Ulat gagak, nyamuk dan cuaca panas.

Bagi anda yang tinggal di Jakarta, cuaca saat ini terasa panas menyengat, hal ini sangat terasa bila kita beraktifitas di luar rumah. Jam 6 pagi masih terasa sejuk, namun begitu jam 9 pagi, cuaca sudah mulai panas menyengat, demikian juga sore hari, jam 4 sore masih terang dan panas. Ya, akhir-akhir ini hawa terasa panas sekali, menyiram bunga pun harus dua kali sehari, pagi dan sore. Nyamuk juga makin banyak, rasanya baru 2 minggu yang lalu ada penyemprotan nyamuk demam berdarah, namun sekarang nyamuk sudah mulai banyak. Bahkan rasanya semprotan anti nyamuk tak terlalu bisa menahan serangan nyamuk. Di satu sisi ulat gagak (yang kecil-kecil bergaris hitam putih), menjadi hilang. Ataukah mungkin ulat tersebut pada saat ini menyembunyikan diri di balik bebatuan atau tidur panjang di dalam tanah? Dilingkungan rumah saya, entah kenapa hama yang suka menyerang tanaman bunga adalah ulat gagak dan tikus.

Karena sibuk, saya sudah agak lama tak mengurus tanaman, hanya sekedar menyiram pagi dan sore. Saat ini matahari benar-benar bersinar terang, langsung menyinari halaman rumahku yang menghadap utara. Ini berbeda dengan rumah tetanggaku yang menghadap ke selatan, sinar matahari tak langsung menerangi halamannya karena terhalang oleh bangunan rumah. Akibatnya tanaman di halaman saya sudah mulai layu saat jam 12 siang, dan daun-daunnya mengecil.

Miana daunnya mengecil dan warna hijaunya berkurang
Miana daunnya mengecil dan warna hijaunya berkurang

Miana yang biasanya tumbuh subur dan daunnya lebat, sekarang mulai mengurus. Demikian juga tanaman anggrekku, walau masih berbunga, namun daunnya menjadi kekuningan. Bahkan tanaman kaktus yang tahan panas, juga mengering, malah ada beberapa yang nyaris mau mati. Halaman rumah saya memang terbuka, tidak diberi pergola (fiberglass), karena saya ingin udara lebih langsung, apalagi halamannya kecil dan merangkap sebagai tempat parkir.

Kaktus yang tahan panaspun mulai kurus
Kaktus yang tahan panaspun mulai kurus

Halaman terbuka tersebut di beri paving block, yang di sela paving tersebut bisa ditanami rumput, sehingga terasa segar.

Halaman yang berupa tanah hanya berukuran kecil, dan hanya ditanami dua tanaman yang bisa tumbuh agak besar, yaitu pohon pace dan satunya tanaman yang berbunga, entah apa namanya. Didekat pohon pace saya menanam miana, krokot yang berbunga putih, merah dan kuning namun tanaman krokot ini telah saya ganti dengan tanaman lain yang lebih kuat terhadap serangan ulat dan tikus.

Lahan sempit dengan berbagai tanaman
Lahan sempit dengan berbagai tanaman

Entah kenapa, tanaman krokot sering banyak yang berguguran ditanah dalam keadaan batang terputus seperti digigit binatang, kemungkinan oleh binatang pengerat seperti tikus dsb nya. Karena halaman terbuka, dan sinar matahari seperti ini, akhirnya kemarin pagi-pagi sekali saya memindahkan tanaman anggrek menjadi di bawah tanaman pace, dengan harapan paling tidak agak terlindung dari sengatan panas matahari. Tanaman yang berbunga biru (sayapun tak tahu namanya, hadiah dari teman), saya letakkan persis didekat tembok depan rumah, sedang tanaman kaktus tetap dalam pot-pot yang diletakkan dalam rak di depan kamar saya, sehingga saat bangun tidur dan membuka jendela, saya bisa melihat tanaman.

Tanaman depan pagar
Tanaman depan pagar

Dipinggir pagar depan rumah ditanami kembang sepatu, yang terus berbunga, ada yang putih, merah muda, peach dan merah. Didepannya lagi diletakkan pot-pot tanaman. Paling pinggir ada tanaman beringin bonsai hadiah dari teman, yang sudah mulai mengeluarkan sulurnya.

Di atas pagarpun diletakkan pot-pot bunga, agar terasa sejuk, namun tak banyak tanaman yang tumbuh subur dan tahan jika diletakkan di atas pagar dan mendapat sinar matahari langsung.

Tanaman di atas pagar
Tanaman di atas pagar

Tetangga saya yang umumnya kaum pensiunan, rata-rata senang berkebun, hal ini dapat dilihat dari lingkungan rumah yang dikiri kanan jalan diletakkan pot-pot bunga.

Sepanjang jalan depan rumah, penghuni memberi tanaman dalam pot di depan pagar masing-masing
Sepanjang jalan depan rumah, penghuni memberi tanaman dalam pot di depan pagar masing-masing

Lingkungan yang hijau ini menenteramkan, jika sore-sore atau malam, setelah lelah, saya sering duduk-duduk di teras rumah menikmati angin sepoi-sepoi yang terbawa angin, dan tanaman yang segar habis di disiram….pikiran jadi enteng.

Penjual bubur ayam tahap kedua (jam 9 pagi)
Penjual bubur ayam tahap kedua (jam 9 pagi)

Pedagang makanan juga senang, mungkin karena lingkungan cukup sejuk. Sejak pagi sampai malam, banyak penjual makanan yang menjajakan jualannya, dari bubur ayam, roti, sate Padang, gado-gado, bakso, getuk lindri bahkan sampai penjual alat rumah tangga dan bahan pakaian. Tukang roti akan lewat jam 5.30 wib, diikuti penjual bubur ayam, pengantar koran. Saat mengambil foto, kira-kira jam 9 pagi (terlihat sudah panas sekali ya), penjual bubur ayam kedua lewat, biasanya yang beli ibu-ibu setelah selesai senam pagi, atau selesai mengurus tanamannya.

Iklan

35 pemikiran pada “Ulat gagak, nyamuk dan cuaca panas.

  1. Wah, Budhe, lihat tanaman-tanaman itu, jadi kangen rumah yang di Jogja dulu. Hampir seluruh halamannya terisi oleh pot-pot tanaman. Sekarang, di rumah yang saya diami sangatlah gersang. Maklum, tanah urugan bekas tambang. Bahkan, rumput pun hidup segan mati tak mau. Kalau mau nanam-nanam, musti beli tanah untuk mengganti tanah yang lama. Rasane dadi sumuk, sumpek, panas 😦 Bagaimanapun juga, memang lebih nyaman hidup di tanah kelahiran, di negeri sendiri. Namun, itulah pengorbanan untuk sebuah masa depan

    Nayantaka,
    Kalau terlalu repot, kenapa nggak sisihkan dana untuk beli pot-pot, dan ditanami tanaman yang banyak daunnya, seperti: kembang sepatu, beringin, bougenville dan tanaman lain yang menyejukkan. Saya dulu juga pindah-pindah rumah, setiap kali harus menanam lagi…tapi kalau ga ada tanaman saya suntuk, setiap kali memang keluar uang untuk tanaman. Akhirnya saya mulai menanam di pot-pot cukup besar, jadi kalau pindah masih punya pot-pot tadi.

    Sekarangpun kalau menganggur, kerjaan saya bongkar pasang tanaman, atau membersihkan kamar mandi (khusus yang ini menantuku sampai melongo)…biasanya setelah rumah bersih, sejuk…..tidurpun nyenyak. Murah meriah kan?

  2. Wahh.. asri betul rumah dan lingkungan sekitarnya, tertata rapi bikin mata dan hati jadi ‘mak nyus’ melihatnya.

    Sepertinya, di Malang (yang terkenal berhawa sejuk) sekarangpun kondisinya nyaris sama dengan Jakarta, jam 9 panas mulai menyengat, nyamuk2 juga menjadi ganas, cuma kalau malam dinginnya minta ampun, belum lagi hujan debu setiap hari (dari gunung semeru) bikin rumah dan mobil jadi cepat dekil.

    Inos,
    Terlihat rapih kalau difoto, yang sebenarnya juga masih banyak kekurangannya. Memang paling nyaman kalau pagi atau sore hari.
    Debunya banyak, terutama rumahku karena angin-anginya banyak, karena memang didesain jika siang tanpa lampu, dan rumah tanpa AC. Apaboleh buat, memang harus rajin membersihkan.

  3. tapi pas saya datang kesana, siang hari juga tetap panas hehe.

    jadi makin banyak waktu ngerawat tanaman Bu ya?? 🙂

    Trian,
    Sssst,,,jangan buka rahasia….tapi difoto kelihatan bersih ya?
    Siang hari sih memang panas, apalagi sekarang, tapi di dalam rumah relatif dingin karena atapnya pake glass wool , jadi sinar matahari yang kena genteng dipancarkan lagi keluar. Ditambah angin-anginnya banyak banget, tapi debunya juga banyak apalagi kalau angin, ya nggak apa-apa ntar dibersihkan lagi, yang penting tanpa AC cukup sejuk, dan kalau siang didalam rumah terang tanpa lampu dinyalakan.

    Hehehe…hiburanku memang mengobrak abrik tanaman, begitu juga kalau ke Bandung…dan stresnya hilang kalau membereskan tanaman, membersihkan tanaman penganggu. Cuma sekarang tanaman kurang subur karena cuaca panas banget.

  4. tini

    senang ya bu tanamannya terawat dengan baik sehingga enak dipandang.

    dulu waktu mbaknya anak-anak ada 2 yang satu hobinya merawat bunga bu, tanaman tumbuh subur dan indah, tetapi setelah dia resign sekarang tinggal 2 pot saja bu.

    menyedihkan ya bu…. potnya tinggal isi tanah dan medianya saja, ada rencana mau beresin tapi waktunya belum sempat.

    Tini,
    Merawat (memupuk, menyemprot obat hama/penyakit), membongkar dan menyiram tanaman bisa membuat hati nyaman dan tidak stres. Tapi sebetulnya saya suka tanaman berbunga, sayangnya ternyata tak semua tanaman berbunga cocok ditanam di halaman kecilku.

    Kalau masih sibuk, pilih tanaman yang bandel, jadi cukup disiram aja….saat saya masih sibuk dan tinggal di rumah dinas yang halamannya besar, dua bulan sekali ada tukang tanaman yang mau diminta bantuan membereskan tanaman…selanjutnya si mbak tinggal menyiram saja.

  5. Sir Arthur Moerz

    wah rumahnya luas..
    keren…

    Sir Arthur Moerz,
    Wahh itu tertipu oleh foto….hehhe…luasnya ga sampai 200 m2

  6. keliatan adem ya bu… tapi saya suka sekali dengan pedagang keliling, jadi gak repot kalau sedang lapar 😀

    Itik kecil,
    Hehehe…iya…dan kalau pagi ada tukang jualan getuk lindri yang suka membunyikan musik, dan musiknya bagus-bagus.
    Sampai malampun masih ada yang jualan….tukang sayurpun masih lewat, jika males ke pasar.

  7. bubur ayam kok ada penggorengan nya???? buat nggoreng apa ya??

    Ulan,
    Jangan-jangan saya salah ya…tapi pas saya minta di foto, si abang bilang jualannya bubur ayam, maklum langganan bubur ayamnya yang masih sebelum jam 7 pagi…..

  8. Hmm, rumahnya hijau…saya baru beli rumah jadi pengen dihijaukan saja…tapi susahnya gak ada pedagang keliling 😀

    Akokow,
    Memang nyaman kok kalau ada tanaman hijaunya…biasanya kalau beli rumah sudah ada tamannya, walau kita suka nambahi agar lebih indah.
    Tanamanku asal-asalan, setelah uji coba sekian kali, ini tanaman yang termasuk mudah merawatnya.
    Sebetulnya jajan juga berbahaya lho, kalau ga ketahuan suka diberi vetsin. Malah kebetulan tak ada pedagang keliling, anak-anak jadi tak terbiasa jajan.

  9. Mata saya jadi adem dan segar lihat foto-foto tanaman Ibu 🙂

    Yoga,
    Padahal kenyataannya tak seindah fotonya lho…lihat komentar Trian di atas yang pernah main kerumahku.

  10. adipati kademangan

    wah benar – benar RT dan RW ya, Rukun Tetangga dan Rukun Warganya. Pada kompak berkebun semua

    Adipati kademangan,
    Tahun kemarin RW tempat tinggalku dapat hadiah no.2 untuk kebersihan dan penghijauan lingkungan se kecamatan. Terus taman di tiap rumah juga dilombakan, juga kebersihannya. Yang dilihat dari segala segi, tapi kalau ada asbak nilainya turun…

  11. heryazwan

    Wah, lingkungannya asyik sekali ya Bu. Asri dan teduh…Kalau boleh tau di perumahan apa Bu? Btw, saya sering di kantor terus sepanjang hari, jadi kurang merasakan panasnya Jakarta saat ini. Paling2 istirahat makan siang di kantin dan sholat jamaah di musholla selama satu jam. Kayaknya kok biasa aja ya…Memang sih kalau di rumah nyamuknya sudah mulai muncul, lebih banyak dari sebelumnya….
    Kemarau tampaknya akan menguras sumber air….Sebelum akhirnya, nanti pada bulan Januari 2009, kalau tidak diantisipasi oleh Pemda DKI, Jakarta tetap dilanda banjir.
    Halo, Pemda DKI, siap2 di saat kemarau..

    Heryazwan,
    Bukan suatu kompleks tertentu, penghuninya berbagai profesi, sebagian besar malah pensiunan. Letaknya di Cilandak, dibelakang Chitos, atau kalau dari jalan Fatmawati, setelah Wisma Subud belok kiri.
    Kalau masih aktif kerja memang nyaris tak kena panas, karena pergi pagi-pagi dan pulang malam, saya dulupun begitu.

  12. Nyamuk, Ulat dan Cuaca Panas? mmmmh bunda…kalao saya melihat foto koleksi tanaman bunda sepertinya bunga lavender mana bun? ini kan bagus buat ngusir nyamoex. Kalau ulat…biarin lah asal jangan dimainin, toh ulat gagak kan kecil, toh saat bermetamorfosa jadi kupu2 kan cantik, Nah kalo cuaca panas…Padati aja poon di rumah bubun, ngebantu juga kan buat berteduh dari terik.

    Pakde,
    Memang tanamannya belum besar, karena saya juga baru pindah, baru setahun.
    Tiap hari memang banyak kupu-kupu datang, malah burung gereja sering masuk kerumah…..

  13. tanamannya asri banget ya Bu … jadi pengen … BTW, reportase lengkap sampai ada jadwal bubur ayam tahap ke-2 segala … hehehe

    Oemar Bakrie,
    Bapak tertipu oleh foto…..tapi memang saya suka apalagi jika anggreknya berbunga, bersamaan dengan bunga sepatu yang warna merah.
    Reportasenya menandakan saya pengangguran, maklum udah pensiun pak, dan lagi tak sibuk mengajar.

  14. Saya boleh mampir ke rumah Bunda gak? ingin merasakan ademnya …

    Rindu,
    Boleh…kalau siang panas…adem kalau sore atau pagi hari. Kapan? Minggu ini saya di rumah….

  15. Waaahhh… nyaman sekali Ibu, suasana rumah dan lingkungannya. Ayem, tentrem. Kalau sore pasti sedap berangin-angin di terasnya…

    Daniel Mahendra,
    Kalau sore memang nyaman…adem dan segar….

  16. Ijo royo royo bu…
    btw, itu bukannya tukang jual ketoprak bu?

    Wulan,
    Tak sesegar kalau musim hujan…..daunnya juga mengecil.
    Wahh saya juga jadi bingung, pas saya tanya si abang bilang bubur ayam…tapi kok ada wajannya…

  17. wah bisa ikut program green clean di surabaya dong, seandainya di surabaya, asri banget tempatnya 🙂

    Arul,
    Di jakarta juga sudah ada, tapi masih kalah dengan kampung Banjarsari yang selalu menang (lebih hijau dan udah punya pengolahan sampah bantuan UNESCO). Kampung Banjarsari terletak berhadapan dengan kampung Cillandak, satu kecamatan.

  18. hidup di lingkungan perumahan yang asri dan sejuk seperti di lingkungan bu eny benar2 nyaman dan betah tinggal di rumah. repotnya memang kalau kemarau datang, mesti harus menyisihkan waktu utk merawat bunga. saya juga tinggal di kompleks perumahan, bu, tapi rata2 penghuninya masih banyak yang muda, sehingga belum banyak yang melengkapi rumahnya dengan tanaman2 hias.

    Sawali Tuhusetya
    ,
    Memang harus ada yang memulai pak, biasanya kalau ada satu rumah yang hijau, yang lain ikutan. Kalau sibuk, keluarga muda dan anak-anak masih kecil, bisa dipilih tanaman yang perawatannya mudah…yang kalau lupa menyiram pun tak masalah.

  19. Wah, bagus-bagus bunganya tuh Bu Edratna. Tapi saya nggak begitu mengerti masalah bunga. Beda dengan istri saya yang begitu hobi mengoleksi bunga.

    Rafki RS,
    Kenyataan tak seindah dibanding fotonya, apalagi tanaman mengurus karena panas yang menyengat.
    Kalau ibu senang tanaman, berarti rumahnya asri dong….

  20. semoga hujannya cepat turun ya bun , tapi berdoa juga jangan sampe banjir

    Realylife,
    Dua hari yang lalu mendung tebal, saya sudah senang karena membayangkan akan hujan, ternyata terbawa angin dan kembali panas….

  21. wah.. asri sekali tamannya, Bu..
    Sinar matahari di Jakarta akhir-akhir ini memang panas sekali. Berasa menyengat di kulit. Makanya harus selalu sedia payung di tas buat berlindung setiap saat diperlukan.

    Emyou,
    Ya paling tidak masih ada sisa-sisa agronominya….
    Iya, payung diperlukan, karena panas matahari bisa membuat pusing….

  22. iya, bener, bu..saya juga seneng banget liat lingkungan hijau spt di tempat ibu…tapi suami ngga suka tanaman di pot sukanya yg spt hutan..hehe..jadi di halaman rumah sy yg cuma seuprit ditanam pohon palem dan srigading…lumayan teduh deh, bu..

    sy juga punya bbrp pot aglonema dan euphorbia, tapi udah lama terbengkalai krn sibuk 😦

    baca tulisan ibu jadi termotivasi berkebun lagi deh. tks ya, bu..:)

    Lita,
    Saya terpaksa menanam di pot karena halaman sempit. Di rumah dinas sebelumnya, karena tanahnya sekitar 600 m2, bisa menanam bermacam tanaman yang lebih hijau dan lebih rindang. Apa daya kekuatannya cuma beli kavling kecil….

  23. Selain menjadi hijau dan rindang, tanaman kalau siang hari juga menghasilkan oksigen di siang hari, sehingga “sirkulasi udara” di dalam rumah bisa ikut menjadi lancar karena siang hari tumbuhan berfotosintesis. Tapi kalau malam hari tumbuhan tidak bisa berfotosintesis dan menghasilkan oksigen karena tidak ada sinar matahari… **halaah kok jadi pelajaran Biologi sih??** hehehe…..

    Yari NK,
    Betul…kalau malam tanaman harus dikeluarkan dari rumah, agar kita tak mengisap CO2.
    Banyaknya tanaman juga menyejukkan, selain menghasilkan oksigen, sirkulasi udara juga bagus karena tiupan angin membuat udara lebih sejuk…..tapi sayangnya karena tanah terbatas tanaman besarnya cuma satu, itupun belum besar, maklum saya baru setahun pindah…..

  24. Adem bener ngeliatnya. Mudah2an nanti kl udah punya rumah sendiri bisa nanem2 kyk yg di foto.

    Pimbem,
    Selain menjadi nyaman, stres juga hilang……apalagi jika berangin-angin di luar saat sore atau malam hari sepulang kerja…

  25. wah berkat foto foto itu sekarang semakin mudah sy mengvisualkan bagaimana ibu menulis posting 🙂

    tapi sy bakal tetep pake versi awal kalau ibu menulis di taman indoor yg luas dengan ruangan yg adem hahaha krn tulisan ibu menyiratkan begitu

    Uwiuw,
    Lha rumahnya aja kecil (dibawah 200 m2)…ruang kerjanya juga kecil, apalagi tumpukan bukunya anakku yang jarang dibenahi itu…..

  26. wah asiknya dari tanaman hingga ke bubur ayam. rasanya nyaman sarapan di sana ya bu…:D

    pantesan postingan blognya mengalir deras, berkat ide yang didukung oleh suasana yang segar 😀

    Saut,
    Ketahuan saya lagi ga punya bahan postingan, jadi ya cuma cerita remeh temeh, dan sehari-hari….ya itulah kegiatanku sehari-hari, jika tidak mengajar, maklum sudah pensiun jadi tak sesibuk dulu. Anehnya malah aktivitas sosialnya yang meningkat, malah diminta ikut jadi nara sumber segala…padahal saya cuma sok tahu aja…hehehe

  27. Asyik, postingan Mbak Enny sekarang banyak banget fotonya. Biasanya jarang pakai foto (kamera baru ya … hehe).

    Tutinonka,
    Kamera udah lama, cuma suka malas saja…dan dibiarkan tetap dalam foto. Lagipula lagi bingung mau nulis apaan ya…akhirnya bongkar “my pictures“….dapat deh tulisan ini….hehehe

  28. tante, saya jadi ingat rumah! hari kamis saya meninggal kan tanah air, sekarang sudah di jerman lagi. Tapi ingatan tentang rumah gak bisa lupa, maklum disana tempat kami dibesarkan.
    Pagi2 si iwan penjual bubur sudah siap di pangkalannya, kalo aku lapar tinggal ke iwan aja, 3000 perak pake ayam. Ato mpok juul yang menjual nasi ulam, mpok uyeh malah jualan nasi uduk, semua tetangga yang haya beda beberapa rumah saja, pokoknya gak kurang makan deh….
    mau jambu depan rumah ada tinggal metik, mau nangka sebelah rumah tumbuh pohon nangka buahnya sedang banyak2nya, sayang belum bisa mencicipi.
    Sekarang dah di jerman lagi… istri ditinggal dulu, berharap satu saat bisa nyusul.

    Resi Bismo,
    Memang kadang kita kangen hal-hal yang sederhana. Saya terbayang deh kangennya, apalagi Ario masih sendirian, tentu beda jika isteri telah menyusul. Lha saya yang seminar di London aja, gayanya dari London mau mencoba naik “Eurostar” ke Paris, jalan-jalan dulu di Paris baru pulang ke Indonesia. Nggak tahunya begitu seminggu, saya bilang sama teman…”Kalau lama bosen ya, hidup kok bangun pagi-pagi, lari ngejar “tube” (kereta bawah tanah), terus sore begitu lagi…masuk rumah”…..Padahal di London saya menginap di daerah Central London, dekat Trafalgar Square yang rame 24 jam…..tapi tetap ingat anak-anak…

  29. iya memang lingkungan yg asri 🙂 itu abang mie ayam mau2nya dipoto :p
    Bu…..ini tak kasih “kado” sebagai tanda persahabatan 😀
    cek di tempat saya yaa…makasii

    Poppy,
    Nulisnya kapan-kapan ya….biasa lagi “peak

  30. Ngiler deh dengan koleksi tanamannya banyak sekali, sampai dinding bagian atas pagar pun jadi lahan tanaman. Salut bu.
    Saya bersama istri hanya bisa bercocok tanam dipot, karena tidak ada secuilpun tanah tersia, semua sudah diplester….duh!

    Gajahkurus,
    Tanaman di pot itu ada yang telah berumur lebih dari 10 tahun mengikuti pindah rumah kemana-mana….Nggak apa-apa kok di pot, bisa hijau juga…rumah saya tanahnya cuma ukuran 1x 3 meter persegi…lainnya paving blog.

  31. Saya berusaha menanami halaman skul saya dengan bunga-bunga …. tapi …..oalah .. lha kok yo susah temen. kalo pas libur dan saya mudik … ndak ada yang nyiram lha semua ikut libur …. ditanam di tanah … apalagi …

    f heri,
    Kenapa nggak dibagi pada kelompok murid pak? Biar mereka yang bertanggung jawab. Saya dulu saat sekolah seperti itu….dan pasti ada pembagian tugas menyiram setiap hari, walau libur sekolah, maklum kalau cinta sama tanaman akan berusaha menyirami terus. Apalagi jika mereka dibagi kelompok, akan ada rasa persaingan, agar tanaman di kelompoknya paling subur dan indah.

  32. Saya masih menahan diri untuk tidak mempunyai halaman depan sesuai keinginan sekarang ini. Masih seadanya. Karena tanaman tidak cukup hanya disiram saja. Harus dirawat sepenuh hati. Saya belum punya cukup waktu untuk itu. Apalagi anak-anak masih senang ‘mengganggu’ tanaman-tanaman saya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s