Acara “kekerabatan”

Saya belum sempat menulis yang lebih tertata, tapi ingin bercerita tentang pesta pernikahan anakku kemarin, yang hanya disiapkan dalam waktu 2 (dua) minggu, dan dalam adat Jawa, memunculkan banyak hal-hal yang lucu, yang membuat saya senyum-senyum sendiri, geli dan senewen menjadi satu……sehingga menarik untuk diceritakan, karena mungkin juga akan terjadi di keluarga lainnya.

Saya terdiri dari keluarga kecil, sulung dari tiga bersaudara. Adik nomor dua perempuan, domisili di Semarang sedang sibuk-sibuknya penelitian untuk program doktor. Sedang si bungsu laki-laki, isterinya juga sedang mengambil program doktor di Jawa Timur. Suami dari keluarga besar, tapi sebagian besar saudaranya berada di luar Jakarta dengan kesibukan masing-masing. Oleh karena itu, untuk menyiapkan acara saya terpaksa pontang panting sendiri, karena suami juga sedang sibuk menguji, dan harus menyerahkan nilai ujian untuk para mahasiswa, karena suami bekerja sebagai dosen di Bandung.

Urusan KUA memakan waktu 3 (tiga) hari sendiri, sedang anak saya yang mau jadi pengantin sibuk bekerja dan pengantin putrinya masih belum datang dari Amerika. Bisa dibayangkan, betapa hebohnya….dan tentu saja ada kemungkinan teman atau kerabat dekat ada yang lupa diundang, serta sulit memilih siapa yang diundang karena kapasitas gedung hanya 400 orang (setelah ditambahkan meja untuk makanan, gubug-gubug, pelaminan, seperangkat karawitan dsb nya).

Karena adat Jawa, maka disiapkan pula pagar ayu dan pagar bagus, yang terdiri dari pacar si bungsu, ponakan dan pacarnya, sepupu dan teman-temannya yang rata-rata masih berumur 20 tahun an, dan masih menjadi mahasiswa di kampung gajah. Mereka antusias pakai blangkon, beskap dan kain serta selop. Untuk memudahkan koordinasi, setelah acara siraman yang dilakukan di masing-masing rumah Calon Pengantin Pria dan Calon Pengantin Wanita, semua panitia mulai tidur di wisma Satria Mandala. Wismanya terdiri dari 32 kamar, bersih, satu kamar bisa diisi dua orang, kamar mandi di dalam…. dan yang jelas sangat murah untuk ukuran Jakarta.

Ternyata mengumpulkan anak-anak muda, harus siap dengan kekonyolan dan kelucuan mereka. Malam-malam mereka berkeliling di arena Satria Mandala yang kebetulan malam itu ada acara pernikahan yang mengambil lokasi di taman, beberapa malah naik ke atap wisma untuk melihat Jakarta di malam hari, dan ada yang asyik menonton pertandingan bola. Akibatnya besok pagi, saat perias datang, saya harus menggedor pintu kamar masing-masing untuk membangunkan yang masih tidur. Akhirnya perias mengutamakan yang akan datang pas acara akad nikah jam 8 pagi. Dan ternyata…semua pengin datang ke acara akad nikah. Bisa dibayangkan kehebohan wisma di pagi buta….. akhirnya panitia dibagi dan dirias di beberapa tempat. Para pria didandani di ruang makan, ada satu kamar untuk memakaikan kain untuk pagar ayu dan bagian buku tamu (maklum pake kain panjang yang masih di putar-putar dan disesuaikan dengan tema ybs berperan sebagai apa). Satu kamar untuk orang tua pengantin dan pengantin putri didandani di kamar terpisah.

Saat acara akad nikah yang berlangsung khidmad, saya belum melihat hal-hal yang menggelikan, dan saat acara panggih (kedua pengantin ketemu, saling melempar sirih, menginjak telur, kacar kucur dsb nya) saya serta suami tak boleh ikut dan disembunyikan dibelakang. Setelah acara panggih selesai, barulah kedua besan (ayah ibu mempelai putri) menjemput kedua orangtua pengantin putra (istilahnya “tilik pitik”)…..kemudian barulah acara sungkeman. Kemudian acara terima kasih dari orangtua pengantin putri kepada para tamu, dengan membagi hadian, berupa bingkisan kecil-kecil yang isinya palawija agar yang mendapatkannya segera ketularan mantu. Acara yang paling seru, adalah saat kakak pengantin putri yang berpakaian lengkap adat Jawa memikul peralatan rumah tangga (terdiri dari panci, siwur, tenggok dari bambu, caping dll)…..yang ceritanya dalam perjalanan di begal oleh para tamu. Para keluarga, anak-anak muda berebutan membegal (merampok) peralatan tsb…anak bungsuku mendapat tenggok dari bambu.

Kemudian acara resepsi dimulai…..karena saya tak pakai kacamata, saya hanya melihat kerumunan tamu undangan, tapi herannya kok pagar ayu dan pagar bagusnya malah tak terlihat berdiri dikiri kanan karpet merah tempat tamu datang ya….malah sibuk berfoto ria. Mereka mungkin tak tahu apa yang harus dilakukan, karena tak ada yang mengarahkan…. sedang para bude/tante mungkin sudah capek dan lupa, karena rapat untuk acara pernikahan pun yang melibatkan keluarga pengantin putri serta keluarga pengantin putra hanya diadakan sekali…bayangkan rapat mau pesta pernikahan cuma sekali, sekaligus bersamaan dengan saat melamar dan seserahan……maka acara pernikahan mirip ajang pertemuan dua keluarga besar. Syukurlah memang kami sepakat hanya mengundang teman-teman dan kerabat dekat, yang bisa memaklumi jika banyak terjadi kekurangan. Bahkan banyak undangan yang hanya dikirim lewat email maupun sms. Jadi tamunya adalah keluarga, tetangga kiri kanan depan belakang dirumah dinas saya yang lama, serta tetangga dekat di rumah yang baru kami tinggali sekarang, teman SMA suami, teman saat masih menjadi mahasiswa ITB, teman-teman SMU 6 (teman kedua pengantin), teman-teman kuliah di Fasilkom UI, tetangga dan keluarga pengantin putri…dan selanjutnya teman kantor pengantin putri dan putra.

Jadi bagi para undangan yang kemarin hadir, akan melihat pestanya seperti acara kopdar (dengan penerima tamu dan keluarga pengantin berpakaian adat Jawa)…benar-benar mohon maaf. Maklum yang jadi penerima tamunya adalah teman anak-anak yang rata-rata juga belum pernah jadi penerima tamu, malah mereka keasyikan mencoba berjalan meloncat-loncat karena kain panjangnya terlalu kecil dan susah dipakai berjalan. Tapi saya bahagia sekali, melihat anakku, teman anakku semuanya bergembira ria, dan berubahlah acaranya menjadi acara kopdar.

Dan percaya apa tidak…teman-teman anakku….akhirnya memposting acara pernikahan lengkap dengan foto-foto mereka di bawah pesawat, naik tank dan lain-lain, yang dibuat sepulang menghadiri pesta.

Iklan

23 pemikiran pada “Acara “kekerabatan”

  1. Iko

    Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar yaa Bu.
    Meski direncanakan dalam waktu singkat, tetap saja semua berjalan lancar. Dan ini mungkin pertama kalinya buat Ibu dan keluarga :D.

    Mau ngucapin selamat menempuh hidup baru bagi kedua mempelai, semoga langgeng…

    Iko,
    Terimakasih….mempelainya langsung sibuk kerja sehingga belum sempat menulis postingannya.
    Ini memang pertama kalinya mantu, mudah2an adiknya nggak nabrak-nabrak. Kalaupun nabrak-nabrak udah pengalaman….yang penting dinikmati aja…hehehe

  2. alhamdulillah, meski ada banyak kejadian lucu dan menggelikan, purna sudah acara resepsi buat putra tersayang. agaknya memang bukan hal yang mudah ya bu untuk menyiapkan resepsi, apalagi menyiapkannnya sendirian, dengan adat jawa lagi. wah, di sebuah kota megapolitan jakarta ternyata ada keluarga yang masih berkenan menerapkan acara kultural utk utk kegiatan temanten. salut nih, bu. hanya bisa ikut berdoa, semoga kelak putra-putri ibu bisa membangun keluarga yang sakinah mawahdah warahmah,amiin.

    Pak Sawali,
    Terimakasih atas doa restunya….

  3. wah sukses juga acaranya, bu 🙂
    kalo mo liat poto-potonya ada di mana?

    …yang rata-rata masih berumur 20 tahunan…

    saya juga masih 20 taunan 😳

    Edy,
    Wahh susah juga ya …mereka berfoto-foto sendiri, tapi yang foto seluruh keluarga, nanti akan saya masukkan di Fs jika sudah selesai CD nya.

  4. lho…malah seru ini buuu….hehehe, pesta yang asik. masih ada tradisional2nya, tapi juga…fungkeh! hahaha…!

    selamat ya bu buat putra dan putrinya 🙂

    Yati,
    Iya, pestanya jadi tak resmi, tapi semua happy…itu yang penting….jadi kayak acara kopdar besaaar…..hehehe

  5. Wah wah, sekali lagi selamat. Orang Banjar bilang: tuntung pandang. Ya, baguslah mereka memulia dengan kegembiraan, semoga abadi adanya. Amin.

    Pak Ersis W. Abbas,
    Hehehe…memang sejak awal niatnya bergembira, acara informal, walau serius juga karena pake adat Jawa….

  6. rasanya plong setelah segala rangkaian acara terlalui dengan lancar, kekurangan pastilah ada namanya juga baru pertama kali. pasti mantu yang akan datang lebih sukses lagi. BTW selamat buat putra-putrinya yang telah melangsungkan pernikahan, semoga menjadi keluarga yang bahagia 😀

    Totok Sugianto,
    Terimakasih…syukurlah rangkaian acara berjalan lancar….

  7. males nya kalo nikahan gitu ribet 😀 … kasian pengantinnya kalo trus kerepotan .. kalo ortunya yang repot sih ndak papa kali 😀

    Sandy,
    Pengantin malahan seneng kok, jadi punya dokumentasi yang menarik, dan ribetnya kan cuma sekali dalam seumur hidup. Begitu fotonya dikirim lewat email (foto yang resmi belum jadi)…teman-teman pengantin putri di Amrik malah jadi pesan minta dikasih baju kebaya dan batik. Jadilah menantuku seharian ngubeg-ngubeg Pasar Raya untuk mencari souvenir khas Indonesia, dan mencari baju batik untuk kenang-kenangan. Yang tak disangka, ternyata di pasat Tanah Abang ada boutique juga, modelnya bagus-bagus dan harga terjangkau.

  8. selamat ya bu akhirnya mantu juga 🙂 bentar lagi jadi nenek deh.. hehehe 🙂

    saya doakan semoga keluarga baru putra-putrinya menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.. amiin..

    mohon maaf waktu itu ndak bisa ikut datang, diwakilin suami, soalnya perutnya dah besar banget bu, mohon doanya juga ya supaya lancar persalinannya…

    Nungqee,
    Makasih, salamnya udah disampaikan oleh Anjar. Semoga kelahiran bayinya lancar, dan menjadi anak yang baik dan sholeh.

  9. acaranya termasuk sukses bu… yang penting bu, lancaaar…. juga senang….
    tujuan bikin pesta kan memang untuk mengumpulkan keluarga dan bersenang-senang, mangkanya, aku nanti kalo nikahan pengen bikin tema pasar malam, di lapangan bola dekat rumah saja… 😆 eh, serius ini… nanti ada sepur kelincinya juga…
    *haiyah… neng nyari calonnya dulu* 😛

    Ruth,
    Anakku kan awalnya pengin bikin acara dilapangan bola..alasannya bisa lebih rame, tempatnya luasss, parkiran mudah, tinggal memanggil orang jualan siomay, bakso dll…. yang bayar yang punya gawe. Setelah berdebat beberapa kali, dan saat menantuku usul di museum, dia baru setuju, dan penginnya acara siang hari, supaya tamu-tamu bisa sekaligus melihat museum. Dan ternyata ini memang dilakukan oleh teman-temannya…..lihat di http://amphie09.blogspot.com/2008/02/foto-foto-nikahan-narpati.html

    Jadi, saat saya cerita komentar Ruth ini, dia bilang…”ada juga ya yang ingin sepertiku, pasti cowok ya bu?” Setelah aku bilang, bahwa yang punya ide cewek, dia komentar….”hebat deh dia”….wahh boleh juga tuh idemu direalisasikan…semoga segera ketemu pangeran yang didambakan.

  10. Semuanya senang, itulah yang disebut “Pesta”..bener-bener pesta..

    Acaranya tidak terlalu formal, that’s fun…

    Credit : dekornya bagus banget, gamelannya bener-bener “menghanyutkan” (sampai-sampai anak dan isteri mangantuak..), dan makannya enak-enak dan berlimpah…

    Mestinya, foto-foto itu bisa di-upload di multiply.com (tapi account-nya harus dibikin dulu), karena mudah dilihat dan di-download..

    Tridjoko,
    Saya udah melihat videonya…dan ngakak…kayaknya belum pernah lihat ada pesta pernikahan yang tamunya ketawa melulu. Terutama saat acara begalan, dan acara pemberian hadiah dari orangtua pengantin putri kepada para tamu. Juga komentar masing-masing pada pengantin sangaaat lucuuu….hahaha. Pantas, sang perias pengantin sampai bilang…”Saya belum pernah merias keluarga pengantin yang menggunakan adat Jawa dan bergaya koboi semua…”…Huahuahua…

    Acara memang diset, serius tapi santai, tamupun hanya kalangan teman dekat, yang benar-benar kenal karakter kedua penganten dan keluarga orangtua pengantin. Jadi, acaranya menjadi kopdar untuk masing-masing orang.
    Foto-foto, CD dan VCD sedang diperbanyak, kemarin diutamakan yang dibawa pengantin putri, yang harus balik ke Miami tanggal 23 Feb 2008. Btw, cara mendownload ke Multiply bagaimana? Bagaimana kalau om Yong aja…ntar tak kasih VCD/DVD nya ya….

  11. acaranya meriah. makanannya enak. semoga rumah tangga putra Ibu kelak sakinah mawaddah warahmah. Amieeeeen

    Utaminingtyazzzz,
    Makasih doanya….kalau lihat videonya bakalan ngakak…..dan yang mengambil foto pintar, masing-masing ortu, dan pengantin, ada foto yang sedang ketawa lebar…hahaha

  12. tridjoko

    Cara ngeset account multiply.com gampang kok. Cukup ketik http://www.multiply.com lalu isi formulir sampai habis, nah dalam 5 menit account edratna.multiply.com (misalnya namanya ini) sudah siap.

    Di sana bisa di-upload Blog, Photos, Videos, dan Music. Cuman harus di-download dulu program Java yang besarnya 7.1 MB yang gunanya untuk mempercepat upload photo nantinya…

    Eh, bukannya punya putra S.Kom dan menantu S.Kom, ya dimanfaatkan sedikitlah.

    Saya kan sudah tua ha..ha..ha..

    Tridjoko,
    Kan menantunya langsung kabur ke Miami….dan seminggu setelah menikah hanya untuk bulan madu 2 hari, selanjutnya pencarian oleh-oleh yang tak ada habis-habisnya. Orang bule pengin diberi oleh-oleh batik, ada yang minta kebaya, gara-gara melihat foto pernikahan pake kebaya .

    Anak sendiri langsung tancap gas bekerja, menabung untuk mendapatkan uang saku buat menyusul…jadi kayaknya harus menunggu hari libur nih….

  13. Saya sudah berhasil menset-up account di multiply.com untuk menampung foto-foto dari siraman sampai ngantenan. Namun kemajuannya lambat bagaikan siput…

    Enaknya, ternyata saya tidak perlu men-download Java yang 7.1 MB itu..

    Sayangnya saya menggunakan kamera digital saku Olympus FE-15 6 MP (harga Rp 960 rb) jadi gambarnya sangat jelas namun ukurannya cukup besar untuk di-upload di internet. Yaitu setiap foto berukuran sekitar 850 KB (0.85 MB). Jadi untuk meng-upload satu foto saja perlu waktu sekitar 6-7 menit melalui internet di rumah yang koneksinya pakai TelkomNet..

    Site itu sedang dibangun sih, tapi yang mau ngintip dipersilahkan di :
    http://triwahjono.multiply.com/photos

    Sorry, kalau multiply.com saya masih berantakan…

    Tridjoko,
    Fotonya udah mulai bisa dinikmati…CD/VCD nya prioritas dibawa ke Miami, tapi albumnya masih di rumah Cilandak. Nanti kalau CD/VCD nya udah jadi, baru mau diperbanyak, agar anggota keluarga dan teman-teman dapat menikmati rangkaian acara adatnya.

  14. vitta

    Halo Ibu,

    Maaf ya bu berhalangan hadir..
    Mohon sampaikan salam kepada kedua mempelai.. selamat menempuh hidup yang baru dan bahagia selalu..
    Semoga menjadi keluarga yang sakinah.. Amin

    Mbak Vitta,
    Nggak apa-apa mbak, memang mendadak…..makasih doanya. Udah diwakili kok oleh tukang ketik….

  15. Ibu,
    Selamat ya atas pernikahan Narpati dengan Lis.
    Moga mereka jadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah dan Ibu segera menimang cucu. Amin.

    Mana foto2nya, Bu?

    Meiditami,

    Thanks doanya…..juga saranmu selama Narpati liburan di Yogya kemarin, yang bisa membukakan hatinya….
    Foto-foto udah mulai bisa dilihat di http://edratna.multiply.com/photos…tapi belum lengkap, siraman pengantin putrinya belum ada, menunggu hasil kiriman fotografernya…..Ini hasil fotonya teman-teman dan anak-anak.

  16. Jelek-jelek begini saya dulu pernah jadi pager bagus loh, Bu. Tapi ya namanya pager, nggak seperti pager bagus dan pager ayu di nikahannya Narpati, yang pada kabur foto-foto.

    Selamat acaranya dapat dilaksanakan nir ing sambikolo. Semoga Bu Enny cepat dikaruniai cucu. Amin.

    Kang Kombor
    ,
    Itu karena pertemuan dua keluarga cuma sekali, melamar sekaligus seserahan tanggal 4 Feb 08, selanjutnya langsung ketemu saat akad nikah dan resepsi. Satu hari sebelum acara, saya masih sowan-sowan pada pinisepuh…hehehe….tapi acara memang dibuat santai kok, karena kita semua tahu tak mungkin melaksanakan acara dengan tertib, dengan persiapan hanya dua minggu, dan satu minggunya sibuk urusan KUA. Itupun undangan baru jadi seminggu sebelum hari H…ada lagi yang salah (lupa mencantumkan alamat rumah)…jadi banyak undangan yang diundang via sms dan email….tapi seru kok, dan banyak kejadian lucu-lucu….yang penting semua happy, dan kayak reuni.

  17. Mbak Enny,
    Saya dan Andre mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa hadir di acara pernikahan Ari. Kami sedang di Bandung dan kebetulan Andre sedang sakit waktu itu jagi gak keburu mau ke Jakarta pagi-paginya. Sekali lagi maaf, tapi doa kami berdua untuk Ari dan istri, semoga menjadi keluarga yang bahagia selalu!

    salam,
    Rossie dan Andre

    Rossie dan Andre,
    Nggak apa-apa kok, semua berjalan lancar. Terimakasih doanya.

  18. tini

    Ibu, selamat ya…. alhamdulilah acaranya lancar, semoga putra Ibu selalu dirahmatiNya dan menjadi keluarga sakinah, warrahmah mawadah.

    Moga2 bisa cepet kasih cucu buat ibu ya biar rumahnya rame bu … ada cucu

    Tini,

    Makasih…kayaknya soal cucu, tergantung kesiapan pengantin berdua, maklum hidup dinegeri orang, tak ada pembantu…mempunyai anak harus dipikirkan secara masak-masak…..

  19. ditta

    halooo bude,,maaf kmrn blm sempat ngenalin pram ke bude..pas mo ngenalin kok pas bude lg sibuk2nya..hehehe bsk2 klo pram main2 ke jkt lg insya Allah aku kenalin ke bude ^^

    Ditta,
    Kenapa mesti pake dikenalin? Kemarin itu..Pram udah dengan nyaman setiap kali panggil…”Bude, …..terus lagi, bude….”
    Foto-foto yang udah ada Ditta, Dessa dan Pram, udah di pindah ke flash dish oleh papamu…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s