Sulitkah memahami pikiran anak?

Saya ingin sekedar sharing pengalaman, semoga nantinya ada psikolog yang bersedia menambahkan komentar. Setelah anak pertama dirasakan telah cukup umur untuk mempunyai adik, maka orangtua mulai memutuskan kapan sebaiknya menambah punya anak, agar si sulung mempunyai teman bermain.Terus terang saya “agak kawatir” juga jika jaraknya terlalu lama, karena teman saya ingin menambah anak, saat sulungnya berumur 7 (tujuh) tahun dan mulai memahami arti adik, ternyata anak ini protes tak ingin punya adik karena kawatir kasih sayang orangtuanya terbagi.

Lanjutkan membaca “Sulitkah memahami pikiran anak?”

Pernikahan tertunda atau terancam batal gara-gara ketidaksesuaian antara dua keluarga

Tulisan ini untuk menjawab komentar Ade, yang kelihatannya telah mulai memikirkan kemungkinan menikah dalam waktu dekat, dan semoga tulisan ini dapat menggambarkan kemungkinan-kemungkinan apa yang terjadi, apa yang harus dipersiapkan dan sebagainya. Pernikahan ternyata tak hanya ditentukan oleh kedua calon pengantin, namun juga oleh kedua keluarga, dari pihak pengantin perempuan dan pihak pengantin pria. Bagi keluarga yang masih menjunjung tinggi nilai adat dan tradisional, kadang hal ini bisa menjadi hambatan, jika tidak diantisipasi sejak dini. Pernikahan bagi keluarga di Indonesia, bukanlah hanya keputusan antara kedua pasangan, namun juga persatuan antara dua keluarga besar. Yang lebih sulit, jika pasangan berasal dari keluarga besar, dimana para anggota keluarga juga mempunyai pandangan yang berbeda dalam melihat suatu pernikahan.

Lanjutkan membaca “Pernikahan tertunda atau terancam batal gara-gara ketidaksesuaian antara dua keluarga”