Akhirnya bisa nonton juga

Hari Selasa sepulang kantor anak saya membeli antena, dan karena sudah malam saya tak sempat menikmati acara pertandingan untuk mendapatkan piala Thomas dan Uber.

Hari Rabu malam, saya hanya berdua anak sulung menonton TV (Trans TV) dengan menyambung pakai antena. Gambarnya lumayan bagus. Partai tunggal pertama sempat deg-deg an juga, saat melihat Sonny Kuncoro beberapa kali melakukan kesalahan, dan dipaksa main tiga kali, syukurlah akhirnya Indonesia bisa menang. Partai ganda relatif tak tegang…namun saat Taufik Hidayat, mulai lagi deg-deg annya. Awalnya rada tenang, karena komentator memperkirakan Rajiv Ousep (tulisannya?) tak sehebat Andrew Smith.…..tapi ternyata menurut saya permainan net Rajiv bagus juga. Syukurlah akhirnya Taufik bisa mengalahkannya….sehingga Indonesia lawan Inggris bisa menang dengan 3 : 0.

Malam ini akan menonton semi final piala Uber, semoga anak sulung saya tak terlambat pulang…karena menonton tanpa teman rasanya kurang nyaman. Maklum si bungsu dan ayahnya lagi di Bandung.

Catatan:

Thanks koreksi Ikram dan kang Yari NK (wahh kalau jadi wartawan olah raga, saya bisa diomelin nih, kok salah menulis). Yang menang 3:1 adalah tim Uber Indonesia melawan Jerman.

Selamat jalan Lena

Hari ini saya melawat ke rumah Lena dan mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir bersama teman-teman. Akhirnya Lena terpaksa menyerah setelah berjuang melawan kanker payudara sejak tahun 2005. Saya masih ingat di penghujung tahun 2005, Lena masuk ke ruanganku dengan wajah pucat pasi, saya merasa tak nyaman dan mulai membatin, ada apa gerangan. Dengan terputus-putus, Lena menceritakan bahwa ada benjolan di payudaranya.

Lanjutkan membaca “Selamat jalan Lena”