Jangan memposting tulisan jika lelah

Hari Sabtu malam saya baru pulang dari luar kota, badan lelah dan agak meriang. Pada hari Minggu pagi, saya mengundang yu tukang pijit, agar memijit badan saya. Syukurlah setelah dipijit, badan terasa nyaman, dan bisa tidur siang.

Setelah selama seminggu saya tak membuka internet, maka Minggu malam saya ngebut membaca komentar teman-teman yang mengunjungi blog saya. Ada dua komentar pada dua postingan, yang menurut saya komentarnya tak sesuai dengan etika (tak perlu saya kutip lagi…semoga yang bersangkutan dibukakan hatinya oleh Allah swt. Amien). Di bawah komentar tsb kebetulan komentarnya UWIUW, yang menyarankan agar komentar di atasnya dihapus saja. Dan karena dalam info tambahan telah saya cantumkan hal seperti ini:

Anda boleh mengutip tulisan yang ada disini tanpa ijin saya, asal tetap mencantumkan sumbernya. Saya terpaksa akan menghapus setiap komentar yang tidak menggunakan bahasa yang santun dan tanpa identitas yang jelas.Terima kasih.

Maka saya dengan berat hati terpaksa menghapus komentar tersebut. Apalagi, sejak awal saya ingin membuat blog yang isinya sharing pengalaman, serta menyebarkan hal-hal yang positif. Saya kemudian menjalankan aktivitas seperti biasa, saya lupa, bahwa dengan menghapus komentar orang tersebut, seolah-olah komentarnya UWIUW ditujukan pada Pakde. Aduhh…maafkan saya pakde. Duhh, kenapa kok saya jadi kurang teliti seperti ini.

Oleh karena itu, sekali lagi, apalagi sekarang masih dalam bulan Ramadhan, saya mohon maaf atas ketidak nyamanan ini, terutama untuk UWIUW karena saya terpaksa mengedit sebagian komentarnya, agar orang tak menyangka bahwa komentar tsb ditujukan kepada pakde. Juga kepada pakde, saya mohon maaf, atas ketidak telitian saya, siapa tahu sudah ada yang sempat membaca komentar tsb dan berpikiran yang tidak-tidak. Hal ini menjadi pelajaran bagi saya, agar tidak memposting tulisan jika kondisi tubuh sedang kurang enak badan. Mudah2an masalah di atas tak menjadi berlarut-larut, karena kalau dicari siapa yang salah ya tentu saja pemilik blog ini yang kurang teliti.

Mohon maaf sekali lagi bagi teman-teman….mudah2an ini yang pertama dan terakhir kalinya…..

Iklan

27 pemikiran pada “Jangan memposting tulisan jika lelah

  1. Wah, turut sedih atas peristiwa itu, Ibu.
    Saya memang sudah mengamati ada gejala orang-orang yang tidak senonoh berkomentar pada blog kita, maka dari itu saya membuat sistem moderation untuk komentar di blog saya, sehingga tidak begitu saja kata-kata yang tak senonoh nyelonong tanpa periksa.

    Semoga bermanfaat, Ibu.

    Donny Verdian,
    Itu merupakan tambahan pengalaman buat blog ini, walau blog teman-teman telah sering mendapat kunjungan orang seperti itu. Sayang sekali sebenarnya, karena dengan membuat komentar yang baik, blog dia juga akan dikunjungi orang. Betapapun lelahnya saya, jika ada waktu saya selalu mencoba membalas kunjungan teman yang memberi komentar disini. Memang kadang saya tak meninggalkan jejak, jika tulisannya bukan bidang saya, daripada saya salah memberi komentar.

    Saya juga masih ingin punya rumah terbuka, agar kita semua belajar untuk berlaku baik pada sesama, dan memudahkan orang yang berkunjung. Salahnya, saya sekedar menghapus komentar orang tsb, lupa mengedit tulisan UWIUW, sehingga se olah-olah UWIUW mengomentari komentar pakde. Benar-benar saya kurang teliti….dan ini pengalaman bagi saya, untuk lebih berhati-hati….

  2. He malah bikin penasaran orang itu komentar apa kan…

    Kishandono,
    Tak perlu diperpanjang…kita doakan agar yang bersangkutan dibukakan hatinya untuk berbuat kebaikan.

  3. kenapa nggak disharing sekalian komentar mereka itu bu?

    kan kita juga bisa belajar dari hal-hal seperti itu

    Peyek,
    Kita tak perlu membuat situasi tambah keruh kan? Saya malah berdoa agar ybs dibukakan hatinya, dan lain kali jika berkunjung, bisa memberi komentar yang dapat menambah wawasan kita. Saya yakin, sebetulnya dia orang baik.

  4. Pakde

    Take it easy Bun, Semua ada hikmahnya koq.
    Bener juga bun, kalau letih lelah baiknya santai dulu, tiduran dulu, baru ngeblog lagi, itupun jika tidak menyita waktu dan kegiatan yang lainnya.

    Saya kalau letih nggak mau dan anti ngeblog, karena apa? tulisannya jadi carut marut gak karuan Bun.

    Solusinya saya tahan dulu dalam draft. setelah siap meluncur untuk di baca. ya..tinggal edit dikit2 baru terbangkan di WP he he he πŸ˜‰

    Pakde,
    Kalau mau posting tulisan, sebetulnya saya malah buat draft dulu, dan jika tulisan serius, saya print dulu, koreksi dulu….kadang koreksinya berulang-ulang…malah sering tak jadi diterbitkan. Salahku, setelah menghapus komentar ybs, seharusnya saya mengedit komentar UWIUW….maaf ya

  5. Semoga semua belajar untuk dewasa, setidaknya berkomentar dengan kalimat sopan walaupun tidak sependapat. Take it easy Bunda jangan mengecilkan semangat untuk menulis karena lebih banyak yang berkenan mengambil ilmu dari tulisan Bunda daripada yang berkomentar negative. thanks

    Yulism
    ,
    Iya, nggak apa-apa kok…yang penting UWIUW dan pakde memahami, dan memaafkan…….karena jadi mereka ini yang terkena, gara-gara saya hanya mengahapus tulisan, tanpa mengedit komentar UWIUW. Jadi seolah-olah UWIUW memngomentari komentarnya pakde….

  6. untung saya gak ikutan baca. jadi bisa nyantai aja :cool:. nulis saat lelah sepertinya gak papa, bu. tapi, sebaiknya memang tidak langsung pencet tombol “publish”. perlu dibaca ulang kala sudah tidak lelah.

    Sitijenang,
    Masalah bukan pada tulisan saya, tapi tulisan orang yang saya hapus, tapi saya lupa mengedit komentar teman yang menyarankan menghapus tulisan tsb.

  7. waduh saya ini suka ngomong sekenanya e bu. tp sumprit saya masih punya sokran santun. mohon dimaafkan kelemahan sayah :((

    Mantan Kyai,
    Nggak apa-apa kok…orang yang ceplas ceplos tetap berbeda dengan orang yang memang komentarnya kurang etika….
    Komentar mantan kyai tak masalah kok….

  8. adipati kademangan

    Saya sudah tahu tersangkanya. Sebenernya saya pengen ngasih tahu ibu, tapi ya ituh ndak tahu harus ngomong ke mana. Sampah nya ada dimana-mana dan tidak ada aturan sama sekali. Kupikir beebrapa bulan yang lalu dia sudah menutup blog lamanya dan tidak nyampah lagi, ternyata dia membuat blog baru berkomentar tidak senonoh *agar semua pembaca terprovokasi mampir ke blognya*

    adipati kademangan,
    Itulah kesalahn kita, menganggap kalau komentar yang berbau provokasi akan menarik minat pembaca. Padahal pada akhirnya, masing-masing blog telah punya segmen sendiri-sendiri. Semoga ybs sadar, dan mulai menulis yang baik…kalaupun dia memberi komentar baik, pasti blognya juga akan dikunjungi.

  9. Tenang Bu, kami yang rajin kemari dan membaca dengan teliti paham kok duduk perkaranya, jadi buat UWIUW dan Pakde jangan khawatir dan bukan salah Ibu juga.

    Yoga,
    Terimakasih dukungannya….

  10. Wah jadi penasaran nih bu..

    Tapi setuju sama kebijakan di blog ini untuk menghapus komentar2 tidak senonoh πŸ˜€

    Tapi emang dimana2 selalu ada orang2 yang hobby nya nyampah dan bikin rusuh sih, kalo ada yang terpancing biasanya si oknum akan tambah seneng..

    Nungqee,
    Tapi saya salut lho sama Nunung, blogmu kan pernah juga kena ….dan Nunung membiarkan tulisan itu tetap terpampang.
    Karena misi (kok kayak perusahaan aja) blog ini adalah sharing pengalaman dan mendorong kebaikan, apaboleh buat tulisan tsb terpaksa saya hapus.

  11. Terima kasih bu, mengingatkan yang komen selanjutnya dan jadi pelajaran. Kalau saya capek, apalagi mata, ya istirahat dulu.

    Treen,
    Hehehe…betul…..

  12. Saya pengalaman salah berkomentar Bunda, hasilnya saya dimaki maki oleh commentator dibawah saya … ah sejuta hinaan kemudian saya terima sebagai akibat dari kelalaian saya.

    *inilah dunia blog ya Bunda, baru saya mengerti*

    Rindu,
    ternyata kadang kita memang perlu pengalaman ya….

  13. saya sempet baca komennya, tdnya saya pikir dia salah satu mantan trainee yg ga lulus dan melampiaskannya ke blog ini, tnyt setelah saya baca komen2 di atas, orgnya emang suka nyampah…
    yg sabar bu πŸ™‚

    Pimbem,
    Gpp kok….itu bagian dari pembelajaran.
    Kok punya pikiran mantan trainee? Saya malah tak terpikir soal itu, karena sebagai instruktur soal ujian dibuat oleh tim, dan hampir semua lulus….yang sulit kemungkinan pencapaian targetnya, dan ini memang yang dikawatirkan oleh mereka. Kalau soal itu, masalahnya udah dilapangan.

  14. WaHHHhhh …. terima kasih ats sharing nya buk … bukankah menulis itu harus dalam kedaan benar2 sadar ?

    Muda bentara,
    Sama-sama…ya, memang dalam kondisi sadar, namun manusia adalah makhluk yang tak sempurna

  15. hihihi saya juga sering menyensor kok bu, tapi yang ga jelas ga jelas gitu.
    Kalo ada yang saya biarkan terpampang, ada maksudnya untuk mengundang pembaca lain mengungkapkan sanggahannya, lebih seru aja, akhirnya pada gatel kan πŸ™‚ hehe.. πŸ˜›

    Nungqee,
    Saya hanya ingin menjaga agar blog ini tetap mendorong orang untuk berpikir positif, karena hanya dengan itu kita bisa berbuat kebaikan. Juga, sebetulnya melatih agar kita dapat memberikan komentar, sesuai dengan isi postingan…ini juga melatih perdebatan yang santun, elegan, dan tak sekedar debat kusir.
    Jika tidak saya hapus, dikawatirkan blog ini menjadi ajang perdebatan, padahal sejak awal niat saya hanya sharing pengalaman, siapa tahu bermanfaat bagi orang lain (atau mungkin karena saya sudah berumur ya??)

  16. wah… say ngak sempat baca komentarnya…
    tapi emang hak prerogratif sang empunya blog bu utk moderasi…itulah fungsi moderasi πŸ™‚

    Arul,
    Saya masih mempertahankan tidak menggunakan moderasi, agar blog saya mudah dikunjungi, dan nyaman bagi yang ingin memberikan komentar. Juga mendorong orang berlatih memberikan komentar sesuai isi tulisan (tak melebar kemana-mana), dan berdebat secara santun dan ilmiah. Ini yang menurut saya perlu di dorong…jika yang menulis insyaf, saya sejak awal sudah memaafkan, semoga dia dibukakan hatinya.

  17. Betul bu, kita tak perlu menanggapi hal-hal yang demikian itu. Lebih baik dihapus aja, karena selain untuk berbagi pengalaman tujuan kita ngeblog kan juga untuk saling bersilaturrahim. Dan silaturrahim yang terbina dengan baik insya Allah akan menjadi amal shaleh kita semua.

    Mufti AM,
    Semoga saya masih termasuk orang yang dapat memotivasi berbuat kebaikan…..

  18. Apa sebaiknya jangan dihapus bu tapi dimasukkan sebagai spam… sewaktu2 mau dilihat masih bisa atau seperti usulan Peyek… πŸ˜€

    Santribuntet,
    Di email saya masih tersimpan kok…..yang dihapus hanya komentar di blog ini. Sebetulnya berat bagi saya untuk menghapus komentar tadi, tapi saya juga kawatir jika saya biarkan, nanti blog ini bisa menjadi ajang pertengkaran/perdebatan yang tak berguna, dan melenceng dari misi (halah! bahasanya kok kayak perusahaan aja)…..awal menulis di blog ini, sharing pengalaman, ikut memotivasi oarng untuk berbuat baik. Dan melalui blog, dapat melatih orang memberi komentar sesuai isi tulisan….ini akan melatih agar dalam perdebatan, diskusi, tak melenceng kemana-mana. Betul nggak kang Kurt…justru sekarang kita perlu mendorong bagaimana berdebat secara santun, etis, terbuka dan terpelajar?

  19. sebagai pemegang admin, ibu punya hak sepenuhnya untuk mengedit atau menghapus komentar. memang banyak yang suka usil memberikan komentar. hal2 yang tak terkait dg postingan seringkali dibawa-bawa. kekeliruan, saya yakin bukan dari ibu, melainkan pengunjung dg identitas tak jelas yang hanya sekadar iseng. kalau ibu sudah membuat pernyataan semacam itu di blog ini, tak salah kalau ibu terpaksa harus menghapusnya. yang pasti, saya masih sangat menyukai postingan ibu.

    Sawali Tuhusetya
    ,
    Saya juga ikut bersalah kok pak….karena ternyata tak cukup menghapus saja, tapi harus dilihat juga komentar teman-teman sebelum dan sesudah komentar “yang nyelonong” tersebut. Betapapun saya masih manusia yang tidak sempurna….
    Bagi saya sebetulnya berat untuk menghapus tulisan tsb, tapi sebagaimana saya ungkapkan pada kang Kurt, saya ingin blog ini menjadi blog yang nyaman dikunjungi teman, yang mau saling berbagi ilmu, pengalaman dsb nya.

  20. Saya pun pernah mengalami hal seperti itu, Mam. Pada dasarnya saya membiarkan saja. Toh saya percaya, pembaca blog rata-rata cerdas dan bisa menilai koemntar yang santun dan pantas. Maka jika ada yang sedikit “keluar jalur”, pembaca lain pasti tidak dengan bodoh untuk menelan begitu saja.

    Hanya saja memang, kalau sudah sangat-sangat keterlaluan, dan dapat menimbulkan reaksi yang tak bagus sama sekali, dengan sangat-sangat terpaksa saya pun menghapusnya.

    Kita memang ingin rumah kita dikunjungi berbagai orang dari kalangan heterogen. Berbagi pengalaman dan manfaat. Tapi yang menerapkan peraturan kan tetap tuan rumah. Dan Ibu sudah berlaku sebagaimana seharusnya πŸ™‚

    Daniel Mahendra,
    Terimakasih atas pengertiannya. Sebetulnya memang tak perlu di hapus, tapi ..saya ingin agar blog ini terjaga bagi orang yang bersilaturahim secara baik-baik, ingin berbagi ilmu dan pengetahuan. Dan saya ingin, agar melalui blog juga latihan membuat komentar yang terkait dengan isi tulisan.

  21. sy sedikit paham ngerti dgn pengalaman ibu karena sy juga lelah sama spammer. pernah blog sy juga mengalami ini, dan reaksi sy jauh lebih buruk. Sy lacak dimana ip dia hahaha jadi dedektif jadi jadian. tapi gagal

    seharusnya sy seperti ibu saja, cukup dihapus. dijelaskan duduk persoalannya. dan move on.

    UWiuw,
    Kalau kita pakai melacak, bukankah itu yang diharapkan yang bersangkutan, membuat kita sewot? Kalau saya malah mendoakan, semoga dia dibukakan pintu hatinya, dan sejak ini, dia mau memberi komentar positif, menulis positif di blognya, sehingga orang senang mengunjungi blognya. Mudah2an ybs juga membaca komentar teman-teman di sini, dan mau merubah sikapnya. Ini yang saya harapkan….

  22. wah ada yang sempat kejadian begitu ya bu… tapi memang toh ibu punya hak buat menghapusnya dan semoga yang dihapus merasa tahu letak kenapanya sampai harus terhapus…

    ya iyalah buuu…. kalo lelah bobo aja… hehehe πŸ˜€

    Natazya,
    Saya juga berharap demikian…semoga yang bersangkutan dibukakan pintu hatinya, untuk berbuat positif.

  23. wah saya juga belum sempat membacanya. Tapi saya memang selalu setting org yang pertama kali komentar di tempat saya harus diseleksi dulu. Apalagi blog saya hosting sendiri bu, jadi kalau kena spam ribet bersihinnya. Iya kalau spam, kalau Hack? musti panggil teknisinya hihihi.

    Ikkyu_san,
    Betul juga…..biasanya mas Akismet hanya menyensor yang mencurigakan sandi/namanya…sedang isi tulisan tidak.
    Saya masih berharap, blog ini terbuka dan memudahkan pengunjungnya untuk memberi komentar.

  24. saya malah baru tau ada kasus begini di blog Mbak πŸ˜€ hehe! Saya juga pernah mengalami kasus serupa, Mbak. Walau awalnya rada gimana gitu menghapus komentar orang, tapi tho blog itu seakan rumah kita, yang punya peraturan sendiri. Sedih rasanya bila melihat orang yang iseng menebar komentar nggak baik di blog orang

    Nonadita,
    Awalnya saya biarkan, tapi dia datang terus dan makin kasar, apa boleh buat terus dihapus, tapi saya lupa mengedit komentar dibawahnya yang juga menyarankan agar komentar diatasnya dihapus….
    Mestinya kita menyadari, blogger merupakan kekuatan kelas menengah yang mampu berperan memberdayakan masyarakat, menebarkan kebaikan. Sayang sekali jika ada yang suka iseng….dan tak jelas apa yang maksudnya? Kan orang juga males berkunjung ke blognya kalau dia kasar..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s