Oleh: edratna | Juni 2, 2008

Waktunya kita melayani dengan hati

Akhir-akhir ini kita dipusingkan oleh situasi yang tak menguntungkan, bahkan kadang membuat banyak orang memikirkan diri sendiri. Namun kalau kita percaya dan yakin, bahwa kalau kita berpikir positif, maka kita akan banyak mendapatkan manfaatnya.

Apakah yang harus kita lakukan, agar kita memperoleh energi positif ini?

a. Dalam keadaan terdesak atau terpaksa, maka umumnya kreatifitas kita akan muncul

Kita bisa melihat berapa banyak perusahaan yang tetap bertahan pada saat krisis ekonomi dan berapa yang gugur. Dari pengalaman di bidang restrukturisasi, ternyata yang paling menentukan apakah suatu usaha berhasil diselamatkan atau tidak adalah unsur manusianya. Apabila manajemen, pemilik dan karyawan perusahaan masih ingin berusaha, bersatu padu menyatukan langkah, berani ambil risiko, maka perusahaan akan mampu bangkit kembali. Dan untuk ini memang diperlukan pengorbanan yang besar, bahkan ada perusahaan yang karyawan dan manajemennya rela dipotong gaji, pemilik tak menerima deviden, agar uang yang ada dapat dipergunakan untuk meningkatkan modal kerjanya.

b. Selalu berusaha mencapai yang terbaik

Jika kita selalu berpkir untuk berusaha mendapatkan yang terbaik, seperti bekerja keras karena ingin memperoleh uang yang cukup untuk mengangsur mobil, untuk mencicil KPR, maka biasanya kita seperti memperoleh energi positif yang membuat kita kuat dan tabah untuk menghadapi segalanya. Hal inipun pernah saya alami, betapa saat anak-anak masih balita, saya bisa hanya tidur 3-4 jam, karena sepulang kantor saya harus mengurus mereka tanpa bantuan si mbak, mendongeng, dan saat anak-anak tidur barulah saya menyelesaikan tugas kantor. Jam 4 pagi sudah bangun, menyiapkan makan pagi untuk anak-anak, karena saya menginginkan mereka mendapat makanan yang sehat, sehingga nanti si mbak tinggal masak untuk masakan siangnya. Kalau saya pikir kembali, saya juga heran kenapa saya kuat menghadapi hal tersebut. Pernahkah saya pusing? Sering sekali, sepulang kantor pengin tiduran, tapi hati ini tak tega kalau tak bermain dengan anak, sehingga selalu berusaha memberikan waktu yang ada bersama mereka.

c. Bersyukur atas hasil yang telah kita peroleh

Kita harus selalu bersyukur atas setiap tahapan yang kita peroleh. Kita bersyukur, walaupun naik angkot, karena kita tak terpaksa menjadi penjual asongan yang kepanasan dengan hasil yang tak pasti. Namun untuk membangkitkan semangat, pandanglah orang-orang yang menikmati mobil bagus, dan ini membuat kita bekerja keras dengan harapan suatu ketika akan hidup lebih baik.

d. Bersifat pemberi

Pada umumnya kita hanya bisa menuntut hak, tapi pernahkan kita berpikir sumbangan apa yang telah kita berikan pada perusahaan.
Oleh karena itu mulailah berpikir, dengan apa ruginya kita melakukan sesuatu, karena dengan berani melakukan sesuatu maka kita akan mendapat pengalaman berharga, walaupun hasilnya tak seberapa. Namun jika kita mulai dengan apa untungnya melakukan sesuatu, maka kita tak berorientasi keluar, dan kita malah akan terkungkung karena menilai segala sesuatu dari diri kita sendiri. Kita harus mulai berpikir dari pihak orang lain yang menilai diri kita, agar kita mempunyai nilai jual yang layak.

e. Berorientasi pada keluarga

Ini bukan segala sesuatu untuk mementingkan keluarga, tapi dibalik, apapun yang kita lakukan ingatlah apa akibatnya untuk keluarga kita. Kalau kita salah langkah maka rasa malu juga akan mengenai seluruh keluarga, demikian juga jika kita berbuat baik, maka keluarga akan ikut merasa senang.

Bagaimana kita dapat melayani dengan hati?

Coba anda bayangkan, anda berada di suatu perusahaan. Anda akan melihat ada orang yang bekerja dengan rajin, tak sekedar hanya pergi pagi pulang sore, namun dia tak sungkan atau tak pelit menyumbangkan ide pada atasan, tanpa memikirkan atasan akan menggunakan ide tadi untuk mendapatkan nilai dari atasannya lagi. Apa akibatnya, pada saat situasi tak menguntungkan dan perusahaan harus memangkas karyawannya agar bertahan hidup, maka karywan yang rajin tadi akan tetap dipakai oleh perusahaannya, karena atasan merasa bahwa karyawan tsb banyak memberikan sumbangan pada perusahaan.

Bagaimana jika anda sebagai bos? Jika sebagai bos, maka anda harus berani bertindak dan jangan takut gagal, karena jika takut gagal sama saja tak akan melakukan apa-apa. Bagaimana kita tahu akan mengalami kegagalan, jika belum pernah mencoba, tentu saja, sebelum melakukan tindakan, semua harus telah diperhitungkan dulu, dan seberapa jauh kita berani mengambil risiko.

Iklan

Responses

  1. Setuju sekali, terutama mengenai bersyukur. Bersyukur itu simbol kebahagiaan sejati.

    (^_^)v

    Jadi teringat perkataan salah seorang motivator. Alangkah baiknya para pimpinan perusahaan tidak terlalu tahu risiko yang dihadapi, sehingga bisa tampil lebih berani.

    (^_^)v

    Farijs van Java,
    Yang betul…. seseorang harus dapat memitigasi risiko, sehingga dapat melakukan keputusan yang berani. Tanpa mitigasi risiko, maka akan terkena risiko hukum, tapi jika risk avoider juga akan merugikan perusahaan dan dirinya sendiri, karena tak dapat melakukan apa-apa dan tak berani menghadapi tantangan.

  2. Wehehehe ……
    Suda lama saya nggak kesini.

    Bagaimana melayani dengan hati??
    Pelayanan adalah salah satu bentuk ibadah kita kepada tuhan, yaitu berbuat baik kepada sesama. Kita juga harus sadar bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Bos Kita (dalam waktu dekat) dan oleh Tuhan.

    Coba bayangkan kalo tuhan tanya pada kita..
    Tuhan : Kamu semasa hidup ngapain aja ??
    Mr. X : Saya orang yang pelit. tidak tepat waktu, suka korupsi.

    Kan malu…

    Sagung,
    Yup betul…dan Tuhan akan melihat dan memberikan rejeki yang tanpa diduga…jadi jangan bekerja hanya karena mengharapkan imbalan. Namun bekerja keraslah, untuk mendapat kepuasan batin…dan imbalan akan datang dengan sendiri nya, bahkan sering tak terduga….

  3. Work hard… work heart…
    ^_^

    Fairuzdarin,
    Yup…agree…

  4. dosen saya bilang “memberi itu harus sempurna untuk orang lain … dan masukan ke titik NOL untuk diri kita sendiri” karena pahala atau hasil urusan ALLAH, pasti baik jika layanan kita maksimal…. ah saya jadi ingat dosen saya πŸ™‚

    Rindu,
    Betul…..saya setuju. Bila setiap langkah kita selalu berada di jalan yang di ridhoi Allah, maka hasilnya akan baik untuk keluarga kita. Kadang memang kita di coba untuk lebih sabar, menghadapi berbagai situasi, keadaan yang nggak nyaman, tapi dengan doa, dan berpikir positif, maka kita akan mendapatkan jalan keluar.
    (Saya membuktikan berkali-kali lho…..intinya harus yakin dan di jalan yang benar)

  5. waktunya menengok hati juga Bu.. πŸ™‚

    Yainal,
    Betul….menghitung berapa berkah yang telah kita peroleh…jika usaha belum berhasil, kita harus berpikir positif, mungkin usaha kita yang belum kuat, belum sebaik orang lain yang berhasil.Tanpa menyalahkan orang lain, kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik, dengan terus berjuang…dan berusaha lebih baik…dan lebih baik lagi.

  6. huhuhuhu baik buuuuuuuuuu diusahakan!!! πŸ˜€

    tapi kayanya udah lumayan dengan hati nih bekerja… makanya kalo si hati ada masalah jadi ga bisa kerja :p

    Natazya,
    Pernah baca…”First thing first“…..kadang memang hati kita gundah gulana, kita mencoba membersihkan hati kita, dan bertanya…apa yang kita inginkan? Kita gundah karena kita masih berpikir, mencari solusi… kadang karena kita hanya berpikir dari sisi kita…udah waktunya dibalik, bagaimana jika kita menjadi atasan yang punya anak buah seperti kita? Apakah kita lebih baik dari si A, si B dsb nya….dengan begini, kita bisa melihat kelebihan orang lain, dan mengetahui kelemahan sendiri, yang masih perlu diperbaiki.

  7. baca blognya bu enny, hati jadi adem deh… hehehe…

    Kris,
    Syukurlah…blog ini tujuannya memang untuk pembelajaran, membuat hati adem dan tenang…..dan mensyukuri apa yang telah diperoleh sampai saat ini.

  8. Memberi sebaiknya tidak tanggung-tanggung, malah harus yg terbaik …

    Oemar Bakrie,
    Tanpa disadari jika kita selalu ingin memberi yang terbaik, maka kita juga bekerja dengan baik, dan pemberi kerja juga akan menyenangi pekerjaan kita. Dan jika ada orang lain membutuhkan, maka biasanya pemberi kerja akan mengingat kita…..dan berani memberi referensinya.
    Yup…saya banyak mengalami hal ini…

  9. Memang betul point2 di atas, hanya saja pada point a biasanya ada dua macam kreativitas yang muncul, pertama: kreativitas yang positif, nah ini baru yang patut dicontoh seperti point dalam artikel ini. Kedua: kreativitas yang negatif, nah ini juga sering timbul pada orang, seperti berbuat kecurangan, menggelapkan (baca: korupsi) uang (dan waktu), berusaha menjegal orang lain dengan cara2 tidak pantas, dan sebagainya. Inilah yang juga banyak terjadi di kalangan masyarakat kita saat ini. Tentu saja kreativitas2 seperti ini harus dijauhkan.

    Point b, Ini saya sangat setuju sekali, memberikan yang terbaik, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun untuk institusi di mana kita mengabdi. Pendek kata, alokasi dan manajemen waktu dan tenaga kita harus betul2 baik agar kita bisa memberikan yang optimal untuk semua fihak.

    Point c, Ini benar juga, karena dengan bersyukur kita dapat bekerja dengan tenang dan tidak bekerja dengan hati atau fikiran yang gelisah. Bekerja dengan hati dan fikiran yang tenang sangat penting untuk memfokuskan perhatian kita pada pekerjaan. Walaupun seperti pada artikel di atas adalah dibenarkan untuk sekali2 melihat ke atas sebagai motivasi agar kita bekerja dengan lebih giat dan lebih baik lagi.

    Point d, memang benar, terutama bagi mereka yang berpendidikan bermental rendah, mereka selalu hanya menuntut kenaikan gaji, upah dan pangkat tanpa mau mengasah kemampuannya. Ini yang sangat disayangkan, karena bagaimanapun juga antara mendapatkan hak dan memberikan sumbangan harus terjadi timbal balik atau dua arah.

    pont e, di hampir semua individu, keluarga memang dapat dijadikan motivasi kenapa kita harus bekerja dengan baik. Karena jikalau kita ingin membina keluarga yang utuh dan baik, tentu semua harus ditopang dengan hasil pekerjaan kita yang baik sehingga dapat menghasilkan pendapatan yang baik, sehingga tentu kita dapat membina keluarga yang utuh dan baik. Namun pada sebagian orang, keluarga juga dapat sebagai motivasi untuk bertindak negatif karena ingin ‘membahagiakan’ keluarga, nah hal2 seperti inilah yang bisa menjurus kepada perbuatan korupsi, yang tentu saja harus kita sama2 hindari.

    Wah, maaf bu, jadi kepanjangan nih, ya udah deh segitu aja dulu….hehehe……

    Kang Yari NK
    ,
    Duhh makasih banget tambahannya….saya sepakat.
    Yang jarang disadari, jika kita selalu memberi yang terbaik, maka itu akan menjadi satu kesatuan dalam etos kerja kita…dan aura ini akan terlihat pada orang luar….dan setiap kali ada orang membutuhkan, ada banyak ucapan…Ohh pake si A aja, kamu bisa tidur kalau kerja sama dengan dia…

    Saya pernah bekerja di perusahaan jasa yang karyawannya puluhan ribu, namun ternyata yang kualitas karyawan yang diperebutkan orang(atasan) juga tak banyak, jadi kesannya kayak itu-itu aja. Yang pandai banyak, tapi yang mau bekerja dengan hati, benar-benar serius, ada atau tak ada pimpinannya, ternyata juga tidak banyak.

  10. Waktunya melayani dengan hati. Langkah tepatnya ini juga diberlakukan untuk banyak tempat2 pelayanan publik di republik ini.

    Salam dari pinggiran

    Coretanpinggir,
    Melayani dengan hati bisa digunakan dimana saja, baik sebagai ayah, ibu terhadap anak-anaknya, di kantor, dengan pembantu……kalau kita bisa menggunakan hati kita, empati kita, maka hubungan antar manusia akan menjadi baik.

  11. salam,,
    bener bgt postingan nya,, saya banyak banget berlajar dari blog ini

    Zoel chaniago,
    Syukurlah jika bermanfaat…blog ini tujuannya memang membuat hati senang, dan berempati pada orang lain, walau peranannya kecil. Dan yang penting membuat diri kita sendiri senang dan merasa berharga.

  12. yuk menggapai qalbun salimm..

    Hanggadamai,
    Yup sepakat…marilah membuat dunia yang lebih nyaman dan indah, dengan bekerja keras, melayani orang lain dengan hati…..membuat diri kita juga tenteram.

  13. Untuk memunculkan energi positif bisa dibangkitkan dengan mengubah cara pandang bu. Ketika ada masalah, maka tindakan yang diambil itu jangan memikirkan “resiko apa yang akan muncul” tetapi harus diubah berpikirnya menjadi “keuntungan apa yag bakal diraih”

    Adipati Kademangan,
    Yup…betul
    Apa ruginya jika saya berbuat ini….dan berakhir… dengan berbuat maka akan ada keuntungan yang diperoleh, keuntungan bukan dari nilai uang tapi kepuasan batin.

  14. Bersyukur, meyakini diri, dan ikhlas adalah jalan yang insya Allah membawa dampak positif dalam diri.

    zulmasri,
    Yup…setuju….

  15. salam kenal bu,

    ada seorang kawan yang bilang “kalo tepat anda bekerja meminta 1 maka berikanlah 3″…..berikan lebih dari yang diharapkan orang lain.

    Aprina,
    Salam kenal…makasih telah berkunjung.
    Pendapat temanmu benar, dan coba lakukan…saya telah melaksanakan dan hasilnya menggembirakan…

  16. Kalau profesional, bukannya harus ngga bawa-bawa hati? Maksudnya, ngga personal gitu lho.

    Iwan Awaluddin,
    Justru hati ini yang kadang memberontak, mengeluh, nggak puas, merasa diri hebat dsb nya.
    Dengan mulai melatih untuk melayani orang lain dengan sepenuh hati, maka ada energi positif antara para pihak, dan justru ini yang akan membuat keberhasilan lebih tinggi.
    Kalau kita melihat, kenapa salon A leih banyak pengunjung dari B? Karena mereka melayani dengan profesional, tapi juga menggunakan pendekatan dari hati ke hati. Juga kenapa dokter X disukai…saya pernah ke dokter, pertama kalinya heran, kok satu pasien bisa satu jam lebih…setelah saya dipanggil saya baru mengerti…dan saya berniat datang ke dokter itu lagi untuk chek kesehatan…..padahal saya datang kan jam 5 pm dan baru dipanggil jam 10 pm.

    Di perusahaan tempat saya bekerja minimal setahun sekali ada forum komunikasi antar para pekerja, atasan, bawahan, klien…dan ada diskusi dari heart to heart…awalnya sampai ada yang bertengkar, namun setelah dilaksanakan dua kali, setiap orang menjadi lebih terbuka, mau menerima kritik….

  17. Ass.

    Seuntai mutiara lagi dari seorang ibu kita, thanks ya bu atas postingannya ini.

    sy copy boleh utk bacaan pribadi

    Alex,
    Silahkan…kalau dihayati, dan dilaksanakan…percayalah, bekerja, kuliah akan merasa lebih nyaman, dan kita melihat pertemanan dari sisi pandang yang lebih baik.

  18. Pokoknya semua yg kita buat itu harus pakai hati, enggak ogah-ogahan. Kita harus menempatkan diri ke posisi lawan.

    Juliach,
    Yup setuju……dan nyatanya hidup menjadi lebih mudah…

  19. Bersyukur.. bersyukur… satu kata yg kadang dilupakan oleh org2, termasuk aq juga… Makasih bu atas pencerahannya.

    Pimbem,
    Mulailah setiap pagi, saat bangun tidur dengan bersyukur, masih diberikan kehidupan sampai hari ini. Saat sholat Dhuhur, berdoa semoga apa yang kita kerjakan tadi adalah menuai kebaikan, dan bersyukur karena kita masih bisa bertobat, dan berdoa agar selalu dilindungi.
    (Pesan mantan CEO saya)

  20. masih banyak orang yang menunggu ngantri untuk bekerja, knapa harus disia-siakan ?

    Aminhers,
    Apa yang kita peoreh harus selalu disyukuri, dan berdoa bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.

  21. […] Waktunya kita melayani dengan hati Akhir-akhir ini kita dipusingkan oleh situasi yang tak menguntungkan, bahkan kadang membuat banyak orang memikirkan […] […]

  22. wah itu susah juga ternyata, apalagi kalau kita terbiasa diladeni ya bu πŸ™‚

    Paman Tyo,
    Ternyata sekedar bersyukur juga susah kok paman, kalau kita nggak menghayati dan melihat banyak orang yang lebih sulit dari kita.
    Seharusnya kita bersyukur masih ada yang mau meladeni kita….tapi sebaiknya juga mulai mandiri, karena ternyata dengan mandiri badan lebih sehat, otak lebih terang karena diajak berpikir terus ….

  23. memang ada kalanya kita harus berani ambil resiko bu..

    Cewek tulen,
    Betul…kalau tak berani, berarti tak berbuat apa-apa….

  24. melayani dengan hati = menabung di BCA (Bank central Akherat)

    Qutilang,
    Ternyata Qutilang pinter utak-atik gatuk……

  25. Nana akhirnya tau kalo Beryukur itu nikmatnya tiada tara bu… rasanya ringan dalam menghadapi apapun meski orang2 melihat dan mengira kita sedang dalam situasi teburuk sekalipun.

    Mudah2an kesadaran macam ini bisa dipertahankan terus, jadi Nana juga bisa melayani dengan hati πŸ˜‰

    Nana,
    Entahlah, sejak saya melakukan hal ini dengan kesadaran, banyak keberuntungan menghampiri saya sekeluarga.

  26. setuju bu.. baiknya semua dilakukan dengan hati πŸ˜€

    Waterbomm,
    Yup…setuju….

  27. jagalah hati….jangan kau nodai….!
    hati = segumpal darah di mana tabiat, niat dan rahasia setiap orang dikumpulkan

    Yoyo,
    Betul…jadi hati harus dijaga…hati yang bersih, yang selalu mensyukuri nikmat, akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Kalaupun belum mendapatkan sesuatu, kita tetap harus kerja keras, kemungkinan Tuhan masih mencoba kita.

  28. eh, itu foto di Bromo naik kuda ya? (*OOT)

    Wier,
    Iya….pernah mencoba? Asyik lho…..kalau nggak ingat bahwa pesawat terbang yang mau ke Jakarta udah menunggu, mungkin masih asyik naik kuda di padang pasir Bromo.
    Berharap suatu ketika bisa mengajak anak-anak naik kuda di Bromo….tapi sulit cari waktunya…

  29. alangkah majunya perusahaan di negeri ini jika para bos selalu menggunakan hati dalam memberikan pelayanan kepada bawahannya, bukan hanya sekadar hitung2an rasional melulu. hal ini juga akan berdampak terhadap pelayanan para karyawan perusahaan terhadap klient atau konsumen.

    Pak Sawali,
    sebetulnya jika menyadari, maka bos akan menganggap penting pelanan melalui hati ini, karena sebagai pimpinan dia juga harus melayani bawahan dan klien. Bawahan yang puas akan bekerja dengan baik, sehingga produktivitas meningkat, dan akan mencapai target yang direncanakan perusahaan.

  30. salam
    Ah pastinya ada hubungan harmonis ya jika semua berprinsip seperti itu, tapi kebanyakan atasan itu arogan kan BU, mungkin merasa wibawanya akan menurun jika beramah-tamah kepada bawahan πŸ™‚ *nyambung ga ya*

    Nenyok,
    Saya justru melihat atasan saya selama ini baik, memang diperlukan pemahaman…kalau karyawan disuruh kerja keras mengeluh, berarti dia tak memahami kesulitan yang akan diperoleh perusahaan. Jadi perlu adanya timbal balik, kerjasama yang baik antara atasan dan bawahan.

  31. Ya ampun… tulisan ini sangat menginspirasi sekali. Aku bersyukur sempat membaca tulisan ini. Bu, Ibu ini siapa sih?

    Daniel Mahendra,
    Syukurlah kalau dipahami…..
    Saya cuma ibu dua anak, udah pensiun….makanya ngeblog terus (produktivitas ngeblog sejalan dengan banyaknya waktu luang, kata anak-anakku).

  32. sulit untuk meningkatkan produksi berkualitas kalau kerja dengan setengah hati. loyalitas tanpa pamrih itu. saya sangat termotivasi dgn bacaan ini…mudah2an banyak orang di berkati dgn artikel. salam kenal aja…. by

    Pilipus Kopeuw,
    Makasih telah mampir…salam kenal juga

  33. Melayani dengan hati, indah untuk dituliskan serta dibaca tapi sulit dilaksanakan.

    Meskipun begitu, kita harus berjuang untuk melakukannya, karena kita juga ingin dilayani terutama oleh alam.

    Ibu memang luar biasa.

    Puspita,
    Sebetulnya kalau niat, dan dibuat sistemnya, di monitor terus menerus…nantinya akan menjadi suatu budaya melayani. Tapi memang mesti di omong-omomng terus, dicontohkan oleh atasan langsung


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: