Sweetener ala Telkomsel?

Menurut Wikipedia definisi sweetener adalah is a food additive which adds the basic taste of sweetness to a food, artificial sweeteners are sugar substitutes. Arti secara harafiah adalah sebuah pemanis atau tawaran yang menyenangkan dari Telkomsel untuk pelanggannya.

Beberapa kali saya mendapatkan sms dari Telkomsel, yang berbunyi ” Pelanggan kartu HALO yth, pada hari Sabtu 29/03/08 Anda mendapatkan gratis 15 menit percakapan ke sesama pelanggan Telkomsel. Nantikan kejutan berikutnya.” Sebelumnya, tanggal 21 Maret 2008 saya juga mendapatkan sms yang sama, bahwa ada gratis percakapan selama 15 menit pada tanggal 23 Maret 2008 ke sesama pelanggan Telkomsel, dan sms pada tanggal 12 Maret 2008 bahwa ada gratis percakapan 15 menit pada tanggal 14 Maret 2008. Berarti pada bulan Maret 2008 ini saya telah mendapatkan penawaran tiga kali dari Telkomsel.

Saya tak tahu persis seperti apa profil pelanggan Telkomsel, karena saya melihat bahwa sebagian besar orang yang memanfaatkan Telkomsel (anak dan keponakan saya, yang mahasiswa malah beralih dari Simpati ke IM3 atau Esia), teman-teman yang menggunakan Telkomsel adalah orang-orang yang tak terlalu menghitung besarnya pulsa yang harus dibayar. Ini tentu berbeda dengan kelas anak saya, dan teman-temannya, mereka sangat memikirkan adanya sweetener atau penawaran gratis pulsa, ataupun membandingkan provider mana yang biayanya termurah. Maklum bagi mereka, yang rata-rata masih usia 20 tahunan, komunikasi memerlukan biaya yang relatif mahal bagi kantong mereka, sehingga rata-rata mempunyai Hp lebih dari satu, satu untuk berbicara dengan pacar, satu untuk pekerjaan, dan satu hanya dipakai sesekali.

Apakah marketing dari Telkomsel ini bisa meningkatkan pendapatan? Seminggu yang lalu, dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung naik travel, saya mengobrol dengan penumpang disamping saya, yang ternyata pegawai Telkomsel. Dia mengatakan bahwa sebetulnya gaji mereka sebagian besar adalah dari hasil penerimaan sms. Mungkinkah hasil yang diperoleh dari biaya percakapan masih bisa ditingkatkan? Sms dari Telkomsel tak menjelaskan apakah biaya gratis tadi setelah percakapan sekian menit, atau langsung saja gratis jika pada tanggal tertentu kita menilpon sesama pelanggan Telkomsel sepanjang tak lebih dari 15 menit. Bagi saya, menilpon adalah karena memang ada yang ingin dibicarakan, bukan karena tawaran gratis. Dan tentu saja, bagaimana cara monitoringnya bahwa kita mendapatkan fasilitas gratis pada hari tertentu, karena selama ini saya jarang melihat secara detail kepada siapa saya menilpon atau mengirim sms, kecuali kalau tagihan membengkak di luar kebiasaan.

Jadi, mungkinkah sweetener Telkomsel melalui sms ini bisa menarik minat pelanggan dan mendongkrak pendapatan? Waktu yang akan membuktikan, walaupun saya tak yakin akan keberhasilannya, karena saat ini persaingan antar provider sangat ketat, dengan segala iming-iming nya.

13 pemikiran pada “Sweetener ala Telkomsel?

  1. saya dulu pngguna telkomsel ato fasilitas kartu halo dr tahun 1999 – 2007 awal, tp kdg tagihan justru lbh besar perkara airtime yg hrus saya bayarkan krena penerimaan tlpon internasional berkaitan dgn pekerjaan, dan skrg saya memilih beralih ke provider lain yg ga ada sangkut pautnya sama airtime tiap kali saya menerima tlpon dr boss yg tengah berpergian ke luar negeri.

    Aprikot
    ,
    Kadang bos nggak memikirkan masalah bawahannya. Iya, saat anakku mau menikah kemarin, dia selalu mengingatkan agar saya sms aja sama menantuku, karena kalau telpon ke hp nya, dia kena charge besar sekali.

  2. hohoho…
    Sepertinya tidak akan terlalu mempengaruhi pelanggan dan pendapatan telkomsel. Seperti dapat dilihat, provider yang lain menawarkan lebih banyak pemanis ketimbang telkomsel ini. Sayang memang, pelanggan kurang tau informasi, dan banyak diselipkan jebakan-jebakan untuk menangguk untung. Sebagai bukti, adalah sistem perhitungan pulsa yang “aneh”, pelayanan yang kurang memuaskan “murah, tapi jaringan sibuk” :mrgreen:
    Begitulah, semoga bukan stigma yang saya katakan.
    -amien- *hayah* 😆

    Beratz
    ,
    Iya, anakku juga mengatakan seperti itu. Tawaran yang dilakukan provider suka menjebak, kalau tak dicermati secara hati-hati/

  3. ampun bu, salah login. Beratz ini saya 😳

    Goop,
    Wahh hebat nih bapak, sampai rumahnya dua….bagaimana mengatur waktunya, saya satu aja kadang lupa nengok…

  4. Saya juga beberapa kali mendapatkan sms seperti itu sebagai pelanggan kartu HALO, tapi tidak begitu saya indahkan, saya bertelepon seperti biasa saja, kalau perlu ya baru telepon, nggak peduli apakah itu ke Telkomsel atau operator lain, dan nggak begitu memperhatikan apakah “gratis berbicara kepada sesama pelanggan TELKOMSEL” sudah saya gunakan atau belum.

    Menurut saya saccharin macam ini memang banyak digunakan untuk “meningkatkan” pendapatan walaupun hasilnya perlu diteliti lagi, apalagi di sektor jasa atau produk yang sangat bersaing ketat. Dan “celaka”nya Telkomsel ini adalah produk jasa telekomunikasi yang dengan gampangnya melontarkan saccharin seperti ini sewaktu2 ke pelanggannya langsung lewat fasilitas SMS-nya. Berbeda dengan produk kacang kulit misalnya (yang dulu pernah bersaing ketat antara “Garuda Foods” dengan “Dua kelinci” yang pernah “saling menjatuhkan” di iklan televisi) yang tidak bisa sewaktu2 melemparkan saccharin tersebut langsung ke pelanggan.

    Yari NK
    ,
    Iya, sebagai konsumen memang kita sulit untuk protes, apalagi tawaran yang menyenangkan. Cuma dari sisi marketing, cukup efektifkah untuk mendongkrak pendapatan?

    Menurut saya sih bu, yah, terima saja bu, sudah resiko kita ini dijejali promosi2 saccharin seperti itu, mereka hanya menjalankan tugas2nya dalam rangka berusaha menaikkan pendapatannya, anggap saja sama dengan kita asyik2 nonton TV tiba2 diganggu iklan….. hehehe…. 😀

  5. saya dapet beberapa kali dan yang seneng ya istri saya, secara sodaranya banyak di luar kota dan pake telkomsel, lha saya paling banter sms aja, males ngomong soale **nunggu billing halo, beneran ga bonusnya**

    Iway
    ,
    Iya sih…tapi saya jarang telepon …jadi menganut paham, kalau tak ada berita artinya baik-baik saja. Akibatnya kalau nilpon ke Hp, dan saudara lagi sibuk…maka tak lama kemudian ada sms masuk…”ada apakah…” Penting?”
    Jadi malah tak berani nilpon kalau tak penting, kawatir menganggu konsentrasi disana.

  6. […]Wahh hebat nih bapak, sampai rumahnya dua….bagaimana mengatur waktunya, saya satu aja kadang lupa nengok…[…]
    itu bukan punya saya ko bu 🙂
    *maaf nyampah*

  7. para provider emang ‘membodohi’ masyarakat, entah dng perang iklan yg gila-gilaan atopun promosi lewat sms (istilahnya sms broadcast?) tanpa ngejelasin bahwa masih ada syarat yg harus dipenuhi untuk bisa dapet promosi bersangkutan. bahkan yg katanya tanpa syarat dan ketentuan itu…

    Edy,
    mungkin gara-gara banyak provider seperti itu, pelanggan Telkomsel yang nota bene pasca bayar, nggak mau ambil pusing. Mereka saya kira, memang menilpon jika ingin, tak peduli ada bonus apa tidak.

  8. Saya juga beberapa kali menerima sms “Bonus” seperti itu dari Telkomsel, jujur, saya tidak pernah mempedulikannya bahkan membaca sampai selesai sms tersebut saja tidak.

    Kenapa? buat pengguna langganan bonus 5 – 15 menit ngefeknya apa? terus memangnya kita sengaja inget2 “oh hari sabtu saya dapat bonus 15 menit buat telepon ke sesama telkomsel…” lagipula kalau di hari tersebut kita menggunakan handphone apakah kita tahu itu tidak di charge mengingat kita adalah pasca bayar?

    Konsep dari marketingnya itu sendiri ngga jelas, objectivenya apa? meningkatkan loyalitas jelas tidak juga, memberikan bonus yang wow juga tidak… hehe

    Dan untuk operator yang sekarang sedang perang tarif, kalau menurut saya seh untuk drive pertama kali sih ok, itupun untuk sekarang mungkin tidak terlalu tinggi lagi, tetapi untuk loyalitas tentu saja tidak efektif…

    Kalau saya jadi bagian marketingnya di telco, mungkin saya akan buat 1 kartu yang malah sifatnya PREMIUM, tarif normal bahkan bisa lebih tinggi, tetapi SERVICE & ADDED VALUE nya special, misal pengguna Telkomsel Premium mendapatkan space parkir di mall2 kelas atas jakarta, mendapatkan service 24 jam untuk keadaan darurat misal ambulance, rs, keamanan, dsb, dan masih banyak lagi service spesial.

    Objectivenya? mengincar niche market kelas atas dengan loyalitas tinggi, dan saya yakin biasanya kelas atas tagihan teleponya bisa sampai berjuta2, entah itu buat ngomongin bisnis, telepon internasional karena familynya diluar negeri, dsb.

    Yah let’s see lah… toh kita sebagai konsumen harusnya semakin diuntungkan dengan persaingan2 mereka. 🙂

    “Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”

    Andy,
    Memang bagi pelanggan yang sudah matang, seperti pelanggan nya Telkomsel, iming-iming gratis percakapan 15 menit nggak manjur. Karena sebagian besar pelanggan Telkomsel, komunikasi merupakan alat kebutuhan, mereka sudah tak memikirkan besarnya pulsa yang dihabiskan per bulan.

  9. Bagi saya bonus percakapan 15 menit di hari tertentu amat sangat tidak ada gunanya…

    Lebih saya diberikan bonus 15 sms yang bisa digunakan kapan aja !

    Telkomsel, you are aya aya wae !!!

    Tridjoko,
    Mungkin Telkomsel sudah menilai akan banyak yang berpikiran seperti itu, makanya bukan bonus sms yang ditawarkan. Lagipula kalau bonus telepon atau sms di hari tertentu, apa gunanya. Kita kan hanya sms atau menilpon jika memang dirasa perlu, ada atau tak ada bonus.

  10. saya juga sering mendapatkan sms dari telkomsel, bu enny. kebetulan saya masih setia pakai hallo. memamg agak mahal juga. kelebihannya kita hanya ngurus pascabayarnya sebulan sekali. tapi terus terang saja, saya ndak tertarik tuh, bu, iming2 seperti itu.

    Pak Sawali,
    Kayaknya memang pelanggan Telkomsel nggak butuh diiming-imingi ya pak….

  11. Telkomsel sebenernya sih udah menang dari segi jaringannya. Kan paling luas tuh se-Indonesia. Kayanya itu sudah jadi jaminan sih buat mereka. Kalo penawaran2 promo mungkin bisa di bilang strategi sampingan aja ato mungkin mereka sedang menganalisa karakter pelanggannya.

    Kalo saya pribadi setuju ama Andy OrangMood lebih baik kalo Telkomsel mengincar loyalitas pelanggannya yang unik, dalam artian pelanggan yang tidak dimiliki oleh provider lain, misalnya pelanggan kelas atas seperti yang di katakan oleh Andy OrangeMood ato mungkin pelanggan mereka yang merupakan pekerja pertambangan yang kerjanya di pelosok, setau saya sih kebanyakan pada make Telkomsel karena yang dapet sinyalnya kan cuma Telkomsel kl di pelosok

    Just an opinion ;p

    Bagus,
    Telkomsel sebetulnya atas nama suami, tapi karena saya sering dapat tugas sampai dipelosok-pelosok, maka saya pake Telkomsel. Dan memang sinyal Telkomsel bagus, sampai ditengah kebun sawit daerah Kayu Agung ke selatan lagi, sampai ke Sorong (tahun 95) dan pegunungan Dieng, yang provider lain tak ada sinyalnya, Telkomsel tetap bagus. Risikonya menjadi tempat peminjaman telepon…..hehehe.
    Melihat komentar teman-teman di sini, kayaknya benar perkiraan saya, bahwa pelanggan Telkomsel adalah pelanggan yang tak mudah tergoda dengan iming-iming.

  12. Ping-balik: counterpulsa.com » Sweetener ala Telkomsel?

  13. Tri Guna Adi Pribadi., S.AB., MBA

    Selama saya menjadi pelanggan Telkomsel lima tahun. Saya tidak mempermasalahkan soal tarif percakapan atau sms. Walaupun sekarang provider lain mulai gencar-gencaran perang tarif di berbagai media iklan di TV dan Lainnya. Jangan tertipu dengan tarif murah dan iming-iming dr provider tetapi apa yang kita dapat sering bermasalah, baik buat telpon dan sms sering trouble bahkan no tdk dpt digunakan sama sekali akibat operator menerapkan tarif murahnya tanpa mempertimbangkan kualitas jaringan dan ujung-ujungnya konsumenlah yang dirugikan. Buat apa kita menggunakan provider yang tdk jelas toh kita juga yang merasa dipermainkan. Cermati dulu sebelum memilih operator (jangan tergiur dengan tarif murah, bonus-bonus yang menggiurkan). Terimakasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s