Oleh: edratna | Agustus 4, 2008

Apa sumbangan tulisan di blog bagi pembaca?

Pada awal menulis di blog, terus terang saya tak punya suatu tujuan selain hanya sekedar sharing pengalaman. Suatu ketika saya ketemu mantan CEO saya disuatu pertemuan, saat mengetahui jika saya masih aktif mengajar dan bahkan kadang keliling Indonesia, beliau menyarankan, bagaimana agar isi blog saya juga merupakan bahan pembelajaran atau refreshing bagi para murid saya, dan bisa sebagai arena tukar ilmu pengetahuan. Suamipun mendorong agar saya lebih banyak menulis pengalaman yang selama ini telah saya lakukan di kehidupan nyata, terutama dalam bidang keuangan, manajemen dan perbankan.

Kenyataannya tak mudah menulis hal serius yang dikemas dalam bahasa sederhana, dan mudah dipahami. Seringkali muncul pertanyaan pada komentar yang diluar materi tulisan yang saya tulis. Memang ada beberapa tulisan saya, yang digunakan sebagai rujukan, namun sangat sedikit sekali, inipun saya ketahui dari mbak Ry, yang saya kenal melalui milis Uqisa, gara-gara mahasiswa S2 yang dibimbingnya ngotot ingin meminjam buku dan mengatakan bahwa mbak Ry telah menulis buku (terkait dengan thesis yang akan ditulis mahasiswa tersebut), karena nama beliau saya tulis sebagai nara sumber pada tulisan saya di blog. Di satu sisi saya jadi berhubungan lagi dengan mbak Ry, yang setelah lulus PhD, yang diperolehnya dari University of Queensland, mengajar di Universitas Atmajaya. Kenyataannya, sampai saat ini saya belum sempat bertatap muka dengan mbak Ry, hanya sekedar berkirim email dan sms sampai saat ini.

Sebetulnya sejak awal, saya “kagok” untuk menulis tentang “award” yang sebetulnya untuk mengapresiasi tulisan Naz dan Poppy (ini kebetulan sepupu suami saya), yang mencantumkan nama saya dalam blog mereka, sehingga saya wajib menulis kembali siapa diantara para pemilik blog yang termasuk dalam blog yang sering saya kunjungi. Disini yang dimaksudkan award, bukan berarti karena tulisannya bagus atau apa, tapi merupakan kriteria dari penulis blog, yang menyenangi isi tulisan di blog tertentu, entah karena lucunya, atau karena tulisannya memberikan pencerahan, atau karena apapun. Dari tanggapan tulisan saya tentang “award“, saya malah menjadi tak enak, karena sebetulnya saya belum menuliskan semuanya…..maklum ternyata untuk membuat link perlu waktu, jadi sebetulnya berhenti karena sudah kecapekan membuat link nya. Dan ternyata yang paling menggelitik adalah komentarnya bapak Safri Mangkuprawira, yang merupakan kakak kelas saya di IPB. Beliau antara lain mengatakan bahwa :

award atau bisa juga sebagai apresiasi terhadap blog tertentu sebenarnya merupakan pengakuan atas mutu dan manfaat suatu blog……beberapa indikasi atau bentuk award dalam blog tertentu antara lain adalah kalau isi blog kerap dijadikan rujukan pihak lain (blogger,mahasiswa,lembaga swasta,perusahaan,perguruan tinggi,BUMN,pemerintah) untuk membuat editorial suatu majalah, rujukan pembuatan karya ilmiah,rujukan pendekatan masalah,pembuatan makalah, perumusan kebijakan,dan untuk bahan kuliah…….apalagi kalau kumpulan isi blog dicetak dan dijadikan buku pintar para manajer,karyawan, peneliti, dan mahasiswa dan bahkan sebagai salah satu rujukan buat dosen…..saya memperkirakan sang blogger yang mendapat apresiasi tersebut akan semakin happy dan termotivasi untuk terus menulis……dan bahannya disesuaikan dengan kebutuhan pasar…..

Waduhh …..terus terang saya malu pak, karena sebetulnya blog saya bukan merupakan blog yang dapat digunakan sebagai rujukan, maklum isinya sebagian besar adalah pengalaman saya selama berkecimpung di bidang manajemen dan keuangan, inipun masih sangat sedikit dibandingkan dengan tag yang lain-lain….maklum kadang minat saya berubah-ubah terus dalam menulis, kadang serius, dan malah banyak yang hanya remeh temeh. Saya akui, menulis yang serius lebih sulit, mungkin saya lebih bisa memberikan seminar ataupun contoh nyata di depan kelas daripada menulis. Tentang ini, banyak sekali kritik yang saya peroleh, dari bos, suami dan teman-teman lain, yang menyatakan saya lebih mudah menjelaskan dibanding dengan menulis. Justru inilah tantangan saya, untuk tetap eksis menulis di blog, dengan risiko tulisannya menjadi remeh temeh.

Terimakasih pak Syafri, karena catatan bapak akan memaksa saya harus menyediakan waktu untuk mencoba mengolah pengetahuan dan pengalaman saya selama ini, agar dapat digunakan sebagai acuan, syukur jika suatu ketika saya berani menulis buku…..(hehehe, yang ini kayaknya sih mimpi).

Iklan

Responses

  1. seperti apa kata Pak BR, bu. menulislah sesuai keinginan kita, jangan sesuai keinginan “pasar”. hwehe….

    (^_^)v

    kan bisa jadi membuat blog itu untuk belajar menulis, bu. hoho.

    semangat ngeblog!

    Farijs van Java
    ,
    Saya baru pada taraf “sekedar menulis”….mestinya harus lebih berguna bagi pembaca…Mudah2an memang makin bagus sih….

  2. tulisan ibu buat saya sangat banyak menyumbangkan pengetahuan. pengalaman kata orang adalah guru yang berharga, terima kasih Ibu sudi untuk berbagi 😀

    Tomy,
    Tulisannya baru tulisan ibu-ibu, yang diperuntukkan bagi anak-anaknya…..

  3. CIYEEE.. CIYEE.. CIYEEE…

    yang dah ngetop neh.. suit suit suiiit…

    hehehe….

    selamat ya bu, dah jadi referensi tugas akhir.

    keep nulis2 lah…

    Tukang ketik,
    Bukan tulisan saya, tapi tulisan yang saya ambil dari obrolan di milis, dan nara sumbernya mbak Ry, diteruskan dengan diskusi melalui email. Saya pikir sayang kalau tak di publikasikan siapa tahu berguna. Masalah apakah layak secara akademis, memang perlu penelitian lebih lanjut.

  4. tante sudah punya blog yang sangat membantu kami mengarungi hidup ini, dengan pengalaman2 seorang ibu yang ditorehkan dalam media online. sekarang waktunya untuk membuat sebuah buku, muda2an akan bermanfaat bagi kita semua.

    Resi Bismo,
    Sebetulnya apa yang saya tulis di blog ini memang berdasarkan pengalaman, atau pengalaman saya menerapkan dari hasil membaca tulisan di buku. Dan memang awalnya ditujukan untuk orang-orang yang seusia Ario dan anak-anakku (maunya sih mengajarkan pada anak secara tak langsung). Tapi kemudian juga membahas manajemen walau sedikit…padahal yang ini harusnya lebih banyak, agar makin bermanfaat.

  5. Saya juga berusaha agar tulisan diblog saya tidak terlalu bersifat pribadi dan narsis. Saya ingin tulisan saya bermanfaat bagi orang lain yang membacanya.

    Pengalaman langsung dari seorang praktisi itu malahan menurut saya lebih berharga daripada kita membaca buku-buku tentang segudang teori yang manfaatnya jarang digunakan. So, semoga Bu Edratna semakin rajin menuliskan pengalamannya.

    Rafki RS,
    Sebetulnya saya tak keberatan menuliskan pengalaman saya, cuma ternyata menulis lebih sulit daripada menceritakan secara langsung. Mudah2an saya makin bisa mengasah pikiran agar tulisannya bermanfaat.

  6. mbak edratna…..tulisan mbak dalam bentuk pengalaman atau kenyataan yang ada di sekitar hidup kita sangatlah bermakna dan itu bisa dikembangkan ketika kita juga membahasnya dalam domain keilmuan……jadi tidak dalam konteks praktek saja….siapa tahu dari pendekatan induktif yang mbak ungkapkan lalu mencullah minat dari siapapun untuk mengembangkannya sebagai pendekatan deduktif….siapa tahu lahirlah pendapat-pendapat atau bahkan teori baru…….saya mendorong mbak membukukan tulisan dalam blog ini…..yang bisa diklasifikasikan ke dalam beberapa sub-topik menarik…….saya percaya pasarnya ada……

    Sjafri Mangkuprawira,
    Itulah pak, saya menulis di blog memang untuk belajar menulis bagi umum, yang segmennya sangat heterogen. Jika mengajar atau memberi ceramah pada partisipan yang terbatas, lebih mudah karena bahan disesuaikan dengan latar belakang pengalaman dan pendidikan peserta. Namun saya sendiri merasa, mungkin memang saya harus berusaha lebih keras, untuk memahami seperti apa sebaiknya tulisan-tulisan yang dapat berguna. Terutama saya lihat, pembaca blog ini sebagian besar adalah kaum muda, atau ibu-ibu rumah tangga muda, yang seperti saya dulu, belajarnya dari majalah seperti ayah bunda dsb nya dalam membesarkan anak-anak saat kecil.

  7. Melakukan sesuatu yang didasari dengan keseriusan akan menghasilkan / sebagian besar akan mencapai tujuan.
    Pernah suatu saat (alm) Basuki -pelawak. red- berkata “Butuh keseriusan yang sangat tinggi untuk bisa membuat orang tertawa”
    Siapa yang ndak kenal sama (alm) Basuki ? saya yang hanya dengan kemunculannya di pangung sudah sudah tertawa terpingkal-pingkal, belum lagi akting dan kata-katanya. Justru di saat seperti itulah, beliau sebagai penghibur sedang memeras otaknya bagaimana membuat orang tertawa. Beliau melakukan dengan serius untuk membuat gaya, kata, laku, mimik, dll yang sangat simple dan mudah dicerna sehingga penonton tertawa.
    Menurut saya, blog ini juga dikerjakan dengan serius. Bagaimana pembaca diarahkan dengan tulisan, ya … hanya dengan tulisan bisa langsung dimengerti tanpa ada hal yang ambigu dan mudah untuk diterapkan. Saya rasa sebelum sebuah postingan diluncurkan disini pasti sudah lmelalui editing sebanyak 5 kali (minimal)

    Adipati Kademangan,
    Sebetulnya saya penasaran dengan siapa dibalik nama Adipati Kademangan ini, komentarnya di blog ini dan blog lain, selalu membuat saya terusik ingin tahu. Belum berminat buat blog sendiri? Pasti bagus sekali….

    Betul, tulisan di blog ini melalui editing minimal tiga kali, kadang saya ragu untuk menampilkan…. terutama untuk hal yang remeh temeh, namun waktu membuktikan ternyata hal-hal sepele banyak gunanya. Saya jadi ingat semasa anak-anak kecil, tanpa didampingi ibu ataupun ibu mertua (karena sudah almarhum), maka saya banyak belajar dari majalah, bagaimana membesarkan anak-anak. Kalau Sabtu saya suka datang ke ceramah, agar saya tak salah mendidik anak. Sejak ada tanggapan positif dari pembaca, saya jadi berani menampilkan hal, yang awalnya saya anggap tak berguna.

    Memang menjadi sulit untuk cerita serius, karena dari beberapa test case, kadang pertanyaannya jadi jauh, atau malah bertanya di luar isi tulisan. Andaikata waktuku banyak, tentu dengan senang hati saya akan melayani menjawab…sayangnya saya masih punya beberapa kesibukan, yang terkadang cukup menyita waktu..

  8. pengalaman adalah guru yang terbaik, bu. dengan berbagi pengalaman, berarti ibu telah menebarkan guru-guru yang terbaik. insyâallâh berguna bagi kita semua, lah.

    (^_^)v

    Farijs van Java,
    Ya, mudah2an memang ada manfaatnya…..

  9. Busyeet! Saya kok betah baca tulisan panjang bu ED, ya? Hohoho….

    Jackstar Harry,
    Benarkah? Wahh saya jadi merasa terhormat…..mudah2an suatu ketika kita sempat ketemu ya

  10. Kenyataannya tak mudah menulis hal serius yang dikemas dalam bahasa sederhana, dan mudah dipahami.

    tuh kan ngaku sendiri sulit, tapi tetep harus bisa biar isi kepala ini ada pewarisnya. jadi mikir bakal berguru nulis ama siapa ya buat ngekstraksi isi kepala yang mulai penuh dan palagi yang dari teman2x yg bentar / sudah pensiun gitu… sayang ilmunya kalo ndongkrok

    Arie,
    Iya, memang harus dipaksakan…..
    Duhh saya jadi lupa jawab emailmu….sms aja kalau udah di Indonesia….nanti kita bisa langsung ketemu, soalnya acaraku suka ga jelas juga.

  11. blog sy kira semacam media berbagi, sejenis budya kampung yang suka berbagi kue dan makanan disaat lebaran tiba. juga semacam media persilaturahmian yg mengkanalisasi budaya ego dan cuek masyrakat uraban.

    Jadi tulisan diblog adalah antitesis baru dari budaya ketidakpedulian,lawan dr budaya anti share dan musuh baru budaya egosentrisme….

    Gus,
    Betul juga….dan betapa senengnya kalau tiba-tiba kita ketemu di blog dengan teman lama ,,,,Kesibukan masing-masing membuat ajang silaturahmi jadi terbatas, apalagi kemacetan di jakarta.

  12. bermakna kok bu..walau tanpa harus mencantumkam award..blog ibu masuk dalam reader saya. Yang berarti bahwa bisa belajar sesuatu di sini.

    Iman Brotoseno,
    Makasih mas Iman, membuat saya makin semangat menulis nih…..

  13. Saya menikmati tulisan mbak Enny dan saya bisa menimba banyak ilmu. Saya pribadi menyukai tulisan berdasarkan pengalaman daripada sekedar teori karena lebih afdol sudah teruji kebenarannya. Demikian pendapat saya dan saya tunggu tulisan selanjutnya mbak Enny. Terima kasih.

    Yulism
    ,
    Bukan karena tetangga kampung ya….syukurlah jika bermanfaat bagi kaum muda…

  14. kalo saya sih sebisa mungkin menulis ketika hati dalam keadaan tenang dan senang. kalo dipaksakan tema dan waktunya malah bubrah. kalo ada tema mungkin perlu persiapan agak lama :mrgreen:

    Sitijenang,
    Setiap orang memang berbeda…..kalau lagi di bawah stres saya biasanya makin giat….hehehe, aneh ya.
    Jadi saya bilang sama si bungsu, jangan sampai patah hati, kalau patah hati larikan pada kegiatan yang berprestasi….jadi nilainya bagus, untuk membuktikan bahwa kita tetap bisa menikmati kehidupan….

    Saya menulis kalau lagi ada waktu, idenya dari pengalaman sehari-hari…..

  15. Salam
    saya kira pengalaman atau pengetahuan Ibu yang disharingkan di sini pasti bermanfaat buat pembacanya, Ok semangat ya Bu 😉

    Nenyok,
    Yup…kita semangat yuk…semangat nulis terus….

  16. Kalau membaca tulisan-tulisan Ibu selama ini, sebetulnya Bu Enny sudah sangat layak untuk menulis buku. Tulisan dengan pengambilan sudut pandang pengalaman seperti selama ini justru lebih mudah diterima oleh pembaca.

    Daniel Mahendra,
    Iya…kayaknya harus meluangkan waktu….kenapa ya kalau dikejar buat bahan proposal bisa menyisihkan waktu, mau menulis yang sumbangan bagi orang lain kok susat amat.

  17. wah bu yang namanya mimpi kan bisa diwujudkan! jadi knapa ngga bu……………

    i’ll read ur book for sure!!! 😉

    ayo ayooo jadi kapan???

    Natazya,
    Iya, benar…..ayoo Natazya juga…

  18. membaca tulisan tak sekedar menyerap pengetahuan. ada perasaan-perasaan yang menyertai setelah membaca. disini saya selalu merasa lebih “tenang”.

    terimakasih bunda 🙂

    Arifrahmanlubis,
    Syukurlah kalau jadi rumah yang menenteramkan bagi pengunjung….

  19. mampir …

    Abu Raihan,
    Thanks kunjungannya

  20. Menurut saya… blog sesederhana apapun pasti mengandung informasi atau minimal hiburan dan seni (sastra dan karikatur). Selama informasi tersebut benar adanya (kecuali blog hiburan atau seni tentu saja), buat saya blog tersebut ada harganya walaupun mungkin saya tidak begitu memerlukan informasi tersebut saat kini. Juga blog hiburan dan seni tentu juga memainkan perannya tersendiri dalam dunia blogsfer.

    Bagi saya pribadi blog adalah sarana untuk bertukar menukar informasi, bersosialisasi dan bisa jadi untuk mengasah kemampuan saya. Sebagai contoh, saya sebenarnya orang yang tidak suka sastra, namun karena saya sering mengunjungi sebuah blog yang sering menampilkan topik2 dan cerita2 sastra, saya jadi terpengaruh untuk mengapresiasi sastra dan itu menurut saya adalah hal yang positif. Mula2 saya ragu apakah saya bisa berkomentar dengan baik di sebuah blog sastra, namun dengan modal selalu ingin belajar dan percaya diri akhirnya saya mulai berani berkomentar bebas di blog sastra tersebut walaupun komentar2 saya masih banyak yang kualitasnya amburadul….. biarin deh yang penting dicoba dulu hehehe…..

    Yari NK,
    Betul…..memberi komentar juga memerlukan waktu, agar yang diberi komentar merasa ada tambahan nilai….walau kadang untuk buat komentar juga sulit, terutama untuk bidang yang bukan kompetensi saya.

  21. mampir aja bu…………….

    Indra1082,
    Terimakasih telah berkunjung…

  22. Mungkin kesulitan ibu dalam menuliskan ilmu dan pengalaman itu karena skalanya yang terlalu makro (sehingga sulit dijabarkan dalam bahasa sehari2 tanpa terlalu banyak teori)?

    Kalau memang karena itu, mungkin ibu bisa mencoba dari hal-hal yang ‘mikro’, misalnya bagaimana ilmu dan pengalaman ibu di bidang keuangan membantu ibu dalam mengelola kas rumah tangga. Atau bagaimana ibu mengajarkan makna uang, kebiasaan menabung, dan mengelola uang jajan pada kunderemp dan sodara2nya. 😀

    Catshade,
    Akan saya coba…tentang kunderemp, dia udah jawab sendiri. Ternyata saya gagal dalam mengajarkan dia mengelola uang, namun adiknya lihai dalam mengelola uang dan waktu.
    Uangnya selalu habis untuk beli buku dan film….berguna sih, tapi dia tetap harus belajar menanbung, untuk masa depannya.

  23. saya hanya belajar untuk berkarya
    semoga bisa berbagi 😀

    Achoey sang khilaf,
    Itu sudah merupakan langkah yang baik….

  24. Kalau menurut saya, blog ini memang bagus, pantas menjadi rujukan.

    Edi Psw,
    Thanks, semoga mendorong saya untuk menyumbangkan tulisan yang makin baik.

  25. jangan takut mencoba mbak…
    mana tau nanti jadi penulis terkenal 😉

    Wahyu Reza Prahara,
    Hmm terkenal sih tidak…tapi semoga tulisan bisa bermanfaat bagi orang lain.

  26. Ngeblog?!

    Enjoy aja……….. 😀

    Devry,
    Betul…harus enjoy….

  27. keep blogging and enjoy it…
    lama-lama malah ketagihan dan susah untuk ga blogging.

    Munggur,
    Betul…harus menulis dengan senang….
    Ketagihan? Jangan-jangan sudah mulai ya……

  28. Dulunya saya ngeblog cuman sekedar menyimpan catatan2 saja disamping pengen belajar menulis. Tapi dari situ kemudian muncul tuntutan untuk selalu menulis tentang apa saja. Meskipun remeh dan sederhana, paling tidak saya sudah menulis. Dan saya yakin bahwa setiap blog pasti ada pembacanya.

    Mufti AM
    ,
    Betul, daripada disimpan sendiri…ternyata setelah ditulis, ada manfaatnya bagi orang lain…

  29. Meskipun topik yang ditulis Mbak Enny ada kalanya tentang hal-hal keseharian (jalan-jalan dengan anak, liburan di rumah, tanaman yang kering di musim kemarau, pembantu yang lagi pulang), tapi selalu saja enak dibaca dan digemari banyak orang, terbukti dari komentar yang selalu berpuluh-puluh jumlahnya (wah, capek juga njawabnya ya Mbak?).
    Saya sendiri selalu berkeinginan ada informasi (sekecil apa pun) yang bisa diperoleh pembaca dari tulisan di blog, sehingga saya selalu berusaha mencari referensi sebagai pendukung. Memang lalu jadi lama untuk menghasilkan satu tulisan.
    Tetapi sebagaimana beragamnya selera dan ‘nawaitu’ pemilik blog, demikian juga begitu beragam selera pembaca blog. Sehingga kita mau menulis seperti apa, memang sepenuhnya hak kita.
    Ada blog yang isinya sangat bagus dan informatif, tetapi pengunjungnya sedikit. Sebaliknya, ada blog yang isinya hanya curhat dan narsis saja, tapi pengunjungnya banyak.
    Yah, begitulah.

    Tutinonka,
    Menulis serius memang perlu waktu, minimal ada referensi yang mendukung. Tapi kadang menulis pengalaman sehari-hari (seperti mengurus pajak, perubahan/balik nama PBB), jika dimaksudkan untuk tujuan sharing, bisa bermanfaat bagi orang lain.

    Yang lebih sulit adalah seperti menulis untuk pembelajaran, karena bahan/modul sudah merupakan rangkuman dari teori dan praktek di lapangan, kadang saya sendiri sulit untuk mentrasir dari mana asal usulnya….apalagi kalau mengajar, banyak ditambah pengalaman sehari-hari dilapangan…..sebetulnya awalnya saya lebih ingin mengarah kesini, tapi kalau komprehensip, terlalu panjang. Kalau dipotong, sebagian-sebagian, bagi yang ilmunya sudah di atas, pertanyaannya jadi kompleks dan kalau di jawab, tak sesuai dengan topik tulisan. Yahh, memang masih banyak yang harus dibenahi mbak Tuti…..

  30. Catshade:
    Waduh…
    saya adalah murid gagal.. Tidak seperti adik saya.. Jangan dijadikan contoh dong.. 😛

    Kunderemp,
    Motivasimu yang masih kurang….ayoo dong, pasti bisa. Pikirkan masa depan, mulai dengan melatih menabung yang kecil dulu, dan meningkat secara bertahap, sesuai peningkatan gaji.

  31. Bunda kata penulis tersohor itu “menulis adalah meninggalkan tapak…” sehingga ketika kita berpulang nanti ada yang kita tinggalkan, untuk dikenang setidaknya.

    Dan darisinilah saya menulis di blog, setidaknya saya membuat tapak yang benar … kalau soal award itu mutlak milik pembaca.

    Begitu kira kira Bunda …

    Rindu
    ,
    Awalnya memang seperti itu, kemudian juga ingin secara tak langsung memberikan sharing pengalaman terutama bagi anakku dan teman-teman seusianya.

  32. berbagi pengalaman serius yg dikemas dengan populer sangat sangat berguna bagi penggemar blog. apalagi tentang “wawasan nusantara”…
    keep writing mbak…
    award mah dateng sendiri, gak perlu dari lomba-lombi…
    salam kenal…
    : )

    Httsan,
    Salam kenal juga….awardnya juga dari Naz dan Poppy (teman sendiri)…hehehe

  33. buat saya menulis itu susah. makan waktu, tenaga, konsentrasi dan riset, hal hal yang akhir akhir ini makin susah didapat 😥

    Sahatmrt,
    Menulis di blog jangan jadi beban, terutama jika kesibukan di dunia nyata telah menyita waktu. Mungkin saya juga tak segencar ini menulis di blog jika masih aktif bekerja seperti dulu.

  34. tulisan bu enny sudah banyak memberikan inspirasi buat pembaca, khususnya dalam soal manajemen. saya pribadi tak mau meninggalkan postingan terbaru bu enny, meski seringkali terlambat dan memberikan komentar pada urutan ke sekian. maklum, seringkali saya lupa membuka ggogle-reader. namun, yang pasti postingan bu enny di blog ini sangat berharga buat saya, termasuk postingan2 bu enny yang memaparkan tantang pengalaman2 hidup, baik secara sosial maupun dalam lingkup keluarga. makasih banget bu atas pencerahannya selama ini!

    Sawali Tuhusetya
    ,
    Tulisan bapak juga sangat berguna bagi saya….makasih pak kunjungannya.

  35. Kalau blogwalking ngga nengok ke blog Bu Ed, rasanya ada yang ketinggalan (ketinggalan info, ketinggalan ilmu, ketinggalan beken…hehe…)

    Ratna,
    Kalau beken sih enggak Ratna…..
    Sekedar pengalaman kok, dan tulisanku bukan kategori current issues, yang kalau dibaca terlambatpun tak ada pengaruhnya.

  36. Tulisan ibu kadang kami jadikan inspirasi saya dalam menulis di blog, saya yakin pada suatu saat ibu akan bisa menjadi penulis seperti yang ibu inginkan …salam

    Achmad Sholeh,
    Syukurlah kalau bermanfaat…..saya belum berani bermimpi jadi penulis. Andaikata bisa dapat menyisihkan waktu menulis dua kali seminggu dalam blog ini, sudah merupakan karunia.

  37. Betul sekali, Mbak Enny. Menulis pengalaman sehari-haripun, jika ada informasi yang disampaikan, pasti bermanfaat bagi pembaca.
    Bisa juga sebuah tulisan tidak memberikan informasi yang berupa data, tetapi memberikan perenungan dan pencerahan yang bersifat spiritual. Atau menyajikan suatu problematik yang mengajak pembaca untuk berpikir mencari jalan keluarnya.
    Mohon maaf beribu-ribu maaf jika komentar saya terdahulu kurang tepat.

    Tutinonka
    ,
    Nggak apa-apa mbak. Setelah ikut pestablogger 2007, saya ingin menuls yang lebih spesifik….tapi kayaknya kurang banyak yang tertarik untuk membaca, akhirnya saya mengemas tulisan serius dalam bumbu yang lebih sederhana. Dikemas dalam cerita sehari-hari, yang didalamnya ada pelajarannya sedikit…karena sebetulnya blog saya ini agar dibaca oleh anak saya (awalnya lho)…dan juga teman-temannya….jika terlalu teknis, karena mereka rata-rata anak engineering menjadi tak tertarik.

  38. Tulisan ibu sudah sangat inspiratif karena saya juga bergerak dibidang keuangan terutama investasi, minimal ilmu buat saya,salam

    mylif3journey
    ,
    Syukurlah kalau bermanfaat….

  39. iya bu. memang bener ucapan ibu : “Kenyataannya tak mudah menulis hal serius yang dikemas dalam bahasa sederhana, dan mudah dipahami. Seringkali muncul pertanyaan pada komentar yang diluar materi tulisan yang saya tulis.”

    sy pribadi sering juga mengalaminya. dan bertanya tanya sendiri apakah sy orang yg membosankan ? setidaknya itu kata temen sy kalau tulisan sy membosankan. Namun bagaimana lagi ini blog sy dan sy suka menulis sekalipin cuma hal yg membosankan bagi mayoritas temen sy. hehehe tulisan ibu ngak berat2 amat kok malah salah satu yg paling mengalir yg sy baca. 🙂

    uwiuw,
    Yang juga menjadi sulit, adalah waktu kita juga terbatas, apalagi untuk menanggapi pertanyaan, yang sebetulnya kalau dalam pelatihan perlu waktu lebih dari 5 sesion. Tentu saja hal seperti ini tak mungkin dijawab dalam tanggapan komentar…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: