Oleh: edratna | Agustus 15, 2008

Apa ibu keberatan jika tarif taksi naik?

Entah kenapa, minggu ini saya mendapat pertanyaan dari tiga sopir taksi yang berbeda, yang saya tumpangi untuk menghadiri suatu seminar di daerah Thamrin. Saya memang pelanggan setia taksi BB sejak tahun 80 an. Maklum saya tak berani menyetir, walau punya SIM A. Saat masih aktif bekerja, saya mendapat kendaraan dinas, sedang ongkos sopir dibiayai sendiri, namun pada kenyataannya saya hanya menggunakan saat benar-benar lagi dinas. Kalau hari Sabtu Minggu atau hari libur, sopir diliburkan, kecuali ada acara yang memerlukan sopir. Sedangkan kalau ingin sekedar ke Mal, ke dokter gigi, saya tetap suka naik taksi, rasanya bebas, apalagi saya bingung kalau ditunggu sopir sejak pagi di rumah, sedangkan saya belum tahu mau kemana.

Jika ada tugas ke luar kota, dan mesti pergi pagi-pagi ke bandara saya tetap memilih pesan taksi BB, karena lebih praktis. Kecuali jika pulangnya membawa banyak barang, yang memerlukan bantuan sopir. Saat ini, karena kesibukan saya tidak tetap, dan lebih banyak dikerjakan di rumah, saya tak punya sopir pribadi. Ada si mbak yang telah ikut lebih dari 10 tahun, disekolahkan, bisa menulis menggunakan komputer, dan menyopir, namun dia lebih banyak membantu si bungsu, menjemputnya dari kampus jika si bungsu pulang malam. Maklum si bungsu suka pulang malam dari lab, disamping itu si mbak dapat dimanfaatkan untuk membantu suami membuat paper atau mengetik laporan penelitian.

Sudah dua minggu ini, saya memang sibuk untuk kegiatan di luar. Ada beberapa meeting yang harus dihadiri, juga ada seminar. Tentu saja saya memanfaatkan jasa taksi BB. Entah kenapa, pak sopir menanyakan, apa pendapat saya jika tarif taksi BB dinaikkan? Dalam percakapan, walaupun sopir taksi mendapatkan upah berdasar fee, tak diberi beban minimal setoran yang harus diserahkan hari itu, mereka tetap kawatir jika para pelanggannya akan lebih memilih taksi lain. Secara pribadi, saya juga berat jika tarif taksi naik, namun sejak ada penyesuaian tarif, taksi BB memang belum naik, akibatnya memang kadang saya terpaksa menunggu lama jika pesan lewat telepon, karena pelanggan taksi BB ini memang banyak. Jika acaranya telah diketahui sehari sebelumnya, saya akan pesan taksi BB sejak malam hari, agar menjemput saya pada keesokan harinya. Saya tak tahu juga, apakah kekawatiran sopir taksi ini beralasan, atau memang mereka diminta oleh manajemen untuk melakukan survei pasar, bagaimana kira-kira reaksi pasar jika tarif taksi naik. Rencananya tarif taksi BB akan naik sejak tanggal 15 September 2008, menjelang Idul Fitri.

Bagaimana sikap saya? Terus terang saya kawatir jika harus naik taksi lain, jadi saya katakan, andaikata taksi BB tak ada, saya lebih memilih naik busway, bajay ataupun angkot daripada naik taksi lain. Mengapa? Naik taksi lain saya masih ragu akan keselamatannya, karena ada risiko kita di bawa kemana-mana. Sedangkan naik bis, risikonya kecopetan, tapi kita relatif aman karena tak babak belur di culik dan di bawa ke suatu tempat yang tak dikenal. Jadi, kalau keuangan terbatas, apa boleh buat, perlu strategi naik kendaraan, yang harus di mixed tidak harus seluruh perjalanan naik taksi. Dan naik taksi, terutama di sore hari ongkosnya mahal sekali…kemarin dari Hyatt ke rumah, naik SB ongkosnya Rp.72.000,- dan BB Rp.42.000,-. Jadi, andaikata tarif taksi naik, paling tidak dalam setiap kali perjalanan akan ke luar biaya Rp.150.000,-……syukurlah sekarang ada internet, jadi biaya untuk perjalanan dapat di tekan, selain tak mengalami kepusingan karena macet dijalan yang rasanya tiap hari makin parah.

Iklan

Responses

  1. kami kalo lagi liburan di tanah air juga beraninya naik taksi BB, lama nunggu nggak papa, pengalaman naik taksi lain malah diajak muter nggak tentu arah

    Elys Welt,
    Betul…mereka sopan, selalu mengucapakn…”Selamat pagi, siang, malam” begitu kita masuk ke taksinya. Dan banyak yang mantan karyawan berbagai perusahaan, banyak juga S1…karena sering dia komentar…”Bagaimana bu, kalau lewat jalan Pangeran Antasari? Kalau lewat Fatmawati, jalanan crowded…”

  2. saya tetap gigit jari kalo naik taksi…
    maklum masih mahasiswa 😀

    Arul,
    Saya tak sekuat dulu…..lagipula perginya tak setiap hari. Dulu, sampai punya anak duapun, saya masih naik bis, kalau pulangnya ketinggalan jemputan karena nglembur.

  3. Agaknya pelayanan taksi BB cukup memuaskan pelanggan seperti Ibu, sehingga ibu enggan beralih ke taksi lain. Jakarta agaknya memang bukan kota yang ramah dalam soal transportasi, ya, bu. Jaminan terhadap keselamatan penumpang seringkali diabaikan. Kalau memang layanannya bagus, agaknya kenaikan tarif pun masih bisa dimaklumi utk penyesuaian.

    Sawali,
    Taksi BB memang paling bagus pak pelayanannya…karena jika kita pesan dan sopirnya telat atau kita sampai menilpon perusahaan karena taksi belum datang, konon katanya sang sopir kena teguran, makanya mereka berhati-hati sekali. Taksi lain ada beberapa yang bagus, tapi sekarang saya makin hati-hati, karena taksi yang dulu pernah saya percaya selain BB, suatu ketika juga mengecewakan.

  4. no comment *bukan ibu-ibu*

    *dilempar taksi*

    NdaruAlqaz,
    Kalau cowok sih tak perlu kawatir…seperti anak sulung atau suamiku, naik apapun jadi.

  5. Kayaknya sih sedang survey itu mah bu 😀 tapi bagus juga, artinya mereka juga peduli sama penumpang 🙂

    Donny Reza,
    Ternyata besoknya saya baca di Kompas penjelasan manajemen BB,yang mengatakan bahwa margin nya semakin menipis…jadi mau tak mau terpaksa dinaikkan. Memang yang paling kena risiko adalah pengemudi, kena omelan penumpang…..walau sebetulnya penumpang tak boleh mengomel pada sopir, kalau tak bisa naik taksi BB kan ada pilihan yang lain.

  6. Kalau kenaikan tarifnya masih sama dengan harga pesaing, dan mereka memiliki kualitas service yang baik kayaknya masih bisa diterima kali ya mbak Enny. Kenaikannya apa ada kaitannya sama keanikan biaya operasi yang disebabkan kenaikan BBM ya? semoga kenaikannya tidak terlalu drastis deh. Terimakasih

    Yulism,
    Memang sejak kenaikan BBM, tarif taksi BB belum disesuaikan, sehingga memang mengurangi margin karena biaya operasional meningkat.

  7. kalaupun naik, moga aja masih dalam jangkauan konsumen loyal deh. seringkali saya juga pakai BB kalau sedang di jkt bu..

    Yainal,
    Saya juga berharap demikian….

  8. kalo hati nurani bunda gimana ???
    merasa keberatan ngga ???

    Realylife,
    Wahh kalau penumpang sih, pasti penginnya harga tetap…..

  9. kayaknya kita memang harus siap kalo taksi harganya naik, bahkan tarif taksi sekarang makin bervariasai jadi sekarang saya liat ada 3 jenis tarif taksi yang saya perhatikan

    tarif lama
    tarif bawah
    tarif yang gak ada ket nya (tarif baru)

    Joko,
    Memang ada berbagai harga taksi, biasanya BB menggunakan tarif paling atas

  10. Taksi BB maksudnya Blue Bird? Heran… kalo saya malah sering dapat pengalaman nggak enak dari taksi blue bird jakarta, ada sih yang baik-baik tapi jaraaaaaang banget, adanya yang suka muter-muter lah, nanya macem-macem, lah saya ini gak tau jalan mana tau kalo ditanya-tanya, ada taksi yg sok bego lah, saya cuma bilang: “sudah kamu malu harusnya masak jadi teksi driver tanya ke penumpang, mustinya kamu tau jalan, itu kan pekerjaan kamu, kamu kalau mau minta mahal-mahal bayaran argonya dengan cara diputar-putar gak perlu sebut saja 1juta rupiah saya ada saya kasih tapi kamu yang becus kerja”. eh malah dijawab unprofessionally: “Bukannye gitu pak, pan kalo kite sale jalan jadinye sale ambil jalan bareng dih bapak”. saya jawab: “Kalau bisa sama-sama benar kenapa kamu pesimis berpikir salah? saya baru pulang ke indonesia ternyata begini-begini aja terus ya, malu kamu, satu yang rusak jadi seluruh taksi bahkan seluruh negara indonesia jadi tercoreng rusak juga karenanya. lebih baik kamu sekarang diam nyetir yang baik energi kita lebih baik digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif, ketimbang saya ngomel lebih keras lagi”.. dia jawab: “baik pak”. sering capek saya kalo jalan-jalan di Jakarta ditipu taksi blue bird. saya gak mau naik taksi lain dulunya ya karena takut ditipu lebih parah lagi. dengan slogan, ini kan jakarta, ck ck ck, saya jadi tambah eneg kalau di luar indonesia, indonesia justru terkenal sebagai penipu, anarkis, penjarah, perampok, malah jadi diperparah dengan tidak sadar begitu, seharusnya nama baik dijaga. akhir-akhir bulan ini, saya diajak teman saya naik taksi express kalau di Jakarta, sejauh ini saya belum pernah diputar sih, tapi perhatikan saya baru coba naik taksi express 3 kali dan waktu itu semua saya sudah tau jalan dimana yang harus belok dimana stop segala macam, oh iya ada sekali sih naik taksi express diputar saya, saya minta turun di pizza hut buncit jakarta selatan eeeit keterusan …. hm jadi saya saking capeknya complain aja sampe malas karena tingkat kebencian yang paling tinggi bagi saya adalah ketidakperdulian. oh iya, kalau busway saya belum pernah naik sama sekali malah. mustinya jakarta punya Trem seperti di Melbourne supaya infrastruktur waras / ah tapi wajar sih infrastruktur brengsek kalo yg mengelola negara ini sudah gak punya hati nurani lagi. haha ini comment sampai kemana-mana, sudah ya, segitu dulu.

    Arie,
    Nasibmu sial amat…..saya kalau naik taksi BB kebetulan selalu aman dan nyaman. Mungkin karena sebelum pergi, saya sudah tahu arah yang ditempuh, jalan mana yang diperkirakan macet, bagaimana mencapainya. Memang sebaiknya kita punya peta Jakarta….

    Jika hanya mengandalkan pengetahuan sopir taksi memang rawan, karena mereka tak selalu tahu tempatnya, apalagi jika bukan arah perkantoran….

  11. Sebenarnya jikalau adil (secara kasarnya) kenaikan BBM ditanggung bersama, baik perusahaan taxi maupun penumpang. Dengan kata lain kenaikan tarif Taxi tidak sebesar kenaikan BBM (hitungan kasar saja), jadi beban kenaikan BBM dipikul bersama baik oleh perusahaan Taxi dan penumpang taxi. Ini juga demi perusahaan Taxinya sendiri, jikalau kenaikan terjadi secara drastis tentu mereka akan kehilangan pelanggannya sendiri.

    Masih untung, sopir taxi BB tidak dibebankan besar setoran minimal, masih banyak taksi lain yang membebankan setoran minimal pada sopir2 taxinya. Tapi, kasihannya (entah sopir taxi BB) para sopir Taxi itu mengisi bensinnya dari uang sendiri mungkin itu yang agak memberatkan……

    Yari NK,
    Betul kang….tapi yang sering terjadi, beban pengemudi makin berat, terutama yang berdasarkan target setoran…akibatnya pelayanan berkurang, dan makin ditinggalkan oleh penumpang.

  12. pengalaman dgn BB, sejauh ini aman2 aja. nyaman. g dimacem2in. kl express kt tmn saya adl pesaing utama BB, bu. krna pelayanan yg ckp baik jg, di smpg tarifny lbh murah.

    kl pengalaman diputer2, prnh juga. ditipu dgn argo dinaikin jg prnh. tp bkn taksi BB ato E itu. yah, di jkt emg mst waspada.

    tp jgn naik dong, BB. kl dah kemaleman dan busway dah g ada, BB kn sllu jg solusi. hwehe.

    Farijs van Java,
    Selain BB sebetulnya ada beberapa taksi yang baik, seperti E, K dsb nya. P pun sebenarnya baik…..tapi karena pernah sekali kena pengemudi E yang agak nggak bener, minta tambah harga selain argo…saya jadi berhenti naik E. Naik K masih sering, tapi kalau malam hari satu-satunya saya hanya berani naik BB, dan pesan melalui telepon. Akibatnya, saya benar-benar memikirkan waktu….bahkan dulu mendingan tidur sehari lagi, dan berangkat pagi-pagi dari kota lain, agar sampai Jakarta masih siang…..atau terpaksa mengganggu suami, minta dijemput.

  13. kalo saya sech bu, naik taksi mahal…
    mending bawa motor ndiri… jadi bebas kemana aja… 🙂

    My,
    Anak-anak saya juga lebih suka naik motor, naik mobil macet. Tapi saya mendingan naik bis, daripada dibonceng motor….

  14. Karena di Bandung taksi selain BB kebanyakan tanpa argo, akhirnya memang BB yang selalu dicari sekarang, persis dengan pengalaman ibu, harus antri lama kalau pesan lewat telpon, apalagi di jam sibuk.
    Dan sulit mencari bluebird di tempat tertentu karena dilarang oleh taksi-taksi lainnya.

    Efek baiknya, sekarang taksi-taksi lain mulai menggunakan argo, karena tentunya setiap penumpang gak ada yang mau tarifnya dipatok supir.

    semoga tarif bb sendiri naik tidak terlalu drastis, walaupun saya hanya naik taksi kalau perlu ke primajasa bsm jam 3 pagi supaya sampai sukarno hatta sebelum jam 6.

    salam

    -japs-

    Japspress,
    Tapi Bandung naik angkot masih lumayan enak, walau suka ngetem. Betul, cari taksi di bandung lebih susah….
    Kalau dari Jakarta, saya suka naik Xtrans, karena didepannya ada taksi BB….jadi nggak repot, terutama jika bawaannya lumayan berat.

  15. TAXI? nah Jambi gudang taxi tuanya, pasalnya di sini nggak ada tuh, taxi yang bikin nyaman dengan argo nya yang tepat dan benar, nggak ada merek BB atau President atau Gemah Ripah… mobilnya tua banget. Rate nya semau sopir taxi. Repot kan? Apalagi yang baru berkunjung ke jambi, yang nggak tahu lokasi tujuan dimana, tempat yang jaraknya deket, dibawa muter, jadinya jauh. Melambung lah argonya.

    Pakde,
    Terakhir kali ke Jambi masih sekitar tahun 1995…rasanya kota Jambi sangat bersih, nyaman, dan relatif sepi…entah sekarang. Dan dulu memang ga ada taksi.

  16. *tengok kiri kanan* banyak juga yang ngasih comment para bapak ternyata….
    Begini pak, Kalau bapak mau menaikna tarif silahken pak, karena saya ndak biasa pake taxi. Ngeri Pak, apalagi DKI aaarghhhh taxi crime nya itu….!

    Pakde,
    Rasanya kalau bapak-bapak sih aman aja naik taksi….tak perlu pilih taksi yang harus bagus. Malah yang kawatir sopir taksinya.

  17. wah taksi? gak deh., lagian macet juga… 😀

    Wahyu Kresna
    ,
    Taksi adalah pilihan terakhir….karena cukup mahal….

  18. buat saya naik taksi, kemahalan. namanya juga mahasiswa, salam kenal ya, mohon kunjungan baliknya di http://celotehan.com, oh ya boleh tukeran link ga’ ? tolong langsung di konfirmasi di blogQ ya. maksih.

    Hendra,
    Taksi memang pilihan terakhir….dan saya menganjurkan pada anak-anak atau ponakan, naik taksi jika penting dan tahu arah yang dituju

  19. saya malah pernah dapat pengalaman yang kurang enak naik taksi,, di ajak muter muter dulu!!!! huhhhh kalau ktm lagi ma taksi itu pengen banget rasa nya 😀

    kok malah curhat ya

    zoel chaniago
    ,
    Memang sebaiknya kita tetap tahu arah dan jalan yang selayaknya dilewati. Naik taksi di luar negeri pun ada risiko diputar-putar agar argonya gede….

  20. Bukannya udah naik bu tarif taksinya??
    Soalnya di Bandung udah naik bu..
    Sehari sebelum tarif taksi itu naik, saya menggunakan taksi tersebut tapi sopir taksinya ga bilang kalo besok tarifnya naik. Eh besoknya minta di jemput si call center ga bilang juga bahwa tarifnya udah naik..Taunya pas ketika masuk, si supir baru bilang kalo tarifnya udah naik, mau gimana lagi lagian waktu itu udah malam dan angkutan lain ga ada..

    Salam kenal ya bu, kalo ada waktu mampir di blog saya ya bu. Saya tunggu

    Pencari Kebenaran,
    Taksi BB di Jakarta argonya belum naik, perkiraan akan naik pertengahan September.

  21. Saya selalu pakai tasi BB kalo kemana-mana

    Hedi,
    Bagi masyarakat Jakarta, ini memang taksi pilihan….
    Kalau di Bandung armadanya sedikit, jadi agak sulit…..

  22. karena saya juga sering bepergian naik taxi, jadi lebih aman punya taxi langganan. kalaupun pas kita mau pakai lalu taxi tsb sedang berhalangan, biasanya dia akan merekomendasikan temannya untuk mengantar kita. dan biasanya lagi, temannya tsb yang punya reputasi baik…

    Easy,
    Saya tetap lebih suka yang melalui telepon, sehingga kalau ada apa-apa perusahaan bisa digugat…memang ada sopir yang menawarkan jasa langsung, tapi saya tak berani.

  23. Taksi di Bandung sekarang sudah berubah. Beberapa taksi ada yang mengumumkan langsung lewat radionya kalau penumpang bisa laporkan sopir yang “nembak”. Tarifnya sudah naik, minimal 20000, tapi masih lebih murah dari sebelum pakai argo yang bisa 30000 (tahun 2005).
    Di tempat saya sekarang, ngga ada taksi yang lewat. Bus pun kalau sempat. Akhirnya mau ga mau harus punya kendaraan sendiri, apalagi buat yang punya keluarga.
    di KL pun sama saja. Pesan taksi bisa kegetok. Mendingan pesan sama yang punya hotel, harga nembak. Ngga cape nawar dan barang dibantu bawa langsung dari hotel.

    Iwan Awaludin,
    Betul pak…di luar negeri taksinya juga nggak jaminan. Makanya saat saya dan teman ke Paris, oleh teman yang tinggal di sana disarankan naik Metro….namun taksi London memang terpercaya, walau tetap mahal…jadi ya tetap aja enak naik tube atau bis, kecuali saat mau ke Bandara karena bawaannya banyak.

  24. wah…
    memang spt itu kondisi sekrang….
    mahal… apalgi mo idul fitri… 😀

    afwan auliyar,
    Bukannya tak ada hubungan dengan Idul Fitri?
    Karena tergantung pada argonya….

  25. Saya termasuk sering menggunakan taxi, bila suami sedang tidak bisa mengantar. Tapi hanya untuk tujuan yang sudah saya ketahui benar jalannya, jadi insya Allah gak bakal diputer2 in. Penginnya sih bisa pegang mobil sendiri, selain irit, juga gak ada rasa was2 seperti kalau naik taxi:)

    Wulan,
    Kalau saya, masalahnya tak berani nyopir sendiri, jadi sampai sekarang SIM nya masih perawan….hehehe.
    Bawa mobil sendiri juga riskan lho, terutama kalau sudah malam……

  26. saya sih terserah ibu aja…! toh saya juga jarang ke jajkarta naik taksi hehehe…!

    Qizink,
    Lha kalau penumpang kan maunya tak naik….

  27. saya ga berani naik taksi, Bu, kecuali waktu masih sering dinas malam (di atas jam 11 malam dari rumah, lalu pulang jam 02 pagi). itupun selalu lewat telpon dan saya selalu sms no taksi ke papa.

    takut, denger banyak kejadian-kejadian yang menimpa penumpang perempuan

    Utaminingtyazzzz,
    Sebenarnya tetap lebih aman naik kendaraan umum….masalahnya semakin tua juga nggak kuat desak-desakan…..

  28. Aduh susah betul tinggal di Jakarta ya Bu…
    Beruntung saya tinggal di kampung..enggak ada ojek …numpang sama tetangga beres.
    Namun yang pasti Manajemen BB sudah memperhitungkan segala hal yang berkaitan kenaikan ongkos.
    Lebih parah lagi kalau BBM dunia menjadi $200 perbarel.
    Salam

    Pulung,
    Tinggal di Jakarta susah-susah gampang kok.
    Masalahnya kadang masih banyak kegiatan yang harus dilakukan….

  29. Saya kalo naek taksi nyari yang murah Bunda .. karena itu berarti harus mangkas uang bensin saya. Biasanya naek taksi kalo udah kepepet 🙂 [dasar anak manja]

    Rindu,
    Si sulung juga begitu kok…..

  30. wah si mbak di rumah ibu keren juga ya. bisa jadi asisten penulisan makalah segala…

    Reksa,
    Betul….saat saya pendidikan, dia juga bantu ngetikkan makalah saya……

  31. Alhamdulillah sampai sekarang belum pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan saat naik taksi….

    Yang pasti, kalaupun tarif naik, saya tetap akan memakai jasa taksi yang sudah jadi langganan ketimbang harus ngirit tapi keselamatan yang jadi taruhan…

    Jeunglala,
    Betul……saya juga berharap demikian. Hidup di Jakarta harus selalu waspada….

  32. kalo buat cwe sech emang gpp menggunakan jasa taxi… karena dari segi keamanan juga buat kesalamatan diri…
    tapi kalo buat cwo naik taxi… aduuh… berlebihan banget dech… lebih bagus pake yg murah meriah aja.. kaya metromini, angkot ato busway…( kalo mao cepet naik ojek aja… heheeh)

    Yudhi
    ,
    Saya juga ga kawatir tentang anakku yang cowok, dia bisa naik apa saja. Pada waktu adiknya perempuan SMA, dan saat jam 7 malam belum sampai rumah, anak sulungku (cowok) ikutan kawatir…dan bilang ” Saya sekarang baru mengerti kenapa ibu kawatir kalau kami belum sampai rumah. Sekarang akupun deg2an karena adik belum pulang…

  33. sejauh pengamatan dan pengalaman saya BB, nyaman dan aman ya. Pada tahun 2005-an saya sempat punya langganan supir taksi bu, jadi sakingan seringnya pulang pagi, kita tinggal telpon hp supirnya saja, gak berapa lama sampailah ia didepan kantor, lebih enak bu, dia sudah tahu tempat tinggal kita.

    memang sih rate-nya lebih mahal tapi…gak papa dech soalnya yang bayar kantor ya bu,….. kalau pergi sendiri biasanya saya pilih express, murah, aman dan nyaaaaaaman…. ibu pernah coba express?

    Tini,
    Selain BB dulu saya suka Express…namun pernah saat baru pulang dari turne, naik Ex dari bandara, ditengah jalan minta tambah, karena terpaksa saya sanggupi. Sejak itu saya betul-betul kapok…dan tak mau lagi naik E…mendingan naik bis…..

  34. transcab juga murah kok bu. coba saja 😉

    Emyou,
    Terus terang aja, saya tak berani naik taksi lain, kecuali ada temen cowok…..hehehe…kayaknya bener-bener kapok deh….

  35. Wah kl saya lbh suka naik Express ato Putra, tarifnya lebih murah dibanding BB. tapi kl yg ditunggu ga kunjung dateng saya prefer BB, track recordnya bagus.

    Pimbem,
    Entah kenapa, karena pernah kejadian sekali dengan express, di tahun sebelum tahun 2000, jadi kapok naik taksi selain BB……
    Kecuali jika dengan teman-teman dan ada cowoknya….

  36. keselamatan dan kenyamanan adalah yang paling utama ketika kita membutuhkan transportasi, tapi klo mahal ya harus ada yang istimewa dari pilihan kita itu ya Bunda

    Achmad Sholeh,
    Jika saya bepergian karena tugas, dikejar waktu dan penampilan harus prima, saya memang pesan BB…tapi jika santai bisa naik apa saja, dari bis, busway, angkot maupun bajaj

  37. Rasanya jauh lebih nyaman dan tenang kalau kita sudah memiliki kepercayaan yang tinggi. Kalo dapet tarif murah tapi pengemudinya ugal-ugalan ya mendingan agak mahal dikit tapi keselamatan lebih terjaga. Ibu termasuk memiliki loyalitas tinggi juga dalam hal ini…

    Mufti AM
    ,
    Dalam hal ini memang saya termasuk orang yang mengutamakan keselamatan, mungkin ajaran orangtua sejak dulu….karena uang dapat dicari, tapi kalau celaka, sesal bisa berkepanjangan.
    Di satu sisi, saya tak mudah tergoda untuk mencoba produk/jasa baru, sebelum bertanya-tanya lebih dulu…oleh teman-teman saya dibilang tak bisa dijadikan target marketing.

  38. bb memang enak karena ada argonya dan taxinya juga nyaman, tapi kemaren di bandung ada satu taksi lagi yg memakai argo namanya GR, padahal dulu setau sy GR ndak pake argo

    mungkin sadar kali, lama2 akan ditinggalkan oleh penumpang kalo ndak pake argo

  39. Sebenarnya permasalahan taksi ada pada operatornya. Sebagaimana diketahui BB amadanya milik perush, sedangkan taksi lain misalnya E armadanya milik sopir. Kenaikan tarif sehrusnya memang tdk sebesar yang saat ini. Trus terang saya kan sopir taksi dengan TARIF BAWAH ternyata dpt uang 100-300 ribu/hari (saya pola setoran), Jadi dpt dibayangkan selama ini BB udah menikmati keuntungan berapa dengan TARIF BARU


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: