Sukaduka ikut antar jemput

Bekerja di Jakarta, waktu banyak tersita dijalanan. Awal tahun 1980 an saya mengontrak rumah di daerah Rawamangun, berangkat ke kantor jam 6.30 wib, itupun jalanan sudah macet, dan melalui jalan Pramuka (dulu belum ada jalan layang) merupakan suatu perjuangan tersendiri, agar kendaraan bisa menyelip di kemacetan jalan.

Awal mulainya ada mobil jemputan, di mulai dari omong-omong antara teman, yang sama-sama merasa kesulitan mendapatkan kendaraan di pagi hari. Kalau kita berangkat pagi-pagi, dan masih sepi, bis akan ngetem, jadi akhirnya sampai di kantor pun tetap sama, keringatan, nubruk-nubruk…dan malunya itu lho kalau telat. Salah satu teman bersedia mencari mobil jemputan, dan mulailah kami bertujuh yang tinggal di daerah Rawamangun ikut mobil jemputan. Ternyata menyenangkan, sepanjang jalan kita ramai mengobrol kesana kemari, yang kadang tanpa ada aba-aba obrolan berpindah topik, dari makanan, mengurus bayi, sampai gosip terbaru…..padahal saat itu belum ada infotainment. Waktu tak terasa lama di jalan….dan enaknya, kalau ada kondangan, kita juga bisa beramai-ramai pesan mobil jemputan, karena biasanya kita dapat undangan teman kantor, dan yang diundang teman-teman sendiri. Susahnya? Kalau mendadak mobil rusak, atau sang sopir sakit, dan saat itu belum ada handphone, akibatnya semua kesiangan sampai kantor. Maklum, di Jakarta selisih waktu 5 menit jalanan udah macet sekali.

Pindah ke rumah dinas di Jakarta Selatan, pertama-tama yang dicari adalah ada mobil jemputan apa tidak. Dan kebetulan salah satu teman kantor, berinisiatif mobilnya digunakan sebagai jemputan. Beda lokasi, tentunya beda penumpang, obrolannya berbeda pula. Di kompleks ini situasi lebih nyaman, karena 110 rumah merupakan teman kantor semua, sehingga terasa punya banyak saudara. Teman satu jemputan akhirnya menjadi sahabat, karena jika ada orang baru yang mau ikutan (berhubung ada teman yang dipindah tugaskan ke lain kota), setiap penumpang diminta pendapatnya apakah bersedia menerima teman baru ini untuk bergabung dalam satu jemputan. Wahh…seperti rapat di kantor saja, masing-masing mengupas, enak nggaknya….karena memang situasi jemputan nyaman, sehingga jika orang baru tadi gaya hidupnya beda, akan membuat ketidak nyamanan. Saya jadi berpikir, apakah saat saya mau bergabung dulu juga diulas panjang lebar begini ya?

Semakin pendiam orang yang mau bergabung, semakin tak kelihatan sifat aslinya, dan biasanya aman-aman saja. Berbeda dengan orang yang ramai dan telah punya beberapa gosip yang menerpa di seputar kehidupannya, maka pembahasan bisa lebih seru….maklum penumpang jemputan sebagian besar ibu-ibu.

Ikut jemputan juga mempermudah kehidupan di keluarga saya, minimal suami tidak kawatir, dan kalau saya telat pulang sudah pesan pada teman sesama jemputan, dan diberitahukan pada keluarga di rumah. Memang, ikut jemputan, banyak sekali sukanya…rasanya saya belum pernah merasakan nggak enaknya…maka kalau ada yang bilang…”Kok mau ya tinggal di kompleks rumah dinas, ikut jemputan lagi…” Saya malah tersenyum, karena bagi saya ikut jemputan selain nyaman, juga banyak sendau gurau di sepanjang jalan, membuat jarak antara rumah dan kantor tak berarti.

15 pemikiran pada “Sukaduka ikut antar jemput

  1. Asyik bacanya, “menemukan saudara” adalah bagian yang paling menyenangkan. Selamat pagi Bu 🙂

    Yoga,
    Selamat pagi……iya nih pagi-pagi malah ngeblog, bukannya menyelesaikan tugas membuat bahan ajar…Memang kalau bekerja di rumah harus disiplin terhadap waktu.

  2. saya malah aneh ada orang yang bilang “Kok mau ya tinggal di kompleks rumah dinas, ikut jemputan lagi”
    Bukannya malah enak, gak perlu naik bis yang mungkin malah gak aman dan bisa ngobrol sepanjang perjalanan 😀

    Itik kecil,
    Andaikata boleh tinggal di rumah dinas terus, pasti senang banget…lingkungannya sangat menyenangkan. Kalau ikut jemputan, dan harus pulang telat karena ada rapat, maka selesai rapat, tinggal menilpon teman-teman yang pada umumnya sering pulang telat (biasaya bagian operasional, IT, bisnis dll)….jadi pulangnya selalu ada teman. Gosip? Yang sempat mikir gosip, karena pergi pagi pulang sore atau malam, ketemu tetangga saat senam pagi bareng-bareng….malah seringnya mendengar kabar tentang lingkungan melalui milis (namanya “kampoeng Cipete”…hehehe). Juga jika ada apa-apa diumumkan melalui edaran, yang diedarkan oleh satpam.

    Yang berbahaya, adalah nggak mikir perbaikan rumah, bahkan isi rumahpun dari kantor…makanya saat pindah ke rumah sendiri cuma bawa koper….

  3. wah asik nih seisi mobil pada rame ngobrol =)) saya kalo 1 male ngikut boleh gak sekali kali terserah dah mo yg generasi ibu ibu keberapa, ajarin saya ngobrol biar rame kayak gitu tu :-))

    Arie,
    Sebetulnya anggota jemputan juga ada bapak-bapaknya kok, cuma perbandingannya 70 : 30…maklum bapak-bapak lebih suka bawa mobil sendiri …tapi kan malah asyik, kalau ketinggalan jemputan ganti kita bisa nebeng beliau-beliau itu. Dan karena tetanggaan, jadinya menjadi seperti saudara….

    Kalau udah biasa mengajar, biasanya suka mengobrol…kan harus berusaha supaya kelas nggak sepi dan muridnya ngantuk…:P

  4. wah, kalau dulu sudah ada infotaintment, bisa jadi mobil jemputan baka jadi saingan berat ya, Bu enny, hehehehe 😆 ternyata kalau ibu-ibu dah pada ngumpul di mobil jemputan, ndak beda jauh dari kumpulan arusan. *maaf bercanda, bu*

    Pak Sawali,
    Iya pak..pasti seru…..
    Tapi biasanya yang diobrolkan masakan, cara berbelanja ke mana yang murah, pendidikan anak dsb nya. Maklum kalau baju…ke kantor kan warna bajunya cuma itu-itu aja…gelap, pakai blazer, kalau bergaris harus lah garis-garis halus yang nyaris tak kelihatan. Terus kalau jalan-jalan kan cuma jeans plus T shirt…dan kalau ke pesta kan pakai batik (pakaian nasional).

  5. belum pernah nyoba mobil jemputan sih
    (keknya ditempatku gak ada), tapi kalau ada lumayan juga tuh (buat adikku), sering telat kerja gara-gara nganterin dia kesekolah dulu
    (berarti saya supir jemputan yak)
    :mrgreen:

    Icozya,
    Mobil antar jemput memang sangat menolong untuk antar jemput anak, sehingga orangtua tak perlu kawatir…apalagi yang kedua orangtua nya bekerja di luar rumah.

  6. wakakakaka, sepertinya kalau ibu-ibu ngumpul pasti bercerita dan ramai. Namun, tidak semuanya kok. terngatung pribadi masing-masing.

    Hanna
    ,
    Yup…setuju, nggak semua suka ngegosip….banyak juga yang sharing pengalaman, yang bermanfaat untuk mengasuh putra putri nya.

  7. lha ini yang saya butuhkan: antar-jemput. sayang hanya tersedia untuk anak saya. yang sekarang dia pakai ojek. alasannya: lebih cepat 🙂

    Paman Tyo,
    Memang ojek lebih cepat….bahkan sekarang berkembang, para manager nggak bawa mobil ke kantor, tapi naik sepeda motor. Nahh kalau udah kelas GM baru malu…apalagi memang disediakan mobil dinas.

  8. bener bu , saya setuju banget
    tapi ambil hikmahnya aja kali ya

    Realylife,
    Karena saya tak berani nyopir sendiri, maka antar jemput merupakan kebutuhan. Anak-anak waktu kecil juga ikut antar jemput, dan setelah besar dia naik kendaraan umum. Sepeda motor dan mobil baru boleh dipakai saat telah menjadi mahasiswa, itupun si bungsu lebih suka naik angkot….

  9. selain hemat ongkos, ikut mobil jemputan juga menghemat waktu dan tenaga. tetapi kok jarang ya antar jemput buat karyawan/pegawai… biasanya buat anak2 sekolah saja 😛

    Totok,
    Mobil jemputan pegawai, biasanya dilakukan oleh para pegawai yang rumah dan kantornya berdekatan (tentunya dengan biaya pribadi). Kalau dari perusahaan, biasanya lebih aman memberikan uang transpot, karena biaya maintenance nya mahal. Perusahaan biasanya hanya mempunyai mobil dinas untuk operasional, serta untuk pejabat tingkat tertentu.

  10. Kalo gitu Bu Edratna kenal donk, dgn Pak Bambang Soepeno, beliau juga ada di BRI kantor pusat. Taon 90-an baru pulang dari Amrik, ngambil master. Dulu pernah jadi tetangga di komplek Cahaya Kemang Permai, Jati-Kramat PondokGede, trus pindah ke Kebayoran baru. Tepatnya di mana, lupa…. lama juga gak pernah bersua…

    Simbah,
    Iya, kenal baik. Sekarang jarang ketemu, saya sudah pensiun, dan bekerja di luar BRI…..

  11. seingatku emak pernah juga ikut jemputan tapi biasanya sore hari sebab rumah kami bukan di komplek PU seperti kolega emak yg lain. Berhubung rumah dimampang kantor di blok M jd cukup naik metromini sudah sampai, dulu paling cuma 20 menit, tapi terakhir nganterin emak kekantor hampir 3/4 jam perjalanan.

    Resi Bismo,
    Jika rumah di mampang, berarti sudah punya rumah pribadi sejak dulu. Saat tinggal di Kompleks rumah dinas, saya mampunya hanya beli KPR 20 tahun di Cimanggis, Bogor…yang ternyata kebanjiran. Syukurlah kami diberi rejeki yang cukup, sehingga mampu membeli rumah kecil di daerah Cilandak.

    Ikut jemputan enak, jika teman sekantor rumahnya saling berdekatan. Saat di Rawamangun, yang ikut jemputan adalah orang-orang yang rumahnya di Rawamangun, Klender dan Pondok Bambu.

  12. Ari SR

    baru googling cari jasa antar jemput utk istri.. eh ketemu blog ibu 🙂
    Based on pengalaman Ibu .. mau minta tolong info biro jasa antar jemput yg safe dan nyaman untuk wilayah Jakarta Selatan.
    Matur suwun sebelumnya,
    salam,
    Ari SR

    Ari SR,
    Saya biasanya mengikuti jemputan sekolah (info dari bapak/ibu guru),tapi kedua anakku ikut antar jemput hanya TK, selanjutnya jalan kaki dan naik angkot sendiri. Kebetulan saya selalu memilih sekolah untuk anak-anak yang dekat, negeri, bayar murah dan guru2nya masih baik, mau diajak diskusi. Sampai anak kelas 3 SMA, saya masih mengawasi, membantu diskusi jika mereka kesulitan mengerjakan PR, berbagi tugas dengan suami.

    Kalau jemputan dengan teman-teman di kantor lebih mudah, karena ada pegawai yang juga membawa mobil sekaligus untuk jemputan. Selain dia bisa mengirit bensin, juga ada pemasukan.

  13. gilank

    Met malem ibu….. salam kenal saya gilank mau coba tawar kan jasa jemputan karyawan,terutama yang rumah nya di daerah Rawamangun , Pulo gadung,kelapa gading dan sekitar nya.
    minimal 7 orang….kalo bisa sih yang kantor nya bersamaan. Mobil Suzuki APV 2006.
    Bagi yang berminat bisa email saya di morrpe@gmail.com untuk reservasi tempat.
    Trima kasih. wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s