Harap-harap cemas

Setelah kalang kabut beberapa hari, dua hari ini mulai bisa menata diri, semua rencana dalam kendali…..semoga tak banyak lagi kejutan.

Siapapun pasti berharap, dapat menyiapkan rencana pernikahan dalam jangka waktu yang cukup, merencanakan temanya, siapa saja yang akan diundang dan sebagainya. Tetapi jodoh datang tak disangka-sangka. Setelah pernah putus sambung, dan rencana hanya sekedar cuti 3 (minggu) di Indonesia, calon menantuku kuliah dan kerja di Miami, anak sulung saya dan pacarnya berani melangkahkan kaki ke jenjang berikutnya…..dan orangtua hanya punya kesempatan 2 (dua) minggu untuk menyiapkan semuanya. Awalnya hanya sekedar pesta sederhana, yang penting sah, tetapi karena calon menantuku adalah putri satu-satu nya dari keluarga besan (yang notabene Jawa banget), beliau memohon agar acaranya dapat dilakukan dalam adat Jawa. Bayangkan, adat Jawa hanya dalam waktu 2 (dua) minggu…..syukurlah kami mendapat gedung untuk resepsi sesuai keinginan pengantin, yang menginginkan para tamunya disambut dengan tank dan pesawat tempur, serta di tempat dimana bung Karno menghabiskan hari-hari terakhirnya. Kelemahannya adalah kapasitas gedung untuk menampung tamu terbatas.

Kami mohon doa restu dari para pembaca, mudah2an pernikahan anak saya yang rencananya dilaksanakan Minggu ini berjalan lancar, dan mereka berdua dapat membentuk keluarga sakinah, yang selalu dilindungi oleh Allah swt. Mohon maaf jika tak dapat mengundang semuanya, karena kapasitas gedungnya terbatas.