Efisiensi, merupakan program jangka pendek untuk mengatasi inflasi.

“Bu, minggu depan temani saya ke lokasi usaha ya,” kata temanku. “Boleh mas, asal saya disamperin, lagipula rumahku kan dekat jalan tol ke arah Bogor, jadi sekalian jalan,” jawab saya menyambut ajakan temanku. Ya, kondisi akhir-akhir ini semakin memusingkan kepala. Uang ibarat air mengalir, berapapun uang yang ada, terasa tak berarti apa-apa.”Bagaimana mas, kondisi usahamu, apakah masih untung?” tanya saya lagi. “Itulah bu, saya justru ingin mengajak kesana, untuk membantu diskusi, mencari jalan keluarnya, jawab temanku lagi.

Lanjutkan membaca “Efisiensi, merupakan program jangka pendek untuk mengatasi inflasi.”

Akhirnya bisa nonton juga

Hari Selasa sepulang kantor anak saya membeli antena, dan karena sudah malam saya tak sempat menikmati acara pertandingan untuk mendapatkan piala Thomas dan Uber.

Hari Rabu malam, saya hanya berdua anak sulung menonton TV (Trans TV) dengan menyambung pakai antena. Gambarnya lumayan bagus. Partai tunggal pertama sempat deg-deg an juga, saat melihat Sonny Kuncoro beberapa kali melakukan kesalahan, dan dipaksa main tiga kali, syukurlah akhirnya Indonesia bisa menang. Partai ganda relatif tak tegang…namun saat Taufik Hidayat, mulai lagi deg-deg annya. Awalnya rada tenang, karena komentator memperkirakan Rajiv Ousep (tulisannya?) tak sehebat Andrew Smith.…..tapi ternyata menurut saya permainan net Rajiv bagus juga. Syukurlah akhirnya Taufik bisa mengalahkannya….sehingga Indonesia lawan Inggris bisa menang dengan 3 : 0.

Malam ini akan menonton semi final piala Uber, semoga anak sulung saya tak terlambat pulang…karena menonton tanpa teman rasanya kurang nyaman. Maklum si bungsu dan ayahnya lagi di Bandung.

Catatan:

Thanks koreksi Ikram dan kang Yari NK (wahh kalau jadi wartawan olah raga, saya bisa diomelin nih, kok salah menulis). Yang menang 3:1 adalah tim Uber Indonesia melawan Jerman.

Selamat jalan Lena

Hari ini saya melawat ke rumah Lena dan mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir bersama teman-teman. Akhirnya Lena terpaksa menyerah setelah berjuang melawan kanker payudara sejak tahun 2005. Saya masih ingat di penghujung tahun 2005, Lena masuk ke ruanganku dengan wajah pucat pasi, saya merasa tak nyaman dan mulai membatin, ada apa gerangan. Dengan terputus-putus, Lena menceritakan bahwa ada benjolan di payudaranya.

Lanjutkan membaca “Selamat jalan Lena”

Sedihnya tak bisa nonton pertandingan Piala Thomas Cup dan Uber

Sejak tahun 2003 saya sekeluarga berlangganan Kabel Vision yang kemudian berganti menjadi First Media. Dan selama ini saya puas dengan pelayanannya, karena gambarnya cukup bagus, dan anak-anak bisa terlatih mendengarkan film berbahasa Inggris yang tanpa teks. Namun malam ini saya benar-benar kecewa. Mengapa?

Lanjutkan membaca “Sedihnya tak bisa nonton pertandingan Piala Thomas Cup dan Uber”

Putri kecil temanku mulai ngeblog

Dunia maya semakin ramai, dan makin banyak anak-anak yang tertarik untuk menulis di blog. Setelah lama tak ketemu, walaupun dulunya saya satu asrama saat mahasiswa, dan pernah satu kompleks, maka setelah masing-masing pindah rumah, sibuknya pekerjaan membuat kami jarang ketemu. Kemarin kebetulan ada urusan pekerjaan yang perlu dibahas bersama, dan sorenya bersama-sama menengok teman yang sakit di RS Gading Permai Kelapa Gading.

Pulangnya saya mampir ke rumah temanku, putri bungsunya yang dulu masih kecil, sekarang telah berusia 9 (sembilan) tahun…dan telah mulai menulis blog. Pengunjungnya baru sedikit, tapi memang blognya masih baru dibuat akhir April ini. Rupanya dia memang berbakat menulis, tulisannya lucu, maklum kakeknya seorang wartawan, dan mamanya saat masih menjadi mahasiswa sering menulis di majalah. Rupanya bakat menulis ada padanya.

Jika ada waktu, silahkan melihat blog nya disini.

Belajar bersama anak

Pada saat anak-anak kecil, adalah wajar jika anak sangat tergantung pada orangtua, dan orangtua lah tempat bertanya. Dan pada umumnya anak kecil lebih dekat pada ibu dibanding dengan bapak. “Lha iya, kan dia mengeram dikandungan sembilan bulan,”kata suami. Jelas nggak mungkin bisa disaingi. Betulkah anak merasa ibu adalah nomor satu? Ternyata ini juga berubah sesuai usia anak.

Lanjutkan membaca “Belajar bersama anak”

Handling Complaints: menangani nasabah/konsumen yang kecewa.

Bagi orang yang bekerja di suatu perusahaan, maka menjaga kepuasan nasabah adalah nomor satu. Oleh karena itu, mengatasi komplain dari nasabah merupakan hal penting, serta bagaimana agar selalu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Why is a complaint?

An expression of dissatisfaction by or on behalf of an individual/customer regarding any aspect of a service provided by the firm. A complaint may be made verbally or in writing

Why handle complaints?

Pelanggan yang komplain oleh sebagian besar perusahaan masih dianggap sesuatu yang negatif. Perusahaan yang mendorong pelanggan untuk komplain, biasanya sudah mengalami pergeseran sikap terhadap komplain, sehingga komplain tidak dipersepsi sebagai sesuatu yang negatif, tetapi justru lebih banyak sisi positifnya.

Lanjutkan membaca “Handling Complaints: menangani nasabah/konsumen yang kecewa.”