Oleh: edratna | Maret 22, 2008

Liburan yang melelahkan

Libur panjang selama 4 (empat) hari akhir Minggu ini rencananya saya mau beres-beres rumah, terutama mengenai dokumen dan kertas-kertas yang sudah lama belum sempat dirapihkan dan hanya sekedar ditumpuk. Kadang-kadang tugas saya sebagai pembimbing atau penguji makalah, memaksa saya harus terus meng up date pengetahuan, serta membaca kembali peraturan terbaru. Dan ini tidak mudah, karena kalau masih aktif bekerja, pengetahuan tersebut dengan sendirinya ter up date, karena sering harus menghadiri rapat, berdiskusi, dan mau tak mau selalu mendengar informasi terbaru.

Bidang pekerjaan yang saya geluti sekarang lebih spesifik, lebih sempit, namun berhubungan langsung dengan maju mundurnya sebuah usaha. Di satu sisi lebih menarik, karena saya bisa mengaplikasikan ilmu yang selama ini saya peroleh, dan langsung bisa diterapkan dilapangan. Pengalaman ini juga menambah bahan jika saya mendapat tugas mengajar di kelas.

Hari Rabu pagi-pagi, saya mendapat telepon dari keluarga di Bandung, mengundang untuk hadir di acara beliau. Saya menduga-duga apa acaranya, karena beliau tak mau menjelaskan. Apa boleh buat, saya pesan travel dan hanya ada tempat kosong jam 14.00 wib, karena waktu yang lainnya telah penuh dipesan orang. Saya juga membatalkan janji ketemu teman, dan diundur hari Senin tanggal 24 Maret 2008. Sejak keluar rumah sampai mencapai Bandung hujan terus menerus, dan sialnya begitu keluar dari Tol Terusan Pasteur roda belakang kanan gembos, terpaksa pak sopir turun mengganti ban yang perlu waktu lama….maklum kebetulan penumpangnya hampir semuanya perempuan, dan yang laki-laki sudah tua, terpaksa pak sopir mengganti ban sendirian ditengah hujan deras.

Selesai acara yang perlu waktu seharian, Kamis sore saya langsung kembali ke Jakarta, kali ini dengan menggunakan mobil pribadi karena besoknya ada janji ketemu dengan teman di Plaza Bintaro. Selesai ketemu teman, suami saya kembali ke Bandung karena ada temannya yang akan mendapatkan gelar Profesor. Siangnya ada sms masuk, dari saudara sepupu saya yang mengundang cucunya akan di sunat hari Minggu pagi, dan ini termasuk sepupu dekat, sehingga mau tak mau saya harus datang. Sorenya saya masih sempat mengantar si sulung untuk beli alat tulis di Gramedia PIM, namun setelah makan langsung pulang, karena dia juga masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Pagi ini bangun dengan badan lelah, setelah semalam tertidur tanpa makan lebih dulu. Padahal hari ini rencananya belanja bulanan, apa boleh buat saya harus mendelegasikan kepada si Mbak, kalau tak ingin badan menjadi sakit karena lelah. Yah, ternyata memang kita berencana, namun semuanya harus dikembalikan pada tingkat kesehatan kita. Biarlah kertas-kertas itu menunggu untuk dibereskan, yang penting badan tidak sakit karena kelelahan.

Iklan

Responses

  1. begitulah bu enny kalau kita punya banyak saudara dan sahabat. masa-masa liburan justru malah merasa capek karena banyak mendapatkan undangan keluarga. meski capek, tapi tetep semangat ya, bu, hehehehe πŸ˜†

    Pak Sawali,
    Memang pak, hidup harus berimbang…..dan biaya sosialisasi adalah waktu dan tenaga…..
    Waktu ini yang sekarang terasa terbatas, karena hidup di Jakarta waktu semakin mahal…kemana-mana macet, dan sehari paling-paling cuma bisa melakukan 2 kegiatan, itupun jika searah tempatnya.

  2. Ya, kesehatan memang lebih penting…

    Ikram,
    Yup…setuju……

  3. iya bu kesehatan penting. Mungkin alasannya semua orang tau. tapi intinya, sakit itu ngak enak πŸ™‚

    Uwiuw,
    Setuju…sakit memang nggak enak….saya udah sejak hari Minggu sariawan…makan apa-apa nggak enak, mau nggak makan perut terasa perih…

    Btw, thanks kunjungannya, saya mau balas komentar di blogmu “agak sulit” karena IT minded…jadi ya cuma baca aja menambah pengetahuan, daripada mencoba komentar tapi ga nyambung….

  4. uh…bener bu. kalo dipaksain, bisa kayak saya nih…tepar. padahal banyak kerjaan yang bukan saja butuh tenaga tapi jg akan menguras pikiran. padahal ‘cuma’ flu….tapi berat jadinya :d

    Yati,
    Iya nih…saya cuma sariawan…tapi jadi sulit makan…akibatnya lemes juga….makan bubur bosen juga. Syukur urusannya udah lumayan selesai, tinggal yang rutin aja…kemarin memang benar-benar melelahkan, udah dikejar dead line, tapi banyak undangan…maklum liburan, jadi banyak sekali acara yang dibuat saat liburan seperti ini. Tapi, ya itulah…biaya sosialisasi.

  5. aih -aih , abis liburan ke mana bu ?
    nanti kalo mau liburan lagi saya kasih saran yang baik dech bu
    bagaimana setuju ??

    Realylife,
    Yang jelas meneruskan pekerjaan rutin…..

  6. jangan lupa olahraga mas…. πŸ™‚

    Kw,
    Saya seorang ibu…jadi bukan mas.
    Hmm ya, olahraga tetap perlu untuk menjaga kesehatan

  7. Kadang emang kerasanya ga ada istirahat buat diri sendiri ya bu.. tapi teutep senengna beda bu kalo bisa menghabiskan wkt liburan dengan keluarga walopun cape..
    take care bu..

    Sakuralady,
    Untuk kehidupan masyarakat seperti di Indonesia, biaya sosialisasi cukup besar, namun kita juga memperoleh kehangatan keluarga. Dan sebetulnya, banyak hal yang bisa dipetik saat kumpul dengan keluarga ataupun teman-teman…..ada aja pengetahuan dan pengalaman yang bisa diambil.

  8. Liburan harusnya libur, tapi seringkali saya juga memaksakan untuk memikirkan pekerjaan. Jadinya badan jadi nggak punya waktu istirahat… πŸ™‚

    Selamat beristirahat bu, dan semoga senin sudah kerja lagi dengan badan yang segar… πŸ™‚

    Pyrrho,
    Yah itulah risiko hidup di masayarakat yang kekeluargaannya sangat besar. Semua menantikan hari libur…dan juga acara dipadatkan pada hari libur, akhirnya liburan malah menjadi kesana kemari. Apalagi adanya Cipularang, yang menjadikan anggapan bahwa Jakarta-Bandung dekat, membuat yang mengundangpun semakin jauh….”kan cuma 2 jam, itulah alasannya”. Btw, sebetulnya banyak hikmah juga yang bisa dipetik…..dan memang akhirnya teler….

  9. Selamat menikmati liburan, Mbak. Meski lelah, jangan sampai tertidur tanpa makan lagi, ya.
    Tetap semangat dan jaga kesehatan.
    Moga liburannya indah, ya.

    Hanna,
    Memang melelahkan, tapi ada senangnya ketemu saudara yang udah lama sekali tak ketemu. Dan banyak hikmah serta pelajaran yang bisa dipetik dari obrolan dengan saudara…..

  10. Selamat istirahat ya bu…semoga sehat selalu

    Cewektulen
    ,
    Makasih…….

  11. Hehe, bu…kalau saya dikasih pilihan, pilih makan atau tidur…saya pilih tidur aja sih walaupun setelah bangun pasti laparr :))

    Donny Reza,
    Kayaknya pilihan kita sama…tapi bahayanya bisa kena sakit maag, kayak saya sekarang…dulunya suka males makan, apalagi jika sibuk, makan tertunda terus….

  12. @donny, bener nih mending lapar asal tidur? πŸ˜› ayo sini tidur bareng saya rame rame bareng semua teman-teman…. keknya saya malah kebanyakan tidur kalo sampe dua hari lebih tidur mati trus bangun langsung klieng (pusing goyang mati) dah (kan gak makan-minum itu). yang bagus ya yg seimbang lah..

    Arie,
    Yang benar memang seimbang…walau prakteknya saya sering lupa makan atau males makan kalau kecapekan, dan lebih memilih tidur. Jadi makan bagi saya adalah kewajiban…agak konyol ya?

  13. istirahat eman perlu banget, kmrn hari kamis dan jumat juga malah di rumah gara2 sakit, jadi ga bisa nikmatin liburan hiks..

    Bagus,
    Setelah di Jakarta belum ketemu ya…saya ke Bandung juga cuma semalam, selesai acara langsung balik ke Jakarta karena ada acara berikutnya di Jakarta. Padahal udah berniat mau liburan di Bandung…tapi si bungsu kan udah ga bisa dikeloni lagi….malah asyik pacaran.

  14. Tapi sekarang semuanya udah beres kan?

    Edi Psw,
    Semua udah beres, tinggal lelahnya dan sariawan……

  15. Alhamdulillah seminggu yang lewat saya jadi pulang ke Sleman: mengunjungi orang-tua dan keluarga di sana, ngajari anak naik sepeda, ketemuan dengan teman SMA, sowan Sultan Ndoyokarto dan jajarannya. Pulangnya menyempatkan bergabung dalam ketemuan di Semarang yang dilanjutkan kopdar kecil di Kendal tempat Pak Sawali.
    Jumat, sabtu dan Minggu istirahat sambil nyiapin domain baru, hehehe.

    Saya bisa membayangkan Bu Enny yang cape karena aktivitas selama liburan. Jaga kondisi, Bu.

    Bangkombor,
    Terakhir saya ke Solo, lewat Yogya naik mobil setahun yang lalu….rasanya capek banget. Mungkin karena juga setiap kali mengejar acara, dan kemudian ada acara berikutnya di Jakarta. Kalau ada waktu longgar, sebetulnya senang jalan-jalan naik mobil, melihat pemandangan dikiri kanan jalan…berhenti menikmati pemandangan, ketemu teman lama dan baru…..

    Tapi kan kadang kita tak bisa memilih…dan hanya memilih dari pilihan-pilihan yang disodorkan pada kita….
    Saya baca ceritanya di blog pak Sawali, yang sempat ketemuan dengan bang Kombor….

  16. Saya juga pengin beres2 kamar, eh malah terbengkalai akhirnya malah jalan2 mengunjungi musium di luarkota. Mengunjungi musium itu penting loh tante!

    Resi Bismo,
    Saya juga suka mengunjungi museum (sayangnya tak selalu punya waktu), melihat budaya masa lalu, dan bisa menghargai karya orang lain. Banyak sekali cerita yang bisa diungkapkan dari sebuah museum.

  17. aduuuh… ibu sakit ya? kecapekan? waaah… banyak makan dan banyak tidur deh bu, dijamin mantab…
    tapi seneng deh, ibu banyak kegiatannya… masih aktif, berarti sehat… loyo sebentar gpplah, toh baterenya di-charge lagi… :mrgreen:

    Ruth,
    Iya nih, selain lelah banyak pikiran…udah mulai selesai satu persatu, cuma sariawannya belum sembuh….maklum stresnya belum hilang. Biasalah, kalau dikejar pekerjaan, dan hal-hal yang memerlukan banyak energi pikiran, jatuhnya ke sakit maag, terus ujungnya sariawan. Tapi udah mendingan kok.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: