Oleh: edratna | Januari 24, 2008

Indahnya sebuah persahabatan

Pernahkah anda memiliki teman, yang akhirnya menjadi sahabat, bahkan seperti saudara sendiri? Bagaimana perjalanan hidup kita dengan sahabat ini, apakah kita benar-benar bisa sehati selamanya? Akankah kita berpisah dipersimpangan jalan, bahkan menjadi musuh?

Ibuku alm selalu menasehati, bahwa seorang teman yang baik, akan selalu berada di sisi kita dalam suka dan duka, bahkan melebihi seorang saudara. Namun perjalanan hidup kita, dan sifat manusia yang selalu berubah, kadang tak membuat sebuah persahabatan dapat terus berjalan mulus. Tentu saja, persahabatan yang dapat berjalan terus, tetap memerlukan room bagi masing-masing, untuk memiliki teman-teman yang lain, agar masing-masing dari orang yang menjadi sahabat tadi tetap dapat berkembang.

Saat SMA saya memiliki seorang sahabat, dan persahabatan tadi berjalan lancar, walau harus saling berpisah kota karena menimba ilmu di tempat yang berbeda. Awal mulanya surat menyurat masih berjalan lancar, kalau saya pulang kampung, selalu mampir dikotanya tempat kuliah, untuk mengobrol dan cerita apa yang dialami masing-masing. Menginjak tahun kedua, perasaan sudah menjadi lain…entah kenapa, kami tetap dekat, tapi ada hal-hal yang tak bisa dijelaskan. Mungkinkah pengaruh lingkungan dan budaya universitas yang berbeda, kota yang berbeda? Begitulah, surat menyurat makin jarang…dan akhirnya berhenti. Tigapuluh empat tahun kemudian, entahlah sejak dikenal adanya sms…tiba-tiba saya mendapatkan nomor hapenya, dan sejak itu persahabatan kami mulai berjalan lagi, dengan sekedar saling berkirim sms.

Zaman mahasiswa saya juga punya sahabat, yang kemudian juga berpisah setelah penjurusan yang berbeda, apalagi setelah lulus kuliah, masing-masing menempuh jalan kehidupannya sendiri-sendiri. Nahh…. setelah bekerja, ternyata mempunyai sahabat berbeda dengan saat di SMA atau mahasiswa. Persahabatan di dunia kerja, sangat beragam sifatnya, jadi saya mempunyai beberapa teman yang ketemunya pada waktu dan kondisi tertentu. Misalnya, jika saya ingin menghadiri pernikahan seorang teman, saya punya “geng” teman, untuk sama-sama hadir di acara pernikahan tersebut. Geng ini terdiri dari ibu-ibu, yang suaminya sering tak bisa menemani isterinya untuk datang ke acara pernikahan teman sekantor, dengan alasan yang bervariasi, ada yang pekerjaan suami di luar kota, ada yang suami sedang turne dan lain-lain. Ada juga teman yang cocok untuk diajak ngopi bareng, saat kepala lagi panas, mikirin pekerjaan yang lagi padat dan banyak permasalahan. Teman ngopi ini hanya bertiga, entah kenapa saya tak berani curhat sembarangan…..dan persahabatan ini terpaksa tak berlanjut, karena salah satunya dapat promosi yang waktunya menjadi sangat sibuk dan tak bisa ngopi bareng lagi.

Sahabat untuk ketawa bersama. Pernahkah anda memiliki teman, yang selalu dapat menyegarkan suasana? Dimanapun dia berada, situasi menjadi riang. Juga ada teman, yang berbakat jika diajak untuk adu pendapat dalam ajang diskusi. Dan ada teman yang memang cocok mendengarkah keluhan. Jadi, ternyata Tuhan menciptakan makhluk yang dikarunia bakat bermacam-macam. Saya sering dikomentari suami…”Kamu nih aneh, geng mu terdiri dari bermacam-macam…ada geng ngopi, geng senam, geng adu pendapat…” katanya sambil tersenyum geli.

Bagaimana dengan teman yang diperoleh dari sesama blogger atau pertemanan dunia maya? Ternyata dari teman yang di kenal dari dunia maya ini, ada yang cocok di hati, dilanjutkan email secara japri, ketemu di suatu tempat…..jadi sama dengan marketing, ternyata persahabatan punya segmen tersendiri juga. Bagaimana dengan anda, apakah anda mengalami seperti saya? Atau anda punya sahabat yang benar-benar dekat, dan sering ketemu sejak SMA sampai sekarang, dalam arti sering kontak dan ketemu tatap muka?

Iklan

Responses

  1. sahabat saya bisa dihitung dengan jari. dan saya punya sahabat dari kecil dulu, dan walaupun tinggal di kota yang sama kami jarang bertemu sekarang. Tapi kalau ada masalah, dia adalah orang pertama yang saya cari begitupun sebaliknya.

    Itik kecil,
    Biasanya sahabat memang tidak banyak, tapi seorang sahabat akan selalu ada disaat suka maupun duka, tanpa kita meminta bantuan lebih dulu.

  2. teman…
    wah, satu kata yang memiliki berjuta makna. kalo denger kata itu muncul beberapa nama sekaligus dalam benak saya.

    teman, teman sekadar menyapa, rekan kerja, teman perusahaan lain, kenalan, temannya teman, teman dekat, sahabat… ternyata kategorinya banyak.

    tapi ada satu teman yang saya kenang sampai saat ini. teman dekat masa SMA. sekarang ybs sedang melanjutkan studi di Aussie, sepertinya tugas belajar, soalnya dia dosen PTN di Padang. dulu kami sering saling berkirim surat, lalu sempat terputus. setelah ada HP, sms kadang dikirimkan sekedar bertanya kabar. setelah dia jauh, komunikasi berlanjut lewat e-mail atau friendster πŸ™‚

    Mieke,
    Sahabat, betapapun jauhnya tetap dkat dihati, apalagi saat ini komunikasi lebih mudah, bisa lewat sms, atau email….

  3. Katanya sih, cewek gak pernah bisa 100% bersahabat dengan temen ceweknya, karena pasti ada unsur persaingan antar cewek. Beda dengan cowok yang bisa 100% dalam bersahabat dengan temen2 cowoknya. Gimana bu ?

    Andri,
    Apa benar begitu? Kok saya tak pernah merasakan unsur persaingan ya…atau tergantung ceweknya.Sahabat saya, rata-rata sifatnya sangat berbeda dengan saya, justru karena perbedaan tersebut bisa saling meng cover, sehingga seleranya …terutama selera terhadap pacar, atau cara berkarir juga berbeda…anehnya malah bisa berteman. Kalau semuanya sama malah mudah bosen….

    Memang saya pernah mendengar persahabatan yang putus gara-gara menaksir orang yang sama…kalau yang ini bersahabat karena seleranya memang sama….Persahabatan yang awet, jika antara sahabat tak saling mengekang, dan tak harus jalan bareng terus kemana-mana….

  4. kalo teman sih banyak
    yg berasal dari alam nyata maupun maya :mrgreen:
    tapi kalo sahabat rasanya belom ada…

    Caplang,
    Antara teman dan sahabat sebetulnya hampir sama, cuma untuk sahabat kita berani membuka isi hati kita lebih dalam.
    Mungkin caplang sebetulnya telah punya teman dekat, tapi tak terlalu menyadari keberadaannya….

  5. Saya punya, Bu…
    Seorang sahabat yang saya kenal dari dunia maya, dari seringnya berkunjung ke blog, memberi komentar, kemudian ngirim email, bertukar no. HP, sampai akhirnya memberanikan diri bertemu…. Ternyata, kami saat ini berhubungan baik, kita selalu ada dalam keadaan suka dan duka. Tak terasa, sudah setahun hubungan kami ini…. Sangat menyenangkan yaa Bu, memiliki sahabat itu.

    Tapi Bu, terkadang pemikiran orang hubungan pertemanan antara laki2 & perempuan suka dipandang negatif, padahal gak selalu begitukan Bu?

    Meski begitu,…berbahagialah yang memiliki seorang sahabat hati…

    Iko,
    Semua tergantung sikap kita…saya punya beberapa sahabat cowok, yang terus bersahabat sampai sekarang…dan setelah sama-sama menikah…menjadi sahabat keluarga.
    Tapi kadang ada orang-orang tertentu yang suka digosipin…biasanya kalau masih lajang dan cantik…entahlah, kata temanku, …”saya heran kamu tuh kemana-mana dengan cowok ga pernah digosipin”… padahal sejak dulu teman saya lebih banyak cowok dibanding dengan cewek, begitu pula dilingkungan kerja….

    Pesanku..sepanjang memang tak ada apa-apa, cuekin aja…yang perlu dijaga, adalah jika dia udah berkeluarga, kita juga harus mengenal isterinya dengan baik, sehingga tak terjadi salah paham.

  6. Sahabat. Tak akan pernah ada, kalau kita berhubungan dengan orang lain hanya karena kita memiliki interest yang sama, atau kita mempunyai kepentingan dengan persahabatan itu. Persahabatan yang tulus tak pernah meminta. Persahabatan sejati hanyalah memberi. Sekali kita meminta dari persahabatan itu, bersiaplah kita untuk terluka, dan kehilangan indahnya persahabatan.
    Saya memiliki seorang sahabat, yang bahkan lebih dari saudara sendiri. Saya tak pernah meminta kepadanya, namun dia selalu datang saat aku membutuhkannya. Saya tak pernah mau merepotkannya dengan urusan-urusan sepele saya, namun dia tanpa diminta memberikan kedua belah tangannya. Saya tak pernah ingin berkeluh kesah padanya, namun betapa dia dengan sabarnya mendengarkan seluruh cerita dan curahan hatiku, tanpa rasa bosan, tanpa rasa terpaksa. Ya, saya memilikinya, dalam mimpi saya.

    Dee,
    Setuju…persahabatan tak boleh ada interest apapun, karena persahabatan akan putus. Seorang sahabat tidak akan menghitung untung ruginya, dan selalu menolong tanpa diminta…..

  7. sahabat blogger mungkin akrabnya sebatas di dunia maya, kecuali kalau sudah kopdar barangkali sudah lebih akrab lagi, bahkan dari perkenalan sesama blogger ada juga yg berlanjut sampai kepelaminan lho Bu πŸ˜€

    Totok,

    Iya, saya juga mendengar ada blogger yang pertemanannya berakhir di pelaminan. Memang benar, walaupun banyak pemilik blog, tanpa terasa kita akan cenderung mengunjungi blog-blog tertentu, yang kita merasa nyaman, dan merasa mempunyai interest yang sama dengan pemilik blog tersebut.

  8. saya termasuk orang yg susah bergaul buw, ttp jaman kuliah dulu nemuin roomate yg klik, cocok, pdhl jelas2 karakter kami jauh berbeda, sampai sekarang meski dah terpisah jarak, komunikasi masih ttp lancar dan diusahakan untuk bisa bertemu setahun sekali di hari raya. dan persahabatan kamu justru membuat kami masing2 mempunyai keluarga baru karena tidak cuman kami yg bersahabat ttp keluarga kami pun saling bersahabat tak dinyana sudah 11 tahun lamanya kmi bersahabat

    Aprikot,
    Seorang introvert akan mempunyai teman sedikit tetapi sangat dekat….beda dengan orang extrovert yang mudah bergaul dengan siapa aja….

  9. Mbak nih gaul juga ternyata heee, punya banyak geng seperti yang suami mbak bilang πŸ™‚

    Persahabatan adalah hubungan yang indah, di sana ada ketulusan dan kerelaaan mbak πŸ™‚

    Kalau pengalaman saya si pernah, punya sahabat yang bersedia susah senang bersama, makan satu piring-tidur, satu ranjang (pas ngekos jaman kuliah) tapi kini dia di Jayapura dan sudah berkeluarga, baru-baru ini kami kehilangan kontak. Entah apa yang terjadi dengannya:-(

    Perempuan,
    Persahabatan memerlukan ketulusan dan tak bisa dipaksakan. Dan masing-masing harus punya kebebasan, yang tak harus selalu bersama-sama dengan sahabat yang itu-itu aja….makanya banyak punya geng, untuk kegiatan yang berbeda-beda.

  10. wah bu Edratna, bukan main yaa punya banyak geng, ternyata temanbisa membuat hidup kita lebih bergairah ya Bu Ed.
    Bu, terimakasih buat masukannya ditulisan Pak sawali, mudah-mudahan saya bisa berikan pengalaman ini buat teman saya.

    Pak Hadi arr
    ,
    Pak Hadi….hahaha…jadi malu, mungkin karena keinginan saya bermacam-macam ya….Dengan suami pun saya begitu, tetap harus punya ruang tersendiri untuk mengekspresikan kebebasan…dengan menulis, membaca…karena pada dasarnya kita juga kadang ingin menyendiri, atau kadang pengin berwisata petualangan ke daerah-daerah yang jarang dilewati orang….

    O, iya, syukurlah bapak memahami….banyak murid yang sebetulnya pandai, tapi karena orangtua dan guru kurang memahami, menjadi bandel karena butuh perhatian. Suami saya juga bekerjanya di kota lain, belum tentu seminggu sekali pulang, kadang-kadang saya yang menengok kesana….tapi masalah bukan disini saya kira(dari dulu kan banyak anak tentara yang dipindah-pindah dan tak ada masalah)…anak sekarang informasi terbuka luas, tapi butuh teman untuk diskusi.

  11. saya punya sahabat sejak smp, sma, dan kuliah, sampai sekarang, kebetulan kami selalu satu sekolah. dulu kami sering menginap di rumahnya rame2, sehingga dengan keluarganya juga kenal baik. kami berpisah karena saya harus mengikuti suami ke perantauan setelah selesai kuliah. sahabatku juga ke ibu kota untuk bekerja. pasangan kami juga saling kenal, jadi kami sudah seperti keluarga. Walau jauh kami masih sering kontak, untuk moment2 tertentu tak pernah terlewat, atau tukar pengalaman ditempat kerja masing-masing, dan juga kalau kami ingin curhat. Biasanya kalau saya mau cuti, janjian supaya cutinya bisa sama-sama sehingga bisa bertemu. Saya beruntung sekali punya sahabat sebaik dia. Walau jauh tetapi dekat di hati.

    Qutilang<,
    Bersyukurlah jika punya sahabat yang awet, bahkan akhirnya menjadi sahabat keluarga…hal ini jarang terjadi, karena setelah berpisah kota, biasanya menjadi kurang dekat atau putus kontak. Bukankah kita lebih enak, kalau sesekali ke kota tsb, kita tahu akan ketemu teman lama kita, dan nyaman karena udah kenal keluarganya.

  12. biar masup golongan kuper dan introvert, tapi saya selalu punya teman dan sahabat di tiap jenjang sekolah, kampus hingga tempat kerja
    tapi kok ya sama tabiatnya, ada kabar kalo ada acara tertentu ato keperluan tertentu πŸ˜€
    tapi mereka tetap teman dan sahabat saya

    Iway,
    Walau jarang berkabar, sahabat akan datang saat kita memerlukannya. Mungkin cara bersahabat wanita dan pria berbeda ya.

  13. di mana2 persahabatan ndak indah .. kalo ada duit baru dapat sahabat … wakaka…

    Sandy,
    Ada apakah di Jepang, San? Kok komentarmu suka nyleneh setelah ada disana?
    Ya jelas Sandy belum punya sahabat….lha belum bisa diajak ngomong lancar (atau udah lancar bahasa Jepangnya???)

  14. alhamdulillah, saya termasuk orang yang punya banyak sahabat hampir di setiap kesempatan dan waktu; mulai saat duduk di bangku SD, SMP, SPG, kuliah, hingga jadi guru. Tapi kayaknya kok sahabat yang benar2 bisa dekat hingga masa-masa akhir kok jarang sekali saya temukan ya, Bu Enny. sahabat terus datang silih berganti. kadang2 mikir juga, sebenarnya arti sahabat itu sendiri yang gimana sih, bu. kalau selalu dekat sehingga suka dan duka selalu dirasakan bersama, wah, kayaknya sudah jadi masa lalu semua. Nah, sahabat di dunia maya juga banyak sekali, bu, malah mencapai batas geografis. kadang2 bingung juga memikirkan perbedaan antara sahabat dan teman. Mohon pencerahannya, Bu Enny. Matur nuwun.

    Pak Sawali,
    Teman dan sahabat beda tipis pak…bagaimana ya mengatakannya? Kalau dengan teman, kadang kita masih berpikir untuk mengatakan sesuatu…kita masih menyaring bahan yang akan dipercakapkan. Tapi dengan sahabat, biasanya kita lebih terbuka, walaupun tetap ada hal yang enar-benar hanya diketahui diri sendiri. Dengan sahabat, kita tak pernah merasa kikuk, atau nggak nyaman…rasanya benar-benar kita seperti berhadapan dengan diri sendiri….ini arti sahabat menurut saya lho…mungkin masing-masing orang berbeda mengartikannya.

  15. heheheh..
    pengalaman saya kok sama dengan bu enny πŸ™‚
    saya masih punya sahabat mulai jaman TK, SMP (SD ngga tau kenapa ilang semua), SMA, kuliah, dan dalam kehidupan bekerja. dan juga mengalami klasifikasi : teman diskusi, teman nakal, dll.
    mana dasarnya saya emang senang bergaul dengan siapa saja, mulai dari yang bener sampe ngga bener, yang tua sampai ABG, dari yang halal sampe yang haram. biarkan saja lah. saya tidak tertarik mencari musuh πŸ™‚
    namun memang kategori sahabat, jumlahnya jadi terbatas. yang benar-benar mengerti kita. sahabat ini layaknya pasangan hidup, menurut saya. seperti soulmate. dan ada yang cocok sebagai soulmate business, soulmate sosial, etc. ini menjadi dasar.
    saya biasa diforum kayak orang brantem, seperti mau bunuh2an, tapi pulang abis itu ngopi. ada teman yang benar-benar saya masukkan kategori “ngga bakal mungkin gw bisa bisnis sama dia” namun tidak mempengaruhi hubungan berteman sehari-hari.
    kategori seperti menurut saya menjadi terbatas, karena ketika hati sudah tertaut, maka profesionalisme menjadi tidak mudah. hanya kedewasaan dan kesefahaman yang membuatnya berbeda πŸ™‚

    Edo
    ,
    Seperti itulah seharusnya sahabat…memang ada orang yang bersahabat, dan kemana-mana hanya dengan sahabatnya aja. Menurut saya nggak sehat, karena kita menjadi tak kenal teman lain. Tapi kalau kayak saya…dikira aneh juga…padahal kita kan berteman harus ada obrolan yang menyenangkan… bagaimana kita membahas buku, kalau yang diajak lebih suka menonton film…jadi akhirnya memang menjadi punya berbagai macam jenis sahabat (atau saya yang keinginannya macam-macam ya).

  16. Persahabatan yang sejati memang seyogianya indah ya bu. Tapi sayang di sinetron2 (dan juga bahkan di beberapa film hollywood) citra persahabatan sering dirusak dengan mengidentikan persahabatan dengan cinta romantis dan nafsu.

    Yari NK,
    Persahabatan memang seharusnya indah…
    Di sinetron atau film memang jadi sering rancu….apalagi kalau sinetron yang hanya isinya menangis, membentak, berteriak….udah mati…ehh hidup lagi……saya jarang nonton, udah males duluan. Kalau nonton film di bioskop masih suka, menemani si sulung, yang doyan nonton….

  17. Kalo sahabat saya, sewaktu dulu bareng..bareeeeng terus kemana – mana. Tapi kalo masing2 sudah punya urusan sendiri, masing2 dari kami tau dan tidak masalah tidak kontak hingga berbulan- bulan. Ntar waktu ketemu lagi masih tetep enak crita – crita n maen bareng.

    Riadi,
    Betul…sahabat tetap harus memberi kesempatan pada sahabatnya untuk melakukan aktivitas lainnya…..dan tak harus selalu bersama….

  18. iya bu, pertemanan di dunia maya kadang tak jauh berbeda dengan alam nyata. Ada yang sekadar bertegur sapa (tulis komen di blog), ada yang jadi teman nongkrong-ngopi (saling guyon, ledek, bahkan pisuhan). Ada juga sahabat (blog) tempat berbagi suka-duka.
    Bagi saya, blog ibu adalah tempat belajar, meguru, ngaji. Sama seperti blognya paman tyo.

    Evan,
    Kita sama-sama belajar, karena belajar tak pernah ada kata berhenti…belajar juga berarti belajar dari orang lain, walau umurnya lebih muda, karena selalu ada hal yang menarik untuk dipelajari…hal-hal yang tak pernah kita pikirkan

  19. wah, setelah 34 tahun baru berhubungan lagi? Pasti seru. kalo saya punya sahabat tapi biasanya nggak telalu banyak. di SMA ada teman sebangku saya David, sekarang sudah punya anak di Djogdja. Saat kuliah namanya Fifi, sekarang juga sudah punya momongan di Bandung. Sekarang ini ditempat kerja ada juga satu orang. Senang punya sahabat karena bisa jadi teman curhat.

    Kalo teman dari dunia maya, trus berlanjut ketemuan dan jadi deket lumayan banyak. Bahkan isnuansa.com juga dibuatkan teman yang baru dua kali kopdar…

    Isnuansa,
    Memang teman atau sahabat dapat diperoleh dari mana-mana…bahkan yang dulu tak mungkin sekarang menjadi mungkin….Saya punya sahabat, awalnya hanya kenal melalui milis, entah kenapa karena saling tertarik karena mempunyai cara pandang yang sama, dan dari diskusi di milis…akhirnya saling berkirim japri….dan setelah beliau pulang ke Indonesia, menjadi teman keluarga kami….bahkan kalau anakku ke kotanya, tidur dirumahnya, demikian pula sebaliknya….

  20. punya sahabat dalam hidupmu adalah suatu karunia luarbiasa. jangan sia-siakan seorang sahabat, karena mencari sahabat tidak semudah mencari kawan.

    Daeng Limpo,
    Benar…seorang sahabat, menjadi sandaran kita di saat suka dan duka…sahabat juga menjadi penyejuk di saat kita lagi patah semangat, dialah yang memompa kembali semangat kita…walau kadang berjauhan, sahabat akan selalu tahu jika sahabatnya sedang memerlukan kehadirannya.

  21. Ibu, pas banget saya lagi bikin puisi tentang sahabat saya πŸ™‚
    sahabat saya sejak TK lho.. berarti sekitar 20 tahun lebih. masih kalah deh sama Ibu yg bisa kontak lagi setelah 34 tahun.
    berantem sering banget..karna kita sering beda pendapat… tapi justru itu yg bikin betah.. hehehe.

    Winnie,
    Justru berbeda pendapat itu yang bikin menarik..bisa berantem, saling ngambeg…baikan lagi…dan tertawa bersama…inilah indahnya suatu persahabatan.

  22. Ah, jadi sedihmikirin sahabat saya yang akhirnya harus hengkang dari hiudp saya.. gara-gara urusan materi yang terlalu ia paksakan dan saya menolak dengan halus membuatnya tersinggung dan harus berhenti menghampiri hidup saya. Hanya adiknya ynag sering kontak dengan saya..

    Ambisinya untuk mengejar kesejateraan materi itu baik, tapi tak didasari dengan sikap yang bijak, menjadikan setiap orang yang berseberangan dengannya adalah musuhnya, sementara saya hanya menolaknya secara halus..

    Kasian sahabat saya, berkali-kali saya coba hubungi tapi selalu tak diangkat, titip salam lewat adiknya juga tak pernah berbalas..

    Dulu, sebelum ada persoalan materi, kami mungkin adalah sahabat terbaik yang tak mungkin terpisahkan.. tapi, kini semua berubah…

    wah, kok malah curhat yah! maaf buk!

    Gempur,
    Pada dasarnya sifat manusia mudah berubah sesuai perasaan….tapi karakter dasarnya masih ada….
    Bahkan ada suami isteri yang terlihat masih baik-baik aja hubungannya, tapi ibarat rel kereta api yang selalu berjalan sejajar, tapi hanya sejajar…tak pernah menyentuh. Seorang sahabat bisa berubah, karena perbedaan tujuan, dan perbedaan keinginan, dan ini wajar saja…

  23. aku belum punya hehhehe

    Kw,
    Masak sih? Bukankah waktu TK aja kita punya sahabat, yang suka bermain bersama, dan berantem? Saat SD persahabatan lebih berkembang, demikian juga pada tahap umur berikutnya….

  24. saya memiliki banyak teman, tetapi saya rasa saya tidak memiliki seorangpun sahabat.
    Seorang sahabat mau berbagi dikala susah dan juga harus mau jika tidak dibagi di kala senang.
    Sampai saat ini saya belum dapat menerima sebuah komitmen itu sebagai sahabat.

    Salam kenal

    Hedwig,
    Salam kenal juga…sahabat akan mengetahui kapan dia sebaiknya tak menganggu dikala temannya lagi senang dan membiarkan temannya menikmati kebahagiaan….misal saat sahabatnya mulai kenal dekat dengan cewek….

  25. Saya setuju dengan ibu, perubahan dari hubungan yang menjadi renggang itu sangat terpengaruh oleh kultur, tempat, dll.

    Paling trasa kalau misalnya satu kuliah di dalam negeri, satu lagi di LN, pulang2.. bisa jadi bahan omongan dah ga nyambung dan walopun tetep bersahabat, tapi sudah ada suatu “gap”.

    Saya rasa hal ini tdk hanya pada hubungan pertemanan, krn intinya adalah pada komunikasi. Ya berlaku jg utk pasangan suami istri.. Sama2 harus upgrade wawasan utk level yang hampir sama. Kalau suami suka sosialisasi, belajar hal baru.. Hal yang sama juga harus dilakukan istri utk mengimbangi, jangan sukanya di rumah, ga suka diajak bersosialisasi.. Kalau ga,ya bisa terjadi gap dan jadinya miscommunication.
    Itu menurut saya bu.. Jadi agak nyeleneh ^^

    Sakuralady,
    cara pandangmu wajar kok..misal kita punya sahabat SD, dan karena sesuatu hal, dia tak meneruskan kuliah, sedangkan kita mendapat kesempatan untuk meneruskan kuliah. Hubungan persahabatn tetap terjalin, namun menjadi ada batasan tertentu yang membuat kita tak bisa cerita sepuasnya…Hal ini wajar, karena ada perbedaan dalam pandangan dan berbagai hal lainnya. Ini yang harus disadari, terutama untuk kasus suami isteri, sering isteri dilupakan saat suami menanjak karirnya…akibatnya isteri ketinggalan dalam mengikuti langkah suami. ….jika seperti ini, bisa membahayakan hubungan….apalagi jika akhirnya suami menyalahkan isteri karena dianggap isteri menjadi kurang sesuai untuk jabatan suami…..

    Jadi hubungan yang baik, adalah hubungan yang bisa saling mengimbangi…kalaupun tak bisa setara, masing-masing bisa saling meng cover dan memahami keterbatasan tersebut.

  26. Meskipun teori tentang sahabat terbaik adalah sahabat yang ada ketika kita berduka, tapi kalau saya malah lebih sepakat dengan teori yang mengatakan sebaliknya, sahabat terbaik adalah sahabat yang ada ketika kita mendapatkan kebahagiaan dan dia juga merasa senang dengan kebahagiaan kita. Kalau dia tidak merasa senang ketika kita bahagia…wah, curiga saya :))

    Di setiap jenjang sekolah, saya juga memiliki sahabat2 dekat…hanya saja, sejak di Bandung, saya jadi agak kesulitan berhubungan dengan mereka.

    Donny Reza,
    Walau selalu dikatakan bahwa sahabat adalah teman yang ada dikala suka dan duka…kenyataan tak selalu seperti ini. Sahabat adalah teman dimana kita bisa berkata apa saja tanpa merasa kawatir kalau salah omong….simple nya seperti itu. Sahabat juga bisa diajak gila-gilaan…ketawa terbahak-bahak….namun juga bisa menangis bersama, artinya kita tak malu terlihat menangis didepan dia.

  27. Nurut aku beda -loh. temen di dunia nyata ama Maya. Kalau kenal dari chatting, or blog mereka ekspetasinya tinggi. Pengalaman saya, neh Mbak..
    Pas e-mail-emailan asyik…telpon2xan..nyambung…
    Pas KOPDAR…banyak yang hampir semaput, soalnya saya beda ama bayangan mereka selama ini. Huuuuu….

    La mendol,
    Hehehe…lha memang beda mbak…ada yang dalam blog nya konyol banget, begitu ketemu justru nyaris tak ada suaranya…untung ketemuannya tak cuma berdua, lha bisa-bisa cuma salah satu yang omong.
    tapi ada juga yang ternyata orangnya mirip dengan gaya dia di blognya….jadi ga surprise
    Tapi saya jadi pengin ketemu nih sama mbak…kapan sih ke Jakarta….akhir bulan ini ya…wahh sayang, saya lagi ada acara lain….

  28. Sahabat… apakah kita sudah bersahabat? meski belum pernah bertemu tapi Mbak selalu membuat saya merasa begitu dekat di hati ini.

    Atapsenja,
    Secara tak langsung kita udah bersahabat, karena saling melongok ke rumah masing-masing….biasanya kalau tak merasa satu hati, kan nengoknya nggak terus-terusan…bener nggak?

  29. Dulu waktu SD kelas 3 sampai kelas 5 saya punya “sahabat tunggal”. Tapi putus hubungan (baca : satru) sejak kelas 5 SD karena dia menolak saya pinjam buku gambarnya..

    Sejak itu, saya kalau punya sahabat pasti banyak, 5-10 orang sekaligus. Lebih seru. Teman2 SD dan SMA kalau ke rumah pasti nyerbu kebun di rumah, masing-masing manjat pohon mangga dan pohon kelapanya masing-masing (saya punya 5 pohon mangga dan 10 pohon kelapa)..

    Teman roommate waktu di IPB juga sudah seperti saudara: saya bisa pinjam uang, jam tangan, atau roti seenaknya (tapi belum pernah pinjam pacar..he..he..). Setelah 27 tahun berpisah, kami ada reuni dan “ngamar” lagi satu kamar persis jaman kost-kost-an dulu dan saling ledek-ledekan dulu senengannya apa, pacarnya siapa (ada yang sudah putus dan merit dg orang lain)..

    Persahabatan antara cewek dan cowok tanpa rasa cinta ? Wah..seru tuh, dan sudah pernah dibahas di majalah “Her” atau “She” di Singapore dulu. Ada lho yang kayak gitu. Orang2 mengharap mereka menikah, lho cuman temenan kok..

    Sebenarnya, sahabat adalah teman di kala suka dan duka. Jika kita lagi kesulitan dan teman kita datang serta bersedia membantu, itulah sahabat (by definition lho !)..

    Tri Djoko,
    Sahabat yang baik, akan selau berada di sisi kita, walau secara maya (karena berjauhan tempat tinggal)…dia ikut membantu, mendorong, memotivasi dan berbagi suka duka.

  30. Sudah lama diriku tak berkunjung kemari.. pa kabar bu? *gaya ivan gunawan*

    Persahabatan? ya… hal yang paling bahagia didunia menurutku mempunyai sahabat. sahabat adalah segalanya. sahabat beda sama teman. teman bisa banyak, tapi belom tentu sahabat sebanyak teman. saya punya sahabat dari SD, nginep, suka, duka… pokoknya ma dia.. cuma sekarang udah jarang ketemu. 😦 rumahku juga deket banget ma dia. pokoknya indah banget

    Waterbomm,
    Punya sahabat adalah sebuah karunia…..jadi harus dipelihara dan bersyukur….

  31. Waktu kuliah di Jogja, saya punya banyak teman dan beberapa sahabat. Kami saling peduli dan berusaha saling membantu satu sama lain. Setelah lulus, saya harus ke ibukota sendirian (ada bbrp teman tp Jktnya jauh dari tempat saya). Di jkt saya sulit sekali mendapat teman, apalagi sahabat. Semua orang sibuk dengan urusannya sendiri. Seolah tak mau merepotkan dirinya untuk peduli atau membantu orang lain. Kalau mencari orang2 untuk diajak makan2 atau hang out mungkin gampang, tetapi begitu dimintai tolong, pada kabur semua. Minta tolong untuk minggu depan, jawabnya “nanti lihat ya, saya ada acara atau tidak minggu depan”. Duh saya rindu kehidupan lama saya di Jogja. Bagaimana ini Bu??

    Salam kenal ya Bu…

    Evie,
    Kita juga harus menyesuaikan diri…bagaimana mau jalan-jalan, jika pulang kantor langsung pulang aja, sampai rumah paling cepat jam 7 pm? belum kalau udah berumah tangga, jam 4 am harus bangun, menyiapkan makan buat si kecil, selepas sholat Subuh udah berangkat ke kantor (bersyukur jika tinggal di kota, itupun saya tetap berangkat jam 6.15 wib)…..Sabtu minggu udah penuh untuk acara keluarga…jadi ya tentu saja acara jalan-jalan yang tak penting menjadi prioritas nomor keseratus. Apalagi dimana-mana macet…..saya dulu kalau ada kondangan, dan hari kerja, perginya langsung dari kantor, jadi ya tanpa mandi…..itupun udah kebayang anak-anak saya yang menunggu dirumah, dan sedih rasanya jika kita pulang kerumah, anak-anak sudah tidur….

    Sahabat saya, adalah tetangga saya satu kantor dan satu kompleks di perumahan…kita saling titip menitipkan anak kalau harus tugas keluar kota. Senam bareng tiap Sabtu pagi…dan juga kalau ada yang kesusahan semua saling bahu membahu. Kompleks rumah saya yang sekarang (udah tinggal di rumah sendiri), orangnya sangat menyenangkan, walau masing-masing sibuk, RT nya pilot, RW nya pejabat di salah satu departemen pemerintah….jadi memang kita harus bisa menenggang rasa.

  32. tidak ada teman yang abadi, tidak ada musuh yang abadi, yang ada hanya ‘kebutuhan’ yang abadi.

    Tutik,
    Jika definisinya karena manusia tak akan hidup selamanya, saya setuju. Tapi kalau teman tak mungkin dijadikan sahabat dalam jangka lama, melebihi saudara sendiri, saya tak setuju…karena saya mempunyai beberapa sahabat yang hampir seperti saudara kandung sendiri…

  33. saya bhagia memiliki sahbat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: