Oleh: edratna | Maret 12, 2008

Boneka

Siapapun tentu pernah melihat boneka, bahkan mungkin pernah memiliki nya. Kapankah pertama kali kita mengenal atau dikenalkan dengan yang namanya boneka? Biasanya saat kita masih kecil, orangtua membelikan kita boneka (terutama jika anak perempuan), untuk teman bermain. Keberadaan boneka, selain sebagai teman main, juga teman tidur, teman beraktifitas…dan bagi seorang perempuan, kadang keberadaan boneka tetap masih ada sampai umur dewasa.

Bagaimana jika kita mempunyai anak, yang tak semuanya perempuan? Sang kakak (laki-laki) pernah bertanya, kenapa ibu membelikan boneka buat adik, kenapa nggak mobil-mobil an atau kapal terbang? Jawab ibu…”Karena adikmu perempuan, dia juga harus belajar menyayangi, karena nantinya adik akan punya anak. Latihan menyayangi, memperlakukan boneka mirip anak yang disayanginya, diperlukan agar adikmu tumbuh menjadi anak yang penuh kasih sayang” . Entah si kakak memahami apa tidak, tapi dia tak bertanya lagi.waskidanalex.jpg

Suatu ketika, si kakak bertanya…”Ibu, bolehkah aku ikut main boneka?” Waduhh, mau nggak boleh, nanti dia berpikirnya ibu pilih kasih, jadi saya bilang….”Boleh, tapi nggak boleh berebut ya.” Ternyata kekawatiranku tak beralasan, cara main sang kakak berbeda dengan adik. Boneka tadi diberi nama atas konsensus kakak dan adik, dan dibuat cerita sehari-hari…dan kadang dilakukan perang tanding antar boneka. Jadilah boneka nya tak ada yang bersih, ada kaki atau perutnya nya sobek…dan si kakak dengan tulus hati mencoba memperbaiki dengan menjahit kaki boneka, dengan benang yang warnanya berbeda…..serta panjang-panjang, jadi jarak satu meterpun kelihatan betapa kaki boneka menjadi berwarna-warni. Habislah keinginan agar anak perempuanku menjadi anak yang feminin, yang menyayangi bonekanya….saya lihat setiap hari, dia bermain perang-perang an bersama kakaknya.

Suami mulai melihat, anak-anak tak disiplin dalam mengatur waktu belajarnya. Kedua anak dipanggil, dan ditanya kenapa nggak disiplin… Apa bonekanya ya, yang mengajak main terus. Si kecil dengan patuh mengangguk. Dan diputuskan hukuman, boneka dihukum tak boleh ketemu anak-anak…dimasukkan kardus, dan dinaikkan ke gudang di bawah atap. Dan…terlupakan, karena kami pindah ke rumah dinas yang lain…..jadi mungkin sekarang sudah habis jadi santapan tikus, karena saat pindah rumah, tak ada yang ingat ada boneka di dalam kardus di bawah atap rumah.

tom-tom.jpgSaat SMP, anak bungsuku mendapat hadiah boneka dari sahabatnya, dinamai Tom-tom. Sulungku juga sudah remaja, sehingga jika main boneka sudah tak merusak seperti dulu. Jadilah Tom-tom menjadi boneka kesayangan. walaupun akhirnya si bungsu juga mendaatkan boneka-boneka lain. ani-dan-waski.jpgSaat mahasiswa, entah kenapa, sahabatnya juga memberi hadiah boneka saat dia ulang tahun…akhirnya tempat tidurnya penuh dengan boneka, yang berasal dari mana-mana. waski.jpgDan suatu ketika, dia membawa boneka kecil ini di tas ranselnya, dan pergi kuliah…teman-temannya rupanya senang, jadilah boneka hijau lucu ini menjadi mainan teman sekelasnya, yang rata-rata cowok.

Ternyata yang senang boneka tak hanya anak cewek, temannya yang cowok, rata-rata juga punya boneka. Dan cerita boneka ini tak sampai disini, sekarang si Alex (boneka berupa monyet) ikut terbang ke Miami, diajak isteri anak sulungku. Dan si bungsu langsung kirim email….”Lha gimana sih, katanya mbak bawa boneka dari Amrik untuk nemeni Alex, kok Alex nya di bawa?” Tentu saja, alasan isteri anakku, boneka bisa dipeluk, jika kangen sama suaminya…hahaha. Malah menurut email terakhir, Alex sudah punya teman, namanya Coco, cucu nya Grandma, pemilik rumah kost tempat isteri anakku tinggal.
Apakah anda juga mempunyai boneka saat masih kecil, remaja, atau bahkan sampai kini?

Iklan

Responses

  1. saya tidak begitu suka, agak aneh bahkan saat melihat teman-teman putri bermain boneka, kadang bahkan sampe mengajak berbicara. Tapi ternyata dengan itu, mereka lebih bisa mengungkapkan perasaannya πŸ˜€
    Tapi apakah itu normal ya bu? Oya, beberapa saat yang lalu memang pernah menjadi tren, sepeda motor dipasang boneka, punya cowok padahal kebanyakan, entah karena apa hihi.

    Goop,
    Itu normal kok pak, ada juga cewek yang nggak suka boneka, tapi suka mobil-mobilan, misalnya. Dan kalau cowok suka boneka, memperlakukannya beda dengan cewek, bonekanya buat main perang-perangan, seperti anak sulungku, Jadi saat adik perempuannya masih kecil, bonekanya nggak ada yang bersih, dan banyak sobek….setelah adik menangis, kakaknya menjahit dengan benang warna warni.

    Jadi sebetulnya kita tak perlu kawatir. Walau punya mainan boneka, si bungsu cenderung tomboy, karena setiap hari bermain dengan kakaknya yang laki-laki…

  2. Hehehe, ternyata gak hanya perempuan saja yang menyukai boneka. Saya punya boneka pemberian dari seorang teman, hadiah ulang tahun. Sejak saat itu sang boneka yang bernama Tora, selalu menemani dalam tidur di sepanjang malam….

    Iko,
    Walau tak bisa mendengar, dan tak bisa ngomong…kadang boneka bisa jadi temen curhat…hahaha…kan rahasia kita aman bersamanya.

  3. dulu punya boneka cuman jadi latihan smackdown..

    Nurussadad,
    Kalau anakku cowok, untuk perang-perangan dan masing-masing boneka diberi nama….jadi punya peran masing-masing.

  4. he3 klo coba iseng mengumpulkan boneka2 seluruh penghuni rmh gong pasti dah mencukupi syarat utk dibuatin kebun boneka :))

    Ada cerita lucu bu, setelah Bagus beliin matong, si bachan dan bakuncil kukasih ke dia biar buat temen tdr d kos-nya. Saat itu ada temennya nginep d kosannya, jadilah dia d olok2 “laki2 kok maenannya boneka” hahaha ternyata dia lupa mengamankan bachan+bakuncil πŸ˜€

    Karena temennya sering maen k kosan jd diputuskan utk mengungsikan bachan+bakuncil k rmh kakaknya, jaga2 klo bagus tdr d sana. ee malah dibuat maenan sama ponakan dan sodara2 yg dtg ksana 😦 jd kucel dan tak berbentuk gt…krn yg mainin anak cowo sih. Bukannya disayang/dipeluk, tp dinaikin, ditendang, dibuat perang2an….aaarrrgghh…emang beda ya anak cewe ma cowo πŸ˜€

    Poppy,
    Hahaha..jadi ingat boneka nya si bungsu, saat kecil tak ada yang beres, karena buat perang-perangan…tapi setelah besar dan berpisah dengan kakaknya, bonekanya menjadi bersih dan wangi…lha suka menyambangi mas laundry.

    Untung aja matong ikut aku…jd aman deh πŸ˜€

  5. dulu aku juga sering dapat boneka….sampai mahasiswa, mulai milih deh bonekanya, lebih suka yg binatang dgn bulu lebat….tapi karena gak cukup tempatnya, dan kemudian menikah trus anakku laki semua, itu boneka2 kukasih ke ponakan perempuan, yg jadi pajangan di lemari kaca…..

    <em>Endangpurwani,
    Biasanya orangtua kawatir kalau memberi mainan boneka pada anak laki-laki. Karena saya punya anak perempuan, dan dia lebih mengikuti kakaknya (cowok), saya kawatir kalau menjadi keterusan bersifat tomboy…jadi boneka diharapkan dapat memperhalus dan menimbulkan sifat kasih sayang. Kenyataannya…karena teman mainnya kakak laki-laki, bonekanya sering jadi kucel dan sobek karena untuk berperang tanding…..

  6. Nggak punya Bu.. Asma πŸ™‚

    Ikram,
    Kedua anakku asma, keturunan dari ayahnya. Kalau boneka dari kain kan bisa dicuci, jadi bersih lagi dan tak ada masalah. Tapi kan memang boneka tadi untuk anakku yang cewek, walaupun kenyataannya juga jadi mainan kakaknya.

  7. saya masih puny aboneka anjing guk-guk, dapet lungsuran dari kakak, dulu boneka tersebut bisa menyalak2 karena ada komponen elektronik didalamnya, seiring dengan berjalannya waktu boneka tersebut tak bisa menggonggong lagi sehingga saya simpan, masih tuh sampai sekarang umurnya kurang lebih 27 tahun.

    Resi Bismo
    ,
    Kalau untuk anak laki-laki, biasanya bonekanya berupa binatang, seperti anjing dsb nya.

  8. kucing
    boneka
    lucu

    Fay,
    Waktu kecil saya suka kucing, tapi males karena bulunya bertebaran dimana-mana, dan juga kotorannya.
    Karena anakku asma, dan rumah kontrakan, rumah dinas halamannya tak terlalu luas, maka saya tak berani mempunyai binatang piaraan yang berbulu, bahkan karpetpun tak punya. Kalau boneka, kan bisa di cuci…jadi tak masalah.

  9. Ibu salam kenal,
    Boneka? tentu saja saya punya beberapa. Kebanyakan adalah hadiah.

    Sampai sekarang masih penasaran, mengapa manusia senang membuat tiruan makhluk hidup seperti halnya boneka-2 lucu itu?

    Yoga Yoga,
    Salam kenal juga, makasih telah mampir.
    Manusia pada dasarnya senang mendapat mainan yang lucu…terutama untuk menarik hati cewek. Betapa seorang cewek hatinya berbunga-bunga, hanya karena mendapat sekuntum bunga….sifat inilah yang membuat para pelaku industri memanfaatkannya dengan membuat produk yang lucu-lucu.

  10. boneka2 bisa jadi sarana kreativitas juga menurut saya..membuat drama dari boneka2 itu, bercakap2 dengan boneka tersebut untuk mencari jawaban dari suatu masalah..

    bahkan boneka bisa jadi sebuah pemecahan dari masalah yang lebih serius seperti di film LARS and THE REAL GIRL.

    Koko,
    Yup setuju…dari bermain boneka, bisa muncul ide membuat skenario dan seni peran

  11. heheheh klo anak cowo sih udah pasti robot2an … tapi ini juga bentar ..
    yang agak lama itu klo maen LEGO heheheh ini sampe sekarang masi saya simpen Bu, klo balik ke Bandung dan bengong, biasanya masi suka saya kutak kutik… fun banged sih

    Aldi,
    Boneka memang cenderung untuk mainan cewek…walaupun banyak cewek yang lebih suka main mobil-mobilan, memanjat, main robot dsb nya.

  12. haha.. kalau saya sih tidak suka boneka. sukanya anak2… itu anaknya waktu kecil lucu sekali ^^ *btw, kok jadi terkesan pedofil ya*

    Dimasu,
    Anak yang mana…jangan-jangan itu boneka yang diberi baju dan topi, dan disangka anak…hehehe

  13. boneka? adik perempuan sy sampe sekarang suka boneka padahal usianya kuliah tingkat 2…hmm mulanya terasa aneh…bahkan masih terasa aneh…curiganya sindrom anak bungsu! πŸ˜€

    Uwiuw,
    Itu biasa kok….anakku udah kuliah S2 juga masih suka boneka…bahkan suka diajak ngobrol bareng dengan cowoknya…keduanya suka boneka…
    Memang enak sih buat teman tidur, empuk dan lucu….

  14. saya ga gitu demen boneka malah bu, dulu demennya robot2an.. tomboy abis soalnya.. πŸ˜›

    Tapi semenjak remaja, sama kaya bungsu ibu Narpen ya.. ? tiap ultah, dapetnya boneka mulu.. sampe penuh juga tuh boneka di tempat tidur.. ha ha..

    Sakuralady,
    Itu maksudnya biar Sakuralady lebih feminin…hehehe.
    Tak perlu buat teman main…tapi bisa dipeluk, sambil baca novel dan mendengarkan musik…pasti asyik deh….(sambil membayangkan si Dia)

  15. anak saya yang laki dulu waktu kecil juga suka ngondeli boneka beruangnya..
    sekarang sih ditendang tuh boneka…
    ” anak laki kok main boneka ! ”

    Mas Iman
    ,
    Saat anak kecil memang suka gendong boneka beruang atau apapun yang berbentuk binatang…tapi semakin besar diajak main perang-perang an…dan lama-lama bosen kalau ada mainan yang lebih menarik. Hal ini tentu beda dengan cewek..yang sampai tuapun masih suka lihat boneka…(jadi yang senang boneka ibunya atau anaknya???)

  16. Saya jg menyukai boneka,apalg kalau ada ‘sejarah’ d baliknya,sbg hadiah. Tp kalo beli sendiri,hehe,blm pernah.

    Soal peluk boneka,sayangnya saya tdk bisa. Alergi. Apalg boneka berbulu. Haduh,bs smp demam. Pdhl mereka mmg mgemaskan. Hehe..jd nostalgia bc tulisan ini

    Dilla,
    Memang yang punya kenangan, biar udah kucel tetap disayang. Berbulu?..kalau nggak bisa banyak kok boneka kain yang tak berbulu, bisa dipakai sebagai ganti guling, bantal dsb nya.

  17. Waah…itu di kamar aku ada sekitar 15boneka, buat nemenin tidur kalo sendirian. Ada juga loh babi pink pita superr jumbo hi hi hi… πŸ˜€

    Sarah,
    Terbayang deh kayak kamar si bungsu….dan saat diajak kuliah…malah teman-temannya elektro (yang sebagian besar cowok) senang sekali, dipakai rebutan sampai kejar-kejaran…untung sang dosen keburu datang dan bingung kenapa mahasiswa nya super heboh…gara-gara Waski…

  18. Taruhan,
    pasti gak ada yang sekreatif aku dalam memberi nama boneka. Dari “Tikus Sudomo” (boneka tikus berwarna Merah tua) sampai “Gie”.

    Untung saja, begitu dapat boneka, rata-rata adikku langsung memberi mereka nama. Seandainya tidak, mungkin nama boneka adikku bakal aneh-aneh seperti ‘Olaf’, ‘Yiparhan’, ‘Chen Jialuo’, ‘Khattab’, ‘Haephestus’, ‘Gorbachev’, dsb.

    Oh ya,
    jadi ingat,
    anak ibu Homestay pernah memamerkan boneka Teddy Bear-nya. Trus aku nanya “so, you played doll?”. “No… Doll is for a girl.. This is teddy”.

    Wakakakakak.

    Kunderemp
    ,
    Hehehe…ibu bersyukur punya anak kreatif, bandel dan lucu kayak kalian….walau senam jantung juga..

  19. Bu, itu boneka tom-tom saya pikir bayi beneran loh. Mirip banget sama bayi.

    Edel,
    Iya…lucu ya…..???

  20. hihihi…ceritanya lucu

    Utaminingtyazzzz
    ,
    Hehehe…ingat masa kecil???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: