Pernahkah anda berpikir bahwa akan menempuh jalan hidup seperti ini?

Jika merunut kebelakang, pasti kita melihat jalan yang pernah kita lewati, kadang jalan itu lurus, kadang sangat terjal, sempat terjatuh, kadang melingkar dan lain-lain. Kemarin saya diskusi dengan beberapa teman, dan obrolan sampai kesini karena mendadak seorang teman bertanya…”Benarkah dulu pernah memikirkan akan menjadi seperti ini?” Dan semua ramai menjawab…”Tidak, dulu begitu lulus, langsung ingin bekerja, mendapat uang, bisa membantu orangtua dan adik…”jawab salah satu teman. Teman yang lain menimpali…”Hmm saya dulu pindah ke perusahaan ini, karena ada iming-iming ada peluang untuk disekolahkan. Bagi orang seperti saya, yang berasal dari keluarga biasa, investasi untuk sekolah adalah hal yang sangat mahal,” jawab temanku satunya.

Lanjutkan membaca “Pernahkah anda berpikir bahwa akan menempuh jalan hidup seperti ini?”

Iklan

Benarkah riset pasar tak selalu mencerminkan keinginan pasar?

Sebetulnya saya bukan orang yang ahli di bidang marketing, latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja lebih banyak di bidang keuangan dan manajemen, namun gara-gara menulis tentang “Apakah anda mempunyai indra keenam dan intuisi?, maka saya mendapat tanggapan dari seorang ahli di bidang psikologi industri, dan beliau menyarankan saya untuk membaca “Blink” karangan Malcolm Galdwell. Buku ini sebetulnya telah saya beli sejak Oktober 2007, namun membacanya tak pernah selesai, tertunda terus oleh hal-hal lain. Dari buku “ Blink” ini, saya ingin membagi pengetahuan, pada bab bahwa ternyata riset pasar tak selalu mencerminkan keinginan pasar.

Lanjutkan membaca “Benarkah riset pasar tak selalu mencerminkan keinginan pasar?”

Perlu “konsep yang matang” dalam suatu lomba

Seminggu yang lalu, temanku dari luar kota sms, dia lagi mengantar putranya ikut lomba debat bahasa Inggris yang diadakan oleh ALSA di Fakultas Hukum UI. Lomba debat ini diikuti oleh pelajar SMA sampai dengan mahasiswa. Wahh menarik nih…..jadi saya dan anak sulungku berencana mengikuti acara pada hari Sabtu, untuk melihat dari dekat seperti apa lomba tersebut diadakan.

Lanjutkan membaca “Perlu “konsep yang matang” dalam suatu lomba”

Sulitkah memahami pikiran anak?

Saya ingin sekedar sharing pengalaman, semoga nantinya ada psikolog yang bersedia menambahkan komentar. Setelah anak pertama dirasakan telah cukup umur untuk mempunyai adik, maka orangtua mulai memutuskan kapan sebaiknya menambah punya anak, agar si sulung mempunyai teman bermain.Terus terang saya “agak kawatir” juga jika jaraknya terlalu lama, karena teman saya ingin menambah anak, saat sulungnya berumur 7 (tujuh) tahun dan mulai memahami arti adik, ternyata anak ini protes tak ingin punya adik karena kawatir kasih sayang orangtuanya terbagi.

Lanjutkan membaca “Sulitkah memahami pikiran anak?”

Pernikahan tertunda atau terancam batal gara-gara ketidaksesuaian antara dua keluarga

Tulisan ini untuk menjawab komentar Ade, yang kelihatannya telah mulai memikirkan kemungkinan menikah dalam waktu dekat, dan semoga tulisan ini dapat menggambarkan kemungkinan-kemungkinan apa yang terjadi, apa yang harus dipersiapkan dan sebagainya. Pernikahan ternyata tak hanya ditentukan oleh kedua calon pengantin, namun juga oleh kedua keluarga, dari pihak pengantin perempuan dan pihak pengantin pria. Bagi keluarga yang masih menjunjung tinggi nilai adat dan tradisional, kadang hal ini bisa menjadi hambatan, jika tidak diantisipasi sejak dini. Pernikahan bagi keluarga di Indonesia, bukanlah hanya keputusan antara kedua pasangan, namun juga persatuan antara dua keluarga besar. Yang lebih sulit, jika pasangan berasal dari keluarga besar, dimana para anggota keluarga juga mempunyai pandangan yang berbeda dalam melihat suatu pernikahan.

Lanjutkan membaca “Pernikahan tertunda atau terancam batal gara-gara ketidaksesuaian antara dua keluarga”

Kapan waktu yang tepat memiliki keinginan mempunyai anak?

Judul tulisan di atas mungkin membuat orang bertanya, karena pada umumnya setelah menikah sebagian besar dari pasangan menikah keinginannya adalah segera mempunyai anak. Betulkah demikian? Ternyata tak semuanya berpikiran seperti itu, karena banyak juga yang menunda punya anak, bahkan mungkin ada yang tak ingin punya anak.

Lanjutkan membaca “Kapan waktu yang tepat memiliki keinginan mempunyai anak?”

Pilihan: karir atau rumah tangga?

Tulisan dengan judul di atas telah banyak ditulis di berbagai media, dan teman-teman telah pernah pula menuliskannya di blog, namun siapa tahu dari tulisan saya ada hal-hal baru yang bisa dipetik hikmahnya. Jika pada tulisan lainnya adalah menulis tentang apa yang sebaiknya dilakukan kaum perempuan, memilih karir atau rumah tangga, namun tulisan saya disini, adalah bagaimana pilihan tersebut bisa diseimbangkan, sehingga tak ada yang dikorbankan.

Lanjutkan membaca “Pilihan: karir atau rumah tangga?”