Menikmati Minggu yang tenang di rumah

Kenapa Minggu tenang? Ya, karena hari Minggu kemarin saya benar-benar merasakan ketenangan, baik secara fisik maupun jiwa. Setelah kena flu dua minggu sebelumnya, dan menulari seluruh anggota keluarga, maka saya berjanji pada diri sendiri untuk menikmati hari Sabtu Minggu dengan suasana santai. Hari Sabtu pagi saya masih mengajar di LPPI, Kemang….dan sorenya ke rumah adik di Pondok Gede, karena malamnya adikku akan menerima lamaran buat putri sulungnya.

Beginilah nasib hidup di Jakarta, walau jarak Cilandak-Pondok Gede nggak sampai 20 menit, apalagi telah ada Tol Simatupang yang langsung tembus ke Cikunir, tetap aja saya jarang ketemu adik karena kesibukan yang berbeda. Paling-paling ketemu kalau ada acara keluarga, seperti saat saya mantu bulan Februari kemarin, atau pas Lebaran. Motonya adalah …”tidak ada kabar berarti baik-baik saja.” Sebetulnya acaranya sehabis sholat Isya, namun berhubung saya sendirian, dan saya kawatir tersesat jalan, maka saya pesan taksi Blue Bird dan berangkat saat hari masih terang. Suami dan kedua anak saya di Bandung, karena si sulung membawa rombongan teman-temannya yang akan baksos di Panti Asuhan di daerah Braga pada hari Sabtu Minggu, dan menginap di rumah kami di Bandung, sehingga suami harus ada di rumah Bandung.

Sore itu sopir taksi menjemput jam 17.15 wib, dan kami menelusuri jalan Tol Simatupang, kemudian keluar di pintu Tol Jatiwarna, terus menyusuri jalan searah Tol ke Cikunir. Seingat saya belokan ke arah pasar Kecapi tulisannya kecil, jadi saat belok kiri kok rasanya bukan, apalagi kok jadi ada jembatan penyeberangan ya (padahal kata adik saya, setelah pintu Tol Jatiwarna memang ada dua jembatan penyeberangan sebelum belok kiri). Terpaksa saya menelepon adik, dan dipandu untuk bisa sampai kerumahnya. Benar-benar keterlaluan, padahal saya ke rumah adik saya sudah lebih sepuluh kali sejak dia pindah ke daerah Pondok Gede tersebut. Acara lamaran berjalan lancar dan malamnya saya pulang diantar adik saya.

Minggu pagi, rumah terasa sepi dan damai, paginya saya sempat tergoda membuka komputer dengan alasan mengecek email…terus sempat membalas komentar. Pas mau blogwalking, ingat janji pada diri sendiri, agar sebaiknya mengurangi membuka internet saat akhir pekan. Jadi, setelah membalas komentar, saya hanya membaca buku, sambil tiduran dan mendengarkan musik. Si mbak melihat saya santai bertanya, apa dia boleh keluar rumah. Pembantu di rumah saya setiap akhir pekan boleh keluar rumah, asalkan majikan tak ada acara. Jadilah saya sendirian di rumah….dan saya mulai membaca “The Doomsday Conspiracy” karangan Sidney Sheldon. Sebetulnya buku itu telah saya baca sekitar thun 90 an…… ternyata menarik juga membaca ulang, yang mengisahkan tentang UFO. Tak terasa saya tertidur, dan tahu-tahu sudah sore.

Malam itu, sekitar jam 20.00 wib si sulung pulang dari Bandung, buru-buru mandi dan pergi ke Bidakara untuk menghadiri kondangan temannya. Dan saya meneruskan membaca buku, sempat mendengarkan nyanyian BCL di televisi, tapi saya lebih tertarik membaca. Jadi saya masuk kamar, menyalakan lampu baca, dan mulai membaca…dan tertidur. Malamnya sayup-sayup mendengar si mbak membukakan pintu pagar untuk si sulung, dan saya tetap meneruskan tidur.

Pagi ini bangun dengan perasaan segar…walau tak berhasil sepenuhnya, minimal saya sudah mulai mengurangi ngenet di hari Sabtu dan Minggu…..banyak kegiatan lain yang harus dilalui agar hidup tetap berwarna.

Semoga hari akhir pekan anda menyenangkan.

18 pemikiran pada “Menikmati Minggu yang tenang di rumah

  1. memang terasa nyaman, damai, dan tenang kalau biasa dililit kesibukan, tapi suasana rumah sepii. pikiran lebih segar dan fresh, tak lagi memikirkan persoalan macem2, Bu Enny. Kalau saya masih sering ketemu keluarga di rumah, sehingga masih terasa enjoy meski waktu akhir pekan sesekali mbuka internet, Bu.

    Sawali Tuhusetya
    ,
    Sebetulnya saya lebih suka ada anak-anak pak, bisa gelundungan ditempat tidur, dan ketawa bersama….
    Internet kalau diikuti bisa 8 jam di depan kompi…apalagi jika lagi tak banyak gangguan.

  2. mungkin bukan karena gak ngenet di akhir pekan yg bikin tenang bu, mungkin mengubah rutinitas yg membosankan yg bikin kita terlihat fresh ๐Ÿ™‚ just my opinion

    Pinkina,
    Yup betul…godaan internet makin kuat….anak saya bisa semalaman di depan kompi.
    Saya mencoba mengurangi nih…biar ada keseimbangan….minimal tiap akhir pekan.

  3. Mas Kopdang

    Minggu dan hari libur biasanya saya meladeni anak saya Bu, si Ciprut..
    Tau bapaknya gak dandan dengan kemeja dan sepatu rapi, pasti bawaannya manggil taksi atau bajaj untuk sekadar jalan-jalan..

    susah juga kalau punya anak 2 tahun uda ngerti hari libur..
    ๐Ÿ˜†

    Mas Kopdang
    ,
    Wahh anak 2 tahun sih sedang lucu-lucunya…..jadi pengin punya anak…atau cucu aja ya…?

  4. Memang terkadang hidup butuh variasi. Tidak bisa selalu tenang dan tidak bisa selalu padat kegiatan yang melelahkan. Kalau saya jalani saja apa adanya, jikalau ada kegiatan, ya saya harus bisa memprioritaskan mana yang lebih penting mana yang tidak…..

    Acara2 keluarga, acara2 kantor, acara2 dengan tetangga dijalani apa adanya, acara2 di dunia maya juga saya jalani apa adanya. Rasa2nya jika kita terus di depan Internet hidup memang jadi kurang berwarna, namun kalau saya harus meninggalkan Internet dan dunia blogging rasa2nya ada juga warna indah yang hilang dari kehidupan saya….. ๐Ÿ˜€

    Kang Yari NK,
    Betul…apapun yang kita lakukan untuk menghabiskan hari libur sebaiknya adalah untuk hal-hal yang menyenangkan….agar besoknya bisa fresh lagi.

  5. Doomsday conspiracy ya bu….
    saya juga sudah baca buku itu. tapi sayangnya plot cerita Sidney Sheldon itu semakin lama semakin gampang ditebak….

    Itikkecil,
    Betul…penulis memang tak semua bukunya menarik…dan kita semakin kenal gayanya. Seperti John Grisham, awalnya saya senang baca The Firm, terus The Pelican Brief…tapi selanjutnya agak jenuh juga….memang harus bervariasi membaca tulisan dari berbagai pengarang. Saya juga suka Sarah Brown…tapi adegannya sering rada fulgar, tapi mungkin untuk dunia Barat itu hal biasa.

  6. Alhamdulillah sama Bu. Minggu kemarin benar-benar bisa istirahat, sampai teringat mestakung–semesta alam mendukung-nya Pak Yonahes Surya, gimana nggak lha sms penting yang mengabarkan berita duka aja gak masuk karena kesahalan operatornya. Walhasil saya baru tahu dari email pagi tadi dan sukses melayat siangnya, yang kalau dirasa-rasa waktu yang paling pas.

    Yoga,
    Kadang kita perlu menutup sms, telepon, agar bisa istirahat walau cuma sehari……
    Keadaan saat ini, yang memudahkan komunikasi kadang membuat orang malah nggak istirahat,

  7. Jadi inget dulu ada dokter yg bilang, flu/pilek itu bakal sembuh paling lama 2 minggu, kalo makan obat, dan jika tanpa makan obat, akan pulih paling lama 14 hari.

    Menurutnya, flu/pilek adalah alarm alami tubuh, yg memberi tahu kita harus istirahat. Makanya dia bingung, banyak iklan obat flu/pilek yang berpromosi obatnya bisa dikonsumsi dengan tetap bekerja seperti biasa.

    Setengah jengkel setengah bercanda dia bilang, kok ngga sekalian aja konsumsi ekstasi atau sabu-sabu, biar betul-betul terasa fit. ๐Ÿ˜€

    Toga,
    Memang betul, flu adalah alarm dari tubuh agar kita bisa istirahat. Kenyataannya kita tak semudah itu, karena kadang tugas dari kantor tak dapat digantikan oleh orang lain, apalagi kalau lagi peak….Tapi istirahat dapat dilakukan begitu pekerjaan selesai, bisa hanya sekedar tiduran di kursi saat istirahat jam kantor dll.

  8. saya masih agak sulit untuk melepaskan diri dari internet pada hari sabtu dan minggu
    ada saja keinginan untuk membuka komputer dan internet
    pengennya si jalan-jalan keluar rumah
    biar refresh

    Sigit,
    Kalau masih di rumah memang sulit…namun banyak juga saya lihat yang jalan-jalan sambil menenteng tas berisi laptop.

  9. Wah bu…harusnya ibu mampir ke rumah saya tuh , udah dekat sekali ๐Ÿ˜‰
    rumah saya di perumahan purigading, setelah belokan kecapi, jembatan atas jalan tol yang ada bundarannya itu ke kanan…
    lain kali mampir ya bu…

    Wulan,
    Wahh udah dekat ya…..kapan-kapan deh bisa mampir.

  10. saya ngenet pas ada waktu luang di kantor
    kalo diluar jam kerja ganti profesi jadi babysitter

    Tomy,
    Masih bisa ngenet di kantor???

  11. selamat istirahat yah Bunda, mau dipijitin kakinya ๐Ÿ™‚

    Rindu,
    Mau dong…pinter mijet kaki ya?
    Memang sebetulnya jika dipijit kaki, badan terasa enak, konon katanya segala macam penyakit bisa sembuh hanya dipijit kakinya (jika yang mijit ahli)

  12. Aji mungpung bun ya…kerena tanggal 21 Juli nanti beberapa temen bakal mengalami kerja di hari libur. Sehubungan dengan aturan pemerintah yang baru SKB, Surat Kesepakatan Bersama, apa Surat Kebingungan Bersama, atau Surat Kalap Bersama. Whatever lah…mudah2an keputusan ini berdampak baik bagi semua lapisan.

    Pakde,
    Kalau ingat masa lalu, saya iri lho…dulu hari Sabtu saya masuk sampai jam 1 siang…terus sejak akhir tahun 80an bergiliran libur tiap Sabtu karena kenyataannya transaksi pada hari Sabtu tak banyak. Kemudian hari Sabtu libur semua, saat itu anak-anak sudah besar…juga ada libur bersama. Padahal dulu rebutan libur pas hari raya, kalau tak kebagian dan si mbak pulang kampung, terpaksa saya memboyong kedua anak saya untuk ikut ke kantor…ya tentu saja konsentrasi terpecah…kalau dipanggil bos, gantian staf saya yang mengawasi anak.

    Entah bagi ortu yang punya anak kecil, masuk saat akhir pekan akan terasa berat, karena saat itu anaknya libur sekolah….

  13. Ikut senang membaca hari libur Mbak Enny yang membahagiakan. Saya membayangkan, pasti suasana rumah Mbak Enny indah, bersih, nyaman, dan adem, sehingga siapa pun bisa beristirahat dengan tenang disana. Ohya, apakah adik yang menerima lamaran putri sulungnya itu Pak Tri?

    Hari Minggu kemarin saya menerima undangan perkawinan. Sudah dilacak bersama suami, kami sama-sama merasa tidak kenal dengan pengantin maupun orangtua dan besannya. Suami enggan pergi, karena istirahat di rumah pada hari Minggu adalah kesempatan langka. Karena ingin menghormati pengundang, saya pergi dengan 2 keponakan. Sampai di gedung tempat resepsi (yang cukup mewah dengan berbagai hidangan nyuss …), saya bertemu dengan beberapa teman dosen. Looh, ternyata pengantinnya adalah bekas mahasiswa saya (saya mah tidak hafal, maklum mahasiswa saya ribuan). Wah, untung saya hadir ….

    Tutinonka,
    Ternyata memang sulit untuk benar-benar hanya berlibur di rumah saja saat akhir pekan, semakin tua semakin banyak undangan sosial yang wajib dihadiri

    Iya mbak, putri sulungnya Tridjoko yang dilamar dan akan menikah pada awal Nopember. Jadi andaikata ibu alm saya masih ada, pasti beliau akan bahagia sekali, ketiga putra putrinya tahun ini menikahkan putranya. Saya bulan Februsri 08, adik yang kedua (dosen UNDIP) pada bulan Agustus 2008 dan yang bungsu (TriDjoko) pada bulan Nopember 2008.

  14. tini

    Alhamdulilah ya bu….. karena kita sehat walaupun hanya beristirahat di rumah rasanya nikmat sekali.

    Saya belum bisa bu menikmati istirahat seperti itu, anak2 selalu mengganggu kalau mamanya nganggur di rumah.

    Tini,
    Pada saat anak-anak kecil, mereka begitu tergantung pada kita, nikmatilah, karena masa itu tak lama. Nanti kita gantian yang kangen sama mereka, tapi pada saat itu anak-anak lebih suka bergaul dengan teman-temannya.

  15. heryazwan

    Wah, benar juga Bu. Akhir pekan jangan dipakai buat ngenet terus. Nanti hidupnya kurang bervariasi. Kalau saya, ngenet cukuplah di kantor. Tiba di rumah, saya berjanji tidak boleh ngenet, kecuali untuk tugas kantor yang kepepet…Mudah2an kebiasaan ini bisa terus berlangsung…Kalau mau curi2 ngenet, cukup dari hp saja, jadi tidak akan lama2 (soalnya aksesnya sedikit lelet)… He he…Terima kasih postingan yang inspiratif ini, Bu.

    Heryazwan,
    Hidup memang harus seimbang…saat belum ada internet, banyak dari kita yang sibuk kerja sampai waktu untuk berkumpul keluarga berkurang. Yang lagi senangnya golf, akhir pekanpun diisi olah raga golf.
    Sekarang lagi musim internet…jangan samapi kita ada dirumah, tapi masing-masing anggota keluarga sibuk masing-masing, ngenet sendiri-sendiri…saya sudah melihat gejala ini di keluarga temanku. Isteri, suami dan masing-masing anak sibuk didepan komputer sendiri-sendiri….bayangkan kalau dulu ketemu teman kan mengobrol, ketawa-ketawa dengan tatap muka.

  16. enaknya weekend sama keluarga dirumah, berhubung saya sudah kembali lagi ke jerman, sehingga weekend bersama istri saya tercinta di tunda dulu, hiks…. sedih juga, tapi namanya juga perjuangan, kami harus melewatinya…

    Resi Bismo,
    Hidup memang perjuangan, tak mungkinkah isteri diajak ke Jerman?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s