2001 saya sempat mengikuti lomba yang digekar depdiknas. nama instansi dan tempatnya dah lupa, bu. maklum, sekarang ini saya sudah jarang jalan kaki, bu, hehehehe πŸ˜†

  2. Wah, ramah lingkungan lagi nih! bisa jadi prcontohan bu! buat yang muda2 seperti saya…

    btw, saya pindah rumah bu, maaf, gak ada kenduri, jadi bisik2 aja ama tetangga2 lainnya.. hehehehehe

  3. jalan- kaki adalah salah-satu investasi kesehatan yang baik.
    Dan sebaiknya dilakukan setiap hari. Walau bukan berarti puluhan kilo.
    Parkir kendaraan yg kebetulan jauh, menunggu lift, kendaraan umum yg barangkali lama, adalah peluang baik untuk melakukannya.

    Seperti juga dalam do’a2 kita kepada Alloh SWT. yang memohon diberikan kesehatan, seharusnya ya juga kita lakukan sesuatu untuk itu.
    Salam,

  4. Pak Sawali,
    Depdiknas memang terletak di Jl. Fatmawati, lebih dekat ke Pasar Blok A ke arah Blok M…rumah saya masih ke arah Selatan, sebelum Tol Simatupang. Betul, jalan kaki melemaskan simpul syaraf, membuat badan lebih segar, dan cocok untuk umur yang tak muda lagi. Padahal di kompleks lama saya lebih suka aerobik, di kompleks yang baru ini aerobiknya tiap Senin dan Kamis pagi…jadi agak repot bagi orang yang masih kerja.

    Danalingga,
    Hehehe…inspirasi diperoleh dari jalan kaki, sambil melihat lingkungan, para pejalan kaki lain, juga para penjual segala macam makanan di kaki lima…dan jadilah postingan ini.

    Isnuansa,
    Iya…kan jauh dekat harganya sama. Sebetulnya kalau anak sekolah, pak sopir mau diberi hanya Rp.1000,- atau Rp.1500,- tapi saya tak tega….

    Dan jalan kaki mmang menyegarkan apalagi pagi-pagi….sekaligus menyelesaikan urusan.

    Gempur,
    Wahh banyak yang pindahan nih di tahun 2008….

    Rumahkayu bekas,
    Setuju….kalau kita berdoa mohon kesehatan, tentunya tak sekedar doa, tapi juga berupaya melakukan kegiatan, makan makanan yang rendah kolesterol, agar tetap sehat. Jalan kaki merupakan kegiatan olahraga yang murah meriah.

  5. aahhh, jalan kaki? saya suka banget jalan kaki sebenernya. tapi sayangnya panas banget, trotoarnya ga enak buat jalan, belum debu…aduuhhh….

  6. adi.nugroho

    jalan kaki paling enak di desa yg masih berudara segerr..

    apalagi sambil menikmati konser kodok ngorek (^_^)

    salam,
    adi.n

  7. lha kalau saya malah jalan kaki terus kalau berangkat ke pabrik, hanya 5 menit menyusuri gang2 kelinci diperkampungan dan sampailah ditempat kerja nyaris tanpa keringat hehehe..

    diwarung tegal seberang depan pasar mede, soto betawinya enak juga lho bu πŸ˜€

  8. @adi.nugroho, +1, jadi ingat kalau saya di Jakarta itu kalo jalan apalagi kalo daerah-daerah citos gitu trus siang duh panas-panasan trus dada ama hati sesak nafas sama polusi… awalnya malas naik taksi dari RS Fatmawati ke Citos, trus pokoknya bablas aja bela-belain pingin jalan aja sambil liat-liat, makanya saya naik taksi terus di jakarta (boros banget tapi, walau saya hampir gak pernah keluar-keluar dalam 6 bulan)

  9. Venus,
    Tinggal di Bogor ya? Tahun 70 an saya kuliah di Bogor, pohon-pohon nya sangat rindang, berjejeran (ingat lagunya Ernie Djohan….:P)…bahkan sinar matahari malu-malu untuk sampai ke tanah karena tertutup daun tadi, terutama di jl. Otto Iskandardinata (sekarang Pajajaran). Bemo sangat sedikit, apalagi mobil pribadi, jadi kemana-mana jalan kaki. Jalan kaki mengelilingi Kebun Raya sangat nyaman, paling ramenya jika setelah ketemu arah jl Pasar Anyar (lupa namanya, yang ada sekolah RP) sampai Pasar Bogor. Yup…sekarang Bogor menyebalkan, panas, macetnya ga ketulungan.

    Adi.nugroho,
    Memang…masalahnya kampungku juga udah jadi kota…jadi panas juga, padahal masa kecilku, disekeliling rumah masih banyak tegalan, sawah, kebun tebu dll.

    Totok,
    Wah betul ya? Ntar kapan nyoba ah…yang udah saya coba soto Bangkong nya, dari Dunkin Donat, depan Pasar Mede ke arah Simatupang. Warung Tegal depan pasar Mede, gado-gado depan Subud…semuanya enak. Juga Abuba sekarang mau mengantar ke rumah jika pesanan minimal dua…bikin males masak.
    (Rumahku jalan masuk depan Pasar Mede…kapan mampir?…jangan-jangan kita tetanggaan)

    Arie,
    Berarti udah dekat rumahku tuh. Kalau dari RS Fatmawati ke Citos memang kurang nyaman, tapi dari rumahku ke Citos nyaman, karena melewati kompleks perumahan yang mobil jarang lewat.
    Thanks infonya masakan Thailand…saya pernah nyoba yang di lantai 2 mendekati bioskop.

  10. Kalau perumahan, masih wokeh sih bu.. Kalau jalan raya, kayanya daerah citos itu macet dan penuh mobil banget khan bu? Ga kuat ma polusinya.
    Olahraga jalan kakinya makanya cuman bisa treadmill kalo di Indo.

  11. Kalau saya memang sangat suka jalan kaki πŸ˜€ banyak hal yang bisa dilihat, seperti kata Ibu, menambah wawasan di sekitar kita. πŸ™‚ Kalau ke tempat yang cuma berjarak 1 km sih saya kira mending jalan kaki. Sehat, dan ‘menolong’ bumi dari polusi *halah*

  12. Sakuralady,
    Memang kalau jalan kaki dari RS Fatmawati ke Citos berdebu, karena melewati jalan raya dan panas. Tapi lebih cepat dibanding naik kendaraan umum, kalau pake menunggu.

    Kalau jalan kakinya lewat jalan tikus, lewat daerah perumahan sangat nyaman, sekaligus lihat berbagai bentuk rumah, desainnya dan taman-tamannya. Tapi jalan kaki dipinggir jalan raya, ternyata ada enaknya juga, …hehehe…baru tahu, dekat rumah saya banyak makanan enak… gawat nih kolesterol bisa naik.

    Donny Reza,
    Betul tuh, jalan kaki memang menyehatkan….. walaupun jl. Dago di Bandung macet, tapi kan banyak pemandangan indah….dan bisa mampir ke FO yang bertebaran…cuma mampir lho…..dan biasanya lebih suka menunggu ponakan atau saudara yang sedang lihat-lihat barang di FO, sambil minum atau makan makanan kecil.

  13. 2 bulan lalu sepeda saya dicuri orang, padahal sepeda itu saya gunakan untuk bekerja dari halte tram ke pabrik sekitar 10 menit naik sepeda. Akhirnya sekarang saya berjalan kaki kira2 25 menit, bolak-balik udah hampir 1 jam. Lumayan menyehatkan perut jadi rata dan badan selalu segar. Menurut saya Ini perlu di galakkan tante, sebab saya lihat pekerja2 di jakarta terlihat kurang sehat, sebab mereka kalo tidak naik mobil yah motor, kurang berolahraga.

    Resi Bismo,
    Olahraga yang murah meriah adalah naik sepeda atau jalan kaki…..alasan orang di Jakarta, karena trotoar suka dipake pedagang kaki lima, atau takut ditubruk sepeda motor (kalau macet pengendara sepeda motor, langsung lewat trotoar). berdebu, panas dan sebagainya.

    Jadi memang pemerintah DKI harus menggalakkan dan menyediakan tempat pejalan kaki agar bisa menikmati jalan kaki dengan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s